How to cite:
Veranika, Okta, Kiagus Zainal Arifin, Desi Indriasari (2022). Pengaruh Komitmen Organisasi,
Pemahaman Sistem Akuntansi Pemerintah Daerah Dan Peran Auditor Internal Terhadap Kualitas
Laporan Keuangan Pemerintah, Jurnal Syntax Transformation, 3 (8).
https://doi.org/10.46799/jst.v3i8.592
E-ISSN:
2721-2769
Published by:
Ridwan Institute
Jurnal Syntax Transformation
Vol. 3, No. 8, Agustus 2022
p-ISSN : 2721-3854 e-ISSN : 2721-2769
Sosial Sains
PENGARUH KOMITMEN ORGANISASI, PEMAHAMAN SISTEM AKUNTANSI
PEMERINTAH DAERAH DAN PERAN AUDITOR INTERNAL TERHADAP
KUALITAS LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH
Okta Veranika, Kiagus Zainal Arifin, Desi Indriasari
Politeknik Negeri Sriwijaya, Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia
Email : oktaveranika06@gmail.com, zainalarifin1434@gmai.com, [email protected]om
INFO ARTIKEL
ABSTRAK
Diterima
13 Juli 2022
Direvisi
10 Agustus 2022
Disetujui
23 Agustus 2022
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara empiris pengaruh
Komitmen Organisasi, Pemahaman Sistem Akuntansi Pemerintah
Daerah, dan Peran Auditor Internal terhadap Kualitas Laporan
Keuangan. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah
kuantitatif. Data penelitian yang diperoleh dari kuesioner. Populasi
dalam penelitian ini adalah Organisasi Perangkat Daerah (OPD)
Provinsi Sumatera Selatan. Sampel berjumlah 39 Organisasi Perangkat
Daerah (OPD) dan metode pemilihan sampel menggunakan sampling
jenuh. Analisis data menggunakan SPSS versi 26. Metode statistik
dalam menguji penelitian ini adalah regresi linear berganda. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa Komitmen Organisasi, Pemahaman
Sistem Akuntansi Pemerintah Daerah, dan Peran Auditor Internal
secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kualitas
Laporan Keuangan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Komitmen
Organisasi, Pemahaman Sistem Akuntansi Pemerintah Daerah, dan
Peran Auditor Internal secara bersama-sama berpengaruh positif dan
signifikan terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Provinsi
Sumatera Selatan.
ABSTRACT
This study aims to determine empirically the effect of Organizational
Commitment, Understanding of Local Government Accounting
Systems, and the Role of Internal Auditors on the Quality of Financial
Reports. The type of data used in this research is quantitative.
Research data obtained from questionnaires. The population in this
study is the Regional Apparatus Organization (OPD) of South Sumatra
Province. The sample is 39 Regional Apparatus Organizations (OPD)
and the sample selection method uses saturated sampling. Data
analysis using SPSS version 26. The statistical method in testing this
research is multiple linear regression. The results of the study indicate
that Organizational Commitment, Understanding of Local Government
Accounting Systems, and the Role of Internal Auditors partially have a
positive and significant effect on the Quality of Financial Statements of
the Government of South Sumatra Province. Organizational
Commitment, Understanding of Local Government Accounting
Systems, and the Role of Internal Auditors together have a positive and
significant impact on the Quality of Financial Statements of the
Government of South Sumatra Province.
Kata Kunci:
Kualitas Laporan
Keuangan,
Komitmen
Organisasi,
Pemahaman Sistem
Akuntansi
Pemerintah Daerah,
Peran Auditor
Internal
Keywords:
Quality of financial
reports,
organizational
commitment,
understanding of
local government
accounting systems,
role of internal
auditors
Pengaruh Komitmen Organisasi, Pemahaman Sistem Akuntansi Pemerintah Daerah Dan Peran
Auditor Internal Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah
1092 Jurnal Syntax Transformation Vol. 3, No. 8, Agustus 2022
Pendahuluan
Meningkatnya tuntutan masyarakat
terhadap penyelenggaraan pemerintahan yang
baik, telah mendorong pemerintah pusat dan
daerah untuk menerapkan akuntabilitas publik
serta transparansi terhadap pengelolaan
keuangan agar terwujudnya tata kelola yang
baik. Kriteria tata kelola yang baik terdiri dari
keadilan, akuntabilitas, transparansi serta
tanggungjawab pemerintah dalam melaporkan
laporan keuangannya. Menurut (Mardiasmo,
2006) akuntabilitas merupakan bentuk
pertanggungjawaban atas keberhasilan
maupun kegagalan yang terjadi terhadap
pelaksanaan misi organisasi untuk mencapai
tujuan serta sasaran yang telah ditetapkan
melalui sebuah laporan atau media
pertanggungjawaban yang dilakukan secara
periodik. Pemerintah pusat maupun
pemerintah daerah berkewajiban untuk
menyalurkan informasinya berupa laporan
keuangan sebagai wujud akuntabilitas atas
kegiatan yang dilakukan pemerintah.
Pemerintah membuat laporan keuangan
sebagai alat pengendalian serta evaluasi kerja
yang dapat digunakan sebagai bukti
pertanggungjawaban kepada publik dan dasar
untuk pengambilan keputusan (Rosalin &
Kawedar, 2011).
Pemerintah harus mampu menyajikan
laporan keuangan yang mengandung
informasi keuangan yang berkualitas agar
pemakai laporan keuangan dapat memahami
informasi yang terkandung dalam laporan
keuangan tersebut. Untuk memperoleh
laporan keuangan yang berkualitas, maka
prinsip-prinsip akuntansi harus diterapkan
sesuai dengan Standar Akuntansi
Pemerintahan yang harus memenuhi
karakteristik relevan, andal, dapat
diperbandingkan dan dapat dipahami
(Sudiarianti et al., 2015).
Hasil pemeriksaan Laporan Keuangan
Pemerintah Daerah (LKPD) Provinsi
Sumatera Selatan selama tahun 2010-2013
mendapatkan opini Wajar Dengan
Pengecualian dan terus meningkat hingga
mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian
7 kali berturut-turut mulai dari tahun 2014
hingga tahun 2020. Hal ini dapat diartikan
bahwa dari hasil data tersebut kinerja yang
dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera
Selatan sudah sangat baik karena dapat
meningkatkan laporan keuangannya dengan
berhasil meraih WTP 7 kali berturut-turut
(Putri, 2021).
Opini Wajar Tanpa Pengecualian yang
diberikan BPK terhadap laporan keuangan
tersebut bukan berarti bebas dari kesalahan
dan kelemahan. BPK mengungkapkan
beberapa permasalahan terkait pengelolaan
keuangan daerah (Darmadi & Thaha, 2019)
"Analisis Kualitas Pemeriksaan Pengelolaan
Keuangan Negara oleh Badan Pemeriksa
Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI)
Perwakilan Sulawesi Selatan." (Darmadi &
Thaha, 2019). Permasalahan tersebut antara
lain, pendapatan dari pemanfaatan Barang
Milik Daerah (BMD) belum optimal,
kekurangan volume paket pekerjaan belanja
modal pada enam Organisasi Perangkat
Daerah (OPD) dan denda keterlambatan
belum dikenakan serta penatausahaan aset
tetap belum tertib. Meski demikian, Agus
Joko Pramono selaku wakil ketua BPK
menyebutkan dampak permasalahan tersebut
tidak material dalam mempengaruhi
kewajaran atas penyajian laporan keuangan.
Berdasarkan fenomena tersebut dapat
dinyatakan bahwa laporan keuangan
pemerintah daerah sudah baik namun masih
harus ditingkatkan, agar kualitas akan
informasi laporan keuangan yang dihasilkan
bermanfaat dan lebih akurat terutama pada
bagian pengelolaan keuangan daerah.
Dalam upaya untuk meningkatkan
kualitas laporan keuangan ada beberapa hal
yang perlu dipertimbangkan salah satunya
Okta Veranika, Kiagus Zainal Arifin, Desi Indriasari
Jurnal Syntax Transformation Vol. 3, No. 8, Agustus 2022 1093
komitmen organisasi. Dengan komitmen yang
dimiliki oleh masing-masing individu pada
organisasi bisa memberi pengaruh kinerja
pada proses penyusunan laporan keuangan
sesuai dengan Standar Akuntansi
Pemerintahan sehingga laporan keuangan
yang dihasilkan semakin berkualitas. Hasil
penelitian (Manimpurung et al., 2018)
menyatakan bahwa komitmen organisasi
berpengaruh positif dan signifikan terhadap
kualitas laporan keuangan.
Pemahaman sistem akuntansi
pemerintah daerah juga sangat penting dalam
meningkatkan kualitas laporan keuangan
(Wati et al., 2014). Pemerintah daerah
diwajibkan untuk menerapkan sistem
akuntansi pemerintah daerah dalam rangka
sebagai panduan dalam penyajian laporan
keuangan pemerintah daerah bagaimana
tercantum dalam Peraturan Pemerintah Nomor
12 Tahun 2019 yang menjelaskan bahwa
akuntansi pemerintah daerah dilaksanakan
berdasarkan sistem akuntansi pemerintah
daerah (Maulydiana & Simangunsong, 2021).
Adanya pemahaman sistem akuntansi
pemerintah daerah dapat menghasilkan
catatan dan laporan atas transaksi keuangan
yang terjadi dalam organisasi menjadi lebih
akurat, tepat, dan komprehensif sehingga
dapat meningkatkan kualitas laporan
keuangan pemerintah daerah. Hasil penelitian
(Launtu, 2021) menyatakan bahwa penerapan
sistem akuntansi pemerintah daerah
berpengaruh positif dan signifikan terhadap
kualitas laporan keuangan.
Faktor lain yang menunjang keandalan
laporan keuangan yaitu peran auditor internal.
Auditor internal merupakan Aparat
Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) yang
harus bisa memberikan jaminan atas seluruh
proses akuntansi beserta pelaporannya yang
telah dilaksanakan sesuai Standar Akuntansi
Pemerintah demi menghasilkan laporan
keuangan yang berkualitas. Peran auditor
internal selaku pengawas internal pemerintah
daerah dapat membantu pemerintah daerah
dalam menyiapkan laporan keuangan yang
berkualitas dan handal. Hasil penelitian
(Syawalina, 2020) menyatakan bahwa peran
auditor internal berpengaruh signifikan
terhadap kualitas laporan keuangan.
Berdasarkan latar belakang yang telah
diuraikan maka peneliti tertarik untuk
melakukan penelitian dengan judul Pengaruh
Komitmen Organisasi, Pemahaman Sistem
Akuntansi Pemerintah Daerah dan Peran
Auditor Internal Terhadap Kualitas Laporan
Keuangan Pemerintah Provinsi Sumatera
Selatan secara parsial dan simultan.
Metode Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan yaitu
penelitian asosiatif kausal dengan metode
kuantitatif. Menurut (Sugiyono, 2013)
penelitian asosiatif kausal adalah penelitian
yang bertujuan untuk mengetahui hubungan
antara dua variabel atau lebih. Hubungan
kausal adalah hubungan yang sifatnya sebab-
akibat, salah satu variabel (independen)
mempengaruhi variabel yang lain (dependen).
Penelitian ini dilakukan di 39
Organisasi Perangkat Daerah Provinsi
Sumatera Selatan. Waktu penelitian
dilaksanakan mulai dari bulan Maret sampai
dengan bulan Juni 2022.
Populasi dalam penelitian ini adalah 39
Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi
Sumatera Selatan yang terdiri dari 2
sekretariat, 1 Inspektorat, 8 Badan, 27 Dinas
dan 1 Satuan.
Sampel pada penelitian ini berjumlah
39 Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Unit
analisis pada penelitian ini adalah 4 orang
responden di setiap Organisasi Perangkat
Daerah (OPD) yang terdiri dari Kepala
Bidang Keuangan, Staf Pencatatan
Keuangan/Akuntansi, Bendahara Penerimaan
dan Bendahara Pengeluaran sehingga
responden berjumlah 156 orang. Penentuan
responden didasarkan pada alasan bahwa
keempat responden tersebut merupakan
elemen penting dalam menghasilkan kualitas
Pengaruh Komitmen Organisasi, Pemahaman Sistem Akuntansi Pemerintah Daerah Dan Peran
Auditor Internal Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah
1094 Jurnal Syntax Transformation Vol. 3, No. 8, Agustus 2022
laporan keuangan pemerintah, karena terlibat
langsung dan sangat memahami kegiatan
akuntansi.
Teknik pengumpulan data yang
digunakan dalam penelitian ini adalah data
primer yang diperoleh melalui penyebaran
kuesioner yang diberikan kepada responden
secara langsung. Penyebaran kuesioner
dilakukan pada pegawai keuangan yang
menjadi responden di 39 Organisasi Perangkat
Daerah Provinsi Sumatera Selatan.
Analisis data adalah cara mengelolah
data yang terkumpul kemudian dapat
memberikan interpretasi. Hasil pengelolahan
data ini digunakan untuk menunjukkan
masalah yang telah dirumuskan. Analisis data
yang digunakan dalam penelitian ini adalah
regresi linear berganda yang digunakan untuk
mengukur besarnya pengaruh antara dua
variabel atau lebih variabel independen
terhadap satu variabel dependen dan
memprediksi variabel dependen dengan
menggunakan variabel independen (Priyatno,
2018). Data yang telah terkumpul akan diolah
dengan menggunakan software SPSS versi 26
for windows.
Hasil dan Pembahasan
A. Hasil penelitian
Kuesioner yang disebar secara
offline sebanyak 156 kuesioner di 39
Organisasi Perangkat Daerah dan
kuesioner yang kembali sebanyak 140
kuesioner atau 35 Organsiasi Perangkat
Daerah. Adapun kuesioner yang tidak
kembali sebanyak 16 kuesioner atau 4
Organisasi Perangkat Daerah. Kuesioner
yang dapat diolah sebanyak 140 kuesioner
atau berjumlah 35 Organisasi Perangkat
Daerah (OPD) Provinsi Sumatera Selatan
1. Statistik Deskriptif
Menurut (Nasution, 2017)
“statistik deskriptif adalah statistik yang
digunakan untuk menganalisis data
dengan cara mendeskripsikan atau
menggambarkan data yang telah
terkumpul sebagaimana adanya tanpa
bermaksud membuat kesimpulan yang
berlaku untuk umum atau generalisasi.
Analisis deskriptif digunakan untuk
menggambarkan statistik data berupa
minimum, maximum, mean, dan
standar deviasi.
Tabel 1
Hasil Analisis Statistik Deskriptif
Descriptive Statistics
N
Minimum
Maximum
Mean
Std. Deviation
35
29.25
33.75
31.9429
1.09994
35
24.00
29.25
26.1143
1.24313
35
31.00
43.25
38.4357
2.65847
35
45.00
53.00
48.1571
2.17361
35
Sumber: Output pengolahan data dari spss, 2022
Berdasarkan tabel 1 hasil statistik
deskriptif yang diperoleh sebagai
berikut Komitmen Organisasi memiliki
nilai minimum sebesar 29.25, nilai
maksimum sebesar 33.75, dan nilai
rata-rata (mean) sebesar 31.9429
dengan standar deviasi sebesar 1.09994.
Nilai rata-rata dan nilai standar deviasi
komitmen organisasi ini menunjukkan
bahwa terdapat penyebaran data yang
baik karena nilai rata-ratanya lebih
besar daripada standar deviasi.
Pemahaman Sistem Akuntansi
Pemerintah Daerah memiliki nilai
minimum sebesar 24.00, nilai
maksimum sebesar 29.25, dan nilai
Okta Veranika, Kiagus Zainal Arifin, Desi Indriasari
Jurnal Syntax Transformation Vol. 3, No. 8, Agustus 2022 1095
rata-rata (mean) sebesar 26.1143
dengan standar deviasi sebesar 1.24313.
Nilai rata-rata lebih besar daripada nilai
standar deviasi pemahaman sistem
akuntansi pemerintah daerah ini
menunjukkan bahwa terdapat
penyebaran data yang baik karena nilai
rata-ratanya lebih besar daripada
standar deviasi.
Peran Auditor Internal memiliki
nilai minimum sebesar 31.00, nilai
maksimum sebesar 43.25, dan nilai
rata-rata (mean) sebesar 38.4357
dengan standar deviasi sebesar 2.65847.
Nilai rata-rata dan nilai standar deviasi
peran auditor internal ini menunjukkan
bahwa terdapat penyebaran data yang
baik karena nilai rata-ratanya lebih
besar daripada standar deviasi.
Kualitas Laporan Keuangan
memiliki nilai minimum sebesar 45.00,
nilai maksimum sebesar 53.00, dan
nilai rata-rata (mean) sebesar 48.1571
dengan standar deviasi sebesar 2.17361.
Nilai rata-rata dan nilai standar deviasi
kualitas laporan keuangan ini
menunjukkan bahwa terdapat
penyebaran data yang baik karena nilai
rata-ratanya lebih besar daripada
standar deviasi.
2. Uji Asumsi Klasik
a. Uji Normalitas
Analisis statistik menggunakan
pendekatan Kolomogorov-Smirnov
Test untuk menentukan normalitas
distribusi residual jika Asymp Sign
(2-tailed) > α (0,05), maka data
distribusi normal.
Tabel 2
Hasil Uji Normalitas
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized
Residual
N
35
Normal
Parametersa,b
Mean
.0000000
Std. Deviation
1.27965921
Most Extreme
Differences
Absolute
.095
Positive
.095
Negative
-.080
Test Statistic
.095
Asymp. Sig. (2-tailed)
.200c,d
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
c. Lilliefors Significance Correction.
d. This is a lower bound of the true significance.
Sumber: Output pengolahan data dari spss, 2022
Hasil pengujian One Sample
Kolmogorov-Smiirnov Test
menunjukkan bahwa nilai asympy
sig (2-tailed) residual dalam
penelitian ini lebih besar dari 0,05
yaitu sebesar 0,200. Dengan
demikian model regresi memenuhi
asumsi normalitas.
b. Uji Multikolinearitas
Uji multikolinearitas bertujuan
untuk mengetahui suatu model
regresi bebas dari multikolinearitas,
yaitu mempunyai angka Tolerance
lebih dari 0,1. dan nilai Variance
Inflaction Factor (VIF) kurang dari
10.
Tabel 3
Pengaruh Komitmen Organisasi, Pemahaman Sistem Akuntansi Pemerintah Daerah Dan Peran
Auditor Internal Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah
800 Jurnal Syntax Transformation Vol. 3, No. 8, Agustus 2022
Hasil Uji Multikolinearitas
Coefficientsa
Model
Collinearity Statistics
Tolerance
VIF
Komitmen Organisasi
.959
1.042
Pemahaman Sistem Akuntansi Pemerintah Daerah
.550
1.818
Peran Auditor Internal
.554
1.806
a. Dependent Variable: Kualitas Laporan Keuangan
Sumber: Output pengolahan data dari spss, 2022
Berdasarkan tabel 3 dapat
diketahui bahwa nilai tolerance
variabel X1 yaitu sebesar 0,959 atau
lebih dari 0,10 dan nilai VIF sebesar
1,042 atau lebih kecil dari 10,
sedangkan nilai tolerance variabel
X2 yaitu sebesar 0,550 atau lebih
dari 0,10 dan nilai VIF sebesar
1,818 atau lebih kecil dari 10, dan
nilai tolerance variabel X3 yaitu
sebesar 0,554 atau lebih dari 0,10
dan nilai VIF sebesar 1,806 atau
lebih kecil dari 10. Maka dapat
disimpulkan bahwa tidak terjadi
masalah multikolinearitas antar
variabel di dalam penelitian ini.
c.Uji Heteroskedastisitas
Gambar 1
Grafik Plot Hasil Uji Heteroskedastisitas
Sumber: Output pengolahan data dari spss, 2022
Berdasarkan hasil dari
pengujian SPSS terlihat bahwa
penyebaran titik-titik yang
ditimbulkan terbentuk secara acak,
tidak membentuk sebuah pola
tertentu serta arah penyebarannya
berada di atas maupun di bawah 0
pada sumbu Y, sehingga
menunjukkan bahwa model regresi
dalam penelitian ini tidak terjadi
masalah heteroskedastisitas.
3. Uji Hipotesis.
Tabel 4
Hasil Regresi Linear Berganda
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t
Sig.
B
Std. Error
Beta
1
(Constant)
.327
9.149
.036
.972
X1
.449
.213
.227
2.106
.043
X2
.647
.249
.370
2.595
.014
X3
.431
.116
.528
3.714
.001
a. Dependent Variable: Kualitas Laporan Keuangan
Sumber: Output pengolahan data dari spss, 2022
800
Persamaan regresi dalam penelitian ini
berdasarkan Tabel 4.4 adalah sebagai berikut:
Y = 0,327 + 0,449 X1+ 0,647 X2+
0,431X3
Persamaan regresi ini dapat diartikan
bahwa:
1. Nilai konstanta sebesar 0,327
menunjukkan bahwa apabila variabel
komitmen organisasi, pemahaman sistem
akuntansi pemerintah daerah dan peran
auditor internal nilainya 0 maka kualitas
laporan keuangan sebesar 0,327 atau
32,7%.
2. Koefisien regresi variabel komitmen
organisasi sebesar 0,449 nilai yang positif
menunjukkan adanya hubungan yang
searah artinya jika nilai variabel komitmen
organisasi naik sebesar 1 maka nilai
kualitas laporan keuangan akan naik
sebesar 44,9%. Dengan asumsi variabel
bebas lainnya konstan.
3. Koefisien regresi variabel pemahaman
sistem akuntansi pemerintah daerah
sebesar 0,647 nilai yang positif
menunjukkan adanya hubungan yang
searah artinya jika nilai variabel
pemahaman sistem akuntansi pemerintah
daerah naik sebesar 1 maka nilai kualitas
laporan keuangan akan naik sebesar
64,7%. Dengan asumsi variabel bebas
lainnya konstan.
4. Koefisien regresi variabel peran auditor
internal sebesar 0,431 nilai yang positif
menunjukkan adanya hubungan yang
searah artinya jika nila variabel peran
auditor internal daerah naik sebesar 1 maka
nilai kualitas laporan keuangan akan naik
sebesar 43,1%. Dengan asumsi variabel
bebas lainnya konstan.
4. Koefisien Determinasi (R2)
Tabel 5
Hasil Uji Koefisien Determinasi (R2)
Model Summaryb
Model
R
R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1
.808a
.653
.620
1.34015
a. Predictors: (Constant), Peran Auditor Internal, Komitmen Organisasi, Pemahaman Sistem
Akuntansi Pemerintah Daerah
b. Dependent Variable: Kualitas Laporan Keuangan
Sumber: Output pengolahan data dari spss, 2022
Dapat dilihat bahwa hasil
pengujian regresi berganda diperoleh R
sebesar 0,808 yang berarti bahwa
korelasi/hubungan antara komitmen
organisasi, pemahaman sistem
akuntansi pemerintah daerah dan peran
auditor internal mempunyai hubungan
yang relative kuat sebesar 80,8%. Nilai
Adjusted R Square diperoleh sebesar
0,620. Hal ini berarti bahwa variabel X
memiliki pengaruh kontribusi sebesar
62,0% terhadap variabel Y. Sedangkan
sisanya (100% - 62,0% = 38,0%)
disebabkan oleh variabel lain yang
tidak diteliti dalam penelitian ini.
5. Uji Signifikansi Farsial (Uji t)
Pengujian secara parsial (uji t)
terhadap masing-masing variabel
independen yaitu Komitmen Organisasi
(X1), Pemahaman Sistem Akuntansi
Pemerintah Daerah (X2), dan Peran
Auditor Internal (X3) dilakukan untuk
menguji diterima atau ditolaknya
hipotesis yang telah diajukan.
Signifikansi setiap variabel,
dapat dilihat dari nilai thitung dan ttabel
setiap variabel X. Jika nilai thitung>ttabel
maka dapat dinyatakan secara parsial
variabel X berpengaruh signifikan
terhadap variabel Y. Nilai ttabel pada
signifikansi 0,05/2= 0,025 (uji 2 sisi)
dengan derajat kebebasan df = n-k-1
Okta Veranika, Kiagus Zainal Arifin, Desi Indriasari
Jurnal Syntax Transformation Vol. 3, No. 8, Agustus 2022 1099
atau 35-3-1 = 31. Hasil diperoleh untuk
ttabel sebesar 2,03951/2,039. Jika nilai signifikansi < 0,05 atau 5% maka
hipotesis dapat diterima.
Tabel 6
Hasil Uji Signifikansi Parsial (Uji t)
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized
Coefficients
t
Sig.
B
Std. Error
Beta
1
(Constant)
.327
9.149
.036
.972
X1
.449
.213
.227
2.106
.043
X2
.647
.249
.370
2.595
.014
X3
.431
.116
.528
3.714
.001
a. Dependent Variable: Kualitas Laporan Keuangan
Sumber: Output pengolahan data dari spss, 2022
Hasil pengujian hipotesis melalui
uji parsial (uji t) dijelaskan sebagai
berikut:
1. Variabel Komitmen Organisasi (X1)
nilai thitung sebesar 2.106 lebih besar dari
nilai ttabel 2,039 dengan nilai
signifikansi 0,043 < 0,05 sehingga H1
diterima. Jadi, dapat disimpulkan
bahwa variabel Komitmen Organisasi
secara parsial berpengaruh positif dan
signifikan terhadap kualitas laporan
keuangan.
2. Variabel Pemahaman Sistem Akuntansi
Pemerintah Daerah (X2) nilai thitung
sebesar 2.595 lebih besar dari nilai ttabel
2,039 dengan nilai signifikansi 0,014 <
0,05 sehingga H2 diterima. Jadi, dapat
disimpulkan bahwa variabel
Pemahaman Sistem Akuntansi
Pemerintah Daerah secara parsial
berpengaruh positif dan signifikan
terhadap kualitas laporan keuangan.
3. Variabel Peran Auditor Internal (X3)
nilai thitung sebesar 3.714 lebih besar dari
nilai ttabel 2,039 dengan nilai
signifikansi 0,001 < 0,05 sehingga H3
diterima. Jadi, dapat disimpulkan
bahwa variabel Peran Auditor Internal
secara parsial berpengaruh positif dan
signifikan terhadap kualitas laporan
keuangan.
6. Uji Signifikansi Simultan (Uji F)
Pengujian simultan variabel
independen yaitu Komitmen Organisasi
(X1), Pemahaman Sistem Akuntansi
Pemerintah Daerah (X2), dan Peran
Auditor Internal (X3) ditetapkan
ketentuan bahwa jika nilai Fhitung>Ftabel,
atau jika nilai sig. < 0,05 maka
hipotesis dapat diterima atau dengan
kata lain seluruh variabel independen
secara bersama-sama (simultan)
mempengaruhi variabel dependen. Nilai
Ftabel dapat dilihat pada tabel statistik
tingkat signifikansi 0,05 dengan derajat
df 1 (jumlah variabel-1) atau 4-1 = 3
dan n-k atau 35-3-1 = 31, hasil
diperoleh untuk Ftabel sebesar 2,91.
Tabel 7
Hasil Uji Signifikansi Simultan (Uji F)
ANOVAa
Pengaruh Komitmen Organisasi, Pemahaman Sistem Akuntansi Pemerintah Daerah Dan Peran
Auditor Internal Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah
1100 Jurnal Syntax Transformation Vol. 3, No. 8, Agustus 2022
Model
Sum of
Squares
Df
Mean
Square
F
Sig.
1
Regression
104.960
3
34.987
19.4
80
.000b
Residual
55.676
31
1.796
Total
160.636
34
a. Dependent Variable: Kualitas Laporan
Keuangan
b. Predictors: (Constant), Peran Auditor
Internal, Komitmen Organisasi, Pemahaman
Sistem Akuntansi Pemerintah Daerah
Sumber: Output pengolahan data dari spss, 2022
Berdasarkan tabel 7 dapat dilihat
nilai Fhitung adalah sebesar 19,480 dan
signifikansi sebesar 0,000. Hal ini
berarti bahwa Fhitung sebesar 19,480
lebih besar dari Ftabel yaitu sebesar 2,91
dan tingkat signifikansi sebesar 0,000
lebih kecil dari 0,05 atau 5%, sehingga
dapat dinyatakan bahwa secara simultan
variabel Komitmen Organisasi,
Pemahaman Sistem Akuntansi
Pemerintah Daerah, dan Peran Auditor
Internal berpengaruh positif dan
signifikan terhadap Kualitas Laporan
Keuangan Pemerintah Provinsi
Sumatera Selatan sehingga H4 dapat
diterima.
B. Pembahasan.
1. Pengaruh Komitmen Organisasi
Terhadap Kualitas Laporan Keuangan
Berdasarkan hasil pengujian
hipotesis diperoleh nilai thitung untuk
variabel Komitmen Organisasi sebesar
2.106, sedangkan nilai ttabel sebesar
2,039. Maka dapat disimpulkan bahwa
nilai thitung > nilai ttabel sehingga
hipotesis pertama diterima. Nilai
signifikan variabel Komitmen
Organisasi yang diperoleh dalam
penelitian ini sebesar 0,043 yang
artinya kurang dari 0,05 sehingga
pengaruh yang dihasilkan juga
signifikan dan dengan melihat hasil
dari koefisien regresi dengan arah
positif maka pengaruh yang dihasilkan
juga positif. Dengan demikian, dapat
disimpulkan bahwa terdapat pengaruh
positif dan signifikan Komitmen
Organisasi terhadap Kualitas Laporan
Keuangan Pemerintah Provinsi
Sumatera Selatan.
Hasil penelitian ini sejalan
dengan hasil penelitian terdahulu yang
dilakukan oleh (Nugroho & Setyowati,
2019) yang menyatakan bahwa
terdapat pengaruh positif dan
signifikan antara komitmen organisasi
terhadap kualitas laporan keuangan.
2. Pemahaman Sistem Akuntansi
Pemerintah Daerah Terhadap Kualitas
Laporan Keuangan
Berdasarkan hasil pengujian
hipotesis diperoleh nilai thitung untuk
variabel Pemahaman Sistem Akuntansi
Pemerintah Daerah sebesar 2.595,
sedangkan nilai ttabel sebesar 2,039.
Maka dapat disimpulkan bahwa nilai
thitung > nilai ttabel sehingga hipotesis
kedua diterima. Nilai signifikan
variabel Pemahaman Sistem Akuntansi
Pemerintah Daerah yang diperoleh
dalam penelitian ini sebesar 0,014
yang artinya kurang dari 0,05 sehingga
pengaruh yang dihasilkan juga
signifkan dan dengan melihat hasil dari
koefisien regresi dengan arah positif
maka pengaruh yang dihasilkan juga
positif. Dengan demikian, dapat
disimpulkan bahwa terdapat pengaruh
positif dan signifikan Pemahaman
Okta Veranika, Kiagus Zainal Arifin, Desi Indriasari
Jurnal Syntax Transformation Vol. 3, No. 8, Agustus 2022 1101
Sistem Akuntansi Pemerintah Daerah
terhadap Kualitas Laporan Keuangan
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
Hasil penelitian ini sejalan
dengan hasil penelitian terdahulu yang
dilakukan oleh (Launtu, 2021) yang
menyatakan bahwa terdapat pengaruh
positif dan signifikan antara penerapan
sistem akuntansi pemerintah daerah
terhadap kualitas laporan keuangan.
3. Peran Auditor Internal Terhadap
Kualitas Laporan Keuangan
Berdasarkan hasil pengujian
hipotesis diperoleh nilai thitung untuk
variabel Peran Auditor Internal sebesar
3.714, sedangkan nilai ttabel sebesar
2,039. Maka dapat disimpulkan bahwa
nilai thitung > nilai ttabel sehingga
hipotesis ketiga diterima. Nilai
signifikan variabel Peran Auditor
Internal yang diperoleh dalam
penelitian ini sebesar 0,001 yang
artinya kurang dari 0,05 sehingga
pengaruh yang dihasilkan juga
signifkan dan dengan melihat hasil dari
koefisien regresi dengan arah positif
maka pengaruh yang dihasilkan juga
positif. Dengan demikian, dapat
disimpulkan bahwa terdapat pengaruh
positif dan signifikan Peran Auditor
Internal terhadap Kualitas Laporan
Keuangan Pemerintah Provinsi
Sumatera Selatan.
Hasil penelitian ini sejalan
dengan hasil penelitian terdahulu yang
dilakukan oleh (Sasmita et al., 2020)
yang menyatakan bahwa terdapat
pengaruh positif dan signifikan antara
peran auditor internal terhadap kualitas
laporan keuangan.
4. Pengaruh Komitmen Organisasi,
Pemahaman Sistem Akuntansi
Pemerintah Daerah dan Peran Auditor
Internal Terhadap Kualitas Laporan
Keuangan
Berdasarkan hasil pengujian
pada pengolahan data penelitian
diperoleh nilai Fhitung adalah sebesar
19,480 Ftabel dengan derajat bebas
(df) 31 pada ɑ 0,05 sebesar 2,91,
dengan demikian nilai Fhitung>Ftabel,
sehingga H4 diterima. Tingkat
signifikansi sebesar 0,000 kurang dari
0,05 atau 5%. Jadi dapat disimpulkan
bahwa terdapat pengaruh positif dan
signifikan antara Komitmen
Organisasi, Pemahaman Sistem
Akuntansi Pemerintah Daerah, dan
Peran Auditor Internal terhadap
Kualitas Laporan Keuangan
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
Semakin tinggi komitmen
organisasi yang dimiliki pegawai OPD
Provinsi Sumatera Selatan, maka
kualitas laporan keuangan yang
dihasilkan akan semakin baik. Seorang
pegawai yang memiliki komitmen
tinggi terhadap suatu organisasi akan
memiliki keseriusan dalam melakukan
suatu pekerjaan sehingga dapat
menghasilkan laporan keuangan yang
berkualitas sebagai
pertanggungjawaban dari pemerintah.
Adanya sumber daya yang memahami
sistem akuntansi pemerintah daerah
bertujuan untuk meningkatkan kualitas
dan keandalan pengelolaan keuangan
pemerintah daerah. Peran auditor
internal selaku pengawas intern
pemerintah dapat memberikan jaminan
dan membantu pemerintah daerah
dalam menyiapkan laporan keuangan
yang berkualitas dan andal.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan
pembahasan, maka kesimpulan dari
penelitian ini bahwa komitmen Organisasi
secara parsial berpengaruh positif dan
signifikan terhadap Kualitas Laporan
Pengaruh Komitmen Organisasi, Pemahaman Sistem Akuntansi Pemerintah Daerah Dan Peran
Auditor Internal Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah
1102 Jurnal Syntax Transformation Vol. 3, No. 8, Agustus 2022
Keuangan Pemerintah Provinsi Sumatera
Selatan.
Pemahaman Sistem Akuntansi
Pemerintah daerah secara parsial berpengaruh
positif dan signifikan terhadap Kualitas
Laporan Keuangan Pemerintah Provinsi
Sumatera Selatan. Peran Auditor Internal
secara parsial berpengaruh positif dan
signifikan terhadap Kualitas Laporan
Keuangan Pemerintah Provinsi Sumatera
Selatan. Komitmen Organisasi, Pemahaman
Sistem Akuntansi Pemerintah Daerah dan
Peran Auditor Internal secara simultan
berpengaruh positif dan signifikan terhadap
Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah
Provinsi Sumatera Selatan.
BIBLIOGRAFI
Darmadi, D., & Thaha, R. (2019). Analisis
Kualitas Pemeriksaan Pengelolaan
Keuangan Negara Oleh Badan
Pemeriksa Keuangan Republik
Indonesia (BPK-RI) Perwakilan
Sulawesi Selatan. Publik (Jurnal Ilmu
Administrasi), 8(1), 7588.Google
Scholar
Launtu, A. (2021). Pengaruh Penerapan
Sistem Akuntansi Pemerintah Daerah
Dan Kualitas Sumberdaya Manusia
Terhadap Kualitas Laporan Keuangan
Pemerintah Kabupaten Gowa. Akmen
Jurnal Ilmiah, 18(1), 1427. Google
Scholar
Manimpurung, R., Kalangi, L., & Gerungai,
N. (2018). Pengaruh Kapasitas Sumber
Daya Manusia Dan Komitmen
Organisasi Terhadap Kualitas Laporan
Keuangan Pemerintah Daerah Pada
Badan Pengelola Keuangan Dan Aset
Daerah (BPKAD) Kota Manado. Going
Concern: Jurnal Riset Akuntansi, 13(02).
Google Scholar
Mardiasmo, M. (2006). Perwujudan
Transparansi Dan Akuntabilitas Publik
Melalui Akuntansi Sektor Publik: Suatu
Sarana Good Governance. Jurnal
Akuntansi Pemerintah, 2(1), 117.
Google Scholar
Maulydiana, B., & Simangunsong, F. (2021).
Implementasi Peraturan Pemerintah (Pp)
Nomor 12 Tahun 2019 Tentang
Pengelolaan Keuangan Daerah Dalam
Penyusunan Anggaran Pendapatan Dan
Belanja Daerah (Apbd) Tahun 2020 Di
Provinsi Sumatera Selatan. Visi Sosial
Humaniora, 2(1), 4454. Google Scholar
Nasution, L. M. (2017). Statistik Deskriptif.
Hikmah, 14(1), 4955. Google Scholar
Nugroho, F. A., & Setyowati, W. (2019).
Pengaruh Komitmen Organisasional,
Sistem Informasi Akuntansi, Dan Peran
Audit Internal Terhadap Kualitas
Laporan Keuangan. ECONBANK:
Journal Of Economics And Banking,
1(2), 125134. Google Scholar
Priyatno, D. (2018). SPSS Panduan Mudah
Olah Data Bagi Mahasiswa Dan Umum.
Yogyakarta: Andi. Google Scholar
Putri, I. (2021). Pemprov Sumsel Raih Opini
WTP 7 Kali Berturut-Turut Dari BPK.
Https://News.Detik.Com/Berita/D-
5591461/Pemprov-Sumsel-Raih-Opini-
Wtp-7-Kali-Berturut-Turut-Dari-Bpk
Rosalin, F., & Kawedar, W. (2011). Faktor-
Faktor Yang Mempengaruhi Keandalan
Dan Timeliness Pelaporan Keuangan
Badan Layanan Umum (Studi Pada BLU
Di Kota Semarang). Universitas
Diponegoro. Google Scholar
Sasmita, D. A., Nasrizal, N., & Rasuli, M.
(2020). Pengaruh Kompetensi Sumber
Daya Manusia, Penerapan Sistem
Akuntansi Keuangan Daerah Dan Peran
Auditor Internal Terhadap Kualitas
Laporan Keuangan Daerah (Studi
Empiris Pada OPD Kabupaten Rokan
Hilir). Jurnal Kajian Akuntansi Dan
Auditing, 15(2), 118129. Google
Scholar
Sudiarianti, N. M., Ulupui, I., & Budiasih, I.
G. A. (2015). Pengaruh Kompetensi
Sumber Daya Manusia Pada Penerapan
Okta Veranika, Kiagus Zainal Arifin, Desi Indriasari
Jurnal Syntax Transformation Vol. 3, No. 8, Agustus 2022 1103
Sistem Pengendalian Intern Pemerintah
Dan Standar Akuntansi Pemerintah Serta
Implikasinya Pada Kualitas Laporan
Keuangan Pemerintah Daerah.
Simposium Nasional Akuntansi XVIII.
Google Scholar
Sugiyono, D. (2013). Metode Penelitian
Pendidikan Pendekatan Kuantitatif,
Kualitatif Dan R&D. Google Scholar
Syawalina, C. F. (2020). Pengaruh
Pemanfaatan Sistem Informasi
Akuntansi Keuangan Daerah, Peran
Audit Internal Dan Kompetensi Sumber
Daya Manusia Terhadap Kualitas
Laporan Keuangan Pada Kantor Distrik
Navigasi Kota Sabang. Jurnal Akuntansi
Muhammadiyah (JAM), 10(1). Google
Scholar
Wati, K. D., Herawati, N. T., Ak, S. E., &
Sinarwati, N. I. K. (2014). Pengaruh
Kompetensi SDM, Penerapan SAP, Dan
Sistem Akuntansi Keuangan Daerah
Terhadap Kualitas Laporan Keuangan
Daerah. JIMAT (Jurnal Ilmiah
Mahasiswa Akuntansi) Undiksha, 2(1).
Google Scholar
Copyright holder :
Okta Veranika, Kiagus Zainal Arifin, Desi Indriasari (2022)
First publication right :
Jurnal Syntax Transformation
This article is licensed under: