|
Jurnal Syntax Transformation |
Vol. 3 No. 12 Desember 2022 |
|
p-ISSN
: 2722-7782 e-ISSN : 2722-5356 |
Sosial
Sains |
ANALISIS
PENGARUH PEMBIYAAN, PEMBINAAN, PROMOSI TERHADAP KEMAMPUAN USAHA MIKRO DAN
PENINGKATAN KESEJAHTERAAAN USAHA MIKRO PADA ANGGOTA KOPERASI SYARIAH
Indah Apriyani Nasution
Fakultas Ekonomi dan
Bisnis Islam, UIN Sumatera Utara Medan, Indonesia
Email: [email protected]
|
INFO ARTIKEL |
ABSTRAK |
|
Diterima 25 November 2022 Direvisi 5 Desemeber 2022 Disetujui 13 Desember 2022 |
Kehadiran
koperasi jasa keuangan merupakan salah satu bentuk gerakan ekonomi
kerakyatan. Koperasi, termasuk koperasi simpan pinjam, merupakan salah satu
bentuk kebijakan untuk mengatasi masalah kesejahteraan sosial dalam rangka
pemberdayaan ekonomi masyarakat. tujuan koperasi
adalah mensejahterakan anggotanya dan program-program yang diberikan koperasi
untuk menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat dan anggota koperasi.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian
kuantitatif. Penelitian dalam penelitian ini adalah seluruh anggota koperasi
syariah yang bekerja di Koperasi Syariah Kaum Ibu Al-Ikhlas Kota Medan yang
terdaftar di BPS tahun 2021 dengan jumlah anggota sebanyak 152 orang.
Berdasarkan hasil analisis hipotesis diperoleh P Value (0,00222)
< 0,05 dan t statistik (3,07501) > 1,96 maka disimpulkan bahwa
Pembiayaan berpengaruh signifikan terhadap Kemampuan Usaha Mikro. Berdasarkan
hasil analisis diperoleh P Value (0,00111) < 0,05
dan t statistik (3,28092) > 1,96, maka disimpulkan bahwa Coaching
Berpengaruh Signifikan Terhadap Kapabilitas Usaha Mikro. |
|
Kata kunci: Pembiayaan,
Pembinaan, Promosi, Kemampuan Usaha, Kemakmuran Usaha. |
|
|
Keywords: Financing,
Coaching, Promotion, Business Ability, Business Prosperity. |
ABSTRACT The presence of financial services cooperatives is
a form of people's economic movement. Cooperatives, including savings and
loan cooperatives, are a form of policy for overcoming social welfare
problems in the context of empowering the community's economy. the purpose of the cooperative is the welfare of its
members and the programs provided by the cooperative to create new jobs for
the community and the members of the cooperative. The type of research used
in this research is quantitative research. This research in this research is
all members of sharia cooperatives who work at the Kaum Ibu Al-Ikhlas Sharia
Cooperative, Medan City, which are registered in the 2021 BPS, with a total
of 152 members. Based on the results of the hypothesis analysis, it was obtained
that P Values (0.00222) <0.05 and t statistics (3.07501) > 1.96, it was
concluded that Financing had a significant effect on Micro Enterprise
Capability. Based on the results of the analysis obtained P Values (0.00111)
<0.05 and t statistics (3.28092) > 1.96, it is concluded that Coaching
Has a Significant Influence on the Capabilities of Micro Enterprises. |
Pendahuluan
Hadirnya
koperasi jasa keuangan merupakan bentuk gerakan ekonomi rakyat (Hervina,
2019). Koperasi,
termasuk koperasi simpan pinjam merupakan salah satu bentuk kebijakan
penanggulangan masalah kesejahteraan sosial dalam rangka pemberdayaan ekonomi
masyarakat (Pratiwi, 2020); (Hidayati,
2021). Dengan adanya
gerakan ekonomi rakyat atau koperasi tersebut mampu membangun masyarakat untuk
optimis dalam meningkatkan kesejahteraannya dikarenakan pada dasarnya anggota
koperasi terdiri dari masyarakat kalangan ekonomi rendah (Yulhendri,
2019). Maka tujuan
koperasi ialah mensejahterakan anggota-anggotanya dan program-program yang
diberikan oleh koperasi untuk menciptakan lapangan pekerjaan terbaru bagi
masyarakat dan anggota-anggota koperasi tersebut (Saparullah,
2019). sehingga bentuk
keberhasilan koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan sosial ekonomi
anggotanya akan lebih terukur, apabila aktivitas ekonomi yang dilakukan oleh
anggota dilakukan memalui koperasi dan peningkatan kesejahteraanya akan lebih
mudah (Subagyo, 2017); (Rahim,
2020).
Selain
dalam meningkatkan kemampuan dan pengembangan koperasi tersebut maka koperasi
mampu memberikan kontribusi yang besar bagi setiap pelaku usaha kecil dan
menengan seperti memberikan pembiayaan, pembinaan serta promosi untuk dapat
mensejahterakan pelaku usaha kecil dan menengah atau anggota koperasi tersebut (Ondang
et al., 2019), hal tersebut di
lakukan untuk meningkatkan perekonomian daerah dan perekonomian anggota
koperasi, sehingga dapat dikatakan bahwa koperasi tersebut mampu mensejahterakan
anggota koperasinya dan dapat mencapai tujuan koperasi (Dompas,
2012); (Pariyasa
et al., 2014).
Dalam
keberhasilan koperasi dapat dilihat dari mampunya koperasi memajukan
kesejahteraan sosial ekonomi anggotanya dan para pelaku usaha kecil dan
menengah tersebut mampu bersaing dan mampu meningkatkan kesejahteraannya
(Irawan,
2018)
khususnya mampu memberikan lapangan pekerjaan yang baru bagi masyarakat
sekitarnya.
Adapun
kesejahteran UMKM dapat dilihat dari pertumbuhan dan perkembangan UMKM di
daerah tertentu dimana aktivitas UMKM dapat dapat mendorong pertumbuhan ekonomi
daerah dimana Pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara pada triwulan II- 2021
mencapai 4,95 persen atau mampu berbalik dibandingkan dengan periode yang sama
tahun lalu (Insani,
2021), �yakni minus 2,37 persen. Pertumbuhan
ekonomi terutama ditopang oleh geliat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)
hal tersebut ditegaskan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi yaitu �Tulang
punggung pertumbuhan ekonomi Sumut adalah UMKM. Sektor
ini bisa bertahan selama pandemic, khususnya yang berorientasi ekspor.
Jadi kita akan dorong UMKM kea rah ekspor� medan,
Kamis (28/10/2021).
Dalam
hal ini maka Koperasi Syariah Kaum Ibu Al-Ikhlas memiliki keunggulan
kompetitif, yang menjadi sorotan public dalam koperasi ini ialah seluruh
anggotanya adalah kaum ibu-ibu hal ini dilakukan untuk meningkatkan
produktivitas home industry dan mendorong para ibu-ibu medan untuk memiliki
aktivitas ekonomi di rumah mereka. Maka perlu diperhatikan bagi Koperasi untuk
tetap menjaga kualitas dangan upaya mengelola UMKM tersebut untuk provit dan
mencapai kesejahteraan bagi anggota koperasi (Simanjuntak
et al., 2021). Namun hal
tersebut belum dapat dilakukan secara maksimal, masih adanya anggota koperasi
yang belum siap untuk bersaing di pasar, dan belum mampu menciptakan produk
yang sesuai dengan permintaan pasar, sedangkan koperasi sudah melakukan upaya
untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemampuan umkm dengan cara memberik
pembiayaan terhadap UMKM (Syahza,
2013), memberikan
pembinaan kepada UMKM, dan melakukan promosi produk UMKM, namun masih adanya
UMKM yang belum mampu bersaing di pasar serta belum mampunya umkm memberikan
produk yang sesuai dengan permintaan pasar. Maka dari itu hal
ini menjadi GAP teori pada penelitian ini.
Berdasarkan
pernyataan tersebut dapat diketahui bahwa perlunya koperasi untuk menjelaskan
mengenai pembiayaan agar para usaha mikro dapat menerima pembiyaan tersebut, dan
juga perlunya pembinaan yang lebih baik dan efektif agar para usaha mikro dapat
mengaplikasikan materi yang telah diberikan dan perlunya koperasi tersebut
untuk memberikan kemampuan dalam mempromosikan barang atau jasa yang telah
mereka produksi untuk dapat meningkatkan kesejahteraan mereka.
Metode Penelitian
Jenis penelitian ini menggunakan
penelitian kuantitatif (Sugiyono, 2016) dengan
metode analisis jalur (Path Analysis). Sumber data yang
digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yaitu mengggunakan kuesioner.
Adapun lokasi pada penelitian ini adalah Penelitian ini dilakukan di� Koperasi Syariah
Kaum Ibu Al-Ikhlas yang ada di Kota Medan yang terdaftar dalam BPS Sumut tahun
2021. Waktu yang digunakan untuk penelitian ini dimulai pada Agustus
2021.Populasi pada penelitian ini adalah anggota koperasi syariah kaum ibu al
ikhlas di kota medan berjumlah 152 orang. Dalam
penelitian ini menggunakan teknik sampel purposive sampling yaitu teknik
pemilihan sampel dengan menetapkan sampel dengan cara
memilih sampel diantara populasi sesuai dengan yang dikehendaki peneliti,
sehingga sampel tersebut dapat mewakili karakteristik populasi yang telah
dikenal sebelumnya. Dalam penelitian ini peneliti menetapkan
jumlah sampel yang dilakukan dengan menggunakan teknik Slovin. Berdasarkan rumus slovin dalam sampel ini diperoleh hasil yaitu 60
responden. Variabel penelitian independen (Pembiayaan,Pembinaan,Promosi)
sedangkan variabel dependen (Kemampuan Usaha Mikro) serta varibel (Peningkatan
Kesejahteraan Usaha Mikro). Penelitian ini diolah menggunakan
bantuan software SPSS 25. Structural Equation Model
adalah salah satu bidang kajian statistik yang dapat menguji sebuah rangkaian
hubungan yang biasanya sulit diukur secara bersamaan. Structural
Equation Modelling (SEM) merupakan metode analisis yang dapat digunakan untuk
menggambarkan keterkaitan hubungan linear secara simultan antara variabel
terikat dan variabel bebas
Hasil dan Pembahasan
A.
Hasil
Penelitian
1. Nilai
Converegent Validity
Convergent
Validity adalah sebuah indikator yang dinilai berdasarkan hubungan antara item
skor dengan konstruk skor yang bisa dilihat dari standardized loading faktor
yang menggambarkan besarnya hubungan antar setiap item dengan konstraknya.
Tabel 1. Nilai
Convergent Vadility
|
Variabel |
Indikator |
Loading Factor |
Keterangan |
|
Pembiayaan (X1) |
X1.1 |
0,82290 |
Valid |
|
X1.2 |
0,69742 |
Tidak Valid |
|
|
X1.3 |
0,89300 |
Valid |
|
|
X1.4 |
0,90113 |
Valid |
|
|
Pembinaan (X2) |
X2.1 |
0,91390 |
Valid |
|
X2.2 |
0,91528 |
Valid |
|
|
X2.3 |
0,83101 |
Valid |
|
|
X2.4 |
0,75566 |
Valid |
|
|
Promosi (X3) |
X3.1 |
0,82658 |
Valid |
|
X3.2 |
0,90569 |
Valid |
|
|
X3.3 |
0,92585 |
Valid |
|
|
X3.4 |
0,83642 |
Valid |
|
|
Kemampuan (Y1) |
Y1.1 |
0,88631 |
Valid |
|
Y1.2 |
0,77238 |
Valid |
|
|
Y1.3 |
0,81210 |
Valid |
|
|
Y1.4 |
0,77082 |
Valid |
|
|
Kesejahteraan (Y2) |
Y2.1 |
0,84727 |
Valid |
|
Y2.2 |
0,65073 |
Tidak Valid |
|
|
Y2.3 |
0,40478 |
Tidak Valid |
|
|
Y4.4 |
0,89260 |
Valid |
Sumber: hasil penelitian (data diolah SPSS versi 26,0)
2. Desriminant
Validity
Descriminant
Validity adalah suatu model pengukuran dengan menggambarkan indikator yang
dinilai berdasarkan crosloading pengukuran dengan konstruk.
Tabel 2. Nilai
Descriminant Validity
|
Kemampuan (Y1) |
Kesejahteraan (Y2) |
Pembiayaan (X1) |
Pembinaan (X2) |
Promosi (X3) |
|
|
Kemampuan
(Y1) |
0.81176 |
||||
|
Kesejahteraan
(Y2) |
-0.09551 |
0.72490 |
|||
|
Pembiayaan
(X1) |
0.71395 |
-0.12371 |
0.83262 |
||
|
Pembinaan
(x2) |
0.36536 |
0.16615 |
0.28104 |
0.85653 |
|
|
Promosi
(X3) |
0.75126 |
-0.18396 |
0.59629 |
0.08113 |
0.87469 |
3. Koefisien� Jalur
Koefisien
jalur menunjukkan seberapa besar hubungan atau pengaruh konstruk laten yang
dilakukan dengan prosedur bootstrapping. Pengujian hipotesis
terkait dengan pengujian hubungan antar variabel.
|
Original
Sample (O) |
T
Statistics (|O/STDEV|) |
P
Values |
|
|
Pembiayaan (X1) -> Kemampuan (Y1) |
0.33096 |
3,07501 |
0.00222 |
|
Pembiayaan (X1) -> Kesejahteraan (Y2) |
-0.10268 |
0.55877 |
0.57657 |
|
Pembinaan (X2) -> Kemampuan (Y1) |
0.22821 |
3,28092 |
0.00111 |
|
Pembinaan (X2) -> Kesejahteraan (Y2) |
0.13785 |
0.67717 |
0.49861 |
|
Promosi (X3) -> Kemampuan (Y1) |
0.52768 |
5.82215 |
0.00000 |
|
Promosi (X3) -> Kesejahteraan (Y2) |
-0.10478 |
0.50577 |
0.61324 |
Sumber: hasil penelitian (data diolah SPSS versi 26,0)
a. Pembiayaan
(X1)� -> Kemampuan (Y1)
Berdasakan
hasil analisis diperoleh P Values (0,00222) < 0,05
dan t statistik (3,07501) > 1,96 maka disimpulkan Pembiayaan Berpengaruh
signifikan Terhadap Kemampuan Usaha Mikro. Berdasarkan hasil analisis diperoleh
nilai Original Sample (O) sebesar 0,33096 sehingga
disimpulkan hubungan Pembiayaan (X1) terhadap Niat kemampuan usaha makro (Y1)
adalah positif.
b. Pembiayaan
(X1)� -> Kesejahteraan (Y2)
Berdasakan
hasil analisis diperoleh P Values (0,57657) > 0,05
dan t statistik (0,55877) < 1,96 maka disimpulkan Pembiayaan tidak
Berpengaruh signifikan Terhadap Kesejahteraan Usaha Mikro. Berdasarkan hasil
analisis diperoleh nilai Original Sample (O) sebesar -0,10268 sehingga
disimpulkan hubungan Pembiayaan (X1) terhadap Niat kesejahteraan usaha makro
(Y2) adalah negatif.
c. Pembinaan
(X2)� -> Kemampuan (Y1)
Berdasakan
hasil analisis diperoleh P Values (0,00111) < 0,05
dan t statistik (3,28092) > 1,96 maka disimpulkan Pembinaan Berpengaruh
signifikan Terhadap Kemampuan Usaha Mikro. Berdasarkan hasil analisis diperoleh
nilai Original Sample (O) sebesar 0,22821 sehingga
disimpulkan hubungan Pembinaan (X2) terhadap Niat kemampuan usaha makro (Y2)
adalah positif.
d. Pembinaan
(X2)� -> Kesejahteraan (Y2)
Berdasakan
hasil analisis diperoleh P Values (0,49861) < 0,05
dan t statistik (0,67717) < 1,96 maka disimpulkan Pembinaan Berpengaruh
signifikan Terhadap Kesejahteraan Usaha Mikro. Berdasarkan hasil analisis
diperoleh nilai Original Sample (O) sebesar 0,13785
sehingga disimpulkan hubungan Pembinaan (X2) terhadap kesejahteraan usaha makro
(Y2) adalah positif.
e. Promosi
(X3)� -> Kemampuan (Y1)
Berdasakan
hasil analisis diperoleh P Values (0,0000) < 0,05
dan t statistik (5,82215) > 1,96 maka disimpulkan Promosi Berpengaruh signifikan
Terhadap kemampuan Usaha Mikro. Berdasarkan hasil analisis diperoleh nilai
Original Sample (O) sebesar 0,52768 sehingga
disimpulkan hubungan Promosi (X3) terhadap kemampuan usaha makro (Y1) adalah
positif.
f. Promosi
(X3)� -> Kesejahteraan (Y2)
Berdasakan
hasil analisis diperoleh P Values (0,61324) > 0,05
dan t statistik (0,50577) < 1,96 maka disimpulkan Promosi Berpengaruh
signifikan Terhadap kesejahteraan Usaha Mikro. Berdasarkan hasil analisis
diperoleh nilai Original Sample (O) sebesar -0,10478 sehingga disimpulkan
hubungan Promosi (X3) terhadap kesejahteraan usaha makro (Y1) adalah negatif.
4. Uji F
Simultan
���� Kriteria keputusan untuk uji f sama dengan
uji t, dimana dapat dinyatakan bahwa memiliki pengaruh yang simultan ketika
nilai signifikansi (Sig.) < 0,05 sedangkan bila dibandingkan dari nilai
f-hitung harus > f-tabel untuk menyatakan terjadinya pengaruh (Ghozali,
2018:98).
Pembiayaan,
Pembinaan, Promosi Berpengaruh Terhadap Peningkatan kemampuan Usaha Mikro
|
ANOVAa |
||||||
|
Model |
Sum of Squares |
df |
Mean Square |
F |
Sig. |
|
|
1 |
Regression |
335.130 |
3 |
111.710 |
44.116 |
.000b |
|
Residual |
141.803 |
56 |
2.532 |
|
|
|
|
Total |
476.933 |
59 |
|
|
|
|
|
a.
Dependent Variable: Y1 |
||||||
|
b.
Predictors: (Constant), X3, X2, X1 |
||||||
Tabel 3. Uji F
Berdasarkan
analisis variabel Pembiayaan, Pembinaan, Promosi dengan SPSS 26, di dapatkan
nilai sig (0.000) < 0.05. Diperoleh
kesimpulan terdapat pengaruh variabel Pembiayaan, Pembinaan, Promosi secara
simultan atau bersama-sama terhadap kemampuan usaha mikro (Y1).
Pembiayaan,
Pembinaan, Promosi Berpengaruh Terhadap Peningkatan kesejahteraan Usaha Mikro
|
ANOVAa |
||||||
|
Model |
Sum of Squares |
df |
Mean Square |
F |
Sig. |
|
|
1 |
Regression |
376.937 |
3 |
125.646 |
54.630 |
.000b |
|
Residual |
128.796 |
56 |
2.300 |
|
|
|
|
Total |
505.733 |
59 |
|
|
|
|
|
a.
Dependent Variable: Y2 |
||||||
|
b.
Predictors: (Constant), X3, X2, X1 |
||||||
Berdasarkan
analisis variabel Pembiayaan, Pembinaan, Promosi dengan SPSS 26, di dapatkan
nilai sig (0.000) < 0.05. Diperoleh
kesimpulan terdapat pengaruh variabel Pembiayaan, Pembinaan, Promosi secara
simultan atau bersama-sama terhadap kesejahteraan usaha mikro (Y2).
B.
Pembahasan
1. Pembiayaan
Berpengaruh Terhadap Kemampuan Usaha Mikro
Berdasakan
hasil analisis hipotesis diperoleh nilai P Values (0,00222)
< 0,05 dan t statistik (3,07501) > 1,96 maka disimpulkan Pembiayaan
Berpengaruh signifikan Terhadap Kemampuan Usaha Mikro. Berdasarkan hasil
analisis diperoleh nilai Original Sample (O) sebesar 0,33096
sehingga disimpulkan hubungan Pembiayaan (X1) terhadap Niat kemampuan usaha
makro (Y1) adalah positif.
2. Pembinaan
Berpengaruh Terhadap Kemampuan Usaha Mikro
Berdasakan
hasil analisis diperoleh P Values (0,00111) < 0,05
dan t statistik (3,28092) > 1,96 maka disimpulkan Pembinaan Berpengaruh
signifikan Terhadap Kemampuan Usaha Mikro. Berdasarkan hasil analisis diperoleh
nilai Original Sample (O) sebesar 0,22821 sehingga
disimpulkan hubungan Pembinaan (X2) terhadap Niat kemampuan usaha makro (Y2)
adalah positif.
3. Promosi
Berpengaruh Terhadap Kemampuan Usaha Mikro
Berdasakan
hasil analisis diperoleh P Values (0,0000) < 0,05
dan t statistik (5,82215) > 1,96 maka disimpulkan Promosi Berpengaruh
signifikan Terhadap kemampuan Usaha Mikro. Berdasarkan hasil analisis diperoleh
nilai Original Sample (O) sebesar 0,52768 sehingga
disimpulkan hubungan Promosi (X3) terhadap kemampuan usaha makro (Y1) adalah
positif.
4. Pembiayaan
Berpengaruh Terhadap Peningkatan Kesejahteraan Usaha Mikro
Berdasakan
hasil analisis diperoleh P Values (0,57657) > 0,05
dan t statistik (0,55877) < 1,96 maka disimpulkan Pembiayaan tidak
Berpengaruh signifikan Terhadap Kesejahteraan Usaha Mikro. Berdasarkan hasil
analisis diperoleh nilai Original Sample (O) sebesar -0,10268 sehingga
disimpulkan hubungan Pembiayaan (X1) terhadap Niat kesejahteraan usaha makro
(Y2) adalah negatif.
5. Pembinaan
Berpengaruh Terhadap Peningkatan Kesejahteraan Usaha Mikro
Berdasakan
hasil analisis diperoleh P Values (0,49861) < 0,05
dan t statistik (0,67717) < 1,96 maka disimpulkan Pembinaan Berpengaruh
signifikan Terhadap Kesejahteraan Usaha Mikro. Berdasarkan hasil analisis
diperoleh nilai Original Sample (O) sebesar 0,13785
sehingga disimpulkan hubungan Pembinaan (X2) terhadap kesejahteraan usaha makro
(Y2) adalah positif.
6. Promosi
Berpengaruh Terhadap Peningkatan Kesejahteraan Usaha Mikro
Berdasakan
hasil analisis diperoleh P Values (0,61324) > 0,05
dan t statistik (0,50577) < 1,96 maka disimpulkan Promosi Berpengaruh
signifikan Terhadap kesejahteraan Usaha Mikro. Berdasarkan hasil analisis
diperoleh nilai Original Sample (O) sebesar -0,10478 sehingga disimpulkan
hubungan Promosi (X3) terhadap kesejahteraan usaha makro (Y1) adalah
negatif.Penelitian yang dilakukan Rizando Purga (2021) menjelaskan Dari� 7 UMKM yang diteliti semua pemilik Usaha
MikroKecil Menengah Menerapkan strategi promosi dari mulut ke mulut (word of
mouth) dan 3 UMKM telah menerapkan pemasaran melalui media sosial (facebook dan
whatsapp).
7. Pembiayaan,
Pembinaan, Promosi Berpengaruh Terhadap Kemampuan Usaha Mikro
Berdasarkan
analisis variabel Pembiayaan, Pembinaan, Promosi dengan SPSS 26, di dapatkan
nilai sig (0.000) < 0.05. Diperoleh
kesimpulan terdapat pengaruh variabel Pembiayaan, Pembinaan, Promosi secara
simultan atau bersama-sama terhadap kemampuan usaha mikro (Y1).
Berdasarkan output R-Square Adjust sebesar 0,70387, sehingga bisa disimpulkan
variabel Pembiayaan (X1), Pembinaan (X2), Promosi (X3) terhadap variabel
kemampuan (Y1) adalah 70,387% sedangkan 29,623% di jelaskan oleh faktor lain.
Usaha Mikro Kecil Menengah dapat dikatakan mampu jika memiliiki kemampuan
komoditas atau memasuki pasar luar negeri dan kemampuan untuk dapat bertahan di
pasar tersebut
8. Pembiayaan,
Pembinaan, Promosi Berpengaruh Terhadap Kemampuan Usaha Mikro
Berdasarkan
analisis variabel Pembiayaan, Pembinaan, Promosi dengan SPSS 26, di dapatkan
nilai sig (0.000) < 0.05. Diperoleh
kesimpulan terdapat pengaruh variabel Pembiayaan, Pembinaan, Promosi secara
simultan atau bersama-sama terhadap kesejahteraan usaha mikro (Y2).
Berdasarkan output R-Square Adjust sebesar 0,00788, sehingga bisa disimpulkan
variabel Pembiayaan (X1), Pembinaan (X2), Promosi (X3) terhadap variabel
kesejahteraan (Y2) adalah 0,788% sedangkan 99,212% di jelaskan oleh faktor
lain. Kesejahteraan UMKM sangat berpengaruh� kepada pelaku UMKM itu sendiri. Kesejahteraan UMKM adalah suatu kondisi yang memperlihatkan tentang
keadaan kehidupan masyarakat yang dapat dilihat dari standar kehidupan
masyarakat.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil uji analisis data
yang diolah dengan bantuan program spss versi 26.0 serta pembahasan yang sudah
dijabarkan oleh penulis, didapatlah kesimpulan bahwa Pembiayaan Berpengaruh
signifikan dan positif Terhadap Kemampuan Usaha Mikro. Pembinaan berpengaruh
signifikan dan positif terhadap Niat kemampuan usaha mikro. Promosi
berpengaruh signifikan dan positif terhadap Niat kemampuan usaha mikro. Pembiayaan tidak Berpengaruh signifikan Terhadap Kesejahteraan
Usaha Mikro. Pembinaan berpengaruh signifikan dan
positif terhadap Niat kesejahteraan usaha mikro. Promosi
tidak berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan usaha mikro.
Pembiayaan, Pembinaan, Promosi Berpengaruh signifikan Terhadap Kemampuan Usaha
Mikro. Pembiayaan, Pembinaan, Promosi Berpengaruh signifikan Terhadap Kemampuan
Usaha Mikro.
BIBLIOGRAFI
Dompas, V. (2012). Membangun Koperasi Berbasis Anggota
dalam Rangka Pengembangan Ekonomi Rakyat. JBE (Journal of Business and
Economics), 11(1), 95�105. Google Scholar
Hervina, H. (2019).
Eksistensi dan Peran Koperasi Jasa Keuangan Syariah di Kalimantan Timur. FENOMENA,
11(9), 119�142. https://doi.org/10.21093/fj.v11i2.1802 Google Scholar
Hidayati, A. (2021). Pemberdayaan
Ekonomi Masyarakat Melalui Program Simpan Pinjam Koperasi Unit Pengelola
Kegiatan (UPK) Kapetakan di Desa Pegagan Lor Kecamatan Kapetakan Kabupaten
Cirebon. IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Google Scholar
Insani, F. (2021). Analisis
E-commerce Sebagai Ekonomi Digital Dalam Mendorong Pertumbuhan Perekonomian
Kota Medan Di Tengah Pandemi Covid-19 (Studi Kasus Pada UMKM Di Kota Medan).
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Google Scholar
Irawan, D. (2018).
Pengembangan Kemitraan Koperasi, Usaha Mikro Dan Kecil (KUMK) Dengan Usaha
Menengah/Besar Untuk Komoditi Unggulan Lokal. Coopetition: Jurnal Ilmiah
Manajemen, 9(1), 53�66. https://doi.org/10.32670/coopetition.v9i1.52
Google Scholar
Ondang, C., Singkoh,
F., & Kumayas, N. (2019). Peranan Pemerintah Daerah Dalam Pemberdayaan
Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Minahasa (Suatu Studi di Dinas
Koperasi dan UKM). Jurnal Eksekutif, 3(3), 1�10. Google Scholar
Pariyasa, K. B.,
Zukhri, A., & Indrayani, L. (2014). Pengaruh modal, volume dan anggota
terhadap sisa hasil usaha pada Koperasi Serba Usaha Kecamatan Buleleng. Jurnal
Pendidikan Ekonomi UNDIKSHA, 4(1).
https://doi.org/10.23887/jjpe.v4i1.1896 Google Scholar
Pratiwi, I. D. W.
(2020). Pengaruh program pemberdayaan melalui koperasi simpan pinjam terhadap
peningkatan penghasilan anggota usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di
Kelurahan Duri Utara Kecamatan Tambora Jakarta-Barat. UIN Syarif Hidayatullah
Jakarta: Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi, 2015. Google Scholar
Rahim, S. R. (2020). Strategi
Pengembangan Koperasi SMA Negeri 3 Kota Parepare (Analisis Manajemen Syariah).
IAIN Parepare. Google Scholar
Saparullah, A. (2019). Kesejahteraan
anggota Koperasi Pegawai Republik Indonesia (Kp-Ri)�Isen Mulang� Sekretariat
Daerah Provinsi Kalimantan Tengah dalam perspektif ekonomi islam. IAIN
Palangka Raya. Google Scholar
Simanjuntak, M.,
Candra, V., Azulaidin, A., Sitorus, S. A., Sudarso, A., Siregar, P. A.,
Silitonga, H. P., Krisnawati, A., Jaya, R. K., & Butarbutar, M. (2021). Manajemen
UMKM dan Koperasi. Medan: Yayasan Kita Menulis. Google Scholar
Subagyo, A. (2017).
Seri Manajemen Koperasi dan UKM: Tata Kelola Koperasi yang Baik (Good
Cooperative Governance). Sleman: Deepublish. Google Scholar
Sugiyono. (2016). Metode
Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, R&D. IKAPI. Google Scholar
Syahza, A. (2013). Pengembangan
Usaha Kecil dan Menengah (UKM) untuk percepatan peningkatan ekonomi daerah di
Kabupaten Indragiri Hulu Propinsi Riau. Google Scholar
Yulhendri, Y. (2019). Perkoperasian:
Teori Masalah Dan Aplikasi. INA-Rxiv. Google Scholar
|
Copyright holder : Indah Apriyani Nasution (2022) |
|
First publication right : Jurnal Syntax Transformation This article is licensed under: |