Volume 4, No. 4 April 2023
p-ISSN� 2721-3854
| e-ISSN 2721-2769
DOI:
PENGARUH PERSEPSI
MANFAAT, PERSEPSI KEMUDAHAN PENGGUNAAN DAN PERSEPSI RISIKO TERHADAP MINAT MENGGUNAKAN
SHOPEE PAYLATER
Winda Suciani Siregar,
Annio Indah Lestari Nasution, Nurwani
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan,
Indonesia
Email: [email protected],
[email protected], [email protected]
Abstrak:
Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Persepsi Manfaat, Persepsi Kemudahan
Penggunaan dan Persepsi Risiko Terhadap Minat Menggunakan Shopee Paylater Pada
Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sumatera Utara baik secara
parsial maupun secara simultan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini
adalah metode kuantitatif. Populasi penelitian ini dilakukan pada Mahasiswa Fakultas
Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sumatera Utara dengan sampel berjumlah 100
Mahasiswa. Menggunakan data primer dengan penyebaran kuesioner dan metode
analisis regresi berganda dengan menggunakan pengujian hipotesis. Hasil
penelitian ini secara parsial menunjukkan bahwa Persepsi manfaat, Persepsi
Kemudahan Penggunaan dan Persepsi Risiko berpengaruh positif dan signifikan
terhadap minat menggunakan Shopee Paylater pada mahasiswa fakultas ekonomi dan
bisnis islam UIN Sumatera Utara. Kemudian secara simultan Persepsi Manfaat,
Persepsi Kemudahan Penggunaan dan Persepsi Risiko berpengaruh terhadap minat
menggunakan Shopee Paylater Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
UIN Sumatera Utara.
Kata Kunci: Persepsi
Manfaat, Persepsi Kemudahan Penggunaan, Persepsi Risiko, Minat Menggunakan.
Abstract:
This study aims to determine the effect of Perceived Benefit, Perceived
Ease of Use and Perceived Risk on Interest in Using Shopee Paylater in Students
of the Islamic Economics and Business Faculty of UIN North Sumatra, either
partially or simultaneously. The method used in this research is a quantitative
method. The population of this study was conducted on students of the Faculty
of Economics and Islamic Business at UIN North Sumatra with a sample of 100
students. Using primary data by distributing questionnaires and multiple
regression analysis method using hypothesis testing. The results of this study
partially show that Perceived benefits, Perceived Ease of Use and Perceived
Risk have a positive and significant effect on the interest in using Shopee
Paylater among students of the Islamic economics and business faculty of UIN
Sumatra Utara. Then simultaneously Perceived Benefits, Perceived Ease of Use
and Perceived Risk influence the interest in using Shopee Paylater for Students
of the Faculty of Islamic Economics and Business, UIN North Sumatra.
Keywords: Perceived Benefit, Perceived Ease of Use,
Perceived Risk, Interest in Using.
PENDAHULUAN
Gerakan
Nasional Non Tunai (GNNT) dicanangkan pada tahun 2014 oleh Bank Indonesia untuk
mengurangi ketergantungan uang tunai di kalangan masyarakat Indonesia (LCS) (Asja
et al., 2021). Volume dan nilai transaksi mata uang elektronik
akan terus meningkat hingga akhir tahun 2020 sebagai akibat dari perubahan� sistem pembayaran nontunai. Selain itu,
peningkatan transaksi valuta asing ini sejalan dengan Rencana Gerakan Nasional
Non Tunai (GNNT) yang dilaksanakan Bank Indonesia pada tahun 2014. Hal ini
dikarenakan Indonesia memiliki jumlah penduduk yang besar dan pemahaman masyarakat
yang lebih baik tentang keuangan,� yang
dapat mendorong pertumbuhan transaksi uang elektronik. Sebagai teknologi baru,
Uang Elektronik tentunya akan semakin memudahkan pengguna dalam memenuhi
berbagai kebutuhan digital sehari-hari (Halimah
et al., 2022).
Tabel 1. Volume Transaksi Uang Elektronik
|
No. |
Tahun |
Volume Transaksi |
|
1. |
2018 |
7,06 Triliun |
|
2. |
2019 |
12,4 Triliun |
|
3. |
2020 |
47,2 Triliun |
|
4. |
2021 |
145,1 Triliun |
|
5. |
2022 |
163,4 Triliun |
Sumber Bank
Indonesia 2021
Pada tahun 2018,
volume transaksi uang elektronik masyarakat Indonesia mencapai 7,06 triliun dan
diperkirakan akan meningkat menjadi sekitar 12,4 triliun pada tahun 2019. Pada tahun
2020, volume transaksi uang elektronik masyarakat Indonesia diperkirakan akan
meningkat pesat menjadi 47,2 triliun.�
Total nilai transaksi e-elektronik mencapai Rp163,4 triliun sejak 2022
hingga Oktober.� Nilai tersebut melebihi
total nilai transaksi pada tahun 2021 yang mencapai Rp145,1 triliun. Hal ini
menunjukkan bahwa pemanfaatan uang elektronik semakin berkembang karena faktor
dan kondisi yang berbeda (Kusumawati, 2022).
belum lama ini
sistem pembayaran belanja tidak hanya kegiatan transfer, Emoney, dan COD saja,
tetapi sekarang sudah ada sistem pembayaran belanja dulu baru bayar yaitu Shopee
Paylater yang bertujuan agar konsumen mudah berbelanja dan juga mudah melakukan
transaksi.� Shopee Paylater adalah fitur
belanja online baru yang ditawarkan oleh Shopeepay.� Selain suku bunga rendah, mendaftar ke Shopee
Paylater itu sederhana (CLAUDIA et al., 2022).
Shopee PayLater
adalah cara mendapatkan pinjaman instan hingga Rp 750.000 yang memungkinkan
orang membayar sembako tanpa harus menggunakan kartu kredit dalam satu atau dua
atau tiga bulan (Kusumawati, 2017). Pengguna akun Shopee PayLater juga
dapat meminta tambahan satu kali batas. Saat menggunakan Shopee PayLater,
pelanggan akan merasakan keuntungan dan faktor yang diharapkan berguna di masa
depan.
Penelitian ini
mengkaji persepsi manfaat sebagai faktor pertama. Friti Anifa (2020)
mendefinisikan persepsi manfaat sebagai penilaian subjektif pengguna tentang
seberapa besar suatu sistem, seperti sistem pembayaran elektronik, dapat
meningkatkan kinerjanya. Sejauh mana pengguna percaya bahwa menggunakan sistem
akan meningkatkan kinerja mereka dan membuat pekerjaan sehari-hari mereka lebih
mudah. Ada salah satu pengguna Shopee Paylater bernama Devi Afrianti yang
disebut-sebut dalam berita yang ditulis oleh Padamsari dan Cynthia.� Dia menggunakan Shopee untuk mengumpulkan
modal untuk bisnis sate taichannya.� Ia
sering menggunakan fitur Shopee PayLater untuk membeli bahan sate taichan
seperti ayam. Hal ini sejalan dengan temuan RISED yang menemukan bahwa 92
persen responden percaya bahwa layanan paylater berguna untuk mengendalikan
arus kas dan pengeluaran (Hidayat, 2021).
Faktor kedua
adalah persepsi kemudahan penggunaan, atau keyakinan seseorang bahwa
menggunakan teknologi tidak akan merugikan mereka, adalah faktor kunci.
Kemudahan yang dirasakan, menurut definisi, keyakinan tentang proses
pengambilan keputusan. Menurut (Jogianto, 2007), seseorang akan memanfaatkan sebuah
sistem informasi jika ia percaya bahwa itu mudah digunakan.
Faktor ketiga
adalah persepsi risiko. Schiffman dkk, mendefinisikan persepsi risiko sebagai
ketidakpastian yang dirasakan pengguna ketika mereka tidak dapat memprediksi
kemungkinan hasil dari penggunaannya. Konsumen mempersepsikan tingkat risiko
tertentu dalam keputusan pembelian mereka karena hasil dari ini sering keputusan
yang tidak pasti (Yosifa, 2016). Schiffman dkk.� mendefinisikan persepsi risiko sebagai
ketidakpastian yang dialami konsumen ketika mereka tidak dapat memprediksi
kemungkinan hasil dari keputusan mereka. Menurut artikel ada risiko yang harus
diwaspadai jika Anda tidak bisa mengelola uang dengan baik, seperti terjerat
utang atau cicilan yang rumit karena menggunakan fitur PayLater.� Seperti salah satu pengguna Twitter,
@Askrlfess, baru-baru ini ditemukan (Halimah et al., 2022).�
Netizen tersebut meminta maaf karena menggunakan fitur paylater dalam
unggahannya.� [askrl] sob. Jangan
coba-coba aktifkan Paylater, sumpah, maaf ya Tuhan pic.� twitter.com/xzPlXpgsaY.� Ia juga menyertakan tangkapan layar tagihan
paylater mulai dari Rp 500 ribu hingga Rp 1,5 juta per bulan mulai Oktober 2020
hingga Mei 2021. Pengalaman ini merupakan salah satu contoh dari banyak jeratan
utang akibat paylater (Rossa, 2022).
Dari beberapa
pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan layanan Shopee Paylater
terdapat berbagai persepsi dikalangan mahasiswa, sehingga berdasarkan uraian
diatas maka penulis tertarik melakukan penelitian dengan judul �Pengaruh
Persepsi Manfaat, Persepsi Kemudahan Penggunaan, dan Persepsi Risiko Terhadap
Minat Menggunakan Shopee Paylater Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Islam UIN Sumatera Utara".
METODE
Metode
asosiatif dengan pendekatan kuantitatif digunakan untuk desain penelitian.
Untuk menjelaskan hubungan sebab akibat dan pengaruh variabel, metode asosiatif
adalah pendekatan pengujian hipotesis, tujuan penelitian asosiatif adalah untuk
memastikan hubungan atau efek antara dua atau lebih variabel. Populasi
penelitian ini adalah seluruh mahasiswa S1 UIN Sumatera Utara yang berkuliah di
fakultas ekonomi dan bisnis islam sebanyak 4.974 Mahasiswa. Dalam penelitian
ini digunakan sampling acak proporsional. Dengan cara pengambilan sampel dari
populasi secara acak tanpa memperhatikan strata populasi dikenal dengan istilah
proportional random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 100 mahasiswa.
HASIL DAN PEMBAHASAN
HASIL
Karakteristik Responden
Mahasiswa
Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Sumatera Utara dijadikan sampel atau responden
dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan 100 mahasiswa.
Hasil Uji Kualitas Data
Uji validitas
Minat Menggunakan Shopee Paylater
Tabel 4.
menampilkan hasil uji validitas variabel minat menggunakan Shopee Paylater
Tabel 4.Uji Validitas
Minat Menggunakan Shopee Paylater
|
Pernyataan |
r hitung |
t tabel |
Keterangan |
|
1 |
0,430 |
0,194 |
Valid |
|
2 |
0,461 |
0,194 |
Valid |
|
3 |
0,195 |
0,194 |
Valid |
|
4 |
0,286 |
0,194 |
Valid |
|
5 |
0,250 |
0,194 |
Valid |
|
6 |
0,216 |
0,194 |
Valid |
|
7 |
0,210 |
0,194 |
Valid |
|
8 |
0,348 |
0,194 |
Valid |
Sumber: Data Diolah, 2022
Uji Validitas
Persepsi Manfaat
Tabel 5.
menampilkan hasil uji validitas variabel persepsi manfaat:
Tabel 5. Uji Validitas
Persepsi Manfaat
|
Pernyataan |
r hitung |
t tabel |
Keterangan |
|
1 |
0,859 |
0,194 |
Valid |
|
2 |
0,829 |
0,194 |
Valid |
|
3 |
0,886 |
0,194 |
Valid |
|
4 |
0,893 |
0,194 |
Valid |
|
5 |
0,846 |
0,194 |
Valid |
|
6 |
0,716 |
0,194 |
Valid |
|
7 |
0,498 |
0,194 |
Valid |
|
8 |
0,719 |
0,194 |
Valid |
Sumber: Data Diolah, 2022
Uji Validitas
Persepsi Kemudahan Penggunaan
Tabel 4.6
menampilkan hasil uji validitas variabel persepsi kemudahan penggunaan:
Tabel 6. Uji validitas
Persepsi Kemudahan Penggunaan
|
Pernyataan |
r hitung |
t tabel |
Keterangan |
|
1 |
0,383 |
0,194 |
Valid |
|
2 |
0,330 |
0,194 |
Valid |
|
3 |
0,487 |
0,194 |
Valid |
|
4 |
0,424 |
0,194 |
Valid |
|
5 |
0,387 |
0,194 |
Valid |
|
6 |
0,407 |
0,194 |
Valid |
|
7 |
0,301 |
0,194 |
Valid |
|
8 |
0,291 |
0,194 |
Valid |
|
9 |
0,339 |
0,194 |
Valid |
|
10 |
0,344 |
0,194 |
Valid |
Sumber: Data Diolah, 2022
Uji Validitas
Persepsi Risiko
Tabel 4.7
menampilkan hasil uji validitas variabel persepsi risiko:
Tabel 7. Uji validitas Persepsi Risiko
|
Pernyataan |
r hitung |
t tabel |
Keterangan |
|
1 |
0,243 |
0,194 |
Valid |
|
2 |
0,389 |
0,194 |
Valid |
|
3 |
0,268 |
0,194 |
Valid |
|
4 |
0,262 |
0,194 |
Valid |
|
5 |
0,255 |
0,194 |
Valid |
|
6 |
0,310 |
0,194 |
Valid |
|
7 |
0,879 |
0,194 |
Valid |
|
8 |
0,430 |
0,194 |
Valid |
Sumber: Data Diolah, 2022
Uji Realibilitas
Persepsi Manfaat
Hasil uji reabilitas variabel Persepsi Manfaat (
) disajikan �pada tabel 4.8
berikut ini:
Tabel 8. �Uji Realibilitas Persepsi Manfaat
|
Reliability Statistics |
||
|
Cronbach's Alpha |
N of Items |
|
|
,903 |
8 |
|
Sumber: Data Diolah, 2022
Uji Realibilitas
Persepsi Kemudahan Penggunaan
Hasil uji reabilitas variabel persepsi kemudahan (
)� disajikan pada tabel 4.9 berikut
ini:
Tabel 9. Uji Realibilitas Persepsi Kemudahan
|
Reliability Statistics |
||
|
Cronbach's Alpha |
N of Items |
|
|
,925 |
10 |
|
Sumber: Data Diolah, 2022
Uji Realibilitas
Persepsi Risiko
Hasil uji reabilitas variabel persepsi risiko (
) disajikan pada tabel 4.10
berikut ini:
Tabel 10. Uji Realibilitas Persepsi Risiko
|
Reliability Statistics |
||
|
Cronbach's Alpha |
N of Items |
|
|
,839 |
8 |
|
Sumber: Data Diolah, 2022
Uji Realibilitas
Minat Menggunakan E-Money
Hasil uji reabilitas variabel Minat Menggunakan Shopee Paylater (Y) disajikan
pada tabel 4.11 berikut ini:
Tabel 11. Uji
Realibilitas Minat Menggunakan Shopee Paylater
|
Reliability Statistics |
|
|
|
Cronbach's Alpha |
N of Items |
|
|
,879 |
8 |
|
Sumber: Data Diolah, 2022
Uji Normalitas
Tabel 12. Uji Kolmogorov Smirnov One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
|
|
|||
|
|
Unstandardized Residual |
||
|
N |
100 |
||
|
Normal Parametersa,b |
Mean |
,0000000 |
|
|
Std. Deviation |
6,05413174 |
||
|
Most Extreme Differences |
Absolute |
,106 |
|
|
Positive |
,057 |
||
|
Negative |
-,106 |
||
|
Test Statistic |
,106 |
||
|
Asymp. Sig. (2-tailed) |
,200c |
||
|
a. Test distribution is
Normal. |
|
||
|
b. Calculated from
data. |
|
||
|
c. Lilliefors
Significance Correction. |
|
||
Sumber: Data Diolah, 2022
Berdasarkan tabel
4.12, uji normalitas Kolmogrov-Smirnov menghasilkan nilai 0,200 yang
menunjukkan lebih besar dari 0,05. Oleh karena itu, data lolos uji normalitas
dan berdistribusi normal.
Gambar 1. Diagram P-P
Plot Variabel

Sumber: Data Diolah, 2022
Gambar 2. Grafik Histogram

Uji
Multikolinieritas
Tujuan uji
multikolinearitas adalah untuk mengetahui apakah model regresi mengidentifikasi
variabel independen atau korelasional (Brahmanta & Wardhani, 2021). Jika nilai tolerance lebih besar
dari 0,10 atau nilai VIF kurang dari 10, model regresi tidak menunjukkan
multikolinearitas. Tabel 4.13 menunjukkan bagaimana SPSS 22 untuk Windows
digunakan selama uji multikolinearitas.
Tabel 4.13. Uji Multikolinearitas Coefficientsa
|
|
|
||||||||||
|
Model |
Unstandardized
Coefficients |
Standardized
Coefficients |
T |
Sig. |
Collinearity Statistics |
||||||
|
B |
Std. Error |
Beta |
Tolerance |
VIF |
|
||||||
|
1 |
(Constant) |
9,455 |
4,042 |
|
2,339 |
,021 |
|
|
|
||
|
Persepsi
Manfaat |
,239 |
,104 |
0,241 |
2,300 |
,000 |
,767 |
1,304 |
|
|||
|
Persepsi
Kemudahan Penggunaan |
,229 |
,092 |
0,262 |
2,487 |
,000 |
,757 |
1,321 |
|
|||
|
Persepsi Risiko
|
,056 |
,100 |
0,051 |
2,557 |
,000 |
,985 |
1,015 |
|
|||
|
a. Dependent Variable: Minat Menggunakan Shopee Paylater |
|
||||||||||
Sumber: Data
Diolah, 2022
Berdasarkan tabel
4.13, nilai toleransi untuk variabel manfaat yang dirasakan, kenyamanan yang
dirasakan, dan persepsi risiko adalah 0,767, yang menunjukkan bahwa nilai
toleransi lebih besar dari 010. Variabel manfaat yang dirasakan, kenyamanan
yang dirasakan, dan persepsi risiko masing-masing memiliki VIF nilai 1,304,
atau 10. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa multikolinearitas antar
variabel bukan merupakan suatu tanda.
Uji Heteroskedastisitas
Tabel 14. Uji Heteroskedasita Coefficientsas
|
|
|
||||||
|
Model |
Unstandardized
Coefficients |
Standardized
Coefficients |
T |
Sig. |
|||
|
B |
Std. Error |
Beta |
|||||
|
1 |
(Constant) |
2,393 |
2,600 |
|
,920 |
,360 |
|
|
Persepsi
Manfaat |
,005 |
,067 |
,008 |
,071 |
,944 |
||
|
Persepsi
Kemudahan Penggunaan |
,003 |
,059 |
,007 |
,056 |
,955 |
||
|
Persepsi Risiko
|
,073 |
,064 |
,116 |
1,136 |
,259 |
||
|
a. Dependent Variable: res2 |
|
||||||
Sumber: Data
Diolah, 2022
Bedasarkan hasil Spss 25 terlihat bahwa nilai persepsi manfaat sebesar
0.944 (>0,05), nilai persepsi kemudahan 0,955(>0,05), nilai persepsi
risiko 0,259 (>0,05), Maka mengidentifikasikan bahwa data tidak
mengandung� masalah heteroskedasitas dan
lolos uji gletser.
Uji Regresi Linier
Berganda
Analisis regresi berganda digunkan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh
antara persepsi manfaat(
), persepsi
kemudahan penggunaan (
) dan persepsi
risiko (
) terhadap Minat
menggunakan Shopee paylater (Y). Adapun hasil regresi linear berganda dapat
dilihat pada tabel 4.14 berikut ini:
Tabel 15. Hasil Uji Regresi Linier Berganda Coefficientsa
|
|
|||||||
|
Model |
Unstandardized Coefficients |
Standardized Coefficients |
T |
Sig. |
|
||
|
B |
Std. Error |
Beta |
|
||||
|
1 |
(Constant) |
9,455 |
4,042 |
|
2,339 |
,021 |
|
|
Persepsi
Manfaat |
,239 |
,104 |
0,241 |
2,300 |
,000 |
|
|
|
Persepsi
Kemudahan Penggunaan |
,229 |
,092 |
0,262 |
2,487 |
,000 |
|
|
|
Persepsi Risiko
|
,056 |
,100 |
0,051 |
2,557 |
,000 |
|
|
|
a. Dependent Variable: Minat Menggunakan Shopee Paylater |
|||||||
Sumber: Data
Diolah, 2022
Berdasarkan Tabel 4.15 di atas dapat diperoleh model penelitian
sebagai berikut:
Y = 9,455 + 0,239 X1 + 0,229 X2 + 0,056 X3 +
e
Berikut adalah
penjelasan dari nilai model di atas:
1. α = �9,455. Nilai konstanta α
sebesar 9,455 menjelaskan bahwa apabila variabel bebas persepsi manfaat(
), persepsi
kemudahan (
) dan persepsi
risiko (
) tetap atau
tidak dinaikkan maka tingkat pengaruh Minat menggunakan Shopee Paylater (Y) adalah 9,455.
2. β1=
0,239. Koefisien X1 sebesar 0,239, menunjukkan bahwa variabel X1 berpengaruh
positif terhadap Y. Hal ini menunjukkan bahwa minat menggunakan Shopee Paylater
meningkat sebesar 0,239 untuk setiap kenaikan satu unit variabel manfaat yang
dirasakan.
3. β2 = 1,019.
Koefisien X2 sebesar 0,229 menunjukkan bahwa variabel X2 berpengaruh positif
terhadap Y. Hal ini menunjukkan bahwa minat menggunakan Shopee Paylater naik
sebesar 0,229 untuk setiap kenaikan satu satuan variabel persepsi kenyamanan.
4. β3= 0,056.
Koefisien X3 sebesar 0,056 yang menunjukkan bahwa variabel X3 berpengaruh
positif terhadap Y. Hal ini menunjukkan bahwa minat menggunakan Shopee Paylater
meningkat sebesar 0,056 untuk setiap kenaikan satu unit variabel persepsi
risiko.
PEMBAHASAN
Pengaruh Persepsi
Manfaat Terhadap Minat Menggunakan Shopee Paylater
Berdasarkan
temuan parsial penelitian ini, persepsi manfaat berpengaruh positif signifikan
terhadap minat mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sumatera Utara.
Variabel persepsi manfaat memiliki nilai sig 0,000<0,05 dan nilai t-hitung
2,300 > t-tabel 1,988 (Brahmanta & Wardhani, 2021).�
Artinya mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sumatera Utara
percaya bahwa layanan Shopee Paylater bermanfaat dan menguntungkan bagi mereka,
dikarenakan dengan adanya layanan ini mereka tetap dapat membeli barang yang
mereka butuhkan walaupun sedang tidak memiliki uang dan memilih metode beli
dahulu, bayar nanti dengan tenggang waktu minimal 1 bulan (Yosifa, 2016). Dimana persepsi manfaat
didefinisikan sebagai keyakinan seseorang bahwa menggunakan teknologi tertentu
akan meningkatkan kinerjanya. Temuan penelitian ini sejalan dengan temuan, yang
menemukan bahwa persepsi manfaat berpengaruh positif dan signifikan terhadap
minat menggunakan (E-MONEY, n.d.).
Pengaruh Persepsi
Kemudahan Penggunaan Terhadap Minat
Menggunakan Shopee Paylater
Berdasarkan
temuan parsial penelitian ini, persepsi kemudahan penggunaan berpengaruh
positif signifikan terhadap minat mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
UIN Sumatera Utara (Rohmatul, 2020). Variabel persepsi kemudahan
penggunaan memiliki nilai sig.� sebesar
0,000 < 0,05 dan nilai t hitung sebesar 2,487 > t tabel sebesar
1,988.� Artinya mahasiswa Fakultas
Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sumatera Utara meyakini layanan Shopee Paylater
sederhana dan mudah dipahami maka akan berminat dan selalu menggunakan Shopee
Paylater untuk melakukan transaksi. Temuan penelitian
ini sependapat dengan yang menemukan bahwa persepsi manfaat berpengaruh positif
dan signifikan terhadap minat menggunakan. Lebih lanjut, penelitian ini bertentangan
dengan temuan Saputri dan �(Utami, 2020)yang menemukan bahwa persepsi
kemudahan penggunaan berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap minat
masyarakat menggunakan fasilitas e-banking bank syariah (Sati & Ramaditya, 2020).
Pengaruh Persepsi
Risiko Terhadap Minat Menggunakan Shopee Paylater
Berdasarkan
temuan parsial penelitian ini, persepsi risiko berpengaruh positif signifikan
terhadap minat mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sumatera Utara.
Variabel persepsi risiko memiliki nilai sig. sebesar 0,000< 0,05, dan nilai
t hitung sebesar 2,557 > nilai t tabel sebesar 1,988 (Vanesa et al., 2020).�
Artinya, persepsi risiko ini akan mempengaruhi jumlah informasi yang
akan dicari oleh mahasiswa Fakultas Ekonomi daan Bisnis Islam UIN Sumatera
Utara. Semakin besar persepsi risiko maka akan semakin banyak informasi yang
akan dicari sebelum mahasiswa berminat menggunakan Shopee Paylater (Safira, 2022). Hal ini terjadi karena prinsipnya
mahasiswa termotivasi untuk menghindari risiko yang dirasakan tentu akan sangat
dipengaruhi oleh pengetahuan mengenai risiko tersebut yang tersimpan didalam
memorinya. Persepsi risiko didefinisikan sebagai persepsi pelanggan tentang
ketidakpastian dan konsekuensi yang tidak menguntungkan ketika melakukan
aktivitas tertentu.� Temuan penelitian
ini sejalan dengan temuan yang menemukan bahwa persepsi manfaat berpengaruh
positif dan signifikan terhadap minat menggunakan. Lebih lanjut, penelitian ini
bertentangan dengan temuan penelitian (Vanesa et al., 2020). menyatakan bahwa persepsi risiko
berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap minat menggunakan.
Pengaruh Persepsi
Manfaat, Persepsi Kemudahan dan Persepsi Risiko Terhadap Minat Menggunakan Shopee Paylater.
Temuan penelitian
ini juga menunjukkan bahwa variabel Persepsi Manfaat, Persepsi Kemudahan, dan
Persepsi Risiko semuanya berpengaruh terhadap minat menggunakan Shopee Paylater
secara bersamaan.� Koefisien determinasi
pada kolom R Square sebesar 0,667 yang menunjukkan bahwa persepsi manfaat (X1),
persepsi kenyamanan (X2), dan persepsi risiko (X3)
memiliki pengaruh 70% terhadap variabel Minat menggunakan Shopee Paylater,
sedangkan sisanya 30% dipengaruhi oleh variabel yang tidak dijelaskan dalam
penelitian ini (NURIYUHA, 2022).
Minat mahasiswa
dalam menggunakan Shopee Paylater dapat dipengaruhi oleh manfaat yang
dirasakan. Mahasiswa lebih cenderung berminat menggunakan Shopee Paylater, jika
mereka yakin itu akan berdampak positif pada kinerja mereka. Kemudahan
penggunaan yang dirasakan dapat mempengaruhi minat mahasiswa terhadap Shopee
Paylater (Syukriyyah & Karyaningsih, 2023).�
Semakin besar persepsi seseorang terhadap kemudahan penggunaan, maka
semakin besar pula minat mereka untuk menggunakan Shopee Paylater, karena
mahasiswa percaya bahwa menggunakan Shopee Paylater itu sederhana. Minat
mahasiswa terhadap Shopee Paylater dapat dipengaruhi oleh persepsi mahasiswa
terhadap risiko. Karena mahasiswa terus memikirkan risiko yang mungkin dialami
sebagai akibat dari ketidakpastian dan akibat negatif lainnya, maka semakin
tinggi persepsi mahasiswa terhadap risiko maka semakin rendah minat mahasiswa
terhadap menggunakan Shopee Paylater. Persepsi manfaa,
persepsi kemudahan penggunaan dan persepsi risiko berpengaruh positif dan
signifikan terhadap minat menggunakan (Vanesa et al., 2020).
KESIMPULAN
SDM
(petugas pendaftaran) masih terdapat hambatan dalam segi kuantitas sumber daya
manusia. Teknologi, SIM RS dan Sistem JKN belum bridging, kecepatan jaringan
menjadi keluhan para petugas pendaftaran dan pasien yang berimbas pada lamanya
proses pendaftaran pasien jaminan kesehatan nasional dan mengakibatkan antrian
panjang. Penyediaan fasilitas ketersediaan tempat yang nyaman bagi para pasien
jaminan kesehatan nasional bisa dikatan bagus. Hal tersebut dibuktikan dari
temuan bahwa tempat duduk yang disediakan sudah ada dan terdapat tempat duduk
cadangan serta dilengkapi dengan fasilitas toilet khusus untuk difabel.
BIBLIOGRAFI
Asja, H.
J., Susanti, S., & Fauzi, A. (2021). Pengaruh Manfaat, Kemudahan, Dan
Pendapatan Terhadap Minat Menggunakan Paylater: Studi Kasus Masyarakat Di Dki
Jakarta. Jurnal Akuntansi, Keuangan, Dan Manajemen, 2(4),
309�325.
Brahmanta, G. P., & Wardhani, N. I. K. (2021). Pengaruh Persepsi
Kebermanfaatan, Kemudahan, Risiko Terhadap Minat Menggunakan Ulang Shopeepay Di
Surabaya. Sains Manajemen: Jurnal Manajemen Unsera, 7(2), 97�108.
Claudia, C., Anita, E., & Fusfita, N. (2022). Pengaruh Persepsi
Risiko Dan Pengetahuan Mahasiswa Terhadap Minat Investasi Saham Syariah (Studi
Kasus Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam). Uin Sulthan Thaha
Saifuddin Jambi.
E-Money, M. L. (N.D.). Pengaruh Persepsi Kemanfaatan, Persepsi Kemudahan
Penggunaan, Persepsi Resiko Terhadap Minat.
Halimah, H., Sudiarti, S., & Harahap, M. I. (2022). Perilaku Impulse
Buying Generasi Milenial Pada Fintech Ovo Dan Go-Pay Perspektif Maqashid
Syariah. Co-Value: Jurnal Ekonomi, Koperasi & Kewirausahaan, 13(2),
70�79.
Jogianto. (2007). Sistem Informasi Keperilakuan. Andi Offset.
Kusumawati, E. (2017). Dan Teknologi Komputer Iklim Etika , Ethical
Behavior Planned. 2(2), 156�164.
Kusumawati, E. (2022). Analisis Swot Faktor Penyebab Penurunan Jumlah
Peserta Didik Lembaga Paud Di Kabupaten Bogor. Tarbiatuna: Journal Of
Islamic Education Studies, 2(2), 88�96.
Https://Doi.Org/10.47467/Tarbiatuna.V2i2.660
Nuriyuha, A. S. (2022). Pengaruh Persepsi Kemudahan, Persepsi
Kepercayaan, Dan Persepsi Risiko Terhadap Minat Masyarakat Dalam Menggunakan
E-Wallet (Shopeepay) Di Yogyakarta (Studi Kasus Mahasiswa Yogyakarta Pengguna
Shopeepay).
Rohmatul, H. (2020). Tinjauan Hukum Islam Terhadap Praktik Kredit
Shopee Paylater Dari Marketplace Shopee. Iain Purwokerto.
Rossa, A. (2022). Pengaruh Persepsi Kemudahan Penggunaan, Kepercayaan,
Risiko Dan Keamanan Terhadap Impulse Buying Pengguna Spaylater (Shopee
Paylater) Di Jadetabek. Seminar Nasional Akuntansi Dan Manajemen Pnj, 3.
Safira, B. (2022). Literasi Keuangan, Efikasi Keuangan, Dan Pengalaman
Keuangan Terhadap Perilaku Manajemen Keuangan Pengguna Spaylater Dki Jakarta. Jurnal
Administrasi Profesional, 3(2), 25�35.
Sati, R. A. S., & Ramaditya, B. B. A. (2020). Pengaruh Persepsi
Manfaat, Persepsi Kemudahan Penggunaan, Kepercayaan Dan Persepsi Risiko
Terhadap Minat Menggunakan E-Money (Studi Kasus Pada Konsumen Yang Menggunakan
Metland Card)/Effect Of Perception Of Benefits, Easy Perception Of Use, Trust
And Risk. Pengaruh Persepsi Manfaat, Persepsi Kemudahan Penggunaan,
Kepercayaan Dan Persepsi Risiko Terhadap Minat Menggunakan E-Money (Studi Kasus
Pada Konsumen Yang Menggunakan Metland Card).
Syukriyyah, S., & Karyaningsih, K. (2023). Pengaruh Promosi Penjualan,
Persepsi Manfaat Dan Persepsi Kemudahan Terhadap Minat Menggunakan E-Wallet
Shopeepay Pada Mahasiswa Universitas Singaperbangsa Karawang. Transformasi
Manageria: Journal Of Islamic Education Management, 3(1), 263�287.
Utami, A. P. (2020). Pengaruh Persepsi Kemudahan Penggunaan, Kegunaan
Dan Keamanan Terhadap Minat Penggunaan Ovopaylater (Studi Pada Mahasiswa Di Dki
Jakarta). Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Jakarta.
Vanesa, U., Dja�far, H., & Khairiyani, K. (2020). Pengaruh Persepsi
Manfaat, Persepsi Kemudahan Penggunaan, Dan Persepsi Risiko Terhadap Minat
Menggunakan Ovo Pada Mahasiswa Febi Uin Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Uin
Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.
Yosifa, M. (2016). Hubungan Antara Dimensi-Dimensi Persepsi Risiko
Berbelanja Online Dan Niat Membeli Produk Fashion Pada Wanita Dewasa Awal. Skripsi,
Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Yogyakarta.
|
Copyright
holder: Winda Suciani
Siregar, Annio Indah Lestari Nasution, Nurwani (2023) |
|
First
publication right: |
|
This
article is licensed under: |