|
Jurnal
Syntax Transformation |
Vol. 1
No. 5, Juli 2020 |
|
p-ISSN :
2721-3854 e-ISSN : 2721-2769 |
Sosial
Sains |
PENGARUH
ELECTRONIC WORD OF MOUTH TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN PADA FORE COFFEE
Iman Prayoga dan M. Rachman Mulyandi
Universitas Matana, Tangerang
Email:[email protected] dan
����������� [email protected]
|
INFO
ARTIKEL |
ABSTRAK |
|
Diterima 2 Juni
2020 Diterima dalam bentuk revisi 15 Juni 2020 Diterima dalam bentuk revisi 20 Juni 2020 |
Pada penelitian ini
bertujuan untuk
mengetahui pengaruh dari electronic word of mouth terhadap
keputusan pembelian pada
fore coffee. Peneliti ingin
mengetahui pengaruh dari sosial media instagram terhadap keputusan pembelian fore coffee. Serta ingin mengetahui faktor apa saja yang dapat mempengaruhi media sosial agar
electronic world of mouth terjadi terhadap
keputusan pembelian fore coffee. Metode yang digunakan dalam melakukan penelitian ini adalah dengan
metode literature review yang berasal dari
beberapa jurnal yang telah
diteliti sebelumnya. Dalam penelitian ini menjelaskan bahwa electronic word of mouth secara
langsung berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. |
|
Kata kunci: sosial media; electronic world of mouth; keputusan
pembelian. |
Pendahuluan
Setiap manusia memiliki kebutuhan hidupnya masing-masing. Salah satu kebutuhan hidup manusia yaitu
makan dan minum. Makan dan minum merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi setiap harinya oleh manusia, oleh karna itu bisnis
dibidang makanan dan minuman merupakan bisnis yang tak akan mati oleh masa (Siagian et al., 2020).
Sekarang ini bisnis di bidang kuliner banyak diminati oleh pelaku bisnis di Indonesia dikarenakan bisnis ini memiliki
pendapatan yang besar dan juga �Zaman millenial sekarang bisnis
kuliner merupakan salah satu bisnis yang memiliki minat yang paling banyak,
alasan bisnis kuliner menjadi banyak diminati karena tergolong dengan memiliki
modal yang kecil saja maka dapat menghasilkan keuntungan yang berlipat ganda.
Bisnis kuliner ini juga hanya diperlukan sebuah keterampilan, ketekunan &
kesabaran untuk mengembangkan usaha kuliner tersebut. Beberapa contoh bisnis
kuliner yang ada di Indonesia seperti makanan pedas, aneka jus buah, fastfood,
makanan tradisional & kedai kopi.(Sendari,
2019).
Akhir-akhir
ini bisnis kedai kopi menjadi paling banyak minat oleh generasi muda sekarang. (Sendari, 2019). Dari sekian banyak kuliner yang ada di Indonesia, kuliner kopi bisa dikatakan menguasai usaha kecil untuk beberapa
tahun belakangan. Kedai kopi atau warung kopi saat ini menjadi fenomena
sehingga mewarnai kopi di
Indonesia, dapat dilihat dari hampir setiap
sudut kota bisa dipastikan memiliki warung kopi (liputan6.com). Kebanyakan tempat kedai kopi ini memiliki desain tempat yang unik dan menarik perhatian calon konsumen sehingga pengunjung bakal betah untuk
berlama-lama menikmati kopi
yang disajikan sambil makan kue dan kemudian
mengobrol. Munculnya kedai kopi yang seperti ini sehingga menimbulkan
suatu tren gaya hidup baru
yang disebut sebagai "ngopi cantik" yang dilakukan dan dinikmati oleh kaum milenial saat
ini (liputan6.com).
Di Indonesia kedai
kopi menjadi suatu tren baru dan terutama
terjadi pada kota-kota besar. Awal mula tren kopi di Indonesia pada tahun
2014 yang
disebabkan oleh muncul sebuah novel beserta film yang berjudul "filosofi kopi". Kemunculan filosofi kopi ini kemudian muncul fenomena minum kopi untuk kalangan masyarakat indonesia. Apabila kita melihat
ke belakang kopi hanya dinikmati oleh bapak-bapak atau penikmat kopi sejati. Berdasarkan hasil riset yang dilakukan oleh Toffin, perusahaan yang bergerak dalam industri Horeka (hotel, restoran, dan kafe) menyatakan bahwa jumlah kedai kopi yang ada di Indonesia dalam Agustus 2019 mencapai lebih dari 2.950 gerai kedai kopi. Dengan jumlah kedai
kopi yang telah terdata Toffin maka dapat
memperkirakan nilai pasar
di Indonesia dapat mencapai
Rp 4.8 triliun per tahun (Wijaya, 2019).
Dapat kita
lihat bahwa terdapat peningkatan pesat taraf persaingan untuk usaha kuliner
kopi. Untuk menghadapi persaingan antar kedai kopi maka diharapkan untuk
menggunakan beberapa strategi antara lain seperti menjaga identitas merek
usaha, rajin terhadap suatu inovasi, dan terlebih untuk melebih memprioritaskan
konsumen (Chairul Akbar &
Sunarti, 2018).
Faktor
pertimbangan bagi konsumen untuk melakukan suatu keputusan pembelian
diantaranya perusahaan yang dapat mempertahankan kualitas dari produk yang
dimilikinya, model yang bervariasi, menjaga kemasan dari suatu produk, lokasi
untuk melakukan pembelian dan harga yang ditawarkan (Rahayu, 2017). Semakin baik kualitas produk
atau jasa yang diberikan maka akan memberikan kesempatan pada konsumen untuk
melakukan keputusan pembelian.
Fenomena yang
terjadi antara e-wom dengan keputusan pembelian didukung dengan penelitian
sebelumnya menurut (Aprillio
& Wulandari, 2018) �menerangkan bahwa electronic word of mouth
melalui media sosial sangat berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Demikian
jurnal berbeda yang diteliti oleh, Pengaruh Electronic Word Of Mouth Terhadap Keputusan Pembelian, 2018) memiliki hasil yang sama bahwa e-wom
memiliki hubungan positif dengan keputusan pembelian seorang pelanggan. Jurnal
berbeda juga memiliki hasil yang sama diteliti oleh (Sari, Saputra,
& Husein, 2017) bahwa komunikasi electronic
word of mouth akan lebih besar & memiliki jangkauan yang tinggi dimana
konsumen menggunakan media internet dengan tujuan untuk menyebarkan pengalaman
mereka sendiri terhadap barang atau jasa yang telah mereka alami kedalam situs
jejaring sosial.
Berdasarkan latar belakang yang
telah dipaparkan maka dapat dirumuskan masalah penelitian yaitu pengaruh electronic
word of mouth terhadap keputusan pembelian.
1.
Electronic Word of Mouth (E-WOM)
Electronic word of mouth adalah suatu hal
yang penting bagi setiap pelaku bisnis apabila dilakukan maka dapat meningkatkan brand awareness dan juga meningkatkan
reputasi bagi kalangan konsumen (Akbar M. J. & Sunarti, Pengaruh Electronic Word of
Mouth Terhadap Keputusan Pembelian (Studi Kasus Pada Favehotel Hyper Square
Bandung Tahun 2018), 2018). E-wom adalah setiap informasi diarahkan bagi
konsumen melalui teknologi internet yang berkaitan dengan penggunaan
karakteristik barang, layanan tertentu atau penjual yang termasuk dalam
komunikasi antara produsen dan konsumen atau pun antar konsumen itu
sendiri� (Aprillio & Wulandari,
Pengaruh Electronic Word of Mouth Terhadap
Keputusan Pembelian (Studi Kasus Pada
Favehotel Hyper Square Bandung Tahun 2018), 2018). E-wom adalah semua
komunikasi informasi yang mengarahkan konsumen untuk melakukan komunikasi
dijejaring sosial yang berkaitan dengan pengalaman yang mereka alami sendiri (Yaumil Fitri, 2017). Sehingga dapat disimpulkan bahwa electronic word of
mouth adalah hal yang penting bagi setiap kegiatan bisnis yang dapat
mengarahkan konsumen untuk melakukan sebuah komunikasi agar dapat meningkatkan
reputasi perusahaan.
2. Indikator electronic word of mouth
Menurut jurnal
e-wom terbagi ke dalam tiga indikator sebagai berikut:
3.
Keputusan Pembelian
Keputusan pembelian
adalah proses pengambilan keputusan dari beberapa alternatif yang diberikan untuk menganalisa
kebutuhan, keinginan, pencarian informasi, penilaian sumber-sumber seleksi terhadap alternatif pembelian keputusan pembeli (Hutagaol, 2019).
Keputusan
pembeli menurut (Zulaicha & Irawati,
2016) adalah suatu pilihan dari dua pilihan alternatif atau
lebih sehingga seorang konsumen dapat memilih pilihan alternatif mana yang
ingin dipilih. Berdasarkan ���(Chairul Akbar &
Sunarti, 2018) keputusan pembelian adalah tindakan dari konsumen untuk memenuhi
kebutuhannya yang dinilai berdasarkan kepuasan konsumen itu sendiri.
Dari pengertian
diatas dapat disimpulkan bahwa keputusan pembelian merupakan suatu proses
pengambilan keputusan yang terdiri dua pilihan alternatif atau lebih untuk
menganalisa suatu kebutuhan dan keinginan terlebih dahulu, pencarian informasi,
penilaian untuk memenuhi kebutuhan yang dinilai berdasarkan kepuasan konsumen.
4.
Indikator Keputusan Pembelian
Terdapat
beberapa tahap yang mempengaruhi keputusan pembelian (Aprillio & Wulandari,
2018), Pengaruh Electronic Word of
Mouth Terhadap Keputusan Pembelian
(Studi Kasus Pada Favehotel Hyper Square Bandung Tahun
2018), 2018) terdiri dari 5
tahap yaitu:
a.
Pengenalan masalah merupakan suatu perbedaan antara yang diinginkan dengan
keadaan yang sebenarnya sehingga terjadinya suatu keputusan.
b.
Pencarian informasi merupakan tahap selanjutnya yang berguna untuk
menentukan solusi yang memungkinkan untuk pemecahan masalah.
c.
Evaluasi alternatif merupakan evaluasi pilihan pada alternatif yang
diinginkan.
d.
Keputusan pembelian merupakan pembelian berdasarkan alternatif yang telah
dipilih.
Perilaku pasca
pembelian merupakan suatu alternatif yang dipilih untuk memenuhi kebutuhan dan
harapan sesudah digunakan.
Metode Penelitian
Penelitian ini
menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang
digunakan dalam penulisan makalah ini adalah literature review. Literature
review adalah penjelasan berdasarkan teori yang diteliti oleh peneliti lain
sebagai acuan yang dapat dijadikan sebagai landasan kegiatan untuk menyusun
kerangka pemikiran yang ingin diteliti (Franklyn et al., 2016).
Penggunaan literature
review peneliti menggunakan 10 data sekunder yang berasal dari penelitian
terdahulu yang memiliki hubungan dengan electronic word of mouth dan
keputusan pembelian. Hasil dari beberapa literature digunakan untuk
mengetahui hubungan antara electroic word of mouth terhadap keputusan
pembelian.
Setelah selesai
melakukan literature review maka peneliti tidak hanya selesai dengan
membaca literatur saja tetapi peneliti melakukan rangkuman kembali kemudian
membuat sebuah analisis dan melakukan sintesis secara kritis yang mendalam dari
paper yang telah direview (Franklyn et al., 2016).
Berdasarkan dari jurnal sebelumnya dengan judul �Pengaruh Electronic
Word of Mouth terhadap Keputusan Pembelian (Studi kasus pada Favehotel
Hyper Square Bandung Tahun 20
18)" oleh Aprillio dan Wulandari ditemukan adanya pengaruh positif
dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Dengan adanya informasi positif
yang tersebar di media sosial, maka keputusan pembelian juga dapat meningkat.
Dengan
demikian jurnal yang berjudul "Pengaruh Electronic Word of Mouth
terhadap Keputusan Pembelian (Survei pada konsumen restoran Sushi Tei Kelapa
Gading)" oleh Akbar dan Sunarti, ditemukan juga bahwa variabel electronic
word of mouth memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel keputusan
pembelian, dimana media sosial memberikan kemudahan dalam pemasaran dan dapat
meningkatkan keputusan seseorang pelanggan yang dipengaruhi oleh
komentar-komentar konsumen lainnya yang ada pada media sosial.
Pada
jurnal selanjutnya yang ditulis oleh Sari, Saputra dan Husein yang berjudul
"Pengaruh Electronic Word of Mouth terhadap Keputusan Pembelian
pada Toko Online Bukalapak.com", dan ditemukan bahwa electronic
word of mouth memiliki pengaruh terhadap keputusan pembelian. Dapat
ditemukan juga bahwa media internet berpengaruh untuk menyebarkan pengalaman
mereka terhadap barang dan jasa yang ditawarkan kemudian disebarkan melalui
situs jejaring sosial.
Penelitian yang dilakukan
oleh (Aprillio & Wulandari,
Pengaruh Electronic Word of Mouth Terhadap
Keputusan Pembelian (Studi Kasus Pada Favehotel Hyper Square
Bandung Tahun 2018), 2018) yang berjudul
Pengaruh Electronic Word Of
Mouth Terhadap Keputusan Pembelian
(Studi Kasus Pada Favehotel Hyper Square Bandung Tahun
2018). Dapat disimpulkan bahwa variabel Electronic Word of Mouth memiliki pengaruh
dengan variabel keputusan pembelian yang dikategorikan berhubungan sangat kuat dengan
pengaruh electronic word of mouth terhadap keputusan pembelian di favehotel Hyper
Square Bandung.
Penelitian ini selanjutnya dilakukan oleh Akbar dan Sunarti
2018 yang memiliki judul
Pengaruh Electronic Word Of
Mouth Terhadap Keputusan Pembelian Sushi Tei
Kelapa Gading. Ditemukan
juga bahwa variabel electronic word of mouth memiliki pengaruh yang sangat
kuat dengan variabel keputusan pembelian �pada sushi tei kelapa gading.
Selanjutnya
penelitian yang dilakukan
oleh Yaumil, Tresnati, dan
Maharani 2017 berjudul Pengaruh
Electronic Word of Mouth terhadap Keputusan Pembelian Dreezel Coffee Bandung.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penelitian ini memiliki pengaruh positif antara variabel electronic word of mouth terhadap
variabel keputusan pembelian.
Kesimpulan
Penelitian menggunakan studi literature review sehingga dapat
diartikan bahwa adanya hubungan positif antara electronic word of mouth
terhadap keputusan pembelian. Dengan penggunaan sosial media sehingga dapat
terjadinya electronic word of mouth melalui media sosial sehingga dapat
terjadi keputusan pembelian pada fore coffee.
Saran bagi peneliti selanjutnya
adalah sebaiknya peneliti menggunakan penelitian yang kuantitatif karena
beberapa penelitian sebelumnya telah dinyatakan bahwa adanya hubungan positif
antara electronic word of mouth dan keputusan pembelian.
�Bibliografi
Aprillio,
R. G., & Wulandari, A. (2018). Pengaruh Electronic Word Of Mouth Terhadap Keputusan
Pembelian (studi Kasus Pada Favehotel Hyper Square Bandung). EProceedings of
Applied Science, 4(3).
Chairul
Akbar, M. J., & Sunarti, S. (2018). Pengaruh Electronic Word Of Mouth
Terhadap Keputusan Pembelian (Survei pada Konsumen Restoran Sushi Tei Kelapa
Gading). Jurnal Administrasi Bisnis, 60(3), 45�51.
Franklyn,
K., Lau, C. S., Navarra, S. V, Louthrenoo, W., Lateef, A., Hamijoyo, L.,
Wahono, C. S., Le Chen, S., Jin, O., & Morton, S. (2016). Definition and
initial validation of a lupus low disease activity state (LLDAS). Annals of
the Rheumatic Diseases, 75(9), 1615�1621.
Hutagaol,
C. D. (2019). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian
konsumen di Pajak USU (PAJUS) Medan.
Rahayu,
N. (2017). Pengaruh pengetahuan perpajakan, ketegasan sanksi pajak, dan Tax
amnesty terhadap kepatuhan wajib pajak. Akuntansi Dewantara, 1(1),
15�30.
Sendari,
A. A. (2019). Instagram Adalah Platform Berbagi Foto dan Video, Ini Deretan
Fitur Canggihnya. Liputan.
Siagian,
H. E., Wahono, R., & Erlita, M. (2020). Pengaruh Kualitas Pelayanan Dan
Strore Atmosphere Terhadap Kepuasan Konsumen Di Bravo Resto. Syntax, 2(5).
Wijaya,
M. J. (2019). Analisis Multi Criteria Decision Making Pada Pemilihan Media
Pemasaran Online.
Yaumil
Fitri, M. N. (2017). Hubungan Antara Aktivitas Fisik Dengan Status Nutrisi
Anak Usia Sekolah Di Sd Bopkri Gondolayu Kota Yogyakarta. Stikes Jenderal
Achmad Yani Yogyakarta.
Zulaicha,
S., & Irawati, R. (2016). Pengaruh Produk dan harga terhadap keputusan
pembelian Konsumen di Morning Bakery Batam. Inovbiz: Jurnal Inovasi Bisnis,
4(2), 123�136.