Jurnal Syntax Transformation

Vol. 3, No. 6, Juni 2022

p-ISSN : 2721-3854 e-ISSN : 2721-2769

Sosial Sains

 

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN KOMPETENSI TERHADAP KINERJA PEGAWAI KELURAHAN PERWIRA KECAMATAN BEKASI UTARA

 

Herlinawati1, Ahmad Fauzan Fadlan2

Kelurahan Perwira Bekasi Utara, Jawa Barat, Indonesia1,

Universitas Tangerang Raya, Baten, Indonesia2

Email :  [email protected], [email protected]

 

INFO ARTIKEL

ABSTRAK

Diterima

27 Juni 2022

Direvisi

6 Juli 2022

Disetujui

23 Juli 2022

Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan dan kompetensi terhadap kinerja pegawai Kelurahan Perwira Kecamatan Bekasi Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan menggunakan data primer melalui penyebaran kuesioner kepada 34 responden pegawai Kelurahan Perwira Kecamatan Bekasi Utara. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh. Data diproses melalui program SPSS versi 25.0 dengan teknis analisis regresi linear berganda. Dari hasil uji t membuktikan bahwa secara parsial gaya kepemimpinan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja pegawai dengan nilai signifikansi sebesar 0.846 > 0.05, sedangkan kompetensi berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja pegawai yang ditunjukkan dari perolehan nilai signifikan 0.001 < 0.05. Kemudian dari hasil uji F membuktikan bahwa gaya kepemimpinan dan kompetensi secara simultan berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja pegawai Kelurahan Perwira Kecamatan Bekasi Utara dengan nilai signifikansi 0,000 < 0.05. Adapun besar kontribusi pengaruh gaya kepemimpinan (X1) dan kompetensi (X2) terhadap kinerja pegawai (Y) sebesar 40% sedangkan sisanya 60% terdapat faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini seperti disiplin kerja, mutasi kerja, etos kerja, dll.

 

ABSTRACT

This study aims to determine the effect of leadership style and competence on the performance of the employees of the Perwira Village, Bekasi Utara District. This study uses a quantitative approach and uses primary data through distributing questionnaires to 34 respondents of employees of the Perwira Village, Bekasi Utara District. The sampling technique uses saturated samples. Data were processed through the SPSS version 25.0 program with multiple linear regression analysis techniques. From the results of the t test, it proves that partially the leadership style has no significant effect on employee performance with a significance value of 0.846> 0.05, while competence has a significant effect on employee performance as indicated by the acquisition of a significant value of 0.001 <0.05. Then the results of the F test prove that the leadership style and competence simultaneously have a significant effect on the performance of the employees of Kelurahan Perwira, Bekasi Utara District with a significance value of 0.000 <0.05. As for the contribution of the influence of leadership style (X1) and competence (X2) on employee performance (Y) by 40%, while the remaining 60% there are other factors that are not examined in this study such as work discipline, job transfer, work ethic, etc.

Kata Kunci:

Gaya Kepemimpinan, Kompetensi, Kinerja.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Keywords:

Leadership Style, Competence and Performance.

 


Pendahuluan

Salah satu permasalahan penting yang dihadapi oleh para pemimpin adalah bagaimana dapat meingkatkan kinerja pegawai sehingga dapat mendukung keberhasilan pencapaian tujuan. Menurut Schermerharn (Maria Lusiana Inuh, 2016) mengatakan bahwa pimpinan yang baik adalah yang mampu menciptakan suatu kondisi sehingga orang secara individu atau kelompok dapat bekerja dan mencapai kinerja yang tinggi. Permasalahan peningkatan kinerja erat kaitannya dengan permasalahan bagaimana memotivasi pegawai, bagaimana pengawasan dilakukan, dan bagaimana menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan kondusif, agar pegawai dapat dan mau bekerja optimal sehingga dapat mendukung pencapaian tujuan organisasi. Seorang pemimpin harus mempunyai gaya kepemimpinan untuk mengelola bawahannya, karena seorang pemimpin akan sangat mempengaruhi keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuannya.

Dalam hal tersebut kompetensi yang dibutuhkan dalam pencapaian kinerja organisasi ialah adanya pemimpin yang memiliki gaya kepemimpinan yang efektif serta didukung oleh pegawai yang memiliki kinerja yang optimal, dan memiliki kompetensi yang sesuai dengan tugas dan pekerjaannya. Dengan optimalnya kinerja pegawai membuat organisasi berhasil mewujudkan visi dan misi.

Gaya kepemimpinan merupakan norma perilaku yang digunakan oleh seseorang pada saat orang tersebut mencoba mempengaruhi perilaku orang lain seperti ia lihat (Hidayati, 2016). Pendapat Umam tersebut menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan memiliki posisi yang strategis dan menentukan dalam mencapai visi dan misi organisasi.

Berdasarkan observasi pra-penelitian di Kantor Kecamatan Bekasi Utara, penulis melakukan wawancara dan memberikan kuisioner kepada Pegawai. Hasil observasi dan wawancara tersebut diperoleh data dan fakta terkait dengan variabel penelitian yang dapat diuraikan.

Hasil pra-penelitian terhadap 10 responden pegawai Kantor Kecamatan Bekasi Utara yang ditentukan secar aacak dari 10 pertanyaan pendahuluan mengindikasikan bahwa 6 dari 10 responden tidak memiliki ketertarikan dengan gaya kepemimpinan pimpinan dikarenakan pemimpin birokrasi dalam menjalankan kepemimpinan dengan kekuasaannya berupa wewenang menuntut kepatuhan dalam memberikan tugas kepada pegawai lebih terkesan kaku dan sesuai dengan prosedural.

Pimpinan dengan gaya kepemimpinan belum dapat mengoptimalkan potensi organisasi dengan adanya aturan-aturan yang berlaku sehingga kurang melakukan improvisasi kebijakan-kebijakan untuk mentoleransi adanya keberatan, kedaruratan, maupun peristiwa yang tidak terduga dan yang terjadai pimpinan senantiasa berpatokan pada aturan yang sudah ada. Pimpinan kurang memahami bawahan yang memiliki perbedaan karakteristik, seperti kemampuan, pengetahuan sikap, perilaku sehingga mengalami kesulitan mengenal bawahan (sumber: hasil wawancara dengan salah satu staff Kantor Kecamatan Bekasu Utara).

Menurut Pasolong (Hidayati, 2016) dalam menyatakan bahwa pejabat (pimpinan) yang dapat berperan sebagai pemimpin leader harus mengikuti diklat kepemimpinan yang wajib diikuti oleh semua pimpinan pada setiap jenjang. Fakta menunjukkan bahwa di Kantor Kecamatan Bekasi Utara terdapa beberapa yang belum mengikuti diklat sesuai dengan persyaratan jabatan. Dengan mengikuti serangkaian diklat kepemimpinan diharapkan pejabat (pimpinan) dapat berperan sebagai pemimpin (leaders) yang menjalankan fungsi kepemimpinannya dengan segenap filsafat, keterampilan dan sikapnya, dan bukan hanya sekedar pimpinan yang memangku jabatan semata.

Kompetensi dikatakan sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja. Kompetensi merupakan karakteristik yang mendasari seseorang berkaitan dengan efektivitas kinerja individu dalam pekerjaannya atau karakteristik dasar individu yang memiliki hubungan kausal atau sebagai sebab-akibat dengan kriteria yang dijadikan acuna, efektif, atau berkinerja prima atau superior di tempat kerja atau pada situasi tertentu (Moeheriono, 2014). Pendapat tersebut menunjukkan bahwa kompetensi menjadi penting karena sebagai faktor penentu sumber daya manusia dalam mencapai kinerja. Bilaman ingin meningkatkan kinerjanya seharusnya mempunyai kompetensi yang sesuai dengan tugas pekerjaannya (the right man on the right job).

Hubungan antara kompetensi pegawai dengan kinerja adalah sangat erat dan penting sekali, bahkan mereka (pegawai) apabila ingin meningkatkan kinerjanya, seharusnya mempunyai kompetensi yang sesuai dengan tugas pekerjaannya (the right man on the right job). Maka pengelolaan sumber daya manusia memang harus dikelola secara benar dan seksama agar tujuan dan sasaran organisasi dapat dicapai melalui pengelolaan sumber daya manusia yang optimal (Hidayati, 2016). Dalam melakukan perbaikan efisiensi kinerja yang lebih baik, maka pegawai Kantor Kecamatan Bekasi Utara harus memperhatikan kompetensi yang dimiliki. Namun masih adanya ketidakcocokan kompetensi sesuai dengan jabatannya. Hal ini dikarenakan masih ada kurangnya kreativitas dan percaya diri epgawai dalam mengambil keputusan, dan latar belakang pendidikan yang tidak sesuai dengan posisi jabatannya serta pegawai yang sudah lama bekerja ditempatkan tidak sesuai dengan kompetensi yang dimiliki.

Berdasarkan hasil pra penelitian terhadap 10 responden pegawai Kantor Kecamatan Bekasi Utara yang ditentukan secara acak dari 15 pertanyaan pendahuluan mengindikasikan bahwa 4 dari 10 responden yang menempati posisi tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya.


 

Tabel 1

Tingkat Pendidikan Kelurahan Perwira Kec. Bekasi Utara

No

Jumlah Pegawai

Pendidikan

Total

Prosentase

1

34

SMA/Sederajat

18 Orang

6,12%

2

34

D-II

1 Orang

0,34%

3

34

D-III

1 Orang

0,34%

4

34

S1

14 Orang

4,76%

Sumber: (Data Pegawai Kelurahan Perwira)

 


Terlihat pada tabel diatas tingkat pendidikan di Kelurahan Perwira Kecamatan Bekasi Utara pada tingkat SMA/Sederajat masih tergolong tinggi dengan total 18 pegawai atau sebesar 6,12% dari total keseluruhan pegawai. Data tersebut menunjukkan kompetensi pada tingkat pendidikan di Kelurahan Perwira Kecamatan Bekasi Utara masih rendah. Selain tingkat pendidikan, diklat pegawai perlu ditingkatkan kembali untuk menunjang kinerja pegawai serta dampaknya jika kompetensi pegawai meningkat maka kinerja organisasi juga meningkat. Berdasarka hasil penelitian (Marpaung, 2021) menyatakan bahwa Diklat mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai Disdukcapil Kota Bekasi.

 

Metode Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode survei, dimana penulis membagikan kuesioner kepada responden untuk mendapatkan data. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kuantitatif. Menurut (Yayuk & Sugiyono, 2019) penelitian kuantitatif diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotetsis yang telah ditetapkan.

Strategi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan strategi penelitian asosisatif. Menurut (Yayuk & Sugiyono, 2019) penelitian asosiatif merupakan suatu rumusan masalah penelitian yang besifat menanyakan hubungan antara dua variabel atau lebih. Dalam penelitian ini strategi penelitian asosiatif digunakan untuk mengedintifikasi sejauh mana pengaruh variabel X (variabel bebas) yang terdiri atas gaya kepemimpinan (X1) dan kompetensi (X2) terhadap variabel Y yaitu kinerja (variabel terikat), baik secara parsial maupun simultan.

 

Hasil dan Pembahasan

A.  Hasil Penelitian

1.    Uji Normalitas Data

Uji normalitas digunakan untuk melihat apakah model regresinya terdistribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah model regresi yang memiliki data terdistribusi normal. Salah satu metode untuk menguji normalitas adalah dengan melakukan uji One Sample Kolmogorov-Smirnov. Adapun kriteria hasil uji Kolmogorov Smirnov adalah sebagai berikut :

a.     Jika nilai p (p value) > α (0.05). Maka data berdistribusi normal

b.    Jika nilai p (p value) ≤ α (0.05). Maka data tidak berdistribusi normal

Dari hasil uji normalitas dengan uji Kolmogorov Smirnov, diperoleh hasil sebagai berikut :


 

Tabel 1.

Hasil Uji Normalitas

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

 

Unstandardized Residual

N

34

Normal Parametersa,b

Mean

.0000000

Std. Deviation

2.49832785

Most Extreme Differences

Absolute

.183

Positive

.088

Negative

-.183

Test Statistic

.183

Asymp. Sig. (2-tailed)

.095c

a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

c. Lilliefors Significance Correction.

 


Berdasarkan hasil uji normalitas degan metode One-Sample Kolmogorov-Smirnov Tes pada tabel diatas dapat diketahui nilai signifikansi 0,095 > 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa nilai residual berdistribusi normal.

2.    Uji Multikolinieritas

Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Modal regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel independen. Dasar pengambilan keputusan untuk uji multikolinearitas dapat dilakukan dengan cara :

a.     Jika nilai Tolerance lebih besar dari 0.10, maka tidak terjadi multikolinearitas terhadap data yang di uji dan sebaliknya jika nilai Tolerance lebih kecil dari 0.10, maka terjadi multikolinearitas terhadap data yang di uji.

b.    Jika nilai Variance Inflation Factor (VIF) lebih besar dari 10 maka terjadi multikolinearitas terhadap data yang di uji dan sebaliknya jika nilai Variance Inflation Factor (VIF) lebih kecil dari 10, maka tidak terjadi multikolinearitas Terhadap data yang di uji.




Tabel 2

Hasil Uji Multikolinieritas

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t

Sig.

Collinearity Statistics

B

Std. Error

Beta

Tolerance

VIF

1

(Constant)

6.936

3.429

 

2.023

.052

 

 

Gaya Kepemimpinan

.020

.102

.036

.195

.846

.549

1.822

Kompetensi

.500

.143

.636

3.495

.001

.549

1.822

a. Dependent Variable: Kinerja


 

Berdasarkan tabel 2, diperoleh nilai Tolerance seluruh variabel lebih besar dari 0.10. Dan nilai nilai VIF seluruh variabel lebih kecil dari 10 Sehingga berdasarkan nilai tolerance dan VIF seluruh variabel bebas tidak saling berkorelasi sehingga memenuhi asumsi karena tidak terjadi multikolinieritas.

3.    Uji Heterokedastisitas

Uji heterokedastisitas dilakukan dengan memplotkan grafik antara SRESID dengan ZPRED dimana gangguan heterokedastisitas akan tampak dengan adanya pola tertentu pada grafik. Berikut ini adalah uji heterokedastisitas terkait kinerja sebagai variabel dependen:


 

Gambar 1. Hasil Uji Heterokedastisitas


 

Diketahui dari gambar diatas, diketahui bahwa seluruh titik menyebar merata ke kuadaran I, II, III, dan IV. Sehingga bisa dinyatakan bahwa titik menyebar ke empat kuadran dan tidak terdapat pola tertentu pada grafik yang diwakili oleh kinerja. Titik kinerja pada grafik yang menyebar ke seluruh kuadran, bermakna tidak ada gangguan heteroskedastisitas pada model penelitian ini.

 

4.    Uji Koefisien Determinasi

Koefisien determinasi (R2) adalah suatu nilai yang menggambarkan seberapa besar perubahan atau variasi dari variabel dependen bisa dijelaskan oleh perubahan atau variabel dari variabel independen. Nilai koefisien determinasi antara 0 sampai 1.Nilai koefisien determinasi dapat dilihat pada tabel dibawah ini


Tabel 3

Hasil Uji Koefisien Determinasi

Model Summaryb

Model

R

R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

Durbin-Watson

1

.661a

.436

.400

2.578

1.445

a. Predictors: (Constant), Kompetensi, GayaKepemimpinan

b. Dependent Variable: Kinerja



Berdasarkan tabel 3. di atas, terlihat bahwa nilai koefisien determinasi Adjusted (R2) sebesar 0,400. Yang berarti bahwa 40% kinerja pegawai dipengaruhi oleh Gaya Kepemimpinan dan Kompetensi. Sedangkan sisanya sebesar 60% dipengaruhi oleh variabel yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

5.    Uji F (Simultan)

Pengujian hipotesis dengan uji F adalah pengujian hipotesis yang dilakukan secara simultan atau bersama-sama yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh secara bersama-sama variabel independen terhadap variabel dependen. Kriteria yang digunakan dalam uji F ini adalah sebagai berikut:

a.     Jika nilai Sig. > 0.05 maka H0 diterima. Artinya tidak terdapat pengaruh antara variabel bebas secara simultan terhadap variabel terikat.

b.    Jika nilai Sig. < 0.05 maka H0 ditolak. Artinya terdapat pengaruh antara variabel bebas secara simultan terhadap variabel terikat.


 

Tabel 4

Hasil Uji F (Simultan)

ANOVAa

Model

Sum of Squares

df

Mean Square

F

Sig.

1

Regression

159.467

2

79.733

12.000

.000b

Residual

205.974

31

6.644

 

 

Total

365.441

33

 

 

 

a. Dependent Variable: Kinerja

b. Predictors: (Constant), Kompetensi, GayaKepemimpinan


Berdasarkan tabel diatas, menunjukkan bahwa nilai signifikansi < 0,000. (P < 0.05). Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa variabel Gaya Kepemimpinan dan Kompetensi secara bersama-sama atau secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel Kinerja.

6.    Uji t (Parsial)

Pengujian hipotesis dengan uji t adalah pengujian hipotesis yang dilakukan secara parsial, yang bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel independen secara masing-masing atau parsial terhadap variabel dependen. Kriteria yang digunakan dalam uji t ini adalah sebagai berikut:

a.     Jika nilai Sig. > 0.05 maka H0 diterima. Artinya tidak terdapat pengaruh antara variabel bebas secara parsial terhadap variabel terikat.

b.    Jika nilai Sig. < 0.05 maka H0 ditolak. Artinya terdapat pengaruh antara variabel bebas secara parsial terhadap variabel terikat.


 

Tabel 5.

Hasil Uji t (Parsial)

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t

Sig.

Collinearity Statistics

B

Std. Error

Beta

Tolerance

VIF

1

(Constant)

6.936

3.429

 

2.023

.052

 

 

GayaKepemimpinan

.020

.102

.036

.195

.846

.549

1.822

Kompetensi

.500

.143

.636

3.495

.001

.549

1.822

a. Dependent Variable: Kinerja


 

Berdasarkan tabel diatas, hasil pengujian uji parsial menunjukan nilai signifikansi untuk setiap variabel independen. Dari hasil pengujian 2 variabel independen dapat diketahui bahwa:

a.     Gaya Kepemimpinan (X1), mempunyai nilai signifikansi sebesar 0,846. Nilai ini lebih besar dari 0.05 sehingga H0 diterima. Artinya, Gaya Kepemimpinan secara parsial tidak berpengaruh terhadap Kinerja.

b.    Kompetensi (X2), mempunyai signifikansi sebesar 0,001. Nilai ini lebih kecil dari 0.05 sehingga H0 ditolak. Artinya, Kompetensi secara parsial berpengaruh terhadap Kinerja.

 

B.   Pembahasan

1.    Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Pegawai Kelurahan Perwira Bekasi Utara.

Hasil analisis data secara statistik membuktikan bahwa variabel gaya kepemimpinan (X1) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja pegawai secara parsial yang ditunjukkan dari perolehan nilai signifikan 0.846 > 0.05. Yang artinya H01 diterima, hal ini menunjukkan bahwa �gaya kepemimpinan tidak mempunyai pengaruh terhadap kinerja pegawai Kelurahan Perwira Kecamatan Bekasi Utara terbukti kebenarnya�. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian terdahulu yaitu yang diteliti oleh (Nugroho, 2018) bahwa gaya kepemimpinan tidak berpengaruh terhadap kinerja CV. Anugerah dan penelitian (Manalu, 2020) yang menyatakan bahwa gaya kepemimpinan tidak berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kinerja karyawan dengan koefisien regresi sebesar nilai t hitung � 1,393 < t table 1,678 dan tingkat signifikan 0,170 > 0,05.

Hasil analisis data secara statistik membuktikan bahwa variabel kompetensi (X2) berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja pegawai secara parsial yang ditunjukkan dari perolehan nilai signifikan 0.001 < 0.05. Yang artinya H02 ditolak, hal ini menunjukkankompetensi mempunyai pengaruh terhadap kinerja pegawai Kelurahan Perwira Kecamatan Bekasi Utara terbukti kebenarnya�.Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian terdahulu yaitu yang diteliti oleh (SULASTRI, 2021) yang menyatakan bahwa Kompetensi terbukti berpengaruh terhadap Kinerja Karyawan PT. Makassar Raya Motor Cabang Palopo dan hasil penelitian dari (Wijaya et al., 2021) dengan hasil penelitian yaitu adanya pengaruh positif kompetensi terhadap kinerja pegawai. Hal ini dibuktikan dengan nilai thitung = 3,906 dibandingkan dengan nilai ttabel = 0.2907 dan nilai signfikansi = 0,000 dengan nilai =0,05, Ini berarti secara parsial variabel kompetensi (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (Y).

2.    Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Kompetensi Terhadap Kinerja Pegawai Kelurahan Perwira Kecamatan Bekasi Utara.

Hasil analisis data secara statistik membuktikan bahwa variabel gaya kepemimpinan dan kompetensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai secara simultan yang ditunjukkan dari perolehan nilai signifikan 0.000 < 0.05. Yang artinya H03 ditolak, hal ini menunjukkan �Gaya Kepemimpinan dan Kompetensi mempunyai pengaruh terhadap kinerja pegawai Kelurahan Perwira Kecamatan Bekasi Utara terbukti kebenarnya�. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian terdahulu yaitu yang diteliti oleh (Hariyono, 2011) bahwa Faktor gaya kepemimpinan dan kompetensi bersama-sama mepunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja tutor pada lembaga PKBM, dapat dilihat bahwa R Square diperoleh sebesar 0,750 atau 75 % dan yang diteliti oleh (Komarudin, 2019) bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan secara simultan antara gaya kepemimpinan dan kompetensi terhadap kinerja dosen pada Universitas Pamulang.

 

Kesimpulan

Berdasarkan hasil keseluruhan penelitian yang telah dilakukan oleh penulis, maka dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa data secara statistik membuktikan bahwa variabel gaya kepemimpinan terhadap kinerja pegawai secara parsial berdasarkan nilai uji signifikansi sebesar 0.846 > 0.05. Dengan demikian variabel gaya kepemimpinan tidak berpengaruh terhadap variabel kinerja pegawai Kelurahan Perwira Kecamatan Bekasi Utara. Secara statistik membuktikan bahwa variabel kompetensi terhadap kinerja pegawai secara parsial berdasarkan nilai uji signifikansi sebesar 0.001 < 0.05. Dengan demikian variabel kompetensi berpengaruh terhadap variabel kinerja pegawai Kelurahan Perwira Kecamatan Bekasi Utara. Secara statistik membuktikan bahwa variabel gaya kepemimpinan dan kompetensi terhadap kinerja pegawai secara simultan berdasarkan nilai uji signifikansi sebesar 0.000 < 0.05. Dengan demikian variabel gaya kepemimpinan dan kompetensi mempunyai pengaruh terhadap variabel kinerja pegawai Kelurahan Perwira Kecamatan Bekasi Utara.Nilai koefisien determinasi Adjusted (R2) sebesar 0,400 yang berarti bahwa sebesar 40% kinerja dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan dan kompetensi, sisanya yaitu sebesar 40% dipengaruhi oleh variabel lainnya yang tidak diteliti oleh penulis.

 

BIBLIOGRAFI

Hariyono, M. P. (2011). Kedaulatan Indonesia dalam Perjalanan Sejarah Politik. Diskursus Ilmu Sosial Budaya Indonesia, 251.Google Scholar

 

Hidayati, S. N. (2016). Pengaruh gaya kepemimpinan dan kompetensi terhadap kinerja pegawai (studi kasus terhadap pegawai negeri sipil biro kepegawaian kementrian agama RI). UIN Syarif Hidayatullah Jakarta: Fakultas Ekonomi dan Bisnis, 2016. Google Scholar

 

Komarudin, K. (2019). Pengaruh Kepemimpinan Dan Kompetensi Terhadap Kinerja Dosen Universitas Pamulang. Jurnal Ekonomi Efektif, 1(3). Google Scholar

 

Manalu, F. M. (2020). Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Motivasi Kerja, Kompensasi, Dan Stres Kerja Terhadap Kinerja Karyawan. Equilibiria, 7(1). Google Scholar

 

Maria Lusiana Inuh. (2016). Pengaruh lingkungan kerja dan budaya organisasi terhadap kinerja karyawan : studi kasus pada karyawan Bandara Tambolaka Sumba Barat Daya [Universitas Sanata Dharma.]. https://repository.usd.ac.id/10037/ Google Scholar

 

Marpaung, N. N. (2021). Pengaruh Tingkat Pendidikan Terhadap Kinerja Pegawai. PARAMETER, 6(2), 81�95. Google Scholar

 

Moeheriono, P. (2014). Pengukuran Kinerja Berbasis Kompetensi Edisi Revisi. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada. Google Scholar

 

Nugroho, A. T. (2018). Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Motivasi Dan Loyalitas Terhadap Kinerja Karyawan. Jurnal Pengembangan Wiraswasta, 20(2), 139�150. Google Scholar

 

Sulastri, S. (2021). Pengaruh Kompetensi Dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pt. Makassar Raya Motor Cabang Palopo. Universitas Muhammadiyah Palopo. Google Scholar

 

Wijaya, G. A., Kawiana, I. G. P., & Astrama, I. M. (2021). Pengaruh Kompetensi dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Pegawai pada Bagian Umum Sekretariat Daerah Kota Denpasar. Widya Amrita: Jurnal Manajemen, Kewirausahaan Dan Parwisata, 1(2), 729�743. Google Scholar

 

Yayuk, S., & Sugiyono, S. (2019). Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah dan biaya pendidikan terhadap kualitas proses belajar mengajar dan dampaknya dengan kompetensi lulusan SMK di kabupaten Gunungkidul. Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan, 7(1), 84�96. Google Scholar

 

 


 

Copyright holder :

Herlinawati, Ahmad Fauzan Fadlan (2022)

 

First publication right :

Jurnal Syntax Transformation

 

This article is licensed under: