Volume 4, No. 3 Maret 2023
p-ISSN� 2721-3854 | e-ISSN 2721-2769
DOI:� https://doi.org/10.46799/jst.v4i3.702
SKALA RESILIENSI PADA
MASYARAKAT KOTA SURABAYA
Amiroh
Untsal Asad1, Hafnidar Hafnidar2
Prodi Psikologi,
Fakultas Psikologi, Universitas Airlangga1
Prodi Psikologi,
Fakultas Kedokteran, Universitas Malikussaleh, Indonesia2
Email:
[email protected], [email protected]
Abstrak:
Resiliensi
didefinisikan sebagai kapasitas individu untuk mengatasi kesulitan dan bertahan
dari segala tekanan psikologis. Resiliensi mencerminkan kemampuan untuk bangkit
kembali dan memanfaatkan peluang. Dalam konteks masyarakat Surabaya, mereka
diharuskan menghadapi berbagai masalah serius, seperti tingginya kepadatan
penduduk, banyaknya polusi, dan tingkat persaingan kerja yang tinggi. Tekanan
kehidupan perkotaan ini mengarah pada kecenderungan mengalami berbagai gangguan
mental dan kerentanan psikologis. Dengan adanya kondisi demikian, peneliti
membuat skala psikologi untuk mengukur tingkat resiliensi pada masyarakat Kota
Surabaya. Skala psikologi ini mengacu pada teori Reivich dan Shatt�� (2006) tentang konstruk resiliensi yang
terdiri dari tujuh dimensi, yaitu regulasi emosi, kontrol impuls, optimisme,
analisis kausal, empati, efikasi diri, dan reaching out. Sebanyak 38 orang
perempuan dan 16 orang laki-laki (N = 54) dengan rentang usia 17-50 tahun
berpartisipasi dalam penelitian ini. Metode penelitian yang digunakan adalah
model skala Likert. Hasil penelitian menemukan sebanyak 32 item dari 44 item
teruji valid dengan nilai koefisiensi korelasi item-total lebih dari 0,300.
Adapun nilai Cronbach�s Alpha dihitung sebesar 0,909. Dengan demikian, Skala
Resiliensi ini dapat digunakan dalam konteks masyarakat Kota Surabaya.
Kata Kunci: Skala Resiliensi; Masyarakat Kota
Surabaya.
Abstract:
Resilience is defined as an individual's ability to overcome adversity
and deal with any psychological stressors. Resilience reflects the ability to
bounce back and take advantage of opportunities. In the context of the people
of Surabaya, they have to face various serious problems, such as dense
population density, lots of pollution, and a high level of competition for work.
This-pressures leads to a tendency to experience various mental disorders and
psychological vulnerabilities. Under these conditions, researcher created a
psychological scale to measure the level of resilience in the people of
Surabaya City. This psychological scale refers to the theory of Reivich and
Shatt� (2006) about the construct of resilience which consists of seven
dimensions, namely emotion regulation, impulse control, optimism, causal
analysis, empathy, self-efficacy, and reaching out. A total of 38 women and 16
men (N = 54) with an age range of 17-50 years participated in this study. The
research method used is a Likert scale model. The results of the study found
that 32 of the 44 items tested were valid with a item-total correlation
coefficient of more than 0.300. The Cronbach's Alpha value is calculated at
0.909. Thus, this Resilience Scale can be used in the context of the people of
Surabaya City.
Keywords: Resilience Scale; The People of Surabaya City.
PENDAHULUAN
Kehidupan perkotaan telah meningkat di Kota Surabaya selama
beberapa dekade terakhir. Surabaya telah menjadi kota metropolitan dengan 2,87
juta jiwa penduduk dengan lebih dari 1,5 juta diantaranya merupakan pekerja
Kehidupan perkotaan telah meningkat di Kota Surabaya selama
beberapa dekade terakhir. Surabaya telah menjadi kota metropolitan dengan 2,87
juta jiwa penduduk dengan lebih dari 1,5 juta diantaranya merupakan pekerja.
Dalam menjalani aktivitas sehari-hari di Kota Surabaya, mereka diharuskan
menghadapi berbagai masalah serius, seperti tingginya kepadatan penduduk,
banyaknya polusi, dan tingkat pengangguran yang tinggi. Faktor-faktor ini
terkait dengan tekanan kehidupan perkotaan dan kecenderungan mengalami berbagai
gangguan mental
Adapun perihal gangguan mental, terhadap masyarakat Kota
Surabaya menyebutkan bahwa prevalensi stres berat hingga sedang mencapai angka
86,7% dan stres ringan 13,3%
Dari berbagai masalah yang harus dihadapi masyarakat Kota
Surabaya beserta data-data prevalensi berbagai gangguan mental yang ada, bisa
dilihat bahwa ada fenomena kerentanan pada masyarakat Kota Surabaya. Kerentanan
ini tentunya berhubungan dengan tingkat resiliensi mereka. Seperti yang
dikatakan oleh
Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui validitas Skala Resiliensi untuk diujikan pada
masyarakat Kota Surabaya, mengetahui reliabilitas Skala Resiliensi untuk
diujikan pada masyarakat Kota Surabaya. Hasil dari penelitian ini yaitu berupa
Skala Resiliensi pada Masyarakat Kota Surabaya diharapkan dapat memberikan
kontribusi dalam pengembangan ilmu psikologi khususnya dalam mata kuliah
Konstruksi Alat Ukur Psikologi dan metode penelitian kuantitatif. Hasil dari
penelitian ini yaitu berupa Skala Resiliensi pada Masyarakat Kota Surabaya
diharapkan dapat bermanfaat untuk diadopsi, adaptasi, maupun dimodifikasi oleh
peneliti lain yang sedang melakukan penelitian tentang resiliensi pada
masyarakat Kota Surabaya.
METODE
Penelitian
ini didesain dengan menggunakan Skala Likert. Skala Likert yang digunakan
memuat empat pilihan jawaban, yaitu SS (Sangat Setuju), S (Setuju), TS (Tidak
Setuju), dan STS (Sangat Tidak Setuju). Adapun pernyataan aitem disusun dengan
kaidah favorable (pernyataan yang bersifat positif (mendukung) aspek-aspek
dalam variabel) dan unfavorable (pernyataan yang bersifat negatif (tidak
mendukung) aspek-aspek dalam variabel. Responden dalam penelitian ini harus
memenuhi karakteristik laki-laki atau perempuan, masyarakat yang berdomisili di
Kota Surabaya, merupakan individu dengan rentang usia 17-50 tahun, dan
berpendidikan minimal SMA/sederajat.
Pengambilan
sampel dilakukan berdasarkan metode non probability sampling, yaitu purposive
sampling. Kriteria sampel yang harus dipenuhi adalah laki-laki atau perempuan,
masyarakat yang berdomisili di Kota Surabaya, merupakan individu dengan rentang
usia 17-50 tahun, dan berpendidikan minimal SMA/sederajat.
Instrumen
pada penelitian ini adalah Skala Resiliensi pada Masyarakat Kota Surabaya.
Skala ini menggunakan Skala Likert dengan nilai dari 1 hingga 4, yaitu Sangat
Setuju (SS) dengan nilai 4, Setuju (S) dengan nilai 3, Tidak Setuju (TS) dengan
nilai 2, dan Sangat Tidak Setuju (STS) dengan nilai 1. Mengenai skala yang
digunakan, peneliti menggunakan skala yang dibuat sendiri berdasarkan teori
Reivich dan Shatt� (2006) dengan sebaran aitem sebanyak 44 butir sebagai
berikut dalam blueprint. Analisis data hasil uji coba menggunakan aplikasi SPSS
23. Penggunaan aplikasi ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran nilai
validitas dan reliabilitas skala.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil Uji Coba Validitas
Dari hasil uji validitas menggunakan aplikasi SPSS 23,
ditemukan bahwa sebanyak 32 butir aitem dari 44 butir aitem teruji valid dengan
nilai koefisiensi korelasi aitem-total lebih dari 0,300. Hal ini mengacu pada
aitem yang dinyatakan valid jika koefisiensi korelasi aitem-totalnya lebih dari
0,300 (Janna & Herianto, 2021). Artinya, sebanyak 12 aitem
gugur karena kurang dari 0,300. Hasil analisis dari SPSS dapat dilihat
dalam� Hasil SPSS dapat dilihat pada
Tabel 10. Aitem yang gugur ditandai dengan pemberian tanda kurung �( )�.
Tabel 1.
Blueprint sebaran aitem setelah uji coba
|
No |
Dimensi |
Favorable |
Unfavorable |
Total |
|
1 |
Regulasi
emosi |
1,
9, 29, 39 |
2,
(14), 15, 23 |
8 |
|
2 |
Kontrol
impuls |
7,
10, 28, (40) |
16,
(24), 33, 36 |
8 |
|
3 |
Optimisme |
19,
21, 32, 41 |
(6),
(8), 35, 42 |
8 |
|
4 |
Analisis
kausal |
5,
(12) |
(31),
44 |
4 |
|
5 |
Empati
|
11,
(17) |
(20),
30 |
4 |
|
6 |
Efikasi
diri |
18,
38 |
4,
(27) |
4 |
|
7 |
Reaching
out |
3,
22, 25, 43 |
(13),
26, (34), 37 |
8 |
|
|
Total
aitem |
22 |
22 |
44 |
Hasil Uji
Reliabilitas
Berdasarkan uji reliabilitas Skala Resiliensi pada
Masyarakat Kota Surabaya, ditemukan skor alpha-cronbach sebesar 0,909 (Saifuddin, 2020). Koefisien reliabilitas
dianggap sangat baik apabila skor antara 0,800 sampai dengan 0,900. Di sisi
lain, reliabilitas dianggap memuaskan apabila mencapai skor minimal 0,900 (Tri Endi Ardiansyah et al., 2022). Dalam hal ini, maka dapat
dilihat bahwa skala sudah layak dan reliabel.
Tabel 2.
Hasil uji reliabilitas
|
Cronbach's
Alpha |
N
of Items |
|
.909 |
31 |
Aitem
Valid
Berdasarkan hasil validitas dan reliabilitas yang telah
dilakukan, dapat disimpulkan bahwa terdapat 32 butir aitem yang valid dan
reliabel pada Skala Resiliensi pada Masyarakat Kota Surabaya. Perihal blueprint aitem valid, dapat dilihat
pada Tabel 3.�
Tabel 3.
Blueprint sebaran aitem setelah uji coba
|
No |
Dimensi |
Favorable |
Unfavorable |
Total |
|
1 |
Regulasi
emosi |
1,
7, 20, 28 |
2,
10, 16 |
8 |
|
2 |
Kontrol
impuls |
6,
8, 19 |
11,
23, 25 |
8 |
|
3 |
Optimisme |
13,
14, 22, 29 |
24,
30 |
8 |
|
4 |
Analisis
kausal |
5 |
32 |
4 |
|
5 |
Empati
|
9 |
21 |
4 |
|
6 |
Efikasi
diri |
12,
27 |
4 |
4 |
|
7 |
Reaching out |
3,
15, 17, 31 |
18,
26 |
8 |
|
|
Total
aitem |
19 |
13 |
32 |
�Pembahasan
����������� Dengan melihat hasil pengujian
validitas dan reliabilitas aitem, dapat disimpulkan bahwa alat ukur Skala Resiliensi
pada Masyarakat Kota Surabaya tergolong sebagai skala yang memuaskan dengan
memenuhi ciri-ciri skala yang baik, yaitu valid dan reliabel. Aitem teruji
valid dengan nilai koefisiensi korelasi item-total lebih dari 0,300. Tidak
hanya skala yang sudah memenuhi uji validitas, namun juga koefisien
reliabilitas sebesar 0,909 telah memenuhi standar skor yang ditentukan, yakni
lebih dari 0,900 (Fhatmawati, 2020).� Maka dari itu, dapat dilihat bahwa skala ini
sudah layak untuk digunakan.
Terlepas dari penelitian yang telah dilakukan, faktor
kurangnya pengawasan peneliti saat pelaksanaan penelitian (karena dilaksanakan
secara online) juga bisa memengaruhi
hasil penelitian. Lebih dari itu, faktor-faktor lain seperti suasana hati
responden, pengetahuan responden, dan keadaan lingkungan saat pengisian skala
bisa berkontribusi terhadap hasil penelitian. Untuk itu, penelitian selanjutnya
diharapkan bisa meminimalkan pengaruh tersebut dengan pemilihan responden yang
lebih ketat dan pengawasan yang lebih intens.
KESIMPULAN
Skala psikologi ini mengacu pada
teori Reivich dan Shatt� (2006) tentang konstruk resiliensi dengan terdiri dari
tujuh dimensi, yaitu regulasi emosi, kontrol impuls, optimisme, analisis
kausal, empati, efikasi diri, dan reaching out. Sebanyak 38 orang perempuan dan
16 orang laki-laki (N = 54) dengan rentang usia 17-50 tahun berpartisipasi
dalam penelitian ini. Luaran penelitian ini adalah Skala Resiliensi melalui uji
validitas dan reliabilitas dengan aplikasi SPSS. Pada awalnya, peneliti membuat
44 aitem berdasarkan aspek-aspek teoritis resiliensi, kemudian direvisi pada
proses professional judgement dengan content validity ratio (CVR) dengan 10
orang mahasiswa Psikologi dan voting dengan lima alumni/dosen Psikologi dan
didapatkan 25 aitem yang diubah redaksinya atas saran dari mereka. Adapun dari
uji validitas yang dilakukan, ditemukan sebanyak 32 aitem dari 44 aitem teruji
valid dengan nilai koefisiensi korelasi item-total lebih dari 0,300. Pada tahap
terakhir, yakni uji reliabilitas, didapatkan skor alpha-cronbach sebesar 0,909.
Angka ini menunjukkan bahwa Skala Resiliensi dinilai layak menjadi instrumen
pengukuran resiliensi dan dapat digunakan.
BIBLIOGRAFI
Fhatmawati,
A. (2020). Hubungan Antara Self-Awareness dengan Tanggung Jawab Remaja di
Panti Pelayanan Sosial Anak (Ppsa) Pamardi Utomo Boyolali. Skripsi.
Janna,
N. M., & Herianto. (2021). Artikel Statistik yang Benar. Jurnal Darul
Dakwah Wal-Irsyad (DDI), 18210047, 1�12.
Saifuddin,
A. (2020). Penyusunan skala psikologi. Prenada Media.
Tri
Endi Ardiansyah, Abdul Rauf, & Serli Maryana. (2022). Lifestyle Dan Trust
Pengaruhnya Terhadap Keputusan Pemesanan Taxi Online. Jurnal Ekonomi, 27(3),
460�477. https://doi.org/10.24912/je.v27i3.1190
Anggraeni,
F. A. (2022). ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENINGKATAN URBANISASI DI KOTA
JAKARTA DAN SURABAYA PADA TAHUN 2020-2021: 1. Untuk Mengetahui alasan mendasar
Urbanisasi di Kota Jakarta dan Surabaya 2. Untuk mengetahui dampak peningkatan
Urbanisasi di Kota Jakarta dan Surabaya 3. Untuk mengetahui faktor pendukung
dan Penarik dari Urbanisasi di Kota Jakarta dan Kota Surabaya. Jurnal
Ekonomi Bisnis Dan Akuntansi (JEBAKU), 2(2), 41�53.
Barbarosa, K., Putri, N. M. D., & Chusairi, A. (2021a).
Hubungan Antara Dukungan Sosial dengan Resiliensi pada Remaja Awal Penghuni
Panti Asuhan Bani Yaqub Surabaya. Syntax Literate; Jurnal Ilmiah Indonesia,
6(7), 3290�3300.
Barbarosa, K., Putri, N. M. D., & Chusairi, A. (2021b).
Hubungan Antara Dukungan Sosial dengan Resiliensi pada Remaja Awal Penghuni
Panti Asuhan Bani Yaqub Surabaya. Syntax Literate; Jurnal Ilmiah Indonesia,
6(7), 3290�3300.
Bing, A., Wulandari, L. M. C., & Fudhla, A. F. (2013).
Analisis Potensi Utilisasi Sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kota
Metropolis: Suatu Pendekatan Model Berbasis Sistem Dinamik (Study Kasus: TPA
Kota Surabaya). Proceedings 7th National Industrial Engineering
Conference�Surabaya, 10 Oktober 2013, 7(2013), 84�90.
Fauzan, R. (2018a). Studi penilaian tingkat resiliensi
infrastruktur terhadap bencana gempa bumi di kota surabaya. Institut
Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.
Fauzan, R. (2018b). Studi penilaian tingkat resiliensi
infrastruktur terhadap bencana gempa bumi di kota surabaya. Institut
Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.
Firdaus, M. Y. (n.d.). Kerja Sama Sister City Pemerintah
Daerah Kota Surabaya dengan Pemerintah Kota Busan (Sister City Cooperation of
Surabaya City Regional Government with Busan City Government).
Jannah, S. N., & Rohmatun, R. (2020). Hubungan antara
dukungan sosial dengan resiliensi pada penyintas banjir rob tambak lorok. Proyeksi:
Jurnal Psikologi, 13(1), 1�12.
Maisyarah, M. (2015a). Dukungan sosial, kecerdasan emosi
dan resiliensi guru sekolah luar biasa. Persona: Jurnal Psikologi Indonesia,
4(03).
Maisyarah, M. (2015b). Dukungan sosial, kecerdasan emosi
dan resiliensi guru sekolah luar biasa. Persona: Jurnal Psikologi Indonesia,
4(03).
Setiawan, A., & Pratitis, N. T. (2015). Religiusitas,
dukungan sosial dan resiliensi korban lumpur lapindo Sidoarjo. Persona
Jurnal Psikologi, 4(2), 137�144.
Tjiptoherijanto, P. (1999).
Urbanisasi dan pengembangan kota di Indonesia. Populasi, 10(2),
57�72.
|
Copyright holder: Amiroh Untsal Asad, Hafnidar Hafnidar (2023) |
|
First publication right: |
|
This article is licensed under: |