Jurnal Syntax Transformation

Vol. 1 No. 5, Juli 2020

p-ISSN : 2721-3854 e-ISSN : 2721-2769

Sosial Sains

 

PENGARUH ELECTRONIC WORD OF MOUTH MELALUI FACEBOOK FANSPAGE TERHADAP KEPUTUSAN BERKUNJUNG DI PENGUIN WATERPARK CIKARANG

 

Chintya Febrianty Sutjiono dan M. Rachman Mulyandi

Matana University Tangerang

Email:  Chntyafs@gmail.com dan rachman.mulyandi@matanauniversity.ac.id

 

INFO ARTIKEL

ABSTRAK

Diterima 2 Juli 2020

Diterima dalam bentuk revisi

15 Juli 2020

Diterima dalam bentuk revisi

20 Juli 2020

Perkembangan teknologi sekarang ini diikuti oleh perkembangan pariwisata yang ada di Indonesia yang mengakibatkan electronic word of mouth menjadi hal yang penting dan berperan terutama dalam dunia marketing. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menganalisis hubungan Electronic Word of Mouth melalui Facebook Fanspage terhadap keputusan berkunjung di Penguin Waterpark Cikarang. Penelitian ini menggunakan metode analisis penelitian kualitatif menggunakan teknik analisis data litelature review dengan cara traditional review dimana peneliti melihat 10 jurnal penelitian dengan variable yang serupa pada penelitian sebelumnya. Sampel dalam penelitian ini yaitu orang yang pernah berkunjung ke Penguin Waterpark. Hasil dalam penelitian ini menunjukan bahwa variabel electronic word of mouth berpengaruh signifikan terhadap keputusan berkunjung di berbagai destinasi wisata, namun masih ada indikator ewom yang masih belum berpengaruh karena faktor tertentu.

Kata kunci:

Electronic Word of Mouth; Facebook Fanspage dan Keputusan Berkunjung.



Pendahuluan

Kekayaan dan keberagaman budaya yang ada di Indonesia membuat perkembangan dunia pariwisata di Indonesia semakin meningkat, Indonesia juga memiliki  potensi  yang kaya sumber daya alam dan memiliki berbagai ragam kebudayaan   dan   kesenian,   sehingga  masing-masing  daerah  mempunyai  suatu  ciri khas  yang  dapat  dipamerkan  ke daerah-daerah  lain   bahkan   mancanegara (Revilia & Prathama, 2020).

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, secara geografis terletak di garis khatulistiwa dan diapit oleh dua benua, yaitu Asia dan Australia serta dua samudera, yaitu Pasifik dan Hindia. Keadaan tersebut membuat Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan sumber daya alam dan juga kaya akan keberagaman masyarakatnya. Negara Indonesia adalah salah satu negara multikultur terbesar di dunia, hal ini dapat terlihat dari kondisi sosiokultural maupun geografis Indonesia yang begitu kompleks, beragam, dan luas (Goverment, 2011).

Kementrian Pariwisata Republik Indonesia memaparkan bahwa memasuki bulan Oktober 2019 kunjungan pariwisara mancanegara mengalami peningkatan sebesar 4,86% dibandingkan tahun lalu. Selain itu Indonesia juga mengalami peningkatan dalam hal indeks daya saing pariwisata pada tahun 2019 yang dinilai oleh Word Economic Forum (WEF) beranjak naik. (Sakti & Yuwono, 2019).

Perkembangan pembangunan pariwisata baru di setiap daerah yang ada di Indonesia salah satunya di kota Jababeka Cikarang. Cikarang merupakan lokasi yang masih baru untuk mengembangkan lokasi wisata, tercatat di Cikarang baru ada satu lokasi waterpark yaitu waterboom Lippo Cikarang, sedangkan di Jababeka sendiri belum memiliki waterpark sehingga hal tersebut menjadi salah satu faktor pendukung pengembangan lokasi wisata baru yang ada di wilayah tersebut.

Industri pariwisata yang semakin berkembang melalui media sosial berbanding dengan jumlah orang yang menggunakan media sosial itu sendiri. Berdasarkan hasil survey menurut asosiasi penyelenggara jasa internet Indonesia (APJII), per 1 Januari 2019 terdapat 150 juta pengguna yang menggunakan media sosial, dimana media sosial yang paling banyak di akses adalah Facebook dengan 130 juta pengguna yang mengaksesnya. (Pratomo, 2019)

Internet  menjadi  sebuah  alternatif  pilihan  yang  tepat  untuk  mendapatkan  data

yang  dibutuhkan  dengan  mudah  dan  cepat.  Media  internet  sudah  menyebar  luas  ke segala  lapisan  masyarakat mulai  dari pedesaan  sampai  ke  perkotaan (Khoiri & Palupi, 2019).

Salah satu media sosial yang menjadi sarana bisnis adalah facebook fanspage. Di saat media sosial yang lain sibuk mementingkan fitur entertaining, facebook berkembang menjadi media sosial yang dapat memberikan fitur untuk berbisnis. Banyak manfaat dalam fanspage yang menguntungkan pelaku bisnis, salah satunya adalah sebagai media untuk menjangkau konsumen, meningkatkan traffic, dan bisa memantau dan menganalisa keterlibatan fans. (Merina, 2016)

Fanspage adalah salah satu fitur yang disediakan oleh Facebook bagi usernya untuk membuat “halaman” atau komunitas yang tertarik dengan tema tertentu. Fanspage juga dapat digunakan sebagai “toko” atau akun halaman resmi bisnis di Facebook, karena disana kita dapat memasang foto produk, live, sharing video, dan juga followers dapat berinteraksi di halaman fanspage (Amabile, 2018).

Dalam memasarkan produknya, marketing Penguin Waterpark melakukan promosi melalui Facebook Fanspage dari pemilik. Penguin Waterpark adalah wahana bermain air anak-anak dan dewasa yang berada di wilayah Kampung Cibereum,  Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara yang menjadi salah satu destinasi masyarakat yang berada di wilayah tersebut.

Selain menyediakan wahana bermain air, mereka juga memiliki fasilitas lainnya seperti, gym corner, kantin, kolam ikan, sepeda air, gazebo, toilet dan taman. Dengan memiliki fasilitas yang memadai dan menarik tentunya sangat cukup untuk menarik perhatian pengunjung, selain itu Penguin Waterpark melakukan pemasaran melalui media sosial yaitu Instagram dan Facebook, namun yang paling signifikan terhadap bisnis adalah Facebook. Terbukti dari insight dan followers Facebook yang dapat dilihat.

Kegiatan foto dan upload yang pengunjung lakukan yaitu berbagi pengalaman melalui media sosial tanpa sadar merupakan salah satu kegiatan dari Electronic Word of Mouth (e-wom). E-wom adalah sebuah pernyataan positif maupun negatif oleh konsumen baik calon konsumen, mantan konsumen, ataupun konsumen actual tentang perusahaan atau product melalui internet atau perangkat elektronik. Dengan begitu adanya e-wom pada era modern saat ini dapat bermaanfaat dan kepraktisan bagi para calon wisatawan. Salah satu media sosial yang paling banyak digunakan dan memiliki respon tinggi adalah Facebook. Sebelum beralih ke e-wom sebelumnya adalah wom atau word of mouth communication. (De Berardinis et al., 2017).

Word of mouth communication (WOM) adalah sebuah proses komunikasi atau pemberian informasi yang berupa informasi secara personal baik secara individu ataupun kelompok yang bertujuan untuk memberikan informasi. WOM dapat memberikan informasi terkait produk atau jasa sebagai media yang kuat kepada konsumen. Seiring dengan perkembangan teknologi, WOM  tidak lagi dilakukan secara lisan atau bertemu langsung perseorangan secara tatap muka. Komunikasi WOM  dengan menggunakan dan memanfaatkan teknologi serta internet sering juga disebut sebagai electronic word of mouth (e-wom).

Dalam menjalankan e-wom, Penguin Waterpark melakukan promosi atau pemasarannya melalui media sosial, salah satu media sosial yang digunakan oleh Penguin Waterpark dalam menjalankan promosinya adalah melalui Facebook Fanspage. Tren jumlah kunjungan yang dilakukan oleh pengunjung Penguin Waterpark pun cukup tinggi dengan total kurang lebih 25.000 pengunjung pada tahun 2019. Dalam perkembangannya, peran sosial media  Facebook sangatlah berpengaruh bagi peningkatan jumlah pengunjung di Penguin Waterpark karena selain melakukan promosi, sebagai sarana yang menjadi daya tarik bagi para calon pengunjung, dikarenakan sosial media Facebook lebih aktif dibandingkan media sosial lainnya.

Dari data interaksi dan insight yang diperoleh dari owner, ia mengharapkan melalui facebook fanpages yang dikekola dapat memberikan efek positif bagi Penguin Waterpark khususnya dengan semakin meningkatnya jumlah pengunjung setiap harinya akibat iklan atau promosi yang di tayangkan di facebook fanspage, dengan begitu profit perusahaan pun akan semakin meningkat.

Hal tersebut didukung oleh beberapa penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, salah satunya adalah penelitian oleh (Mustikasari & Widaningsih, 2016),(Maulidi & Pangestuti, 2019), (Sari et al., 2019) dengan judul Pengaruh e-wom terhadap minat pengunjung dan keputusan berkunjung menyatakan bahwa hubungan masing-masing variabel memiliki hasil signifikan positif.

Dari hasil penelitian tersebut, keberadaan e-wom dapat mempermudah pengunjung untuk memperoleh maupun berbagi informasi dengan pengunjung lain. Selain itu e-wom melalui media sosial seperti Facebook fanspage juga menjadi sarana promosi yang cukup berpengaruh bagi peningkatan jumlah pengunjung Penguin Waterpark disetiap tahunnya. Berdasarkan informasi tersebut, maka penulis ingin mengetahui apakah e-wom melalui Facebook Ads berpengaruh pada keputusan berkunjung pada wisata Penguin Waterpark Cikarang.

Metode Penelitian

Meode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kualitatif dengan teknik analisis data litelature review. Metode ini merupakan metode yang digunakan untuk mengolah data dalam literalure review dengan cara traditional review dimana peneliti melihat 10 jurnal penelitian dengan variable yang serupa pada penelitian sebelumnya. Literature review pada penelitian kualitatif ini bertujuan untuk melatarbelakangi fenomena khusus yang akan diteliti. (Ristriyani et al., 2018)

 Variabel independen dalam penelitian ini yaitu Electronic Word of Mouth. Variabel dependen yang terdapat dalam penelitian ini yaitu eputusan berkunjung. Sampel dalam penelitian ini yaitu orang yang pernah berkunjung ke Penguin Waterpark.

 

Hasil dan Pembahasan

          Berdasarkan hasil jurnal dari litelatur review sebelumnya, yaitu penelitian dengan judul “Pengaruh e-wom Terhadap Keputusan Berkunjung ke Tempat Wisata di Kota Bandung” oleh Ati Mustikasari dan Sri Widaningsih ditemukan bahwa e-wom pada media sosial berpengaruh signifikan terhadap keputusan berkunjung, sehingga jumlah pengunjung akan mengalami peningkatan.

          Demikian juga dengan jurnal yang berjudul “Pengaruh e-wom Terhadap Minat Berkunjung serta Dampaknya pada Keputusan Berkunjung” yang diteliti oleh Nur Rohmah Karimah, ditemukan bahwa variable ewom berpengaruh terhadap keputusan berkunjung melalui minat berkunjung sebagai variable mediasi. Dapat disimpulkan bahwa e-wom berpengaruh signifikan terhadap keputusan berkunjung dan minat berkunjung.

          Berikutnya penelitian yang berjudul “Pengaruh e-wom pada Media Sosial Facebook Terhadap Keputusan Berkunjung ke Desa Wisata Nglanggeran Gunungkidul” oleh Ali Hasan dan Niken Widiati Setiyaningtiyas, ditemukan bahwa variable concern of others dan platform assistance dari ewom yang tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan berkunjung karena sampel dalam penelitian tidak semuanya menggunakan Facebook, namun terdapat pengaruh yang signifikan terhadap keputusan berkunjung melalui variable expressing purposive feeling, economic insentive dan helping the company melalui facebook.

 

Kesimpulan

          Dari penelitian ini maka hasil yang didapat adalah electronic word of mouth berpengaruh signifikan terhadap keputusan berkunjung di berbagai destinasi wisata. Namun pada media sosial facebook terdapat variabel yang menjadi indikator ewom yang masih perlu diperhatikan, yaitu variable concern of others karena ditemukan bahwa kurangnya pengalaman positif terkait destinasi yang mereka kunjungi dan platform assistance karena kurangnya kunjungan ke destinasi tersebut dan pemberian komentar terkait destinasi yang dituju.

          Sehingga saran bagi penelitian selanjutnya   jika ingin meneliti terkait electronic word of mouth terhadap keputusan berkunjung   sebaiknya  menggunakan sampel yang sesuai dengan karakteristik dari penelitian yang akan dibahas, sehingga hasil dari penelitian tersebut tidak terlalu luas dan dapat berpengaruh positif.

 

Bibliografi

Amabile, T. M. (2018). Creativity in context: Update to the social psychology of creativity. Routledge.

 

De Berardinis, A., Paludi, D., Pennisi, L., & Vergara, A. (2017). Toxoplasma gondii, a foodborne pathogen in the swine production chain from a European perspective. Foodborne Pathogens and Disease, 14(11), 637–648.

 

Goverment. (2011). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 46 Tahun 2011.

 

Khoiri, A. F., & Palupi, R. (2019). Pemanfaatan Media Sosial Kotamadya Jakarta Utara Sebagai Media Publikasi Kepada Publik Eksternal. Syntax, 1(6), 17.

 

Maulidi, W. S., & Pangestuti, E. (2019). Pengaruh Electronic Word Of Mouth (Ewom) Di Instagram Terhadap Minat Berkunjung Dan Dampaknya Terhadap Keputusan Berkunjung (Survei Pada Wisata Muara Bengawan Solo, Gresik). Jurnal Administrasi Bisnis, 71(1).

 

Merina, N. (2016). Pengertian UKM & UMKM? Bagaimana Usaha Kecil Menengah di Indonesia. GOukm. Id.

 

Mustikasari, A., & Widaningsih, S. (2016). Pengaruh e-wom terhadap keputusan berkunjung ke tempat wisata di kota bandung. Jurnal Manajemen Indonesia, 16(2), 95–103.

 

 

Pratomo, Y. (2019). APJII: Jumlah Pengguna Internet di Indonesia Tembus 171 Juta Jiwa. Kompas. Com.

 

Revilia, S. A., & Prathama, A. (2020). Strategi Pengembangan Potensi Dan Daya Tarik Wisata Museum Sepuluh November Di Surabaya. Jurnal Syntax Transformation, 1(3), 30–36.

 

Ristriyani, R., Rachmawati, I. N., & Afiyanti, Y. (2018). Status disclosure and the acceptance of women living with HIV. Enfermeria Clinica, 28, 195–198.

 

Sakti, G., & Yuwono, T. (2019). Performance Study of Installed an I-65o Type Cylinder at The Upstream of Returning Blade of Savonius Wind Turbine, Comparison With Conventional Savonius Wind Turbine. IPTEK The Journal for Technology and Science, 30(2), 56–59.

 

Sari, S. A., Pattipeilohy, W. F., & Cik, A. K. P. (2019). Analisa Dan Perancangan E-Crm Untuk Meningkatkan Loyalitas Dan Pelayanan Terhadap Customer (Studi Kasus: PT. Elhasbu Mulia Utama). Syntax, 1(6).