|
Jurnal Syntax Transformation |
Vol. 3,
No. 10, Oktober 2022 |
|
p-ISSN : 2721-3854 e-ISSN : 2721-2769 |
Sosial
Sains |
PENGARUH MOTIVASI, KOMPETENSI PEDAGOGIK DAN MODEL
PROJECT BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA
Sopan Sopari, Siti Fatchia Roesida, Rizkya Amelia
Universitas Budiluhur
Jakarta
Email: [email protected],
[email protected], [email protected]
|
INFO ARTIKEL |
ABSTRAK |
|
Diterima 31
Agustus 2022 Direvisi
25
Oktober 2022 Disetujui 30
Oktober 2022 |
Pendidikan
Menengah Kejuruan adalah Pendidikan yang mengutamakan pengembangan kemampuan
Siswa untuk jenis pekerjaan tertentu atau Pendidikan menengah kejuruan
difokuskan pada keterampilan untuk meningkatkan kompetensi Peserta Didik agar
dapat hidup mandiri dan mengikuti Pendidikan lebih lanjut sesuai dengan
kejuruannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh
signifikansi motivasi, kompetensi pedagogik dan model project based learning
terhadap hasil belajar siswa. Sampel yang digunakan sebanyak 83 siswa kelas
XII SMK Insan Mulya dengan�
metode penelitian yang digunakan metode kuantitatif deskriptif
melalui instrument penelitian angket, kepustakaan dan riset survey langsung
di tempat penelitian SMK Insan Mulya. Hasil uji prasyarat penelitian
menunjukan semua insttrumen variabel memenuhi syarat dan layak untuk
diujikan, dan berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat
pengaruh signifikan antara motivasi, kompetensi pedagogik dan project based
learning terhadap hasil belajar.dengan perolehan nilai sig 0,000 < 0,05
kontribusi motivasi 21,5%, kontribusi kompetensi pedagogik 79,2% dan
kontribusi project based learning 43%. Dapat disimpulkan bahwa kompetensi
pedagogik dan project based learning sangat berpengaruh terhadap hasil belajar
siswa. Peneliti menyarankan agar siswa mampu memotivasi diri sendiri dan
membiasakan belajar mandiri dengan mencari pengetahuan mata pelajaran
produktif dari berbagai sumber informasi, tidak hanya mengandalkan
pengetahuan di Sekolah. ABSTRACT Vocational secondary
education is education that prioritizes the development of students'
abilities for certain types of work or vocational secondary education is
focused on skills to improve the competence of students so that they can live
independently and participate in further education in accordance with their
profession. The purpose of this study was to determine the significant effect
of motivation, pedagogic competence and project based learning models on
student learning outcomes. The sample used was 83 class XII students of SMK
Insan Mulya with the research method used descriptive quantitative methods
through questionnaire research instruments, literature and direct survey
research at the research site of SMK Insan Mulya. The results of the research
prerequisite test show that all the variable instruments meet the
requirements and deserve to be tested, and based on the results of the study
it can be concluded that there is a significant influence between motivation,
pedagogic competence and project based learning on learning outcomes. 5%, the
contribution of pedagogic competence is 79.2% and the contribution of project
based learning is 43%. It can be concluded that pedagogic competence and
project based learning greatly affect student learning outcomes. Researchers
suggest that students are able to motivate themselves and get used to
independent learning by seeking knowledge of productive subjects from various
sources of information, not only relying on knowledge in school. |
|
Kata Kunci: Motivasi,
Kompetensi Pedagogik, Project Based Learning, Hasil Belajar. Keywords: Motivation, Pedagogic Competence, Project Based Learning, Learning
Outcomes. |
Pendahuluan
Pendidikan Menengah Kejuruan adalah Pendidikan yang
mengutamakan pengembangan kemampuan Siswa untuk jenis pekerjaan tertentu atau
Pendidikan menengah kejuruan difokuskan pada keterampilan untuk meningkatkan
kompetensi Peserta Didik agar dapat hidup mandiri dan mengikuti Pendidikan
lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya (Depdiknas, 2021). Kompetensi pedagogik
merupakan faktor yang dibuktikan secara empiris memiliki pengaruh signifikan
terhadap hasil belajar siswa dengan koefisien determinasi sebesar 16% (Halim et al., 2020). begitu
juga dengan motivasi dan project based learning merupakan faktor yang
dibuktikan secara empiris mempengaruhi hasil belajar siswa. Hasil uji� motivasi belajar adalah Fhitung 78,56>
Ftabel 6,126, hasil perhitungan diperoleh project based learning Fhitung 75.126
> Ftabel 3,96 (Abidin et al., 2021). Menurut pendapat Moore
(2014) dalam jurnal� (Ricardo & Meilani, 2017) berpendapat bahwa indikator
hasil belajar ada tiga ranah, yaitu:
1. Ranah kognitif, diantaranya pengetahuan, pemahaman, pengaplikasian, pengkajian, pembuatan, serta evaluasi.
2. Ranah afektif, meliputi penerimaan, menjawab, dan menentukan nilai
3. Ranah psikomotorik, meliputi fundamental movement, generic movement, ordinative movement, creative movement.
Menurut pendapat (Sukmadinata, 2009), Hasil
belajar merupakan bentuk dari kecakapan-kecakapan potensial atau kapasitas yang
dimiliki siswa dapat dilihat dari perilakunya, baik perilaku dalam bentuk
penguasaan, pengetahuan, keterampilan berpikir maupun keterampilan motorik (Fitriani, 2016).
Tabel 1
.Hasil Belajar berdasarkan Uji Kompetensi Keahlian
Mata
Pelajaran Produktif Kelas XII SMK Insan Mulya
|
Persentase Nilai Ujian Komptensi Keahlian |
||
|
Teknik Komputer Jaringan |
||
|
SMK Insan Mulya Kibin |
||
|
Tahun |
Kompeten |
Tidak Kompeten |
|
2019 |
49% |
51% |
|
2020 |
20% |
80% |
|
2021 |
34% |
66% |
|
2022 |
14% |
86% |
|
|
|
|
Berdasarkan
survey penelitian di SMK Insan Mulya didapatkan hasil belajar siswa mata
pelajaran produktif TKJ Kelas XII masih sangat rendah. Hal ini dapat dilihat data empiris yang penelti dapatkan dari sumber
wakil kepala sekolah bidang kurikulum SMK Insan Mulya tahun 2019 sampai dengan
tahun 2022.
Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar
siswa Kelas XII SMK Insan Mulya. Apakah motivasi, kompetensi
pedagogik dan project based learning mempengaruhi hasil belajar siswa.
Metode Penelitian
Penelitian
ini menggunakan metode penelitian Kuantitatif Deskriptif. Metode
penelitian Kuantitatif yang terdiri dari penelitian eksploratif dan penelitian
sebab akibat (Gall & Borg, 1989). Dasar
dalam menggambil kesimpulan dan kedua ketepatan dalam penggunaan instrumen dan
dalam mengukur variabel merupakan indikator utama untuk mengukurnya yaitu
sampel dengan object penelitian adalah siswa SMK Insan Mulya Kelas XII dengan
jumlah sampel sebanyak 83 siswa. Metode penelitian Analisis Deskriptif dimana
penelitian yang dilakukan untuk mengetahui keberadaan variabel mandiri, baik
hanya pada satu variabel atau lebih (variabel yang berdiri sendiri) tanpa
membuat perbandingan dan mencari hubungan variabel itu dengan variabel yang
lain� (Sugiyono, 2009) dalam (Rizawati et al., 2017).
Teknik pengumpulan data motivasi,
kompetensi pedagogik dan project based learning dalam penelitian ini
menggunakan kuisioner online Google Form dengan angket skala Likert (1-5) dan
untuk hasil belajar diambil dari data sekunder Uji Kompetensi Kejuruan (UKK)
SMK Insan Mulya. Data-data yang sudah terkumpul baik data primer dan Sekunder
diolah menggunakan program aplikasi SPSS 22.0 yaitu Deskripsi Data, Uji
Validitas, Uji Reliabilitas, Uji Linieritas, Uji Normalitas residual, Uji
Multikolinieritas, Uji Regresi Linier Berganda, Uji t, Hasil Uji F (Simultan),
Uji Koefisien Determinasi.
Tabel
2. Jawaban
Responden Variabel Motivasi
|
Variabel |
Dimensi |
Pernyataan |
Jumlah |
|||
|
Positif |
Negatif |
+ |
- |
∑ |
||
|
Motivasi |
Intrinsik |
1,2,3 |
7,8 |
3 |
2 |
5 |
|
Ekstrinsik |
4,5,6 |
9,10 |
3 |
2 |
5 |
|
|
Kompetensi
Pedagoggik |
Pemahaman Wawasan
dan Landasan Pendidikan. |
11,12 |
17 |
2 |
1 |
3 |
|
Pemanfaatan
teknologi dalam pembelajaran |
13,14 |
18,19 |
2 |
2 |
4 |
|
|
Pemahaman terhadap
peserta didik. |
15,16 |
20 |
2 |
1 |
3 |
|
|
Project Based
Learning |
Pengetahuan |
21 |
27 |
1 |
1 |
2 |
|
Koseptual |
22,23 |
28 |
2 |
1 |
3 |
|
|
Prosedural |
24 |
29 |
1 |
1 |
2 |
|
|
Metakognisi |
25,26 |
30 |
2 |
1 |
3 |
|
|
Hasil Belajar |
Kognitif |
31,32,33 |
38 |
3 |
1 |
4 |
|
Afektif |
34,35 |
39 |
2 |
1 |
3 |
|
|
Psikomotorik |
36,37 |
40 |
2 |
1 |
3 |
|
|
Jumlah |
25 |
15 |
40 |
|||
Hasil uji validitas data yang
berhubungan dengan variabel Motivasi (X1), diperoleh hasil dari seluruh nilai
signifikasi lebih kecil dari alpha (0,05), dan nilai r_hitung lebih besar dari
nilai r_tabel� (0,2159), dimana nilai
r_hitung paling tinggi adalah sebesar 0,674 pada item pernyataan butir 10
(Sepuluh) dan pernyataan yang paling rendah sebesar 0,416 pada item pernyataan
butir 1 (Satu). Hasil uji Validitas motivasi belajar dapat
dilihat pada tabel 3.
Tabel
3. Hasil
Uji Validitas Motivasi Belajar
|
Item Pernyataan |
Parameter |
Skor Total |
|
|
Kondisi |
Kesimpulan |
|
Butir 1 |
Pearson Correlation |
0,416 |
0,416 |
0.2159 |
|
Valid |
|
Sig. (2-tailed) |
0,000 |
|||||
|
N |
83 |
|||||
|
Butir 2 |
Pearson Correlation |
0,595 |
0,595 |
0,2159 |
|
Valid |
|
Sig. (2-tailed) |
0,000 |
|||||
|
N |
83 |
|||||
|
Butir 3 |
Pearson Correlation |
0,519 |
0,519 |
0,2159 |
|
Valid |
|
Sig. (2-tailed) |
0,000 |
|||||
|
N |
83 |
|||||
|
Butir 4 |
Pearson Correlation |
0,668 |
0,668 |
0,2159 |
|
Valid |
|
Sig. (2-tailed) |
0,000 |
|||||
|
N |
83 |
|||||
|
Butir 5 |
Pearson Correlation |
0,497 |
0,497 |
0,2159 |
|
Valid |
|
Sig. (2-tailed) |
0,000 |
|||||
|
N |
83 |
|||||
|
Butir 6 |
Pearson Correlation |
0,481 |
0,481 |
0,2159 |
|
Valid |
|
Sig. (2-tailed) |
,000 |
|||||
|
N |
83 |
|||||
|
Butir 7 |
Pearson Correlation |
0,568 |
0,568 |
0,2159 |
|
Valid |
|
Sig. (2-tailed) |
0,000 |
|||||
|
N |
83 |
|||||
|
Butir 8 |
Pearson Correlation |
0,656 |
0,656 |
0,2159 |
|
Valid |
|
Sig. (2-tailed) |
0,000 |
|||||
|
N |
83 |
|||||
|
Butir 9 |
Pearson Correlation |
0,669 |
0,669 |
0,2159 |
|
Valid |
|
Sig. (2-tailed) |
0,000 |
|||||
|
N |
83 |
|||||
|
Butir 10 |
Pearson Correlation |
0,674 |
0,674 |
0,2159 |
|
Valid |
|
Sig. (2-tailed) |
0,000 |
|||||
|
N |
83 |
Hasil pengujian validitas kompetensi pedagogic
diperoleh hasil dari seluruh nilai signifikasi lebih kecil dari alpha (0,05),
dan nilai
lebih besar dari nilai
�(0,2159), dimana nilai
�paling tinggi adalah sebesar 0,802 pada item
pernyataan butir 8 (delapan) dan
pernyataan yang paling rendah sebesar 0,483 pada item pernyataan butir 1 (satu). Hasil uji
Validitas kompetensi pedagogik dapat dilihat pada tabel 4.
Tabel 4. Hasil Uji Validitas Kompetensi Pedagogik
|
Item Pernyataan |
Parameter |
Skor Total |
|
|
Kondisi |
Kesimpulan |
|
Butir 1 |
Pearson Correlation |
0,483 |
0,483 |
0,2159 |
|
Valid |
|
Sig. (2-tailed) |
0,000 |
|||||
|
N |
83 |
|||||
|
Butir 2 |
Pearson Correlation |
. 0,802 |
|
|
|
|
|
Sig. (2-tailed) |
0,000 |
0,802 |
0,2159 |
|
Valid |
|
|
N |
83 |
|
|
|
|
|
|
Butir 3 |
Pearson Correlation |
0,734 |
|
|
|
|
|
Sig. (2-tailed) |
0,000 |
0,734 |
0,2159 |
|
Valid |
|
|
N |
83 |
|
|
|
|
|
|
Butir 4 |
Pearson Correlation |
0,731 |
|
|
|
|
|
Sig. (2-tailed) |
0,000 |
0,731 |
0,2159 |
|
Valid |
|
|
N |
83 |
|
|
|
|
|
|
Butir 5 |
Pearson Correlation |
0,642 |
|
|
|
|
|
Sig. (2-tailed) |
,000 |
0,642 |
0,2159 |
|
Valid |
|
|
N |
83 |
|
|
|
|
|
|
Butir 6 |
Pearson Correlation |
0,751 |
|
|
|
|
|
Sig. (2-tailed) |
0,000 |
0,751 |
0,2159 |
|
Valid |
|
|
N |
83 |
|
|
|
|
|
|
Butir 7 |
Pearson Correlation |
0,502 |
|
|
|
|
|
Sig. (2-tailed) |
0,000 |
0,502 |
0,2159 |
|
Valid |
|
|
N |
83 |
|
|
|
|
|
|
Butir 8 |
Pearson Correlation |
.802 |
|
|
|
|
|
Sig. (2-tailed) |
0,000 |
0,802 |
0,2159 |
|
Valid |
|
|
N |
83 |
|
|
|
|
|
|
Butir 9 |
Pearson Correlation |
0,706 |
|
|
|
|
|
Sig. (2-tailed) |
0,000 |
0,706 |
0,2159 |
|
Valid |
|
|
N |
83 |
|
|
|
|
|
|
Butir 10 |
Pearson Correlation |
0,535 |
|
|
|
|
|
Sig. (2-tailed) |
0,000 |
0,535 |
0,2159 |
|
Valid |
|
|
N |
83 |
|
|
|
|
Hasil pengujian validitas Project Based Learning
diperoleh hasil dari seluruh nilai signifikasi lebih kecil dari alpha (0,05),
dan nilai
�lebih besar dari nilai
�(0,2159), dimana nilai
�paling tinggi adalah sebesar 0,625 pada item
pernyataan butir 1 (satu) dan
pernyataan yang paling rendah sebesar 0,252 pada item pernyataan butir 6 (enam). Hasil uji
Validitas Project Based Learning dapat dilihat pada tabel 5.
Tabel 5. Hasil Uji Validitas Project Based Learning
|
Item Pernyataan |
Parameter |
Skor Total |
|
|
Kondisi |
Kesimpulan |
|
Butir 1 |
Pearson Correlation |
0,625 |
0,625 |
0,2159 |
|
Valid |
|
Sig. (2-tailed) |
0,000 |
|||||
|
N |
83 |
|||||
|
Butir 2 |
Pearson Correlation |
0,534 |
0,534 |
0,2159 |
|
Valid |
|
Sig. (2-tailed) |
0,000 |
|||||
|
N |
83 |
|||||
|
Butir 3 |
Pearson Correlation |
0,428 |
0,428 |
0,2159 |
|
Valid |
|
Sig. (2-tailed) |
0,000 |
|||||
|
N |
83 |
|||||
|
Butir 4 |
Pearson Correlation |
0,420 |
0,420 |
0,2159 |
|
Valid |
|
Sig. (2-tailed) |
0,000 |
|||||
|
N |
83 |
|||||
|
Butir 5 |
Pearson Correlation |
0,461 |
0,461 |
0,2159 |
|
Valid |
|
Sig. (2-tailed) |
0,000 |
|||||
|
N |
83 |
|||||
|
Butir 6 |
Pearson Correlation |
0,252 |
0,252 |
0,2159 |
|
Valid |
|
Sig. (2-tailed) |
0,022 |
|||||
|
N |
83 |
|||||
|
Butir 7 |
Pearson Correlation |
0,515 |
0,515 |
0,2159 |
|
Valid |
|
Sig. (2-tailed) |
0,000 |
|||||
|
N |
83 |
|||||
|
Butir 8 |
Pearson Correlation |
0,328 |
0,328 |
0,2159 |
|
Valid Valid |
|
Sig. (2-tailed) |
0,002 |
|||||
|
N |
83 |
|||||
|
Butir 9 |
Pearson Correlation |
0,312 |
0,312 |
0,2159 |
|
|
|
Sig. (2-tailed) |
0,004 |
|||||
|
N |
83 |
|||||
|
Butir 10 |
Pearson Correlation |
0,541 |
0,541 |
0,2159 |
|
Valid |
|
Sig. (2-tailed) |
0,000 |
|||||
|
N |
83 |
Hasil uji validitas data yang berhubungan dengan
variabel Hasil Belajar (Y), hasil pengujian yang dilakukan peneliti diperoleh
hasil dari seluruh nilai signifikasi lebih kecil dari alpha (0,05), dan nilai
lebih besar dari nilai
�(0,2159), dimana nilai
�paling tinggi adalah sebesar 0,785 pada item
butir nomor 7 (tujuh) dan pernyataan
yang paling rendah sebesar 0,604 pada item pernyataan nomor 9 (sembilan). Hasil uji
Validitas Hasil Belajar dapat dilihat pada tabel 6.
Tabel 6. Hasil Uji Validitas Hasil Belajar
|
Item Pernyataan |
Parameter |
Skor Total |
|
|
Kondisi |
Kesimpulan |
|
Butir 1 |
Pearson Correlation |
0,762 |
0,762 |
0,2159 |
|
Valid |
|
Sig. (2-tailed) |
0,000 |
|||||
|
N |
83 |
|||||
|
Butir 2 |
Pearson Correlation |
0,692 |
0,692 |
0,2159 |
|
Valid |
|
Sig. (2-tailed) |
0,000 |
|||||
|
N |
83 |
|||||
|
Butir 3 |
Pearson Correlation |
0,746 |
0,746 |
0,2159 |
|
Valid |
|
Sig. (2-tailed) |
0,000 |
|||||
|
N |
83 |
|||||
|
Butir 4 |
Pearson Correlation |
0,761 |
0,761 |
0,2159 |
|
Valid |
|
Sig. (2-tailed) |
0,000 |
|||||
|
N |
83 |
|||||
|
Butir 5 |
Pearson Correlation |
0,668 |
0,668 |
0,2159 |
|
Valid |
|
Sig. (2-tailed) |
0,000 |
|||||
|
N |
83 |
|||||
|
Butir 6 |
Pearson Correlation |
0,770 |
0,770 |
0,2159 |
|
Valid |
|
Sig. (2-tailed) |
0,000 |
|||||
|
N |
83 |
|||||
|
Butir 7 |
Pearson Correlation |
0,785 |
0,785 |
0,2159 |
|
Valid |
|
Sig. (2-tailed) |
0,000 |
|||||
|
N |
83 |
|||||
|
Butir 8 |
Pearson Correlation |
0,763 |
0,763 |
0,2159 |
|
Valid |
|
Sig. (2-tailed) |
0,000 |
|||||
|
N |
83 |
|||||
|
Butir 9 |
Pearson Correlation |
0,604 |
0,604 |
0,2159 |
|
Valid |
|
Sig. (2-tailed) |
0,000 |
|||||
|
N |
83 |
|||||
|
Butir 10 |
Pearson Correlation |
0,645 |
0,770 |
0,2159 |
|
Valid |
|
Sig. (2-tailed) |
0,000 |
|||||
|
N |
83 |
Hasil dan
Pembahasan
A. Hasil Uji Regresi Linier Berganda
Dalam penelitian ini
persamaan regresinya adalah sebagai berikut:
Y = 𝛼 + 𝛽₁X₁+β₂X₂+β₃X₃
Keterangan:
Y ������� = Variabel Dependen
(Variabel Terikat)
α �������� = Konstanta regresi
β �������� = koefisien regresi
variabel X
X₁ ������ = Variabel� Independen (Variabel bebas)
X₂ ������ = Pengaruh
Kompetensi Guru
X₃ ������ = Pengaruh Model
PjBL
Tabel 7. Hasil Uji Koefisien
Regresi Linier Berganda
|
Coefficientsa |
||||||
|
Model |
Unstandardized Coefficients |
Standardized Coefficients |
t |
Sig. |
||
|
B |
Std. Error |
Beta |
||||
|
1 |
(Constant) |
3,494 |
2,796 |
1,250 |
,215 |
|
|
Motivasi (X1) |
-,218 |
,079 |
-,179 |
-2,738 |
,008 |
|
|
Kompetensi
Pedagogik (X2) |
,869 |
,082 |
,818 |
10,580 |
,000 |
|
|
Project Based
Learning (X3) |
,301 |
,092 |
,239 |
3,286 |
,002 |
|
|
a. Dependent
Variable: Hasil Belajar (Y) |
||||||
Dari pengujian dengan regresi linier berganda di dapatkan hasil sebagai
berikut:
1.
Nilai konstanta sebesar 3,494 menunjukkan bahwa jika
Motivasi, Kompetensi Pedagogik dan Project
Based Learning tidak ada atau bernilai (nilai X1, X2
dan X3 adalah 0), maka nilai hasil belajar (Y) Siswa SMK Insan Mulya
Kibin ada sebesar 3,494.
Y = 3,494 + (0,218)*(0)+0,869*(0)+0,301*(0).
2.
Nilai koefisien regresi motivasi sebesar 0,218, artinya jika
variable motivasi (X1) meningkat sebesar 1 (satu) satuan dengan
asumsi variabel Kompetensi Pegagogik (X2), Project Based Learning (X3) tidak bernilai atau 0 (nol)
dan konstanta adalah 3,494, maka Hasil Belajar (Y) Siswa�� pada SMK Insan Mulya Kibin juga akan naik
sebesar 3,276.
Y = 3,494 + (-0,218)*(1)+0,869*(0)+0,301*(0).
3.
Nilai koefisien Kompetensi Pedagogik (X2) sebesar 0,869
menunjukkan bahwa jika nilai Kompetensi Pedagogik naik sebesar 1 (satu) satuan
dengan asumsi variabel Motivasi (X1), Project Based Learning (X3) tidak bernilai atau 0 (nol)
dan konstanta adalah 3,494, maka Hasil Belajar (Y) Siswa�� pada SMK Insan Mulya Kibin juga akan naik
sebesar 4,363.
Y = 3,494 + (-0,218)*(0)+0,869*(1)+0,301*(0)
4.
Nilai koefisien project
based learning (X3) sebesar 0,301 menunjukkan bahwa jika nilai project based learning naik sebesar 1
(satu) satuan dengan asumsi variabel Motivasi (X1), Kompetensi
Pedagogik (X2) tidak bernilai atau 0 (nol) dan konstanta adalah
3,494, maka Hasil Belajar (Y) Siswa��
pada SMK Insan Mulya Kibin juga akan naik sebesar 3,795.
Y���� = 3,494 +
(0,218)*(0)+0,869*(0)+0,301*(1)
Y = 3,795
B.
Hasil Uji t
Hasil uji t terdapat pengaruh Motivasi terhadap hasil belajar
Siswa (
) SMK Insan Mulya
Kibin.Dengan demikian
�-2,738 <
�1,99045 dan nilai signifikan (0,000) < 0,05
yang artinya
� ditolak dan
� diterima, maka dapat disimpulkan bahwa secara
parsial variabel Motivasi (
) berpengaruh negative
dan signifikan terhadap Hasil Belajar (Y) siswa SMK Insan Mulya.
Hasil uji t didapatkan�
�10,580 >
�1,99045 dan nilai
signifikan (0,000) < 0,05 yang artinya H0 ditolak. Maka dapat disimpulkan bahwa variabel Kompetensi Pedagogik (X2) berpengaruh positif dan
signifikan terhadap Hasil Belajar (Y) Siswa SMK Insan Mulya.
Hasil uji didapatkan
��3,286 >
�1,99045 dan nilai
signifikan (0,002) < 0,05 yang artinya H0 ditolak. Maka dapat disimpulkan bahwa variabel Project Based Learning (X3) berpengaruh signifikan
terhadap Hasil Belajar (Y) Siswa SMK Insan Mulya.
Tabel 8. Anova Uji F (Simultan)
|
ANOVAa |
||||||
|
Model |
Sum of Squares |
df |
Mean Square |
F |
Sig. |
|
|
1 |
Regression |
1713,017 |
3 |
571,006 |
110,037 |
.000b |
|
Residual |
409,947 |
79 |
5,189 |
|||
|
Total |
2122,964 |
82 |
||||
|
a. Dependent Variable: Hasil Belajar (Y) |
||||||
|
b. Predictors: (Constant), Project Based Learning
(X3), Motivasi (X1), Kompetensi Pedagogik (X2) |
||||||
Berdasarkan hasil pengujian nilai
�sebesar 110,037 dengan nilai
�2,72 sehingga nilai
�>
�atau�
110,037 >2,72, dengan tingkat signifikan 0,000 < 0,05 maka
�ditolak dan
�diterima, dapat disimpulkan bahwa variabel
Motivasi (X1), Kompetensi (X2) dan Project based learning(X3) secara bersamaan berpengaruh
signifikan terhadap Hasil Belajar Siswa SMK Insan Mulya Kibin.
Tabel 9. Hasil Uji Koefisien Determinasi
|
Model Summaryb |
|||||
|
Model |
R |
R Square |
Adjusted R Square |
Std. Error of the
Estimate |
Durbin-Watson |
|
1 |
.898a |
,807 |
,800 |
2,278 |
1,477 |
|
a. Predictors: (Constant), Project Based Learning
(X3), Motivasi (X1), Kompetensi Pedagogik (X2) |
|||||
|
b. Dependent Variable: Hasil Belajar (Y) |
|||||
Berdasarkan hasil uji determinasi
terdapat pada nilai Adjusted R Square sebesar 0,807. Hal ini berarti kemampuan variabel
bebas dalam menjelaskan variabel terikat adalah sebesar 80,7% sisanya
19,3%� dijelaskan oleh varibel lain yang
tidak dibahas dalam peneltitian ini seperti jarak lokasi sekolah SMK Insan
Mulya Kibin dengan Siswa yang bersekolah di SMK Insan Mulya.
C.
Interpretasi Hasil
Penelitian
Tabel 10. Hasil Uji
Statistik
|
No |
Hipotesis |
Persamaan Regresi |
Uji T |
R2 |
Keterangan |
Sig |
|
1 |
H1 |
Y=17,421 + 0,578 |
4,819>1,99045 |
22,5% |
|
0,000 |
|
2 |
H2 |
Y=1,635 + 0,966 |
17,606>1,99045 |
79,5% |
|
0,000 |
|
3 |
H3 |
Y=11,368 + 0,835 |
7,976>1,99045 |
43,7% |
|
0,000 |
|
4 |
H4 |
Y=3,949 + (-0,218) |
110,037
>2,72 |
83,94% |
|
0,000 |
Hasil uji Hipotesis ke-1 didapatkan dari hasil
uji T variabel motivasi (X1) memiliki nilai sig. 0,000<α = 0,005. Nilai
t_hitung sebesar 4,819 > 1,99045. Dari hasil uji tersebut dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1
diterima artinya terdapat pengaruh motivasi (X1) terhadap hasil belajar (Y).
Jika dilihat dari persamaan regresi dapat diperoleh nilai koefisien variabel
motivasi sebesar 0,578 artinya setiap kenaikan 1 (satu) satuan maka� hasil belajar (Y) meningkat sebesar 0,578
dengan asumsi variabel kompetensi pedagogik(X2), project based learning (X3)
dan konstanta tidak bernilai atau sama dengan nol.
Hasil uji Hipotesis ke-2 didapatkan dari hasil
uji T variabel Kompetensi Pedagogik (X2) memiliki nilai sig. 0,000<α =
0,005. Nilai t_hitung sebesar 17,606 > 1,99045. Dari hasil uji tersebut dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H2
diterima artinya terdapat pengaruh Kompetensi Pedagogik (X2) terhadap hasil
belajar (Y). Jika dilihat dari persamaan regresi dapat diperoleh nilai
koefisien variabel Kompetensi Pedagogik sebesar 0,966 artinya setiap kenaikan 1
(satu) satuan maka� hasil belajar (Y)
meningkat sebesar 0,966 dengan asumsi variabel kompetensi pedagogik(X2),
project based learning (X3) dan konstanta tidak bernilai atau sama dengan nol.
Hasil uji Hipotesis ke-3 didapatkan dari hasil
uji T variabel Kompetensi Pedagogik (X3) memiliki nilai sig. 0,000<α =
0,005. Nilai t_hitung sebesar 7,876 > 1,99045. Dari hasil uji tersebut dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H3
diterima artinya terdapat pengaruh Project Based Learning (X3) terhadap hasil
belajar (Y). Jika dilihat dari persamaan regresi dapat diperoleh nilai
koefisien variabel Project Based Learning sebesar 0,835 artinya setiap kenaikan
1 (satu) satuan maka� hasil belajar (Y)
meningkat sebesar 0,835 dengan asumsi variabel Motivasi (X1), Kompetensi
Pedagogik (X2) dan konstanta tidak bernilai atau sama dengan nol.
Hasil uji Hipotesis ke-4 didapatkan dari hasil
uji F variabel Motivasi (X1), Kompetensi Pedagogik (X2) dan Project Based
Learning (X3) memiliki nilai sig. 0,000<α = 0,005. Nilai F_hitung
sebesar 141,873 > 2,72,. Dari
hasil uji tersebut dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H4 diterima artinya
secara simultan terdapat Motivasi (X1), Kompetensi Pedagogik (X2) dan Project
Based Learning (X3) terhadap hasil belajar (Y). Persentase hasil uji
analasis ini adalah 83,9%.
Demikian pembahasan hasil akhir penelitian ini
dimana hipotesis pertama sampai dengan yang ketiga yang menyatakan bahwa
terdapat pengaruh Motivasi, Kompetensi Pedagogik dan Project Based Learning
terhadap Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran Produktif kelas XII di SMK Insan
Mulya Kibin- Serang baik secara parsial maupun secara simultan telah teruji.
Kesimpulan
Berdasarkan
hasil analisis data dan pembahasan tentang pengaruh Motivasi, Kompetensi
Pegagogik dan Project Based Learning, maka pada akhir bagian ini penulis
menarik kesimpulan dan saran bahwa secara keselurhan motivasi, kompetensi
pedagogik dan project based learning berpengaruh terhadap hasil belajar siswa
mata pelajaran produktif di SMK Insan Mulya sudah berjalan dengan baik. Namun ada hal-hal yang perlu di perhatikan.
Hasil pengujian pertama menunjukan bahwa Motivasi berpengaruh
positip dan signifikan terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran produktif
di kelas XII SMK Insan Mulya Kibin. Artinya semakin motivasi ditingkatkan maka akan meningkat pula hasil belajar siswa SMK Insan Mulya
Kibin.
Hasil Pengujian kedua menunjukan bahwa kompetensi pedagogik
berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa pada
pembelajaran produktif di SMK Insan Mulya Kibin. Artinya semakin tinggi Kompetensi
dimiliki guru, maka hasil belajar siswa pada pembelajaran produktif kelas XII
di SMK Insan Mulya akan meningkat.
Hasil Pengujian ketiga menunjukan bahwa model pembelajaran
Project Based learning berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil
belajar siswa.
Artinya adalah semakin banyak model pembelajaran ini diterapkan atau dengan
kata lain semakin banyak siswa dijarakan dengan model project based learning
atau praktikum maka semakin meningkat hasil belajar siswa pada pembelajaran
produktif kelas XII di SMK Insan Mulya Kibin.
Hasil pengujian yang ke empat menunjukan bahwa Motivasi,
Kompetensi Pedagogik dan Project Based Learning berpengaruh positif dan
signifikan terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran produktif Kelas XII
di SMK Insan Mulya Kibin.
Abidin, Z.,
Karyono, H., & Rahayu, E. M. (2021). Pengaruh Model Project Based Learning
Dan Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Pada Mata Pelajaran Produktif di
SMK. JIPI (Jurnal Ilmiah Penelitian Dan Pembelajaran Informatika), 6(1),
58�64. https://doi.org/10.29100/jipi.v6i1.1619. Google Scholar
Depdiknas.
(2021). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 57 Tahun 202. tentang
Standar Nasional Pendidikan. Presiden Republik Indonesia. Google Scholar
Fitriani,
F. (2016). Pengaruh motivasi belajar dan disiplin terhadap hasil belajar IPS
siswa di SMP Karya Indah Kecamatan Tapung. PEKA, 4(2), 137�142. Google Scholar
Gall, M.
D., & Borg, W. R. (1989). Educational research. A guide for preparing a
thesis or dissertation proposal in education. ERIC. Google Scholar
Halim, A.
A. N., Djaelani, A. R., & Setiawan, T. (2020). Pengaruh Kompetensi Guru Dan
Sarana Pembelajaran Bengkel Terhadap Hasil Belajar Siswa. Journal of
Vocational Education and Automotive Technology, 1(3), 10�12. Google Scholar
Ricardo,
R., & Meilani, R. I. (2017). Impak Minat dan Motivasi Belajar terhadap
Hasil Belajar Siswa (The impacts of students� learning interest and motivation
on their learning outcomes). Jurnal Pendidikan Manajemen Perkantoran, 1(1),
79�92. https://doi.org/10.17509/jpm.v2i2.8108. Google Scholar
Rizawati,
R., Sulaiman, S., & Syafrina, A. (2017). Hubungan antara interaksi edukatif
guru dengan hasil belajar siswa kelas VI SD Negeri 18 Banda Aceh. Jurnal
Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 2(1), 113�120. Google Scholar
Sukmadinata,
N. S. (2009). Landasan Psikologi Proses Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Google Scholar
|
Copyright holder : Sopan Sopari, Siti Fatchia Roesida, Rizkya
Amelia (2022) |
|
First publication right : This article is licensed
under: |