Volume 4, No. 4 April 2023

p-ISSN2721-3854 | e-ISSN 2721-2769

DOI:https://doi.org/10.46799/jst.v4i4.709


 

KUALITAS PELAYANAN PENDAFTARAN RAWAT JALAN PASIEN JAMINAN KESEHATAN NASIONAL DI RUMAH SAKIT ROYAL PROGRESS

 

Melly Susanti, Risky Kusuma Hartono, Desy Kartika Ningsih

Program Studi Sarjana Administrasi Rumah Sakit, Universitas Indonesia Maju Jakarta Selatan, Indonesia

Email: [email protected]

 

Abstrak:

Rumah sakit merupakan salah satu sarana kesehatan tempat menyelenggarakan upaya kesehatan yang menangani masalah medik untuk pemulihan dan pemeliharaan kesehatan yang diperlukan bagi penggunanya. Perlu untuk mengetahui kualitas pelayanan pendaftaran rawat jalan pasien Jaminan Kesehatan Nasional. Untuk mengetahui pengaruh Input (SDM, Teknologi Fasilitas) dan proses (Profesional dan keahlian, sikap, Perilaku, Pengendalian Situasi, Pemecahan Masalah, Kemudahan pencapaian dan penyesuaian, Kehandalan dan kepercayaan) yang akan menghasilkan Kualitas yang ada pada pelayanan pendaftaran rawat jalan di RS Royal Progress terkhusus bagi pasien pengguna Jaminan Kesehatan Nasional. pengambilan sampel non-probability sampling. Teknik pengambilan sampel purposive sampling. Sumber Daya Manusia terdapat kekurangan jumlah petugas pelayanan, dalam hal teknologi kecapatan internet dan belum bridgingnya SIMRS dengan web JKN menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi mutu dalam segi kecepatan pelayanan, dalam segi proses dimana kemudahan pencapaian dan penyesuaian Pelayanan belum tercapai karena waktu tunggu pasien saat mendaftar hingga verifikasi data mendapat SEP masih diatas 15 menit. Dalam faktor lainnya yaitu Fasilitas, Profesional dan keahlian, Sikap, Perilaku, Pengendalian situasi, Pemecahan masalah, Keandalan dan kepercayaan menunjukkan hasil yang positif. Kualitas Pelayanan Pendaftaran Rawat Jalan di rumah sakit Royal Progress mengambarkan pelayanan yang baik dan memuaskan untuk pasien diantaranya ruang tunggu yang sangat memadai, disediakan toilet difabel dan lift yang sangat dibutuhkan bagi pasien. Petugas pendaftaran yang sangat profesional dalam melakukan pekerjaan. Digambarkan juga dalam sikap petugas yang ramah dan selalu senyum dalam menerima pasien yang datang untuk berobat ke RS Royal Progress, empaty yang sangat tinggi yang diberikan oleh petugas pendaftaran kepada pasien yang memerlukan bantuan serta respon yang cepat yang diterima olah pasien apabila pasien mengalami kesulitan dalam administrasi ini yang membuat RS Royal Progress memberikan pelayanan yang sangat baik walaupun masih ada kekurangan baik SDM, dan jaringan tetapi secara umum pelayanan yang diberikan terhadap pasien JKN cukup baik.

 

Kata Kunci: Jaminan Kesehatan Nasional, Kualitas, Pelayanan.

 

Abstract:

The hospital is one of the health facilities where it organizes health efforts that deal with medical problems for the recovery and maintenance of health needed for its users. It is necessary to know the quality of outpatient registration services for National Health Insurance patients. To determine the effect of Input (HR, Technology Facilities) and processes (Professional and expertise, attitude, Behavior, Situation Control, Problem Solving, Ease of achievement and adjustment, Reliability and trust) that will produce quality in outpatient registration services at Royal Hospital Progress especially for patients using the National Health Insurance. sampling non-probability sampling. The sampling technique was purposive sampling. Human Resources, there is a shortage of service officers, in terms of internet speed technology and the lack of bridging of SIMRS with the JKN web is one of the factors that affect quality in terms of speed of service, in terms of the process where the ease of achieving and adjusting services has not been achieved because of the patient's waiting time when registering until data verification gets SEP still above 15 minutes. In other factors, namely Facilities, Professional and expertise, Attitude, Behavior, Control of the situation, Problem solving, Reliability and trust showed positive results. The quality of Outpatient Registration Services at the Royal Progress hospital illustrates good and satisfying service for patients including a very adequate waiting room, disabled toilets and elevators which are very much needed for patients. Registration staff are very professional in doing their jobs. Also described in the attitude of friendly and always smiling officers in receiving patients who come for treatment at Royal Progress Hospital, the very high empathy given by registration officers to patients who need help and the fast response received by patients when patients experience difficulties in administration This is what makes Royal Progress Hospital provide excellent service even though there is still a shortage of both human resources and networks, but in general the services provided to JKN patients are quite good.

 

Keywords: National Health Insurance, Quality, Service.

 

PENDAHULUAN

Kualitas pelayanan yang baik adalah kunci keberhasilan bagi si penyedia jasa. Salah satunya Rumah sakit. Rumah sakit merupakan salah satu sarana kesehatan tempat menyelenggarakan upayakesehatan yang menangani masalah medik untuk pemulihan dan pemeliharaan kesehatan yang diperlukan bagi penggunanya. Pengguna jasa pelayanan rumah sakit dalam hal ini yaitu pasien mendambakan pelayanan yang berkualitas tidak hanya menyangkut kesembuhan dari penyakit secara fisik atau meningkatkan derajat kesehatannya, akan tetapi juga menyangkut kepuasan terhadap sikap pelayanan yang ada di rumah sakit (Kusumawati, 2019). Ada banyak kasus yang dilaporkan tentang kualitas layanan yang buruk di rumah sakit umum Malaysia. Rumah sakit umum di Negara Bagian Penang menerima beberapa keluhan pasien, termasuk penganiayaan dokter dan, sikap buruk dan amarah dokter yang menghina pasien. Menunjukkan bahwa pasien harus menunggu setidaknya dua jam dari pendaftaran sampai mereka menerima perawatan dari dokter rumah sakit umum di Malaysia (Vita, 2021).

Rawat Jalan merupakan salah satu pelayanan yang diberikan oleh Rumah Sakit. Pelayanan unit rawat jalan sering menjadi perhatian utama karena jumlah pasien rawat jalan lebih besar daripada jumlah pasien di pelayanan lainnya (Aripin & Suryaningsih, 2019). Oleh karena itu, kualitas pelayanan rawat jalan juga harus sangat diperhatikan. Hasil menunjukkan bahwa 60% pasien tidak puas dengan pelayanan rawat jalan dan 40% pasien merasa puas. Ketidakpuasan yang dirasakan pasien disebabkan karena menunggu kedatangan dokter pemeriksa yang lama lebih dari 1 jam, kurangnya informasi yang diberikan oleh petugas kesehatan kepada pasien tentang penyakit pasien, serta kurangnya komunikasi antara petugas kesehatan dengan pasien yang mengakibatkan lamanya proses pendaftaran (Kusumawati, 2023).

Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) adalah program kesehatan terbaru di Indonesia terhitung mulai 1 Januari 2014, Undang-Undang no.40 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) yang mengamanatkan bahwa adanya jaminan sosial yang ditujukan bagi seluruh penduduk Indonesia. Dalam upaya mewujudkan JKN maka peningkatan pelayanan dalam bidang kesehatan merupakan faktor yang penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia (Makplus, 2015). Karena setiap orang mempunyai kesempatan yang sama dalam mendapat pelayanan kesehatan yang baik dalam bidang kesehatan yang ditujukan kepada semua pasien yang ada baik itu pasien yang menggunakan pembayaran secara pribadi, asuransi swasta, dan jaminan kesehatan nasional yang disediakan oleh pemerintah artinya tidak ada perbedaan dalam pemberian pelayanan atau diskriminasi yang dilakukan terhadap peserta JKN. JKN bertujuan untuk mencakup semua penduduk di Indonesia. Dalam Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang jaminan kesehatan dalam pasal 18 Mengembangkan sistem wajib dilakukan untuk mempermudah akses pendaftaran peserta JKN (Krisdayanti, 2021).

Kesempatan yang sama untuk mendapatkan pelayanan kesehatan ditujukan kepada pasien dengan menggunakan pembayaran secara pribadi dan pasien yang menggunakan Jaminan Kesehatan Nasional, tetapi jika dilihat secara kasat mata ada beberapa perbedaan yang terdapat dari kedua pasien tersebut, perbedaan yang paling jelas adalah pada saat pengurusan berkas. Jika ingin berobat, pasien dengan menggunakan pembayaran umum bisa melakukan pendaftran dengan sistem perjanjian atau datang langsung ke Rumah sakit, tetapi pasien JKN harus mengurus rujukan ke lembaga jasa kesehatan yang ditunjuk Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang juga terbatas dan tidak fleksibel yang dinamakan Faskes tingkat 1. Lalu perbedaan selanjutnya dapat dilihat dari proses pendaftaran, jika pasien yang menggunakan pembayaran umum, dapat mendaftarkan langsung ke tempat pendaftaran umum, tetapi pasien yang menggunakan JKN harus melengkapi persyaratan pemberkasan dan harus mengambil nomor antrian dan menunggu sampai pemberkasan selesai didaftarkan oleh petugas pendaftaran (Suharyat, 2009).

Ada beberapa dampak yang dapat kita temukan dalam proses pendaftaran JKN, banyak pasien menunggu dalam waktu relatif lama untuk mendapatkan pelayanan dikarenakan urusan birokrasi, misalnya urusan berobat yang terlalu terbelit-belit. Hasil observasi awal di Unit Pelayanan Asuransi Kesehatan (UPAK) BLU RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado, didapati petugas loket kurang ramah, kurang komunikatif, dan pasien merasa dinomorduakan, antrian yang lama, berkas yang tercecer dan hilang, sarana kurang memadai, serta prosedur administrasi yang berbelit-belit. Dilihat dari beberapa keluahan di atas menunjukan petugas pendaftaran kurang memberikan pelayanan yang baik kepada pasien yang menggunakan jaminan kesehatan nasional (Listyorini & Rosella, 2019).

Mempermudah akses pendaftaran tidak terlepas dari kuantitas dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada, mendukungnya fasilitas dan sistem teknologi yang ada di suatu Rumah sakit tersebut (Pakpahan, 2017). Ada beberapa hal yang membuat terhambatnya proses pelayanan di rumah sakit. Kekurangan Sumber Daya Manusia akan berpengaruh pada berjalannya proses pelayanan dengan baik. Hal tersebut selaras dengan hasil studi yang mengatakan, Kuantitas SDM yang mencukupi sangat diperlukan untuk memaksimalkan pelayanan kesehatan yang ada. Selain kuantitas, pendistribusian SDM pelaksana pelayanan kesehatan sebelum pelaksanaan JKN harus sesuai berdasarkan standar ketenagaan yang telah ditetapkan (Tobing et al., 2022). Fasilitas umum seperti tempat duduk merupakan salah satu fasilitas yang disediakan rumah sakit kepada pasien jaminan kesehatan nasional. Namun sayangnya hal tersebut biasanya juga tidak luput dari protes atau komplain pasien yang tidak mendapatkan tempat duduk jika di saat berobat berbarengan dengan jumlah pasien yang sangat banyak di suatu rumah sakit dan dokter yang melayani terbatas jumlahnya. Sedangkan berdasarkan hasil data survei yang dilakukan peneliti terhadap keluhan pasien di RS Royal Progress pada bulan Januari � Juni tahun 2022 didapatkan data komplain dari customer service dengan mengambil nilai rata-rata setiap bulan terdapat kisaran 50 hingga 100 komplain yang berasal dari pasien rawat jalan dengan berbagai macam keluhan.

RS Royal Progress merupakan rumah sakit swasta yang menyediakan pelayanan kesehatan dan menyelenggarakan pelayanan kesehatan, menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat. Rumah Sakit Royal Progress merupakan salah satu Fasilitas Kesehatan rujukan tingkat lanjutan sebagaimana dimaksud pada Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) RI No 71 Tahun 2013 (Kusumawati, 2022). Salah satu kegiatan yang banyak dikeluhkan konsumen atau pasien di RS Royal Progress adalah pelayanan administrasi yaitu dalam pengurusan berkas-berkas administrasi, misalnya terkait pengurusan kartu berobat, registrasi rawat inap, dan registrasi rawat jalan yang berhubungan dengan Jaminan Kesehatan Nasional. Petugas dari Rumah sakit Royal Progress dituntut bisa memberikan pelayanan yang tepat dan cepat sesuai keinginan masyarakat. Dalam menjalankan pelayanan rawat jalan di RS Royal Progress, Standar dalam pelayanan sudah diterapkan kepada SDM yang ada. Hal ini akan membantu petugas untuk mencapai asuhan yang berkualitas. Untuk mencapai hal tersebut diperlukan suatu aturan atau standar sebagai pedoman dalam melakukan pekerjaan. Standar prosedur operasional dibuat untuk acuan atau pedoman pelayanan yang akan diberikan serta hasil yang ingin dicapai. Pencapaian ini juga akan berpengaruh pada nama baik yang akan dinilai dari rumah sakit tersebut. Untuk melihat kualitas pendaftaran rawat jalan di RS Royal Progress, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul �Kualitas Pelayanan Pendaftaran Rawat Jalan Pasien Jaminan Kesehatan Nasional Di Rumah Sakit Royal Progress Jakarta Tahun 2022�.

 

METODE

Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan metode non- probability sampling, adalah pengambilan sample yang dipilih berdasarkan subjektivitas peneliti dan bukan dipilih secara acak. Sedangkan teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan teknik purposive sampling adalah metode sampling dimana peneliti memilih sampel didasarkan pengetahuan penelitian tentang sampel yang akan dipilih. Sumber Data mengambil dari hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi jurnal dan dokumen resmi.

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil

Sumber Daya Mnusia

Pasien: �Menurut saya, proses pendaftaran tidak bisa berjalan dengan cepat jika hanya dilayani oleh dua orang saja, yang saya lihat proses pendaftaran dilakukan sangat lama karna banyak berkas yang dibawa dan dicek ulang oleh petugas. Banyak persyaratan yang harus dilengkapi. Terkadang saya bingung dengan persyaratan itu, dan membuat saya bertanya sampai jelas kepada petugas. Hal demikian juga membuat pelayanan untuk satu orang saja membutuhkan waktu yang lama. Dan waktu pengerjaan oleh petugas juga membutuhkan waktu untuk sedikit menunggu. Jadi menurut saya perlu ditambahkan sumber daya manusia dalam pelayanan JKN. Jumlah petugas yang ideal menurut saya 4 orang� (MS).

 

Teknologi

Pasien: �Menurut saya, ketersediaan jaringan di RS Royal Progress masih sangat lambat. Dapat dilihat dari proses pelayanan yang diberikan, semuanya berjalan lambat. (SY)

Pasien: �Kalau jaringan wifi disini lumayan cepat, tetapi terkadang susah untuk dijangkau. Kemungkinan karena jaringannya seperti ini yang membuat proses pelayanan juga terkadang lambat�. (MS).

 

Fasilitas

Pasien: �Menurut saya dalam waktu saya menunggu, saya sudah disediakan tempat duduk. Jika pasien rame tidak telalu panas juga, namun keterbatasan empat duduk menjadi terbatas sehingga banyak pasien JKN yang harus berdiri untuk menunggu antrian. Akses kamar mandinya juga sangat dekat, Kalau ruang dokter nya sih ya tergantung dokter yang dituju. Tapi jarak pendaftaran dengan poli terlalu jauh.�(BU).

 

Profesional dan Keahlian

Pasien: �Petugas menjalankan tugas sudah bagus dari caranya memberikan penjelasan kepada saya relatif bagus, namun cara nya menunjukkan poli tujuan masih membuat saya bingung karena jarak yang lumayan jauh menuju poli� (AU).

Pasien: �Saat melakukan pendaftaran mereka bersikap ramah pada, memulai dengan mengucapkan salam, setelah itu petugas menanyakan asal rujukan dari puskesmas mana?, sudah pernah berkunjung sebelumnya atau ini pertama kalinya setelah itu baru diminta beberapa berkas persyaratan pendaftaran. Pemerikasaan berkas dilakukan pada saat ada yang kurang saya dipanggil dan dijelaskan secara jelas dan baik. Seperti pada saat kepengurusan berkas pendaftaran� (AU)�.

 

Sikap

Pasien: �salam sapa memang ada. Ditanya juga apa yang bisa dibantu, tapi terkadang jika kita banyak tanya sepertinya petugasnya tidak suka. Dan juga kalau ketemu yang ramah yah ramah, kalau ketemu yang kurang peduli, biar senyum juga tidak, saya maklum juga karena kita tidak saling mengenal lebih dekat. Petugas disini juga, ada yang ramah ada juga tidak� (MS).

 

Perilaku

pasien: �Petugas pendaftaran sudah sangat baik dalam melayani saya. Mulai dari awal saya di sapa dan diucapkan salam, dengan sopan ditanya-tanya juga semua kelengkapan berkas saya. kepeduliannya juga bagus. Kadang ada petugas yang membantu saya ketika dia melihat saya kebingungan dengan berkas saya yang banyak, saya dibantu dengan memberi arahan kepada saya� (LK).

 

Pengendali Situasi

Pasien: �Saya merasa kesulitan dalam menggunakan bpjs. kurang mengerti dengan aturan bpjs dan bingung dengan surat -rujukan saya yang habis jangka waktunya. Saya bertanya kepada petugas pendaftaran, saya diberikan solusi serta dijelaskan untuk mengurus kembali ke faskes pertama saya untuk dapat mendapatkan pelayanan lagi� (AU).

 

Pemecahan Masalah

Pasien: �Saya pernah membawa anak saya yang bayi sakit batuk pilek ke rumah sakit ini, bpjs anak saya masih bernama bayi nyonya (identitas disamarkan), proses pendaftaran jadi lama karena itu. Anak saya sudah rewel dalam menunggu petugas pendaftran mengkonfirmasi keterhambatan saya. Dan saya komplain karena anak saya sudah rewel sekali dan saya ingin secepatnya mendapat pelayanan dokter. Setelah dikonfirmasi dan dibantu oleh petugas pendaftaran pada akhirnya saya bisa mendapatkan pelayanan� (LK).

 

Kemudahan Pencapaian dan Penyesuaian Pelayanan

Pasien: �Saya menunggu untuk mendaftar hingga petugas selesai verifikasi data administrasi lebih dari 15 menit. Saya menunggu antrian pendaftaran. Memang banyak yang mengantri, banyak juga yang datang subuh demi untuk mendapatkan antrian awal. Itu juga yang mengakibatkan saya harus mengantri lama. Dalam proses pendaftaran sedikit lama, saya tidak tahu kenapa lama. Saya harap dalam proses menunggu antrian dan untuk pemberkasan atau verivikasi data saat pendaftaran kurang dari 30 menit saja. Untuk yang lainnya saya sangat dipermudah� (AU).

Kehandalan dan Kepercayaan Pasien: �Saya merasa aman jika harus memberikan data indentitas beserta riwayat saya kepada petugas pendaftaran. Saya rasa mereka dapat menjaga nya dengan baik. Dan tidak menyebar luaskan kepada siapapun. Saya rasa mereka sudah punya peraturan akan hal itu dan saya rasa mereka memang memberikan informasi yang benar, karena ya mereka yang tahu dan mereka yang sudah berpengalaman. (BU).

 

Pembahasan

Sumber Daya Mnusia

Dengan membandingkan antara wawancara dan observasi yang telah dilakukan oleh peneliti di RS Royal Progress dapat di simpulkan bahwa terdapat kekurangan jumlah petugas pendaftaran yang bertugas untuk melayani pasien jaminan kesehatan nasional, hingga perlu adanya evaluasi untuk jumlah sumber daya manusia yang ada, hingga proses pendaftaran menjadi kurang maksimal (Hasibuan et al., 2020).

 

Teknologi

Berdasarkan hasil wawancara dan observasi yang telah dilakukan oleh peneliti, didapatkan hasil bahwa jaringan internet yang ada di RS Royal progress masih terbilang relatif kurang cepat (Krisdayanti, 2021). Sistem jaringan berpengaruh terhadap penumpukan pasien dikarenakan pendaftaran sistem JKN terhubung ke website JKN yang menerbitan SEP, hal tersebut akan sedikit terhambat jika sistem jaringan yang buruk. Maka perlu pembenahan dalam segi kecepatan jaringan sehingga mempermudah untuk pelayanan proses pendaftaran dan tidak menimbulkan antrian panjang.

 

Fasilitas

Berdasarkan wawancara dengan narasumber baik dari sisi pasien, petugas dan menejer terdapat satu garis merah yang bisa diartikan bahwa fasilitas yang ada di RS Royal Progress khususnya pada pendaftaran rawat jalan pengguna Jaminan kesehatan nasional sudah disediakan dengan baik. Namun tidak dapat dipungkiri jika terjadi penumpukan��� antrian karena membeludaknya pasien jaminan kesehatan nasional masih ada keluhan di beberapa titik seperti ketersediaan tempat duduk dan kebersihan toilet, namun hal tersebut sudah diantisipasi oleh pihak manajemen RS Royal Progress dengan cara menyadiakan kursi cadangan jika pasien jaminan kesehatan membeludak jumlahnya.

Hasil observasi lapangan terkait fasilitas di RS Royal Progress yang menunjukkan hasil bahwa telah tersedia tempat yang nyaman untuk pasien jaminan kesehatan nasional salah satunya ketersediaan tempat duduk yang memadai jika pasien sedang membeludak jumlahnya serta ada lift dan kamar mandi khusus untuk kaum lansia dan difabel dan juga terdapat royal cafe yang ada jika pasien merasa haus dan lapar. Dapat diartikan bahwa fasilitas di rs royal progres dalam hal fasilitas (ketersediaan ruang tunggu yang memadai) sudah sesuai baik dan dapat menjadi nilai tambah untuk meningkatkan mutu pelayanan Rawat Jalan pasien jaminan kesehatan nasional di RS Royal Progress.

Profesional dan Keahlian

Variabel ini mencakup tentang Kemampuan SDM dalam menjalankan pekerjaannya secara profesional dan dapat dilihat dari jenjang pendidikan yang sesuai standar RS Royal progress yang ditunjukkan dengan hasil wawancara dengan AU yang menyebutkan �Petugas menjalankan tugas sudah bagus dari caranya memberikan penjelasan kepada saya relatif bagus, namun cara nya menunjukkan poli tujuan masih membuat saya bingung karena jarak yang lumayan jauh menuju poli� (AU). hal ini dinilai oleh peneliti bahwa petugas pendaftaran sudah melakukan tugasnya dengan baik, memang terkadang pasien jika ingin berobat ke poli yang dituju ada beberapa yang bingung jika belum pernah berobat di RS Royal Progress, hal ini dikarenakan banyak poli dan tempat yang relatif jauh karena pendaftran pasien jaminan kesehatan berada di belakang sedangkan poli berada di depan dan tengah (Hasibuan et al., 2020).

Selain itu peneliti menguatkan data dengan hasil observasi yang telah di lakukan terkait Profesionalisme dan keahlian di RS Royal Progress yang dapat di artikan bahwa pendaftaran adalah orang yang berpengalaman dalam menjelaskan proses pendaftaran saat menjalankan tugasnya, sesuai denga pendidikan minimal yang diminta oleh pihak RS Royal Progress yaitu minimal D3-S1, dan semua petugas pendaftaran telah mendapatkan pelatihan dari RS Royal Progress.

 

Sikap

Variabel ini ingin melihat dari segi sumber daya manusia saat menerapkan standar greeting yang berlaku di RS Royal Progress. serta dalam temuannya setelah dilakukan wawancara terhadap narasumber MS terdapat temuan bahwa petugas telah menerapkan standar greeting yang ada saat melakukan proses pendataran rawat jalan pasien jaminan kesehatan nasional, namun ada beberapa menurut MS ada petugas yang kurang ramah dalam pelayanan (Cristiyanda & Sylvia, 2021).

Hasil observasi lapangan terkait sikap di RS Royal Progress yaitu petugas pendaftaran petugas menyapa dengan sikap berdiri dan merapatkan kedua tangan di depan sambil menyapa pasien, lalu Petugas menawarkan duduk pada pasien dan menawarkan bantuan, dan saat selesai proses Saat selesai dari proses pendaftaran,�� petugas mengucapkkan terimakasih dan semoga sehat selalu. Hal itu menjadi indikator yang didapat peneliti bahwa dalam segi sikap, petugas pendaftaran sudah relatif baik dengan dukungan hasil wawancara dan observasi yang telah dilakukan (Suharyat, 2009).

 

Perilaku

Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan terdapat temuan bahwa petugas bagian pendaftaran menaruh perhatian kepada pasien dilihat dari petugas pendaftaran menerapkan senyum, sapa, salam, santun dan sopan sudah diterapkan didalam pelyanan. Hal tersebut juga telah ada dalam SOP pelayanan untuk petugas pendaftaran JKN (Harahap, 2018). Responsibilitas atau tanggung jawab petugas pendaftaran kepada pasien yang membutuhkan bantuan khususnya untuk pendafaran JKN sudah ada dan kedisiplinan petugas pendaftaran dalam menjalankan tugas nya (Widiastuti, 2017). Hasil wawancara tersebut juga dikuatkan dengan data hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti dan hasilnya menunjukkan bahwa petugas sudah melakukan 5S serta petugas pendaftaran sudah melakukan dan bertanggung jawab awal hingga akhir pelayanan serta petugas pendaftaran tidak telat saat membuka loket pendaftaran pasien jaminan kesehatan nasional saat pagi hari, mereka selalu buka loket sebelum pukul 07.00.

 

Pengendali Situasi

Berdasarkan hasil wawancara dengan narasumber didapati temuan bahwa petugas pendaftaran����������� dirasa berkompeten dalam pengendalian situasi saat beberapa pasien merasa bingung akan aturan yang berlaku untuk surat rujukan sehingga memerlukan waktu menjelaskan yang relatif memakan waktu (Pertiwi & Nurcahyanto, 2017). Pasien AU mengatakan dalam memenuhi persyaratan untuk menggunakan pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional, pasien tersebut sedikit kewalahan dan kebingungan dengan pengurusan surat rujukan. Tetapi petugas pendaftaran dapat membantu memberikan arahan dan solusi atas kebingungan pasien. Sedangkan Petugas pendaftaran CH mengatakan, dalam membantu pasien mengatasi kebingungan tersebut, memakan waktu yang cukup lama untuk menjelaskan kepada pasien (Krisdayanti, 2021). Sehingga akan berpengaruh terhadap waktu dalam melayani pasien. Dengan menggunakan komunikasi efektif dan tidak memotong pertanyaan dari pasien. Walaupun membutuhkan waktu lama tim dari pendaftaran rawat jalan jaminan kesehatan nasional sigap dalam melihat situasi. Sehingga salah satu dari mereka semaksimal mungkin untuk melakukan validasi data pasien dengan cepat untuk mengurangi antrian yang panjang. Cara diatas dilakukan agar pasien merasa dirinya di responi dengan baik dalam situasi darurat dan agar memperlancar proses pelayanan.

 

Pemecahan Masalah

Berdasarkan hasil wawancara dengan narasumber petugas pendaftaran mau menerima menerima komplainan, kritikan dan saran dari pasien terutama dalam segi waktu. Ketika ditemukan ketidaksesuaian atau permasalahan, petugas pendaftaran dapat mencari tahu dan memperbaiki permasalahan tersebut. Jika menurut Pasien LK ketika pasien mengalami kesulitan dalam pendaftaran dikarenakan kartu bpjs yang tidak sesuai, pasien pun komplain karena anaknya rewel dan petugas pendaftaran menyelesaikannya dengan mengkonfirmasi kartu bpjs tersebut, dan pasien pun boleh mendapatkan pelayanan (Rachmadi & Kom, 2020).

 

Kemudahan Pencapaian dan Penyesuaian Pelayanan

Berdasarkan hasil wawancara dangen narasumber AU di dapatkan keterangan yang menyatakan bahwa kemudahan saat pendaftaran baik namun lama dalam prosesnya (Widarsa et al., 2022). Yang bersangkutan harus menunggu lebih dari 15 menit saat antri registrasi hingga verifikasi data. Hasil observasi lapangan terkait kemudahan pencapaian dan penyesuaian di RS Royal Progress menunjukkan hasil jika memang dalam proses waktu pendaftaran hingga verivikasi berkas memakan waktu lebih dari 15 menit, sedangkan sudah di lakukan pemisahan tempat pendaftaran antara pasien Jaminan kesehatan nasional dan umum dalam pendaftaran agar mempermudah pasien saat mendaftar namun tetap mengusahakan pelayanan yang sama tanpa membeda bedakan. Untuk petunjuk arah juga sudah terpasang dengan jelas loket tempat pendaftaran pasien jaminan kesehatan nasional. Dan sudah disediakan kotak kritik dan saran bagi para pasien.

Kehandalan dan Kepercayaan Berdasarkan hasil wawancara dangen narasumberBU, menurut mereka petugas pendaftaranpetugas dapat menjaga kerahasiaan dengan baik dan dapat memberikan informasi yang tepat. Hal ini dirasa baik oleh pasienkarena dengan begitu pasien bisa dengan aman memberikan data pribadi pasien kepada petugas pendaftaran untuk keperluan pendaftaran jaminan kesehatan nasional seperti data KTP atau kertu BPJS untuk kerperluan validasi data. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya berkas yang masuk dan kerahasiaan data pribadi pasien tidak bocor. Hal tersebut diperkuat dengan pernyataan dari DH dimana petugas pendaftaran harus menjaga kerahasiaan pasien kerena telah diambil sumpah dan jika melanggar akan diberikan hukuman dan bisa diberhentikan dari pekerjaan jika berakibat sangat fatal.

 

 

KESIMPULAN

SDM (petugas pendaftaran) masih terdapat hambatan dalam segi kuantitas sumber daya manusia. Teknologi, SIM RS dan Sistem JKN belum bridging, kecepatan jaringan menjadi keluhan para petugas pendaftaran dan pasien yang berimbas pada lamanya proses pendaftaran pasien jaminan kesehatan nasional dan mengakibatkan antrian panjang. Penyediaan fasilitas ketersediaan tempat yang nyaman bagi para pasien jaminan kesehatan nasional bisa dikatan bagus. Hal tersebut dibuktikan dari temuan bahwa tempat duduk yang disediakan sudah ada dan terdapat tempat duduk cadangan serta dilengkapi dengan fasilitas toilet khusus untuk difabel.

 

BIBLIOGRAFI

Aripin, I., & Suryaningsih, Y. (2019). Pengembangan Media Pembelajaran Biologi Menggunakan Teknologi Augmented Reality (AR) Berbasis Android pada Konsep Sistem Saraf. Sainsmat J. Ilm. Ilmu Pengetah. Alam, 8(2), 47.

Cristiyanda, G., & Sylvia, I. (2021). Pengaruh Penggunaan Webquiz Quizizz Terhadap Hasil Belajar Sosiologi Siswa di SMA N 16 Padang. Jurnal Sikola: Jurnal Kajian Pendidikan Dan Pembelajaran, 2(3), 174�183.

Harahap, L. S. (2018). Pengaruh Keandalan, Ketanggapan dan Sikap Empati Pelayanan Farmasi Terhadap Kepuasan Pasien Rumah Sakit Umum Daerah Haji Abdul Manan Simatupang Kisaran Tahun 2017. Institut Kesehatan Helvetia.

Hasibuan, N. E. K., Kep, M., EfrinaSinurat, N. L. R., & Kep, M. (2020). Manajemen Dan Strategi Penyelesaian Masalah Dalam Pelayanan Keperawatan. Ahlimedia Book.

Krisdayanti, W. (2021). Pemanfaatan Aplikasi Mobile Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk Meningkatkan Efektivitas Pelayanan BPJS Kesehatan di Kota Medan.

Kusumawati, E. (2019). Minat Beli Produk Ramah Lingkungan Sebagai Dampak dari Implementasi Green Advertising. Jurnal Kajian Ilmiah, 19(1), 57. https://doi.org/10.31599/jki.v19i1.394

Kusumawati, E. (2022). SCHOOL COMMITTEE PARTICIPATION IN REALIZING THE QUALITY OF EDUCATION. 10(5), 880�886.

Kusumawati, E. (2023). Efektivitas Kerja Guru. JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 6(3), 1487�1492. https://doi.org/10.54371/jiip.v6i3.1578

Listyorini, P. I., & Rosella, L. (2019). Pengaruh Mutu Pelayanan Pendaftaran Rawat Jalan Dengan Kepuasan Pasien Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Puskesmas Gajahan Surakarta. SMIKNAS, 1�11.

Makplus, O. (2015). Definisi dan Pengertian Perilaku Menurut Para Ahli. Diakses Melalui Web: Http://Www. Definisi-Pengertian. Com/2015/07/Definisi-Pengertianperilaku-Menurut-Ahli. Html.

Pakpahan, D. R. (2017). Pengaruh pengetahuan dan sikap terhadap perilaku masyarakat pada Bank Syariah di wilayah kelurahan Sei Sikambing d. At-Tawassuth: Jurnal Ekonomi Islam, 2(2), 345�367.

Pertiwi, M., & Nurcahyanto, H. (2017). Efektivitas program BPJS kesehatan di kota Semarang (studi kasus pada pasien pengguna jasa BPJS kesehatan di puskesmas Srondol). Journal of Public Policy and Management Review, 6(2), 416�430.

Rachmadi, T., & Kom, S. (2020). Pengantar Teknologi Informasi (Vol. 1). Tiga Ebook.

Suharyat, Y. (2009). Hubungan antara sikap, minat dan perilaku manusia. Jurnal Region, 1(3), 1�19.

Tobing, A. M. T. L., Simanjorang, A., & Samsul, D. (2022). Evaluasi pelaksanaan standar pelayanan kefarmasian Puskesmas sesuai Permenkes RI nomor 74 tahun 2016. Jurnal Kesmas Prima Indonesia, 6(1), 38�47.

Vita, N. I. (2021). Komunikasi Terapeutik Dialogis. SCOPINDO MEDIA PUSTAKA.

Widarsa, K. T., Astuti, P. A. S., & Kurniasari, N. M. D. (2022). Metode sampling penelitian kedokteran dan kesehatan. BASWARA PRESS.

Widiastuti, I. (2017). Pelayanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di Jawa Barat. Public Inspiration: Jurnal Administrasi Publik, 2(2), 91�101.

 

 

Copyright holder:

Melly Susanti, Risky Kusuma Hartono, Desy Kartika Ningsih (2023)

 

First publication right:

Jurnal Syntax Transformation

 

This article is licensed under: