|
Jurnal Syntax Transformation |
Vol. 3,
No. 9, September 2022 |
|
p-ISSN : 2721-3854 e-ISSN : 2721-2769 |
Sosial
Sains |
PERANAN PELATIHAN, LINGKUNGAN KERJA DAN KOMPENSASI
TERHADAP KINERJA KARYAWAN
Yusup
Adriyanto, Qodariah
Fakultas Ekonomi Dan
Bisnis Universitas Budi Luhur Jakarta, Indonesia
Email: [email protected],
[email protected]
|
INFO ARTIKEL |
ABSTRAK |
|
Diterima 19 Agustus 2022 Direvisi
16
September 2022 Disetujui 20
September 2022 |
Tujuan
dari penelitian ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada penulis tentang
peran pelatihan, lingkungan kerja, dan kompensasi di PT. Sanken Argadwija
berpengaruh terhadap kinerja karyawannya. Diharapkan melalui penelitian
ini, perusahaan dapat menyusun strategi untuk memperbaiki kondisi perusahaan
dan meningkatkan kinerja karyawan. Perusahaan juga dapat mengambil tindakan
kompetitif, selalu berupaya meningkatkan kinerja karyawan secara lebih
berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif
kualitatif, dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan
pencatatan. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif Miles
dan Huberman, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan
atau validasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan
pendidikan/latihan kerja, metode kerja, upah/gaji berdasarkan bobot dan
kinerja kerja, lingkungan, kondisi kerja dan motivasi berpengaruh signifikan
terhadap tingkat produktivitas karyawan. Faktor manusia meliputi faktor:
pelatihan, kepemimpinan, tingkat gaji, kepuasan kerja, insentif, bagi hasil,
hubungan kerja antar rekan kerja, ketidakhadiran juga berperan besar dalam
menentukan kinerja karyawan. ABSTRACT The purpose of this study is to provide an
understanding to the author about the role of training, work environment, and
compensation at PT. Sanken Argadwija has an effect on the
performance of its employees. It is hoped that through this research,
companies can develop strategies to improve company conditions and improve
employee performance. Companies can also take competitive action, always
trying to improve employee performance in a more sustainable manner. The
research method used is descriptive qualitative method, with data collection
techniques of observation, interviews and recording. The data analysis technique
uses the Miles and Huberman interactive analysis model, namely data
reduction, data presentation, and drawing conclusions or validation. The
results showed that the increase in education/work training, work methods,
wages/salaries based on work weights and performance, environment, working
conditions and motivation had a significant effect on the level of employee
productivity. Human factors include factors: training, leadership, salary
levels, job satisfaction, incentives, profit sharing, working relationships
between co-workers, absenteeism also plays a major role in determining
employee performance. |
|
Kata Kunci: Kinerja
Karyawan, Kompensasi, Lingkungan Kerja, Pelatihan. Keywords: Kinerja Karyawan, Kompensasi, Lingkungan Kerja, Pelatihan. |
Pendahuluan
Saat pandemi Covid-19 melanda Indonesia dan dunia,
situasi ekonomi terganggu, terutama mempengaruhi industri elektronik di tanah
air dan dunia, dengan ditutupnya pusat perbelanjaan dan toko elektronik yang
menyebabkan penurunan pemasaran elektronik.
Menurut Gabel, tingkat utilisasi industri elektronik
pada kuartal II-2020 turun 30-60% dibandingkan kuartal I-2020 karena rendahnya
permintaan pasar. Sementara itu, produksi produk elektronik utama seperti AC,
lemari es, dan mesin cuci turun 60% menjadi 70% year-on-year pada Mei-Juni 2020.
Pada saat yang sama, utilitas produsen peralatan
elektronik kecil akan berkurang 50-70% per tahun, dan efisiensinya tinggi,
sehingga Sanken harus mempertahankan dan fokus untuk menjadi pemimpin teknologi
dan mampu menyediakan produk yang memuaskan semua pengguna.
Perusahaan PT. Menurut Sanken Argadwija, ditemukan
kinerja pegawai yang menurun akibat pandemi Covid-19 yang melanda negara kita
tercinta ini. Hal ini terlihat pada pergantian karyawan, kehadiran dan keterlambatan
yang terjadi di perusahaan PT. Sanken Agadevega. Aspek headcount sangat penting
di masa pandemi, berdasarkan data kehadiran dan jumlah karyawan yang keluar
atau mengundurkan diri. Mencapai 10% dari jumlah karyawan yang berangkat.
Kinerja karyawan turun signifikan di masa pandemi COVID-19, yang dapat dilihat
langsung dari sisi produktivitas, sehingga tentunya dapat berdampak signifikan
terhadap top line suatu perusahaan.
Kinerja karyawan di perusahaan merupakan salah satu
prioritas perusahaan, dan perusahaan yang berkinerja tinggi akan mencapai hasil
yang baik (Jatmiko, 2015). Isu terkait kinerja
karyawan juga menjadi isu strategis bagi perusahaan yang merencanakan isu SDM (Bairizki, 2020). Berbagai aspek internal
dan eksternal mendukung terciptanya kinerja karyawan yang efektif dan efisien
dalam suatu perusahaan (Ekhsan & Mariyono, 2020). Apalagi dengan isu
globalisasi yang saat ini sedang melanda kita, efeknya sangat terasa (Rahman, 2020). Salah satu indikator yang
berpengaruh dalam meningkatkan kinerja karyawan secara efektif dan efisien
adalah melalui pelatihan, lingkungan kerja yang nyaman, dan kompensasi yang
sesuai oleh pimpinan perusahaan (Akbar, 2018). Apalagi dalam konteks
pandemi Covid-19 yang mengharuskan perusahaan untuk menjaga kelangsungan usaha.
Lingkungan kerja merupakan sikap psikologis bahwa
kehidupan hari ini akan lebih baik dari hari kemarin dan hari esok akan lebih
baik dari hari ini (Nasution, 2014). Secara umum, kinerja
karyawan merupakan aspek penting dari kelangsungan hidup perusahaan. Kinerja
pegawai yang baik akan menghasilkan output yang baik, selain kemampuan mesin
tentunya juga memperhatikan aspek pegawai (kualitas dan kuantitas), aspek
kepemimpinan, aspek manajemen yang baik, menyediakan lingkungan kerja yang
harmonis, nyaman dan aman. untuk manajer pekerja ( teknologi), dan yang tidak
kalah pentingnya adalah bagaimana karyawan dibayar. Berdasarkan pertimbangan di
atas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang dampak pandemi
Covid-19. Dalam penelitian ini penulis mengajukan judul: �Peranan Pelatihan,
Lingkungan Kerja dan Kompensasi Terhadap Kinerja Karyawan PT. The Sunken Agade
Vega�.
Tujuan dari penelitian ini adalah
agar penulis memahami peran faktor-faktor seperti pelatihan, lingkungan kerja,
dan kompensasi di PT. Sanken Argadwija berdampak pada kinerja
karyawan perusahaan dan karenanya selama pandemi Covid-19. Atau mengurangi
kompensasi yang diterima karyawan, berdampak pada kinerja karyawan dan peran
perusahaan dalam mencapai hasil.
Metode Penelitian
Metode Penelitian ini menggunakan
penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mencapai pemahaman mendalam tentang
sebuah situasi, serta dengan menggunakan pendekatan deskriptif. (Blumberg et al., 2014) menjelaskan bahwa
penelitian kualitatif adalah �Serangkaian teknik interpretasi yang berusaha
untuk mendeskripsikan, memecahkan kode, menerjemahkan, dan sebaliknya
menyesuaikan dengan makna, bukan frekuensi, atas fenomena alam yang kurang
lebih dialami dalam dunia sosial�. Selanjutnya, menurut (Creswell, 2014), penelitian kualitatif
�dimulai dengan penggunaan kerangka hipotesis dan penjelasan yang membentuk
atau mempengaruhi studi pertanyaan penelitian terkait dengan makna yang
dipaksakan individu atau kelompok pada masalah sosial.
Dalam penelitian ini, penulis
menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif untuk menganalisis Pengaruh
Pelatihan, Lingkungan Kerja Dan Kompensasi Terhadap Kinerja Karyawan Studi Pada
PT. Sanken Argadwija. Format penelitian deskriptif yang digunakan dalam
penelitian ini adalah metode studi kasus yang berfokus pada mempelajari subjek
tertentu daripada mencoba untuk menggeneralisasi kesimpulan penelitian (Nugrahani & Hum, 2014). Secara umum, pendekatan
studi kasus lebih tepat jika pertanyaan penelitiannya berfokus pada �how� atau
�why�, peneliti memiliki kontrol yang sedikit atas sebuah peristiwa, dan fokus utama
penelitian adalah fenomena terkini (kontemporer) yang terjadi dalam konteks
kehidupan nyata (Yin, 2009).
Hasil dan
Pembahasan
Berdasarkan hasil observasi secara langsung terhadap kondisi kinerja karyawan PT. Sanken Argadwija dapat diketahui bahwa masih terdapat kekurangan dalam Pelatihan, Lingkungan Kerja dan Kompensasi. Selain observasi, peneliti juga melakukan wawancara dengan subjek pelaku aktivitas primer untuk dapat mengetahui seberapa jauh peranan Pelatihan, Lingkungan Kerja dan Kompensasi terhadap kinerja karyawan PT. Sanken Argadwija.
Wawancara dilakukan dengan cara semi terstruktur. Wawancara ini dilakukan untuk mendapatkan masalah yang lebih luas serta terperinci dari pihak yang terkait dalam penelitian (Sugiyono, 2012). Dengan metode wawancara semi terstruktur, peneliti dapat menentukan arah pertanyaan sehingga memungkinkan untuk melakukan wawancara lebih mendalam lagi dengan narasumber.
1.
Analisis
Resource-Based View (RBV)
a.
Resource-Based View dengan Pelatihan
Isi utama
dari pandangan berbasis sumber daya adalah sumber daya yang dapat menghasilkan
keunggulan kompetitif yang berkelanjutan, yaitu sumber daya yang berharga,
langka atau unik, sulit ditiru, dan tidak tergantikan. Ketika sumber daya
tersebut digunakan untuk implementasi strategi, sumber daya perusahaan dinyatakan
berharga sehingga dapat menghasilkan efektivitas dan efisiensi perusahaan.
b.
Resource-Based View dengan Lingkungan Kerja
Kondisi
lingkungan kerja yang baik merupakan salah satu faktor yang mendukung
produktivitas karyawan dan pada akhirnya mempengaruhi peningkatan tingkat
kinerja karyawan, karena lingkungan kerja baik fisik maupun non fisik
mempengaruhi kinerja karyawan dan keduanya harus seimbang. Lingkungan kerja
merupakan bagian yang sangat penting yang mempengaruhi bagaimana sebuah
perusahaan beroperasi. Lingkungan kerja mempengaruhi produktivitas perusahaan
karena lingkungan kerja yang baik dan memuaskan pasti akan meningkatkan kinerja
karyawan.
c.
Resource-Based View dengan Kompensasi
Kompensasi
dalam dunia bisnis diartikan sebagai imbalan yang diberikan perusahaan kepada
karyawannya atas kinerjanya. Gaji juga menjadi salah satu faktor yang menjadi
pertimbangan karyawan sebelum memutuskan untuk bekerja di perusahaan. Tujuan
dan fungsi kompensasi Ini termasuk menghargai kinerja karyawan, memastikan gaji
karyawan adil, mempertahankan atau mengurangi pergantian karyawan, memperoleh
karyawan berkualitas, mengendalikan biaya, dan mematuhi peraturan.
d.
Resource-Based View dengan Kinerja Karyawan
Kinerja
karyawan adalah hasil yang dicapai seorang karyawan di tempat kerja menurut
kriteria tertentu yang berlaku untuk pekerjaan tertentu. Menurut Robbins
(2003), kinerja pegawai merupakan fungsi dari interaksi antara kompetensi dan
motivasi. Kinerja karyawan sangat penting bagi suatu organisasi karena
produktif atau tidaknya akan sangat mempengaruhi keberhasilan perusahaan. Agar
tetap produktif, perusahaan harus mengukur kinerja karyawan.
2. Analisa Hasil FGD
FGD (Focus
Group Discussion) yang peneliti lakukan terdiri dari 2 tahap, dimana tahapannya
sebagai berikut :
a.
FGD
Pertama (Tangerang, 10 Juni 2022)
FGD ini
dilaksanakan dan dihadiri oleh karyawan dan manajemen PT. Sanken Argadwija
untuk membantu peneliti dalam merumuskan dan mendiskusikan temuan-temuan
peneliti pada matrik Analisis RBV sesuai variabel yang diteliti.

Gambar 1.
Proses FGD 1
Analisis
hasil analisa FGD tahap pertama ini dari masing-masing variabel pada matrik RBV
diperoleh suatu kesimpulan dimana hal-hal yang perlu ditingkatkan PT. Sanken
Argadwija untuk manajemennya dalam meningkatkan peranan pelatihan, lingkungan
kerja dan kompensasi terhadap kinerja karyawan.
Dari hasil
diskusi bersama disimpulkan bahwa dalam Pelatihan , Lingkungan Kerja dan
kompensasi menjadi sangat dominan dalam hal kinerja karyawan di bagian, karena
akan berdampak proses produksi dan kinerja karyawan semua lini. Dalam hal ini
para pimpinan departemen juga akan sulit memberikan motivasi jika dalam hal
kompensasi khususnya masih adanya pengurangan di karena alasan pandemi Covid-19
yang sampai kini masih berlangsung. Ketiga faktor ini sangat menentukan dalam
meningkatkan kinerja organisasi dan individu dengan memahami kontinum karyawan
yang bekerja, rekan kerja, layanan dan produk.
b.
FGD
Kedua (Tangerang, 15 Juli 2022)
FGD ini
dilaksanakan dan dihadiri oleh karyawan dan manajemen PT. Sanken Argadwija
untuk membantu peneliti dalam merumuskan dan mendiskusikan solusi yang terbaik
untuk kedepannya bagaimana agar pelatihan, lingkungan kerja dan kompensasi agar
efektif dan efisien dalam meningkatkan kinerja karyawan, dimana hasil
kesimpulan dari FDG tahap ke 2 ini penulis jadikan sebagai acuan dalam
penulisan kesimpulan.

Gambar 2.
Forum Group Discustion� ke-2
Kesimpulan
Pelatihan
yang dilakukan di PT. Sanken Argadwija menurut hasil penelitian walaupun jarang
diadakan dikarenakan pandemi, karyawan tetap merasakan pentingnya akan
pelatihan tersebut, perusahaan perlu memberikan pelatihan sesuai dengan karakter
dan bidang tugas yang dilakukan oleh karyawan tersebut, sehingga bisa terasa
akan manfaatnya. Dari hasil penelitian proses pelatihan sebaiknya disesuaikan
dengan kebutuhan masing-masing departemen yang terkait. Dari hasil penelitian
yang dilakukan menunjukkan bahwa pada umumnya lingkungan kerja di tempat
perusahaan berada cukup baik, dan masih diperlukan perbaikan di sana sini
khususnya dalam hal kebersihan, lingkungan kerja yang bersih dan rapi juga
memiliki peranan dalam kinerja karyawan. Dari hasil tinjuan di lapangan dapat
juga diambil kesimpulan bahwa ada bagian-bagian tertentu yang diperlukan
perbaikan terhadap lingkungan sekitarnya, agar dalam bekerja karyawan dapat
melaksanakan kegiatan dengan baik. Peranan lingkungan kerja dalam ini peneliti
mengambil kesimpulan bahwa memiliki andil yang sangat penting dalam meningkatkan
kinerja karyawan di perusahaan PT. Sanken Argadwija, karena dengan lingkungan
yang bersih , tenang akan mempengaruhi kinerja karyawan.
Masa
pandemi Covid-19 yang dihadapi oleh perusahaan membuat banyak hal yang harus
dilakukan , seperti melakukan efisiensi dimana-mana salah satunya penerapan No
Work No Pay yang diterapkan ketika kebijakan pemerintah membatasi pergerakan
mobilitas masyarakat dengan tutupnya tempat perbelanjaan baik yang tradisional
maupun yang modern, peneliti menemukan banyak ketidakpuasan akan kebijakan
tersebut yang membuat kompensasi yang diterima tidak sesuai dengan harapan
ketika melandanya Pandemi Covid-19. Kondisi tersebut membuat karyawan banyak
yang merasa tidak puas akan pendapatan yang diterima walaupun sebenarnya
perusahaan sudah menerapkan gaji secara normatif yaitu upah sudah sesuai
standar upah minimum kabupaten yang ditetapkan oleh regulasi pemerintah dan ada
penambahan tunjangan masa kerja karyawan masing-masing. Dengan tidak pernah
adanya bonus yang diberikan, upah secara keseluruhan belum sesuai dengan usaha
yang dikeluarkan, tunjangan yang diterima belum sesuai harapan dari rata-rata
pendapat yang diterima, peneliti setelah menerima informan-informan ketika menanyakan
langsung, merasa perusahaan tidak memperhatikan pemenuhan kebutuhan dan
fasilitas karyawan. Peneliti dalam hal ini menyimpulkan bahwa bahwa secara umum
kompensasi yang diterima oleh karyawan belum memenuhi kepuasan kepada
karyawannya, walaupun sebenarnya perusahaan sudah menerapkan kompensasi sesuai
dengan regulasi yang ada seperti : upah berdasarkan upak minimum kabupaten yang
ada , ada juga tunjangan masa kerja, memiliki tunjangan yang dihitung
berdasarkan Key Performance Index, didaftarkan jaminan sosial baik BPJS
Ketenagakerjaan yang terdiri dari jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian,
jaminan hari tua, jaminan pensiun dan juga didaftarkan BPJS Kesehatan. Dalam
hal ini dapat disimpulkan bahwa kompensasi sangat memiliki peranan�� terhadap kinerja karyawan di perusahaan PT.
Sanken Argadwija.
Kedepan
yang diharapkan untuk peranan pelatihan, lingkungan kerja, dan kompensasi
terhadap kinerja karyawan dapat menjadi pertimbangan penting akan peningkatan
kinerja karyawan di perusahaan. Dengan pelatihan yang baik sesuai dengan
bidangnya, lingkungan kerja yang bersih tenang, kompensasi yang diberikan tidak
ada potongan karena diakibatkan oleh Covid-19, peranan pelatihan, lingkungan
kerja dan kompensasi dapat meningkatkan kinerja karyawan PT. Sanken Argadwija.
Akbar, S.
(2018). Analisa Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan. Jiaganis,
3(1), 1�17. Google Scholar
Bairizki,
A. (2020). Manajemen Sumber Daya Manusia (Tinjauan Strategis Berbasis
Kompetensi)-Jilid 1 (Vol. 1). Surabaya: Pustaka Aksara. Google Scholar
Blumberg,
B., Cooper, D., & Schindler, P. (2014). EBOOK: Business Research Methods.
McGraw Hill. Google Scholar
Creswell.
(2014). Metodologi Penelitian (K. P. M. Group (ed.)).
Ekhsan, M.,
& Mariyono, R. (2020). Pengaruh Gaya Kepemimpinan Islami, Budaya Organisasi
Islami dan Insentif terhadap Produktivitas Kerja Karyawan PT Yanmar Indonesia. Jesya
(Jurnal Ekonomi Dan Ekonomi Syariah), 3(2), 265�275.
https://doi.org/10.36778/jesya.v3i2.188. Google Scholar
Jatmiko, E.
D. (2015). Pengaruh Motivasi Kerja Dan Komitmen Organisasional Terhadap
Kinerja Karyawan (Studi Pada Karyawan Kompartemen Pabrik II PT. Petrokimia
Gresik). Brawijaya University. Google Scholar
Nasution,
E. (2014). Motivasi kerja dalam meningkatkan produktivitas kerja pegawai
fakultas dakwah IAIN Ar-Raniry. Jurnal Al-Bayan: Media Kajian Dan
Pengembangan Ilmu Dakwah, 20(1), 1�14.
https://doi.org/10.22373/albayan.v20i29.110. Google Scholar
Nugrahani,
F., & Hum, M. (2014). Metode penelitian kualitatif (Vol. 1, Issue
1). Solo: Cakra Books. Google Scholar
Rahman, C.
(2020). Analisa Peran Upah dan Insentif Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan
Pada 5 UMKM di Bulak Kapal Bekasi Tahun 2020. PARAMETER, 5(1),
104�112. https://doi.org/10.37751/parameter.v5i1.143. Google Scholar
Sugiyono.
(2012). Metode Penelitian Bisnis. CV. Alfabeta. Google Scholar
Yin, R. K.
(2009). Case study research: Design and methods (applied social research
methods). London and Singapore: Sage, 23, 24. Google Scholar
|
Copyright holder : Yusup Adriyanto, Qodariah (2022) |
|
First publication right : This article is licensed under: |
![]()