|
Jurnal Syntax Transformation |
Vol. 3
No. 12 Desember 2022 |
|
p-ISSN : 2722-7782 e-ISSN : 2722-5356 |
Sosial
Sains |
PENGARUH
SUBSTITUSI TEPUNG AMPAS KELAPA (COCOS NUCIFERA)PADA
PEMBUATAN KUE KLEMBEN TERHADAP DAYA TERIMA KONSUMEN
Fatimah Ayu Widiasari, Mahdiyah, Maariani
Fakultas Teknik, Universitas
Negeri Jakarta, Indonesia
Email: [email protected],
[email protected], [email protected]
|
INFO ARTIKEL |
ABSTRAK |
|
Diterima 04 November 2022 Direvisi 12 Desember 2022 Disetujui 14 Desember 2022 |
Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung ampas kelapa
terhadap tepung terigu dalam pembuatan kue klemben terhadap daya terima
konsumen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen
dengan menggunakan uji organoleptik. Penelitian ini diawali dengan membuat
tepung ampas kelapa, kemudian disubstitusikan ke dalam adonan kue klemben
sebanyak 10%(P1), 20%(P2) dan 30%(P3). Berdasarkan hasil uji Organoleptik
dari produk kue klemben dengan substitusi tepung ampas kelapa sebanyak 10%,
20%, dan 30% dapat diterima dengan baik oleh konsumen. Hal ini ditunjukkan
dari hasil penilaian produk meliputi 5 aspek dengan hasil kategori suka dan
sangat suka. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis menggunakan uji Friedman
menunjukan perlakuan tidak terdapat pengaruh terhadap warna dalam, warna
luar, rasa kelapa, rasa manis gurih, aroma, tekstur dan rongga, sehingga tidak dilanjutkan ke
uji Tuckey secara umum hasil substitusi tepung ampas kelapa pada kue klemben
dapat diterima dan disukai oleh konsumen pada skala suka hingga sangat suka.
Kesimpulan dari keseluruhan penelitian ini menunjukan bahwa substitusi tepung
ampas kelapa presentase 10%, 20%, dan 30% semuanya disukai oleh konsumen, hal
ini dapat dilihat dari rata-rata skor dari warna dalam, warna luar, rasa
kelapa, rasa manis, aroma, tekstur kerenyahan dan penampakan rongga yaitu
diatas 4. |
|
Kata kunci: Tepung
Ampas Kelapa, Kue Klemben, Daya Terima Konsumen . |
|
|
Keywords: Coconut
Dregs Flour, Klemben Cake, Consumer Acceptance. |
ABSTRACT This study aims to determine the effect of
substitution of coconut dregs flour for wheat flour in making klemben cakes
on consumer acceptance. The method used in this study is an experimental
method using organoleptic tests. This research was started by making coconut
dregs flour, then substituted into the cake batter as much as 10% (P1), 20%
(P2) and 30% (P3). Based on the results of the organoleptic test of the
klemben cake product with 10%, 20% and 30% coconut dregs flour substitution,
it was well received by consumers. This is shown from the results of the
product assessment covering 5 aspects with the results of the like and really
like categories. Based on the results of testing the hypothesis using the
Friedman test, it showed that the treatment had no effect on the inner color,
outer color, coconut taste, sweet and savory taste, aroma, texture and voids,
so it was not continued to the Tuckey test in general, the results of coconut
dregs flour substitution in Klemben cakes were acceptable. and liked by
consumers on a scale of like to like very much. The conclusion of this entire
study shows that the percentage of coconut dregs flour substitution of 10%,
20%, and 30% are all liked by consumers, this can be seen from the average
score of inner color, outer color, coconut taste, sweetness, aroma, Crisp
texture and cavity appearance are above 4. |
Pendahuluan
Menurut (Tarigan, 2019)
makanan khas atau makanan tradisional adalah wujud pencapaian estetika tentang
bagaimana bangsa dalam rentang waktu sejarah tertentu yang terbangun dengan
spirit dan cita rasa. Oleh sebab itu terdapat sebuah ungkapan yang mengatakan
bahwa sekali-kali jangan pernah mengatakan telah mengenal sebuah bangsa, jika
belum mengenal makanan khas negara tersebut. Ungkapan ini berlaku bagi negeri
termasuk Indonesia. Jangan pernah mengatakan telah mengenal Indonesia jika
belum mengenal makanan khas yang dihasilkan dari setiap daerah tersebut. Kekayaan
Nusantara dalam bentuk makanan khas daerah dapat juga terlihat dari bisnis
oleh-oleh di hampir semua kota-kota di Indonesia (Afifah Azmi, 2021).
Hal ini terjadi karena Indonesia mempunyai budaya yang mendukung kondisi
tersebut, yakni membawa ‘buah tangan’ berupa makanan apabila berkunjung di
suatu tempat. Apabila kita mengunjungi kota-kota di Indonesia, rata-rata
mempunyai oleh-oleh yang khas dari daerah itu, sehinga mempunyai potensi bisnis
yang sangat besar.
Makanan khas dari daerah bermacam-macam
jenisnya salah satunya adalah kue bolu. Kue bolu merupakan salah satu jenis
cake Eropa yang berbahan dasar tepung terigu, gula, dan telur yang kemudian
dimatangkan dengan cara dioven (Mashabi et al., 2016). Kue
bolu yang disajikan dengan olesan battercream sebagai hiasan atau sebagai
filling disebut kue tart. Namun seiring berjalannya waktu kue bolu mulai masuk
ke Indonesia dan berkembang menjadi hidangan yang lebih ekonomis. Salah satu
inovasi lain yang muncul dari kue bolu adalah kue bolu khas kota Banyuwangi (Wisdaningrum, 2020).
Banyuwangi memiliki makanan khas salah
satunya kue klemben adalah kue bolu kering yang khas di daerah Kabupaten
Banyuwangi, Jawa Timur. Kue klemben biasanya dihidangkan setiap perayaan Hari
Raya. Kue Banyuwangi ini menyerupai kue bolu yang sudah ada sejak zaman dulu
bahkan ada yang menyebutnya kue jadul, kue ini mudah ditemukan di pasar
tradisional. Penamaan kue ini disetiap daerah berbeda-beda, yang membedakannya
yaitu bentuk kue klemben khas Banyuwangi ini yang terkenal adalah bentuknya
seperti cangkang kura-kura dengan motif seperti kerang. Tekstur kue klemben
terdiri dari dua jenis yaitu klemben kering dan klemben basah seperti bolu.
Klemben basah bisa bertahan dalam 4 hingga 5 hari, sementara dalam bentuk
kering memiliki tekstur yang sedikit renyah di bagian luarnya, tapi lembut di
bagian dalam bisa bertahan selama 1 bulan. Bentuknya kecil dan rasa yang ringan
membuat klemben cocok dijadikan sebagai kudapan dengan segelas teh hangat atau
kopi. Kue klemben di kota Banyuwangi juga dijadikan sebagai oleh-oleh (Dinas
Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, 2018). Kue klemben terbuat dari
tepung terigu, telur, gula, mentega, dan bahan pengembang, warna bagian luar
kue klemben adalah coklat muda. Semakin banyak produksi bolu kering diberbagai
daerah yang hampir mirip dengan kue klemben, bentuk kue bolu klemben tak hanya
seperti kerang, melainkan ada yang berbentuk ikan, bunga, dan lain sebagainya (Sari, 2021).
Indonesia adalah negara yang kaya akan
sumber pangan namun masih belum mengembangkan produk makanan atau minuman yang
inovatif dan kreatif,untuk itu perlu adanya pemanfaatan bahan lokal secara
optimal sehingga meningkatkan daya produktifitas dan pengembangan (Hadistio & Fitri, 2019).
Ampas kelapa merupakan hasil akhir dari pembuatan santan. Saat ini pemanfaatan
ampas kelapa di kalangan masyarakat masih terbatas. Ampas kelapa memiliki
kandungan gizi yang baik, terutama kandungan serat kasar yang cukup tinggi
yaitu 15,07% (Yulvianti et al., 2015).
Ampas kelapa mengandung protein, karbohidrat, rendah lemak dan kaya akan serat.
Kandungan ini merupakan salah satu kandungan yang sangat dibutuhkan untuk
proses fisiologis dalam tubuh manusia. Ampas kelapa yang mengandung tinggi
serat ini dapat dijadikan sebagai olahan tepung ampas kelapa yang bernilai
gizi. Perluasan pemanfaatan ampas kelapa ini sangat menguntungkan secara
ekonomi bagi petani kelapa dan produsen, serta masyarakat yang mengkonsumsinya (Kailaku et al., 2009).
Ampas kelapa yang diolah menjadi tepung
ampas kelapa dapat memudahkan masyarakat untuk diaplikasikan menjadi olahan
pangan. Tepung ampas kelapa ini dapat digunakan sebagai bahan substitusi tepung
terigu atau tepung lainnya untuk digunakan dalam pengolahan pangan. Tepung
ampas kelapa dapat dimanfaatkan sebagai bahan tambahan dalam berbagai macam
pembuatan makanan dan membuat cita rasa semakin gurih, aroma yang khas serta
mengandung zat gizi dan kandungan serat yang tinggi, seperti bolu, kue kering,
roti, dan sebagainya (Afrianti & Efendi,
2016).
Memaksimalkan pemanfaatan limbah hasil
olahan kelapa dan memperkaya rasa serta olahannya, maka penulis berkeinginan
untuk membuat tepung dari bahan ampas kelapa tersebut. Dilihat dari proses dan
peralatan yang digunakan dalam produksinya yang sederhana dan murah. Menurut
penelitian yang dilakukan oleh Meddiati Fajri Putri di Universitas Negeri
Semarang tahun 2010, yaitu ampas kelapa dapat diolah menjadi tepung sebagai
subtitusi tepung dalam pembuatan roti, kue kering, ataupun produk makanan yang
lainnya sebagai makanan kesehatan dikarenakan ampas kelapa masih mempunyai
kandungan serat yang cukup tinggi dan bagus untuk tubuh (Ardanti et al., 2017).
Minimalisasi limbah pada industri pengolahan kelapa juga memberikan kesempatan
pada pengusaha untuk menjual produknya dengan harga yang ekonomis.
Tepung ampas kelapa sendiri saat ini belum
banyak digunakan, tepung ampas kelapa baru digunakan dalam
penelitian-penelitian seperti dalam pembuatan biskuit, brownis dan roti saja.
Tepung ampas kelapa dapat diperoleh dari proses pengeringan dan penggilingan
dengan tujuan untuk mengurangi kadar air dari ampas kelapa tersebut sehingga
kemudian dapat digiling dan diolah menjadi tepung. Tepung ampas kelapa
bertekstur sedikit kasar dibandingkan dengan tepung terigu, selain itu tepung
ampas kelapa berwarna putih pucat atau kekuning-kunginan, tepung ampas sendiri
mempunyai aroma kelapa yang khas (Isnaharani, 2009).
Penelitian sebelumnya yang relevan dengan
penelitian ini yaitu:
1. Hasil
penelitian Hlen Yolanda (2019) dengan judul “Pembuatan Kue Klemben dengan
Tepung Daun Kelor sebagai Substitusi Tepung Terigu Untuk Jajanan Khas
Banyuwangi”. Hasilnya menunjukan bahwa penambahan tepung daun kelor berpengaruh
terhadap mutu hedonik dan berpengaruh terhadap hedonik (kesukaan). Hasil yang
menunjukan perlakuan terbaik dari segi mutu hedonik adalah 0% tepung daun kelor
sedangkan dari segi hedonik (kesukaan) yang palng disukai panelis adalah
perlakuan 4% tepung daun kelor. Persamaan penelitian adalah produk yang dibuat
sama yaitu kue klemben. Perbedaan penelitian adalah penggunaan substitusi pada
kue klemben yaitu tepung daun kelor.
2. Hasil
penelitian Fahri
Ferdinand Polii (2017) dengan judul “Pengaruh Substitusi Tepung Ampas Kelapa
Terhadap Kandungan Gizi dan Sifat Organoleptik Kue Kering”. Menunjukan bahwa
tepung ampas kelapa dapat mensubstitusikan tepung terigu pada pembuatan kue
kering sampai 50% dan memiliki kadar protein dan serat lebih tinggi dibanding
tepung terigu. Sedangkan dalam tingkat organoleptiknya pada kategori rasa cukup
suka sampai suka. Persamaan penelitian adalahmenggunakan tepung ampas kelapa
sebagai substitusi tepung terigu. Perbedaan penelitian adalah produk yang
dibuat berbeda, yaitu membuat produk kue kering (Polii, 2017).
3. Hasil
penelitian Dejan Dian Novari (2018) dengan judul “Pengaruh Substitusi Tepung
Ampas Kelapa Pada Stik Keju Terhadap Daya Terima Konsumen”. Menunjukan hasil
daya terima konsumen terhadap substitusi tepung ampas kelapa pada pembuatan
stik keju dengan presentase 10%, 15%, dan 20% diterima dengan baik meliputi
aspek rasa, aroma, warna, dan kerenyahan memiliki hasil penilaian suka sampai
sangat suka. Formulasi yang paling disukai dengan presentase substitusi tepung
ampas kelapa sebanyak 15%. Persamaan penelitian adalah menganalisis daya terima
konsumen. Perbedaan penelitian adalah produk yang dibuat berbeda.
4. Hasil
penelitian Ainil Hamidah (2015) dengan judul “Pengaruh Tepung Ampas Kelapa Pada
Tepung Terigu Terhadap Mutu Organoleptik Dan Kadar Serat Dalam Pembuatan
Donat”. Hasil menunjukan uji organoleptik didapatkan bahwa nilai rata-rata
untuk rasa, warna, aroma, dan tekstur berada pada tingkat kurang suka sampai
suka. Hasil terbaik rata-rata didapat padaperlakuan tepung ampas kelapa 5% dengan
perbandingan tepung terigu 95gram dan tepung ampas kelapa 5 gram. Persamaan
penelitian adalah menggunakan tepung ampas kelapa sebagai substitusi pada
tepung terigu. Perbedaan penelitian adalah dalam menganalisis suatu produk yang
dibuat.
Metode Penelitian
Penelitian ini dilakukan di
Laboratorium Pastry&Bakery Program Studi Pendidikan Tata Boga, Fakultas
Teknik, Universitas Negeri Jakarta. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli
2021 sampai dengan November 2022.
Populasi adalah seluruh data yang
ingin diteliti karakteristiknya, dimana data yang akan diteliti tersebut harus
mempunyai batasan yang jelas (Mahdiyah, 2014).
Populasi dalam penelitian ini adalah kue klemben dengan substitusi tepung ampas
kelapa. Sampel adalah bagian dari populasi yang diambil dan digunakan sebagai
bahan penelaahan dengan harapan data sampel tersebut dapat mewakli
(representatif) terhadap populasinya (Mahdiyah, 2014).
Adapun sampel pada penelitian ini adalah kue klemben dengan substitusi tepung
ampas kelapa dengan presentase 10 %, 20 %, 30 %.
Teknik pengambilan sampel pada
penelitian ini akan dilakukan secara acak (random sampling) dengan memberikan
beberapa kode yang berbeda pada setiap sampel kue klemben dengan substitusi
tepung ampas kelapa yang bersifat tertutup dan hanya diketahui oleh peneliti (Sugiyono, 2018).
Penelitian ini digunakan untuk mengetahui daya terima konsumen terhadap produk
kue klemben dengan substitusi tepung ampas kelapa dengan melakukan uji
organoleptik yang akan dilakukan kepada 3 orang Dosen Ahli di Program Studi
Pendidikan Tata Boga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta dan panelis
agak terlatih sebanyak 30 mahasiswa Program Studi Pendidikan Tata Boga Fakultas
Teknik Universitas Negeri Jakarta untuk menilai melalui aspek warna, aroma,
rasa dan tekstur luar dan dalam kue klemben.
Penelitian ini menggunakan metode
eksperimen (Moleong, 2017),
dengan tujuan untuk melakukan penelitian yang mungkin terjadi hubungan
sebab-akibat dengan cara menggunakan satu atau lebih perlakuan kepada satu atau
lebih kelompok eksperimen untuk mengetahui daya terima konsumen terhadap warna,
rasa, aroma, tekstur luar dan dalam.
Percobaan dilakukan dengan cara membuat kue dengan substitusi tepung ampas
kelapa ke dalam adonan. Presentase substitusi tepung ampas kelapa yang
digunakan kedalam adonan kue klemben adalah sebanyak 10%, 20%, dan 30%.
Untuk uji kualitas produk kue
klemben yang telah disubstitusikan dengan tepung ampaskelapa, dilakukan 3 orang
Dosen Ahli di Program Studi Pendidikan Tata Boga, Fakultas Teknik, Universitas
Negeri Jakarta, sedangkan untuk uji organoleptik dilakukan dengan menggunakan
skala uji hedonik atau uji kesukaan, untuk mengetahui tingkat kesukaan dan
ketidak sukaan panelis terhadap produk kue klemben dengan penambahan substitusi
tepung ampas kelapa yang meliputi aspek warna, rasa, aroma, dan tekstur luar,
dan tekstur dalam dengan presentase 10%, 20%, 30%. Uji daya terima konsumen
akan dilakukan kepada sebanyak 30 panelis.
Hasil dan Pembahasan
A.
Hasil
Penelitian
Hasil
penelitian ini diperoleh melalui dua tahap, yaitu tahap pertama uji validitas
yang dilakukan kepada 3 panelis ahli yaitu dosen Program Studi Pendidikan Tata
Boga Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta dan dilanjutkan tahap kedua
yaitu uji organoleptik terhadap daya terima konsumen kepada 30 panelis agak
terlatih mahasiswa Pendidikan Tata Boga Fakultas Teknik Universitas Negeri
Jakarta. Daya terima konsumen secara keseluruhan dinilai dari penilaian
konsumen terhadap aspek warna dalam, warna luar, aroma, rasa kelapa, rasa manis
gurih, tekstur, dan rongga pada substitusi tepung ampas pada pembuatan kue
klemben. Aspek tersebut dinilai menggunakan skala kategori penilaian dengan
rentangan sangat suka, suka, agak suka, tidak suka, sangat tidak suka. Hasil
dari uji daya terima konsumen tersebut kemudian dihitung melalui uji hipotesis
dengan menggunakan uji Friedman. Jika hasil dari uji Friedman menyatakan
menolak H0, maka akan dilanjutkan dengan uji Tuckey untuk mengetahui kelompok
dari ketiga perlakuan.
1.
Hasil Uji Validitas
Uji
validitas dilakukan kepada 3 dosen ahli terhadap substitusi tepung ampas kelapa
pada pembuatan kue klemben. Aspek yang dinilai pada uji validitas meliputi
aspek warna luar, warna dalam, aroma, rasa kelapa, rasa manis, tekstur, dan
rongga dapat dilihat pada tabel berikut ini:
a.
Aspek Warna Dalam Substitusi Kue
Klemben Tepung Ampas Kelapa
Tabel
1. Penilaian Aspek Warna Dalam
|
Skala Penilaian |
Skor |
Aspek Warna Dalam Kue Klemben |
|||||
|
10% |
20% |
30% |
|||||
|
n |
% |
n |
% |
n |
% |
||
|
Coklat keemasan Coklat muda Kuning keemasan Kuning muda Putih krem |
2 3 4 5 1 |
0 0 1 2 0 |
0 0 33 67 0 |
0 0 1 2 0 |
0 0 33 67 0 |
0 1 1 1 0 |
0 33 33 33 0 |
|
Jumlah (n) |
|
3 |
100% |
3 |
100% |
3 |
100% |
|
|
|
14 |
|
14 |
|
12 |
|
|
Mean |
|
4,6 |
|
4,6 |
|
4 |
|
Ket: n = jumlah panelis, % = jumlah panelis dalam persen
Berdasarkan
hasil uji validasi 3 panelis ahli pada kue klemben dengan substitusi tepung
ampas kelapa presentase 10%, 20%, 30%.Hasil penilaian
pada aspek warna dalam pada perlakuan 10%, terdapat 2 panelis ahli dengan
presentase 67% memilih warna kuning muda dan 1 panelis ahli dengan presentase
33% memilih warna kuning keemasan. Pada perlakuan 20% terdapat 2 panelis ahli
dengan presentase 67% memilih warna kuning muda, dan 1 panelis ahli dengan
presentase 33% memilih warna kuning keemasan. Sedangkan pada perlakuan 30%
terdapat 1 panelis ahli dengan presentase 33% memilih warna kuning muda, 1
panelis dengan presentase 33% memilih warna kuning keemasan, dan I panelis ahli
dengan presentase 33% memilih warna coklat muda.
Adapun
hasil uji validasi kepada 3 panelis ahli terhadap aspek warna dalam kue klemben
substitusi tepung ampas kelapa, perlakuan 10% dan 20% memperoleh skor mean sebesar 4,6
termasuk kategori warna dalam kue klemben substitusi tepung ampas kelapa di
skala kuning muda.Perlakuan 30% memperoleh skor mean sebesar 4 termasuk
kategori warna dalam kue klemben substitusi tepung ampas kelapa di skala kuning
keemasan. Artinya penilaian produk untuk warna dalam berkisar antara kuning
keemasan hingga kuning muda.
b.
Aspek Warna Luar Substitusi Kue
Klemben Tepung Ampas Kelapa
Tabel
2. Penilaian Aspek Warna Luar
|
Skala Penilaian |
Skor |
Aspek Warna Luar Kue
Klemben |
|||||
|
10% |
20% |
30% |
|||||
|
n |
% |
n |
% |
n |
% |
||
|
Coklat Coklat
keemasan Coklat
muda Kuning
keemasan Kuning
muda |
1 3 5 4 2 |
0 0 2 1 0 |
0 0 67 33 0 |
0 0 2 1 0 |
0 0 67 33 0 |
0 0 1 2 0 |
0 0 33 33 0 |
|
Jumlah
(n) |
|
3 |
100% |
3 |
100% |
3 |
100% |
|
|
|
14 |
|
14 |
|
13 |
|
|
Mean |
|
4,6 |
|
4,6 |
|
4,3 |
|
Ket: n = jumlah panelis, % = jumlah
panelis dalam persen
Berdasarkan
hasil uji validasi 3 panelis ahli pada kue klemben dengan substitusi tepung
ampas kelapa presentase 10%, 20%, 30%. Hasil penilaian pada aspek warna luar
pada perlakuan 10%, terdapat 2 panelis ahli dengan presentase 67% memilih warna
coklat muda dan 1 panelis dengan presentase 33% memilih warna kuning keemasan.
Pada perlakuan 20% terdapat 2 panelis ahli dengan presentase 67% memilih warna
coklat muda dan 1 panelis ahli dengan presentase 33% memilih warna kuning
keemasan. Sedangkan pada perlakuan 30% terdapat 2 panelis ahli dengan
presentase 67% memilih warna kuning keemasan dan 1 panelis ahli dengan
presentase 33% memilih warna coklat muda.
Adapun hasil uji validasi kepada 3 panelis ahli
terhadap aspek warna luar kue klemben substitusi tepung ampas kelapa perlakuan
10% dan 20% memperoleh skor mean sebesar 4,6 termasuk kategori warna luar kue
klemben substitusi tepung ampas kelapa di skala coklat muda. Sedangkan
perlakuan 30% memperoleh skor mean sebesar 4,3 termasuk kategori warna luar kue
klemben substitusi tepung ampas kelapa di skala kuning keemasan. Artinya
penilaian warna luar kue klemben berkisar antara coklat muda dan kuning
keemasan sehingga produk layak untuk dilanjutkan.
c.
Aspek Rasa Kelapa Substitusi Kue
Klemben Tepung Ampas Kelapa
Tabel
3. Penilaian Aspek Rasa Kelapa
|
Skala Penilaian |
Skor |
Aspek Rasa Kelapa Kue
Klemben |
|||||
|
10% |
20% |
30% |
|||||
|
n |
% |
n |
% |
n |
% |
||
|
Sangat
terasa kelapa Terasa
kelapa Agak
terasa kelapa Tidak
terasa kelapa Sangat
tidak terasa kelapa |
3 4 5 2 1 |
0 1 2 0 0 |
0 33 67 0 0 |
0 0 2 1 0 |
0 0 67 33 0 |
1 1 1 0 0 |
33 33 33 0 0 |
|
Jumlah
(n) |
|
3 |
100% |
3 |
100% |
3 |
100% |
|
|
|
14 |
|
12 |
|
12 |
|
|
Mean |
|
4,6 |
|
4 |
|
4 |
|
Ket: n = jumlah panelis, % = jumlah
panelis dalam persen
Berdasarkan
hasil uji validasi 3 panelis ahli pada kue klemben dengan substitusi tepung
ampas kelapa presentase 10%, 20%, 30%. Hasil penilaian pada aspek rasa kelapa
pada perlakuan 10%, terdapat 2 panelis ahli dengan presentase 67% memilih rasa
kelapa agak terasa kelapa dan 1 panelis ahli dengan presentase 33% memilih rasa
kelapa terasa kelapa. Pada perlakuan 20% terdapat 2 panelis ahli dengan
presentase 67% memilih
rasa kelapa agak terasa kelapa dan 1 panelis dengan presentase 33% memilih rasa
kelapa tidak terasa kelapa. Sedangkan pada perlakuan 30% terdapat 1 panelis
ahli dengan presentase 33% memilih rasa kelapa sangat terasa kelapa 1 panelis
ahli dengan presentase 33% memilih rasa kelapa terasa kelapa dan 1 panelis ahli
dengan presentase 33% memilih rasa kelapa agak terasa kelapa.
Adapun hasil uji validasi kepada 3 panelis ahli
terhadap aspek rasa kelapa kue klemben substitusi tepung ampas kelapa perlakuan
20% dan 30% memperoleh skor mean sebesar 4 termasuk kategori rasa kelapa kue
klemben substitusi tepung ampas kelapa di skala terasa kelapa. Perlakuan 10%
memperoleh skor mean sebesar 4,6 termasuk kategori agak terasa kelapa kue
klemben substitusi tepung ampas kelapa di skala agak terasa kelapa. Artinya
penilaian rasa kelapa berkisar antara agak terasa kelapa dan terasa kelapa
sehingga produk layak untuk dilanjutkan. Semakin banyak penambahan substitusi
tepung ampas kelapa maka akan semakin terasa kelapanya.
d.
Aspek Rasa Manis Gurih Substitusi
Kue Klemben Tepung Ampas Kelapa
Tabel 4. Penilaian Aspek
Rasa Manis Gurih
|
Skala Penilaian |
Skor |
Aspek Rasa Manis Gurih
Kue Klemben |
|||||
|
10% |
20% |
30% |
|||||
|
n |
% |
n |
% |
n |
% |
||
|
Sangat
terasa manis gurih Terasa
manis gurih Agak
terasa manis gurih Tidak
terasa manis gurih Sangat
tidak terasa manis gurih |
1 5 4 3 2 |
0 0 2 1 0 |
0 0 67 33 0 |
0 0 2 1 0 |
0 0 67 33 0 |
0 0 2 1 0 |
0 0 67 33 0 |
|
Jumlah (n) |
|
3 |
100% |
3 |
100% |
3 |
100% |
|
|
|
11 |
|
11 |
|
11 |
|
|
Mean |
|
3,6 |
|
3,6 |
|
3,6 |
|
Ket: n = jumlah panelis, % = jumlah panelis dalam persen
Berdasarkan
hasil uji validasi 3 panelis ahli pada kue klemben dengan substitusi tepung
ampas kelapa presentase 10%, 20%, 30%. Hasil penilaian pada aspek rasa manis
gurih pada perlakuan 10%, 20% dan 30% terdapat 2 panelis ahli dengan presentase
67% memilih
rasa manis gurih yaitu agak manis gurih dan 1 panelis dengan presentase 33%
memilih rasa manis gurih yaitu tidak manis gurih.
Adapun hasil uji validasi kepada 3 panelis ahli
terhadap aspek rasa manis gurih pada kue klemben substitusi tepung ampas kelapa
perlakuan 10%, 20%, dan 30% memperoleh skor mean sebesar 3,6 termasuk kategori
rasa manis gurih kue klemben substitusi tepung ampas kelapa di skala agak
terasa manis gurih. Artinya penilaian rasa manis gurih kue klemben agak terasa
manis gurih sehingga produk layak untuk dilanjutkan dan bisa menambahkan
sedikit gula lagi.
e.
Aspek Aroma Kelapa Substitusi Kue
Klemben Tepung Ampas Kelapa
Tabel
5. Penilaian Aspek Aroma Kelapa
|
Skala Penilaian |
Skor |
Aspek Aroma Kelapa Kue
Klemben |
|||||
|
10% |
20% |
30% |
|||||
|
n |
% |
n |
% |
n |
% |
||
|
Sangat beraroma kelapa Beraroma
kelapa Agak
beraroma kelapa Tidak
beraroma kelapa Sangat tidak beraroma kelapa |
3 4 5 2 1 |
0 0 2 1 0 |
0 0 67 33 0 |
0 2 1 0 0 |
0 67 33 0 0 |
0 3 0 0 0 |
0 100 0 0 0 |
|
Jumlah (n) |
|
3 |
100% |
3 |
100% |
3 |
100% |
|
|
|
12 |
|
13 |
|
12 |
|
|
Mean |
|
4 |
|
4,3 |
|
4 |
|
Ket: n = jumlah panelis, % = jumlah
panelis dalam persen
Berdasarkan
hasil uji validasi 3 panelis ahli pada kue klemben dengan substitusi tepung
ampas kelapa presentase 10%, 20%, 30%. Hasil penilaian pada aspek aroma kelapa
pada perlakuan 10%, terdapat 2 panelis ahli dengan presentase 67% memilih aroma
kelapa yaitu agak beraroma kelapa dan 1 panelis dengan presentase 33% memilih
aroma kelapa yaitu tidak beraroma kelapa. Pada perlakuan 20% terdapat 2 panelis
ahli dengan presentase 67% memilih aroma kelapa yaituberaroma kelapa dan 1
panelis ahli dengan presentase 33% memilih aroma kelapa yaitu agak beraroma
kelapa. Sedangkan pada perlakuan 30% terdapat 3 panelis ahli dengan presentase
100% memilih aroma kelapa yaitu beraroma kelapa.
Adapun hasil uji validasi kepada 3 panelis ahli
terhadap aspek rasa kelapa kue klemben substitusi tepung ampas kelapa perlakuan
10% dan 30% memperoleh skor mean sebesar 4 termasuk kategori aroma kelapa kue
klemben substitusi tepung ampas kelapa di skala beraroma kelapa. Perlakuan 20%
memperoleh skor mean sebesar 4,3 termasuk kategori aroma kelapa kue klemben
substitusi tepung ampas kelapa di skala agak beraroma kelapa. Artinya penilaian
aroma beraroma kelapa sehingga produk layak untuk dilanjutkan.
f.
Aspek Tekstur Substitusi Kue
Klemben Tepung Ampas Kelapa
Tabel
6. Penilaian Aspek Tekstur
|
Skala
Penilaian |
Skor |
Aspek
Tekstur Kue Klemben |
|||||
|
10% |
20% |
30% |
|||||
|
n |
% |
n |
% |
n |
% |
||
|
Sangat garing/rapuh Garing/rapuh Agak garing/rapuh Tidak garing/rapuh Sangat garing/rapuh |
2 5 4 3 1 |
0 2 1 0 0 |
0 67 33 0 0 |
0 1 2 0 0 |
0 33 67 0 0 |
0 0 2 1 0 |
0 0 67 33 0 |
|
Jumlah (n) |
|
3 |
100% |
3 |
100% |
3 |
100% |
|
|
|
14 |
|
13 |
|
11 |
|
|
Mean |
|
4,6 |
|
4,3 |
|
3,6 |
|
Ket: n = jumlah panelis, % = jumlah
panelis dalam persen
Berdasarkan
hasil uji validasi 3 panelis ahli pada kue klemben dengan substitusi tepung
ampas kelapa presentase 10%, 20%, 30%. Hasil penilaian pada aspek tekstur pada
perlakuan 10%, terdapat 2 panelis ahli dengan presentase 67% memilih tekstur garing/rapuh dan 1
panelis dengan presentase 33% memilih tekstur agak garing/rapuh. Pada perlakuan
20% terdapat 2 panelis ahli dengan presentase 67% memilih tekstur agak
garing/rapuh dan 1 panelis ahli dengan presentase 33% memilih tekstur
garing/rapuh. Sedangkan pada perlakuan 30% terdapat 2 panelis ahli dengan
presentase 67% memilih tekstur agak garing/rapuh dan 1 panelis dengan
presentase 33% memilih tekstur tidak garing/rapuh.
Adapun hasil uji validasi kepada 3 panelis ahli
terhadap aspek rasa kelapa kue klemben substitusi tepung ampas kelapa perlakuan
10% memperoleh skor mean sebesar 4,6 termasuk kategori tekstur kue klemben
substitusi tepung ampas kelapa di skala garing/rapuh. Perlakuan 20% memperoleh
skor mean sebesar 4,3 termasuk kategori tekstur kue klemben substitusi tepung
ampas kelapa di skala agak garing/rapuh. Sedangkan perlakuan 30% memperoleh
skor mean sebesar 3,6 termasuk kategoritekstur kue klemben substitusi tepung
ampas kelapa di skala agak garing/rapuh. Artinya penilaian tekstur berkisar
antara garing/rapuh dan agak garing/rapuh sehingga produk layak untuk
dilanjutkan.
g.
Aspek Rongga Substitusi Kue Klemben
Tepung Ampas Kelapa
Tabel
7. Penilaian Aspek Rongga
|
Skala Penilaian |
Skor |
Aspek Rongga Kue
Klemben |
|||||
|
10% |
20% |
30% |
|||||
|
n |
% |
n |
% |
n |
% |
||
|
Sangat berongga Berongga Agak berongga Tidak berongga Sangat tidak berongga |
1 2 5 4 3 |
0 0 3 0 0 |
0 0 100 0 0 |
0 0 3 0 0 |
0 0 100 0 0 |
0 1 2 0 0 |
0 33 67 0 0 |
|
Jumlah (n) |
|
3 |
100% |
3 |
100% |
3 |
100% |
|
|
|
15 |
|
15 |
|
12 |
|
|
Mean |
|
5 |
|
5 |
|
4 |
|
Ket: n = jumlah panelis, % = jumlah
panelis dalam persen
Berdasarkan
hasil uji validasi 3 panelis ahli pada kue klemben dengan substitusi tepung
ampas kelapa presentase 10%, 20%, 30%. Hasil penilaian pada aspek penampakan
rongga pada perlakuan 10% dan 20%, terdapat 3 panelis ahli dengan presentase
100% memilih
penampakan rongga agak berongga. Pada perlakuan 30% terdapat 2 panelis ahli
dengan presentase 67% memilih penampakan rongga agak berongga dan 1 panelis
ahli dengan presentase 33% memilih penampakan rongga yaitu berongga.
Adapun hasil uji validasi kepada 3 panelis ahli
terhadap aspek rasa kelapa kue klemben substitusi tepung ampas kelapa perlakuan
10% dan 20% memperoleh skor mean sebesar 5 termasuk kategori penampakan rongga
kue klemben substitusi tepung ampas kelapa di skala agak berongga. Perlakuan
30% memperoleh skor mean sebesar 4 termasuk kategori tekstur kue klemben
substitusi tepung ampas kelapa di skala tidak berongga. Artinya penilaian
rongga adalah tidak berongga sampai agak berongga sehingga produk layak untuk
dilanjutkan.
2.
Hasil Uji Organoleptik Kue Klemben
dengan Subtitusi Tepung Ampas Kelapa
Deskripsi
data diperoleh dari hasil uji daya terima konsumen kepada 30 orang panelis agak
terlatih secara keseruluhan meliputi aspek warna dalam, warna luar, rasa
kelapa, rasa manis gurih, aroma, tekstur, dan rongga. Data yang diperoleh dinilai
dengan skala kategori terhadap pembuatan kue klemben dengan substitusi tepung
ampas kelapa dengan persentase 10%, 20%, dan 30% yang meliputi aspek sangat
suka, suka, agak suka, tidak suka, dan sangat tidak suka.
a.
Aspek Warna Dalam dengan Subtitusi
Tepung Ampas Kelapa
1)
Hasil Deskriptif
Penilaian
perhitungan secara deskripsi tentang daya terima konsumen aspek warna dalam
pada pembuatan kue klemben subtitusi tepung ampas kelapa dengan presentase
subtitusi 10%, 20%, dan 30% dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel
8. Penilaian Data Hasil Uji Organoleptik Aspek Warna Dalam
|
Skala Penilaian |
Skor |
Aspek Warna Dalam Kue
Klemben |
|||||
|
10% |
20% |
30% |
|||||
|
n |
% |
n |
% |
n |
% |
||
|
Sangat suka Suka Agak suka Tidak suka Sangat tidak suka |
5 4 3 2 1 |
8 21 1 0 0 |
24 70 6 0 0 |
15 11 4 0 0 |
50 37 13 0 0 |
10 13 7 0 0 |
33 43 24 0 0 |
|
Jumlah (n) |
|
30 |
100% |
30 |
100% |
30 |
100% |
|
Mean |
|
4.2 |
4.4 |
4.1 |
|||
Berdasarkan
tabel di atas dapat dilihat bahwa penilaian warna dalam kue klemben dengan
substitusi tepung ampas kelapa dengan persentase 10% menunjukkan 8 panelis (24%)
menyatakan sangat suka, 21 panelis (70%) menyatakan suka dan 1 panelis (6%)
menyatakan agak suka. Hasil data pada tabel warna dalam kue klemben dengan
substitusi tepung ampas kelapa dengan presentase 20% menunjukkan 15 panelis
(15%) menyatakan sangat suka, 11 panelis (37%) menyatakan suka dan 4 panelis
(13%) menyatakan agak suka. Hasil data pada tabel warna dalam kue klemben
dengan substitusi tepung ampas kelapa dengan presentase 30% menunjukkan 10
panelis (33%) menyatakan sangat suka, 13 panelis (43%) menyatakan suka dan 7
panelis (43%) menyatakan agak suka.
Rata-rata
penelitian panelis terhadap aspek warna dalam dengan substitusi tepung ampas
kelapa sebanyak 10% adalah 4.23 yang menunjukkan rentangan kategori suka,
penilaian panelis terhadap aspek warna dalam dengan substitusi tepung ampas
kelapa sebanyak 20% adalah 4.37 yang menunjukkan rentangan kategori suka, dan
kemudian panelis terhadap aspek warna dalam dengan substitusi tepung ampas
kelapa sebanyak 30% adalah 4.10 yang menunjukkan rentangan kategori suka. Nilai
rata-rata pada aspek warna dalam kue klemben dengan substitusi tepung ampas
kelapa pada tabel 4.8 menunjukkan bahwa formula dengan substitusi tepung ampas
kelapa sebanyak 20% adalah yang paling disukai dengan nilai tertinggi yaitu 4.4
dengan rentangan kategori suka.
2)
Hasil Analisis Statistik
Hasil
perhitungan kepada 30 panelis pada aspek warna dalam diperoleh x_hitung^2 pada
taraf signifikan α = 0,05, sedangkan x_tabel^2 pada derajat kebebasan db =
3-1 =2, yaitu sebesar 5,99. Tabel hasil perhitungan analisis berdasarkan aspek
warna dalam kue klemben substitusi tepung ampas kelapa dapat dilihat pada tabel
di bawah ini:
Tabel
9. Hasil Pengujian Hipotesis pada aspek Warna Dalam
|
Kriteria
Pengujian |
|
|
Kesimpulan |
|
Warna Dalam |
1,40 |
5,99 |
|
Berdasarkan
tabel 9. di atas menunjukkan nilai x_hitung^2<x_tabel^2 artinya H0 diterima
dan H1 ditolak. Hal ini berarti bahwa, tidak terdapat pengaruh substitusi
tepung ampas kelapa pada pembuatan kue klemben terhadap daya terima konsumen
berdasarkan aspek warna dalam. Karena H0 diterima maka perhitungan tidak
dilanjutkan ke uji Tuckey.
b.
Aspek Warna Luar dengan Subtitusi Tepung Ampas Kelapa
1)
Hasil Deskriptif
Penilaian
perhitungan secara deskripsi tentang daya terima konsumen aspek warna luar pada
pembuatan kue klemben subtitusi tepung ampas kelapa dengan presentase subtitusi
10%, 20%, dan 30% dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel
10. Penilaian Data Hasil Uji Organoleptik Aspek Warna Luar
|
Skala Penilaian |
Skor |
Aspek Warna Luar Kue
Klemben |
|||||
|
10% |
20% |
30% |
|||||
|
n |
% |
n |
% |
n |
% |
||
|
Sangat suka Suka Agak suka Tidak suka Sangat tidak suka |
5 4 3 2 1 |
10 18 2 0 0 |
33 60 7 0 0 |
10 14 6 0 0 |
33 47 20 0 0 |
8 15 7 0 0 |
24 50 26 0 0 |
|
Jumlah (n) |
|
30 |
100% |
30 |
100% |
30 |
100% |
|
Mean |
|
4.27 |
4.13 |
4.03 |
|||
Berdasarkan
tabel di atas dapat dilihat bahwa penilaian warna luar kue klemben dengan
substitusi tepung ampas kelapa dengan persentase 10% menunjukkan 10 panelis
(33%) menyatakan sangat suka, 18 panelis (60%) menyatakan suka dan 2 panelis
(7%) menyatakan agak suka. Hasil data pada tabel warna luar kue klemben dengan
substitusi tepung ampas kelapa dengan presentase 20% menunjukkan 10 panelis
(33%) menyatakan sangat suka, 14 panelis (47%) menyatakan suka dan 6 panelis
(20%) menyatakan agak suka. Hasil data pada tabel warna luar kue klemben dengan
substitusi tepung ampas kelapa dengan presentase 30% menunjukkan 8 panelis
(24%) menyatakan sangat suka, 15 panelis (50%) menyatakan suka dan 7 panelis (26%)
menyatakan agak suka.
Rata-rata
penelitian panelis terhadap aspek luar dalam dengan substitusi tepung ampas
kelapa sebanyak 10% adalah 4.27 yang menunjukkan rentangan kategori suka,
penilaian panelis terhadap aspek warna luar dengan substitusi tepung ampas
kelapa sebanyak 20% adalah 4.13 yang menunjukkan rentangan kategori suka, dan
kemudian panelis terhadap aspek warna luar dengan substitusi tepung ampas
kelapa sebanyak 30% adalah 4.03 yang menunjukkan rentangan kategori suka. Nilai
rata-rata pada aspek warna luar kue klemben dengan substitusi tepung ampas
kelapa pada tabel 4.10 menunjukkan bahwa formula dengan substitusi tepung ampas
kelapa sebanyak 10% adalah yang paling disukai dengan nilai tertinggi yaitu
4.27 dengan rentangan kategori suka.
2)
Hasil Analisis Statistik
Hasil
perhitungan kepada 30 panelis pada aspek warna luar diperoleh x_hitung^2 pada
taraf signifikan α = 0,05, sedangkan x_tabel^2 pada derajat kebebasan db =
3-1 =2, yaitu sebesar 5,99. Tabel hasil perhitungan analisis berdasarkan aspek
warna luar kue klemben substitusi tepung ampas kelapa dapat dilihat pada tabel
di bawah ini:
Tabel
11. Hasil Pengujian Hipotesis pada aspek Warna Luar
|
Kriteria
Pengujian |
|
|
Kesimpulan |
|
Warna Luar |
1,73 |
5,99 |
|
Berdasarkan
tabel 11. di atas menunjukkan nilai x_hitung^2<x_tabel^2 artinya H0 diterima
dan H1 ditolak. Hal ini berarti bahwa, tidak terdapat pengaruh substitusi
tepung ampas kelapa pada pembuatan kue klemben terhadap daya terima konsumen
berdasarkan aspek warna luar. Karena H0 diterima maka perhitungan tidak
dilanjutkan ke uji Tuckey.
c.
Aspek Rasa Kelapa dengan Subtitusi
Tepung Ampas Kelapa
1)
Hasil Deskriptif
Penilaian
perhitungan secara deskripsi tentang daya terima konsumen aspek rasa kelapa
pada pembuatan kue klemben subtitusi tepung ampas kelapa dengan presentase
subtitusi 10%, 20%, dan 30% dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 12. Penilaian Data
Hasil Uji Organoleptik Aspek Rasa Kelapa
|
Skala Penilaian |
Skor |
Aspek Rasa Kelapa Kue
Klemben |
|||||
|
10% |
20% |
30% |
|||||
|
n |
% |
n |
% |
n |
% |
||
|
Sangat suka Suka Agak suka Tidak suka Sangat tidak suka |
5 4 3 2 1 |
7 12 11 0 0 |
23 40 37 0 0 |
8 18 4 0 0 |
26 60 14 0 0 |
13 10 7 0 0 |
43 34 23 0 0 |
|
Jumlah (n) |
|
30 |
100% |
30 |
100% |
30 |
100% |
|
Mean |
|
3.93 |
4.13 |
4.20 |
|||
Berdasarkan
tabel di atas dapat dilihat bahwa penilaian rasa kelapa kue klemben dengan
substitusi tepung ampas kelapa dengan presentase 10% menunjukkan 7 panelis
(23%) menyatakan sangat suka, 12 panelis (40%) menyatakan suka dan 11 panelis
(37%) menyatakan agak suka. Hasil data pada tabel rasa kelapa kue klemben
dengan substitusi tepung ampas kelapa dengan presentase 20% menunjukkan 8
panelis (26%) menyatakan sangat suka, 18 panelis (60%) menyatakan suka dan 4
panelis (14%) menyatakan agak suka. Hasil data pada tabel rasa kelapa kue
klemben dengan substitusi tepung ampas kelapa dengan presentase 30% menunjukkan
13 panelis (43%) menyatakan sangat suka, 10 panelis (34%) menyatakan suka dan 7
panelis (23%) menyatakan agak suka.
Rata-rata
penelitian panelis terhadap aspek rasa kelapa dengan substitusi tepung ampas
kelapa sebanyak 10% adalah 4.27 yang menunjukkan rentangan kategori suka,
penilaian panelis terhadap aspek rasa kelapa dengan substitusi tepung ampas
kelapa sebanyak 20% adalah 4.13 yang menunjukkan rentangan kategori suka, dan
kemudian panelis terhadap aspek rasa kelapa dengan substitusi tepung ampas
kelapa sebanyak 30% adalah 4.20 yang menunjukkan rentangan kategori suka. Nilai
rata-rata pada aspek rasa kelapa kue klemben dengan substitusi tepung ampas
kelapa pada tabel 4.12 menunjukkan bahwa formula dengan substitusi tepung ampas
kelapa sebanyak 30% adalah yang paling disukai dengan nilai tertinggi yaitu
4.20 dengan rentangan kategori suka.
2)
Hasil Analisis Statistik
Hasil
perhitungan kepada 30 panelis pada aspek rasa kelapa diperoleh x_hitung^2 pada
taraf signifikan α = 0,05, sedangkan x_tabel^2 pada derajat kebebasan db =
3-1 =2, yaitu sebesar 5,99. Tabel hasil perhitungan analisis berdasarkan aspek
rasa kelapa kue klemben substitusi tepung ampas kelapa dapat dilihat pada tabel
di bawah ini:
Tabel
13. Hasil Pengujian Hipotesis pada Aspek Rasa Kelapa
|
Kriteria
Pengujian |
|
|
Kesimpulan |
|
Rasa kelapa |
1,23 |
5,99 |
|
Berdasarkan
tabel 13. di atas menunjukkan nilai x_hitung^2<x_tabel^2 artinya H0 diterima
dan H1 ditolak. Hal ini berarti bahwa, tidak terdapat pengaruh substitusi
tepung ampas kelapa pada pembuatan kue klemben terhadap daya terima konsumen
berdasarkan aspek rasa kelapa. Karena H0 diterima maka perhitungan tidak
dilanjutkan ke uji Tuckey.
d.
Aspek Rasa Manis Gurih dengan
Subtitusi Tepung Ampas Kelapa
1)
Hasil Deskriptif
Penilaian
perhitungan secara deskripsi tentang daya terima konsumen aspek rasa manis
gurih pada pembuatan kue klemben subtitusi tepung ampas kelapa dengan
presentase subtitusi 10%, 20%, dan 30% dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel
14. Penilaian Data Hasil Uji Organoleptik Aspek Rasa Manis Gurih
|
Skala Penilaian |
Skor |
Aspek Rasa Manis Kue
Klemben |
|||||
|
10% |
20% |
30% |
|||||
|
n |
% |
n |
% |
n |
% |
||
|
Sangat suka Suka Agak suka Tidak suka Sangat tidak suka |
5 4 3 2 1 |
13 14 2 1 0 |
43 47 7 3 0 |
9 17 4 0 0 |
30 57 13 0 0 |
12 13 4 1 0 |
40 44 13 3 0 |
|
Jumlah (n) |
|
30 |
100% |
30 |
100% |
30 |
100% |
|
Mean |
|
4.27 |
4.17 |
4.20 |
|||
Berdasarkan
tabel di atas dapat dilihat bahwa penilaian rasa manis gurih kue klemben dengan
substitusi tepung ampas kelapa dengan presentase 10% menunjukkan 13 panelis
(43%) menyatakan sangat suka, 14 panelis (47%) menyatakan suka, 2 panelis (7%)
menyatakan agak suka, dan 1 panelis (3%) menyatakan tidak suka. Hasil data pada
tabel rasa manis gurih kue klemben dengan substitusi tepung ampas kelapa dengan
presentase 20% menunjukkan 9 panelis (30%) menyatakan sangat suka, 17 panelis
(57%) menyatakan suka dan 4 panelis (13%) menyatakan agak suka. Hasil data pada
tabel rasa manis gurih kue klemben dengan substitusi tepung ampas kelapa dengan
presentase 30% menunjukkan 12 panelis (40%) menyatakan sangat suka, 13 panelis
(44%) menyatakan suka,
4 panelis (13%) menyatakan agak suka, dan 1 panelis (3%)
menyatakan tidak suka.
Rata-rata
penelitian panelis terhadap aspek rasa manis gurih dengan substitusi tepung
ampas kelapa sebanyak 10% adalah 4.27 yang menunjukkan rentangan kategori suka,
penilaian panelis terhadap aspek rasa manis gurih dengan substitusi tepung
ampas kelapa sebanyak 20% adalah 4.17 yang menunjukkan rentangan kategori suka,
dan kemudian panelis terhadap aspek rasa manis gurih dengan substitusi tepung
ampas kelapa sebanyak 30% adalah 4.20 yang menunjukkan rentangan kategori suka.
Nilai rata-rata pada aspek rasa manis gurih kue klemben dengan substitusi
tepung ampas kelapa pada tabel 4.14. menunjukkan bahwa formula dengan
substitusi tepung ampas kelapa sebanyak 10% adalah yang paling disukai dengan
nilai tertinggi yaitu 4.27 dengan rentangan kategori suka.
2)
Hasil Analisis Statistik
Hasil
perhitungan kepada 30 panelis pada aspek rasa manis gurih diperoleh x_hitung^2
pada taraf signifikan α = 0,05, sedangkan x_tabel^2 pada derajat kebebasan db =
3-1 =2, yaitu sebesar 5,99. Tabel hasil perhitungan analisis berdasarkan aspek
rasa manis gurih kue klemben substitusi tepung ampas kelapa dapat dilihat pada
tabel di bawah ini:
Tabel
15. Hasil Pengujian Hipotesis pada Aspek Rasa Manis Gurih
|
Kriteria
Pengujian |
|
|
Kesimpulan |
|
Rasa manis gurih |
0,27 |
5,99 |
|
Berdasarkan
tabel 4.15 di atas menunjukkan nilai x_hitung^2<x_tabel^2 artinya H0
diterima dan H1 ditolak. Hal ini berarti bahwa, tidak terdapat pengaruh
substitusi tepung ampas kelapa pada pembuatan kue klemben terhadap daya terima
konsumen berdasarkan aspek rasa manis gurih. Karena H0 diterima maka
perhitungan tidak dilanjutkan ke uji Tuckey.
e.
Aspek Aroma dengan Subtitusi Tepung
Ampas Kelapa
1)
Hasil Deskriptif
Penilaian
perhitungan secara deskripsi tentang daya terima konsumen aspek aroma pada
pembuatan kue klemben subtitusi tepung ampas kelapa dengan presentase subtitusi
10%, 20%, dan 30% dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel
16. Penilaian Data Hasil Uji Organoleptik Aspek Aroma
|
Skala Penilaian |
Skor |
Aspek Aroma Kue Klemben |
|||||
|
10% |
20% |
30% |
|||||
|
n |
% |
n |
% |
n |
% |
||
|
Sangat suka Suka Agak suka Tidak suka Sangat tidak suka |
5 4 3 2 1 |
12 10 8 0 0 |
40 33 27 0 0 |
12 15 3 0 0 |
40 50 10 0 0 |
9 14 5 2 0 |
30 47 17 6 0 |
|
Jumlah (n) |
|
30 |
100% |
30 |
100% |
30 |
100% |
|
Mean |
|
4.07 |
4.30 |
4.00 |
|||
Berdasarkan
tabel di atas dapat dilihat bahwa penilaian aroma kue klemben dengan substitusi
tepung ampas kelapa dengan presentase 10% menunjukkan 12 panelis (40%)
menyatakan sangat suka, 10 panelis (33%) menyatakan suka, dan 8 panelis (27%)
menyatakan agak suka. Hasil data pada tabel aroma kue klemben dengan substitusi
tepung ampas kelapa dengan presentase 20% menunjukkan 12 panelis (40%)
menyatakan sangat suka, 15 panelis (50%) menyatakan suka dan 3 panelis (10%) menyatakan
agak suka. Hasil data pada tabel aroma kue klemben dengan substitusi tepung
ampas kelapa dengan presentase 30% menunjukkan 9 panelis (30%) menyatakan
sangat suka, 14 panelis (47%) menyatakan suka, 5 panelis (17%) menyatakan agak suka,
dan 2 panelis (6%) menyatakan tidak suka.
Rata-rata
penelitian panelis terhadap aspek aroma dengan substitusi tepung ampas kelapa
sebanyak 10% adalah 4.07 yang menunjukkan rentangan kategori suka, penilaian
panelis terhadap aspek aroma dengan substitusi tepung ampas kelapa sebanyak 20%
adalah 4.30 yang menunjukkan rentangan kategori suka, dan kemudian panelis
terhadap aspek aroma dengan substitusi tepung ampas kelapa sebanyak 30% adalah
4.00 yang menunjukkan rentangan kategori suka. Nilai rata-rata pada aspek aroma
kue klemben dengan substitusi tepung ampas kelapa pada tabel 4.16. menunjukkan
bahwa formula dengan substitusi tepung ampas kelapa sebanyak 20% adalah yang
paling disukai dengan nilai tertinggi yaitu 4.3 dengan rentangan kategori suka.
2)
Hasil Analisis Statistik
Hasil
perhitungan kepada 30 panelis pada aspek aroma diperoleh x_hitung^2 pada taraf
signifikan α = 0,05, sedangkan x_tabel^2 pada derajat kebebasan db =
3-1 =2, yaitu sebesar 5,99. Tabel hasil perhitungan analisis berdasarkan aspek
aroma kue klemben substitusi tepung ampas kelapa dapat dilihat pada tabel di
bawah ini:
Tabel
17. Hasil Pengujian Hipotesis pada Aspek Aroma
|
Kriteria
Pengujian |
|
|
Kesimpulan |
|
Aroma |
1,07 |
5,99 |
|
Berdasarkan
tabel 4.17 di atas menunjukkan nilai x_hitung^2<x_tabel^2 artinya H0
diterima dan H1 ditolak. Hal ini berarti bahwa, tidak terdapat pengaruh
substitusi tepung ampas kelapa pada pembuatan kue klemben terhadap daya terima
konsumen berdasarkan aspek aroma. Karena H0 diterima maka perhitungan tidak
dilanjutkan ke uji Tuckey.
f.
Aspek Tekstur dengan Subtitusi
Tepung Ampas Kelapa
1)
Hasil Deskriptif
Penilaian
perhitungan secara deskripsi tentang daya terima konsumen aspek tekstur pada
pembuatan kue klemben subtitusi tepung ampas kelapa dengan presentase subtitusi
10%, 20%, dan 30% dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel
18. Penilaian Data Hasil Uji Organoleptik Aspek Tekstur
|
Skala Penilaian |
Skor |
Aspek Tekstur Renyah
Kue Klemben |
|||||
|
10% |
20% |
30% |
|||||
|
n |
% |
n |
% |
n |
% |
||
|
Sangat suka Suka Agak suka Tidak suka Sangat tidak suka |
5 4 3 2 1 |
9 14 7 0 0 |
30 47 23 0 0 |
16 10 4 0 0 |
53 33 14 0 0 |
6 16 8 0 0 |
20 53 27 0 0 |
|
Jumlah (n) |
|
30 |
100% |
30 |
100% |
30 |
100% |
|
Mean |
|
4.07 |
4.40 |
3.93 |
|||
Berdasarkan
tabel di atas dapat dilihat bahwa penilaian aspek tekstur kue klemben dengan
substitusi tepung ampas kelapa dengan presentase 10% menunjukkan 9 panelis
(30%) menyatakan sangat suka, 14 panelis (47%) menyatakan suka, dan 7 panelis
(23%) menyatakan agak suka. Hasil data pada tabel tekstur kue klemben dengan
substitusi tepung ampas kelapa dengan presentase 20% menunjukkan 16 panelis
(53%) menyatakan sangat suka, 10 panelis (33%) menyatakan suka dan 4 panelis
(14%) menyatakan agak suka. Hasil data pada tabel tekstur kue klemben dengan
substitusi tepung ampas kelapa dengan presentase 30% menunjukkan 6 panelis
(20%) menyatakan sangat suka, 16 panelis (53%) menyatakan suka, dan8 panelis
(27%) menyatakan agak suka.
Rata-rata
penelitian panelis terhadap aspek tekstur dengan substitusi tepung ampas kelapa
sebanyak 10% adalah 4.07 yang menunjukkan rentangan kategori suka, penilaian
panelis terhadap aspek tekstur dengan substitusi tepung ampas kelapa sebanyak
20% adalah 4.40 yang menunjukkan rentangan kategori suka, dan kemudian panelis
terhadap aspek tekstur dengan substitusi tepung ampas kelapa sebanyak 30%
adalah 3.93 yang menunjukkan rentangan kategori suka. Nilai rata-rata pada
aspek tekstur kue klemben dengan substitusi tepung ampas kelapa pada tabel 4.18
menunjukkan bahwa formula dengan substitusi tepung ampas kelapa sebanyak 20%
adalah yang paling disukai dengan nilai tertinggi yaitu 4.4 dengan rentangan
kategori suka.
2)
Hasil Analisis Statistik
Hasil
perhitungan kepada 30 panelis pada aspek tekstur diperoleh x_hitung^2 pada
taraf signifikan α = 0,05, sedangkan x_tabel^2 pada derajat kebebasan db =
3-1 =2, yaitu sebesar 5,99. Tabel hasil perhitungan analisis berdasarkan aspek
tekstur kue klemben substitusi tepung ampas kelapa dapat dilihat pada tabel di
bawah ini:
Tabel
19. Hasil Pengujian Hipotesis pada Aspek Tekstur
|
Kriteria
Pengujian |
|
|
Kesimpulan |
|
Tekstur |
4,13 |
5,99 |
|
Berdasarkan
tabel 4.19 di atas menunjukkan nilai x_hitung^2<x_tabel^2 artinya H0
diterima dan H1 ditolak. Hal ini berarti bahwa, tidak terdapat pengaruh
substitusi tepung ampas kelapa pada pembuatan kue klemben terhadap daya terima
konsumen berdasarkan aspek tekstur. Karena H0 diterima maka perhitungan tidak
dilanjutkan ke uji Tuckey.
g.
Aspek Penampakan Rongga dengan
Subtitusi Tepung Ampas Kelapa
1)
Hasil Deskriptif
Penilaian
perhitungan secara deskripsi tentang daya terima konsumen aspek penampakan
rongga pada pembuatan kue klemben subtitusi tepung ampas kelapa dengan
presentase subtitusi 10%, 20%, dan 30% dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel
20. Penilaian Data Hasil Uji Organoleptik Aspek Penampakan Rongga
|
Skala
Penilaian |
Skor
|
Aspek
Tekstur Rongga Kue Klemben |
|||||
|
10% |
20% |
30% |
|||||
|
n |
% |
n |
% |
n |
% |
||
|
Sangat suka Suka Agak suka Tidak suka Sangat tidak suka |
5 4 3 2 1 |
10 17 3 0 0 |
33 57 10 0 0 |
13 14 3 0 0 |
43 47 10 0 0 |
10 13 6 1 0 |
33 43 21 3 |
|
Jumlah (n) |
|
30 |
100% |
30 |
100% |
30 |
100% |
|
Mean |
|
4.23 |
4.33 |
4.07 |
|||
Berdasarkan
tabel di atas dapat dilihat bahwa penilaian aspek penampakan rongga kue klemben
dengan substitusi tepung ampas kelapa dengan presentase 10% menunjukkan 10
panelis (33%) menyatakan sangat suka, 17 panelis (57%) menyatakan suka, dan 3
panelis (10%) menyatakan agak suka. Hasil data pada tabel penampakan rongga kue
klemben dengan substitusi tepung ampas kelapa dengan presentase 20% menunjukkan
13 panelis (43%) menyatakan sangat suka, 14 panelis (47%) menyatakan suka dan 3
panelis (10%) menyatakan agak suka. Hasil data pada tabel penampakan rongga kue
klemben dengan substitusi tepung ampas kelapa dengan presentase 30% menunjukkan
10 panelis (33%) menyatakan sangat suka, 13 panelis (43%) menyatakan suka, 6
panelis (21%) menyatakan agak suka, dan 1 panelis (3%) menyatakan tidak suka.
Rata-rata
penelitian panelis terhadap aspek penampakan rongga dengan substitusi tepung
ampas kelapa sebanyak 10% adalah 4.23 yang menunjukkan rentangan kategori suka,
penilaian panelis terhadap aspek penampakan rongga dengan substitusi tepung
ampas kelapa sebanyak 20% adalah 4.33 yang menunjukkan rentangan kategori suka,
dan kemudian panelis terhadap aspek penampakan rongga dengan substitusi tepung
ampas kelapa sebanyak 30% adalah 4.07 yang menunjukkan rentangan kategori suka.
Nilai rata-rata pada aspek penampakan rongga kue klemben dengan substitusi
tepung ampas kelapa pada tabel 4.20 menunjukkan bahwa formula dengan substitusi
tepung ampas kelapa sebanyak 20% adalah yang paling disukai dengan nilai
tertinggi yaitu 4.33 dengan rentangan kategori suka.
2)
Hasil Analisis Statistik
Hasil
perhitungan kepada 30 panelis pada aspek penampakan rongga diperoleh x_hitung^2
pada taraf signifikan α = 0,05, sedangkan x_tabel^2 pada derajat kebebasan db =
3-1 =2, yaitu sebesar 5,99. Tabel hasil perhitungan analisis berdasarkan aspek
penampakan rongga kue klemben substitusi tepung ampas kelapa dapat dilihat pada
tabel di bawah ini:
Tabel
21. Hasil Pengujian Hipotesis pada Aspek Penampakan rongga
|
Kriteria
Pengujian |
|
|
Kesimpulan |
|
Penampakan rongga |
0,87 |
5,99 |
|
Berdasarkan
tabel 4.21 di atas menunjukkan nilai x_hitung^2<x_tabel^2 artinya H0
diterima dan H1 ditolak. Hal ini berarti bahwa, tidak terdapat pengaruh
substitusi tepung ampas kelapa pada pembuatan kue klemben terhadap daya terima
konsumen berdasarkan aspek penampakan rongga. Karena H0 diterima maka
perhitungan tidak dilanjutkan ke uji Tuckey.
B.
Pembahasan
1.
Hasil Validasi
Hasil uji
validasi dengan panelis ahli dari aspek warna dalam menunjukan bahwa kue
klemben dengan substitusi tepung ampas kelapa 10% dan 20% memiliki angka
rata-rata paling tinggi yang dimana memiliki hasil penilaian skala kategori
warna kuning muda. Sedangkan pada substitusi tepung ampas kelapa 30% memiliki
hasil penilaian yaitu skala kategori kuning keemasan. Dari hasil validasi
menunjukan bahwa banyak penambahan substitusi tepung ampas kelapa yang
digunakan, maka warna yang dihasilkan pada kue klemben tidak memiliki perubahan
warna yang terlalu nyata, dikarenakan tepung ampas kelapa yang baik memiliki
warna putih pucat tidak terlalu beda dengan warna tepung terigu.
Hasil uji
validasi aspek warna luar oleh panelis ahli menunjukan bahwa kue klemben dengan
substitusi tepung ampas kelapa 10% dan 20% memiliki angka rata-rata paling
tinggi yang dimana memiliki hasil penilaian skala kategori warna kuning muda.
Sedangkan pada substitusi tepung ampas kelapa 30% memiliki hasil penilaian
yaitu skala kategori kuning keemasan. Dari hasil validasi menunjukan bahwa
banyak penambahan substitusi tepung ampas kelapa yang digunakan, maka warna
yang dihasilkan pada kue klemben tidak memiliki perubahan warna yang terlalu
nyata, dikarenakan tepung ampas kelapa yang baik memiliki warna putih pucat
tidak terlalu beda dengan warna tepung terigu.
Hasil uji
validasi aspek rasa kelapa oleh panelis ahli menunjukan bahwa kue klemben
dengan substitusi tepung ampas kelapa 10% memiliki angka rata-rata paling
tinggi yang dimana memiliki hasil penilaian skala kategori agak terasa kelapa.
Sedangkan pada substitusi tepung ampas kelapa 20% dan 30% memiliki hasil
penilaian yaitu skala kategori terasa kelapa. Dari hasil validasi menunjukan
bahwa semakin banyaknya penambahan substitusi tepung ampas kelapa maka akan
semakin terasa kelapa yang khas.
Hasil uji
validasi aspek rasa manis gurih oleh panelis ahli menunjukan bahwa kue klemben
dengan substitusi tepung ampas kelapa presentase 10%, 20%, 30% memiliki angka
rata-rata yang sama yang dimana memiliki hasil penilaian skala kategori agak
terasa manis gurih. Dari hasil validasi menunjukan bahwa penambahan tepung
ampas kelapa pada suatu produk akan menambah rasa gurih khas dari kelapa.
Hasil uji
validasi aspek aroma oleh panelis ahli menunjukan bahwa kue klemben dengan
substitusi tepung ampas kelapa 10%, 20% dan 30% memiliki angka rata-rata
tertinggi kedua dengan hasil penilaian skala kategori beraroma kelapa. Dapat
disimpulkan bahwa hasil validasi pada aspek aroma, terdapat aroma kelapa yang
khas pada suatu produk dengan penambahan substitusi tepung ampas kelapa.
Hasil uji
validasi aspek tekstur kerenyahan oleh panelis ahli menunjukan bahwa kue
klemben dengan substitusi tepung ampas kelapa 10% memiliki angka rata-rata
paling tinggi pertama yang dimana memiliki hasil penilaian skala kategori
garing/rapuh. Sedangkan pada substitusi tepung ampas kelapa 20% dan 30%memiliki
angka rata-rata tertinggi kedua yang dimana memiliki hasil penilaian skala
kategori agak garing/rapuh. Dapat disimpulkan bahwa hasil validasi pada aspek tekstur
kerenyahan zat pati yang terkandung di dalam tepung ampas kelapa lebih banyak
dibandingkan dengan tepung terigu, dimana fungsi zat pati ini yaitu menyerap
kadar air pada produk.
Hasil uji
validasi aspek rongga ileh panelis ahli menunjukan bahwa kue klemben dengan
substitusi tepung ampas kelapa 10% dan 20% memiliki angka rata-rata paling
tinggi pertama yang dimana memiliki hasil penilaian skala kategori agak
berongga. Sedangkan pada substitusi tepung ampas kelapa 30% memiliki angka
rata-rata tertinggi kedua yang dimana memiliki hasil penilaian skala kategori
tidak berongga. Dapat disimpulkan bahwa hasil validasi pada aspek rongga,
kandungan gluten pada tepung ampas kelapa tidak ada sehingga akan menghasilkan
adonan yang tidak menggumpal dan padat.
2.
Hasil Daya Terima Konsumen
Pengujian
hipotesis dilakukan pada aspek warna dalam, warna luar, rasa kelapa, rasa manis
gurih, aroma, tekstur, dan rongga pada pembuatan kue klemben substitusi tepung
ampas kelapa dengan presentase 10%, 20%, dan 30%. Penilaian dilakukan pada 30
panelis agak terlatih terhadap daya terima konsumen kue klemben substitusi
tepung ampas kelapa meliputi aspek warna dalam, warna luar, rasa kelapa, rasa
manis gurih, aroma, tekstur, dan rongga yang telah diolah menjadi data kemudian
disimpulkan secara deskriptif dan diuji melalui hipotesis statistik.
Hasil
pengujian daya terima konsumen oleh 30 panelis pada pengaruh substitusi tepung
ampas kelapaterhadap pembuatan kue klemben aspek warna dalam dengan presentase
10% diperoleh hasil dengan nilai rata-rata 4,2, substitusi tepung ampas kelapa
dengan presentase 20% 4,4, substitusi tepung ampas kelapa dengan presentase 30%
4,1. Berdasarkan hasil Uji Friedman disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh
substitusi tepung ampas kelapa terhadap aspek warna dalam pada kue klemben. Hal
ini disebabkan karena, adanya proses pengeringan pada pembuatan tepung kelapa
di dalam oven, warna tepung ampas kelapa yang baik setelah dihaluskan adalah
putih pucat (Meddiati Fajri) sehingga warna dalam pada kue klemben yang
dihasilkan tidak menunjukan perbedaan yang nyata. Presentase tepung ampas
kelapa sebesar 20% adalah yang paling disukai oleh konsumen dari aspek warna
dalam diantara presentase lainnya.
Hasil
pengujian daya terima konsumen oleh 30 panelis pada pengaruh substitusi tepung
ampas kelapa terhadap pembuatan kue klemben aspek warna luar dengan presentase
10% diperoleh hasil dengan nilai rata-rata 4,27, substitusi tepung ampas kelapa
dengan presentase 20% 4,13, substitusi tepung ampas kelapa dengan presentase 30%
4,03. Berdasarkan hasil Uji Friedman disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh
substitusi tepung ampas kelapa terhadap aspek warna luar pada kue klemben. Hal
ini disebabkan karena, adanya proses pengeringan pada pembuatan tepung kelapa
di dalam oven, warna tepung ampas kelapa yang baik setelah dihaluskan adalah
putih pucat (Meddiati Fajri). Presentase tepung ampas kelapa 10% adalah yang
paling disukai oleh konsumen dari aspek warna luar diantara presentase lainnya.
Hasil
pengujian daya terima konsumen oleh 30 panelis pada pengaruh substitusi tepung
ampas kelapa terhadap pembuatan kue klemben aspek rasa kelapa dengan presentase
10% diperoleh hasil dengan nilai rata-rata 3,93, substitusi tepung ampas kelapa
dengan presentase 20% 4,13, substitusi tepung ampas kelapa dengan presentase
30% 4,20. Berdasarkan hasil Uji Friedman disimpulkan bahwa tidak terdapat
pengaruh substitusi tepung ampas kelapa terhadap aspek rasa kelapa pada kue
klemben. Hal ini disebabkan karena pada proses penghalusan tepung ampas kelapa menggunakan
ayakan sebesar 150 mesh (Meddiati Fajri, 2010). Presentase tepung ampas kelapa
30% adalah yang paling disukai oleh konsumen dari aspek rasa kelapa diantara
presentase lainnya.
Hasil
pengujian daya terima konsumen oleh 30 panelis pada pengaruh substitusi tepung
ampas kelapa terhadap pembuatan kue klemben aspek rasa manis gurih dengan
presentase 10% diperoleh hasil dengan nilai rata-rata 4,27, substitusi tepung
ampas kelapa dengan presentase 20% 4,17, substitusi tepung ampas kelapa dengan
presentase 30% 4,20. Berdasarkan hasil Uji Friedman disimpulkan bahwa tidak
terdapat pengaruh substitusi tepung ampas kelapa terhadap aspek rasa manis
gurih pada kue klemben. Hal ini disebabkan karena Penambahan tepung ampas
kelapa pada adonan kue klemben sehingga rasa manis gurih tidak memiliki
pengaruh. Presentase tepung ampas kelapa 10% adalah yang paling disukai oleh
konsumen dari aspek rasa manis gurih diantara presentase lainnya.
Hasil
pengujian daya terima konsumen oleh 30 panelis pada pengaruh substitusi tepung
ampas kelapa terhadap pembuatan kue klemben aspek aroma dengan presentase 10%
diperoleh hasil dengan nilai rata-rata 4,07, substitusi tepung ampas kelapa
dengan presentase 20% 4,30, substitusi tepung ampas kelapa dengan presentase
30% 4,00. Berdasarkan hasil Uji Friedman disimpulkan bahwa tidak terdapat
pengaruh substitusi tepung ampas kelapa terhadap aspek aroma pada kue klemben.
Hal ini disebabkan karena, terdapat aroma kelapa yang khas seperti yang
disebutkan oleh Isnaharani, 2009 bahwa tepung ampas kelapa memiliki aroma yang
khas dari kelapa yang dikeringkan. Presentase tepung ampas kelapa 20% adalah
yang paling disukai oleh konsumen dari aspek rasa kelapa diantara presentase
lainnya.
Hasil
pengujian daya terima konsumen oleh 30 panelis pada pengaruh substitusi tepung
ampas kelapa terhadap pembuatan kue bolu klemben aspek tekstur kerenyahan
dengan presentase 10% diperoleh hasil dengan nilai rata-rata 4,07, substitusi
tepung ampas kelapa dengan presentase 20% 4,40, substitusi tepung ampas kelapa
dengan presentase 30% 3,93. Berdasarkan hasil Uji Friedman disimpulkan bahwa
tidak terdapat pengaruh substitusi tepung ampas kelapa terhadap aspek tekstur
kerenyahan pada kue klemben. Hal ini disebabkan karena, zat pati yang
terkandung di dalam tepung ampas kelapa lebih banyak dibandingkan dengan tepung
terigu, dimana fungsi zat pati ini yaitu menyerap kadar air pada produk (Wayne,
2013) dalam penelitian Irmala Hamdan. Presentase tepung ampas kelapa 20% adalah
yang paling disukai oleh konsumen dari aspek rasa kelapa diantara presentase
lainnya.
Hasil
pengujian daya terima konsumen oleh 30 panelis pada pengaruh substitusi tepung
ampas kelapa terhadap pembuatan kue klemben aspek rongga dengan presentase 10%
diperoleh hasil dengan nilai rata-rata 4,23, substitusi tepung ampas kelapa
dengan presentase 20% 4,33, substitusi tepung ampas kelapa dengan presentase
30% 3,07. Berdasarkan hasil Uji Friedman disimpulkan bahwa tidak terdapat
pengaruh substitusi tepung ampas kelapa terhadap aspek rongga pada kue klemben.
Hal ini disebabkan karena, kandungan gluten pada tepung ampas kelapa tidak ada
sehingga akan menghasilkan adonan yang tidak menggumpal dan padat (Lodowik
Ribu, 2021). Presentase tepung ampas kelapa 20% adalah yang paling disukai oleh
konsumen dari aspek rasa kelapa diantara presentase lainnya.
Berdasarkan
hasil analisis uji hipotesis pada aspek warna dalam, warna luar, rasa kelapa,
rasa manis gurih, aroma, tekstur kerenyahan, dan rongga, yaitu substitusi
tepung ampas kelapa pada pembuatan kue klemben sebesar 10%, 20% dan 30%
hasilnya tidak terdapat pengaruh dan dapat diterima oleh konsumen. Hal ini
dapat dilihat dari rata-rata skor dari kategori warna dalam, warna luar aroma,
rasa kelapa, rasa manis gurih, tekstur renyah, dan rongga yaitu dengan skor
diatas 4.
3.
Kelemahan Produk
Dalam
melaksanakan penelitian kue klemben dengan pengaruh substitusi tepung ampas
kelapa pada kue klemben, terdapat kelemahan yaitu, kue klemben yang dibiarkan
terlalu lama di udara terbuka atau disimpan di wadah yang kurang kedap udara
akan cepat basah, jadi mengurangi tekstur kerenyahannya.
Kesimpulan
Ampas kelapa merupakan
salah satu hasil limbah dari pembuatan santan yang jarang dimanfaatkan. Ampas
kelapa yang dihasilkan dan tidak dimanfaatkan bisa diolah kembali menjadi
tepung. Tepung ampas kelapa digunakan sebagai bahan tambahan pembuatan roti, kue kering, bolu, untuk
menambahkan cita rasa yang gurih. Pembuatan tepung ampas kelapa dilakukan
dengan proses pengeringan, penghalusan, dan pengayakan dengan strainer
berukuran 150 mesh agar hasil yang didapat dari tepung ampas kelapa adalah
sangat baik. Kemudian tepung ampas kelapa yang sudah siap diaplikasikan ke
dalam adonan kue klemben
Hasil analisis uji
daya terima konsumen pada 30 orang panelis agak terlatih yaitu meliputi aspek
warna dalam, warna luar, rasa kelapa, rasa manis gurih, aroma, tekstur
kerenyahan, dan rongga menggunakan uji Friedman, didapatkan haasil tidak
terdapat pengaruh pada aspek warna dalam, warna luar, rasa kelapa, rasa manis
gurih, aroma, tekstur kerenyahan, dan rongga sehingga tidak dilanjutkan dengan
uji Tuckey.
Berdasarkan hasil
deskriptif uji organoleptik daya terima konsumen pada aspek warna dalam yang
paling disukai adalah substitusi tepung ampas kelapa pada presentase 20% dengan
nilai rata-rata 4,4 berada pada rentangan kategori suka. Hasil perhitungan pada
aspek warna luar yang paling disukai adalah substitusi tepung ampas kelapa
dengan presentase 10% dengan nilai rata-rata 4,27 dan berada pada rentangan
kategori suka. Hasil perhitungan pada aspek rasa kelapa yang paling disukai
adalah substitusi tepung ampas kelapa dengan presentase 30% dengan nilai
rata-rata 4,20 dan berada pada rentangan kategori suka. Hasil perhitungan pada
aspek rasa manis gurih yang paling disukai adalah substitusi tepung ampas
kelapa dengan presentase 10% dengan nilai rata-rata 4,27 dan berada pada
rentangan kategori suka. Hasil perhitungan pada aspek aroma yang paling disukai
adalah substitusi tepung ampas kelapa dengan presentase 20% dengan nilai
rata-rata 4,30 dan berada pada rentangan kategori suka. Hasil perhitungan pada
aspek tekstur kerenyahan yang paling disukai adalah substitusi tepung ampas
kelapa dengan presentase 20% dengan nilai rata-rata 4,40 dan berada pada
rentangan kategori suka. Hasil perhitungan pada aspek rongga yang paling disukai
adalah substitusi tepung ampas kelapa dengan presentase 20% dengan nilai
rata-rata 4,33 dan berada pada rentangan kategori suka.
Hasil uji
hipotesis statistik bahwa aspek warna, rasa, aroma, tekstur dan rongga tidak
terdapat pengaruh substitusi tepung ampas kelapa terhadap daya terima konsumen.
BIBLIOGRAFI
Afifah
Azmi, F. (2021). Good Manufacturing Practices (GMP) dan Standard Operating
Procedure (SOP) dalam Produksi Produk Modifikasi Kemojo Spinoat Cake (Spinach
and Oat Cake). Google Scholar
Afrianti, F., & Efendi, R. (2016). Pemafaatan pati
sagu dan tepung kelapa dalam pembuatan kue bangkit. Riau University. Google Scholar
Ardanti, A. I. P., Wahyuningsih, W., & Puteri, M. F.
(2017). Pengaruh Penambahan Labu Kuning dan Karagenan Terhadap Kualitas
Inderawi Fruit leather Tomat. TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana Dan Boga,
5(2), 89–102. Google Scholar
Hadistio, A., & Fitri, S. (2019). Tepung Mocaf (Modified
Cassava Flour) untuk Ketahanan Pangan Indonesia. Jurnal Ilmiah Pangan Halal,
1(1). Google Scholar
Isnaharani, Y. (2009). Pemanfaatan Tepung Jerami Nangka
(Artocarpus Heterophyllus Lmk.) Dalam Pembuatan Cookies Tinggi Serat. IPB
(Bogor Agricultural University). Google Scholar
Kailaku, S. I., Mulyawanti, I., Dewandari, K. T., & Syah,
A. N. A. (2009). Potensi Tepung Kelapa dan Ampas Industri Pengolahan Kelapa.
IPB (Bogor Agricultural University). Google Scholar
Mahdiyah. (2014). Statistik Pendidikan. Bandung: Remaja
Rosakarya. Google Scholar
Mashabi, N. A., Muhariati, M., & Hamiyati, H. (2016).
Pelatihan Pembuatan Aneka Cake Dari Tepung Mocaf Sebagai Upaya Pemberdayaan
Bagi Mantan Tki (Tenaga Kerja Indonesia) Di Kabupaten Subang. Sarwahita,
13(1), 62–66. Google Scholar
Moleong, L. J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif
(Edisi Revisi). In PT. Remaja Rosda Karya. Google Scholar
Polii, F. F. (2017). Pengaruh Substitusi Tepung Kelapa
Terhadap Kandungan Gizi Dan Sifat Organoleptik Kue Kering [The Effect of
Coconut Flour Substitution on Nutrient Content and Organoleptic Properties of
Cookies]. Buletin Palma, 18(2), 91–98. Google Scholar
Sari, R. M. (2021). Bolu Eropa ala Banyuwangi, lembut nan
manisnya bukan main. Kulinear.Hops.Id.
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif,
Kualitatif, dan R&D. Alfabeta. Google Scholar
Tarigan, N. B. (2019). Analisis Promosi Makanan Khas
Melayu Bolu Kemojo Pada Gerai Al-mahdi Pekanbaru. Universitas Islam Riau. Google Scholar
Wisdaningrum, O. (2020). Upaya Pengembangan Produk Kreatif
Bolu Untuk Strategi Banding. Universitas 17 Agustus 1945.
Yulvianti, M., Ernayati, W., & Tarsono, T. (2015).
Pemanfaatan ampas kelapa sebagai bahan baku tepung kelapa tinggi serat dengan
metode freeze drying. Jurnal Integrasi Proses, 5(2), 101–107.
https://doi.org/10.36055/jip.v5i2.246. Google Scholar
|
Copyright holder : Fatimah Ayu Widiasari, Mahdiyah, Maariani (2022) |
|
First publication right : Jurnal Syntax Transformation This article is licensed under: |