Jurnal Syntax Transformation

Vol. 3, No. 10, Oktober 2022

p-ISSN : 2721-3854 e-ISSN : 2721-2769

Sosial Sains

 

PENGARUH MOTIVASI, KOMPETENSI PEDAGOGIK DAN MODEL PROJECT BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA

 

Sopan Sopari, Siti Fatchia Roesida, Rizkya Amelia

Universitas Budiluhur Jakarta

Email: [email protected], [email protected], [email protected]

 

INFO ARTIKEL

ABSTRAK

Diterima

31 Agustus 2022

Direvisi

25 Oktober 2022

Disetujui

30 Oktober 2022

Pendidikan Menengah Kejuruan adalah Pendidikan yang mengutamakan pengembangan kemampuan Siswa untuk jenis pekerjaan tertentu atau Pendidikan menengah kejuruan difokuskan pada keterampilan untuk meningkatkan kompetensi Peserta Didik agar dapat hidup mandiri dan mengikuti Pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh signifikansi motivasi, kompetensi pedagogik dan model project based learning terhadap hasil belajar siswa. Sampel yang digunakan sebanyak 83 siswa kelas XII SMK Insan Mulya dengan� metode penelitian yang digunakan metode kuantitatif deskriptif melalui instrument penelitian angket, kepustakaan dan riset survey langsung di tempat penelitian SMK Insan Mulya. Hasil uji prasyarat penelitian menunjukan semua insttrumen variabel memenuhi syarat dan layak untuk diujikan, dan berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara motivasi, kompetensi pedagogik dan project based learning terhadap hasil belajar.dengan perolehan nilai sig 0,000 < 0,05 kontribusi motivasi 21,5%, kontribusi kompetensi pedagogik 79,2% dan kontribusi project based learning 43%. Dapat disimpulkan bahwa kompetensi pedagogik dan project based learning sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Peneliti menyarankan agar siswa mampu memotivasi diri sendiri dan membiasakan belajar mandiri dengan mencari pengetahuan mata pelajaran produktif dari berbagai sumber informasi, tidak hanya mengandalkan pengetahuan di Sekolah.

 

ABSTRACT

Vocational secondary education is education that prioritizes the development of students' abilities for certain types of work or vocational secondary education is focused on skills to improve the competence of students so that they can live independently and participate in further education in accordance with their profession. The purpose of this study was to determine the significant effect of motivation, pedagogic competence and project based learning models on student learning outcomes. The sample used was 83 class XII students of SMK Insan Mulya with the research method used descriptive quantitative methods through questionnaire research instruments, literature and direct survey research at the research site of SMK Insan Mulya. The results of the research prerequisite test show that all the variable instruments meet the requirements and deserve to be tested, and based on the results of the study it can be concluded that there is a significant influence between motivation, pedagogic competence and project based learning on learning outcomes. 5%, the contribution of pedagogic competence is 79.2% and the contribution of project based learning is 43%. It can be concluded that pedagogic competence and project based learning greatly affect student learning outcomes. Researchers suggest that students are able to motivate themselves and get used to independent learning by seeking knowledge of productive subjects from various sources of information, not only relying on knowledge in school.

Kata Kunci:

Motivasi, Kompetensi Pedagogik, Project Based Learning, Hasil Belajar.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Keywords:

Motivation, Pedagogic Competence, Project Based Learning, Learning Outcomes.

 


Pendahuluan

Pendidikan Menengah Kejuruan adalah Pendidikan yang mengutamakan pengembangan kemampuan Siswa untuk jenis pekerjaan tertentu atau Pendidikan menengah kejuruan difokuskan pada keterampilan untuk meningkatkan kompetensi Peserta Didik agar dapat hidup mandiri dan mengikuti Pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya (Depdiknas, 2021). Kompetensi pedagogik merupakan faktor yang dibuktikan secara empiris memiliki pengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa dengan koefisien determinasi sebesar 16% (Halim et al., 2020). begitu juga dengan motivasi dan project based learning merupakan faktor yang dibuktikan secara empiris mempengaruhi hasil belajar siswa. Hasil uji� motivasi belajar adalah Fhitung 78,56> Ftabel 6,126, hasil perhitungan diperoleh project based learning Fhitung 75.126 > Ftabel 3,96 (Abidin et al., 2021). Menurut pendapat Moore (2014) dalam jurnal� (Ricardo & Meilani, 2017) berpendapat bahwa indikator hasil belajar ada tiga ranah, yaitu:

1.    Ranah kognitif, diantaranya pengetahuan, pemahaman, pengaplikasian, pengkajian, pembuatan, serta evaluasi.

2.    Ranah afektif, meliputi penerimaan, menjawab, dan menentukan nilai

3.    Ranah psikomotorik, meliputi fundamental movement, generic movement, ordinative movement, creative movement.

Menurut pendapat (Sukmadinata, 2009), Hasil belajar merupakan bentuk dari kecakapan-kecakapan potensial atau kapasitas yang dimiliki siswa dapat dilihat dari perilakunya, baik perilaku dalam bentuk penguasaan, pengetahuan, keterampilan berpikir maupun keterampilan motorik (Fitriani, 2016).


 

Tabel 1 .Hasil Belajar berdasarkan Uji Kompetensi Keahlian

Mata Pelajaran Produktif Kelas XII SMK Insan Mulya

 

Persentase Nilai Ujian Komptensi Keahlian

Teknik Komputer Jaringan

SMK Insan Mulya Kibin

Tahun

Kompeten

Tidak Kompeten

2019

49%

51%

2020

20%

80%

2021

34%

66%

2022

14%

86%

 

 

 


Berdasarkan survey penelitian di SMK Insan Mulya didapatkan hasil belajar siswa mata pelajaran produktif TKJ Kelas XII masih sangat rendah. Hal ini dapat dilihat data empiris yang penelti dapatkan dari sumber wakil kepala sekolah bidang kurikulum SMK Insan Mulya tahun 2019 sampai dengan tahun 2022.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa Kelas XII SMK Insan Mulya. Apakah motivasi, kompetensi pedagogik dan project based learning mempengaruhi hasil belajar siswa.

 

Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode penelitian Kuantitatif Deskriptif. Metode penelitian Kuantitatif yang terdiri dari penelitian eksploratif dan penelitian sebab akibat (Gall & Borg, 1989). Dasar dalam menggambil kesimpulan dan kedua ketepatan dalam penggunaan instrumen dan dalam mengukur variabel merupakan indikator utama untuk mengukurnya yaitu sampel dengan object penelitian adalah siswa SMK Insan Mulya Kelas XII dengan jumlah sampel sebanyak 83 siswa. Metode penelitian Analisis Deskriptif dimana penelitian yang dilakukan untuk mengetahui keberadaan variabel mandiri, baik hanya pada satu variabel atau lebih (variabel yang berdiri sendiri) tanpa membuat perbandingan dan mencari hubungan variabel itu dengan variabel yang lain� (Sugiyono, 2009) dalam (Rizawati et al., 2017).

Teknik pengumpulan data motivasi, kompetensi pedagogik dan project based learning dalam penelitian ini menggunakan kuisioner online Google Form dengan angket skala Likert (1-5) dan untuk hasil belajar diambil dari data sekunder Uji Kompetensi Kejuruan (UKK) SMK Insan Mulya. Data-data yang sudah terkumpul baik data primer dan Sekunder diolah menggunakan program aplikasi SPSS 22.0 yaitu Deskripsi Data, Uji Validitas, Uji Reliabilitas, Uji Linieritas, Uji Normalitas residual, Uji Multikolinieritas, Uji Regresi Linier Berganda, Uji t, Hasil Uji F (Simultan), Uji Koefisien Determinasi.


 

Tabel 2. Jawaban Responden Variabel Motivasi

Variabel

Dimensi

Pernyataan

Jumlah

Positif

Negatif

+

-

Motivasi

Intrinsik

1,2,3

7,8

3

2

5

Ekstrinsik

4,5,6

9,10

3

2

5

Kompetensi Pedagoggik

Pemahaman Wawasan dan Landasan Pendidikan.

11,12

17

2

1

3

Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran

13,14

18,19

2

2

4

Pemahaman terhadap peserta didik.

15,16

20

2

1

3

Project Based Learning

Pengetahuan

21

27

1

1

2

Koseptual

22,23

28

2

1

3

Prosedural

24

29

1

1

2

Metakognisi

25,26

30

2

1

3

Hasil Belajar

Kognitif

31,32,33

38

3

1

4

Afektif

34,35

39

2

1

3

Psikomotorik

36,37

40

2

1

3

Jumlah

25

15

40

 


Hasil uji validitas data yang berhubungan dengan variabel Motivasi (X1), diperoleh hasil dari seluruh nilai signifikasi lebih kecil dari alpha (0,05), dan nilai r_hitung lebih besar dari nilai r_tabel� (0,2159), dimana nilai r_hitung paling tinggi adalah sebesar 0,674 pada item pernyataan butir 10 (Sepuluh) dan pernyataan yang paling rendah sebesar 0,416 pada item pernyataan butir 1 (Satu). Hasil uji Validitas motivasi belajar dapat dilihat pada tabel 3.


 

Tabel 3. Hasil Uji Validitas Motivasi Belajar

Item Pernyataan

Parameter

Skor Total

Kondisi

Kesimpulan

Butir 1

Pearson Correlation

0,416

0,416

0.2159

>

Valid

Sig. (2-tailed)

0,000

N

83

Butir 2

Pearson Correlation

0,595

0,595

0,2159

>

Valid

Sig. (2-tailed)

0,000

N

83

Butir 3

Pearson Correlation

0,519

0,519

0,2159

>

Valid

Sig. (2-tailed)

0,000

N

83

Butir 4

Pearson Correlation

0,668

0,668

0,2159

>

Valid

Sig. (2-tailed)

0,000

N

83

Butir 5

Pearson Correlation

0,497

0,497

0,2159

>

Valid

Sig. (2-tailed)

0,000

N

83

Butir 6

Pearson Correlation

0,481

0,481

0,2159

>

Valid

Sig. (2-tailed)

,000

N

83

Butir 7

Pearson Correlation

0,568

0,568

0,2159

>

Valid

Sig. (2-tailed)

0,000

N

83

Butir 8

Pearson Correlation

0,656

0,656

0,2159

>

Valid

Sig. (2-tailed)

0,000

N

83

Butir 9

Pearson Correlation

0,669

0,669

0,2159

>

Valid

Sig. (2-tailed)

0,000

N

83

Butir 10

Pearson Correlation

0,674

0,674

0,2159

>

Valid

Sig. (2-tailed)

0,000

N

83

 


Hasil pengujian validitas kompetensi pedagogic diperoleh hasil dari seluruh nilai signifikasi lebih kecil dari alpha (0,05), dan nilai lebih besar dari nilai �(0,2159), dimana nilai �paling tinggi adalah sebesar 0,802 pada item pernyataan butir 8 (delapan) dan pernyataan yang paling rendah sebesar 0,483 pada item pernyataan butir 1 (satu). Hasil uji Validitas kompetensi pedagogik dapat dilihat pada tabel 4.


 

Tabel 4. Hasil Uji Validitas Kompetensi Pedagogik

Item Pernyataan

Parameter

Skor Total

Kondisi

Kesimpulan

Butir 1

Pearson Correlation

0,483

0,483

0,2159

>

Valid

Sig. (2-tailed)

0,000

N

83

Butir 2

Pearson Correlation

. 0,802

 

 

 

 

Sig. (2-tailed)

0,000

0,802

0,2159

>

Valid

N

83

 

 

 

 

Butir 3

Pearson Correlation

0,734

 

 

 

 

Sig. (2-tailed)

0,000

0,734

0,2159

>

Valid

N

83

 

 

 

 

Butir 4

Pearson Correlation

0,731

 

 

 

 

Sig. (2-tailed)

0,000

0,731

0,2159

>

Valid

N

83

 

 

 

 

Butir 5

Pearson Correlation

0,642

 

 

 

 

Sig. (2-tailed)

,000

0,642

0,2159

>

Valid

N

83

 

 

 

 

Butir 6

Pearson Correlation

0,751

 

 

 

 

Sig. (2-tailed)

0,000

0,751

0,2159

>

Valid

N

83

 

 

 

 

Butir 7

Pearson Correlation

0,502

 

 

 

 

Sig. (2-tailed)

0,000

0,502

0,2159

>

Valid

N

83

 

 

 

 

Butir 8

Pearson Correlation

.802

 

 

 

 

Sig. (2-tailed)

0,000

0,802

0,2159

>

Valid

N

83

 

 

 

 

Butir 9

Pearson Correlation

0,706

 

 

 

 

Sig. (2-tailed)

0,000

0,706

0,2159

>

Valid

N

83

 

 

 

 

Butir 10

Pearson Correlation

0,535

 

 

 

 

Sig. (2-tailed)

0,000

0,535

0,2159

>

Valid

N

83

 

 

 

 

 


Hasil pengujian validitas Project Based Learning diperoleh hasil dari seluruh nilai signifikasi lebih kecil dari alpha (0,05), dan nilai �lebih besar dari nilai �(0,2159), dimana nilai �paling tinggi adalah sebesar 0,625 pada item pernyataan butir 1 (satu) dan pernyataan yang paling rendah sebesar 0,252 pada item pernyataan butir 6 (enam). Hasil uji Validitas Project Based Learning dapat dilihat pada tabel 5.


 

Tabel 5. Hasil Uji Validitas Project Based Learning

Item Pernyataan

Parameter

Skor Total

Kondisi

Kesimpulan

Butir 1

Pearson Correlation

0,625

0,625

0,2159

>

Valid

Sig. (2-tailed)

0,000

N

83

Butir 2

Pearson Correlation

0,534

0,534

0,2159

>

Valid

Sig. (2-tailed)

0,000

N

83

Butir 3

Pearson Correlation

0,428

0,428

0,2159

>

Valid

Sig. (2-tailed)

0,000

N

83

Butir 4

Pearson Correlation

0,420

0,420

0,2159

>

Valid

Sig. (2-tailed)

0,000

N

83

Butir 5

Pearson Correlation

0,461

0,461

0,2159

>

Valid

Sig. (2-tailed)

0,000

N

83

Butir 6

Pearson Correlation

0,252

0,252

0,2159

>

Valid

Sig. (2-tailed)

0,022

N

83

Butir 7

Pearson Correlation

0,515

0,515

0,2159

>

Valid

Sig. (2-tailed)

0,000

N

83

Butir 8

Pearson Correlation

0,328

0,328

0,2159

>

Valid

Valid

Sig. (2-tailed)

0,002

N

83

Butir 9

Pearson Correlation

0,312

0,312

0,2159

>

Sig. (2-tailed)

0,004

N

83

Butir 10

Pearson Correlation

0,541

0,541

0,2159

>

Valid

Sig. (2-tailed)

0,000

N

83

 


Hasil uji validitas data yang berhubungan dengan variabel Hasil Belajar (Y), hasil pengujian yang dilakukan peneliti diperoleh hasil dari seluruh nilai signifikasi lebih kecil dari alpha (0,05), dan nilai lebih besar dari nilai �(0,2159), dimana nilai �paling tinggi adalah sebesar 0,785 pada item butir nomor 7 (tujuh) dan pernyataan yang paling rendah sebesar 0,604 pada item pernyataan nomor 9 (sembilan). Hasil uji Validitas Hasil Belajar dapat dilihat pada tabel 6.


 

Tabel 6. Hasil Uji Validitas Hasil Belajar

Item Pernyataan

Parameter

Skor Total

Kondisi

Kesimpulan

Butir 1

Pearson Correlation

0,762

0,762

0,2159

>

Valid

Sig. (2-tailed)

0,000

N

83

Butir 2

Pearson Correlation

0,692

0,692

0,2159

>

Valid

Sig. (2-tailed)

0,000

N

83

Butir 3

Pearson Correlation

0,746

0,746

0,2159

>

Valid

Sig. (2-tailed)

0,000

N

83

Butir 4

Pearson Correlation

0,761

0,761

0,2159

>

Valid

Sig. (2-tailed)

0,000

N

83

Butir 5

Pearson Correlation

0,668

0,668

0,2159

>

Valid

Sig. (2-tailed)

0,000

N

83

Butir 6

Pearson Correlation

0,770

0,770

0,2159

>

Valid

Sig. (2-tailed)

0,000

N

83

Butir 7

Pearson Correlation

0,785

0,785

0,2159

>

Valid

Sig. (2-tailed)

0,000

N

83

Butir 8

Pearson Correlation

0,763

0,763

0,2159

>

Valid

Sig. (2-tailed)

0,000

N

83

Butir 9

Pearson Correlation

0,604

0,604

0,2159

>

Valid

Sig. (2-tailed)

0,000

N

83

Butir 10

Pearson Correlation

0,645

0,770

0,2159

>

Valid

Sig. (2-tailed)

0,000

N

83

 


Hasil dan Pembahasan

A.  Hasil Uji Regresi Linier Berganda

Dalam penelitian ini persamaan regresinya adalah sebagai berikut:

 

Y = 𝛼 + 𝛽₁X+βX+βX

 

Keterangan:

Y ������� = Variabel Dependen (Variabel Terikat)

α �������� = Konstanta regresi

β �������� = koefisien regresi variabel X

X₁ ������ = Variabel� Independen (Variabel bebas)

X₂ ������ = Pengaruh Kompetensi Guru

X₃ ������ = Pengaruh Model PjBL


 

Tabel 7. Hasil Uji Koefisien Regresi Linier Berganda

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t

Sig.

B

Std. Error

Beta

1

(Constant)

3,494

2,796

1,250

,215

Motivasi (X1)

-,218

,079

-,179

-2,738

,008

Kompetensi Pedagogik (X2)

,869

,082

,818

10,580

,000

Project Based Learning (X3)

,301

,092

,239

3,286

,002

a. Dependent Variable: Hasil Belajar (Y)

 


Dari pengujian dengan regresi linier berganda di dapatkan hasil sebagai berikut:

1.    Nilai konstanta sebesar 3,494 menunjukkan bahwa jika Motivasi, Kompetensi Pedagogik dan Project Based Learning tidak ada atau bernilai (nilai X1, X2 dan X3 adalah 0), maka nilai hasil belajar (Y) Siswa SMK Insan Mulya Kibin ada sebesar 3,494.

Y = 3,494 + (0,218)*(0)+0,869*(0)+0,301*(0).

2.    Nilai koefisien regresi motivasi sebesar 0,218, artinya jika variable motivasi (X1) meningkat sebesar 1 (satu) satuan dengan asumsi variabel Kompetensi Pegagogik (X2), Project Based Learning (X3) tidak bernilai atau 0 (nol) dan konstanta adalah 3,494, maka Hasil Belajar (Y) Siswa�� pada SMK Insan Mulya Kibin juga akan naik sebesar 3,276.

Y = 3,494 + (-0,218)*(1)+0,869*(0)+0,301*(0).

3.    Nilai koefisien Kompetensi Pedagogik (X2) sebesar 0,869 menunjukkan bahwa jika nilai Kompetensi Pedagogik naik sebesar 1 (satu) satuan dengan asumsi variabel Motivasi (X1), Project Based Learning (X3) tidak bernilai atau 0 (nol) dan konstanta adalah 3,494, maka Hasil Belajar (Y) Siswa�� pada SMK Insan Mulya Kibin juga akan naik sebesar 4,363.

Y = 3,494 + (-0,218)*(0)+0,869*(1)+0,301*(0)

4.    Nilai koefisien project based learning (X3) sebesar 0,301 menunjukkan bahwa jika nilai project based learning naik sebesar 1 (satu) satuan dengan asumsi variabel Motivasi (X1), Kompetensi Pedagogik (X2) tidak bernilai atau 0 (nol) dan konstanta adalah 3,494, maka Hasil Belajar (Y) Siswa�� pada SMK Insan Mulya Kibin juga akan naik sebesar 3,795.

Y���� = 3,494 + (0,218)*(0)+0,869*(0)+0,301*(1)

Y = 3,795

B.   Hasil Uji t

Hasil uji t terdapat pengaruh Motivasi terhadap hasil belajar Siswa () SMK Insan Mulya Kibin.Dengan demikian �-2,738 < �1,99045 dan nilai signifikan (0,000) < 0,05 yang artinya � ditolak dan � diterima, maka dapat disimpulkan bahwa secara parsial variabel Motivasi () berpengaruh negative dan signifikan terhadap Hasil Belajar (Y) siswa SMK Insan Mulya.

Hasil uji t didapatkan� �10,580 > �1,99045 dan nilai signifikan (0,000) < 0,05 yang artinya H0 ditolak. Maka dapat disimpulkan bahwa variabel Kompetensi Pedagogik (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Hasil Belajar (Y) Siswa SMK Insan Mulya.

Hasil uji didapatkan ��3,286 > �1,99045 dan nilai signifikan (0,002) < 0,05 yang artinya H0 ditolak. Maka dapat disimpulkan bahwa variabel Project Based Learning (X3) berpengaruh signifikan terhadap Hasil Belajar (Y) Siswa SMK Insan Mulya.


 

Tabel 8. Anova Uji F (Simultan)

ANOVAa

Model

Sum of Squares

df

Mean Square

F

Sig.

1

Regression

1713,017

3

571,006

110,037

.000b

Residual

409,947

79

5,189

Total

2122,964

82

a. Dependent Variable: Hasil Belajar (Y)

b. Predictors: (Constant), Project Based Learning (X3), Motivasi (X1), Kompetensi Pedagogik (X2)

 


Berdasarkan hasil pengujian nilai �sebesar 110,037 dengan nilai �2,72 sehingga nilai �> �atau� 110,037 >2,72, dengan tingkat signifikan 0,000 < 0,05 maka �ditolak dan �diterima, dapat disimpulkan bahwa variabel Motivasi (X1), Kompetensi (X2) dan Project based learning(X3) secara bersamaan berpengaruh signifikan terhadap Hasil Belajar Siswa SMK Insan Mulya Kibin.


 

Tabel 9. Hasil Uji Koefisien Determinasi

Model Summaryb

Model

R

R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

Durbin-Watson

1

.898a

,807

,800

2,278

1,477

a. Predictors: (Constant), Project Based Learning (X3), Motivasi (X1), Kompetensi Pedagogik (X2)

b. Dependent Variable: Hasil Belajar (Y)

 


Berdasarkan hasil uji determinasi terdapat pada nilai Adjusted R Square sebesar 0,807. Hal ini berarti kemampuan variabel bebas dalam menjelaskan variabel terikat adalah sebesar 80,7% sisanya 19,3%� dijelaskan oleh varibel lain yang tidak dibahas dalam peneltitian ini seperti jarak lokasi sekolah SMK Insan Mulya Kibin dengan Siswa yang bersekolah di SMK Insan Mulya.

C.  Interpretasi Hasil Penelitian


 

Tabel 10. Hasil Uji Statistik

No

Hipotesis

Persamaan Regresi

Uji T

R2

Keterangan

Sig

1

H1

Y=17,421 + 0,578

4,819>1,99045

22,5%

�dterima maka �berpengaruh signifikan terhadap y

0,000

2

H2

Y=1,635 + 0,966

17,606>1,99045

79,5%

�dterima maka �berpengaruh signifikan terhadap y

0,000

3

H3

Y=11,368 + 0,835

7,976>1,99045

43,7%

�dterima maka �berpengaruh signifikan terhadap y

0,000

4

H4

Y=3,949 + (-0,218)�+ 0,869�+ 0,301

110,037 >2,72

83,94%

�dterima maka �berpengaruh signifikan terhadap y

0,000

 


Hasil uji Hipotesis ke-1 didapatkan dari hasil uji T variabel motivasi (X1) memiliki nilai sig. 0,000<α = 0,005. Nilai t_hitung sebesar 4,819 > 1,99045. Dari hasil uji tersebut dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima artinya terdapat pengaruh motivasi (X1) terhadap hasil belajar (Y). Jika dilihat dari persamaan regresi dapat diperoleh nilai koefisien variabel motivasi sebesar 0,578 artinya setiap kenaikan 1 (satu) satuan maka� hasil belajar (Y) meningkat sebesar 0,578 dengan asumsi variabel kompetensi pedagogik(X2), project based learning (X3) dan konstanta tidak bernilai atau sama dengan nol.

Hasil uji Hipotesis ke-2 didapatkan dari hasil uji T variabel Kompetensi Pedagogik (X2) memiliki nilai sig. 0,000<α = 0,005. Nilai t_hitung sebesar 17,606 > 1,99045. Dari hasil uji tersebut dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H2 diterima artinya terdapat pengaruh Kompetensi Pedagogik (X2) terhadap hasil belajar (Y). Jika dilihat dari persamaan regresi dapat diperoleh nilai koefisien variabel Kompetensi Pedagogik sebesar 0,966 artinya setiap kenaikan 1 (satu) satuan maka� hasil belajar (Y) meningkat sebesar 0,966 dengan asumsi variabel kompetensi pedagogik(X2), project based learning (X3) dan konstanta tidak bernilai atau sama dengan nol.

Hasil uji Hipotesis ke-3 didapatkan dari hasil uji T variabel Kompetensi Pedagogik (X3) memiliki nilai sig. 0,000<α = 0,005. Nilai t_hitung sebesar 7,876 > 1,99045. Dari hasil uji tersebut dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H3 diterima artinya terdapat pengaruh Project Based Learning (X3) terhadap hasil belajar (Y). Jika dilihat dari persamaan regresi dapat diperoleh nilai koefisien variabel Project Based Learning sebesar 0,835 artinya setiap kenaikan 1 (satu) satuan maka� hasil belajar (Y) meningkat sebesar 0,835 dengan asumsi variabel Motivasi (X1), Kompetensi Pedagogik (X2) dan konstanta tidak bernilai atau sama dengan nol.

Hasil uji Hipotesis ke-4 didapatkan dari hasil uji F variabel Motivasi (X1), Kompetensi Pedagogik (X2) dan Project Based Learning (X3) memiliki nilai sig. 0,000<α = 0,005. Nilai F_hitung sebesar 141,873 > 2,72,. Dari hasil uji tersebut dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H4 diterima artinya secara simultan terdapat Motivasi (X1), Kompetensi Pedagogik (X2) dan Project Based Learning (X3) terhadap hasil belajar (Y). Persentase hasil uji analasis ini adalah 83,9%.

Demikian pembahasan hasil akhir penelitian ini dimana hipotesis pertama sampai dengan yang ketiga yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh Motivasi, Kompetensi Pedagogik dan Project Based Learning terhadap Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran Produktif kelas XII di SMK Insan Mulya Kibin- Serang baik secara parsial maupun secara simultan telah teruji.

 

Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan tentang pengaruh Motivasi, Kompetensi Pegagogik dan Project Based Learning, maka pada akhir bagian ini penulis menarik kesimpulan dan saran bahwa secara keselurhan motivasi, kompetensi pedagogik dan project based learning berpengaruh terhadap hasil belajar siswa mata pelajaran produktif di SMK Insan Mulya sudah berjalan dengan baik. Namun ada hal-hal yang perlu di perhatikan.

Hasil pengujian pertama menunjukan bahwa Motivasi berpengaruh positip dan signifikan terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran produktif di kelas XII SMK Insan Mulya Kibin. Artinya semakin motivasi ditingkatkan maka akan meningkat pula hasil belajar siswa SMK Insan Mulya Kibin.

Hasil Pengujian kedua menunjukan bahwa kompetensi pedagogik berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran produktif di SMK Insan Mulya Kibin. Artinya semakin tinggi Kompetensi dimiliki guru, maka hasil belajar siswa pada pembelajaran produktif kelas XII di SMK Insan Mulya akan meningkat.

Hasil Pengujian ketiga menunjukan bahwa model pembelajaran Project Based learning berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa. Artinya adalah semakin banyak model pembelajaran ini diterapkan atau dengan kata lain semakin banyak siswa dijarakan dengan model project based learning atau praktikum maka semakin meningkat hasil belajar siswa pada pembelajaran produktif kelas XII di SMK Insan Mulya Kibin.

Hasil pengujian yang ke empat menunjukan bahwa Motivasi, Kompetensi Pedagogik dan Project Based Learning berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran produktif Kelas XII di SMK Insan Mulya Kibin.

 

BIBLIOGRAFI

 

Abidin, Z., Karyono, H., & Rahayu, E. M. (2021). Pengaruh Model Project Based Learning Dan Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Pada Mata Pelajaran Produktif di SMK. JIPI (Jurnal Ilmiah Penelitian Dan Pembelajaran Informatika), 6(1), 58�64. https://doi.org/10.29100/jipi.v6i1.1619. Google Scholar

 

Depdiknas. (2021). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 57 Tahun 202. tentang Standar Nasional Pendidikan. Presiden Republik Indonesia. Google Scholar

 

Fitriani, F. (2016). Pengaruh motivasi belajar dan disiplin terhadap hasil belajar IPS siswa di SMP Karya Indah Kecamatan Tapung. PEKA, 4(2), 137�142. Google Scholar

 

Gall, M. D., & Borg, W. R. (1989). Educational research. A guide for preparing a thesis or dissertation proposal in education. ERIC. Google Scholar

 

Halim, A. A. N., Djaelani, A. R., & Setiawan, T. (2020). Pengaruh Kompetensi Guru Dan Sarana Pembelajaran Bengkel Terhadap Hasil Belajar Siswa. Journal of Vocational Education and Automotive Technology, 1(3), 10�12. Google Scholar

 

Ricardo, R., & Meilani, R. I. (2017). Impak Minat dan Motivasi Belajar terhadap Hasil Belajar Siswa (The impacts of students� learning interest and motivation on their learning outcomes). Jurnal Pendidikan Manajemen Perkantoran, 1(1), 79�92. https://doi.org/10.17509/jpm.v2i2.8108. Google Scholar

 

Rizawati, R., Sulaiman, S., & Syafrina, A. (2017). Hubungan antara interaksi edukatif guru dengan hasil belajar siswa kelas VI SD Negeri 18 Banda Aceh. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 2(1), 113�120. Google Scholar

 

Sukmadinata, N. S. (2009). Landasan Psikologi Proses Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya. Google Scholar

 


Copyright holder :

Sopan Sopari, Siti Fatchia Roesida, Rizkya Amelia (2022)

 

First publication right :

Jurnal Syntax Transformation

 

This article is licensed under: