Volume 4, No. 1 Januari
2023
p-ISSN� 2721-3854
| e-ISSN 2721-2769
DOI: �https://doi.org/10.46799/jst.v4i1.683 �
PENGARUH CORPORATE
IMAGE DAN TRUST TERHADAP WORD-OF-MOUTH KONSUMEN
Ivan Komala, Sri Vandayuli Riorini
Universitas Trisakti, Indonesia
Emails: [email protected],
[email protected]
Abstrak:
Industri asuransi jiwa cukup terkenal di banyak negara. Keberhasilan dalam bisnis ini bergantung pada penyediaan layanan pelanggan. Penelitian dilakukan dengan menyebarkan kuesioner. Penelitian ini dapat membantu
pemasar asuransi bahwa persepsi citra perusahaan dan kepercayaan dapat mempengaruhi komunikasi WOM, walaupun citra perusahaan tidak sesuai dengan
hipotesis yang diajukan, kepercayaan merupakan salah satu faktor
penting yang mempengaruhi faktor WOM.
Kata Kunci: Corporate Image; Trust; Word of Mouth.
Abstract:
The life insurance
industry is quite famous in many countries. Success in this business depends on
providing customer service. The research was conducted by distributing
questionnaires. This research can help insurance marketers that perceptions of
corporate image and trust can affect WOM communication, even though corporate
image is not in accordance with the proposed hypothesis,
trust is one of the important factors that influence WOM factors.
Keywords: Corporate Image; Trusts;
Word of Mouth.
Article History�����������������������
Accepted�������� : 28 December 2022
Revisied���������� : 01
January2023
Published�������� : 10 January 2023
�����������
INTRODUCTION
Industri asuransi
jiwa cukup terkenal di banyak negara (Masud et al., 2021). Kesuksesan di bisnis
ini bergantung pada� ketentuan pelayanan pelanggan. Namun asuransi jiwa adalah
produk yang rumit dan tidak berwujud.
Banyak pelanggan membutuhkan bantuan mengenai kebutuhan mereka dan mengidentifikasikan kebijikan yang sesuai sebelum membeli. Asuransi adalah alat sosial
untuk melindungi resiko dan kejadian
yang tidak terduga (Komalasari et al., 2018). Industri
asuransi berbeda dari industri lainnya,
manajer resiko dari industri hospitality� harus membentuk rencana manajemen resiko yang profesional. Maka dari itu, komunikasi
WOM sangat mempengaruhi pilihan konsumen dan persepsi dari
industri asuransi jiwa (Ng et al., 2011); (Leon & Choi, 2020). Asuransi jiwa terus terlibat dengan pemegang polis dalam penawaran jasa (de Figueiredo Marcos & de Matos
Coelho, 2018)
Dalam pasar asuransi, komunikasi WOM� perlu penyampaian yang berbeda dan menggambarkan citra perusahaan yang tertrust untuk menjaga keunggulan kompetitif (Magill et al., 2014).
Corporate Image
Corporate
image didorong oleh persepsi konsumen terhadap pelayanan yang ditawarkan (Silvestri et al., 2017); (Sajtos et al., 2015); (Hashim et al., 2015); (Teeroovengadum et al., 2019). Nguyen and Leblanc (2001) menyebutan bahwa corporate image terkait dengan atribut fisik dan perilaku
dari sebuah perusahaan seperti nama perusahaan,
arsitektur bangunan, produk dan jasa
yang ditawarkan dan impresi saat berkomunikasi
dan berinteraksi dengan klien. Corporate image merepresentasikan sikap konsumen terhadap perusahaan (Klein dan Dawar, 2004) dan hasil dari sebuah
proses (Sajtos et al., 2015) yang terkait dengan
kombinasi persepsi yang dihasilkan dari pengalam konsumen sebelumnya terhadap perusahaan.�
Trust
Dalam konteks
konsumsi, trust dapat dilihat dari kecendrungan
konsumen yang bergantung dengan penyedia jasa (Petzer & Van Tonder, 2019); (Shetty & Basri, 2018). Trust sangat krusial
dalam hubungan dimana hasil di masa depan diekspetasikan
dan diperlukan tingkat kepastian yang tinggi (Ruefenacht, 2018); (Wang et al., 2022). Trust menjadi tendensi
psikologi yang personal, percepsi
dari yang memtrusti, karakteristik yang berasal dari linkungan institusional dan sebuah bentuk sikap,
ketrustan dari yang memtrusti kepada yang ditrusti (Eastlick & Lotz, 2011). Ruefenacht (2018) dan
(Eisingerich & Bell, 2008) mendifinisikan ketrustan
adalah sebuah keyakinan konsumen terhadap kualitas dan kepastian dari
pelayanan yang ditawarkan organisasi. Trust konsumen
diadupsi dari konseptual Ruefenacht (2018) and Eisingerich and Bell�s (2008). Dalam konteks
pelayanan asuransi, kami berekspetasi persepsi kualitas fungsional dan teknikal yang menghasilkan ketrustan konsumen lebih kuat terhadap perusahaan.
WOM
Memotivasi konsumen
untuk menyediakan referal adalah cara yang paling efektif dalam mendapatkan konsumen baru (Camarero, 2007). Bentuk referal yang ada
di pelanggan sering membuka saluran baru yang mengizinkan penjual untu kberkomunikasi
dengan prospek yang sebelumnya tidak dapat dijangkau. Studi menunjukan bahwa ketika hubungan
antar perusahaan dan pelanggan kuat,
konsumen lebih bersedia untuk melakukan pembelian ulang terhadap penawaran perusahaan dan merekomendasikannya kepada yang lain (Guo et al., 2018); (Mandal et al., 2021). Mempertahankan hubungan pelanggan
yang baik dapat meningkatkan kesediaan mereka untuk memberikan
referal (Dawes, 2009). Maka dari
itu komunikasi WOM sangat krusial dalam mempengaruhi keputusan membeli pelanggan (Jalivand and Samiei, 2012; Le et al., 2019; Chang and Lee, 2020) dan niat perilaku.��
Hypothesis Development
Giovanis et
al., (2014) menyebutkan bahwa
corporate image diidentifikasikan sebagai
faktor penting dalam penilaian konsumen terhadap penyedia jasa. Corporate
image merupakan gabungan impresi yang secara terus menerus berubah
terhadap perusahaan, liputan media, performa, dan lainnya terhadap
perusahaan. Maclnnis dan
Price (1987) menjelaskan bahwa
corporate image adalah hasil
evaluasi sebuah proses, tercipta dari pikiran,
perasaan, dan pengalaman sebelumnya yang terkait dengan wujud bisnis, mengubah
ingatan konsumen menjadi kesan (Yuille dan Catchpole, 1977).
Maka dari itu, corporate image adalah hasil proses komunikasi yang dibentuk oleh organisasi
dan disebarluaskan dengan pesan yang spesifik untuk memenuhi tujuan strategi, misi, visi, dan tujuan
yang merefleksikan nilai inti yang diharpkan (Leuthesser dan Kohli, 1997). Walter dan Paul
(1970) mengindikasikan fitur
corporate image yang terbagi menjadi
empat aspek: subjectivitas, penyaringan, elaborasi dan kemampuan
berubah. Walters (1978) menyarankan impresi, perasaan atau sikap
yang subjektif dari perusahaan atau aktivitasnya kepada konsumen berhubungan dengan sikap.
Ketrustan dalam bisnis sangat penting
untuk lingkungan kompetitif. Ketrustan dalam hubungan bisnis mengurangi resiko bisnis (Anderson, 1998), Smeltzer (1997) menunjukan bahwa saling trust dipengaruhi dari psikologi, gambar, dan reputasi yang diterima antara pemasok dan pembeli.� Konsumen yang percara kepada perusahaan akan
berbicara dengan pembahasan yang positif terhadap perusahaan dan produk. Studi sebelumnya
menunjukan pengaruh yang kuat antara ketrustan
konsumen dan WOM (Sichtman, 2007) mengilustrasikan ketrustan mempunyai dampak yang kuat terhadap WOM konsumen. Selain itu, Ranaweera
et al., (2003) menemukan efek
dari trust konsumen terhadap WOM. Salehnia et al.,
(2014) menyelidiki efek ketrustan konsumen memiliki dampak positif terhadap WOM.
METHODS
Penelitian ini dilakukan untuk pengujian Hipotesis. Penelitian yang telath dilakukan
oleh Tsu-Wei Yu (2021).
Penelitian
ini dilakukan untuk menyesuaikan kondisi industri asuransi yang ada di Indonesia.
Penelitian
ini dilakuakan dengan menyebarkan kuesioner.
Variabel dan pengukuran yang dilakukan dalam penelitian ini diambil dan
diadaptasi dari penelitian terdahulu. Semua item pernyataan
diukur dengan skala Likert 5 poin, dimana statement 1 = sangat tidak setuju
sampai 5� = sangat setuju.
Variabel � variabel yang digunakan untuk penelitian ini. Variabel � variabel
dalam penelitian ini meliputi Corporate
image, Trust, Word of Mouth.
Descriptive Statistics
|
|
Valid |
Mean |
Std. Error of
Mean |
Std.
Deviation |
Minimum |
Maximum |
|
CI1 |
75 |
4.093 |
0.129 |
1.117 |
1.000 |
5.000 |
|
CI2 |
75 |
3.733 |
0.128 |
1.107 |
1.000 |
5.000 |
|
CI3 |
75 |
3.627 |
0.139 |
1.206 |
1.000 |
5.000 |
|
CI4 |
75 |
3.747 |
0.142 |
1.231 |
1.000 |
5.000 |
|
CI5 |
75 |
3.867 |
0.132 |
1.143 |
1.000 |
5.000 |
|
T1 |
75 |
3.973 |
0.130 |
1.127 |
1.000 |
5.000 |
|
T2 |
75 |
3.880 |
0.123 |
1.065 |
1.000 |
5.000 |
|
T3 |
75 |
3.693 |
0.130 |
1.127 |
1.000 |
5.000 |
|
T4 |
75 |
3.747 |
0.123 |
1.067 |
1.000 |
5.000 |
|
T5 |
75 |
3.613 |
0.131 |
1.138 |
1.000 |
5.000 |
|
T6 |
75 |
3.720 |
0.139 |
1.203 |
1.000 |
5.000 |
|
WOM1 |
75 |
4.067 |
0.139 |
1.201 |
1.000 |
5.000 |
|
WOM2 |
75 |
3.773 |
0.143 |
1.237 |
1.000 |
5.000 |
|
WOM3 |
75 |
3.773 |
0.132 |
1.146 |
1.000 |
5.000 |
|
WOM4 |
75 |
3.760 |
0.146 |
1.261 |
1.000 |
5.000 |
|
trust |
75 |
3.771 |
0.100 |
0.867 |
1.500 |
5.000 |
|
CI |
75 |
3.813 |
0.107 |
0.929 |
1.400 |
5.000 |
|
WOM |
75 |
3.843 |
0.125 |
1.083 |
1.000 |
5.000 |
RESULTS AND DISCUSSION
A. Goodness of Fit Model
Ghozali (2011) uji goodness of fit dilakukan untuk mengukur ketepatan fungsi regresi sampel dalam menaksir
nilai aktual secara statistik.
|
Jenis Pengukuran |
Goodness of Fit |
Nilai |
Batas penerimaan |
Kesimpulan |
|
Absolute
Fit Measure |
Chi Square |
123.06 |
Diharapkan kecil (0-2) |
Poor Fit |
|
RMSEA |
0.075 |
≥ .08 |
Poor Fit |
|
|
Sig Probability |
0.007 |
≥ .05 |
Poor Fit |
|
|
Incremental
Fit Measure |
GFI |
0.826 |
≥ .9 |
Poor Fit |
|
IFI |
0.953 |
≥ .9 |
Good Fit |
|
|
NFI |
0.855 |
≥ .9 |
Poor Fit |
|
|
TLI |
0.942 |
≥ .9 |
Good Fit |
|
|
CFI |
0.952 |
≥ .9 |
Good Fit |
|
|
RFI |
0.825 |
≥ .9 |
Poor Fit |
|
|
Parsimonius �������������� Fit Measure
|
CMIN/DF |
1.415 |
Batas bawah 1, batas
atas 5 |
Good Fit |
Sumber: Hasil pengolahan AMOS 22
�
Dari hasil uji
model diatas, terdapat lebih dari satu
pengukuran menyatakan
Goodness of Fit, dengan metode
structural equation modeling (SEM), sebagai berikut: Chi-Square = 123.064; root mean square error of
approximation (RMSEA) = .075; p = .007; goodness of fit index (GFI) = .826;
Incremental Fit Index IFI = .953; normed-fit index (NFI) = .855;
comparative fit index (CFI) = .952; Tacker�Lewis
index (TLI) = .942; CMIN/DF = 1.415 (Bagozzi and Yi,
2012). Dari hasil mengindikasikan model memenuhi kriteria, mengindikasikan data
yang terkumpul dari penelitian ini memuaskan.

Struktur
Goodness of Fit
Sumber: Hasil pengolahan data AMOS 22
�
Uji Hipotesis
|
Hipotesis |
Estimate |
P - Value |
Keputusan |
|
H1: CI --> WOM |
-0.576 |
0.388 |
H1 tidak didukung |
|
H2: Trust --> WOM |
1.564 |
0.02 |
H2 didukung |
Estimate menunjukan arah
pengaruh. Hasil pengujian H1 apakah adanya pengaruh image terhadap WOM, dari hasil yang didapat bahwa nilai p-value� H1 sebesar
.388 (> .05) dengan estimate nilai
sebesar -.576 maka dapat dikatakan bahwa H1 ditolak. Hasil pengujian H2 apakah adanya pengaruh trust terhadap WOM, dari hasil yang didapat bahwa nilai p-value H2 sebesar .020 (< .05) dengan
estimate nilai sebesar
1.564 maka dapat dikatakan bahwa H2 diterima.
B. Pembahasan
Penelitian ini menunjukan bahwa Corporate image tidak memiliki pengaruh yang positif terhadap Word of Mouth. Hal ini terjadi karena Corporate
image bisnis asuransi sendiri di Indonesia cukup negatif di kalangan masyarakat. Trust serndiri menunjukan pengaruh positif terhadap Word of Mouth, kepercayaan dari konsumen dapat membantu menyebarluaskan informasi dan memasarkan
bisnis asuransi kepada orang lain.
CONCLUSION
Penelitian
ini dapat membantu pemasar asuransi bahwa persepsi akan
corporate image dan trust dapat
mempengaruhi komunikasi
WOM, walaupun corporate image tidak
sesuai dengan hipotesis yang diajukan namun trust menjadi salah satu faktor
yang penting dalam mempengaruhi faktor WOM.
Studi yang dilakukan mempunyai keterbatasan. Pertama peneliti perlu
mempertimbangkan variabel �
variabel lainnya seperti komitmen, kepuasaan, kredibilitas brand,
purchase intention dan loyalty, dimana
berkatian dengan corporate
image, trust, dan WOM. Kedua,
penelitian ini berfokus kepada pemegang polis dalam industri asuransi jiwa, untuk mengetahui
industri asuransi yang lebih luas sebaiknya
studi yang akan
dilakukan di masa mendatang just meneliti asuransi umum (properti). Ketiga, pengumpulan data dilakukan secara cross-sectional, disarankan
untuk dimasa yang akan data penelitian
dilakukan dengan
longitudinal data untuk mengetahui
hubungan dalam perkembangan dan perubahan dari waktu ke waktu.
Camarero,
C. (2007). Relationship orientation or service quality? What is the trigger of
performance in financial and insurance services? International Journal of
Bank Marketing, 25(6), 406�426. https://doi.org/10.1108/02652320710820354.
de Figueiredo Marcos, A. M. B., & de Matos Coelho, A. F. (2018).
Communication relational outcomes in the insurance industry. Asia Pacific
Journal of Marketing and Logistics.
Eastlick, M. A., & Lotz, S. (2011). Cognitive and institutional
predictors of initial trust toward an online retailer. International Journal
of Retail & Distribution Management, 39(4), 234�255.
https://doi.org/10.1108/09590551111117527.
Eisingerich, A. B., & Bell, S. J. (2008). Perceived service quality
and customer trust: does enhancing customers� service knowledge matter? Journal
of Service Research, 10(3), 256�268.
https://doi.org/10.1177/1094670507310769.
Guo, R., Zhang, W., Wang, T., Li, C. B., & Tao, L. (2018). Timely or
considered? Brand trust repair strategies and mechanism after greenwashing in
China�from a legitimacy perspective. Industrial Marketing Management, 72,
127�137. https://doi.org/10.1016/j.indmarman.2018.04.001.
Hashim, N. A. Bin, Abdullateef, A. O., & Sarkindaji, B. D. (2015). The
Moderating Infl uence of Trust on the Relationship between Institutional
Image/Reputation, Perceived Value on Student Loyalty in Higher Education
Institution. International Review of Management and Marketing, 5(3),
122�128.
Leon, S., & Choi, H. (2020). Satisfaction and word-of-mouth moderated
by choice: a service industry perspective. Journal of Consumer Marketing,
37(7), 869�881. https://doi.org/10.1108/JCM-08-2019-3369.
Magill, S. S., Edwards, J. R., Bamberg, W., Beldavs, Z. G., Dumyati, G.,
Kainer, M. A., Lynfield, R., Maloney, M., McAllister-Hollod, L., & Nadle,
J. (2014). Multistate point-prevalence survey of health care�associated
infections. New England Journal of Medicine, 370(13), 1198�1208.
https://doi.org/10.1056/NEJMoa1306801.
Mandal, S., Khan, D. A., & Jain, S. (2021). Cloud-based zero trust
access control policy: an approach to support work-from-home driven by COVID-19
pandemic. New Generation Computing, 39(3�4), 599�622.
Masud, M. M., Ahsan, M. R., Ismail, N. A., & Rana, M. S. (2021). The
underlying drivers of household purchase behaviour of life insurance. Society
and Business Review, 16(3), 442�458.
https://doi.org/10.1108/SBR-08-2020-0103.
Ng, S., David, M. E., & Dagger, T. S. (2011). Generating positive
word‐of‐mouth in the service experience. Managing Service
Quality: An International Journal, 21(2), 133�151.
https://doi.org/10.1108/09604521111113438.
Petzer, D. J., & Van Tonder, E. (2019). Loyalty intentions and
selected relationship quality constructs: The mediating effect of customer
engagement. International Journal of Quality & Reliability Management.
Ruefenacht, M. (2018). The role of satisfaction and loyalty for insurers. International
Journal of Bank Marketing, 36(6), 1034�1054.
https://doi.org/10.1108/IJBM-10-2016-0152.
Sajtos, L., Kreis, H., & Brodie, R. (2015). Image, brand relationships
and customer value: Exploring the moderating role of advertising spending-and
labour-intensity in customer loyalty. Journal of Service Theory and Practice,
25(1), 51�74. https://doi.org/10.1108/JSTP-11-2013-0261.
Shetty, A., & Basri, S. (2018). Relationship orientation in banking
and insurance services�a review of the evidence. Journal of Indian Business
Research.
Silvestri, C., Aquilani, B., & Ruggieri, A. (2017). Service quality
and customer satisfaction in thermal tourism. The TQM Journal, 29(1),
55�81. https://doi.org/10.1108/TQM-06-2015-0089.
Teeroovengadum, V., Nunkoo, R., Gronroos, C., Kamalanabhan, T. J., &
Seebaluck, A. K. (2019). Higher education service quality, student satisfaction
and loyalty: Validating the HESQUAL scale and testing an improved structural
model. Quality Assurance in Education, 27(4), 427�445.
https://doi.org/10.1108/QAE-01-2019-0003.
Wang, B., Xie, F., Kandampully, J., & Wang, J. (2022). Increase
hedonic products purchase intention through livestreaming: The mediating
effects of mental imagery quality and customer trust. Journal of Retailing
and Consumer Services, 69, 103109. https://doi.org/10.1016/j.jretconser.2022.103109.
|
Ivan Komala, Sri Vandayuli
Riorini (2023) |
|
First publication right: |
|
This article is licensed under: |