How to cite:
Shienlia, Mega (2022). Aktivitas Komunikasi Pelayanan Publik, Jurnal Syntax Transformation, 3 (8).
https://doi.org/10.46799/jst.v3i8.597
E-ISSN:
2721-2769
Published by:
Ridwan Institute
Jurnal Syntax Transformation
Vol. 3, No. 8, Agustus 2022
p-ISSN : 2721-3854 e-ISSN : 2721-2769
Sosial Sains
AKTIVITAS KOMUNIKASI PELAYANAN PUBLIK
Mega Shienlia
Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana, Jakarta, Indonesia
Email : Shisyshienlia@gmail.com
INFO ARTIKEL
ABSTRAK
Diterima
7 Juli 2022
Direvisi
8 Agustus 2022
Disetujui
23 Agustus 2022
Museum negeri sri baduga di kota bandung selalu konsisten berupaya
mengutamakan kepentingan masyarakat dengan memberikan layanan
publik menggunakan edukasi dan informasi dalam berkomunikasi.
Teori yang menjadi landasan adalah komunikasi Laswell. Dalam teori
ini menunjukkan bahwa setiap langkah dalam aktivitas komunikasi
memberikan kontribusi dalam meningkatkan pemahaman dan
penambahan informasi untuk menilai efektifitas suatu komunikasi
dalam hal ini terhadap pelayanan publik yang berfokus untuk
mengetahui dan menjelaskan adanya aktivitas komunikasi pelayanan
public. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe
deskriptif. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan motif penggunaan
situasi, pemahaman isi pesan, dan pengalaman serta alasan dari para
pengunjung baik secara online maupun offline. Hasil penelitian ini
memperoleh kesimpulan bahwa adanya dimana komunikasi
interpersonal merupakan perspektif sosiologi yang menunjuk pada
penggunaan simbol. Komunikasi antarpribadi digunakan sebagai
komunikasi simbolik bagi museum negeri sri baduga, terutama
kalangan di sekitarnya. Artinya jika museum negeri sri baduga
semakin intens dan efektif melakukan aktivitas komunikasi pelayanan
publik kepada publiknya yang dilakukan dalam masa pandemi maka
akan semakin meningkatkan pembentukan reputasi.
ABSTRACT
The Sri Baduga State Museum in Bandung has always consistently
tried to prioritize the interests of the community by providing public
services using education and information in communicating. The
theory that forms the basis is Laswell's communication. In this theory,
it shows that each step in communication activities contributes to
increasing understanding and adding information to assess the
effectiveness of a communication, in this case to public services, which
focuses on knowing and explaining the existence of public service
communication activities. This study uses a qualitative approach with
a descriptive type. The purpose of this study is to explain the motives
for using the situation, understanding the content of the message, and
the experiences and reasons of the visitors both online and offline. The
results of this study concluded that the existence of interpersonal
communication is a sociological perspective that refers to the use of
symbols. Interpersonal communication is used as symbolic
communication for the Sri Baduga State Museum, especially those
around it. This means that if the Sri Baduga State Museum is more
intense and effective in carrying out public service communication
activities to the public during the pandemic, it will further enhance the
Kata Kunci:
Aktivitas,
Komunikasi,
Pelayanan Publik.
Keywords:
Activities,
Communication,
Public Service.
Aktivitas Komunikasi Pelayanan Publik
Jurnal Syntax Transformation, Vol. 3, No. 8, Agustus 2022 1071
formation of reputation.
Pendahuluan
Pelayanan publik yang dilakukan oleh
museum negeri sri baduga menggunakan story
line bertema 7 (tujuh) unsur budaya dalam
pendekatan pelayanan. Masyarakat yang
kompleks memiliki kebutuhan yang beraneka
ragam sehingga memerlukan pendekatan baru
dalam partisipatif. Adapun 7 (tujuh) unsur
budaya menurut Koentjaraningrat, yaitu:
Sistem pengetahuan bahasa dan aksara, sistem
pendidikan yang berkembang dengan adanya
pengaruh budaya Barat/Eropa, sistem
kekerabatan dan organisasi sosial, sistem
peralatan hidup dan teknologi, sistem
ekonomi/mata pencaharian hidup, sistem
religi, kesenian (Reza Noviawan, 2018). Salah
satu bentuk pendekatannya adalah komunikasi
yang berbasis pelayanan publik. Melalui
proses komunikasi yang akan memberikan
peluang kepada pelayanan publik yang baik.
Pelayanan kepada publik memberikan kendali
atas kehidupan dengan memberikan
keterampilan dan kecakapan (Hardiyansyah,
2015).
Berdasarkan Lembaga Penilaian
Kesesuaian PT. ENHAII MANDIRI 186 ISO
9001:2005, museum ini merupakan salah satu
museum di Indonesia yang mempunyai
keunggulan tersendiri dalam sistem
manajemen mutu dari segi ruang lingkup
layanan edukasi dan informasi yang telah
terbukti dapat mempertahankan kinerja
pelayanan terbaik kepada publik. Namun,
pada bulan maret 2020 muncul adanya
penyebaran salah satu virus yang dinamakan
covid-19 dan kondisi tersebut pada akhirnya
membawa pemerintah Indonesia untuk
menerapkan kebijakan adaptasi kebiasaan
baru di masa pandemi covid-19 yang biasa
disebut juga new normal atau tatanan
kehidupan normal baru sebagai respons
realistis terhadap eksistensi covid-19 serta
merupakan suatu kondisi yang tak terduga
tetapi harus diterima resikonya oleh berbagai
kalangan masyarakat yang terdampak dari
virus tersebut telah masuk ke Indonesia
sehingga semakin lama kian munculnya
banyak fenomena terjadi sampai saat ini.
Berdasarkan Surat Edaran Nomor:
443/46/UM pada tanggal 27 Maret 2020
tentang “Perpanjangan penutupan sementara
fasilitas umum dan penundaan sementara
kegiatan tertentu di lingkungan pemerintah
daerah Provinsi Jawa Barat” yang telah
diberikan informasi oleh Gubernur Jawa
Barat. Walaupun terhitung mulai bulan April
2020 sekarang, sementara ini Museum
Negeri Sri Baduga masih belum dapat
menerima kunjungan umum dalam skala
besar. Dengan menerapkan standar kebijakan
protokol kesehatan yang ketat sesuai
himbauan pemerintah Indonesia, dan
berupaya melakukan penerimaan kunjungan
skala kecil dengan dilampirkan surat
pengantar dari instansi tertentu baik instansi
pemerintahan maupun swasta serta bidang
pendidikan dalam rangka melakukan magang
dan riset penelitian bagi siswa sekaligus
mahasiswa.
Komunikasi merupakan suatu aktivitas
yang sering dilakukan oleh manusia setiap
hari dalam menjalin hubungan dengan
sesama, sehingga semua aktivitas dalam
kehidupan manusia tidak terlepas dari
aktivitas komunikasi. Secara sederhana
komunikasi dapat diartikan sebagai suatu
penyampaian pesan dari pihak lainnya
sehingga tercipta persamaan makna
(Hutagalung, 2015).
Aktivitas komunikasi termasuk bagian
dari pelayanan yang mengedukasi masyarakat
yang berbasis layanan publik. Agar dapat
berkelanjutan dengan sinergi masing-masing
stakeholder perlu layanan yang efektif dalam
komunikasi pelayanan publik. Sehingga
diperlukan suatu komunikasi yang mampu
memberikan pelayanan kepada masyarakat
khususnya melalui proses edukasi kepada
Mega Shienlia
1072 Jurnal Syntax Transformation, Vol. 3, No. 8, Agustus 2022
pengunjung (Littlejohn Stephen & Foss,
2014).
Pelayanan (service) didefinisikan
sebagai segala aktivitas ekonomi yang tidak
menghasilkan produk tangible, umumnya
dapat dinikmati selagi disampaikan, dan
melibatkan bentuk-bentuk bukti fisik dalam
penyampaiannya sehingga pihak museum
perlu terus berupaya mempertahankan dan
meningkatkan kualitas pelayanannya untuk
mencapai yang dinamakan kepuasan
pelayanan. Kepuasan penerima pelayanan
dicapai apabila penerima pelayanan
memperoleh pelayanan sesuai dengan yang
dibutuhkan dan diharapkan (Ruben & Stewart,
2013).
Pelayanan publik merupakan salah satu
bagian dari capaian sasaran pemerintah yang
menghendaki terwujudnya publik yang
sejahtera. Berdasarkan Undang-Undang
nomor 25 tahun 2009 pada pasal 1 ayat 1
tentang pelayanan publik didefinisikan
sebagai kegiatan atau rangkaian kegiatan
dalam rangka pemenuhan kebutuhan
pelayanan sesuai dengan peraturan
perundang-undangan bagi setiap warga negara
dan penduduk atas barang, jasa, dan/atau
pelayanan administratif yang disediakan oleh
penyelenggara pelayanan public (Nomor, 25
C.E.). Oleh karena itu, negara berkewajiban
melayani setiap warganya untuk memenuhi
hak dan kebutuhan dasarnya dalam kerangka
pelayanan publik yang merupakan amanat
Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia tahun 1945, membangun
kepercayaan masyarakat atas pelayanan
publik yang dilakukan penyelenggara
pelayanan publik merupakan kegiatan yang
harus dilakukan seiring dengan harapan dan
tuntutan seluruh warga negara dan penduduk
tentang peningkatan pelayanan publik,
sebagai upaya untuk mempertegas hak dan
kewajiban setiap warga negara dan penduduk
serta terwujudnya tanggung jawab negara dan
korporasi dalam penyelenggaraan pelayanan
publik.
Komunikasi pelayanan publik pada
Museum Negeri Sri Baduga merupakan salah
satu bentuk komunikasi kepada masyarakat di
mana melibatkan pengunjung sebagai ujung
tombak suksesnya layanan pemerintah.
Museum Negeri Sri Baduga merupakan unit
pelaksanaan teknis dinas pariwisata dan
kebudayaan Provinsi Jawa Barat sebagai pusat
dokumentasi, informasi dan media
pembelajaran serta objek wisata budaya
unggulan Jawa Barat yang berkomitmen
untuk melayani publik agar dapat memperoleh
gambaran lengkap tentang perjalanan sejarah
alam budaya Jawa Barat, corak dan ragamnya,
serta fase-fase perkembangannya dan
perubahannya. Dalam implementasinya
museum melaksanakan fungsi-fungsinya
sebagai sebuah objek wisata yaitu melakukan
pelayanan kepada masyarakat khususnya
kepada pengunjung. Sehingga dibutuhkan
pendekatan komunikasi yang mampu
menggerakkan masyarakat dalam rangka
mewujudkan layanan public (Fitriany, 2021).
Sebagaimana fungsinya untuk
memberikan pelayanan kepada masyarakat
secara menyeluruh. Dalam memberikan
pelayanan, dibutuhkan aktivitas komunikasi
yang optimal. Berkomunikasi adalah sebuah
cara yang dilakukan manusia untuk
mengungkapkan ide, mengekspresikan
perasaan, dan mencitrakan diri (Yulianti et al.,
2012). Cara seseorang berkomunikasi akan
menjelaskan tentang bagaimana mempersepsi
dirinya dan orang lain. Dalam pelaksanaan
pelayanan publik, keterampilan
berkomunikasi menjadi salah satu aspek
penting yang akan memengaruhi efektivitas
pelayanan publik yang diberikan serta akan
menentukan respons masyarakat sebagai
pelanggan dan citra organisasi pemberi
layanan. Untuk dapat berkomunikasi
seseorang haruslah mampu menempatkan
manusia (orang lain) pada posisi yang
terhormat sebagaimana pula pelayanan publik
adalah sebuah ikhtiar untuk memanusiakan
Aktivitas Komunikasi Pelayanan Publik
Jurnal Syntax Transformation, Vol. 3, No. 8, Agustus 2022 1073
manusia (human humanization) (Mahadi,
2017).
Secara umum, Governance diartikan
sebagai kualitas hubungan antara pemerintah
dan masyarakat yang dilayani dan
dilindunginya, Governance mencakup 3 (tiga)
domain yaitu state (negara/pemerintahan),
private sectors (sektor swasta/dunia usaha),
dan society (masyarakat). (Susanto, 2017)
mengemukakan jika pelayanan publik tak
kunjung membaik maka good governance
yang merupakan reformasi dari birokrasi akan
sulit diwujudkan. Good governance di artikan
sebagai kesepakatan yang menyangkut
pengaturan negara yang diciptakan bersama
oleh pemerintah, masyarakat madani dan
sektor swasta demi terwujudnya kesejahteraan
sosial. Upaya tersebut diperlukan suatu
komunikasi yang efektif di mana komunikasi
dinilai efektif bila rangsangan yang
disampaikan dan dimaksudkan oleh
pengirimnya ataupun sumber sejalan dengan
rangsangan yang ditangkap dan dipahami oleh
penerima pesan itu sendiri.
Pelayanan publik oleh aparatur
pemerintah dewasa ini masih banyak dijumpai
kelemahan sehingga belum dapat memenuhi
kualitas yang diharapkan masyarakat (Rinaldi,
2012). Hal ini ditandai dengan masih adanya
berbagai keluhan masyarakat yang
disampaikan melalui media massa, sehingga
dapat menimbulkan citra yang kurang baik
terhadap aparatur pemerintah. Mengingat
fungsi utama pemerintah adalah melayani
masyarakat maka pemerintah perlu terus
berupaya menjalankan pelayanan (Adhythya,
2020).
Dan salah satu yang terdampak juga
oleh hal tersebut ialah Museum Negeri Sri
Baduga. Berdasarkan portal berita daerah
yang telah beredar secara online pada tanggal
28 Oktober 2021 Pukul 17:54 WIB di stasiun
TV melalui KOMPAS TV menjelaskan
bahwa “Namun sejak bulan maret 2020
museum sri baduga harus tutup karena
beberapa aturan di masa pandemi covid-19
hingga saat ini museum belum juga dibuka
untuk umum hanya untuk keperluan penelitian
yang harus disertakan dengan surat
pengantar..” Menurut portal berita online
diatas yang juga adalah kutipan kesimpulan
dari hasil wawancara dengan salah satu staf
Museum Negeri Sri Baduga di Bandung
bagian Kasubag Tata Usaha Museum Sri
Baduga yaitu BRM Puspo Wiryo Buwono.
Aktivitas komunikasi pelayanan publik
dalam masa pandemi di museum negeri sri
baduga mampu menjadi bagian dari wadah
ekosistem edukasi dalam komunikasi berbasis
pelayanan publik yang merupakan transisi
untuk menjembatani antara masyarakat dan
pemerintah maupun korporasi yang
menyelenggarakan komunikasi pelayanan
(Situmeang, 2020). Hal ini membutuhkan
pelayanan dengan etika yang baik untuk
melakukan seluruh aktivitas komunikasi
tersebut. Penelitian ini bertujuan adalah (1)
mendeskripsikan proses komunikasi Museum
Negeri Sri Baduga yang menjadi kasus dari
penelitian yang diamati, (2) menggambarkan
komunikasi berbasis layanan publik.
Metode Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian
deskriptif dengan menggunakan pendekatan
kualitatif yang mendeskripsikan dan
menganalisis fakta-fakta yang terjadi di
lapangan dengan teknik pengambilan data
dengan pengamatan, wawancara ataupun
penelaahan dokumen (Zellatifanny &
Mudjiyanto, 2018). Penelitian ini memahami
fenomena tentang apa tentang apa yang
dialami oleh subjek penelitian baik perilaku,
persepsi, motivasi, tindakan yang secara
alamiah tanpa rekayasa maupun intervensi.
Paradigma yang digunakan pada
penelitian ini adalah paradigma interpretif.
Paradigma interpretif berfokus pada
mempelajari terutama fenomena sosial, atau
yang telah disebabkan oleh manusia. Oleh
karena itu, ini adalah jenis penelitian yang
Mega Shienlia
1074 Jurnal Syntax Transformation, Vol. 3, No. 8, Agustus 2022
banyak digunakan dalam sosiologi, psikologi
dan antropologi (Rahardjo, 2018).
Penelitian ini melibatkan objek
Museum Negeri Sri Baduga sebagai kajian
komunikasi yang berbasis pelayanan publik.
Sumber data penelitian ini dengan
menggunakan data primer antara lain adalah
informan yang diwawancarai yang terdiri dari
pihak staf museum negeri sri baduga dengan
jumlah informan penelitian ini secara
keseluruhan ada 7 (tujuh) orang yang terdiri
dari 1 orang key informan dan 6 orang
informan tambahan sebagai pendukung,
masyarakat yang menikmati layanan serta
aparatur pemerintah dan pendamping dari
perguruan tinggi.
Data sekunder antara lain adalah
dokumentasi dari jurnal, arsip, dokumen
pribadi, foto yang mendukung analisa
penelitian tersebut. Pengambilan data
dilakukan secara snowball (bola salju) melalui
pendekatan interpersonal oleh peneliti melalui
rekomendasi dari beberapa pihak yang telah
meneliti dan melakukan kegiatan layanan
Museum Negeri Sri Baduga Kegiatan layanan
posdaya yang bersangkutan dengan layanan
publik adalah melayani dengan memberikan
edukasi dan informasi.
Peneliti mengambil lokasi ini
dilatarbelakangi oleh kohesivitas masyarakat
yang lokasi berada di antara kota dan
kabupaten sehingga memiliki keunikan
tersendiri dalam memandang permasalahan
utamanya dikaitkan dengan layanan publik.
Teknik analisis yang digunakan adalah teknik
analisa interaktif yang diacu pada Miles dan
Huberman (1992:56) di mana terdapat tiga
komponen utama dalam penelitian kualitatif
yaitu (1) reduksi data, (2) sajian data, (3)
penarikan simpulan atas verifikasinya data
yang diperoleh.
Dalam setiap penelitian diperlukan
adanya standar untuk melihat derajat
kepercayaan atau kebenaran dari hasil
penelitian. Untuk menghindari kesalahan atau
kekeliruan data yang terkumpul, perlu
dilakukan pengecekan keabsahan data. Teknik
pemeriksaan data yang digunakan dalam
penelitian ini adalah menggunakan metode
triangulasi.
Triangulasi sumber data merupakan
cara untuk menguji kredibilitas data,
dilakukan dengan cara mengecek data yang
diperoleh melalui berbagai sumber. Ada tiga
jenis sumber dari teknik triangulasi sumber
data, yakni :
a. Orang, data-data yang dikumpulkan dari
orang-orang yang berbeda yang melakukan
aktivitas yang sama.orang sebagai sumber
data juga masih dibedakan dalam tiga
kategori yaitu, agreat (individu-individu
yang sudah terpilih), interaktif (group
kecil, keluarga, kelompok kerja), dan
kolektivitas (organisasi, komunitas, atau,
masyarakat).
b. Waktu, dimana data-data dikumpulkan
pada waktu yang berbeda.
c. Ruang, dimana data-data dikumpulkan
pada ruang atau tempat yang berbeda.
Bentuk yang paling komplek dari
triangulasi data yaitu menggabungkan
beberapa subjek tipe atau semua level analisis.
Jika data-data konsisten, maka validasi akan
ditegakkan.
Hasil dan Pembahasan
A. Hasil Penelitian
1. Pola Komunikasi Sebelum Masa
Pandemi
Pihak Museum Negeri Sri
Baduga memiliki peranan terhadap
masyarakat yaitu melakukan upaya
perlindungan dan pelestarian terhadap
materi alam dan budaya ( benda cagar
budaya ) baik yang telah punah maupun
yang masih ada atau bertahan di tengah
masyarakat untuk kepentingan
pengetahuan, pendidikan dan
kesenangan.
Reservasi atau pembookingan
jadwal kunjungan melalui reservasi
yakni datang langsung ke bagian tiket
Aktivitas Komunikasi Pelayanan Publik
Jurnal Syntax Transformation, Vol. 3, No. 8, Agustus 2022 1075
atau informasi. Adapun kegiatan
aktivitas komunikasi yang telah
dilakukan oleh Museum Negeri Sri
Baduga diantaranya meliputi kegiatan
kegiatan seperti :
a.Pameran koleksi yang dilakukan di
dalam museum (Pameran koleksi
tetap).
b. Pameran di luar museum seperti
pameran temporer, pameran keliling,
dan Pameran MPU.
Dalam melaksanakan program
kerjanya, pihak Museum Negeri Sri
Baduga juga melakukan upaya
kerjasama dengan berbagai pihak.
Diantaranya dengan beberapa pihak
yang disebutkan di bawah ini, yaitu :
a. Pihak Percetakan.
b. Pihak atau Pelaku kesenian.
c. Pihak hotel atau penginapan untuk
keperluan penyediaan akomodasi.
d. Maskapai Penerbangan.
e. Pihak penyewaan armada angkutan
atau transportasi berupa bus.
f. Sarana transportasi kereta api.
g. Pihak penyewaan rental mobil.
h. Pihak travel.
i. Pihak Event Organizer ( EO ).
j. Pihak pengrajin.
k. Pihak pengusaha pabrik (Gerabah).
l. Pihak pengusaha Home Industry.
m. Pihak Media massa untuk keperluan
publikasi.
Pihak Museum Negeri Sri Baduga
juga melakukan kerjasama dengan instansi
terkait dalam melakukan program-program
kerjanya. Diantaranya seperti :
a. Instansi KUKM ( Koperasi Usaha Kecil
Menengah ).
b. BKPP (Lembaga penyelenggaraan
diklat/unsur pendidikan yang dilakukan
dinas pemerintah)
c. Dengan pihak museum di setiap
provinsi dan tingkat nasional.
Berdasarkan penelitian yang
dilakukan peneliti, pola komunikasi yang
diterapkan oleh semua subjek penelitian
sama yaitu menggunakan pola komunikasi
sirkular, dimana adanya umpan balik yang
terus menerus saat komunikasi
berlangsung. Pola komunikasi menjelaskan
bagaimana seseorang melakukan proses
pengiriman dan penerimaan pesan secara
tepat sehingga pesan yang dimaksud dapat
dipahami.
Dalam hal ini, ke tujuh subjek
penelitian memberikan tanggapan
berdasarkan pengalaman mereka. Dan para
subjek penelitian ini mengaku bahwa ada
hal-hal yang sangat jauh berbeda dalam
aktivitas komunikasi pelayanan publik
sebelum pada era pandemi. Pada masa
sebelumnya mereka mengakui bahwa
kunjungan pengunjung yang selalu ada
setiap hari dalam kehidupan sehari-hari
sebagai energi semangat melayani.
Perbedaan tampak jelas pada masa
sekarang, yang mana selalu bertatap muka
secara langsung ini digunakan sebagai
simbolik bagi staf museum negeri sri
baduga.
2. Pola Komunikasi Selama Masa Pandemi
Museum Negeri Sri Baduga telah
mempunyai website resmi dengan alamat
websitenya yaitu
www.uptdkebudayaan.jabarprov.go.id
yang tersedia dengan berbagai macam
informasi baik mengenai struktur
organisasi, acara / kegiatan yang akan
berlangsung dan beserta informasi lainnya.
Cara Komunikasi dengan pihak
Internal, yaitu sebagai berikut :
a. Mengadakan rapat untuk evaluasi
kegiatan
b. Membagikan Formulir Kuisioner untuk
diisi oleh pihak Internal di Museum
Negeri Sri Baduga
c. Menggunakan media sosial yang sudah
tersedia pada proses melayani online
yaitu sebagai berikut :
1) Facebook, bagi para pengunjung
bisa menelusuri di facebook dengan
Mega Shienlia
1076 Jurnal Syntax Transformation, Vol. 3, No. 8, Agustus 2022
alamat
https://facebook.com/pages/Museum
-Sri-Baduga
2) Twitter, bagi para pengunjung bisa
menelusuri di twitter dengan alamat
https://twitter.com/sribadugamuseu
m
3) Email, Bagi para pengunjung bisa
mengirim surat pengantar di email
dengan alamat
4) Instagram, Bagi para pengunjung
bisa menelusuri di Instagram dengan
alamat : Museum Sri Baduga (
sribaduga 1980). Pada profil
Sribaduga1980, tersedia tampilan
alamat link yang bertujuan
memberikan berita kegiatan
(linktree/msb1980) dan akan terlihat
beberapa pilihan sebagai berikut :
a) Untuk pendaftaran LCC MSB
2022
b) Website Museum Sri Baduga
c) Pameran Anyaman Expo 2021
d) Virtual Tour Museum Sri Baduga
5) Whatapp/WA, untuk pelayanan
reservasi dapat dilakukan beberapa
langkah pemesanan melalui dua
macam cara yaitu sebagai berikut.
Melalui resevasi atau pembookingan
jadwal kunjungan melalui
sambungan telepon langsung ke
kantor Museum Negeri Sri Baduga
atau menghubungi nomor
Handphone 0877-2220-2880 (Untuk
reservasi melalui Whatsapp/WA ).
6) Membagikan kuisioner kepada
responden di luar Museum Sri
Baduga, berikut ini adalah proses
persetujuan online kunjuangan di
Museum Negeri Sri Baduga :
a) Bagian admin media online
menerima isi pesan dari
Whatsapp/email/Instagram,
b) Bagian admin media online,
merekapitulasi kemudian
mengirimkan daftar pemesanan
kunjungan kepada bagian
Pemanfaatan/ Fungsional
Pamong Budaya Ahli
Muda/Pokja Edukasi.
c) Dari bagian Pemanfaatan,
menghubungi melalui
pengiriman isi pesan online
kepada pihak pimpinan UPTD
Pengelolaan Kebudayaan Daerah
Jawa Barat
d) Menunggu proses penerimaan isi
pesan disetujui atau tidak oleh
pimpinan yakni Kepala UPTD,
dengan durasi selama 30 menit.
e) Pihak pimpinan UPTD
Pengelolaan Kebudayaan Daerah
Jawa Barat menghubungi bagian
Pemanfaatan, untuk menyetujui
kunjungan diperkenankan hadir
atau ditolak (tidak disetujui).
7) Pelayanan Publik yang diterapkan
Museum Negeri Sri Baduga
a) Peningkatan kinerja staf museum
sesuai dengan SOP
(Standard Operating Procedur)
untuk melayani para pengunjung
yang akan datang mengunjungi
Museum Negeri Sri Baduga baik
secara online maupun offline.
b) Mempertahankan label ISO yang
sudah dicapai.
c) Meningkatkan program kegiatan
komunikasi pelayanan publik.
d) Menjadi museum berbasis
ekonomi kreatif.
e) Melakukan peningkatan di
bidang edukasi, konservasi,
restorasi koleksi yang dimiliki.
f) Melakukan perhitungan Indeks
Kepuasan Masyarakat (
IKM) yang berdasarkan NAMA
DINAS/UPTD/CABDIN
PROVINSI JAWA BARAT
dengan periode survei tertentu,
Aktivitas Komunikasi Pelayanan Publik
Jurnal Syntax Transformation, Vol. 3, No. 8, Agustus 2022 1077
yang nantinya akan dicantumkan
contohnya sebagai berikut :
Nama Layanan
Jumlah orang
Jenis Kelamin yang terdiri
dari : L (laki-laki) / P
(perempuan)
Mutu Pelayanan : Sangat
baik, Baik, Kurang Baik,
Tidak Baik.
Unsur Pelayanan :
Persyaratan, Prosedur,
Kejelasan Petugas,
Biaya/Tarif, Kenyamanan,
Kecepatan, Kesopanan,
Kepastian Biaya, Penanganan
Pengaduan.
g) Selalu mencari inovasi
terobosan baru yang
mengarahkan untuk
terciptanya ide atau gagasan
museum yang mengikuti
perkembangan modern dengan
menggunakan ilmu
pengetahuan dan teknologi.
3. Kendala Komunikasi Pelayanan Publik
Selama Pandemi
Kebijakan sejumlah negara untuk
membatasi mobilitas warga negaranya
cukup berdampak pada tingkat
kunjungan wisata ke Indonesia. Kondisi
ini dianggap akan mengancam sektor
pariwisata yang merupakan salah satu
penggerak roda ekonomi nasional.
Di masa awal pandemi Covid-19,
nyaris semua museum di dunia tutup
hingga jangka waktu yang tidak
ditentukan. Bahkan, tidak sedikit yang
berpikir museum mereka akan tutup
permanen. Kondisi kini sedikit
membaik. Sejumlah museum kembali
dibuka dan program untuk publik bisa
diakses secara daring. Gambaran itu
tampak dari survei Dewan Museum
Internasional (The International
Council of Museums/ ICOM) pada 7
April-7 Mei 2020 yang dilakukan
terhadap 1.600 responden di 107
negara. Responden merupakan pihak
museum dan pekerja museum
profesional. Akibat pandemi Covid-19,
nyaris sepertiga museum berencana
mengurangi anggota stafnya. Lebih dari
sepersepuluh museum menghadapi
kemungkinan tutup permanen.
B. Pembahasan
Seorang Key Informan dalam
penelitian ini yaitu Iip Sarif Hidayat, S.Pd.
Beliau berada pada jabatan fungsional
pamong budaya penyelia (permuseuman).
Pada kegiatan sehari-hari melakukan
beberapa hal berikut ini:
1. Memonitor ruang pameran tetap setiap
hari, mengecek apa ada yang rusak atau
perlu dilakukan perawatan. Apabila
diperlukan, maka segera akan
dilaporkan kepada bagian konservasi
koleksi untuk ditindaklanjuti atau
diperbaiki dengan segera.
2. Membuat paket storyline untuk
pameran, seperti mengumpulkan data
dari ruang perpustakaan sebagai bahan
untuk diedit kemudian dikaji.
3. Menyusun dokumen dibidang
kebudayaan berdasarkan pengetahuan
teknis.
4. Menyajikan bahan media promosi
museum, dengan hasil kerja berupa
dokumen bahan.
5. Membuat konsep penyusunan storyline
pameran, dengan hasil kerja berupa
naskah pembuatan konsep.
6. Menyunting bahan dan data untuk
penulisan informasi koleksi museum,
dengan hasil kerja berupa dokumen
penyuntingan.
7. Memverifikasi bahan dan data untuk
perancangan penyajian koleksi, dengan
hasil kerja berupa laporan verifikasi
Mega Shienlia
1078 Jurnal Syntax Transformation, Vol. 3, No. 8, Agustus 2022
8. Mengkompilasi bahan konsep promosi
museum, dengan hasil kerja berupa data
kompilasi.
9. Menyusun bahan kerjasama/kemitraan,
dengan hasil kerja berupa dokumen
penyusunan.
10. Mengategorikan bahan untuk
pemberian penghargaan kepada
masyarakat, dengan hasil kerja berupa
dokumen bahan.
11. Membuat materi edukasi dan
pembimbingan untuk usia pendidikan
dasar/menengah/tinggi/umum, dengan
hasil kerja berupa dokumen pembuatan
materi.
12. Mengklasifikasi konsep modul edukasi
dan pembimbingan, dengan hasil kerja
berupa dokumen modul.
13. Mengevaluasi kegiatan
penyelenggaraan pameran sebagai
anggota, dengan hasil kerja berupa
dokumen kegiatan.
14. Melakukan penataan sarana dan
prasarana pameran sebagai anggota,
dengan hasil kerja berupa dokumen
penataan.
15. Menyusun penyebarluasan informasi
permuseuman berupa buku, leaflet,
katalog, brosur, dengan hasil kerja
berupa dokumen penyusunan.
16. Menyusun konsep rencana kegiatan
museum, dengan hasil kerja berupa
laporan kegiatan.
17. Mengumpulkan data untuk melengkapi
data koleksi melalui studi
pustaka/lapangan, dengan hasil kerja
berupa dokumen pengumpulan data.
18. Menyunting bahan dan data untuk
penulisan informasi koleksi museum,
dengan hasil kerja berupa dokumen
bahan informasi.
19. Membuat materi bahan paket seni
budaya, dengan hasil kerja berupa
dokumen materi.
20. Bimbingan edukasi kultural, membuat
paket kegiatan bimbingan museum
seperti bimbingan museum dan
pemanduan, dengan hasil kerja berupa
dokumen bimbingan.
Berdasarkan dokumentasi dari
Key Informan dengan pengunjung
dalam masa pandemi yang bekerjasama
dengan Badan Kesbangpol Kabupaten
Bandung di Soreang pada tanggal 23
24 November 2021.
Berikut ini adalah hasil penelitian
proses aktivitas komunikasi pelayanan
publik yang masih dilakukan oleh
Museum Negeri Sri Baduga selama
masa pandemi secara online, berikut ini
adalah hasil penelitian proses aktivitas
komunikasi pelayanan publik yang
masih dilakukan oleh Museum Negeri
Sri Baduga selama masa pandemi
secara online:
a. Digitalisasi
b. Festival Tenun
c. Gerakan Hari Museum Indonesia
d. Konservasi
Dari dokumentasi kegiatan dan
ketujuh nara sumber, mereka menyatakan
bahwa aktivitas komunikasi pelayanan
publik saat ini hanya digunakan dalam
kelompok kecil di museum negeri sri
baduga dan selebihnya melalui media
online dalam kehidupan sehari-hari.
Seperti menurut teori (Hockett, 1997)
bahasa sebagai suatu simbol, kode,
ataupun sistem simbol yang digunakan
untuk membentuk pesan-pesan.
Aktivitas Komunikasi Pelayanan Publik
Jurnal Syntax Transformation, Vol. 3, No. 8, Agustus 2022 1079
Dari percakapan dapat dilihat
komunikasi yang berjalan adalah
komunikasi simbolik yang hanya sesama
staf museum yang mengetahui dengan
tujuan agar berusaha memberikan
pelayanan optimal dalam melayani.
West & Turner, 2007 : 107-108 ada
dua bagian penting masyarakat yang
mempengaruhi pikiran dan diri yakni
orang lain secara khusus yang merujuk
pada individu-individu dalam masyarakat
yang signifikan. Seperti anggota keluarga,
teman dan kolega. Dalam komunikasi
simbolik ada perbedaan Ketika berbicara
dengan persebayaan mereka dan berbicara
dengan anggota keluarga ataupun sesama
rekan kerja, sikap berbicara dengan
kelompok mereka sendiri terlihat tidak ada
batasan dalam aktivitas komunikasi
pelayanan publik yang mereka gunakan.
Di dalam percakapan antara sesama
staf museum dan di luar lingkungan
museum, suasana kesopanan dan berhati-
hati dalam berkomunikasi dapat dirasakan
karena jarak perbedaan usia dan
menghormati yang lebih tua. Namun dalam
percakapan antar tim kerja atau rekan
kerja, suasana kedekatan dirasakan dari
cara mereka berkomunikasi tanpa ada
batasan.
Kesimpulan
Profil kegiatan Museum Negeri Sri
Baduga terlaksana dengan baik dan
terbangun komunikasi yang aktif
antarpemangku kepentingan dari pemerintah,
masyarakat dan akademisi serta korporasi.
Dari hasil penelitian dan pembahasan
dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa
aktivitas komunikasi Pelayanan Publik
Dalam Masa Pandemi di Museum Negeri Sri
Baduga dilakukan dengan pemberian
informasi melalui berbagai media sosial
online seperti website resmi
www.uptdkebudayaan.jabarprov.go.id,
https://facebook.com/pages/Museum-Sri-
Baduga,
https://twitter.com/sribadugamuseum,
Instagram: sribaduga 1980, hingga Whatapp:
0877-2220-2880.
Aktivitas yang menonjol dalam
pelayanan publik antara lain komunikasi,
kerjasama dan koordinasi untuk mencapai
tujuan tertentu. Komunikasi mengkaji tujuan
pesan komunikasi Museum Negeri Sri
Baduga bersifat informatif, persuasif dan
koersif. Penggunaan isi pesan informatif hal
yang berisi tentang edukasi, pesan persuasif
mengajak pengunjung untuk memberikan
dukungan dalam mengikuti acara yang
diadakan secara online dan komunikasi
koersif berupa pesan yang mendesak
Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
(Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan, UPTD
Pengelolaan Kebudayaan Daerah Jawa Barat)
untuk mengubah kebijakan dan peraturan
serta meminta agar museum negeri sri baduga
diperbolehkan segera di buka secara umum
dengan standar protokol kesehatan.
Tujuan pelayanan publik adalah
meningkatkan daya saing, saring dan sanding
masyarakat dalam membentuk dirinya
menjadi lebih bermartabat serta sejahtera
yang mampu memberikan atau menularkan
kepada yang lain. Dalam mempersiapkan
pelayanan publik dalam bentuk online dan
offline, melalui gagasan atau sudut pandang
dari aktivitas komunikasi ini selama pandemi
mengkonstruksikan berbagai kegiatan dengan
memberikan ruang kepada pengunjung untuk
mengungkapkan pengalaman mereka ke
publik. Selain itu, pemanfaatan sosial media
merupakan alternatif bentuk edukasi untuk
menjangkau secara luas.
Pola komunikasi dengan para
pengunjung pada masa pandemi, pada
komunikasi internal setelah di evaluasi
berhasil 100% dan tidak mengalami kendala
dikarenakan selalu terus-menerus melakukan
komunikasi setiap hari. Akan tetapi, pada
komunikasi eksternal dapat diambil
kesimpulan bahwa secara 80% berhasil dan
Mega Shienlia
1080 Jurnal Syntax Transformation, Vol. 3, No. 8, Agustus 2022
20% tidak berhasil yaitu seperti pada
berbagai kegiatan dengan tetap mematuhi
standar protokol kesehatan Museum Negeri
Sri Baduga, menerapkan kapasitas ruang
pameran untuk menerima pengunjung masih
dibatasi 75% yaitu 150 orang dengan durasi
kunjungan selama 45 menit per sesi yang
tentunya harus dilengkapi surat pengantar
resmi ikatan dinas dari instansi pemerintahan
terkait karena tanpa surat pengantar akan
langsung ditolak kunjungannya. Misalnya
dari TNI-AD, Sekolah
SD/SLTP/SLTA/Mahasiswa/I, dll. Dan
dengan surat pangantar dalam kategori
umum/perorangan akan diarahkan langsung
pengiriman surat permohonannaya ke kantor
pusat yang beralamat di UPTD Pengelolaan
Kebudayaan Daerah Jawa Barat Jalan Bukit
Dago Selatan No. 53A, diperbolehkan
kunjungan secara offline maksimal 10 orang
dengan durasi selama 45 menit. Misalnya
dari Agen travel, dll.
Implikasi dari penelitian ini adalah (1)
perlu sinergi masing-masing dalam
bekerjasama melayani publik yang solid
khususnya berkenaan langsung dengan
kebutuhan dasar masyarakat, (2) perlunya
peningkatan kapasitas yang belum
mendukung fasilitas memadai di Museum
Negeri Sri Baduga, seperti : a) Belum
tersedia fasilitas sistem aplikasi khusus untuk
reservasi secara online, b) Berkaitan dengan
sarana dan prasarana di Museum Negeri Sri
Baduga masih belum bisa dilengkapi sampai
saat ini, dikarenakan belum ada anggaran
untuk pemeliharaannya, seperti pada
Label/tanda yang tertera di benda koleksi
untuk diberikan nama koleksi tersebut,
kemudian fasilitas pencahayaan di setiap
ruangan masih kurang memadai, (5) perlunya
networking suatu sistem jaringan yang handal
dengan menggunakan pendekatan media
yang berbasis ITE dalam mengembangkan
pelayanan kepada masyarakat yang
mendekatkan layanan kepada publik itu
sendiri yakni sentuhan teknologi
(Touchscreen virtual tour) di dalam ruang
pameran masih belum bisa digunakan.
Sedangkan sukses tidaknya pemberdayaan
masyarakat berdampak pada pelayanan
publik yang baik, dibutuhkan aktivitas
komunikasi yang sesuai dengan waktu yang
tepat dan tipologi masyarakat sendiri. (6)
perlunya monitoring dan evaluasi kegiatan
komunikasi dengan pendekatan audit
komunikasi agar aktivitas yang dijalankan
sesuai dengan tujuan pelayanan publik suatu
daerah khususnya museum dalam mengikuti
perkembangan yang lebih baik.
BIBLIOGRAFI
Adhythya, N. (2020). KUALITAS
PELAYANAN. Google Scholar
Fitriany, S. (2021). Kualitas pelayanan
Museum Konperensi Asia Afrika
(MKAA) Bandung. UIN Sunan Gunung
Djati Bandung. Google Scholar
Hardiyansyah, H. (2015). Komunikasi
Pelayanan Publik Konsep dan Aplikasi.
Gava Media. Google Scholar
Hutagalung, I. (2015). Teori-teori komunikasi
dalam pengaruh Psikologi. Jakarta:
Indeks. Google Scholar
Littlejohn Stephen, W., & Foss, K. A. (2014).
Teori Komunikasi. Jakarta: Salemba
Humanika. Google Scholar
Mahadi, U. (2017). Komunikasi humanis.
Jurnal Ilmiah Syiar, 17(1), 1120.
Google Scholar
Nomor, U.-U. (25 C.E.). tahun 2009 tentang
Pelayanan Publik. Google Scholar
Rahardjo, M. (2018). Paradigma interpretif.
Google Scholar
Reza Noviawan, R. (2018). Unsur-Unsur
Tradisional Jepang Dalam Film Rurouni
Kenshin Karya Sutradara Keishi Ohtomo
Dilihat Dari Tujuh Unsur Kebudayaan
Aktivitas Komunikasi Pelayanan Publik
Jurnal Syntax Transformation, Vol. 3, No. 8, Agustus 2022 1081
Koentjaraningrat Diponegoro
University.Google Scholar
Rinaldi, R. (2012). Analisis kualitas
pelayanan publik. Jurnal Administrasi
Publik: Public Administration Journal,
2(1), 2234. Google Scholar
Ruben, B. D., & Stewart, L. P. (2013).
Komunikasi dan perilaku manusia.
Jakarta: Rajawali Pers. Google Scholar
Situmeang, I. V. O. (2020). Strategi
Komunikasi Pemimpin Adat Bali Di Era
New Normal. Google Scholar
Susanto, E. H. (2017). Kelambanan Reformasi
Birokrasi dan Pola Komunikasi
Lembaga Pemerintah. Jurnal Aspikom,
1(1), 109123. Google Scholar
Yulianti, R., Dwianna, M., & Handayani, R.
(2012). Kualitas Komunikasi Aparat
Birokrasi Dalam Pelayanan Publik Di
Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi
Di Kota Serang. Jurnal LPPM-Jurnal
Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Dan
Eksakta, 5(2). Google Scholar
Zellatifanny, C. M., & Mudjiyanto, B. (2018).
Tipe penelitian deskripsi dalam ilmu
komunikasi. Diakom: Jurnal Media Dan
Komunikasi, 1(2), 8390. Google
Scholar
Copyright holder :
Mega Shienlia (2022)
First publication right :
Jurnal Syntax Transformation
This article is licensed under: