Keterlaksanaan Layanan Bimbingan TIK terhadap Guru dalam Proses
Belajar Mengajar di UPT SMP Negeri 1 Alla Kabupaten Enrekang
Syntax Transformation: Vol. 3, No. 10 Oktober 2022 1269
Oleh karena itu, perlu adanya pemberian
layanan pembinaan TIK dari guru TIK
kepada guru mata pelajaran lain agar
persiapan pembelajaran melalui
penggunaan media pembelajaran, proses
pembelajaran, penilaian pembelajaran dan
pelaporan hasil belajar dapat berjalan
dengan lancar dan efisien.
Tujuan dari penelitian ini adalah
mengetahui hasil keterlaksanaan layanan
bimbingan TIK terhadap Guru dalam
proses belajar mengajar di UPT SMP
Negeri 1 Alla Kabupaten Enrekang.
Menurut (Nuraini & Muhtarima,
2016) dalam penelitiannya yang berjudul
“Implementasi Kurikulum 2013 pada mata
Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan
Budi Pekerti di Sekolah Menengah Atas
Negeri 2 Wates”. Dalam penelitian ini,
siswa sebagai calon guru pendidikan
agama Islam perlu memahami perubahan
kurikulum baru. Perubahan kurikulum
2013 membutuhkan persiapan dan proses
jangka panjang. Sarana dan tenaga
kependidikan merupakan pendukung
pelaksanaan kurikulum 2013, dimulai dari
sarana dan prasarana. Guru menggunakan
Permendikbud 81A sebagai pedoman
dalam menyusun RPP, dimana selama ini
mereka menggunakan pendekatan
saintifik, yaitu mengamati, bertanya,
mengumpulkan informasi atau percobaan,
menghubungkan dan mengkomunikasikan
materi dalam prosesnya. belajar mengajar.
Selama proses penilaian, guru juga
melakukan penilaian autentik melalui
sikap penilaian, meliputi observasi,
penilaian diri, penilaian sejawat, dan
jurnal. Sekolah dan guru bekerja untuk
meningkatkan kesadaran akan kurikulum
2013 dengan berpartisipasi dalam jaringan
dan pertemuan baik di dalam maupun di
luar Forum, dan dengan meningkatkan
sarana dan prasarana yang ada.
Menurut (Budi, 2014) dalam
penelitiannya yang berjudul “Strategi Guru
dalam Menghadapi Kurikulum 2013 di
SMA Negeri 2 Surakarta”. Permasalahan
yang dihadapi guru dalam
mengimplementasikan kurikulum 2013
adalah kurangnya layanan sosialisasi
kepada guru dan kurangnya buku pelajaran
sebagai sumber belajar yang sesuai dengan
kurikulum 2013.
Oleh karena itu, strategi yang
dilakukan guru dalam menghadapi
kurikulum 2013 adalah meminta guru lain
khususnya dalam kegiatan MGMP untuk
berbagi metode dengan guru mata
pelajaran lain yang dianggap kompeten
untuk memberikan informasi yang
dibutuhkan, mencari buku referensi yang
digunakan sebagai sumber. untuk kegiatan
belajar, dan dengan browsing internet
untuk mencari informasi sebagai bentuk
bisnis, dengan memanfaatkan kemajuan
teknologi untuk menambah pengetahuan.
Strategi guru merupakan bentuk
pembelajaran mandiri untuk mendukung
penerapan kurikulum 2013 SMA Negeri 2
Surakarta.
Menurut (Evanita, 2013) dalam
penelitiannya yang berjudul “Analisis
Kompetensi Pedagogik dan Kesiapan Guru
Sekolah Menengah Atas dalam
Mendukung Implementasi Kurikulum
2013”. Perubahan kurikulum
menimbulkan perbedaan pandangan.
Perbedaan pendapat menunjukkan bahwa
guru memainkan peran penting dalam
perubahan kurikulum. Faktor utama yang
menentukan keberhasilan suatu mata
kuliah adalah kesesuaian kompetensi
pendidik dan tenaga kependidikan dengan