|
Jurnal Syntax Transformation |
Vol. 3 No. 10 Oktober 2022 |
|
p-ISSN :
2722-7782 e-ISSN : 2722-5356 |
Sosial
Sains |
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN PASSING BOLA
BASKET MENGGUNAKAN� KARTU TUGAS PADA
PEMBELAJARAN PENJASORKES BAGI SISWA KELAS VIII UPT SMP NEGERI 1 ALLA KABUPATEN
ENREKANG
Suhardi
Guru Penjasorkes UPT SMP
Negeri 1 Alla
Email: [email protected]
|
INFO ARTIKEL |
ABSTRAK |
|
Diterima 07 Oktober
2022 Direvisi 21 Oktober
2022 Disetujui 28 Oktober
2022 |
Pendidikan
jasmani, olahraga dan kesehatan salah satunya, perlu diciptakan suasana
belajar dan proses pembelajaran, agar peserta didik dapat aktif mengembangkan
potensi dirinya, memiliki kerohanian, religi, pengendalian diri, kepribadian
dan kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang dibutuhkan. oleh dirinya sendiri, masyarakat, negara dan masyarakat
dunia. Pendidikan jasmani memiliki hubungan yang sangat erat dengan
pembelajaran olahraga, pembelajaran olahraga merupakan salah satu bentuk
pembelajaran yang tujuannya untuk meningkatkan kualitas gerak jasmani. Penelitian
ini bertujuan untuk mengembangkan dan menghasilkan produk berupa media
pembelajaran passing bola basket siswa SMP pada pembelajaran pendidikan
jasmani, olahraga dan kesehatan untuk mengatasi kesulitan siswa dalam
memahami teknik dasar passing bola basket. ��Dari hasil penelitian
diperoleh data evaluasi ahli yaitu, ahli Penjas 78,33% (baik), ahli
pembelajaran I 91,66% (sangat baik), ahli pembelajaran II 81,66% (baik), uji
coba kelompok kecil 89% (baik), dan uji coba lapangan 92,32 % (sangat
baik).kemudianPeningkatanrata-rata denyut nadi peserta didik setelah
pembelajaran mengalami kenaikan sebesar 63,76 %dan kenaikan denyut nadi
maksimal sebesar 70 % Dari data yang ada maka dapat disimpulkan bahwa model
pembelajaran passing Bolabasket menggunakan kartu tugas dapat digunakan bagi
peserta didik UPT SMP Negeri 1 Alla�
kabupaten Enrekang. |
|
Kata kunci: Pengembangan, passing
Bolabasket menggunakan kartu tugas, Penjasorkes, Siswa SMP. |
|
|
Keywords: Development, passing
basketball using task cards, Physical Education, Junior High School students. |
ABSTRACT Physical education, sports and health are one of them, it is necessary
to create a learning atmosphere and learning process, so that students can
actively develop their potential, have spirituality, religion, self-control,
personality and intelligence, noble character and skills needed. by himself, society, the state and the world community.
Physical education has a very close relationship with sports learning, sports
learning is one form of learning whose aim is to improve the quality of
physical movement. This study aims to develop and produce products in the
form of media for passing basketball for junior high school students in
learning physical education, sports and health to overcome students'
difficulties in understanding basic basketball passing techniques. From the
results of the study obtained expert evaluation data, namely, Physical
Education experts 78.33% (good), learning experts I 91.66% (very good),
learning experts II 81.66% (good), small group trials 89% (good ), and field
trials 92.32% (very good). Then the increase in the average pulse rate of
students after learning increased by 63.76% and increased maximum pulse rate
by 70%. From the existing data, it can be concluded that the passing learning
model Basketball using an assignment card can be used for students of UPT SMP
Negeri 1 Alla, Enrekang district. |
Pendahuluan
Pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan yaitu
salah satunya untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar
peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki
kekuatan spiritual, keagamaan, pengendalian diri, kepribadian dan kecerdasan,
akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan
dunia (UU RI Nomor 3 Tahun 2005) (Nasional, 2006). Didalam proses pembelajaran pendidikan jasmani
olahraga dan kesehatan, guru diharapkan mengajar berbagai keterampilan gerak dasar, teknik dan strategi permainan serta olahraga, internalisasi
nilai-nilai (sportivitas, jujur, dan kerjasama) serta pembiasaan pola hidup
sehat (Bahagia & Suherman, 2000).
Pendidikan jasmani mempunyai hubungan yang
sangat erat dengan belajar gerak dimana belajar gerak merupakan salah satu
bentuk belajar yang mempunyai tujuan dalam peningkatan kualitas gerak tubuh (Ma�mun & Saputra, 2000). Di dalam pendidikan jasmani, belajar gerak
berperan dalam pengembangan ketrampilan dan gerak tubuh dan penugasan pola
gerak ketrampilan olahraga (Mustafa, 2020).
Paradigma yang berkembang bahwa pembelajaran
pendidikan jasmani yang baik bertujuan untuk mengembangkan sikap positif
terhadap gerak atau aktivitas jasmani, permainan dan olahraga (Mustika et al., 2012). Dalam penelitian ini, model pembelajaran yang
akan digunakan merupakan pengembangan pembelajaran passing Bolabasket
menggunakan kartu tugas (Ahmadi, 2007). Pengembangan pembelajaran dalam penelitian ini
bertujuan untuk meningkatkan kognitif peserta didik dalam pemahaman gerak dasar untuk lebih bergerak aktif, dan urgensinya
dilakukan penelitian ini agar peserta didik mampu mengenal lebih dahulu arti
penting olahraga pada umumnya dan pendidikan jasmani pada khususnya sehingga
tujuan dari pendidikan jasmani dan olahraga dapat tercapai.
Ditengarai bahwa guru Penjasorkes dalam
melaksanakan proses pembelajaran bersifat konvensional yang cenderung monoton,
tidak menarik, dan membosankan, sehingga peserta didik tidak memiliki semangat
dan motivasi dalam mengikuti pembelajaran Penjasorkes (Hidayatullah & Kristiyanto, 2014). Dampak dari itu tidak disadari akan
mempengaruhi terhadap tingkat kesegaran jasmani dan penguasaan keterampilan
gerak peserta didik yang dapat dikembangkan sesuai perkembangan gerak seusianya (Sudirjo & Alif, 2018). Dengan demikian potensi peserta didik akan
tidak berkembang secara optimal pada masanya, dan pada akhirnya kurang optimal
pula dalam mendukung dan memberikan kontribusi bibit-bibit atlet yang
berpotensi dapat dikembangkan pada pembinaan prestasi olahraga.
Model pembelajaran Penjasorkes merupakan salah
satu upaya menyeleseikan permasalahan-permasalahan dilapangan pada saat
kegiatan belajar (Tauhidman & Ramadan, 2018). Dari hasil pengamatan selama ini, model
pembelajaran Penjasorkes yang dilakukan oleh para guru Penjasorkes dapat
membawa suasana yang inovatif, dengan terciptanya pembelajaran yang
menyenangkan dan dapat memotifasi peserta didik untuk lebih berpeluang untuk
mengeksploitasi gerak secara luas dan bebas, sesuai tingkat kemampuan yang
dimiliki.
Padahal kenyataan dilapangan mengatakan bahwa
pembelajaran pendidikan jasmani di Sekolah Menengah Pertama saat ini masih
banyak menemui kendala, baik yang disebabkan oleh faktor eksternal maupun
internal (Gauzente, 2004). Faktor eksternal yang sering menghambat proses
pembelajaran pendidikan jasmani adalah sarana dan prasarana sekolah yang kurang
memadai dan adapun faktor internal yang sering menjadi penyebab kurang
berhasilnya proses pembelajaran adalah kurangnya kreatifitas guru dalam
mengelola proses pembelajaran (R. H. Putra & Wibowo, 2022). Guru kurang mampu menciptakan kreatifitas
pembelajaran yang menarik dan menyenangkan untuk dapat menjadikan peserta
didiknya memahami tentang teknik dasar di masing-masing cabang olahraga.
UPT SMP Negeri 1 Alla� adalah salah satu dari 3 SMP Negeri di
kecamatan Alla. Letak SMP Negeri 1 Alla berada di sebelah utara ibu kota
Kecamatan Alla, tepatnya� di jalan
Pendidikan Sudu. Sebagian besar peserta didiknya berasal dari kecamatan Alla
(75%) dan kecamatan lain di sekitar kecamatan Alla (25%). Kondisi sosial
ekonomi masyarakat (orang tua peserta didik) sebagian besar dari kalangan
masyarakat menengah ke bawah, antara lain buruh tani, pedagang, karyawan swasta
dan sebagian kecil PNS. Kepedulian masyarakat terhadap sekolah cukup baik,
namun kontribusi terhadap pengembangan pendidikan atau sekolah belum seperti
yang diharapkan.
Peneliti telah melakukan survei awal Pada
tanggal 13 Oktober 2019� untuk mengetahui
sarana dan prasarana olahraga Bolabasket dan mengamati proses belajar mengajar
pendidikan jasmani khususnya proses pembelajaran Bolabasket serta mengetahui
efektifitas pengajaran Bolabasket yang diberikan kepada siswa UPT SMP Negeri 1 Alla.
Sesuai dengan kompetensi dasar pada materi permainan
bola besar khususnya Bolabasket bagi kelas VIII, disebutkan bahwa siswa dapat
mempraktikkan kombinasi teknik dasar salah satu permainan dan olahraga beregu
bola besar lanjutan dengan baik serta nilai kerjasama dan toleransi (T. R. Putra, 2014). Kenyataan yang ada dalam proses pembelajaran
permainan bola besar, khususnya pembelajaran Bolabasket di UPT SMP Negeri 1
Alla masih kurang dari yang diharapkan.
Peneliti mengamati dalam proses pembelajaran
Bolabasket siswa kelas VII I pada tanggal 3 dan 4 Januari 2020 di Sekolah
Menengah Pertama (SMP) yang berlokasi di daerah peneliti yaitu UPT SMP Negeri 1
Alla, dari hasil pengamatan diperoleh hasil yang masih jauh dari harapan dan
belum sesuai dengan tahapan pembelajaran pada umumnya.
Tujuan dari penelitian ini
adalah untuk menghasilkan media pengembangan kartu tugas untuk pembelajaran
passing Bolabasket yang sesuai dengan karakteristik peserta didik UPT SMP
Negeri 1 Alla Kabupaten Enrekang dalam pembelajaran pendidikan jasmani. Pengembangan media pembelajaran
passing Bolabasket menggunakan kartu tugas bagi siswa SMP ini sangat penting
dilakukan, mengingat pembelajaran Bolabasket yang dilakukan oleh guru
pendidikan jasmani selama ini masih jauh dari yang diharapkan.
Pembelajaran Bolabasket masih bersifat tradisional karena masih menggunakan
peraturan Bolabasket yang baku. Padahal tidak semua
peserta didik mampu menerapkan peraturan baku dalam
permainan Bolabasket.
Metode Penelitian
Pengembangan penelitian merupakan jenis penelitian yang
sering digunakan terutama dalam hal mengembangkan model pembelajaran (Sugiyono, 2019). Penelitian
pengembangan ini digunakan dalam permainan Bolabasket disesuaikan dengan
kondisi lapangan sesungguhnya seperti keadaan sarana dan prasarana, dan kondisi
peserta didik ditempat penelitian. Yang bertujuan
menghasilkan produk berupa pembelajaran passing Bolabasket menggunakan kartu
tugas yang sesuai dengan tingkat pertumbuhan dengan perkembangan peserta didik
Sekolah Menengah Pertama (SMP) kelas VIII.
Penelitian pengembangan ini menggunakan model pengembangan
prosedural, karena model ini bersifat deskriptif, yaitu suatu prosedur yang
menggambarkan langkah-langkah yang harus diikuti dalam menghasilkan produk (Arikunto, 2013). Menurut (Wasis, 2004) dalam setiap pengembangan dapat
memilih dan menemukan langkah yang paling tepat bagi penelitiannya berdasarkan
kondisi dan kendala yang dihadapi. Penelitian dan
pengembangan berupaya untuk menghasilkan suatu komponen dalam sistem pendidikan
melalui langkah-langkah pengembangan dan validasi.
Subjek uji coba adalah sasaran pemakai produk, yaitu peserta
didik SMP kelas VIII 2, VIII 3, dan VIII 4� UPT�
SMP Negeri 1 Alla kabupaten Enrekang. Uji coba kelompok kecil dilakukan
di kelas VIII 2� menggunakan 34 subyek
penelitian dan uji coba lapangan dilakukan di kelas VIII 3 dan VIII 4,� menggunakan 64 subyek penelitian.
Data yang digunakan dalam penelitian
ini adalah data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari hasil
wawancara dan kuisioner yang berupa kritik dan saran dari ahli penjas dan nara sumber secara lisan maupun tulisan sebagai masukan
untuk bahan revisi produk. Sedangkan data kuantitatif
diperoleh dari pengambilan denyut nadi sebelum dan sesudah pembelajaran.
Instrument yang digunakan untuk
mengumpulkan data adalah berbentuk kuesioner, wawancara, observasi,
dokumentasi, dan denyut nadi peserta didik. Kuisioner
digunakan untuk mendapatkan informasi dari para dosen (ahli penjas) dan guru
Penjasorkes (ahli pembelajaran) untuk memberikan masukan dan saran tentang
produk yang dihasilkan untuk mengetahui kualitas produk. Kuesioner yang digunakan oleh peserta didik berupa sejumlah
pertanyaan yang harus dijawab oleh peserta didik dengan alternatif jawaban
untuk mengetahui keterterimaan produk. Wawancara
digunakan untuk mencari dan mengumpulkan informasi secara sistematis dan
terarah dari para ahli dan narasumber. Observasi digunakan untuk
mengetahui keadaan sarana dan prasarana serta pelaksanaan proses pembelajaran
Bolabasket di sekolah. Dokumentasi digunakan untuk mengetahui
latar belakang pendidikan dan keterampilan peserta didik dan sebagai bukti
nyata mengenai suatu kegiatan. Denyut nadi digunakan
sebagai indikasi tingkat keaktifan peserta didik selama pembelajaran passing
Bolabasket menggunakan kartu tugas.
Hasil dan Pembahasan
A. Hasil Pengembangan
1.
Analisis
Data Hasil Penilaian Ahli
Teknik analisis yang digunakan adalah
prosentase untuk menganalisis dan penilaian ahli dalam menilai tingkat kualitas
produk terhadap produk pembelajaran (Creswell, 2012). Rumus yang digunakan dalam
menentukan kualitas penilaian adalah indeks persentase yaitu:
Keterangan :
f �� :
Persentase
F � :
Nilai yang diperoleh
N :
Jumlah seluruh nilai (Sukirman, 2003: 879
Hasil persentase yang diperoleh
kemudian diklasifikasikan untuk memperoleh kesimpulan data. Pada tabel 1 akan
disajikan klasifikasi persentase.
Tabel 1. Klasifikasi Persentase
|
Persentase |
Klasifikasi |
Makna |
|
0 � 20% 20,1 � 40% 40,1 � 70% 70,1 � 90% 90,1 � 100% |
Tidak baik Kurang baik Cukup baik Baik Sangat baik |
Dibuang Diperbaiki Digunakan (bersyarat) Digunakan Digunakan |
(Sumber Guilford dalam
Martin Sudarmono, 2010:56)
Hasil penelitian terhadap Ahli Penjas
dan ahli Pembelajaran terkait dengan kualitas produk media pembelajaran passing
Bolabasket menggunakan kartu tugas untuk pembelajaran Penjasorkes SMP,
diperoleh deskripsi dari aspek (1) Kesesuaian dengan Standar Kompetensi dan
Kompetensi Dasar, (2) kesesuaian produk dengan karakteristik peserta didik, (3)
keaktifan peserta didik, dan (4) Kelayakan produk media pembelajaran passing
Bolabasket menggunakan kartu tugas. Hasil pengisian penilaian ahli dapat
disajikan dalam tabel sebagai berikut:
Tabel 2. Hasil Penilaian Ahli tentang Kesesuaian Produk dengan Standar
Kompetensi, dan Kompetensi Dasar
|
No |
Perihal |
Kualita s Jawaban |
|
1 |
Kesesuaian dengan
kompetensi dasar materi
permainan Bolabasket |
92 % |
|
2 |
Mendorong perkembangan aspek kognitif peserta didik |
100 % |
|
3 |
Mendorong perkembangan aspek afektif peserta didik |
67 % |
|
4 |
Mendorong perkembangan aspek psikomotor peserta didik |
92 % |
Tabel analisis data pada lampiran
hasil pengisian penilaian ahli tentang kesesuaian produk dengan standar
kompetensi, dan kompetensi dasar, dapat disimpulkan sebagai berikut:
a.
Aspek
kesesuaian produk dengan kompetensi dasar materi permainan Bolabaket didapat
prosentase sebesar 92 %. Maka permainan Bolabaket telah memenuhi kriteria
sangat baik sehingga produk media pembelajaran ini dapat digunakan.
b.
Aspek
mendorong perkembangan aspek kognitif peserta didik didapat prosentase sebesar
100 %. Maka aspek kognitif peserta didik telah memenuhi kriteria sangat baik
sehingga produk media pembelajaran ini dapat digunakan.
c.
Aspek
Mendorong perkembangan aspek afektif peserta didik didapat prosentase sebesar
67 %. Maka aspek afektif peserta didik telah memenuhi kriteria cukup baik
sehingga produk media pembelajaran ini dapat digunakan (bersyarat).
d.
Aspek
mendorong perkembangan aspek psikomotor peserta didik didapat prosentase
sebesar 92 %. Maka aspek kognitif peserta didik telah memenuhi kriteria sangat
baik sehingga produk media pembelajaran ini dapat digunakan.
Tabel 3. Hasil Penilaian Ahli tentang Kesesuaian Produk dengan Karakteristik
Peserta Didik
|
No |
Perihal |
Kualita s Jawaban |
|
1 |
Kesesuaian produk
dengan karakteristik peserta didik |
92% |
|
2 |
Ketepatan memilih media pembelajaran bagi peserta didik |
83% |
|
3 |
Dapat dilakukan peserta didik terampil maupun tidak
terampil |
67% |
|
4 |
Dapat dilakukan peserta didik putra maupun
putri |
92% |
Tabel analisis data pada lampiran
hasil pengisian penilaian ahli tentang kesesuaian produk dengan karakteristik
peserta didik, dapat disimpulkan sebagai berikut:
a.
Aspek
kesesuaian produk dengan kesesuaian bentuk media pembelajaran dengan
karakteristik peserta didik didapat prosentase sebesar 92 %. Maka
�kesesuaian bentuk model
pembelajaran dengan karakteristik peserta didik telah memenuhi kriteria sangat
baik sehingga produk media pembelajaran ini dapat digunakan.
b.
Aspek
ketepatan memilih media pembelajaran bagi peserta didik didapat prosentase
sebesar 83 %. Maka aspek ketepatan memilih model pembelajaran telah memenuhi
kriteria baik sehingga produk media pembelajaran ini dapat digunakan.
c.
Aspek
produk media pembelajaran passing Bolabasket menggunakan kartu tugas dapat
digunakan peserta didik terampil maupun tidak terampil didapat prosentase
sebesar 67 %. Bolabasket menggunakan kartu tugas dapat dilakukan peserta didik
terampil maupun tidak terampil telah memenuhi kriteria cukup baik sehingga
produk media pembelajaran ini dapat digunakan (bersyarat).
d.
Aspek
produk media pembelajaran passing Bolabasket menggunakan kartu tugas dapat
dilakukan peserta didik putra maupun putri didapat prosentase sebesar 92 %. Maka
bolabasket menggunakan kartu tugas dapat dilakukan peserta didik putra maupun
putri telah memenuhi kriteria sangat baik sehingga produk media pembelajaran
ini dapat digunakan.
Tabel 4. Hasil Penilaian Ahli tentang Kesesuaian Produk dengan Keaktifan Peserta
Didik
|
No |
Perihal |
Kualitas
Jawaban |
|
1 |
Mendorong Peserta Didik Aktif Bergerak |
83 % |
|
2 |
Meningkatkan Denyut
Nadi Peserta Didik |
92 % |
|
3 |
Meningkatkan Minat
Dan Motivasi Peserta Didik Berpartisipasi Dalam Pembelajaran Permainan Bolabasket |
83 % |
Tabel analisis data pada lampiran
hasil pengisian penilaian ahli tentang kesesuaian produk dengan keaktifan
peserta didik, dapat disimpulkan sebagai berikut:
a.
Aspek
produk media pembelajaran passing Bolabasket menggunakan kartu tugas mendorong
peserta didik aktif bergerak didapat prosentase sebesar 83%. Maka bolabasket menggunakan
kartu tugas mendorong peserta didik aktif bergerak telah memenuhi kriteria baik
sehingga produk media pembelajaran ini dapat digunakan.
b.
Aspek
produk media pembelajaran passing Bolabasket menggunakan kartu tugas dapat
meningkatkan denyut nadi peserta didik didapat prosentase sebesar 92%. Maka bolabasket
menggunakan kartu tugas dapat meningkatkan denyut nadi peserta didik telah
memenuhi kriteria sangat baik sehingga produk media pembelajaran ini dapat
digunakan.
c.
Aspek
produk media pembelajaran passing Bolabasket menggunakan kartu tugas
meningkatkan minat dan motivasi peserta didik berpartisipasi dalam pembelajaran
permainan Bolabasket didapat prosentase sebesar 83 %. Maka bolabasket
menggunakan kartu tugas meningkatkan minat dan motivasi peserta didik
berpartisipasi dalam pembelajaran permainan bolabasket telah memenuhi kriteria
baik sehingga produk media pembelajaran ini dapat digunakan.
Tabel 5. Hasil Penilaian Ahli tentang Kelayakan
Produk dengan Petunjuk pelaksanaan
|
No |
Perihal |
Kualitas
Jawaban |
|
1 |
Kejelasan petunjuk pembelajaran teknik
dasar Bolabasket menggunakan kartu tugas |
75 % |
|
2 |
Kesesuaian fasilitas dan alat
yang digunakan |
83 % |
|
3 |
Tugas gerak mudah untuk dipahami peserta didik |
75 % |
|
4 |
Aman untuk diterapkan dalam
pembelajaran permainan Bolabasket |
83 % |
Tabel analisis data pada lampiran
hasil pengisian penilaian ahli tentang kesesuaian produk dengan karakteristik
peserta didik, dapat disimpulkan sebagai berikut:
a.
Aspek
kejelasan petunjuk pembelajaran passing Bolabasket menggunakan kartu tugas
didapat prosentase sebesar 75%. Maka pembelajaran passing Bolabasket
menggunakan kartu tugas telah memenuhi kriteria baik sehingga produk media ini
dapat digunakan.
b.
Aspek
kesesuaian alat dan fasilitas yang digunakan didapat prosentase sebesar 83%. Maka
aspek kesesuaian alat dan fasilitas yang digunakan telah memenuhi kriteria baik
sehingga produk media pembelajaran ini dapat digunakan.
c.
Aspek
tugas gerak mudah untuk dipahami peserta didik didapat prosentase sebesar 75%. Maka
aspek tugas gerak mudah untuk dipahami peserta didik telah memenuhi kriteria
baik sehingga produk media pembelajaran ini dapat digunakan.
d.
Aspek
Aman untuk diterapkan dalam pembelajaran permainan Bolabasket didapat
prosentase sebesar 83 %. Maka aspek aman untuk diterapkan dalam pembelajaran
permainan Bolabasket telah memenuhi kriteria baik sehingga produk media� pembelajaran
ini dapat digunakan.
2.
Analisis
Data Hasil Kuesioner Guru Penjasorkes
Hasil penelitian terhadap guru
Penjasorkes terkait dengan keterterimaan produk media pembelajaran passing
Bolabasket menggunakan kartu tugas untuk pembelajaran Penjasorkes SMP,
diperoleh deskripsi dari aspek (1) kesesuaian produk dengan Standar Kompetensi,
Kompetensi dasar, dan karakteristik peserta didik, (2) pengaruh produk terhadap
peningkatan ranah kognitif, (3) pengaruh produk terhadap peningkatan ranah
afektif, (4) pengaruh produk terhadap peningkatan ranah psikomotor, (5)
pengaruh produk terhadap peningkatan keaktifan peserta didik, dan (6) kelayakan
produk media pembelajaran passing Bolabasket menggunakan kartu tugas.
Hasil pengisian kuesioner guru
Penjasorkes dapat disajikan dalam tabel sebagai berikut:
Tabel 6. Hasil Kuesioner Guru tentang Kesesuaian Produk
dengan Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, dan Karakteristik Peserta Didik
|
No |
Perihal |
Jawaban |
|
|
Ya (%) |
Tidak (%) |
||
|
1 |
Kesesuaian produk
dengan kompetensi dasar permainan Bolabasket |
100 % |
0 % |
|
2 |
Kesesuaian produk
dengan materi permainan Bolabasket |
100 % |
0 % |
|
3 |
Produk mencakup tiga ranah pembelajaran permainan Bolabasket |
100 % |
0 % |
|
4 |
Kesesuaian produk
dengan tingkat pertumbuhan
dan perkembangan peserta didik |
50 % |
50 % |
Tabel analisis data pada lampiran
hasil pengisian kuesioner guru tentang kesesuaian produk dengan standar
kompetensi, kompetensi dasar, dan karakteristik peserta didik, dapat
disimpulkan sebagai berikut:
a.
Aspek
kesesuaian produk dengan kompetensi dasar permainan Bolabasket didapat prosentase
sebesar 100 %. Maka aspek kesesuaian produk dengan kompetensi dasar permainan
Bolabasket telah memenuhi kriteria sangat baik sehingga produk media
pembelajaran ini dapat digunakan.
b.
Aspek
kesesuaian produk dengan materi permainan Bolabasket didapat prosentase sebesar
100 %. Maka aspek kesesuaian produk dengan materi permainan Bolabasket telah
memenuhi kriteria sangat baik sehingga produk media pembelajaran ini dapat
digunakan.
c.
Aspek
Produk mencakup tiga ranah pembelajaran permainan Bolabasket didapat prosentase
sebesar 100 %. Maka bolabasket telah memenuhi kriteria sangat baik sehingga
produk media pembelajaran ini dapat digunakan.
d.
Aspek
kesesuaian produk dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangan peserta didik
didapat prosentase sebesar 50 %. Maka aspek kesesuaian produk dengan tingkat
pertumbuhan dan perkembangan peserta didik telah memenuhi kriteria cukup baik
sehingga produk media pembelajaran ini dapat digunakan (bersyarat).
Tabel 8. Hasil Kuesioner Guru tentang Pengaruh Produk
terhadap Peningkatan Ranah Kognitif Peserta Didik
|
No |
Perihal |
Jawaban |
|
|
Ya (%) |
Tidak (%) |
||
|
1 |
Produk mampu memberikan pengetahuan teknik dasar chest
pass kepada peserta didik |
100 % |
0 % |
|
2 |
Produk mampu memberikan pengetahuan teknik dasar bounce pass
kepada peserta didik |
100 % |
0 % |
|
3 |
Produk mampu memberikan pengetahuan teknik dasar over
head pass kepada peserta didik |
100 % |
0 % |
Tabel analisis data pada lampiran
hasil pengisian kuesioner guru tentang pengaruh produk terhadap peningkatan
ranah kognitif peserta didik, dapat disimpulkan sebagai berikut:
a.
Aspek
produk mampu memberikan pengetahuan teknik dasar chest pass kepada peserta
didik didapat prosentase sebesar 100 %. Maka aspek produk mampu memberikan
pengetahuan teknik dasar chest pass kepada peserta didik telah memenuhi
kriteria sangat baik sehingga produk media pembelajaran ini dapat digunakan.
b.
Aspek
produk mampu memberikan pengetahuan teknik dasar bounce pass
kepada peserta didik didapat prosentase sebesar 100 %. Maka aspek produk mampu
memberikan pengetahuan teknik dasar bounce pass kepada
peserta didik telah memenuhi kriteria sangat baik sehingga produk media
pembelajaran ini dapat digunakan.
c.
Aspek
produk mampu memberikan pengetahuan teknik dasar over head pass kepada peserta
didik didapat prosentase sebesar 100 %. Maka aspek produk mampu memberikan
pengetahuan teknik dasar over head pass kepada peserta didik telah memenuhi
kriteria sangat baik sehingga produk media pembelajaran ini dapat digunakan.
Tabel 9. Hasil Kuesioner Guru tentang Pengaruh Produk
terhadap Peningkatan Ranah Afektif Peserta Didik
|
No |
Perihal |
Jawaban |
|
|
Ya (%) |
Tidak (%) |
||
|
1 |
Produk mampu
melatih peserta didik
untuk bekerjasama dengan teman. |
100 % |
0 % |
|
2 |
Produk mampu melatih peserta didik
menghargai teman. |
50 % |
50 % |
|
3 |
Produk mampu melatih peserta didik untuk
berbagi tempat dan peralatan dengan
teman |
50 % |
50 % |
Tabel analisis data pada lampiran
hasil pengisian kuesioner guru tentang pengaruh produk terhadap peningkatan
ranah afektif peserta didik, dapat disimpulkan sebagai berikut
:
a.
Aspek
produk mampu melatih peserta didik untuk bekerjasama dengan teman didapat prosentase
sebesar 100 %. Maka aspek Produk mampu melatih peserta didik untuk bekerjasama
dengan teman telah memenuhi kriteria sangat baik sehingga produk media
pembelajaran ini dapat digunakan.
b.
Aspek
produk mampu melatih peserta didik untuk menghargai teman didapat prosentase
sebesar 50 %. Maka aspek produk mampu melatih peserta didik menghargai teman
telah memenuhi kriteria cukup baik sehingga produk media pembelajaran ini dapat
digunakan (bersyarat).
c.
Aspek
produk mampu melatih peserta didik berbagi tempat dan peralatan dengan teman
didapat prosentase sebesar 50 %. Maka aspek produk mampu melatih peserta didik
untuk berbagi tempat dan peralatan dengan teman telah memenuhi kriteria cukup
baik sehingga produk media pembelajaran ini dapat digunakan (bersyarat).
Tabel 10. Hasil Kuesioner Guru tentang Pengaruh Produk
terhadap Peningkatan Ranah Psikomotor Peserta Didik
|
No |
Perihal |
Jawaban |
|
|
Ya (%) |
Tidak (%) |
||
|
1 |
Produk mampu memberikan pengalaman gerak teknik dasar chest pass kepada peserta didik |
100 % |
0 % |
|
2 |
Produk mampu memberikan pengalaman gerak teknik dasar bounce
pass kepada peserta
didik |
100 % |
0 % |
|
3 |
Produk mampu memberikan pengalaman gerak teknik dasar over head pass kepada
peserta didik |
100 % |
0 % |
Tabel analisis data pada lampiran
hasil pengisian kuesioner guru tentang pengaruh produk terhadap peningkatan
ranah Psikomotorik peserta didik, dapat disimpulkan sebagai berikut:
a.
Aspek
produk mampu memberikan pengalaman gerak teknik dasar chest pass kepada peserta
didik didapat prosentase sebesar 100 %. Maka aspek produk mampu memberikan
pengalaman gerak teknik dasar chest pass kepada peserta didik telah memenuhi
kriteria sangat baik sehingga produk media pembelajaran ini dapat digunakan.
b.
Aspek
produk mampu memberikan pengalaman gerak teknik dasar bounce
pass kepada peserta didik didapat prosentase sebesar 100 %. Maka aspek
Produk mampu memberikan pengalaman gerak teknik dasar bounce kepada peserta
didik telah memenuhi kriteria sangat baik sehingga produk media pembelajaran
ini dapat digunakan.
c.
Aspek
produk mampu memberikan pengalaman gerak teknik dasar over head pass kepada
peserta didik didapat prosentase sebesar 100 %. Maka aspek produk mampu
memberikan pengalaman gerak teknik dasar over head pass kepada peserta didik
telah memenuhi kriteria sangat baik sehingga produk media pembelajaran ini
dapat digunakan.
Tabel 11. Hasil Kuesioner Guru tentang Pengaruh Produk
terhadap Peningkatan Keaktifan Peserta Didik
|
No |
Perihal |
Jawaban |
|
|
Ya (%) |
Tidak (%) |
||
|
1 |
Tanggapan terhadap tingkat kesulitan produk media pembelajaran untuk dilakukan oleh peserta didik |
100 % |
0 % |
|
2 |
Tanggapan terhadap tingkat kesulitan
produk dengan adanya penggunaan kartu tugas dan kartu pengamat yang digunakan |
100 % |
0 % |
|
3 |
Tanggapan pengaruh produk terhadap
peningkatan motivasi peserta didik |
100 % |
0 % |
Tabel analisis data pada lampiran
hasil pengisian kuesioner guru tentang pengaruh produk terhadap peningkatan
keaktifan peserta didik, dapat disimpulkan sebagai berikut:
a.
Aspek
tanggapan terhadap tingkat kesulitan produk model pembelajaran untuk dilakukan
oleh peserta didik didapat prosentase sebesar 100 %. Maka aspek tanggapan
terhadap tingkat kesulitan produk media pembelajaran untuk dilakukan oleh
peserta didik telah memenuhi kriteria sangat baik sehingga produk media
pembelajaran ini dapat digunakan.
b.
Aspek
Tanggapan terhadap tingkat kesulitan produk dengan adanya penggunaan kartu
tugas dan kartu pengamat yang digunakan untuk pembelajaran Bolabasket dalam
produk tersebut didapat prosentase sebesar 100 %. Maka pembelajaran Bolabasket
telah memenuhi kriteria sangat baik sehingga produk media pembelajaran ini
dapat digunakan.
c.
Aspek
tanggapan pengaruh produk terhadap peningkatan motivasi peserta didik didapat
prosentase sebesar 100 %. Maka motivasi peserta didik telah memenuhi kriteria
sangat baik sehingga produk media pembelajaran ini dapat digunakan.
Tabel 12. Hasil Kuesioner Guru tentang Kelayakan Produk
Pembelajaran
|
No |
Perihal |
Jawaban |
|
|
Ya (%) |
Tidak (%) |
||
|
1 |
Tanggapan terhadap dapat
atau tidaknya produk dilakukan di semua kondisi sekolah |
100 % |
0 % |
|
2 |
Tanggapan terhadap mudah atau tidaknya langkah-langkah dalam media pembelajaran untuk dipahami peserta didik |
100 % |
0 % |
|
3 |
Tanggapan terhadap sesuai
atau tidaknya langkah langkah tugas gerak yang
digunakan dengan karakteristik permainan Bolabasket |
100 % |
0 % |
|
4 |
Tanggapan terhadap sesuai
atau tidaknya penggunaan kartu
tugas dengan materi Bolabasket |
100 % |
0 % |
Tabel analisis data pada lampiran
hasil pengisian kuesioner guru tentang pengaruh produk terhadap kelayakan
produk kartu tugas, dapat disimpulkan sebagai berikut:
a.
Aspek
tanggapan terhadap dapat atau tidaknya produk untuk dilakukan di semua kondisi
sekolah didapat prosentase sebesar 100 %. Maka aspek tanggapan terhadap dapat
atau tidaknya produk dilakukan di semua kondisi sekolah telah memenuhi kriteria
sangat baik sehingga produk media pembelajaran ini dapat digunakan.
b.
Aspek
tanggapan terhadap mudah atau tidaknya langkah-langkah dalam media pembelajaran
untuk dipahami peserta didik didapat prosentase sebesar 100 %. Maka aspek
tanggapan terhadap mudah atau tidaknya langkah-langkah dalam media pembelajaran
untuk dipahami oleh peserta didik telah memenuhi kriteria sangat baik sehingga
produk media pembelajaran ini dapat digunakan.
c.
Aspek
tanggapan terhadap sesuai atau tidaknya langak-langkah tugas gerak yang
digunakan dengan karakteristik permainan Bolabasket didapat prosentase sebesar
100 %. Maka bolabasket telah memenuhi kriteria sangat baik sehingga produk
media pembelajaran ini dapat digunakan.
d.
Aspek
tanggapan terhadap sesuai atau tidaknya penggunaan kartu tugas dengan materi
Bolabasket didapat prosentase sebesar 100 %. Maka Bolabasket telah memenuhi
kriteria sangat baik sehingga produk media pembelajaran ini dapat digunakan.
Analisis data penilaian ahli dan
penilaian guru Penjasorkes terhadap kualitas produk, dapat disimpulkan secara
umum bahwa produk media pembelajaran passing Bolabasket menggunakan kartu tugas
dapat digunakan untuk pembelajaran Bolabasket.
3.
Analisis
Data Aspek, Kognitif, Afektif, dan Psikomotor
Hasil penelitian terhadap aspek
psikomotorik, afektif, dan kognitif terhadap peserta didik dikategorikan
menjadi 3 (tiga) bagian yaitu baik, sedang, dan kurang. Untuk mengkategorikan data tersebut
menggunakan acuan norma sebagai berikut:
Tabel 13. Penentuan Kategori dan Rentangan Skor
|
Kategori |
Rentang Skor |
|
Rendah |
Mean � SD ≤
Skor total |
|
Sedang |
Mean � SD <
Skor total ≤
Mean + SD |
|
Tinggi |
Skor total > Mean + SD |
Sumber: Azwar (2003: 108)
Data aspek psikomotorik, afektif, dan
kognitif peserta didik setelah ditabulasi, diskor dan dianalisis diperoleh
hasil sebagai berikut:
Tabel 14. Data Skor Maksimal, Minimal, Mean Skor, dan Standar Deviasi
|
No |
Aspek |
Jumlah |
Skor |
Skor |
Mean |
Standar |
|
|
|
Siswa |
Minimal |
Maksimal |
Skor |
Deviasi |
|
1 |
Kognitif |
64 |
8 |
11 |
10,328 |
0,461 |
|
2 |
Afektif |
64 |
4 |
10 |
9.296 |
0,572 |
|
3 |
Psikomotor |
64 |
5 |
9 |
8,094 |
1,060 |
(Sumber: Hasil Penelitian
2013)
Hasil penghitungan pada tabel di
atas, maka didapatkan rentangan skor untuk penentuan kategori pada
masing-masing aspek, baik aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Adapun rentangan skor untuk
penentuan kategori pada masing- masing aspek dapat dilihat pada tabel di bawah
ini:
Tabel 15. Rentangan Skor, Kategori dan frekuensi Pada Setiap Aspek
|
Aspek |
Rentang Skor |
Kategori |
Frekuensi |
|
|
Absolut (f) |
Persentase (%) |
|||
|
Kognitif |
9,86 ≤ Skor total |
Rendah |
12 |
18,75 % |
|
9,86 < Skor
total ≤ 10,79 |
Sedang |
17 |
26,56 % |
|
|
Skor total
> 11,27 |
Tinggi |
35 |
54,69 % |
|
|
Jumlah |
64 |
100 % |
||
|
Afektif |
8,72 ≤ Skor total |
Rendah |
11 |
17,19 % |
|
8,72 < Skor
total ≤ 9,87 |
Sedang |
10 |
15,62 % |
|
|
Skor total
> 11,08 |
Tinggi |
43 |
67,19 % |
|
|
Jumlah |
64 |
100 % |
||
|
Psikomotor |
7,43 ≤ Skor total |
Rendah |
17 |
26,56 % |
|
7,43 < Skor
total ≤ 8,76 |
Sedang |
15 |
23,44 % |
|
|
Skor total
> 8,76 |
Tinggi |
32 |
50 % |
|
|
Jumlah |
64 |
100 % |
||
(Sumber
: Hasil Penelitian 2013)
Gambar 1. Frekuensi Kognitif Semua Peserta Didik (Sumber :
Hasil Penelitian 2013)
Gambar 2. Frekuensi Psikomotor Semua Peserta Didik (Sumber :
Hasil Penelitian 2013)
Hasil distribusi frekuensi pada
ketiga aspek dapat disimpulkan bahwa:
a.
Aspek
kognitif dari 64 peserta didik, yang termasuk kategori tinggi berjumlah 35
peserta didik yaitu sebesar 54,69 %, kategori sedang berjumlah 17 peserta didik
yaitu sebesar 26,56 %, dan kategori rendah berjumlah 12 peserta didik yaitu
sebesar 18,75 %.
b.
Aspek
afektif dari 64 peserta didik, yang termasuk kategori tinggi berjumlah 43
peserta didik yaitu sebesar 67,19 %, kategori sedang berjumlah 10 peserta didik
yaitu sebesar 15,62 %, dan kategori rendah berjumlah 11 peserta didik yaitu
sebesar 17,19 %.
c.
Aspek
psikomotor dari 64 peserta didik, yang termasuk kategori tinggi berjumlah 32
peserta didik yaitu 50 %, kategori sedang berjumlah 15 peserta didik yaitu
sebesar 23,44 %, dan kategori rendah berjumlah 17 peserta didik atau sebesar
26,56 %.
4.
Analisis
Data Kualitas Gerak
Pengamatan kualitas gerak dilakukan
oleh peserta didik kelas VIII yang sebelumnya telah diberikan pengarahan oleh
peneliti sehingga dianggap dapat melakukan penilaian terhadap kualitas gerak
antar peserta didik dalam pembelajaran passing Bolabasket menggunakan kartu
tugas.
Materi pengamatan pembelajaran
passing Bolabasket menggunakan kartu tugas meliputi materi (1) teknik dasar
chest pass, (2) teknik dasar bounce pass, (3) teknik dasar over head pass.
Hasil pengamatan kualitas gerak dapat disajikan dalam tabel sebagai berikut:
Tabel 16. Hasil Pengamatan Kualitas Gerak Teknik Dasar Bola Basket
|
No |
Materi |
Jumlah Gerak |
Kualitas Gerak
(%) |
|
|
Efektif |
Tidak Efektif |
|||
|
1 |
Teknik Dasar Chest Pass |
768 |
674 (87,77 %) |
94 (12,23 %) |
|
2 |
Teknik Dasar
Bounce Pass |
768 |
666 (86,72%) |
102 (13,28 %) |
|
3 |
Teknik Dasar Over Head Pass |
768 |
661 (86,09 %) |
107 (13,91 %) |
|
|
Rerata |
86, 86 % |
13,14 % |
|
(Sumber: Hasil penelitian
2013)
5.
Analisis
Data Penghitungan Denyut Nadi
Hasil penghitungan denyut nadi dari
64 peserta didik sebelum mengikuti pembelajaran dan sesudah mengikuti
pembelajaran passing Bolabasket menggunakan kartu tugas didapatkan hasil
sebagai berikut: (1) denyut nadi minimal sebelum mengikuti pembelajaran passing
Bolabasket menggunakan kartu tugas sebesar 70, denyut nadi maksimal sebelum
mengikuti pembelajaran passing Bolabasket menggunakan kartu tugas sebesar 100,
serta rata-rata denyut nadi sebelum mengikuti pembelajaran passing Bolabasket
menggunakan kartu tugas sebesar 83,218 dan (2) denyut nadi minimal sesudah
mengikuti pembelajaran passing Bolabasket menggunakan kartu tugas 108, denyut
nadi maksimal sesudah mengikuti pembelajaran passing Bolabasket menggunakan
kartu tugas� sebesar 170, serta rata-rata
denyut nadi sesudah mengikuti pembelajaran passing Bolabasket menggunakan kartu
tugas sebesar 136,28. Sebaran frekuensi penghitungan denyut nadi sebelum dan
sesudah mengikuti pembelajaran adalah sebagai berikut:
Tabel 17. Data Rerata, Skor Maksimal, Skor Minimal, Mean Skor, dan SD
|
No |
Denyut Nadi |
Jumlah Peserta Didik |
DN Minimal |
DN Maksimal |
Mean DN |
Standar Deviasi |
|
1 |
Sebelum pembelajaran |
64 |
70,00 |
100,00 |
83,218 |
3,014 |
|
2 |
Sesudah pembelajaran |
64 |
108,00 |
170,00 |
136,28 |
3,829 |
|
|
Selisih |
53,062 |
0,815 |
|||
Sumber: Hasil Penelitian
(2013)
Keterangan:
DN Minimal����� : Denyut Nadi Minimal DN Maksimal :
Denyut Nadi Maksimal Mean DN� ����������� : Mean Denyut nadi
SD�������� ����������� : Standar Deviasi
Hasil penghitungan denyut nadi di
atas, menunjukkan bahwa rata-rata denyut nadi dari 64 peserta didik mengalami
peningkatan dari sebelum sampai sesudah mengikuti pembelajaran passing
Bolabasket menggunakan kartu tugas. Peningkatan rata-rata denyut nadi peserta didik setelah
perlakuan mengalami kenaikan sebesar 63,76 % dan untuk
kenaikan denyut nadi maksimal sebesar 70%. Untuk mengetahui
seberapa besar pengaruh penggunaan media pembelajaran passing Bolabasket
menggunakan kartu tugas terhadap pencapaian zona latihan kebugaran peserta
didik, maka perlu dilakukan analisis tentang kenaikan denyut nadi setelah
perlakuan. Kenaikan denyut nadi peserta didik sebesar 63,76 % sudah memenuhi target untuk mencapai zona latihan
kebugaran. Zona latihan adalah daerah ideal denyut nadi dalam
fase latihan. Rentang zona latihan adalah 60 � 80%
dari denyut nadi maksimal. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa
kenaikan denyut nadi peserta didik setelah perlakuan sebesar 63,76 % telah
masuk rentang zona latihan yang diharapkan dapat tercapai melalui penggunaan
media pembelajaran passing Bolabasket menggunakan kartu tugas dalam
pembelajaran Penjasorkes.
6.
Minat
dan Ketertarikan Peserta Didik terhadap Produk
Minat dan ketertarikan peserta didik
terhadap model pembelajaran passing Bolabasket menggunakan kartu tugas dapat
dilihat dari pengisian kuesioner peserta didik dan pengamatan kualitas gerak. Hasil penelitian
terhadap tingkat minat dan ketertarikan peserta didik pada media pembelajaran
passing Bolabasket menggunakan kartu tugas dari 64 peserta didik dilihat dari
aspek afektif. Data aspek minat dan ketertarikan peserta didik terhadap
produk pengembangan setelah ditabulasi, diskor dan dianalisis diperoleh hasil
sebagai berikut:
Tabel 18. Tabel Penghitungan Minat dan Ketertarikan Peserta Didik
|
|
|
Frekuensi |
|
|
Kuesioner |
Kategori |
Absolut (f) |
Persentase (%) |
|
Penghitungan
Minat dan ketertarikan peserta
didik terhadap media
pembelajaran passing Bolabasket menggunakan kartu
tugas |
Tidak berminat/tidak tertarik |
3 |
4,69 % |
|
Berminat/tertarik |
61 |
95,31 % |
|
|
Jumlah |
64 |
100 % |
|
(Sumber
: Hasil Penelitian 2013)
7.
Revisi
Produk Setelah Uji Coba Skala Besar (Produk Akhir)
Revisi produk media pembelajaran
passing Bolabasket menggunakan kartu tugas dilakukan melalui beberapa tahap. Revisi dilakukan
sebelum produk di uji cobakan dalam skala kecil, sesudah skala kecil, dan
sesudah uji coba lapangan. Produk yang telah di uji
cobakan dalam uji lapangan, perlu dilakukan revisi yang terakhir untuk
penyempurnaan produk. Berikut ini adalah hasil produk
akhir media pembelajaran passing Bolabasket menggunakan kartu tugas untuk
pembelajaran permainan Bolabasket peserta didik SMP kelas VIII. Produk akhir pengembangan media pembelajaran passing Bolabasket
menggunakan kartu tugas dapat dilihat pada lampiran 34 halaman 182.
B. Pembahasan
Hasil analisis data dari evaluasi
ahli Penjas, didapat rata-rata persentase 78,33 %, berdasarkan kriteria yang
telah ditetapkan maka produk pembelajaran passing Bolabasket menggunakan kartu
tugas ini telah memenuhi kriteria baik sehingga dapat digunakan untuk peserta
didik kelas VIII UPT SMP Negeri 1 Alla Kabupaten Enrekang. Faktor
yang menjadikan model ini dapat diterima peserta didik SMP adalah dari
penilaian kualitas produk yang dilakaukan oleh ahli Penjas pada aspek 2, 8, 13,
dan 15. Ke empat aspek penilaian tersebut telah
memenuhi kriteria sangat baik yaitu mendapat poin 4. Selain ke empat
aspek tersebut, ada 9 aspek penilaian kualitas produk yaitu aspek 1, 4, 5, 6,
9, 10, 11, 12, dan 14 yang telah memenuhi kriteria baik yaitu mendapat poin 3,
dan aspek 3 dan 7 memenuhi kriteria kurang baik yaitu mendapat poin 2.
Hasil analisis data dari evaluasi
ahli Pembelajaran I didapat rata-rata persentase 91,66
%. Berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan maka produk
media pembelajaran passing Bolabasket menggunakan kartu tugas ini telah
memenuhi kriteria sangat baik sehingga dapat digunakan untuk peserta didik
kelas VIII UPT SMP Negeri 1 Alla Kabupaten Enrekang. Faktor yang
menjadikan model ini dapat diterima siswa SMP adalah penilaian dari kualitas
media pembelajaran yang dilakukan oleh ahli pembelajaran I pada aspek 1, 2, 4,
5, 6, 8, 9, 10, 11, dan 13. Ke sepuluh aspek penilaian
tersebut telah memenuhi kriteria sangat baik yaitu mendapat poin 4.
Selain ke sepuluh aspek tersebut, ada 5 aspek penilaian kualitas produk yaitu
aspek 3, 7, 12, 14, dan 15 yang telah memenuhi kriteria baik karena masing
masing baspek mendapat poin 3.
Hasil analisis data dari evaluasi
ahli Pembelajaran II didapat rata-rata persentase 81,66 % Berdasarkan kriteria
yang telah ditetapkan maka produk media pembelajaran passing Bolabasket
menggunakan kartu tugas ini telah memenuhi kriteria baik sehingga dapat
digunakan untuk peserta didik kelas VIII UPT SMP Negeri 1 Alla Kabupaten
Enrekang. Faktor yang menjadikan model ini dapat diterima siswa SMP adalah
penilaian dari kualitas model pembelajaran yang dilakukan oleh ahli
pembelajaran II pada aspek 1, 2, 4, 5, dan 10. Ke lima
aspek penilaian tersebut telah memenuhi kriteria sangat baik yaitu mendapat
poin 4. Selain ke lima aspek tersebut, ada 9 aspek penilaian kualitas produk
yaitu aspek 3, 6, 7, 8, 9, 11, 12, 14, dan 15 yang telah memenuhi kriteria baik
karena masing masing aspek mendapat poin 3. Kemudian untuk
aspek 13 memenuhi kriteria kurang baik yaitu mendapat poin 2.
Hasil analisis data uji coba kelompok
kecil didapat rata-rata persentase 89%. Berdasarkan kriteria yang telah
ditentukan maka media pembelajaran passing Bolabasket menggunakan kartu tugas
ini telah memenuhi kriteria baik. Faktor yang
menjadikan model ini dapat diterima peserta didik SMP adalah dari semua aspek
uji coba yang ada, lebih dari 90 % peserta didik dapat mempraktikkan dengan
baik. Baik dari pemahaman terhadap petunjuk media
pembelajaran, penerapan sikap dalam pembelajaran dan aktivitas gerak peserta
didik yang sesuai dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangan. Secara
keseluruhan media pembelajaran passing Bolabasket menggunakan kartu tugas dapat
diterima peserta didik dengan baik, sehingga dari uji coba kelompok kecil model
ini dapat digunakan untuk peserta didik kelas VIII UPT SMP Negeri 1 Alla
Kabupaten Enrekang Hasil analisis data uji coba lapangan didapat rata-rata
persentase 92,32 % Berdasarkan kriteria yang telah
ditentukan maka media pembelajaran passing Bolabasket menggunakan kartu tugas
ini telah memenuhi kriteria sangat baik. Faktor yang
menjadikan model ini dapat diterima peserta didik SMP adalah dari semua aspek
uji coba yang ada, lebih dari 90 % peserta didik dapat mempraktikkan dengan
baik. Baik dari pemahaman terhadap petunjuk media
pembelajaran, penerapan sikap dalam pembelajaran dan aktivitas gerak peserta
didik yang sesuai dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangan. Secara keseluruhan media pembelajaran passing Bolabasket
menggunakan kartu tugas dapat diterima peserta didik dengan baik, sehingga dari
uji coba lapangan media ini dapat digunakan untuk peserta didik kelas VIII UPT
SMP Negeri 1 Alla Kabupaten Enrekang.
Pada tabel 4.23 berikut ini,
disajikan data hasil keseluruhan dari evaluasi ahli, uji coba kelompok kecil
dan uji coba lapangan.
Tabel 19. Data Hasil Keseluruhan dari Evaluasi Ahli, Uji Coba Kelompok Kecil dan
Uji Coba Lapangan
|
No. |
Komponen |
Hasil |
|
1 |
Evaluasi Ahli Hasil Evaluasi Ahli Penjas Hasil Evaluasi Ahli Pembelajaran Hasil
Evaluasi Ahli Pembelajaran II |
Didapat persentase skala penilaian 78,33%, sehingga produk kartu tugas
dapat digunakan untuk
peserta didik Sekolah Menengah Pertama. Didapat persentase skala penilaian 91,66 %,
sehingga produk kartu tugas dapat digunakan untuk peserta didik
Sekolah Menengah Pertama. Didapat persentase skala penilaian 81,66 %, sehingga produk kartu tugas dapat
digunakan untuk peserta
didik Sekolah Menengah Pertama. |
|
2 |
Uji Coba
Kelompok Kecil |
Didapat
persentase pilihan jawaban yang sesuai 89%, sehingga produk
kartu tugas dapat
digunakan untuk peserta didik Sekolah Menengah
Pertama. |
|
3 |
Uji Coba
Lapangan |
Didapat
persentase pilihan jawaban yang sesuai 92,32 %,
sehingga produk kartu tugas dapat
digunakan untuk peserta didik Sekolah Menengah Pertama. |
(Sumber: Hasil Penelitian
2013)
Kesimpulan
Produk media pembelajaran passing Bolabasket menggunakan
kartu tugas sudah dapat di praktikkan kepada subjek uji coba. Hal itu
berdasarkan hasil analisis data dari evaluasi ahli Penjas didapat rata-rata
persentase 78,33 %, hasil analisis data dari evaluasi ahli Pembelajaran I
didapat rata-rata persentase 91,66 %, dan hasil analisis data dari evaluasi
ahli Pembelajaran II didapat rata-rata persentase 81,66 %. Berdasarkan kriteria
yang telah ditetapkan, maka produk media pembelajaran passing Bolabasket
menggunakan kartu tugas ini telah memenuhi kriteria baik sehingga dapat
digunakan untuk peserta didik VIII UPT SMP Negeri 1 Alla Kabupaten Enrekang.
Produk media pembelajaran passing Bolabasket menggunakan
kartu tugas sudah dapat digunakan bagi siswa VIII UPT SMP Negeri 1 Alla
Kabupaten Enrekang. Hal itu berdasarkan hasil analisis data uji coba skala
kecil didapat rata-rata persentase 89 % dan hasil analisis data uji coba
lapangan di dapat 92,32 %. Berdasarkan kriteria yang telah ditentukan maka
media pembelajaran passing Bolabasket menggunakan kartu tugas ini memenuhi kriteria sangat baik
sehingga dapat digunakan untuk peserta didik VIII UPT SMP Negeri 1 Alla
Kabupaten Enrekang.
Faktor yang menjadikan media pembelajaran passing
Bolabasket menggunakan kartu tugas dapat diterima oleh peserta didik SMP adalah
dari ke tiga aspek uji coba ( chest pass, bounce pass, dan over head pass ) di
dapat persentase keberhasilan peserta didik melakukan gerakan chest pass adalah
87,77 % , persentase keberhasilan peserta didik melakukan bounce pass adalah
86,72%, dan persentase keberhasilan peserta didik melakukan over head pass
adalah 86,09 %. Berdasarkan data diatas, secara keseluruhan media pembelajaran
passing Bolabasket menggunakan kartu tugas dapat diterima peserta didik dengan
baik, sehingga baik dari uji coba kelompok kecil maupun dari uji coba lapangan
model ini dapat digunakan bagi peserta didik SMP Negeri 1 Ajibarang.
Ahmadi, N. (2007). Permainan
bola basket. Surakarta: Era
Intermedia. Google Scholar
Arikunto, S. (2013). Prosedur
penelitian suatu pendekatan praktik. Google Scholar
Bahagia, Y., & Suherman, A.
(2000). Prinsip-Prinsip Pengembangan dan
Modifikasi Cabang Olahraga. Jakarta:
Depdiknas. Google Scholar
Creswell, J. W. (2012). Educational
research: Planning conducting and evaluating quantitative and qualitative
research (4th ad.). Boston, MA. Google Scholar
Gauzente, C. (2004). Web merchants�
privacy and security statements: how reassuring are they for consumers? A
two-sided approach. Journal of Electronic Commerce Research, 5(3),
181�198. Google Scholar
Hidayatullah, M. F., &
Kristiyanto, A. (2014). Model aktivitas belajar gerak berbasis permainan
sebagai materi ajar pendidikan jasmani (Penelitian Pengembangan pada Siswa
Kelas I Sekolah Dasar). Indonesian Journal of Sports Science, 1(1),
218350. Google Scholar
Ma�mun, A., & Saputra, Y. M.
(2000). Perkembangan gerak dan belajar
gerak. Jakarta: Depdikbud. Google Scholar
Mustafa, P. S. (2020). Implikasi
Pola Kerja Telensefalon dan Korteks Cerebral dalam Pendidikan Jasmani. Media
Ilmu Keolahragaan Indonesia, 10(2), 53�62. https://doi.org/10.15294/miki.v10i2.24901.
Google Scholar
Mustika, V. I., Yuwono, C., &
Priyono, B. (2012). Model pengembangan permainan bola kaki tangan siswa kelas
VIII sekolah menengah pertama. Active: Journal of Physical Education, Sport,
Health and Recreation, 1(3). Google Scholar
Nasional, D. P. (2006). Model silabus dan rencana pelaksanaan
pembelajaran. Jakarta: Badan
Standar Nasional Pendidikan. Google Scholar
Putra, R. H., & Wibowo, S.
(2022). Identifikasi Kendala Pembelajaran Daring PJOK di SMK SE-Kabupaten
Gresik. Berajah Journal, 2(3), 513�524. Google Scholar
Putra, T. R. (2014). Penerapan
Permainan Bola Basket Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Dribble Bola Basket
(Studi Pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Nganjuk Tahun Ajaran 2013/2014). Jurnal
Pendidikan Olahraga Dan Kesehatan, 2(2). Google Scholar
Sudirjo, E., & Alif, M. N.
(2018). Pertumbuhan dan Perkembangan Motorik: Konsep Perkembangan dan
Pertumbuhan Fisik dan Gerak Manusia. UPI Sumedang Press. Google Scholar
Sugiyono. (2019). Metode
Penelitian. CV Alfabeta. Google Scholar
Tauhidman, H., & Ramadan, G.
(2018). Pengembangan Model Latihan Keseimbangan untuk Sekolah Dasar. Jurnal
SPORTIF: Jurnal Penelitian Pembelajaran, 4(1), 133�144. Google Scholar
Wasis, D. D. (2004). Concept of Research and Development. Research Methodology Workshop, Unesa FIK
Learning Department. Malang: UNM. Google Scholar
|
Copyright holder : Suhardi (2022) |
|
First publication right
: Jurnal Syntax
Transformation This article is licensed under: |