How to cite:
Jumaring (2022). Keterlaksanaan Layanan Bimbingan TIK terhadap Guru dalam Proses Belajar
Mengajar di UPT SMP Negeri 1 Alla Kabupaten Enrekang. Jurnal Syntax Admiration, 3(10).
https://doi.org/10.46799/jst.v3i10.629
E-ISSN:
2722-5356
Published by:
Ridwan Institute
KETERLAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN TIK TERHADAP GURU DALAM
PROSES BELAJAR MENGAJAR DI UPT SMP NEGERI 1 ALLA KABUPATEN
ENREKANG
Jumaring
Guru TIK UPT SMP Negeri 1 Alla
Email: jumaringsmpn1alla@gmail.com
Jurnal Syntax Transformation
Vol. 3 No. 10 Oktober 2022
p-ISSN : 2722-7782 e-ISSN : 2722-5356
Sosial Sains
INFO ARTIKEL
ABSTRAK
Diterima
10 September 2022
Direvisi
19 Oktober 2022
Disetujui
25 Oktober 2022
Perkembangan teknologi komputer dan media pembelajaran
menuntut guru untuk memberikan inovasi-inovasi baru dalam
penyampaian bahan ajar. Namun, tidak semua guru pandai
mengoperasikan teknologi komputer dan mengembangkan
media pembelajaran. Oleh karena itu, perlu adanya guru TIK
untuk memberikan layanan pendampingan TIK bagi guru
mata pelajaran agar dapat mengikuti perkembangan teknologi
yang ada. Tujuan penelitian untuk mengetahui hasil penerapan
layanan pendampingan TIK bagi guru dalam proses belajar
mengajar di UPT SMP Negeri 1 Alla Kabupaten Enricon.
Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi
dan angket. Sampel penelitian ini adalah guru mata pelajaran
UN yaitu 5 guru matematika, 5 guru bahasa Indonesia, 4 guru
bahasa Inggris, dan 4 guru IPA komprehensif, total 18 guru.
Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif
persentase dan validasi ahli. UPT SMP Negeri 1 Alla
Kabupaten Enrekang Temuan penelitian tentang penerapan
layanan pendampingan TIK guru dalam proses belajar
mengajar secara umum sangat tinggi. Hal ini terlihat dari
skala yang sangat tinggi dalam pengembangan sumber belajar,
pengembangan media pembelajaran, pelaporan proses
pembelajaran dan hasil belajar. Skor yang lebih tinggi juga
dicapai dalam persiapan untuk studi dan penilaian studi. Guru
teknologi informasi dan komunikasi harus dilaksanakan
dengan baik untuk membimbing guru dalam proses belajar
mengajar, sehingga penggunaan alat bantu berbantuan
teknologi komputer dapat dimanfaatkan secara optimal.
Kata kunci:
Layanan Bimbingan TIK,
Guru TIK, Guru Mata
Pelajaran Ujian Nasional.
Keywords:
ICT Guidance Services,
ICT Teachers, National
Examination Subject
Teachers.
ABSTRACT
The development of computer technology and learning media
requires teachers to provide new innovations in the delivery of
teaching materials. However, not all teachers are good at
operating computer technology and developing learning
media. Therefore, there is a need for ICT teachers to provide
ICT mentoring services for subject teachers so that they can
Jumaring
1266 Syntax Transformation: Vol. 3, No. 10 Oktober 2022
Pendahuluan
Undang-Undang Nomor 20 tahun
2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
pada Pasal 1 Butir 1 menyatakan:
“Pendidikan adalah usaha sadar dan
terencana untuk mewujudkan suasana
belajar dan proses pembelajaran agar
peserta didik secara aktif mengembangkan
potensi dirinya untuk memiliki kekuatan
spiritual keagamaan, pengendalian diri,
kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, dan
keterampilan yang diperlukan dirinya,
masyarakat, bangsa dan negara”. Undang-
undang tersebut didasarkan pada falsafah
kebangsaan Pancasila, yang merupakan
sumber utama dan penentu arah yang ingin
dicapai dalam kurikulum.
Dari sudut kebijakan pendidikan
nasional, definisi kurikulum dapat
ditemukan dalam Pasal 1(9) Undang-
Undang Nomor 20 Tahun 2013, yaitu
“seperangkat rencana dan pengaturan
mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran
serta cara yang digunakan sebagai
pedoman penyelenggaraan kegiatan untuk
mencapai tujuan pendidikan tertentu.”
Sedangkan menurut (Hamalik, 2010)
kurikulum adalah Rencana tertulis tentang
kemampuan yang harus dimiliki
berdasarkan standar nasional, materi yang
perlu dipelajari dan pengalaman belajar
yang harus dijalani untuk mencapai
kemampuan tersebut, dan evaluasi yang
perlu dilakukan untuk menentukan tingkat
pencapaian kemampuan peserta didik,
serta seperangkat peratutan yang
berkenaan dengan pengalaman belajar
peserta didik dalam mengambangkan
potensi dirinya pada satuan pendidikan
tertentu.
Menurut (Kurniasih & Sani, 2014)
kurikulum Indonesia tercatat mengalami
sembilan kali perubahan kurikulum setelah
Indonesia merdeka. Dalam kurikulum
1947-1994, kurikulum Indonesia bersifat
sentralistik, sedangkan implementasi
kurikulum desentralisasi tampak pada
keep up with existing technological developments. The
purpose of the study was to determine the results of
implementing ICT assistance services for teachers in the
teaching and learning process at UPT SMP Negeri 1 Alla,
Enricon Regency. Data collection methods used are
observation and questionnaires. The samples of this study
were UN subject teachers, namely 5 mathematics teachers, 5
Indonesian language teachers, 4 English teachers, and 4
comprehensive science teachers, a total of 18 teachers. The
data analysis technique used is descriptive percentage
analysis and expert validation. UPT SMP Negeri 1 Alla,
Enrekang Regency. Research findings on the application of
teacher ICT assistance services in the teaching and learning
process are generally very high. This can be seen from the
very high scale in the development of learning resources,
development of learning media, reporting of learning
processes and learning outcomes. Higher scores are also
achieved in preparation for studies and study assessment.
Information and communication technology teachers must be
implemented properly to guide teachers in the teaching and
learning process, so that the use of computer technology-
assisted tools can be utilized optimally.
Keterlaksanaan Layanan Bimbingan TIK terhadap Guru dalam Proses
Belajar Mengajar di UPT SMP Negeri 1 Alla Kabupaten Enrekang
Syntax Transformation: Vol. 3, No. 10 Oktober 2022 1267
implementasi kurikulum KBK (2004) dan
KTSP (2006). Kurikulum desentralisasi
adalah kurikulum di mana sekolah
memiliki tanggung jawab untuk
mengembangkan kurikulum yang berlaku
untuk satuan pendidikan masing-masing.
Menurut (Hamalik, 2010) keputusan
pengembangan kurikulum tidak hanya
menjadi tanggung jawab perencana
kurikulum, tetapi juga tanggung jawab
guru sekolah. Demikian pula guru harus
mampu mengambil berbagai keputusan
dalam pengembangan kurikulum. Pada
dasarnya, sebagus apapun sebuah
kurikulum, berhasil tidaknya akan
tergantung pada tindakan guru sekolah
dalam mengimplementasikan kurikulum
tersebut (Dhani, 2020). Kegagalan dalam
implementasi kurikulum seringkali
disebabkan oleh kurangnya pemahaman,
keterampilan, dan kompetensi guru
terhadap tugas-tugas yang harus
dilaksanakannya (Idrus, 2020).
Konsep-konsep kurikulum 2013
menekankan aspek kognitif (pengetahuan),
afektif (sikap) dan psikomotor (motorik)
melalui penilaian berbasis tes dan berbasis
portofolio (Sudrajat, 2013). Siswa tidak
lagi menjadi objek pendidikan, tetapi
menjadi subjek dengan berpartisipasi
secara aktif, kreatif dan inovatif untuk
memecahkan setiap permasalahan yang
dihadapi dalam pembelajarannya (Asmani,
2016). Penyesuaian kurikulum oleh
pemerintah untuk memperbaiki sistem
pendidikan.
Meskipun sebenarnya setiap mata
kuliah pasti memiliki kelebihan dan
kekurangan yang perlu dinilai dan
ditingkatkan agar dapat mencapai tujuan
pendidikan nasional dengan baik (Gusti &
Ambiyar, 2021). Kementerian Pendidikan
dan Kebudayaan memutuskan untuk tidak
menerapkan kurikulum 2013 secara
serentak di seluruh sekolah di Indonesia
(Sunarno, 2013). Implikasi dari kalimat
tersebut adalah satuan pendidikan harus
memperhatikan kebutuhan, karakteristik
dan potensi satuan pendidikan (internal)
dan lingkungan setempat ketika
mengembangkan dan
mengimplementasikan kurikulum 2013
(Hanum, 2017).
Standar Kurikulum 2013
menekankan pada partisipasi aktif siswa
dalam kegiatan pembelajaran dan
mewajibkan guru untuk melaksanakan
pembelajaran tematik secara
komprehensif. Kurikulum 2013 juga
mengharuskan guru untuk mengadopsi
pendekatan pembelajaran berbasis sains.
Guru tidak hanya membutuhkan
kompetensi profesional tetapi juga
kompetensi mengajar, sosial dan personal
(Jamin, 2018). Kompetensi pedagogik
guru perlu dipahami karena kompetensi
tersebut terkait dengan pengembangan
kurikulum dan proses pembelajaran di
kelas (Kusufa, 2017).
Dalam mencapai tujuan
pembelajaran sesuai kurikulum 2013,
peran TIK penting bagi guru dan siswa
dalam mencari, mengolah, menyimpan,
menyajikan, menyebarluaskan data dan
informasi untuk mendukung kelancaran
proses pembelajaran (Noverdika, 2021).
Pelaksanaan pilot project kurikulum
2013 di beberapa sekolah di Indonesia
berdampak pada kesiapan dan peran guru
dalam proses pembelajaran, salah satunya
adalah kepatuhan terhadap peraturan baru
tentang Peraturan Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan Nomor 68 Tahun 2014
tentang Informasi dan Komunikasi Peran
Jumaring
1268 Syntax Transformation: Vol. 3, No. 10 Oktober 2022
guru teknologi dan keterampilan komputer
dan guru manajemen. Informasi dalam
implementasi kurikulum 2013, dimana
guru TIK harus mencari, mengolah,
menyiapkan, mendistribusikan,
menyajikan, menginformasikan dan
memanfaatkan data dan informasi dalam
berbagai cara untuk mendukung
kelancaran proses pembelajaran dalam
membimbing siswa (Nelda, 2022),
menggunakan ICT Siapkan ,
melaksanakan dan mengevaluasi
pembelajaran di pendidikan dasar dan
menengah untuk memfasilitasi guru lain
dan membantu pendidik menerapkan dan
mengembangkan sistem informasi
manajemen sekolah berbasis TIK
(Elmasari, 2017).
Layanan Bimbingan TIK adalah
proyek percontohan berdasarkan
kurikulum 2013 dan merupakan skema
bimbingan dan fasilitasi TIK berdasarkan
Peraturan Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan No. 68 Tahun 2014 untuk
membantu siswa sekolah, guru mata
pelajaran dan tenaga kependidikan dalam
penggunaan TIK Sebagai sumber dan/atau
fasilitas belajar bagi sekolah. Sekolah
(Nelda, 2022). Layanan pendampingan
TIK dapat dilakukan secara tradisional,
maupun secara kelompok maupun
individu, dengan beban kerja seorang guru
TIK melakukan pendampingan minimal
150 (seratus lima puluh) siswa per tahun
pada 1 (satu) satuan pendidikan atau lebih.
Layanan pendampingan TIK di
sekolah dirancang untuk mempersiapkan
siswa dalam mengantisipasi perkembangan
teknologi yang pesat sehingga siswa dapat
menggunakan TIK dengan benar dan tepat
sesuai dengan keahliannya (Gusti &
Ambiyar, 2021). Namun, layanan
pendampingan TIK tidak mudah
dilaksanakan karena melibatkan guru yang
memiliki kualifikasi akademis di bidang
TIK dan bersertifikat sebagai pendidik
TIK. Jika guru tidak memiliki kualifikasi
TIK, tetapi bersertifikat sebagai pendidik
TIK, dan sekolah tidak memiliki guru TIK
dengan kualifikasi TIK, yang bersangkutan
tetap dapat mengajar TIK di SMP Tingkat
IX di sekolah 2018/2019 tahun sesuai
dengan Pedoman Pelaksanaan Tanggung
Jawab Guru TIK dan KKPI (Sabon, 2012).
UPT SMP Negeri 1 Alla merupakan
salah satu sekolah yang menjadi bagian
dari pilot project kurikulum 2013 dan
salah satu sekolah yang
mengimplementasikan layanan bimbingan
TIK di Kabupaten Enrekang.
Dari observasi lapangan guru TIK
tahun ajaran 2018/2019 dan observasi UPT
Kategori VIII SMP Negeri 1 Alla, layanan
bimbingan TIK Negeri 1 Alla yang
dilaksanakan bagi guru selama proses
belajar mengajar UPT SMP belum
sepenuhnya dilaksanakan dan
dilaksanakan oleh guru mata pelajaran.
.mengerti.
Menurut hasil wawancara dengan
guru TIK, kurangnya kesiapan belajar
untuk mengembangkan sumber belajar
melalui media pembelajaran
mempengaruhi minat siswa dalam
menerima materi yang diajarkan, sehingga
jika materi pembelajaran hanya
disampaikan melalui metode ceramah
melalui media pembelajaran tanpa adanya
pembelajaran. perkembangan. Tentunya
hal ini mempengaruhi penilaian
pembelajaran dan pelaporan hasil belajar
siswa.
Berdasarkan uraian di atas, perlu
dilakukan langkah-langkah untuk
mempersiapkan pembelajaran dan inovasi
yang efektif melalui penerapan teknologi.
Keterlaksanaan Layanan Bimbingan TIK terhadap Guru dalam Proses
Belajar Mengajar di UPT SMP Negeri 1 Alla Kabupaten Enrekang
Syntax Transformation: Vol. 3, No. 10 Oktober 2022 1269
Oleh karena itu, perlu adanya pemberian
layanan pembinaan TIK dari guru TIK
kepada guru mata pelajaran lain agar
persiapan pembelajaran melalui
penggunaan media pembelajaran, proses
pembelajaran, penilaian pembelajaran dan
pelaporan hasil belajar dapat berjalan
dengan lancar dan efisien.
Tujuan dari penelitian ini adalah
mengetahui hasil keterlaksanaan layanan
bimbingan TIK terhadap Guru dalam
proses belajar mengajar di UPT SMP
Negeri 1 Alla Kabupaten Enrekang.
Menurut (Nuraini & Muhtarima,
2016) dalam penelitiannya yang berjudul
“Implementasi Kurikulum 2013 pada mata
Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan
Budi Pekerti di Sekolah Menengah Atas
Negeri 2 Wates”. Dalam penelitian ini,
siswa sebagai calon guru pendidikan
agama Islam perlu memahami perubahan
kurikulum baru. Perubahan kurikulum
2013 membutuhkan persiapan dan proses
jangka panjang. Sarana dan tenaga
kependidikan merupakan pendukung
pelaksanaan kurikulum 2013, dimulai dari
sarana dan prasarana. Guru menggunakan
Permendikbud 81A sebagai pedoman
dalam menyusun RPP, dimana selama ini
mereka menggunakan pendekatan
saintifik, yaitu mengamati, bertanya,
mengumpulkan informasi atau percobaan,
menghubungkan dan mengkomunikasikan
materi dalam prosesnya. belajar mengajar.
Selama proses penilaian, guru juga
melakukan penilaian autentik melalui
sikap penilaian, meliputi observasi,
penilaian diri, penilaian sejawat, dan
jurnal. Sekolah dan guru bekerja untuk
meningkatkan kesadaran akan kurikulum
2013 dengan berpartisipasi dalam jaringan
dan pertemuan baik di dalam maupun di
luar Forum, dan dengan meningkatkan
sarana dan prasarana yang ada.
Menurut (Budi, 2014) dalam
penelitiannya yang berjudul “Strategi Guru
dalam Menghadapi Kurikulum 2013 di
SMA Negeri 2 Surakarta”. Permasalahan
yang dihadapi guru dalam
mengimplementasikan kurikulum 2013
adalah kurangnya layanan sosialisasi
kepada guru dan kurangnya buku pelajaran
sebagai sumber belajar yang sesuai dengan
kurikulum 2013.
Oleh karena itu, strategi yang
dilakukan guru dalam menghadapi
kurikulum 2013 adalah meminta guru lain
khususnya dalam kegiatan MGMP untuk
berbagi metode dengan guru mata
pelajaran lain yang dianggap kompeten
untuk memberikan informasi yang
dibutuhkan, mencari buku referensi yang
digunakan sebagai sumber. untuk kegiatan
belajar, dan dengan browsing internet
untuk mencari informasi sebagai bentuk
bisnis, dengan memanfaatkan kemajuan
teknologi untuk menambah pengetahuan.
Strategi guru merupakan bentuk
pembelajaran mandiri untuk mendukung
penerapan kurikulum 2013 SMA Negeri 2
Surakarta.
Menurut (Evanita, 2013) dalam
penelitiannya yang berjudul “Analisis
Kompetensi Pedagogik dan Kesiapan Guru
Sekolah Menengah Atas dalam
Mendukung Implementasi Kurikulum
2013”. Perubahan kurikulum
menimbulkan perbedaan pandangan.
Perbedaan pendapat menunjukkan bahwa
guru memainkan peran penting dalam
perubahan kurikulum. Faktor utama yang
menentukan keberhasilan suatu mata
kuliah adalah kesesuaian kompetensi
pendidik dan tenaga kependidikan dengan
Jumaring
1270 Syntax Transformation: Vol. 3, No. 10 Oktober 2022
mata kuliah dan buku ajar.
Dengan memahami karakteristik
siswa, guru dapat menemukan solusi
ketika muncul masalah dalam
pembelajaran. Selain itu, dengan
memahami karakteristik setiap siswa, guru
dapat menentukan pendekatan yang tepat
untuk siswanya. Guru berusaha memahami
kepribadian siswa dengan membedakan
siswa berdasarkan perbedaan kemampuan
dan sikap, melakukan tes awal
pembelajaran dan melakukan refleksi di
setiap akhir pembelajaran. Memahami
kemampuan siswa memungkinkan guru
untuk mengidentifikasi siswa mana yang
membutuhkan perhatian lebih dalam
belajar.
Kemampuan guru untuk
mengembangkan kurikulum yang baik
dapat sangat membantu dalam mengubah
kurikulum. Kurikulum 2013 menuntut
guru untuk mampu mengkonstruksi
struktur pembelajaran yang menunjukkan
keterampilan proses siswa. Guru harus
memiliki kompetensi inti yang
berkarakteristik nasional. Guru yang
semula menyusun silabus dan RPP sesuai
dengan kondisi sekolahnya masing-masing
kini harus menyusun RPP sesuai silabus
pemerintah dan juga harus melihat kondisi
sekolahnya.
Untuk memenuhi semua persyaratan
tersebut, kemampuan guru dalam
mengembangkan mata kuliah harus tinggi.
Selain perlu mengembangkan komponen
pembelajaran yang baik, guru juga perlu
melakukan pembelajaran yang mendorong
siswa untuk mengembangkan
pemikirannya. Ajaklah siswa untuk dapat
mengomunikasikan temuan yang diperoleh
dalam setiap pelajaran. Guru juga dituntut
untuk dapat melakukan pembelajaran di
luar kelas, seperti di laboratorium,
lapangan, atau lokasi lain yang dapat
dijadikan sebagai sumber belajar.
Kurikulum 2013 menekankan bahwa
guru mata pelajaran harus
mengintegrasikan pelajaran TIK ke dalam
setiap pelajaran, menggunakan teknologi
informasi dan komunikasi untuk
pembelajaran, seperti penggunaan laptop,
proyektor LCD dan penggunaan fasilitas
wifi. Untuk dapat mengintegrasikan
kurikulum TIK, guru sebagai pendidik
tentunya harus menguasai teknologi
informasi dan komunikasi. Guru yang
telah menguasai teknologi komunikasi dan
informasi dapat mengajar siswa dalam
jumlah banyak dan menyebarkannya
kemana saja. Guru tidak hanya dapat
mengontrol siswa dalam pembelajaran di
kelas, tetapi juga memberikan layanan
yang dipersonalisasi pada saat yang sama.
Metode Penelitian
Waktu penelitian ini mulai
dilaksanakan pada Semester Genap Tahun
Pelajaran 2018/ 2019. Penelitian ini
dilaksanakan di UPT SMP Negeri 1 Alla,
yang beralamat di Jalan Pendidikan Sudu,
Kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang.
Populasi dalam penelitian ini adalah
guru UPT di SMP Negeri 1 Alla. Jumlah
guru di UPT SMP Negeri 1 Alla adalah 45
orang, terdiri dari 23 guru laki-laki dan 22
guru perempuan. Sampel penelitian ini
adalah guru mata pelajaran UN yaitu guru
mata pelajaran matematika, guru bahasa
Indonesia, guru bahasa Inggris dan guru
IPA komprehensif. Karena pentingnya
mata pelajaran ini menentukan kelulusan
dan jumlah materi untuk mata pelajaran
ini, bantuan media diperlukan untuk
menyampaikan materi secara lebih efektif.
Jumaring
1092 Syntax Transformation: Vol. 3, No. 10 Oktober 2022
Tabel 1. Jumlah Sampel Penelitian
Laki-laki
Perempuan
Jumlah
3
2
5
3
2
5
2
2
4
1
3
4
Jumlah
18
Dalam penelitian ini, variabel yang
akan diteliti adalah implementasi layanan
bimbingan TIK bagi guru mata pelajaran
UN dalam proses pembelajaran di UPT
SMP Negeri 1 Alla Kabupaten Ngren.
Teknik pengumpulan data yang akan
digunakan adalah berupa penelitian
lapangan, suatu metode untuk memperoleh
data melalui penyelidikan dan pengamatan
terhadap mata pelajaran tertentu dalam
praktek yang sebenarnya. Tekniknya
adalah sebagai berikut:
1. Observasi
Dalam hal ini, pelaksanaan layanan
bimbingan TIK bagi guru dalam proses
belajar mengajar di UPT SMP Negeri 1
Alla diamati secara khusus.
2. Angket atau Kuesioner
Kuesioner yang digunakan dalam
penelitian ini akan ditujukan kepada
guru mata pelajaran yang diujikan di
UPT UN SMP Negeri 1 Alla kemudian
digunakan untuk mengetahui seberapa
baik layanan pembinaan TIK yang
diberikan kepada guru di UPT SMP
Negeri 1 Alla proses belajar mengajar.
Metode analisis yang digunakan
dalam penelitian ini adalah analisis
deskriptif persentase. Metode ini
digunakan untuk menguji variabel-variabel
yang ada dalam penelitian implementasi
layanan pembinaan TIK bagi guru dalam
proses belajar mengajar UPT SMP Negeri
1 Alla.
Hasil dan Pembahasan
Temuan tersebut menjelaskan secara
rinci layanan pembinaan TIK yang
dilaksanakan bagi guru dalam proses
belajar mengajar di UPT SMP Negeri 1
Alla. Temuan tersebut menggambarkan
berbagai temuan yang diperoleh di
lapangan, mulai dari pengolahan data dan
informasi hingga kajian dokumen yang
relevan dengan lokasi penelitian.
Informasi yang diperoleh berasal
dari data observasi dan kuisioner yang
dilakukan langsung oleh peneliti terhadap
responden.
A. Hasil Observasi
Layanan bimbingan TIK UPT
SMP Negeri 1 Alla kepada guru dalam
proses belajar mengajar difokuskan
pada guru yang mengajar mata
pelajaran UN yaitu Matematika, Bahasa
Indonesia, Bahasa Inggris dan IPA
Terpadu sebanyak 18 orang. Hal ini
karena pentingnya mata pelajaran
tersebut dan banyaknya bahan ajar yang
membutuhkan layanan terkait
penggunaan teknologi komputer, yang
disediakan oleh guru TIK.
B. Hasil Angket
Hasil angket didasarkan pada data
yang dikumpulkan melalui
angket/angket implementasi layanan
pendampingan TIK bagi guru dalam
proses belajar mengajar UPT SMP
Jumaring
1272 Syntax Transformation: Vol. 3, No. 10 Oktober 2022
Negeri 1 Alla, terlihat dari hasil 15 item
pertanyaan pada 6 indikator di bawah ini: permukaan.
Tabel 2. Hasil Angket Penelitian
Indikator
Nomor
Item
Jumlah
Sekor
Persentase
Kriteria
Pengembangan Sumber
Belajar
1
65
90%
Sangat Tinggi
2
62
86%
Sangat Tinggi
Pengembangan Media
Belajar
3
63
88%
Sangat Tinggi
4
62
86%
Sangat Tinggi
5
63
88%
Sangat Tinggi
Persiapan Pembelajaran
6
69
96%
Sangat Tinggi
7
50
69%
Tinggi
8
50
69%
Tinggi
Proses Pembelajaran
9
53
74%
Tinggi
10
65
90%
Sangat Tinggi
11
67
93%
Sangat Tinggi
Penilaian Pembelajaran
12
58
81%
Sangat Tinggi
13
31
43%
Rendah
Pelaporan Hasil belajar
14
67
93%
Sangat Tinggi
15
70
97%
Sangat Tinggi
Seperti dapat dilihat dari tabel di
atas, responden memiliki 11 standar
sangat tinggi, 3 standar tinggi, dan 1
pertanyaan rendah, yaitu item 13, untuk
pandangan mereka tentang penerapan
layanan bimbingan TIK guru dalam
proses belajar mengajar. Sebab,
sebagian responden berpendapat tidak
perlu menggunakan teknologi komputer
untuk membantu penilaian UN, karena
penilaian dilakukan oleh pusat, namun
sebagian responden berpendapat bahwa
penilaian hasil UN tidak hanya di
proses pelaksanaan ujian nasional,
tetapi juga dapat diperoleh dari
pemerintah Ini disarikan dari penilaian
harian yang dilakukan, dan kemudian
diakumulasikan menjadi penilaian ujian
nasional. Lihat gambar di bawah untuk
detailnya.
Jumaring
1092 Syntax Transformation: Vol. 3, No. 10 Oktober 2022
Gambar 1. Grafik Hasil Penelitian Berdasarkan Persentase Seluruh Item pada
Indikator Angket Penelitian
Keterangan Indikator :
A = Pengembangan Sumber Belajar
B = Pengembangan Media Belajar
C = Persiapan Pembelajaran
D = Proses Pembelajaran
E = Penilaian Pembelajaran
F = Pelaporan Hasil Belajar
C. Analisis Data
1. Analisis Deskriptif Persentase
Berdasarkan tanggapan
responden, tabel berikut
mencantumkan 18 guru mata
pelajaran.
Tabel 3. Hasil Analisis Responden
Responden
Jumlah
Sekor
Persentase
Kriteria
Matematika
1
49
82%
Sangat Tinggi
2
47
78%
Tinggi
3
53
88%
Sangat Tinggi
4
54
90%
Sangat Tinggi
5
53
88%
Sangat Tinggi
6
51
85%
Sangat Tinggi
7
51
85%
Sangat Tinggi
Jumaring
1274 Syntax Transformation: Vol. 3, No. 10 Oktober 2022
Bahasa Indonesia
8
49
82%
Sangat Tinggi
9
49
82%
Sangat Tinggi
10
48
80%
Tinggi
Bahasa Inggris
11
54
90%
Sangat Tinggi
12
32
53%
Rendah
13
50
83%
Sangat Tinggi
14
50
83%
Sangat Tinggi
IPA Terpadu
15
45
75%
Tinggi
16
56
93%
Sangat Tinggi
17
48
80%
Tinggi
18
56
93%
Sangat Tinggi
Berdasarkan tabel diatas, dapat
diketahui bahwa tanggapan masing-
masing responden mengenai
keterlaksanaan layanan bimbingan
TIK terhadap guru dalam proses
belajar mengajar di UPT SMP
Negeri 1 Alla memiliki perbedaan
hasil. Meskipun secara umum
memberikan pendapat bahwa peran
guru TIK dalam keterlaksanaan
layanan bimbingan TIK terhadap
guru dalam proses belajar mengajar
sangat tinggi, namun ada satu
responden yang berpendapat rendah.
Hal ini dikarenakan dari responden
itu sendiri yang tidak mengikuti
kegiatan layanan bimbingan TIK
terhadap guru dalam proses
pembelajaran atau merasa mampu
menggunakan teknologi komputer
tanpa mengikuti layanan bimbingan
TIK tersebut. Untuk lebih jelasnya
dapat dilihat pada grafik di bawah
ini.
Keterlaksanaan Layanan Bimbingan TIK terhadap Guru dalam Proses
Belajar Mengajar di UPT SMP Negeri 1 Alla Kabupaten Enrekang
Syntax Transformation: Vol. 3, No. 10 Oktober 2022 1275
Gambar 2. Grafik Hasil Penelitian Berdasarkan Persentase Responden
Selain itu, hasil analisis
berdasarkan hasil persentase indikator menggunakan 6 indikator
ditunjukkan pada tabel di bawah ini.
Tabel 4. Hasil Persentase Indikator
Indikator
Persentase
Interval
Pengembangan Sumber
Belajar
88%
Sangat Tinggi
Pengembangan Media
Belajar
87%
Sangat Tinggi
Persiapan Pembelajaran
78%
Tinggi
Proses Pembelajaran
86%
Sangat Tinggi
Penilaian Pembelajaran
62%
Tinggi
Pelaporan Hasil belajar
95%
Sangat Tinggi
Dapat dilihat dari tabel di atas
bahwa guru TIK telah mencapai
hasil yang sangat tinggi dalam peran
layanan bimbingan TIK bagi guru
dalam proses belajar mengajar. ,
yaitu indikator Kembangkan sumber
belajar, indikator pengembangan
media pembelajaran, indikator
Jumaring
1276 Syntax Transformation: Vol. 3, No. 10 Oktober 2022
proses pembelajaran, indikator
pelaporan hasil belajar, dan lain-lain
merupakan indikator kinerja tinggi
dalam persiapan pembelajaran dan
penilaian pembelajaran.
Persentase perolehan tertinggi
ada pada metrik Pelaporan Hasil
Pembelajaran, sebesar 95%. Faktor
penyebab nilai tertinggi pada
indikator ini adalah pelaporan hasil
belajar, penggunaan teknologi
komputer oleh guru mata pelajaran
UN untuk membantu pengelolaan
hasil belajar atau transkrip. Guru
mata pelajaran akan lebih mudah dan
efisien dalam mengolah nilai dengan
bantuan guru TIK dalam
menggunakan teknologi komputer
untuk menghasilkan transkrip.
Metrik dengan skor terendah
adalah metrik Penilaian
Pembelajaran, sebesar 62%. Dalam
hal penilaian pembelajaran, faktor
pertama yang mempengaruhi metrik
ini adalah tidak semua penilaian atau
soal pilihan ganda mudah untuk
dihitung menggunakan alat teknologi
komputer, tetapi ada penilaian
berupa pertanyaan deskriptif atau
esai. Hal ini tentu saja
mengakibatkan guru mata pelajaran
melakukan penilaian secara manual,
daripada menggunakan teknologi
komputer. Faktor kedua adalah tidak
semua guru mata pelajaran aktif
menggunakan alat bantu teknologi
komputer dalam setiap penilaian
pembelajaran.
Namun melihat rata-rata
pengembalian tersebut, dapat
dipahami bahwa guru TIK memiliki
peran yang sangat baik atau sangat
tinggi dalam membimbing,
memfasilitasi dan mendampingi guru
mata pelajaran UN. Menggabungkan
hasil analisis di atas, sebanyak 18
responden mencapai kategori rata-
rata atau sangat tinggi sebesar 83%
pada 6 indikator dan 15 pertanyaan.
Lihat gambar di bawah untuk
detailnya.
Keterlaksanaan Layanan Bimbingan TIK terhadap Guru dalam Proses
Belajar Mengajar di UPT SMP Negeri 1 Alla Kabupaten Enrekang
Syntax Transformation: Vol. 3, No. 10 Oktober 2022 1277
Gambar 3. Grafik Hasil Penelitian Berdasarkan Persentase Indikator
D. Pembahasan
Dari hasil penelitian yang
dilakukan, layanan bimbingan TIK
yang diterapkan pada guru dalam
proses belajar mengajar di UPT SMP
Negeri 1 Alla mencapai nilai sangat
tinggi pada indikator pengembangan
sumber belajar, pengembangan media
pembelajaran, proses pembelajaran dan
pelaporan pembelajaran. , sekaligus
meraih nilai tinggi pada Indikator
Kesiapan Belajar dan Penilaian
Pembelajaran.
Indikator pertama peran guru TIK
adalah memfasilitasi guru mata
pelajaran UN, dan pemanfaatan internet
untuk mengembangkan sumber belajar
dapat menjadi solusi untuk memperoleh
materi sumber belajar yang lebih
beragam. Sumber belajar yang
dikembangkan guru TIK dengan
menggunakan teknologi komputer
dapat dikatakan sangat tinggi, mencapai
target 88%.
Selanjutnya pada indikator kedua
tentang pengembangan media
pembelajaran, penggunaan power point
sebagai media pembelajaran dengan
pendampingan guru TIK dapat
menunjang efektifitas penyampaian
materi selama proses pembelajaran.
Dalam 87% hasil, peran guru TIK
dalam mengembangkan media
pembelajaran dinilai dengan standar
yang sangat tinggi. Selain
menggunakan Power Point, guru mata
pelajaran UN juga dapat memperoleh
bahan referensi lain yang dapat
Jumaring
1278 Syntax Transformation: Vol. 3, No. 10 Oktober 2022
digunakan sebagai media pembelajaran
melalui internet.
Dalam persiapan penggunaan
media pembelajaran power point untuk
menulis, pelatihan penggunaan
teknologi komputer dan penyiapan
LCD proyektor dalam proses
pembelajaran tidak lepas dari layanan
bimbingan guru TIK. Ini konsisten
dengan mendapatkan hasil persentil
78% atau mendapatkan metrik kesiapan
belajar pada interval tinggi. Selain itu,
membantu guru TIK mempersiapkan
akses internet yang tersedia untuk guru
mata pelajaran ujian nasional juga
penting untuk mendapatkan informasi
terkini tentang proses pengajaran.
Kemudian untuk persentase hasil
untuk metrik proses pembelajaran,
hasilnya 86% atau sangat tinggi. Hal ini
dikarenakan penggunaan teknologi
komputer dengan power point
memudahkan kelancaran proses
pembelajaran, sehingga terkait dengan
penggunaan teknologi komputer yang
diberikan oleh guru TIK dalam proses
pembelajaran untuk meningkatkan
kualitas pembelajaran.
Selain itu, teknologi komputer
juga dapat digunakan untuk melakukan
penilaian tugas dan penilaian ujian
nasional dalam proses pembelajaran.
Persentase yang diperoleh dari metrik
evaluasi pembelajaran adalah 62% atau
interval tinggi. Namun karena tidak
semua penilaian UN menggunakan
perangkat teknologi komputer,
persentase hasil untuk indikator ini
menurun, dan banyak guru yang
percaya bahwa penilaian pembelajaran
tidak hanya dilakukan oleh guru, tetapi
juga oleh pemerintah pusat.
Dalam metrik terakhir, laporan
Hasil Pembelajaran, persentasenya
adalah 95% atau sangat tinggi.
Dibandingkan indikator lainnya, hasil
ini merupakan persentase tertinggi,
karena 18 responden memiliki rata-rata
jawaban yang sangat tinggi mengenai
peran guru TIK dalam membantu guru
mata pelajaran menggunakan teknologi
komputer untuk menghasilkan transkrip
atau laporan akhir.
Dalam hal ini, di antara hasil
pelaksanaan layanan bimbingan TIK
oleh guru mata pelajaran ujian nasional,
tertinggi 95% adalah penggunaan
teknologi komputer untuk membantu
pelaporan hasil belajar, dan terendah
adalah penilaian pembelajaran, yaitu
62%. Tentu dari hasil tersebut, peran
guru TIK sebagai fasilitator sudah
dinyatakan berhasil, namun guru TIK
harus lebih aktif mendampingi guru
disiplin ilmu lain dalam setiap kegiatan
pembelajaran yang menggunakan
media pembelajaran.
Berdasarkan hasil temuan,
penggunaan media pembelajaran yang
difasilitasi oleh guru TIK melalui
pemanfaatan teknologi komputer,
internet atau Power Point lebih efektif
dibandingkan dengan yang difasilitasi
oleh guru TIK pada mata kuliah
sebelumnya. Karena penggunaan media
pembelajaran memiliki banyak
kelebihan, guru berpotensi untuk
membuat materi lebih menarik. Hal ini
didasarkan pada sifat pembelajaran
yang sebenarnya, di mana perlu melihat
sains berbantuan teknologi yang
digerakkan oleh guru TIK untuk
mendapatkan pemahaman yang lebih
jelas tentang bagaimana sains terjadi.
Keterlaksanaan Layanan Bimbingan TIK terhadap Guru dalam Proses
Belajar Mengajar di UPT SMP Negeri 1 Alla Kabupaten Enrekang
Syntax Transformation: Vol. 3, No. 10 Oktober 2022 1279
Hal ini sejalan dengan beberapa
penelitian sebelumnya oleh peneliti
bahwa penggunaan media dalam proses
pembelajaran dapat memberikan
pemahaman yang jelas dan berbagai
informasi yang mendalam. Dengan
mengacu pada penelitian terkait, ada
tiga temuan yang menyarankan bahwa
suatu konsep, baik abstrak maupun
fenomena yang tidak pernah dipahami
sepenuhnya oleh guru, harus difasilitasi
secara tepat dalam hal perkembangan
teknologi dan penggunaan alat bantu
teknologi komputer, atau dapat
digambarkan secara berurutan. dekat
dengan suasana Otentik. Tujuannya
agar guru dapat mengikuti
perkembangan teknologi,
memaksimalkan kemudahan yang
diberikan oleh guru TIK, dan
menghindari kesalahpahaman tentang
konsep pembelajaran menggunakan
media pembelajaran dan teknologi
komputer.
Atas dasar itu, perlu digalakkan
pemanfaatan internet, media
pembelajaran dan teknologi komputer.
Masing-masing temuan tersebut
menunjukkan bahwa dengan
menggunakan internet, menggunakan
media pembelajaran dapat
meningkatkan proses pembelajaran,
sehingga lebih mudah dan mampu
mengingat lebih lama. Selain itu,
berbagai informasi yang tersedia
melalui internet, penyajian visual
menggunakan media pembelajaran
membuat pembelajaran menjadi lebih
mudah dan kegiatan pembelajaran yang
dilakukan menjadi lebih menarik.
Dengan demikian, berdampak pada
peningkatan hasil belajar serta tingkat
pemahaman materi yang tinggi, seperti
yang dikemukakan oleh (Izzudin et al.,
2013); (Cahyadi, 2014).
Keuntungan tambahan dapat
diperoleh karena dampak fasilitasi guru
TIK terhadap guru dalam proses belajar
mengajar. Diantaranya, proses transfer
informasi akan lebih mudah dan luas,
mengurangi permasalahan yang
dihadapi guru dalam menggunakan
teknologi komputer, sehingga guru TIK
dan guru mata pelajaran lainnya,
khususnya mata pelajaran ujian
nasional, dapat memperbarui informasi
dan mengikuti perkembangan
Teknologi yang ada. perkembangan.
Hasilnya, proses penyampaian materi
lebih efisien, waktu singkat, dan tujuan
pembelajaran tercapai tinggi.
Dengan kata lain, hasil penelitian
bahwa guru TIK memfasilitasi guru
mata pelajaran ujian nasional
merupakan penemuan baru yang perlu
dikembangkan dan dimutakhirkan lebih
lanjut. Mengikuti perkembangan
zaman, diharapkan bimbingan guru TIK
ke depan juga merambah ke seluruh
warga sekolah yang membutuhkan
bimbingan guru TIK, tidak hanya guru
mata pelajaran untuk ujian nasional,
sehingga kegiatan pembelajaran dapat
terlaksana dengan lancar.
Pelaksanaan layanan bimbingan
guru TIK bagi guru mata pelajaran
ujian nasional tidak terlepas dari respon
dan pemahaman guru mata pelajaran
akan pentingnya penerapan teknologi
komputer dalam proses pembelajaran.
Guru mata pelajaran juga berperan
penting dalam kegiatan layanan
bimbingan yang difasilitasi oleh guru
TIK, karena layanan bimbingan tidak
Jumaring
1280 Syntax Transformation: Vol. 3, No. 10 Oktober 2022
akan berfungsi maksimal jika guru mata
pelajaran ujian nasional tidak dilibatkan
dalam pelaksanaan layanan bimbingan.
Hal ini juga menyebabkan hasil yang
sangat tinggi dalam tingkat
implementasi layanan bimbingan guru
TIK untuk guru.
Kesimpulan
Skala sangat tinggi dalam penelitian
ini terdapat pada indikator pengembangan
sumber belajar, pengembangan media
pembelajaran, proses pembelajaran, dan
pelaporan hasil pembelajaran. Skor
tertinggi dicapai dalam penggunaan
teknologi komputer untuk menghasilkan
laporan akhir.
Indikator kesiapan belajar dan
penilaian pembelajaran tidak seluruhnya
berhasil, karena hasil terendah diperoleh
untuk penilaian pembelajaran
menggunakan perangkat teknologi
komputer. Peran guru TIK dalam
membantu guru mata pelajaran dalam
UNBK sangat tinggi.
BIBLIOGRAFI
Asmani, J. M. (2016). Tips Efektif
Cooperative Learning: Pembelajaran
Aktif, Kreatif, dan Tidak
Membosankan. Yogyakarta: Diva
Press. Google Scholar
Budi, B. S. (2014). Strategi guru dalam
menghadapi Kurikulum 2013 di SMA
Negeri 2 Surakarta. SOSIALITAS;
Jurnal Ilmiah Pend. Sos Ant, 4(1), 1
15. Google Scholar
Cahyadi, D. (2014). Pengembangan Media
Pembelajaran Berbasis Flash Pada
Mata Pelajaran IPA Terpadu Pokok
Bahasan Wujud Zat Dan
Perubahannya Kelas VII SMPN 5
Satu Atap Bumijawa. Universitas
Negeri Semarang. Google Scholar
Dhani, R. R. (2020). Peran Guru dalam
Pengembangan Kurikulum. Jurnal
Serunai Administrasi Pendidikan,
9(1), 4550.
https://doi.org/10.37755/jsap.v9i1.251
. Google Scholar
Elmasari, Y. (2017). Pengaruh bimbingan
guru teknik informatika terhadap
kesiapan siswa dalam pelaksanaan
ujian nasional berbasis komputer. JIPI
(Jurnal Ilmiah Penelitian Dan
Pembelajaran Informatika), 2(20),
128132.
https://doi.org/10.29100/jipi.v2i2.373.
Google Scholar
Evanita, E. L. (2013). Analisis Kompetensi
Pedagogik dan Kesiapan Guru
Sekolah Menengah Atas dalam
Mendukung Implementasi Kurikulum
2013. In Skripsi. Semarang:
Universitas Negeri Semarang. Google
Scholar
Gusti, S. M., & Ambiyar, A. (2021).
Evaluasi Layanan Bimbingan
Teknologi Informasi dan Komunikasi
(TIK). Jurnal Edutech Undiksha, 9(2),
174180.
https://doi.org/10.23887/jeu.v9i2.3894
9. Google Scholar
Hamalik, O. (2010). Manajemen
Pengembangan Kurikulum, Cet. IV.
Bandung: Remaja Rosdakarya.
Google Scholar
Hanum, L. (2017). Perencanaan
pembelajaran. Syiah Kuala University
Press. Google Scholar
Idrus. (2020). Upaya Meningkatkan
Kompetensi Pedagogik Guru
Pendidikan Agama Kristen dalam
Penyusunan Perencanaan
Pembelajaran melalui Supervisi
Akademik. JARDIKNAS-Jurnal
Keterlaksanaan Layanan Bimbingan TIK terhadap Guru dalam Proses
Belajar Mengajar di UPT SMP Negeri 1 Alla Kabupaten Enrekang
Syntax Transformation: Vol. 3, No. 10 Oktober 2022 1281
Pendidikan Dan Sosial, 1(1), 4757.
Google Scholar
Izzudin, A. M., Masugino, M., &
Suharmanto, A. (2013). Efektivitas
penggunaan media pembelajaran
video interaktif untuk meningkatkan
hasil belajar praktik service engine
dan komponen-komponennya.
Automotive Science and Education
Journal, 2(2). Google Scholar
Jamin, H. (2018). Upaya Meningkatkan
Kompetensi Profesional Guru. At-
Ta’dib: Jurnal Ilmiah Prodi
Pendidikan Agama Islam, 10(1), 19
36. Google Scholar
Kurniasih, I., & Sani, B. (2014).
Implementasi kurikulum 2013: konsep
& penerapan. Surabaya: Kata Pena.
Google Scholar
Kusufa, R. A. B. (2017). Pengaruh
Kompetensi Pedagogik dan Kesiapan
Guru terhadap Implementasi
Kurikulum 2013. JPIG (Jurnal
Pendidikan Dan Ilmu Geografi), 2(2),
186196.
https://doi.org/10.21067/jpig.v2i2.350
6. Google Scholar
Nelda. (2022). Upaya Meningkatkan
Kemampuan Guru Mata Pelajaran
Dalam Memanfaatkan TIK Pada
Proses Belajar Mengajar Melalui
Layanan Bimbingan TIK di SMP
Negeri 2 Raha. Jurnal Pendidikan Ar-
Rashid, 7(1), 116. Google Scholar
Noverdika, Y. (2021). Pengaruh
Penggunaan Multimedia Interaktif
Model Tutorial dalam Pembelajaran
Teknologi Informasi dan Komunikasi
Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas
VIII SMPN 17 Padang. Jurnal
Literasiologi, 5(1), 105122.
https://doi.org/10.47783/literasiologi.v
5i1.181. Google Scholar
Nuraini, N., & Muhtarima, M. F. (2016).
Implementasi Kurikulum 2013 Pada
Mata Pelajaran Pendidikan Agama
Islam di Sd Muhammadiyah Terpadu
Ponorogo. Istawa: Jurnal Pendidikan
Islam, 1(2), 5280.
https://doi.org/10.24269/ijpi.v1i2.167.
Google Scholar
Sabon, S. S. (2012). Potensi TIK dalam
Meningkatkan Daya Tampung LPTK
bagi Guru dalam Jabatan di Sulawesi
Selatan. Jurnal Pendidikan Dan
Kebudayaan, 18(3), 254263.
https://doi.org/10.24832/jpnk.v18i3.86
. Google Scholar
Sudrajat, A. (2013). Teori Pendidikan dan
Kurikulum.
Akhmadsudrajat.Wordoress.Com.
Google Scholar
Sunarno, H. W. (2013). Kesiapan dan
Kendala Dunia Pendidikan dalam
Implementasi Kurikulum 2013.
Prosiding Seminar Nasional MIPA.
Google Scholar
Jumaring
1092 Syntax Transformation: Vol. 3, No. 10 Oktober 2022
Copyright holder :
Jumaring (2022)
First publication right :
Jurnal Syntax Transformation
This article is licensed under: