|
Jurnal Syntax Transformation |
Vol. 3 No. 11 November 2022 |
|
p-ISSN
: 2722-7782 e-ISSN : 2722-5356 |
Sosial
Sains |
Efektivitas Pengembangan Digital Bisnis pada
Gen-Z dengan Model Bisnis Canvas
Nur Saebah1, Muhamad Zaenal Asikin2
IAIN Syekh Nurjati Cirebon,
Indonesia1, SMK SBS Kuningan, Indonesia2
Email: [email protected]1,
[email protected]2
|
INFO ARTIKEL |
ABSTRAK |
|
Diterima 10 November
2022 Direvisi 27 November
2022 Disetujui 30 November
2022 |
Berkembangnya
Industri 4.0 yang terjadi saat ini sangat mempengaruhi perekonomian kreatif
di Indonesia yang sudah mulai bergerak menuju ekonomi digital yang diharapkan
ekosistem ekonomi digital di Indonesia mampu diisi oleh para wirausaha muda
yang kreatif, inovatif dan modern, sehingga mampu bertahan terhadap perubahan
yang akan terjadi.Dalam hal ini perkembangan digital bisnis ini sangat marak
di era Gen-Z. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif
sering disebut metode penelitian naturalistik karena penelitiannya dilakukan
pada kondisi yang alamiah. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan
dengan beberapa tahapan. Pertama menentukan topik dan permasalahan, kedua
melakukan pencarian studi pustaka melalui google scholar dengan menggunakan
kata kunci bisnis digital, metode bisnis canva dan Gen-Z. Teknik analisis
yang digunakan dalam penelitian ini adalah induksi analitik. Hasil penelitian
ini menyatakan bahwa efektivitas pengembangan bisnis digital dengan model bisnis
canvas hal ini sangat baik untuk dioptimalkan oleh Gen-Z. Hal ini diharapkan
dapat menjadi alternatif bagi pelaku bisnis digital Gen-Z dalam menjalan
usaha mikro seperti pada usaha bisnis online. Penentuan memilih alat strategi
bisnis yang baik penting dilakukan agar suatu perusahaan tetap bisa bertahan
dan dapat mengembangkan bisnisnya di tengah persaingan usaha yang sangat
ketat. |
|
Kata kunci: Bisnis Digital, Gen-Z,
Model Bisnis Canvas. |
|
|
Keywords: Digital Business, Gen-Z,
Canvas Business Models. |
ABSTRACT The development of Industry 4.0 that is currently happening greatly
affects the creative economy in Indonesia which has begun to move towards the
digital economy which is expected to be filled by young entrepreneurs who are
creative, innovative and modern so that they can withstand the changes that
will occur. In this case, the digital development of this business is very
rampant in the Gen-Z era. The type of research used is qualitative research
often called the naturalistic research method because the research is carried
out in natural conditions. Data collection in this study was carried out in
several stages. The first determines the topics and problems,
the second is to search for literature studies through Google Scholar using
digital business keywords, canva business methods and Gen-Z. The analytical
technique used in this study is analytical analysis. Hasil this research
states that the effectiveness of digital business development with a canvas
business model is very good for Gen-Z to optimize. This is expected to be an
alternative for Gen-Z digital business people in running micro-businesses
such as online business ventures. Determining and choosing a good business
strategy tool is important so that a company can survive and can develop its business
in the midst of very tight business competition. |
Pendahuluan
Dampak teknologi digital melalui Internet dan cloud membawa
paradigma baru di semua industri. Internet menciptakan ekonomi tanpa batas dan
seluruh pikiran baru dan hasil di era informasi berubah menjadi era usia
konseptual (Hasma, 2018). Pada era Industri
4.0 yang merupakan era digital yang menitikberatkan pada penguasaan teknologi
paling mutakhir serta globalisasi yang semakin menghilangkan batasan teritorial
antar negara dan batasan-batasan ekonomi lainnya menuntut adanya kesiapan
sumberdaya suatu negara. Transformasi digital tidak hanya di organisasi
swasta tetapi juga pada tingkat individu dan organisasi publik Digitalisasi,
digitalisasi, dan transformasi digital akan memanfaatkan konsumsi produk
teknologi dan menjadikan work-from-home sebagai alternatif terbaik untuk
pengaturan kerja di organisasi (Wijoyo, 2021).
Teknologi informasi yang terus
berkembang di semua sektor saat ini, mengarah pada revolusi digital yang
membawa kita semua menuju era teknologi gangguan atau dikenal sebagai industri
4.0. Dikutip dari
Glienmourinsie menurut (Hidayat & Aprilani, 2018), Industri 4.0 membuat proses
produksi berjalan dengan menggunakan internet yang dijadikan sebagai penunjang
utama. Setiap benda dilengkapi dengan perangkat teknologi
yang dibantu oleh sensor yang mampu berkomunikasi secara mandiri dengan sistem
teknologi informasi. Kemudahan merupakan salah satu
dari sekian banyak alasan perkembangan teknologi dapat dengan mudah diterima
masyarakat. Dengan adanya industri 4.0, setiap
aktivitas yang kami lakukan telah terbantu oleh kemajuan teknologi, sehingga
dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja. Dengan berkembangnya
Industri 4.0 yang terjadi saat ini sangat mempengaruhi perekonomian kreatif di
Indonesia yang sudah mulai bergerak menuju ekonomi digital yang diharapkan
ekosistem ekonomi digital di Indonesia mampu diisi oleh para wirausaha muda
yang kreatif, inovatif dan modern, sehingga mampu bertahan terhadap perubahan
yang akan terjadi (Mahdi & Baga, 2018).
Dalam hal ini perkembangan digital
bisnis ini sangat marak di era Gen-Z. Gen-Z adalah generasi yang lahir dalam rentang tahun
kelahiran antara 1996-2010, setelah generasi milenial atau gen Y.Banyak istilah
yang menjadi sebutan untuk generasi Z, yaitu Gen-Z, iGen (iGeneration), gen Net
(generasi Internet), gen Tech, digital natives, dan plurals. Gen-Z
merupakan generasi yang berkaitan erat dengan teknologi. Gen-Z tumbuh dengan teknologi, internet, dan media sosial, yang
terkadang menyebabkan mereka mendapatkan stereotip sebagai pecandu teknologi.
Beberapa alasan gen-Z memilih jalur bisnis digital menurut (Kertajaya, 2018) yaitu tak mau dibatasi, kuliah bukan
jaminan sukses, situs layanan freelance dan peer-to-peer, media sosial
dimana-mana, akses berlimpah, gen-Z memiliki akses ke berbagai mentor di
bidangnya. Salah satu jenis usaha yang digeluti oleh gen-Z adalah home industri
dan UMKM. UMKM sebagai salah satu sektor usaha memiliki peran
sangat penting bagi perekonomian Indonesia. Usaha kecil dan mikro
merupakan agen perubahan yang mampu memajukan masyarakat dalam membawa inovasi
dengan perubahan secara continue, sehingga berdampak pada meningkatnya
kreativitas para pelaku usaha (Dhewanto, 2015). Bisnis merupakan
usaha berskala mikro yang kegiatan bisnisnya dilakukan di dunia maya dengan
bantuan internet. Seiring dengan perkembangan zaman,
belanja secara online sedang trend dan telah banyak dikonsumsi oleh lapisan
masyarakat luas terutama bagi gen-Z. Perkembangan
teknologi internet sebagai media penyebaran informasi yang lebih cepat bahkan
cenderung mendominasi di antara media lainnya menyebabkan peluang bisnis online
menjanjikan dan menguntungkan bagi gen- Z sebagai generasi yang berkaitan erat
dengan teknologi.
Dalam upaya
memenangkan persaingan bisnis yang semakin kompetitif, pelaku usaha bisnis
online dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif guna mengembangkan bisnis
mereka dan dapat memberikan apa yang diinginkan oleh konsumen (Purnomo et al., 2019). Untuk itu,
wirausaha gen-Z perlu mempunyai alat strategi bisnis yang akurat dan tepat
sasaran. Business Model Canvas sebagai salah satu
penawaran alat strategi bisnis modern yang dapat digunakan pelaku usaha online
untuk menghadapi permasalahan dalam bisnis. Bisnis Model Canvas mampu
menggambarkan secara visual komponen-komponen penting dari suatu bisnis secara
rinci dan saling terkait satu sama lain (Powers, 2018). Dengan demikian, pemilik usaha
mampu mengevaluasi tentang adanya kesalahan konsep dan melakukan perbaikan
dalam proses menjalankan usahanya. Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk
mengetahui analisis efektivitas konsep bisnis model canvas pada digital bisnis
gen-Z. Kegunaan Penelitian ini untuk merumuskan strategi
bisnis yang dapat diterapkan pada bisnis digital melalui pemetaan 9 elemen BMC.
Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan
kuantitas bahkan kualitas bisnis digital pada gen-Z.
Metode Penelitian
Jenis
penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif sering disebut metode
penelitian naturalistik karena penelitiannya dilakukan pada kondisi yang
alamiah.
Metode penelitian kualitatif ini merupakan metode penelitian digunakan adalah
studi pustaka dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci (Sugiyono, 2013). Metode studi
pustaka (literature review) merupakan kerangka teori bidang penelitian yang
memuat uraian, temuan dan bahan penelitian lainnya yang diperoleh dari bahan
referensi untuk dijadikan dasar kegiatan penelitian. Uraian
dalam tinjauan pustaka diarahkan untuk menjelaskan definisi, kata kunci dan
terminologi tentang pemecahan masalah yang telah dijelaskan dalam rumusan
masalah.
Pengumpulan
data dalam penelitian ini dilakukan dengan beberapa tahapan. Pertama
menentukan topik dan permasalahan, kedua melakukan pencarian studi pustaka
melalui google scholar dengan menggunakan kata kunci bisnis digital, metode
bisnis canva dan Gen-Z. Ketiga melakukan analisis dan
interpretasi terhadap data atau literatur yang ditemukan. Penelusuran perpustakaan merupakan langkah awal untuk mengumpulkan
informasi yang relevan dengan penelitian dengan menentukan studi, model, studi
kasus yang mendukung topik tersebut.
Adanya studi pustaka (literature
review) untuk mengidentifikasi kesenjangan, melanjutkan penelitian yang telah
dilakukan sebelumnya dan menghindari penciptaan kembali. Berikut adalah referensi studi
pustaka (literature review), diantaranya:
Tabel 1. Studi Pustaka
|
No |
Nama |
Judul |
Hasil |
|
1 |
Formulasi Strategi Pengembangan Bisnis Menggunakan
Pendekatan Business Model Canvas (BMC) Dan Swot Analysis Dalam Upaya Meningkatkan Daya Saing Pada Piring Seng Coffee
& Co Tunjungan Surabaya |
Hasil penelitian
menunjukkan diagram analisis SWOT arah strategi mengarah pada �Growth
Oriented Strategy� yaitu mendukung strategi agresif yang kemudian hasil ini
menjadi masukan untuk perbaikan Business Model Canvas. |
|
|
2 |
Perancangan Usaha Kecil dan Menengah Melalui
E-Marketplace Pada Gen- Z |
Hasil
penelitian ini menunjukkan ada berbagai peluang bagi generasi Z untuk
merancang usaha melalui E-Commerce dengan melihat peluang pasar dan
mengupgrade skill di bidang digitalisasi guna mendukung persaingan dengan
para competitor yang ahli dibidangnya. |
|
|
3 |
Analisis SWOT dan Bisnis Model Canvas Dalam Pembukaan UMKM Pada Masa Pandemi Covid 19 |
Hasil
penelitian ini yaitu pengaruh analisis SWOT dan pembuatan konsep bisnis model
canvas pada bisnis digital dapat meningkatkan pendapatan di masa Pandemi
Covid-19. |
Teknik
analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah induksi analitik, dimana
induksi analitik itu sendiri yaitu logika penelitian yang digunakan untuk
mengumpulkan data, mengembangkan analisis, dan mengatur penyajian temuan
penelitian.
Hasil dan Pembahasan
Bisnis model canvas adalah suatu kerangka bisnis yang diperlukan oleh
seorang pelaku bisnis sebelum memulai usahanya, agar visi dan misi yang
diinginkan bisa dicapai di masa depan (Herawati
et al., 2019).
Terdapat 9 utama dalam memetakan bisnis model canvas yaitu customer segments,
value proposition, channels, customer relationships, revenue streams, key
activities, key resources, key partners dan cost structure (Priyono,
2015).
A. Segmen
Pelanggan (Customer Segments)
Bisnis digital merupakan kegiatan jual beli barang
atau jasa melalui jaringan internet sehingga pelanggan yang dituju bisa siapa
saja yang gemar berbelanja online, individu maupun perusahaan, dari berbagai
golongan, status, jenis kelamin, dan umur yang berbeda bagi seluruh masyarakat
yang menggunakan internet. Melalui bisnis digital kegiatan
jual beli dapat dilakukan tanpa terbatas oleh tempat.
B. Proposisi
Nilai (Value Propositions)
Value proposition berisi tentang tentang nilai
tambah yang akan membuat bisnis onlineterlihat menarik
dan berbeda dengan bisnis lainnya yang menentukan mengapa bisnis online
tersebut pantas dipilih oleh pelanggan. Bisnis online memberikan berbagai
layanan untuk membantu memenuhi kebutuhan konsumen yaitu nilai pilihan kategori
bervariasi, fitur pre order, free ongkir, garansi retur barang, kecepatan
respon pemilik toko jika pelanggan ingin memesan, kenyamanan, kecepatan, dan
kemudahan dalam berbelanja.
C. Saluran
(Channels)
Channels yang digunakan pada bisnis online adalah
advertising website,forum online, social media, dan
marketplace. Sementara sarana yang digunakan Bisnis Online untuk melakukan
interaksi dengan para anggotanya diantaranya adalah dengan dibuatnya WhatsApp
Group (WAG) sehingga dapat saling bersilaturahmi di antara reseller bisnis
online, hal ini akan lebih memudahkan penyebaran informasi setiap produk
terutama produk terbaru di bisnis online yang sedang dijalankan.
D. Hubungan
dengan Pelanggan (Customer Relationships)
Cara menyambung dan menjaga hubungan baik dengan
pelanggan bisnis online adalah memberikan kemudahan pelanggan dalam berbelanja,
memberikan promosi kepada pelanggan, memberikan pelayanan dan respon yang cepat
terhadap pelanggan, kegiatan social, cross selling, dan komunitas. Bisnis online juga menyediakan layanan saran dan kritik sebagai
feedback yang dapat disampaikan langsung melalui aplikasi whatsapp kepada
pelaku bisnis. Bisnis online terus berusaha untuk
dapat memberikan pelayanan dan informasi terbaikbagi para konsumennya.
E. Arus
Penerimaan (Revenue Streams)
Penerimaan yang didapatkan bisnis online saat ini
bersumber dari penjualan produk-produk yang dihasilkan sebagai sumber utama,
sehingga omset perusahaan sangat bergantung dari banyaknya penjualan dan dari
partner yang telah bekerja sama menjual produk.
F. Sumber
Daya Utama (Key Resources)
Sumber daya utama yang dimiliki oleh bisnis online
agar bisa terus berjalan antara lain Sumber daya manusia, server/gadget, stok barang dan koneksi internet.
G. Aktivitas
Kunci (Key Activities)
Untuk menciptakan value proposition, key activities
bisnis online meliputi konsisten update stok, membuat konten yang menarik,
pemasaran online, meningkatkan kualitas manajemen, dan
distribusi.
H. Key
Partnerships
Bisnis digital memiliki ikatan kerjasama dengan
perusahaan lain diantaranya dengan ekspedisi, supplier produk, marketplace,
pelanggan, reseller, dan dropship. Hal tersebut tidak asing lagi bagi kalangan Gen-Z,
jika mereka dapat mengoptimalkannya bisnis digital yang dibangun akan lebih optimal untuk berkembang.
I. Cost
Structure
Cost struktur menggambarkan keseluruhan biaya yang
muncul untuk mengoperasikan suatu model bisnis. Pengeluaran
yang dibutuhkan oleh bisnis online yaitu biaya promosi dan iklan, biaya
operasional dan biaya kemitraan dengan ekspedisi.
Ketatnya persaingan
bisnis mengharuskan setiap wirausaha harus memiliki alat yang strategis untuk
dapat mengembangkan bisnisnya. Dalam hal ini, Bisnis Model Canvas dijadikan
pilihan yang tepat dalam mengembangkan bisnis digital agar dapat menghasilkan kinerja yang
lebih optimal. Hal tersebut sejalan dengan penelitian (Rastryana, 2021)
�Analisis SWOT dan
bisnis model canvas dalam pembukaan umkm pada masa pandemicovid 19� menunjukkan
hasil yaitu pengaruh analisis SWOT dan pembuatan konsep bisnis model canvas
pada bisnis digital dapat meningkatkan
pendapatan di masa Pandemi Covid 19. Penggunaan model bisnis canva ini akan menjadi alat
yang strategis dalam mengembangkan suatu bisnis digital terlebih bagi Gen-Z yang mendominasi
menguasai teknologi yang berkembang saat ini.
Tiga hal yang menjadikan
model bisnis canva ini menjadi alat yang
strategis untuk mengembangkan bisnis yakni diantaranya
(Rainaldo et al., 2017):
1. Model bisnis canva ini dapat membantu
meraih berbagai tujuan dengan efektif dan efesien. Dengan model bisnis canva Gen-Z akan mudah merumuskan tujuan bisnisnya dengan dengan jelas dalam
jangka waktu pendek bahkan jangka panjang.
2. Model bisnis canva dapat memudahkan koordinasi
tim lebih efektif. Sembilan elemen pada model bisnis canva akan berfungsi sebagai arah jalannya suatu bisnis. Dengan
adanya model bisnis
canva maka akan meningkatkan koordinasi antar individu dalam tim agar dapat
bekerja sama dengan baik, lebih efektif dan tepat sasaran dalam mengembangkan
bisnis digital.
3.
Model
bisnis canva dapat meningkatkan motivasi pada bisnis yang tengah
dilakukan. Penggunaan model
bisnis canva dapat memotivasi para pelaku bisnis digital untuk terus berfikir dan
memperkirakan jalannya bisnis pada masa yang akan datang.
Kesimpulan
Berdasarkan
hasil penelitian yang dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa pada analisis
efektivitas pengembangan bisnis digital dengan model bisnis canvas hal ini sangat
baik untuk dioptimalkan oleh Gen-Z. Hal ini diharapkan dapat
menjadi alternatif bagi pelaku bisnis digital Gen-Z dalam menjalan usaha mikro
seperti pada usaha bisnis online. Penentuan memilih
alat strategi bisnis yang baik penting dilakukan agar suatu perusahaan tetap
bisa bertahan dan dapat mengembangkan bisnisnya di tengah persaingan usaha yang
sangat ketat. Ada berbagai peluang bagi Gen-Z untuk
merancang usaha melalui E-Commerce dengan melihat peluang pasar dan mengupgrade
skill di bidang digitalisasi guna mendukung persaingan dengan para kompetitor
yang ahli dibidangnya.
Dhewanto, W. (2015). Manajemen Inovasi untuk usaha mikro,
kecil dan menengah. Bandung: CV Alfabeta. Google Scholar
Hambali, A., &
Andarini, S. (2021). Formulasi Strategi Pengembangan Bisnis Menggunakan
Pendekatan Business Model Canvas (BMC) dan Swot Analysis Dalam Upaya
Meningkatkan Daya Saing Pada Piring Seng Coffee & Co Tunjungan Surabaya. Journal
of Applied Business Administration, 5(2), 131�142.
https://doi.org/10.30871/jaba.v5i2.2969. Google Scholar
Hasma, E. (2018). Penerapan
Inovasi Bisnis Model Pada Media Digital Berdasarkan Pendekatan Bisnis Model
Kanvas (Studi Kasus Pada IDN Media). Universitas Islam Indonesia. Google Scholar
Herawati, N.,
Lindriati, T., & Suryaningrat, I. B. (2019). Penerapan bisnis model kanvas
dalam penentuan rencana manajemen usaha kedelai edamame goreng. Jurnal
Agroteknologi, 13(1), 42�51. https://doi.org/10.19184/j-agt.v13i01.8554.
Google Scholar
Hidayat, M. T., &
Aprilani, D. (2018). Penerapan Business Model Canvas Sebegai Alternatif
Strategi Bisnis Pada UMKM Home Industri Kerajinan Gerabah Erri Art. Economic
Education and Entrepreneurship Journal, 1(1), 31�46. Google Scholar
Kertajaya, H. (2018). Entrepreneurial
Marketing: Compass & Canvas. Gramedia Pustaka Utama. Google Scholar
Mahdi, A. F., &
Baga, L. M. (2018). Business Model Canvas Perusahaan Pengolah Rumput Laut. Forum
Agribisnis: Agribusiness Forum, 8(1), 1�16.
https://doi.org/10.29244/fagb.8.1.1-16. Google Scholar
Maulana, M. M. S.
(2021). Perancangan Usaha Kecil dan Menengah Melalui E-Marketplace Pada
Generasi Z. Jurnal Ekonomi Dan Kewirausahaan Kreatif, 6(2),
29�36. Google Scholar
Powers, A. (2018). Why
gen-Z talent is more likely to pursue entrepreneurship. Google Scholar
Priyono, F. (2015).
Analisa penerapan business model canvas pada Toko Moi Collection. Agora,
3(2), 358�363. Google Scholar
Purnomo, A., Asitah,
N., Rosyidah, E., Septianto, A., Daryanti, M. D., & Firdaus, M. (2019). Generasi
Z sebagai Generasi Wirausaha. INA-Rxiv. Google Scholar
Rainaldo, M., Wibawa,
B. M., & Rahmawati, Y. (2017). Analisis business model canvas pada operator
jasa online ride-sharing (Studi kasus Uber di Indonesia). Jurnal Sains Dan
Seni ITS, 6(2), D232�D236.
https://doi.org/10.12962/j23373520.v6i2.25277. Google Scholar
Rastryana, U. (2021).
Analisis Swot dan Bisnis Model Canvas dalam Pembukaan UMKM Pada Masa Pandemi
Covid 19. Jurnal Ilmiah MEA (Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi), 5(1),
1046�1055. https://doi.org/10.31955/mea.v5i1.942. Google Scholar
Sugiyono, D. (2013). Metode
penelitian pendidikan pendekatan kuantitatif, kualitatif dan R&D.
Bandung: Alfabeta. Google Scholar
Wijoyo, H. (2021). Transformasi
Digital Dari Berbagai Aspek. Insan Cendekia Mandiri. Google Scholar
|
Copyright holder : Nur
Saebah, Muhamad Zaenal Asikin (2022) |
|
First publication right
: Jurnal Syntax
Transformation This article is licensed under: |