Jurnal Syntax Transformation

Vol. 3 No. 12 Desember 2022

p-ISSN : 2722-7782 e-ISSN : 2722-5356

Sosial Sains

 

ANALISIS PENGARUH PEMBIYAAN, PEMBINAAN, PROMOSI TERHADAP KEMAMPUAN USAHA MIKRO DAN PENINGKATAN KESEJAHTERAAAN USAHA MIKRO PADA ANGGOTA KOPERASI SYARIAH

 

Indah Apriyani Nasution

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN Sumatera Utara Medan, Indonesia

Email: [email protected]

INFO ARTIKEL

ABSTRAK

Diterima

25 November 2022

Direvisi

5 Desemeber 2022

Disetujui

13 Desember 2022

Kehadiran koperasi jasa keuangan merupakan salah satu bentuk gerakan ekonomi kerakyatan. Koperasi, termasuk koperasi simpan pinjam, merupakan salah satu bentuk kebijakan untuk mengatasi masalah kesejahteraan sosial dalam rangka pemberdayaan ekonomi masyarakat. tujuan koperasi adalah mensejahterakan anggotanya dan program-program yang diberikan koperasi untuk menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat dan anggota koperasi. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Penelitian dalam penelitian ini adalah seluruh anggota koperasi syariah yang bekerja di Koperasi Syariah Kaum Ibu Al-Ikhlas Kota Medan yang terdaftar di BPS tahun 2021 dengan jumlah anggota sebanyak 152 orang. Berdasarkan hasil analisis hipotesis diperoleh P Value (0,00222) < 0,05 dan t statistik (3,07501) > 1,96 maka disimpulkan bahwa Pembiayaan berpengaruh signifikan terhadap Kemampuan Usaha Mikro. Berdasarkan hasil analisis diperoleh P Value (0,00111) < 0,05 dan t statistik (3,28092) > 1,96, maka disimpulkan bahwa Coaching Berpengaruh Signifikan Terhadap Kapabilitas Usaha Mikro.

Kata kunci:

Pembiayaan, Pembinaan, Promosi, Kemampuan Usaha, Kemakmuran Usaha.

Keywords:

Financing, Coaching, Promotion, Business Ability, Business Prosperity.

ABSTRACT

The presence of financial services cooperatives is a form of people's economic movement. Cooperatives, including savings and loan cooperatives, are a form of policy for overcoming social welfare problems in the context of empowering the community's economy. the purpose of the cooperative is the welfare of its members and the programs provided by the cooperative to create new jobs for the community and the members of the cooperative. The type of research used in this research is quantitative research. This research in this research is all members of sharia cooperatives who work at the Kaum Ibu Al-Ikhlas Sharia Cooperative, Medan City, which are registered in the 2021 BPS, with a total of 152 members. Based on the results of the hypothesis analysis, it was obtained that P Values (0.00222) <0.05 and t statistics (3.07501) > 1.96, it was concluded that Financing had a significant effect on Micro Enterprise Capability. Based on the results of the analysis obtained P Values (0.00111) <0.05 and t statistics (3.28092) > 1.96, it is concluded that Coaching Has a Significant Influence on the Capabilities of Micro Enterprises.

 


 

 

 

 

Pendahuluan

Hadirnya koperasi jasa keuangan merupakan bentuk gerakan ekonomi rakyat (Hervina, 2019). Koperasi, termasuk koperasi simpan pinjam merupakan salah satu bentuk kebijakan penanggulangan masalah kesejahteraan sosial dalam rangka pemberdayaan ekonomi masyarakat (Pratiwi, 2020); (Hidayati, 2021). Dengan adanya gerakan ekonomi rakyat atau koperasi tersebut mampu membangun masyarakat untuk optimis dalam meningkatkan kesejahteraannya dikarenakan pada dasarnya anggota koperasi terdiri dari masyarakat kalangan ekonomi rendah (Yulhendri, 2019). Maka tujuan koperasi ialah mensejahterakan anggota-anggotanya dan program-program yang diberikan oleh koperasi untuk menciptakan lapangan pekerjaan terbaru bagi masyarakat dan anggota-anggota koperasi tersebut (Saparullah, 2019). sehingga bentuk keberhasilan koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan sosial ekonomi anggotanya akan lebih terukur, apabila aktivitas ekonomi yang dilakukan oleh anggota dilakukan memalui koperasi dan peningkatan kesejahteraanya akan lebih mudah (Subagyo, 2017); (Rahim, 2020).

Selain dalam meningkatkan kemampuan dan pengembangan koperasi tersebut maka koperasi mampu memberikan kontribusi yang besar bagi setiap pelaku usaha kecil dan menengan seperti memberikan pembiayaan, pembinaan serta promosi untuk dapat mensejahterakan pelaku usaha kecil dan menengah atau anggota koperasi tersebut (Ondang et al., 2019), hal tersebut di lakukan untuk meningkatkan perekonomian daerah dan perekonomian anggota koperasi, sehingga dapat dikatakan bahwa koperasi tersebut mampu mensejahterakan anggota koperasinya dan dapat mencapai tujuan koperasi (Dompas, 2012); (Pariyasa et al., 2014).

Dalam keberhasilan koperasi dapat dilihat dari mampunya koperasi memajukan kesejahteraan sosial ekonomi anggotanya dan para pelaku usaha kecil dan menengah tersebut mampu bersaing dan mampu meningkatkan kesejahteraannya (Irawan, 2018) khususnya mampu memberikan lapangan pekerjaan yang baru bagi masyarakat sekitarnya.

Adapun kesejahteran UMKM dapat dilihat dari pertumbuhan dan perkembangan UMKM di daerah tertentu dimana aktivitas UMKM dapat dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dimana Pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara pada triwulan II- 2021 mencapai 4,95 persen atau mampu berbalik dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu (Insani, 2021), �yakni minus 2,37 persen. Pertumbuhan ekonomi terutama ditopang oleh geliat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hal tersebut ditegaskan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi yaitu �Tulang punggung pertumbuhan ekonomi Sumut adalah UMKM. Sektor ini bisa bertahan selama pandemic, khususnya yang berorientasi ekspor. Jadi kita akan dorong UMKM kea rah ekspor� medan, Kamis (28/10/2021).

Dalam hal ini maka Koperasi Syariah Kaum Ibu Al-Ikhlas memiliki keunggulan kompetitif, yang menjadi sorotan public dalam koperasi ini ialah seluruh anggotanya adalah kaum ibu-ibu hal ini dilakukan untuk meningkatkan produktivitas home industry dan mendorong para ibu-ibu medan untuk memiliki aktivitas ekonomi di rumah mereka. Maka perlu diperhatikan bagi Koperasi untuk tetap menjaga kualitas dangan upaya mengelola UMKM tersebut untuk provit dan mencapai kesejahteraan bagi anggota koperasi (Simanjuntak et al., 2021). Namun hal tersebut belum dapat dilakukan secara maksimal, masih adanya anggota koperasi yang belum siap untuk bersaing di pasar, dan belum mampu menciptakan produk yang sesuai dengan permintaan pasar, sedangkan koperasi sudah melakukan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemampuan umkm dengan cara memberik pembiayaan terhadap UMKM (Syahza, 2013), memberikan pembinaan kepada UMKM, dan melakukan promosi produk UMKM, namun masih adanya UMKM yang belum mampu bersaing di pasar serta belum mampunya umkm memberikan produk yang sesuai dengan permintaan pasar. Maka dari itu hal ini menjadi GAP teori pada penelitian ini.

Berdasarkan pernyataan tersebut dapat diketahui bahwa perlunya koperasi untuk menjelaskan mengenai pembiayaan agar para usaha mikro dapat menerima pembiyaan tersebut, dan juga perlunya pembinaan yang lebih baik dan efektif agar para usaha mikro dapat mengaplikasikan materi yang telah diberikan dan perlunya koperasi tersebut untuk memberikan kemampuan dalam mempromosikan barang atau jasa yang telah mereka produksi untuk dapat meningkatkan kesejahteraan mereka.

 

Metode Penelitian

Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif (Sugiyono, 2016) dengan metode analisis jalur (Path Analysis). Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yaitu mengggunakan kuesioner. Adapun lokasi pada penelitian ini adalah Penelitian ini dilakukan di� Koperasi Syariah Kaum Ibu Al-Ikhlas yang ada di Kota Medan yang terdaftar dalam BPS Sumut tahun 2021. Waktu yang digunakan untuk penelitian ini dimulai pada Agustus 2021.Populasi pada penelitian ini adalah anggota koperasi syariah kaum ibu al ikhlas di kota medan berjumlah 152 orang. Dalam penelitian ini menggunakan teknik sampel purposive sampling yaitu teknik pemilihan sampel dengan menetapkan sampel dengan cara memilih sampel diantara populasi sesuai dengan yang dikehendaki peneliti, sehingga sampel tersebut dapat mewakili karakteristik populasi yang telah dikenal sebelumnya. Dalam penelitian ini peneliti menetapkan jumlah sampel yang dilakukan dengan menggunakan teknik Slovin. Berdasarkan rumus slovin dalam sampel ini diperoleh hasil yaitu 60 responden. Variabel penelitian independen (Pembiayaan,Pembinaan,Promosi) sedangkan variabel dependen (Kemampuan Usaha Mikro) serta varibel (Peningkatan Kesejahteraan Usaha Mikro). Penelitian ini diolah menggunakan bantuan software SPSS 25. Structural Equation Model adalah salah satu bidang kajian statistik yang dapat menguji sebuah rangkaian hubungan yang biasanya sulit diukur secara bersamaan. Structural Equation Modelling (SEM) merupakan metode analisis yang dapat digunakan untuk menggambarkan keterkaitan hubungan linear secara simultan antara variabel terikat dan variabel bebas

 

Hasil dan Pembahasan

A.  Hasil Penelitian

1.    Nilai Converegent Validity

Convergent Validity adalah sebuah indikator yang dinilai berdasarkan hubungan antara item skor dengan konstruk skor yang bisa dilihat dari standardized loading faktor yang menggambarkan besarnya hubungan antar setiap item dengan konstraknya.


 

Tabel 1. Nilai Convergent Vadility

Variabel

Indikator

Loading Factor

Keterangan

Pembiayaan (X1)

X1.1

0,82290

Valid

X1.2

0,69742

Tidak Valid

X1.3

0,89300

Valid

X1.4

0,90113

Valid

Pembinaan (X2)

X2.1

0,91390

Valid

X2.2

0,91528

Valid

X2.3

0,83101

Valid

X2.4

0,75566

Valid

Promosi (X3)

X3.1

0,82658

Valid

X3.2

0,90569

Valid

X3.3

0,92585

Valid

X3.4

0,83642

Valid

Kemampuan (Y1)

Y1.1

0,88631

Valid

Y1.2

0,77238

Valid

Y1.3

0,81210

Valid

Y1.4

0,77082

Valid

Kesejahteraan (Y2)

Y2.1

0,84727

Valid

Y2.2

0,65073

Tidak Valid

Y2.3

0,40478

Tidak Valid

Y4.4

0,89260

Valid

Sumber: hasil penelitian (data diolah SPSS versi 26,0)

 


2.    Desriminant Validity

Descriminant Validity adalah suatu model pengukuran dengan menggambarkan indikator yang dinilai berdasarkan crosloading pengukuran dengan konstruk.


 

Tabel 2. Nilai Descriminant Validity

Kemampuan (Y1)

Kesejahteraan (Y2)

Pembiayaan (X1)

Pembinaan (X2)

Promosi (X3)

Kemampuan (Y1)

0.81176

Kesejahteraan (Y2)

-0.09551

0.72490

Pembiayaan (X1)

0.71395

-0.12371

0.83262

Pembinaan (x2)

0.36536

0.16615

0.28104

0.85653

Promosi (X3)

0.75126

-0.18396

0.59629

0.08113

0.87469

 


3.    Koefisien� Jalur

Koefisien jalur menunjukkan seberapa besar hubungan atau pengaruh konstruk laten yang dilakukan dengan prosedur bootstrapping. Pengujian hipotesis terkait dengan pengujian hubungan antar variabel.


 

Original Sample (O)

T Statistics (|O/STDEV|)

P Values

Pembiayaan (X1) -> Kemampuan (Y1)

0.33096

3,07501

0.00222

Pembiayaan (X1) -> Kesejahteraan (Y2)

-0.10268

0.55877

0.57657

Pembinaan (X2) -> Kemampuan (Y1)

0.22821

3,28092

0.00111

Pembinaan (X2) -> Kesejahteraan (Y2)

0.13785

0.67717

0.49861

Promosi (X3) -> Kemampuan (Y1)

0.52768

5.82215

0.00000

Promosi (X3) -> Kesejahteraan (Y2)

-0.10478

0.50577

0.61324

 

Sumber: hasil penelitian (data diolah SPSS versi 26,0)

 


a.    Pembiayaan (X1)� -> Kemampuan (Y1)

Berdasakan hasil analisis diperoleh P Values (0,00222) < 0,05 dan t statistik (3,07501) > 1,96 maka disimpulkan Pembiayaan Berpengaruh signifikan Terhadap Kemampuan Usaha Mikro. Berdasarkan hasil analisis diperoleh nilai Original Sample (O) sebesar 0,33096 sehingga disimpulkan hubungan Pembiayaan (X1) terhadap Niat kemampuan usaha makro (Y1) adalah positif.

b.    Pembiayaan (X1)� -> Kesejahteraan (Y2)

Berdasakan hasil analisis diperoleh P Values (0,57657) > 0,05 dan t statistik (0,55877) < 1,96 maka disimpulkan Pembiayaan tidak Berpengaruh signifikan Terhadap Kesejahteraan Usaha Mikro. Berdasarkan hasil analisis diperoleh nilai Original Sample (O) sebesar -0,10268 sehingga disimpulkan hubungan Pembiayaan (X1) terhadap Niat kesejahteraan usaha makro (Y2) adalah negatif.

c.    Pembinaan (X2)� -> Kemampuan (Y1)

Berdasakan hasil analisis diperoleh P Values (0,00111) < 0,05 dan t statistik (3,28092) > 1,96 maka disimpulkan Pembinaan Berpengaruh signifikan Terhadap Kemampuan Usaha Mikro. Berdasarkan hasil analisis diperoleh nilai Original Sample (O) sebesar 0,22821 sehingga disimpulkan hubungan Pembinaan (X2) terhadap Niat kemampuan usaha makro (Y2) adalah positif.

d.    Pembinaan (X2)� -> Kesejahteraan (Y2)

Berdasakan hasil analisis diperoleh P Values (0,49861) < 0,05 dan t statistik (0,67717) < 1,96 maka disimpulkan Pembinaan Berpengaruh signifikan Terhadap Kesejahteraan Usaha Mikro. Berdasarkan hasil analisis diperoleh nilai Original Sample (O) sebesar 0,13785 sehingga disimpulkan hubungan Pembinaan (X2) terhadap kesejahteraan usaha makro (Y2) adalah positif.

e.    Promosi (X3)� -> Kemampuan (Y1)

Berdasakan hasil analisis diperoleh P Values (0,0000) < 0,05 dan t statistik (5,82215) > 1,96 maka disimpulkan Promosi Berpengaruh signifikan Terhadap kemampuan Usaha Mikro. Berdasarkan hasil analisis diperoleh nilai Original Sample (O) sebesar 0,52768 sehingga disimpulkan hubungan Promosi (X3) terhadap kemampuan usaha makro (Y1) adalah positif.

f.     Promosi (X3)� -> Kesejahteraan (Y2)

Berdasakan hasil analisis diperoleh P Values (0,61324) > 0,05 dan t statistik (0,50577) < 1,96 maka disimpulkan Promosi Berpengaruh signifikan Terhadap kesejahteraan Usaha Mikro. Berdasarkan hasil analisis diperoleh nilai Original Sample (O) sebesar -0,10478 sehingga disimpulkan hubungan Promosi (X3) terhadap kesejahteraan usaha makro (Y1) adalah negatif.

4.    Uji F Simultan

���� Kriteria keputusan untuk uji f sama dengan uji t, dimana dapat dinyatakan bahwa memiliki pengaruh yang simultan ketika nilai signifikansi (Sig.) < 0,05 sedangkan bila dibandingkan dari nilai f-hitung harus > f-tabel untuk menyatakan terjadinya pengaruh (Ghozali, 2018:98).

Pembiayaan, Pembinaan, Promosi Berpengaruh Terhadap Peningkatan kemampuan Usaha Mikro


 

 

 

 

 

 

ANOVAa

Model

Sum of Squares

df

Mean Square

F

Sig.

1

Regression

335.130

3

111.710

44.116

.000b

Residual

141.803

56

2.532

 

 

Total

476.933

59

 

 

 

a.    Dependent Variable: Y1

b.    Predictors: (Constant), X3, X2, X1

 

Tabel 3. Uji F

 


Berdasarkan analisis variabel Pembiayaan, Pembinaan, Promosi dengan SPSS 26, di dapatkan nilai sig (0.000) < 0.05. Diperoleh kesimpulan terdapat pengaruh variabel Pembiayaan, Pembinaan, Promosi secara simultan atau bersama-sama terhadap kemampuan usaha mikro (Y1).

Pembiayaan, Pembinaan, Promosi Berpengaruh Terhadap Peningkatan kesejahteraan Usaha Mikro


 

ANOVAa

Model

Sum of Squares

df

Mean Square

F

Sig.

1

Regression

376.937

3

125.646

54.630

.000b

Residual

128.796

56

2.300

 

 

Total

505.733

59

 

 

 

a. Dependent Variable: Y2

b. Predictors: (Constant), X3, X2, X1

 


Berdasarkan analisis variabel Pembiayaan, Pembinaan, Promosi dengan SPSS 26, di dapatkan nilai sig (0.000) < 0.05. Diperoleh kesimpulan terdapat pengaruh variabel Pembiayaan, Pembinaan, Promosi secara simultan atau bersama-sama terhadap kesejahteraan usaha mikro (Y2).

B.   Pembahasan

1.    Pembiayaan Berpengaruh Terhadap Kemampuan Usaha Mikro

Berdasakan hasil analisis hipotesis diperoleh nilai P Values (0,00222) < 0,05 dan t statistik (3,07501) > 1,96 maka disimpulkan Pembiayaan Berpengaruh signifikan Terhadap Kemampuan Usaha Mikro. Berdasarkan hasil analisis diperoleh nilai Original Sample (O) sebesar 0,33096 sehingga disimpulkan hubungan Pembiayaan (X1) terhadap Niat kemampuan usaha makro (Y1) adalah positif.

2.    Pembinaan Berpengaruh Terhadap Kemampuan Usaha Mikro

Berdasakan hasil analisis diperoleh P Values (0,00111) < 0,05 dan t statistik (3,28092) > 1,96 maka disimpulkan Pembinaan Berpengaruh signifikan Terhadap Kemampuan Usaha Mikro. Berdasarkan hasil analisis diperoleh nilai Original Sample (O) sebesar 0,22821 sehingga disimpulkan hubungan Pembinaan (X2) terhadap Niat kemampuan usaha makro (Y2) adalah positif.

3.    Promosi Berpengaruh Terhadap Kemampuan Usaha Mikro

Berdasakan hasil analisis diperoleh P Values (0,0000) < 0,05 dan t statistik (5,82215) > 1,96 maka disimpulkan Promosi Berpengaruh signifikan Terhadap kemampuan Usaha Mikro. Berdasarkan hasil analisis diperoleh nilai Original Sample (O) sebesar 0,52768 sehingga disimpulkan hubungan Promosi (X3) terhadap kemampuan usaha makro (Y1) adalah positif.

4.    Pembiayaan Berpengaruh Terhadap Peningkatan Kesejahteraan Usaha Mikro

Berdasakan hasil analisis diperoleh P Values (0,57657) > 0,05 dan t statistik (0,55877) < 1,96 maka disimpulkan Pembiayaan tidak Berpengaruh signifikan Terhadap Kesejahteraan Usaha Mikro. Berdasarkan hasil analisis diperoleh nilai Original Sample (O) sebesar -0,10268 sehingga disimpulkan hubungan Pembiayaan (X1) terhadap Niat kesejahteraan usaha makro (Y2) adalah negatif.

5.    Pembinaan Berpengaruh Terhadap Peningkatan Kesejahteraan Usaha Mikro

Berdasakan hasil analisis diperoleh P Values (0,49861) < 0,05 dan t statistik (0,67717) < 1,96 maka disimpulkan Pembinaan Berpengaruh signifikan Terhadap Kesejahteraan Usaha Mikro. Berdasarkan hasil analisis diperoleh nilai Original Sample (O) sebesar 0,13785 sehingga disimpulkan hubungan Pembinaan (X2) terhadap kesejahteraan usaha makro (Y2) adalah positif.

6.    Promosi Berpengaruh Terhadap Peningkatan Kesejahteraan Usaha Mikro

Berdasakan hasil analisis diperoleh P Values (0,61324) > 0,05 dan t statistik (0,50577) < 1,96 maka disimpulkan Promosi Berpengaruh signifikan Terhadap kesejahteraan Usaha Mikro. Berdasarkan hasil analisis diperoleh nilai Original Sample (O) sebesar -0,10478 sehingga disimpulkan hubungan Promosi (X3) terhadap kesejahteraan usaha makro (Y1) adalah negatif.Penelitian yang dilakukan Rizando Purga (2021) menjelaskan Dari� 7 UMKM yang diteliti semua pemilik Usaha MikroKecil Menengah Menerapkan strategi promosi dari mulut ke mulut (word of mouth) dan 3 UMKM telah menerapkan pemasaran melalui media sosial (facebook dan whatsapp).

7.    Pembiayaan, Pembinaan, Promosi Berpengaruh Terhadap Kemampuan Usaha Mikro

Berdasarkan analisis variabel Pembiayaan, Pembinaan, Promosi dengan SPSS 26, di dapatkan nilai sig (0.000) < 0.05. Diperoleh kesimpulan terdapat pengaruh variabel Pembiayaan, Pembinaan, Promosi secara simultan atau bersama-sama terhadap kemampuan usaha mikro (Y1). Berdasarkan output R-Square Adjust sebesar 0,70387, sehingga bisa disimpulkan variabel Pembiayaan (X1), Pembinaan (X2), Promosi (X3) terhadap variabel kemampuan (Y1) adalah 70,387% sedangkan 29,623% di jelaskan oleh faktor lain. Usaha Mikro Kecil Menengah dapat dikatakan mampu jika memiliiki kemampuan komoditas atau memasuki pasar luar negeri dan kemampuan untuk dapat bertahan di pasar tersebut

8.    Pembiayaan, Pembinaan, Promosi Berpengaruh Terhadap Kemampuan Usaha Mikro

Berdasarkan analisis variabel Pembiayaan, Pembinaan, Promosi dengan SPSS 26, di dapatkan nilai sig (0.000) < 0.05. Diperoleh kesimpulan terdapat pengaruh variabel Pembiayaan, Pembinaan, Promosi secara simultan atau bersama-sama terhadap kesejahteraan usaha mikro (Y2). Berdasarkan output R-Square Adjust sebesar 0,00788, sehingga bisa disimpulkan variabel Pembiayaan (X1), Pembinaan (X2), Promosi (X3) terhadap variabel kesejahteraan (Y2) adalah 0,788% sedangkan 99,212% di jelaskan oleh faktor lain. Kesejahteraan UMKM sangat berpengaruh� kepada pelaku UMKM itu sendiri. Kesejahteraan UMKM adalah suatu kondisi yang memperlihatkan tentang keadaan kehidupan masyarakat yang dapat dilihat dari standar kehidupan masyarakat.

 

Kesimpulan

Berdasarkan hasil uji analisis data yang diolah dengan bantuan program spss versi 26.0 serta pembahasan yang sudah dijabarkan oleh penulis, didapatlah kesimpulan bahwa Pembiayaan Berpengaruh signifikan dan positif Terhadap Kemampuan Usaha Mikro. Pembinaan berpengaruh signifikan dan positif terhadap Niat kemampuan usaha mikro. Promosi berpengaruh signifikan dan positif terhadap Niat kemampuan usaha mikro. Pembiayaan tidak Berpengaruh signifikan Terhadap Kesejahteraan Usaha Mikro. Pembinaan berpengaruh signifikan dan positif terhadap Niat kesejahteraan usaha mikro. Promosi tidak berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan usaha mikro. Pembiayaan, Pembinaan, Promosi Berpengaruh signifikan Terhadap Kemampuan Usaha Mikro. Pembiayaan, Pembinaan, Promosi Berpengaruh signifikan Terhadap Kemampuan Usaha Mikro.

 

BIBLIOGRAFI

 

Dompas, V. (2012). Membangun Koperasi Berbasis Anggota dalam Rangka Pengembangan Ekonomi Rakyat. JBE (Journal of Business and Economics), 11(1), 95�105. Google Scholar

 

Hervina, H. (2019). Eksistensi dan Peran Koperasi Jasa Keuangan Syariah di Kalimantan Timur. FENOMENA, 11(9), 119�142. https://doi.org/10.21093/fj.v11i2.1802 Google Scholar

 

Hidayati, A. (2021). Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Melalui Program Simpan Pinjam Koperasi Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Kapetakan di Desa Pegagan Lor Kecamatan Kapetakan Kabupaten Cirebon. IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Google Scholar

 

Insani, F. (2021). Analisis E-commerce Sebagai Ekonomi Digital Dalam Mendorong Pertumbuhan Perekonomian Kota Medan Di Tengah Pandemi Covid-19 (Studi Kasus Pada UMKM Di Kota Medan). Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Google Scholar

 

Irawan, D. (2018). Pengembangan Kemitraan Koperasi, Usaha Mikro Dan Kecil (KUMK) Dengan Usaha Menengah/Besar Untuk Komoditi Unggulan Lokal. Coopetition: Jurnal Ilmiah Manajemen, 9(1), 53�66. https://doi.org/10.32670/coopetition.v9i1.52 Google Scholar

 

Ondang, C., Singkoh, F., & Kumayas, N. (2019). Peranan Pemerintah Daerah Dalam Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Minahasa (Suatu Studi di Dinas Koperasi dan UKM). Jurnal Eksekutif, 3(3), 1�10. Google Scholar

 

Pariyasa, K. B., Zukhri, A., & Indrayani, L. (2014). Pengaruh modal, volume dan anggota terhadap sisa hasil usaha pada Koperasi Serba Usaha Kecamatan Buleleng. Jurnal Pendidikan Ekonomi UNDIKSHA, 4(1). https://doi.org/10.23887/jjpe.v4i1.1896 Google Scholar

 

Pratiwi, I. D. W. (2020). Pengaruh program pemberdayaan melalui koperasi simpan pinjam terhadap peningkatan penghasilan anggota usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kelurahan Duri Utara Kecamatan Tambora Jakarta-Barat. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta: Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi, 2015. Google Scholar

 

Rahim, S. R. (2020). Strategi Pengembangan Koperasi SMA Negeri 3 Kota Parepare (Analisis Manajemen Syariah). IAIN Parepare. Google Scholar

 

Saparullah, A. (2019). Kesejahteraan anggota Koperasi Pegawai Republik Indonesia (Kp-Ri)�Isen Mulang� Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Tengah dalam perspektif ekonomi islam. IAIN Palangka Raya. Google Scholar

 

Simanjuntak, M., Candra, V., Azulaidin, A., Sitorus, S. A., Sudarso, A., Siregar, P. A., Silitonga, H. P., Krisnawati, A., Jaya, R. K., & Butarbutar, M. (2021). Manajemen UMKM dan Koperasi. Medan: Yayasan Kita Menulis. Google Scholar

 

Subagyo, A. (2017). Seri Manajemen Koperasi dan UKM: Tata Kelola Koperasi yang Baik (Good Cooperative Governance). Sleman: Deepublish. Google Scholar

 

Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, R&D. IKAPI. Google Scholar

 

Syahza, A. (2013). Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) untuk percepatan peningkatan ekonomi daerah di Kabupaten Indragiri Hulu Propinsi Riau. Google Scholar

 

Yulhendri, Y. (2019). Perkoperasian: Teori Masalah Dan Aplikasi. INA-Rxiv. Google Scholar

 


 

Copyright holder :

Indah Apriyani Nasution (2022)

 

First publication right :

Jurnal Syntax Transformation

 

This article is licensed under: