Volume 4, No. 3 March 2023

p-ISSN2721-3854 | e-ISSN 2721-2769

DOI:https://doi.org/10.46799/jst.v4i3.699


 

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN RASUL ULUL AZMI DENGAN METODE CARD SORT

 

Heti Trisnawati, Khuriyah

UIN Raden Mas Said Surakarta, Indonesia

Email: [email protected], [email protected]

 

Abstrak:

Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada materi Rasul Ulul Azmi melalui penggunaan Metode Pembelajaran Card Sort siswa kelas IV SD Negeri 2 Padarangin tahun pelajaran 2019/2020. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 (dua) siklus. Prosedur penelitian dilaksanakan melalui tahap-tahap: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Metode dalam penelitian ini adalah deskripstif komparatif yaitu membandingkan data kualitatif mulai dari kondisi awal, siklus I, dan siklus II. Hasil penelitian menunjukkan adanya: (1) Terdapat peningkatan kualitas pembelajaran, yaitu pada prasiklus 23% dengan kategori kurang baik, menjadi 71% pada siklus I dengan kategori cukup, dan meningkat menjadi 90% dengan kategori sangat baik; (2) Terdapat peningkatan hasil belajar menerapkan rosul ulul azmi dengan Card Sort ditandai ketuntasan KI 3 pada prasiklus hanya 29%, meningkat pada siklus I menjadi 69% dan pada siklus II menjadi 92%; (3) Terdapat peningkatan hasil belajar menyajikan laporan hasil pengamatan tentangrosul ulul azmi dengan Card Sort ditandai dengan persentase ketuntasan KI 4pada prasiklushanya 24%, pada siklus I menjadi 72%, dan pada siklus II menjadi 92%.

Kata Kunci: Hasil belajar; Metode Pembelajaran; Metode Card Sort.

 

Abstract:

The purpose of this study is to improve student learning outcomes in learning Islamic Religious Education on the material of Rasul Ulul Azmi through the use of the Card Sort Learning Method for grade IV students of SD Negeri 2 Padarangin for the 2019/2020 academic year. This research was carried out in 2 (two) cycles. The research procedure is carried out through stages: planning, implementing actions, observation, and reflection. The method in this study is comparative descriptive by comparing qualitative data starting from the initial conditions, cycle I, and cycle II. The results showed that there was: (1) There was an improvement in the quality of learning, namely in the precyclical 23% with the category of not good, to 71% in the first cycle with sufficient categories, and increased to 90% with the very good category; (2) There was an increase in learning outcomes in applying rosul ulul azmi with Card Sort marked by KI 3 completion in precyclical only 29%, increased in cycle I to 69% and in cycle II to 92%; (3) There was an increase in learning outcomes presenting reports of observations about rosul ulul azmi with Card Sort marked by the percentage of KI 4 completion in precyclical only 24%, in cycle I to 72%, and in cycle II to 92%.

Keywords: Learning Outcomes, Learning Methods, Card Sort Methods

 

PENDAHULUAN

Tujuan Pendidikan Nasional suatu bangsa menggambarkan manusia yang baik menurut pandangan hidup yang dianut oleh bangsa itu (Noor, 2018; Sujana, 2019). Tujuan pendidikan sesuatu bangsa mungkin tidak akan sama dengan bangsa lainnya, karena pandangan hidup mereka biasanya tidak akan sama. Tetapi pada dasarnya pendidikan setiap bangsa tentu sama, yaitu semua menginginkan terwujudnya manusia yang baik yaitu manusia yang sehat, kuat serta mempunyai ketrampilan, pikirannya cerdas serta pandai, dan hatinya berkembang dengan sempurna (Pasaribu, 2017). Dalam perkembangannya istilah pendidikan berarti bimbingan atau pertolongan yang diberikan secara sengaja terhadap anak didik oleh orang dewasa agar anak didik menjadi dewasa, dalam perkembangan selanjutnya, pendidikan berarti usaha yang dijalankan oleh seseorang atau sekelompok orang untuk mempengaruhi seseorang atau sekelompok orang agar menjadi dewasa atau mencapai tingkat hidup dan penghidupan yang lebih tinggi dalam arti mental (Ilham, 2019; Indonesia, 2003). Dengan demikian pendidikan berarti, segala usaha orang dewasa dalam pergaulan dengan anak�anak untuk memimpin perkembanagan jasmani dan rohaninya kearah kedewasaan.

Dalam proses belajar mengajar, untuk mengetahui tingkat tercapainya tujuan pembelajaran khusus, harus dicoba melalui tes formatif. Dari tes formatif tersebut kita dapat mengetahui tingkat penguasaan terhadap materi pelajaran yang diberikan. Hal senada juga diungkapkan oleh (Ridha et al., 2018). Bahwa evaluasi berfungsi untuk mengetahui seberapa jauh hasil yang telah dicapai dalam proses pembelajaran yang telah dilaksanakan. Apakah hasil yang dicapai sudah sesuai dengan yang diharapkan atau belum. Jika belum perlu dicari faktor yang menjadi penghambat tercapainya tujuan tersebut dan selanjutnya dicari jalan keluarnya (Sari, 2018; Syari, 2019).

Pembelajaran mata pelajaran Pendidikan Agama Islam pada umumnya perlu pemahaman materi dan banyak yang bersifat hafalan. Hasil akhir evaluasi di tiap-tiap sekolah menunjukkan perolehan nilai rata-rata yang rendah.Kondisi ini hampir semua dialami, di SD Negeri 2 Padarangin Kecamatan Slogohimo Kabupaten Wonogiri tahun pelajaran 2019/2020, dari 22 siswa, hanya 6 siswa yang mencapai hasil belajar 75 ke atas, sedangkan 16 siswa memperoleh nilai di bawah 75, Jadi siswa yang memperoleh ketuntasan materi 28% sedangkan siswa yang belum tuntas ada 72%. Untuk meningkatkan penguasaan materi Ulul Azmi, peneliti berusaha memaksimalkan penggunaan metode card sort yang divariasi dengan metode pembelajaran yang sesuai dan dengan pemanfaatan media pembelajaran yang sesuai (Herdesty, 2022; Tanwir, n.d.).

Target yang ingin dicapai dari hasil pembelajaran ini adalah siswa dapat memperoleh nilai antara 75-100, sehingga siswa dapat menuntaskan hasil belajar sampai 80%-100%. Berdasarkan fakta di atas penulis dengan dibantu teman sejawat bersama supervisor mengidentifikasi masalah-masalah kelemahan / kekurangan dalam proses pembelajaran.

Hasil dari refleksi pada proses pembelajaran di kelas V SD Negeri 2 Padarangin menunjukkan bahwa interaksi pembelajaran dalam kelas masih berlangsung satu arah. Pembelajaran masih berpusat pada guru, siswa menerima begitu saja informasi yang diberikan oleh guru. Respos siswa terhadap pembelajaran cenderung rendah. Selama proses pembelajaran, partisipasi siswa hanya mencatat dan mendengarkan penjelasan guru. Sedikit sekali siswa yang mengajukan pertanyaan maupun yang menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru, bahkan tidak jarang siswa bermain-main sendiri saat guru sedang menerangkan pelajaran.

Strategi pembelajaran Card Sort dipilih karena kita menyadari bahwa didalam pembelajaran kelas yang kurang produktif dalam pembelajaran sehari-hari kelas selalu diisi dengan ceramah sementara siswa dituntut menerima dan menghafal, maka dengan strategi ini dapat menciptakan ruang kelas yang didalamnya siswa menjadi aktif, bukan hanya pasif (Astuti, 2017; Handayani, 2022). Dalam penelitian ini difokuskan kearah tersebut dengan melakukan proses pembelajaran dengan strategi pembelajaran Card sort sebagai upaya untuk mengoptimalkan proses belajar siswa pada pokok bahasan Ulul Azmi (Indrawan & Ichsan, 2021).

Berdasarkan hasil observasi dengan guru siswa kelas V SD Negeri 2 Padarangin diperoleh pembelajaran yang monoton, yaitu masih menggunakan metode ceramah, penugasan sehingga prestasi belajar siswa selama ini termasuk dalam kategori rendah, masih ada beberapa siswa yang masih mengikuti remidi karena masih kesulitan dalam menghafal atau menguasai konsep hal tersebut dikarenakan banyaknya materi dan hampir semua materi penting. Dari alasan diatas siswa memerlukan suatu startegi khusus dalam mempelajari materi artinya siswa memerlukan cara belajar aktif dan efektif serta tidak berbelit-belit sehingga lebih mudah mengingatnya. Salah satu pembelajaran yang dapat melibatkan kemampuan diri adalah dengan strategi pembelajaran Card sort.

Dengan demikian, strategi atau media pembelajaran dengan menggunakan card sort sangat tepat sekali untuk menyelesaikan permasalah guru dalam pembelajaran tentang Ulul Azmi, sebab siswa tidak merasa bosan dengan proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada materi Rasul Ulul Azmi melalui penggunaan Metode Pembelajaran Card Sort siswa kelas IV SD Negeri 2 Padarangin tahun pelajaran 2019/2020.

 

METODE

Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas, yaitu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan, yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersama (Suharsimi; 2007: 3). Penelitian dilaksanakan di SD Negeri 2 Padarangin Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri pada siswa kelas V semester 2 tahun pelajaran 2019/2020.

Sebagai Subjek penelitian adalah siswa Kelas V SD Negeri 2 Padarangin, Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri pada semester 2 tahun pelajaran 2019/2020 sejumlah 22 peserta didik dengan distribusi siswa laki-laki 6 siswa dan siswa perempuan ada 16 siswa. Alasan penentuan subyek adalah karena para siswa merupakan anak didik yang diteliti oleh peneliti, yang mana pada materi pembelajaran PAI tentang Rosul Ulul Azmi yang nilai rata � rata kelas berada di bawah KKM. Hal ini menjadikan problem yang harus segera diatasi supaya kegiatan pembelajaran menjadi lancar dan siswa berhasil mencapai tujuan yang diharapkan.

Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah metode analisis diskriptif yaitu teknis analisis yang menggambarkan keadaan peningkatan pencapaian indikator keberhasilan tiap siklus dalam proses pembelajaran. Model Penelitian yang dapat diterapkan dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK), tetapi yang paling dikenal dan biasa digunakan adalah model yang dikemukakan oleh Kemmis dan Mc Taggart. Adapun model PTK dimaksud menggambarkan adanya empat langkah (dan pengulangannya) yang disajikan dalam bagan berikut ini:

 

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

Proses pembelajaran pada tahap prasiklus dilaksanakan dalam dua kali pertemuan. Kegiatan ini diikuti oleh semua siswa kelas V SD Negeri 2 Padarangin yakni 22 siswa. Berdasarkan hasil pengamatan peneliti, proses pembelajaran pada tahap prasiklus ini menggunakan model ceramah, tanya jawab serta demonstrasi. Guru masih mendominasi pada proses pembelajaran yang berlangsung. Selain itu, guru belum menggunakan media atau model pembelajaran yang sesuai dengan materi. Hal ini membuat siswa bosan dan merasa tidak tertarik dengan proses pembelajaran yang berlangsung. Banyak siswa yang terlihat tidak tertarik dengan pembelajaran yang diberikan oleh guru.

a.                  Presentasi Kelompok dalam Pembelajaran Rosul Ulul Azmi

Kondisi proses pembelajaran ketika melaksanakan presentasi hasil diskusi dengan kelompok juga belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Hal ini terlihat dari 22 siswa kelas V, hanya terdapat lima siswa atau sebanyak 22% yang telah dapat melakukan presentasi dengan baik. Lima siswa tersebut merupakan siswa yang menjadi tumpuan dari setiap kelompok. Sebanyak 17 siswa atau 78% belum dapat melaksanakan presentasi dengan baik.

Berikut adalah tabel tentang data proses pembelajaran Rosul Ulul Azmi:

 

Tabel 1 Kualitas Pembelajaran Prasiklus

No

Aspek

Frekuensi

Persentase

1.

Siswa telah menunjukkan antusiasme dalam pembelajaran

6

27%

2.

Siswa telah menunjukkan kerja sama dalam pembelajaran

8

36%

3.

Siswa telah menunjukkan ketekunan dalam presentasi kelompok

5

22%

 

Rata-rata

 

28%

 

Kategori

 

Kurang

 

Dari kegiatan pengamatan terhadap ketiga aspek tersebut dapat kita lihat bahwa rata-rata proses pembelajaran atau kualitas pembelajaran berada di angka 28 % atau pada kategori kurang sehingga perlu dicarikan solusi terbaik untuk memperbaiki proses pembelajaran yang telah dilaksanakan.

 

b.                  Hasil Belajar Rosul Ulul Azmi

Guru mengukur kemampuan pengetahuan siswa dengan memberikan tes tertulis. Dari hasil tes tertulis ini diperoleh angka-angka yang menunjukkan nilai siswa. Nilai yang diperoleh siswa pada tahap prasiklus ini disajikan pada tabel berikut:

 

�������������������������������������������������� Tabel 2 Distribusi Nilai KI 3 Kondisi Prasiklus

Rentang Nilai

Jumlah

Persentase

A

90 � 100

1

5%

B

80 � 89

3

13%

C

70 � 79

5

23%

D

60 � 69

5

23%

E

50 -59

6

27%

F

40 � 49

2

9 %

Jumlah

22

100%

 

Agar lebih jelas, tabel di atas dapat dijelaskan seperti Kartu batang di bawah ini:

Kartu 4.1. Sebaran nilai aspek pengetahuan (KI 3) kondisi prasiklus

 

c.                   Hasil Belajar Keterampilan Menyajikan Karya tentang Rosul Ulul Azmi

Penilain pada kurikulum 2013 tidak hanya pada aspek pengetahuan saja melainkan juga pada aspek keterampilan siswa. Keterampilan siswa dinilai pada saat proses pembelajaran berlangsung dengan cara mengamati siswa pada saat melakukan unjuk kerja. Hasil belajar pada aspek keterampilan pada kondisi prasiklus ini juga jauh dari harapan. Keterampilan siswa dalam memecahkan masalah yang berkaitan denganRosul ulul azmi masih tergolong rendah. Nilai keterampilan yang diperoleh siswa pada tahap prasiklus ini disajikan pada tabel berikut:

 

Tabel 3 Distribusi nilai KI 4 Kondisi Prasiklus

Predikat

Rentang Nilai

Jumlah

Persentase

A

90 - 100

-

-

B

80 - 89

2

9%

C

70 - 79

4

18%

D

< 70

16

73%

Jumlah

22

100%

 

Pencapaian nilai keterampilan siswa pada kondisi prasiklus disajikan dalam Kartu berikut ini:

Kartu 4.2 Sebaran nilai aspek keterampilan (KI 4) kondisi prasiklus

 

Setelah pelaksanaan pembelajaran pada kondisi prasiklus Ulul Azmidengan menggunakan model Card Sort guru melakukan wawancara dengan beberapa siswa. Wawancara tersebut terkait dengan yang dialami dan dirasakan siswa selama mengikuti proses pembelajaran yang disampaikan oleh guru. Wawancara ini dilakukan guru untuk mengukur sejauh mana ketertarikan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran Rosul Ulul Azmi dengan menggunakan model pembelajaran Card Sort. Hasil wawancara nantinya akan dijadikan acuan guru untuk melakukan perbaikan pada proses pembelajaran berikutnya. Akhir pembelajaran prasiklus guru melakukan wawancara dengan dua siswa yaitu Heru Kiswanto dan Nina Nurulita.

d.             Siklus 1

Hasil pengamatan tentang proses pembelajaran Rosul Ulul Azmi pada siklus 1 dengan menggunakan model pembelajaran Card Sort sudah ada peningkatan yang lebih baik. Banyak siswa yang telihat lebih aktif dan antusias dalam mengikuti proses pembelajaran.

Pelaksanaan tindakan siklus 1 direncanakan dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dirinci sebagai berikut:

1.      Identitas RPP memuat Satuan Pendidikan, kelas/semester, tema, subtema, pembelajaran ke-, hari/tanggal pelaksanaan dan alokasi waktu.

2.      Kompetensi Inti yang diajarkan yaitu KI 3 Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar, melihat, membaca dan menanya) dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, sekolah, dan tempat bermain. Kompetensi Inti (KI) 4 yaitu Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis, dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan peri-laku anak beriman dan berakhlak mulia.

3.      Kompetensi Dasar yang diteliti yaitu muatan pelajaran Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti KD 3.1 Rosul Ulul Azmi dan KD 4.1Menyajikan karya tentang Rosul Ulul Azmi dan mukzizatnya .

4.      Indikator pembelajaran yaitu 3.1.1 Memahami Rosul Alloh dan Rosul Ulul Azmi 4.1.1 Menghafal Rosul ulul Azmi dan mukzizatnya.

 

e.             Presentasi Kelompok dalam Pembelajaran Rosul Ulul Azmi

Kondisi proses pembelajaran ketika melaksanakan presentasi hasil diskusi dengan kelompok juga telah menunjukkan hasil yang memuaskan. Hal ini terlihat dari 22 siswa kelas V, telah terdapat 17 siswa atau sebanyak 77% yang telah menunjukkan ketekunan dalam melaksanakan presentasi. Pada siklus ini masih terdapat lima siswa atau sebesar 23% yang belum menunjukkan ketekunan dalam melaksanakan presentasi dalam pembelajaran Rosul Ulul Azmi. Siswa yang telah menunjukkan ketekunan dalam melaksanakan presentasi telah menunjukkan perilaku yang lebih baik, misalnya sebagian besar siswa telah memiliki rasa percaya diri yang baik, lancar dalam mengungkapkan pikiran, dan mampu menjawab pertanyaan dari kelompok yang lain.

Kualitas pembelajaran pada kondisi siklus 1 ini dapat disajikan dalam tabel berikut:

Tabel 4 Kualitas Pembelajaran Siklus 1

No

Aspek

Frekuensi

Persentase

1.

Siswa telah menunjukkan antusiasme dalam pembelajaran

16

73%

2.

Siswa telah menunjukkan kerja sama dalam pembelajaran

14

64%

3.

Siswa telah menunjukkan ketekunan dalam presentasi kelompok

17

77%

 

Rata-rata

 

71%

 

Kategori

 

Cukup

 

f.               Hasil Belajar Rosul Ulul Azmi

Pengamatan siklus 1 dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan pelaksanaan tindakan dengan mengacu pada lembar observasi yang disepakati. Pengamatan ini dilaksanakan secara kolaboratif yaitu dengan bekerja sama dengan teman sejawat.Pada akhir pertemuan ke-2 guru memberikan soal evaluasi sebagai tolak ukur keberhasilan siswa aspek pengetahuan. Data yang diperoleh pada tahap ini adalah sebagai berikut:

Tabel 5 Distribusi Nilai KI 3 Siklus 1

Predikat

Rentang Nilai

Jumlah

Persentase

A

90 � 100

2

9%

B

80 � 89

3

14%

C

70 � 79

7

32%

D

< 70

10

45%

Jumlah

22

100%

 

Pencapaian nilai pengetahuan siswa pada siklus 1disajikan dalam Kartu berikut ini:

Kartu 4.3. Sebaran nilai aspek pengetahuan (KI 3) pada Siklus 1

 

KESIMPULAN

Berdasarkan pembahasan data hasil penelitian maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Terdapat peningkatkan proses pembelajaran rosul ulul azmi setelah diberikan pembelajaran dengan model Card Sort pada siswakelas V semester 2 SD Negeri 2 Padarangin, Kecamatan Slogohima tahun pelajaran 2019/2020. Peningkatan ini ditunjukkan denganpersentase kualitas pembelajaran pada prasiklus 29% dengan kategori kurang baik, pada Siklus I menjadi 69% dengan kategori cukup dan pada siklus II meningkat menjadi 92% dengan kategori sangat baik. Terdapat peningkatan Pengetahuanmateri Rosul Ulul Azmi setelah diberikan pembelajaran dengan modelCard Sort pada siswa kelas V semester 2 SD Negeri 2Padarangin Kecamatan Slogohimo tahun pelajaran 2019/2020. Peningkatan ini ditunjukkan denganpersentase ketuntasan KI 3 pada prasiklus hanya 36%, pada Siklus I menjadi 68% dan pada siklus II meningkat menjadi 96%. Terdapat peningkatan ketuntasan belajar sebanyak 28%. Terdapat peningkatan ketrampilan menyajikan Rosul Ulul Azmi melalui model Card Sort pada siswa kelas V semester SD Negeri 2 Padarangin, Kecamatan Slogohimo Tahun Pelajaran 2019/2020. Peningkatan ini�� ditunjukkan dengan persentase ketuntasan KI 4 pada prasiklus hanya 24%, pada Siklus I menjadi 72% dan pada siklus II meningkat menjadi 92%. Terdapat peningkatan sebanyak 20%.

 

BIBLIOGRAFI

Astuti, R. (2017). Penerapan Strategi Pembelajaran Aktif Tipe Card Sort Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kimia Siswa Kelas X. Orbital: Jurnal Pendidikan Kimia, 1(2), 51�59.

Handayani, R. (2022). Penerapan Metode Card Sort Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas Iv Sdn 2 Selat Tengah. Prosiding Pendidikan Profesi Guru Agama Islam (PPGAI), 2(1), 754�766.

Herdesty, N. (2022). Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Dengan Metode Card Sort Tahun Pelajaran 2022/2023 (Penelitian Tindakan Kelas (PTK) di Kelas VIII A SMPN 14 Kaur). GUAU: Jurnal Pendidikan Profesi Guru Agama Islam, 2(5), 257�264.

Ilham, D. (2019). Menggagas pendidikan nilai dalam sistem pendidikan nasional. Didaktika: Jurnal Kependidikan, 8(3), 109�122.

Indonesia, U.-U. R. (2003). Sistem pendidikan nasional. Jakarta: Direktorat Pendidikan Menengah Umum.

Indrawan, D., & Ichsan, I. (2021). Meningkatan Hasil Belajar Siswa Melalui Penerapan Strategi Pembelajaran Card Sort di Madrasah Ibtidaiyah. EDUKATIF: JURNAL ILMU PENDIDIKAN, 3(4), 2099�2107.

Noor, T. (2018). rumusan tujuan pendidikan nasional pasal 3 undang-undang sistem pendidikan nasional No 20 Tahun 2003. Wahana Karya Ilmiah Pendidikan, 3(01).

Pasaribu, A. (2017). Implementasi manajemen berbasis sekolah dalam pencapaian tujuan pendidikan nasional di madrasah. EduTech: Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Ilmu Sosial, 3(1).

Ridha, Z., Usmaidar, U., & Khairiani, K. (2018). Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Metode Card Sort Pada Mata Pelajaran Fikih Kelas IX MTs Jam�iyah Mahmudiyah Tanjung Pura. Mimbar Kampus: Jurnal Pendidikan Dan Agama Islam, 17(2), 212�221.

Sari, N. (2018). Peningkatan Hasil Belajar PKn Melalui Metode Card Sort pada Siswa SD Negeri 050748 Pangkalan Berandan Tahun Ajaran 2016-2017. TABULARASA, 15(1), 83�94.

Sujana, I. W. C. (2019). Fungsi dan tujuan pendidikan Indonesia. Adi Widya: Jurnal Pendidikan Dasar, 4(1), 29�39.

Syari, A. R. (2019). Penggunaan Metode Card Sort Dalam Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Segitiga. Jurnal Wahana Pendidikan, 6(2), 85�92.

Tanwir, M. (n.d.). UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR AQIDAH AKHLAK MATERI ASMAUL HUSNA MELALUI METODE CARD SORT PADA SISWA KELAS II DI MADRASAH IBTIDAIYAH NURUL HIDAYAH TRENTEN CANDIMULYO MAGELANG TAHUN 2014.

 

 

Copyright holder:

Heti Trisnawati, Khuriyah (2023)

 

First publication right:

Jurnal Syntax Transformation

 

This article is licensed under: