Volume 4, No. 3 March
2023
p-ISSN� 2721-3854 | e-ISSN 2721-2769
DOI:� https://doi.org/10.46799/jst.v4i3.699
UPAYA MENINGKATKAN HASIL
BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN RASUL ULUL AZMI DENGAN METODE CARD SORT
Heti Trisnawati, Khuriyah
UIN Raden Mas Said Surakarta, Indonesia
Email: [email protected], [email protected]
Abstrak:
Tujuan penelitian ini adalah
meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada materi Rasul Ulul Azmi melalui penggunaan
Metode Pembelajaran Card Sort siswa kelas IV SD Negeri 2 Padarangin tahun
pelajaran 2019/2020. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 (dua) siklus. Prosedur
penelitian dilaksanakan melalui tahap-tahap: perencanaan, pelaksanaan tindakan,
observasi, dan refleksi. Metode dalam penelitian ini adalah deskripstif
komparatif yaitu membandingkan data kualitatif mulai dari kondisi awal, siklus
I, dan siklus II. Hasil penelitian menunjukkan adanya: (1) Terdapat peningkatan
kualitas pembelajaran, yaitu pada prasiklus 23% dengan kategori kurang baik,
menjadi 71% pada siklus I dengan kategori cukup, dan meningkat menjadi 90%
dengan kategori sangat baik; (2) Terdapat peningkatan hasil belajar menerapkan
rosul ulul azmi dengan Card Sort ditandai ketuntasan KI 3 pada prasiklus hanya
29%, meningkat pada siklus I menjadi 69% dan pada siklus II menjadi 92%; (3)
Terdapat peningkatan hasil belajar menyajikan laporan hasil pengamatan
tentang� rosul ulul azmi dengan Card Sort
ditandai dengan persentase ketuntasan KI 4�
pada prasiklushanya 24%, pada siklus I menjadi 72%, dan pada siklus II
menjadi 92%.
Kata Kunci: Hasil belajar; Metode Pembelajaran; Metode Card Sort.
Abstract:
The purpose of this study is to improve student learning outcomes in
learning Islamic Religious Education on the material of Rasul Ulul Azmi through
the use of the Card Sort Learning Method for grade IV students of SD Negeri 2
Padarangin for the 2019/2020 academic year. This research was carried out in 2
(two) cycles. The research procedure is carried out through stages: planning,
implementing actions, observation, and reflection. The method in this study is
comparative descriptive by comparing qualitative data starting from the initial
conditions, cycle I, and cycle II. The results showed that there was: (1) There
was an improvement in the quality of learning, namely in the precyclical 23%
with the category of not good, to 71% in the first cycle with sufficient
categories, and increased to 90% with the very good category; (2) There was an
increase in learning outcomes in applying rosul ulul azmi with Card Sort marked
by KI 3 completion in precyclical only 29%, increased in cycle I to 69% and in
cycle II to 92%; (3) There was an increase in learning outcomes presenting
reports of observations about rosul ulul azmi with Card Sort marked by the
percentage of KI 4 completion in precyclical only 24%, in cycle I to 72%, and
in cycle II to 92%.
Keywords: Learning
Outcomes, Learning Methods, Card Sort Methods
PENDAHULUAN
Tujuan
Pendidikan Nasional suatu bangsa menggambarkan manusia yang baik menurut
pandangan hidup yang dianut oleh bangsa itu
Dalam
proses belajar mengajar, untuk mengetahui tingkat tercapainya tujuan
pembelajaran khusus, harus dicoba melalui tes formatif. Dari tes formatif
tersebut kita dapat mengetahui tingkat penguasaan terhadap materi pelajaran
yang diberikan. Hal senada juga diungkapkan oleh
Pembelajaran
mata pelajaran Pendidikan Agama Islam pada umumnya perlu pemahaman materi dan
banyak yang bersifat hafalan. Hasil akhir evaluasi di tiap-tiap sekolah
menunjukkan perolehan nilai rata-rata yang rendah.Kondisi ini hampir semua
dialami, di SD Negeri 2 Padarangin Kecamatan Slogohimo Kabupaten Wonogiri tahun
pelajaran 2019/2020, dari 22 siswa, hanya 6 siswa yang mencapai hasil belajar 75
ke atas, sedangkan 16 siswa memperoleh nilai di bawah 75, Jadi siswa yang
memperoleh ketuntasan materi 28% sedangkan siswa yang belum tuntas ada 72%.
Untuk meningkatkan penguasaan materi Ulul Azmi, peneliti berusaha memaksimalkan
penggunaan metode card sort yang divariasi dengan metode pembelajaran yang
sesuai dan dengan pemanfaatan media pembelajaran yang sesuai
Target
yang ingin dicapai dari hasil pembelajaran ini adalah siswa dapat memperoleh
nilai antara 75-100, sehingga siswa dapat menuntaskan hasil belajar sampai
80%-100%. Berdasarkan fakta di atas penulis dengan dibantu teman sejawat
bersama supervisor mengidentifikasi masalah-masalah kelemahan / kekurangan
dalam proses pembelajaran.
Hasil dari
refleksi pada proses pembelajaran di kelas V SD Negeri 2 Padarangin menunjukkan
bahwa interaksi pembelajaran dalam kelas masih berlangsung satu arah.
Pembelajaran masih berpusat pada guru, siswa menerima begitu saja informasi
yang diberikan oleh guru. Respos siswa terhadap pembelajaran cenderung rendah.
Selama proses pembelajaran, partisipasi siswa hanya mencatat dan mendengarkan
penjelasan guru. Sedikit sekali siswa yang mengajukan pertanyaan maupun yang
menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru, bahkan tidak jarang siswa bermain-main
sendiri saat guru sedang menerangkan pelajaran.
Strategi
pembelajaran Card Sort dipilih karena kita menyadari bahwa didalam pembelajaran
kelas yang kurang produktif dalam pembelajaran sehari-hari kelas selalu diisi
dengan ceramah sementara siswa dituntut menerima dan menghafal, maka dengan
strategi ini dapat menciptakan ruang kelas yang didalamnya siswa menjadi aktif,
bukan hanya pasif
Berdasarkan
hasil observasi dengan guru siswa kelas V SD Negeri 2 Padarangin diperoleh pembelajaran
yang monoton, yaitu masih menggunakan metode ceramah, penugasan sehingga
prestasi belajar siswa selama ini termasuk dalam kategori rendah, masih ada
beberapa siswa yang masih mengikuti remidi karena masih kesulitan dalam
menghafal atau menguasai konsep hal tersebut dikarenakan banyaknya materi dan
hampir semua materi penting. Dari alasan diatas siswa memerlukan suatu startegi
khusus dalam mempelajari materi artinya siswa memerlukan cara belajar aktif dan
efektif serta tidak berbelit-belit sehingga lebih mudah mengingatnya. Salah
satu pembelajaran yang dapat melibatkan kemampuan diri adalah dengan strategi
pembelajaran Card sort.
Dengan
demikian, strategi atau media pembelajaran dengan menggunakan card sort sangat
tepat sekali untuk menyelesaikan permasalah guru dalam pembelajaran tentang
Ulul Azmi, sebab siswa tidak merasa bosan dengan proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan hasil belajar siswa dalam
pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada materi Rasul Ulul Azmi melalui penggunaan
Metode Pembelajaran Card Sort siswa kelas IV SD Negeri 2 Padarangin tahun
pelajaran 2019/2020.
METODE
Penelitian
ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas, yaitu pencermatan terhadap kegiatan
belajar berupa sebuah tindakan, yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam
sebuah kelas secara bersama (Suharsimi; 2007: 3). Penelitian dilaksanakan di SD
Negeri 2 Padarangin Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri pada siswa kelas V
semester 2 tahun pelajaran 2019/2020.
Sebagai
Subjek penelitian adalah siswa Kelas V SD Negeri 2 Padarangin, Kecamatan
Slogohimo, Kabupaten Wonogiri pada semester 2 tahun pelajaran 2019/2020
sejumlah 22 peserta didik dengan distribusi siswa laki-laki 6 siswa dan siswa
perempuan ada 16 siswa. Alasan penentuan subyek adalah karena para siswa
merupakan anak didik yang diteliti oleh peneliti, yang mana pada materi
pembelajaran PAI tentang Rosul Ulul Azmi yang nilai rata � rata kelas berada di
bawah KKM. Hal ini menjadikan problem yang harus segera diatasi supaya kegiatan
pembelajaran menjadi lancar dan siswa berhasil mencapai tujuan yang diharapkan.
Metode
analisis data yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah metode
analisis diskriptif yaitu teknis analisis yang menggambarkan keadaan
peningkatan pencapaian indikator keberhasilan tiap siklus dalam proses
pembelajaran. Model Penelitian yang dapat diterapkan dalam Penelitian Tindakan
Kelas (PTK), tetapi yang paling dikenal dan biasa digunakan adalah model yang
dikemukakan oleh Kemmis dan Mc Taggart. Adapun model PTK dimaksud menggambarkan
adanya empat langkah (dan pengulangannya) yang disajikan dalam bagan berikut
ini:

HASIL DAN PEMBAHASAN
Proses
pembelajaran pada tahap prasiklus dilaksanakan dalam dua kali pertemuan.
Kegiatan ini diikuti oleh semua siswa kelas V SD Negeri 2 Padarangin yakni 22
siswa. Berdasarkan hasil pengamatan peneliti, proses pembelajaran pada tahap
prasiklus ini menggunakan model ceramah, tanya jawab serta demonstrasi. Guru
masih mendominasi pada proses pembelajaran yang berlangsung. Selain itu, guru
belum menggunakan media atau model pembelajaran yang sesuai dengan materi. Hal
ini membuat siswa bosan dan merasa tidak tertarik dengan proses pembelajaran
yang berlangsung. Banyak siswa yang terlihat tidak tertarik dengan pembelajaran
yang diberikan oleh guru.
a.
Presentasi
Kelompok dalam Pembelajaran Rosul Ulul Azmi
Kondisi proses
pembelajaran ketika melaksanakan presentasi hasil diskusi dengan kelompok juga
belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Hal ini terlihat dari 22 siswa kelas V,
hanya terdapat lima siswa atau sebanyak 22% yang telah dapat melakukan
presentasi dengan baik. Lima siswa tersebut merupakan siswa yang menjadi
tumpuan dari setiap kelompok. Sebanyak 17 siswa atau 78% belum dapat
melaksanakan presentasi dengan baik.
Berikut adalah
tabel tentang data proses pembelajaran Rosul Ulul Azmi:
Tabel 1 Kualitas Pembelajaran Prasiklus
|
No |
Aspek |
Frekuensi |
Persentase |
|
1. |
Siswa telah
menunjukkan antusiasme dalam pembelajaran |
6 |
27% |
|
2. |
Siswa telah
menunjukkan kerja sama dalam pembelajaran |
8 |
36% |
|
3. |
Siswa telah
menunjukkan ketekunan dalam presentasi kelompok |
5 |
22% |
|
|
Rata-rata |
|
28% |
|
|
Kategori |
|
Kurang |
Dari kegiatan
pengamatan terhadap ketiga aspek tersebut dapat kita lihat bahwa rata-rata
proses pembelajaran atau kualitas pembelajaran berada di angka 28 % atau pada
kategori kurang sehingga perlu dicarikan solusi terbaik untuk memperbaiki
proses pembelajaran yang telah dilaksanakan.
b.
Hasil Belajar
Rosul Ulul Azmi
Guru mengukur
kemampuan pengetahuan siswa dengan memberikan tes tertulis. Dari hasil tes
tertulis ini diperoleh angka-angka yang menunjukkan nilai siswa. Nilai yang
diperoleh siswa pada tahap prasiklus ini disajikan pada tabel berikut:
�������������������������������������������������� Tabel 2 Distribusi Nilai KI 3 Kondisi
Prasiklus
|
� |
Rentang Nilai |
Jumlah |
Persentase |
|
A |
90 � 100 |
1 |
5% |
|
B |
80 � 89 |
3 |
13% |
|
C |
70 � 79 |
5 |
23% |
|
D |
60 � 69 |
5 |
23% |
|
E |
50 -59 |
6 |
27% |
|
F |
40 � 49 |
2 |
9 % |
|
Jumlah |
22 |
100% |
|
Agar lebih jelas,
tabel di atas dapat dijelaskan seperti Kartu batang di bawah ini:

Kartu 4.1.
Sebaran nilai aspek pengetahuan (KI 3) kondisi prasiklus
c.
Hasil Belajar
Keterampilan Menyajikan Karya tentang Rosul Ulul Azmi
Penilain pada
kurikulum 2013 tidak hanya pada aspek pengetahuan saja melainkan juga pada
aspek keterampilan siswa. Keterampilan siswa dinilai pada saat proses
pembelajaran berlangsung dengan cara mengamati siswa pada saat melakukan unjuk
kerja. Hasil belajar pada aspek keterampilan pada kondisi prasiklus ini juga
jauh dari harapan. Keterampilan siswa dalam memecahkan masalah yang berkaitan
dengan� Rosul ulul azmi masih tergolong
rendah. Nilai keterampilan yang diperoleh siswa pada tahap prasiklus ini disajikan
pada tabel berikut:
Tabel 3 Distribusi nilai KI 4 Kondisi Prasiklus
|
Predikat |
Rentang Nilai |
Jumlah |
Persentase |
|
A |
90 - 100 |
- |
- |
|
B |
80 - 89 |
2 |
9% |
|
C |
70 - 79 |
4 |
18% |
|
D |
< 70 |
16 |
73% |
|
Jumlah |
22 |
100% |
|
Pencapaian nilai
keterampilan siswa pada kondisi prasiklus disajikan dalam Kartu berikut ini:

Kartu 4.2 Sebaran
nilai aspek keterampilan (KI 4) kondisi prasiklus
Setelah
pelaksanaan pembelajaran pada kondisi prasiklus Ulul Azmi� dengan menggunakan model Card Sort guru melakukan wawancara dengan beberapa siswa. Wawancara
tersebut terkait dengan yang dialami dan dirasakan siswa selama mengikuti
proses pembelajaran yang disampaikan oleh guru. Wawancara ini dilakukan guru
untuk mengukur sejauh mana ketertarikan siswa dalam mengikuti proses
pembelajaran Rosul Ulul Azmi dengan menggunakan model pembelajaran Card Sort. Hasil wawancara nantinya akan
dijadikan acuan guru untuk melakukan perbaikan pada proses pembelajaran
berikutnya. Akhir pembelajaran prasiklus guru melakukan wawancara dengan dua
siswa yaitu Heru Kiswanto dan Nina Nurulita.
d.
Siklus 1
Hasil pengamatan
tentang proses pembelajaran Rosul Ulul Azmi pada siklus 1 dengan menggunakan
model pembelajaran Card Sort sudah
ada peningkatan yang lebih baik. Banyak siswa yang telihat lebih aktif dan
antusias dalam mengikuti proses pembelajaran.
Pelaksanaan
tindakan siklus 1 direncanakan dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
yang dirinci sebagai berikut:
1. Identitas RPP
memuat Satuan Pendidikan, kelas/semester, tema, subtema, pembelajaran ke-,
hari/tanggal pelaksanaan dan alokasi waktu.
2. Kompetensi Inti
yang diajarkan yaitu KI 3 Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati
(mendengar, melihat, membaca dan menanya) dan menanya berdasarkan rasa ingin
tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda
yang dijumpainya di rumah, sekolah, dan tempat bermain. Kompetensi Inti (KI) 4
yaitu Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis, dan
logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat,
dan dalam tindakan yang mencerminkan peri-laku anak beriman dan berakhlak
mulia.
3. Kompetensi Dasar
yang diteliti yaitu muatan pelajaran Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti KD
3.1 Rosul Ulul Azmi dan KD 4.1Menyajikan karya
tentang Rosul Ulul Azmi dan mukzizatnya .
4. Indikator
pembelajaran yaitu 3.1.1 Memahami Rosul Alloh dan Rosul Ulul Azmi 4.1.1
Menghafal Rosul ulul Azmi dan mukzizatnya.
e.
Presentasi
Kelompok dalam Pembelajaran Rosul Ulul Azmi
Kondisi proses
pembelajaran ketika melaksanakan presentasi hasil diskusi dengan kelompok juga
telah menunjukkan hasil yang memuaskan. Hal ini terlihat dari 22 siswa kelas V,
telah terdapat 17 siswa atau sebanyak 77% yang telah menunjukkan ketekunan
dalam melaksanakan presentasi. Pada siklus ini masih terdapat lima siswa atau
sebesar 23% yang belum menunjukkan ketekunan dalam melaksanakan presentasi
dalam pembelajaran Rosul Ulul Azmi. Siswa yang telah menunjukkan ketekunan
dalam melaksanakan presentasi telah menunjukkan perilaku yang lebih baik,
misalnya sebagian besar siswa telah memiliki rasa percaya diri yang baik,
lancar dalam mengungkapkan pikiran, dan mampu menjawab pertanyaan dari kelompok
yang lain.
Kualitas
pembelajaran pada kondisi siklus 1 ini dapat disajikan dalam tabel berikut:
Tabel 4 Kualitas Pembelajaran Siklus 1
|
No |
Aspek |
Frekuensi |
Persentase |
|
1. |
Siswa telah
menunjukkan antusiasme dalam pembelajaran |
16 |
73% |
|
2. |
Siswa telah
menunjukkan kerja sama dalam pembelajaran |
14 |
64% |
|
3. |
Siswa telah
menunjukkan ketekunan dalam presentasi kelompok |
17 |
77% |
|
|
Rata-rata |
|
71% |
|
|
Kategori |
|
Cukup |
f.
Hasil Belajar
Rosul Ulul Azmi
Pengamatan siklus
1 dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan pelaksanaan tindakan dengan mengacu
pada lembar observasi yang disepakati. Pengamatan ini dilaksanakan secara
kolaboratif yaitu dengan bekerja sama dengan teman sejawat.Pada akhir pertemuan
ke-2 guru memberikan soal evaluasi sebagai tolak ukur keberhasilan siswa aspek
pengetahuan. Data yang diperoleh pada tahap ini adalah sebagai berikut:
Tabel 5 Distribusi Nilai KI 3 Siklus 1
|
Predikat |
Rentang Nilai |
Jumlah |
Persentase |
|
A |
90 � 100 |
2 |
9% |
|
B |
80 � 89 |
3 |
14% |
|
C |
70 � 79 |
7 |
32% |
|
D |
< 70 |
10 |
45% |
|
Jumlah |
22 |
100% |
|
Pencapaian nilai
pengetahuan siswa pada siklus 1disajikan dalam Kartu berikut ini:

Kartu 4.3. Sebaran
nilai aspek pengetahuan (KI 3) pada Siklus 1
KESIMPULAN
Berdasarkan pembahasan data hasil
penelitian maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Terdapat peningkatkan proses
pembelajaran rosul ulul azmi setelah diberikan pembelajaran dengan model Card
Sort pada siswakelas V semester 2 SD Negeri 2 Padarangin, Kecamatan �Slogohima tahun pelajaran 2019/2020.
Peningkatan ini ditunjukkan dengan�
persentase kualitas pembelajaran pada prasiklus 29% dengan kategori
kurang baik, pada Siklus I menjadi 69% dengan kategori cukup dan pada siklus II
meningkat menjadi 92% dengan kategori sangat baik. Terdapat peningkatan
Pengetahuan� materi Rosul Ulul Azmi
setelah diberikan pembelajaran dengan model�
Card Sort pada siswa kelas V semester 2 SD Negeri 2� Padarangin Kecamatan Slogohimo tahun
pelajaran 2019/2020. Peningkatan ini ditunjukkan dengan� persentase ketuntasan KI 3 pada prasiklus
hanya 36%, pada Siklus I menjadi 68% dan pada siklus II meningkat menjadi 96%.
Terdapat peningkatan ketuntasan belajar sebanyak 28%. Terdapat peningkatan
ketrampilan menyajikan Rosul Ulul Azmi melalui model Card Sort pada siswa kelas
V semester SD Negeri 2 Padarangin, Kecamatan Slogohimo Tahun Pelajaran
2019/2020. Peningkatan ini�� ditunjukkan
dengan persentase ketuntasan KI 4 pada prasiklus hanya 24%, pada Siklus I menjadi
72% dan pada siklus II meningkat menjadi 92%. Terdapat peningkatan sebanyak 20%.
Astuti, R. (2017). Penerapan Strategi Pembelajaran Aktif
Tipe Card Sort Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kimia Siswa Kelas X. Orbital:
Jurnal Pendidikan Kimia, 1(2), 51�59.
Handayani, R. (2022). Penerapan Metode Card Sort Dalam
Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas Iv Sdn 2 Selat Tengah. Prosiding
Pendidikan Profesi Guru Agama Islam (PPGAI), 2(1), 754�766.
Herdesty, N. (2022). Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa
Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Dengan Metode Card Sort Tahun
Pelajaran 2022/2023 (Penelitian Tindakan Kelas (PTK) di Kelas VIII A SMPN 14
Kaur). GUAU: Jurnal Pendidikan Profesi Guru Agama Islam, 2(5),
257�264.
Ilham, D. (2019). Menggagas pendidikan nilai dalam sistem
pendidikan nasional. Didaktika: Jurnal Kependidikan, 8(3),
109�122.
Indonesia, U.-U. R. (2003). Sistem pendidikan nasional. Jakarta:
Direktorat Pendidikan Menengah Umum.
Indrawan, D., & Ichsan, I. (2021). Meningkatan Hasil
Belajar Siswa Melalui Penerapan Strategi Pembelajaran Card Sort di Madrasah
Ibtidaiyah. EDUKATIF: JURNAL ILMU PENDIDIKAN, 3(4), 2099�2107.
Noor, T. (2018). rumusan tujuan pendidikan nasional pasal 3
undang-undang sistem pendidikan nasional No 20 Tahun 2003. Wahana Karya
Ilmiah Pendidikan, 3(01).
Pasaribu, A. (2017). Implementasi manajemen berbasis
sekolah dalam pencapaian tujuan pendidikan nasional di madrasah. EduTech:
Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Ilmu Sosial, 3(1).
Ridha, Z., Usmaidar, U., & Khairiani, K. (2018). Upaya
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Metode Card Sort Pada Mata Pelajaran
Fikih Kelas IX MTs Jam�iyah Mahmudiyah Tanjung Pura. Mimbar Kampus: Jurnal
Pendidikan Dan Agama Islam, 17(2), 212�221.
Sari, N. (2018). Peningkatan Hasil Belajar PKn Melalui
Metode Card Sort pada Siswa SD Negeri 050748 Pangkalan Berandan Tahun Ajaran
2016-2017. TABULARASA, 15(1), 83�94.
Sujana, I. W. C. (2019). Fungsi dan tujuan pendidikan
Indonesia. Adi Widya: Jurnal Pendidikan Dasar, 4(1), 29�39.
Syari, A. R. (2019). Penggunaan Metode Card Sort Dalam
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Segitiga. Jurnal Wahana
Pendidikan, 6(2), 85�92.
Tanwir, M. (n.d.). UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR
AQIDAH AKHLAK MATERI ASMAUL HUSNA MELALUI METODE CARD SORT PADA SISWA KELAS II
DI MADRASAH IBTIDAIYAH NURUL HIDAYAH TRENTEN CANDIMULYO MAGELANG TAHUN 2014.
|
Copyright holder: Heti Trisnawati, Khuriyah (2023) |
|
First publication right: |
|
This article is licensed under: |