|
Jurnal
Syntax Transformation |
Vol. 1
No. 5, Juli 2020 |
|
p-ISSN :
2721-3854 e-ISSN : 2721-2769 |
Sosial
Sains |
INFLASI DITENGAH PANDEMI DALAM PERSPEKTIF ISLAM
Wafa Raihany Salam
Sekolah
Tinggi Ekonomi Islam SEBI
Email:
[email protected]
|
INFO
ARTIKEL |
ABSTRAK |
|
Diterima 2 Juli 2020 Diterima dalam bentuk revisi 15 Juli 2020 Diterima dalam bentuk revisi 20 Juli 2020 |
Penelitiann ini bertujuan untuk mengetahui dampak pandemi covid-19 terhadap perekonomian di
Indonesia, terutama pada kenaikan
tingkat inflasi. Memperhatikan banyaknya sumber daya manusia
yang terkena pemutusan hubungan kerja, penurunan gaji besar-besaran, rusaknya hasil pertanian, perternakan dan perikanan membuat sumber daya alam menjadi
terbatas namun permintaan terus bertambah. Selain itu, bersaingnya nilai mata uang
rupiah terhadap nilai uang dolar amerika.
Dalam penelitian ini kami menggunakan inflasi dari perspektif islam. Inflasi dalam perspektif Islam terbagi menjadi dua yaitu
natural inflation dan human error inflation. Natural inflation merupakan inflasi yang diakibatkan oleh faktor alam dan kejadiannya di luar kuasa manusia.
Sedangkan human error inflation merupakan
inflasi yang diakibatkan karena kesalahan manusia, kesalahan itu antara lain korupsi dan administrasi yang buruk, pajak yang berlebihan, peningkatan sirkulasi mata uang fulus. |
|
Kata kunci: Dampak inflasi
ditengah pandemic; Inflasi
dalam perspektif islam;Inflasi ditengah pandemic dalam islam. |
Pendahuluan
Inflasi yang terjadi di
Negara-negara ditentukan oleh berbagai
faktor yang mempengaruhinya,
jika ditinjau menurut pengertiannya inflasi adalah penurunan nilai mata uang yang berlaku di suatu Negara dibandingkan dengan komoditi seperti emas atau kurs
mata uang asing. Inflasi ini harus selalu
dijaga kestabilannya
minimal mencapai sekecil mungkin tingkat inflasinya �(Rusmadi, 2017).
Inflasi merupakan fenomena ekonomi yang sangat diperhatikan oleh semua negara didunia, termasuk Indonesia. Inflasi adalah kenaikan harga-harga secara umum. Inflasi ini
menyebabkan orang lebih memilih alternatif aktifitas bekerja daripada berinvestasi pada lembaga-lembaga keuangan dan investasi. Hal ini terjadi karena inflasi mengakibatkan 3 hal, yaitu (1) lemahnya efisiensi dan produktifitas produksi (2) kenaikan biaya modal (3) ketidakjelasan ongkos dan pendapatan di masa yang akan datang.
Saat ini dunia termasuk indonesia sedang
mengalami pandemi virus covid 19 atau lebih dikenal dengan virus corona. Severe
acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang lebih
dikenal dengan nama virus corona adalah jenis baru dari coronavirus yang
menular ke manusia. Virus tersebut dapat menyerang siapapun, baik bayi,
anak-anak, dewasa, lansia, ibu hamil, maupun ibu menyusui. Infeksi virus ini telah
diberi nama oleh WHO untuk penyakit tersebut yaitu COVID-19 serta pertama kali
ditemukan di kota Wuhan, Cina, pada akhir Desember 2019 (Santi Puspa Ariyani dan Santosa, 2020).
Severe acute respiratory syndrome
coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang lebih dikenal dengan
nama virus corona adalah jenis baru dari coronavirus yang
menular ke manusia. Virus tersebut dapat menyerang siapapun, baik bayi,
anak-anak, dewasa, lansia, ibu hamil, maupun ibu menyusui. Infeksi virus ini
telah diberi nama oleh WHO untuk penyakit tersebut yaitu COVID-19 serta pertama
kali ditemukan di kota Wuhan, Cina, pada akhir Desember 2019. Virus ini menular
secara cepat serta sudah menyebar ke wilayah lain di Cina juga sejumlah negara,
termasuk Indonesia. Coronavirus ialah kumpulan virus yang
dapat menginfeksi sistem pernapasan (Yuyun Nailufa, 2020).
Pandemi berarti terjadinya wabah suatu penyakit yang menyerang banyak korban, serempak di berbagai negara. Sementara Covid-19 adalah penyakit menular pada hewan dan manusia yang disebabkan oleh suatu kelompok virus. Pandemic Covid-19 menrupakan
wabah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus.
Dengan adanya pandemic covid-19 ini, pemerintah republik Indonesia membuat peraturan yakni menyuruh masyarakat Indonesia untuk terus berdiam
diri dirumah dan tidak keluar rumah
serta melakukan PSBB untuk menjaga jarak.
Hal ini mengakibatkan masyarakat tidak bisa keluar rumah
untuk melakukan aktifitas seperti biasanya, seperti berdagang, bertani, berternak, dan lain sebagainya.
Sumber daya
manusia merupakan bagian penting dalam aktivitas kerja. Karena hal tersebut berhubungan dengan masalah kualitas kerja dan pencapaian kerja. Cara yang
paling mudah untuk investasi bagi perusahaan adalah dengan proses pengembangan sumber daya manusia
(Saridawati, 2020). �
Sumber daya
manusia dipandang sebagai aset perusahaan
yang penting, karena manusia merupakan sumber daya yang dinamis dan selalu dibutuhkan dalam setiap proses produksi barang maupun jasa (Irma
Suwaning Dyastuti dan Sarsono, 2020).
Sumber daya alampun
terbengkalai dan tidak terurus, export importpun terhambat, nilai tukar mata uang
rupiah terhadap mata uang dolar Amerika Serikat pun turun, banyaknya berusahan menurunkan gaji karyawannya dan banyak perusahaan yang PHK karyawannya, sehingga masyarakatpun menganggur, sedangkan tingkat pengangguran adalah salah satu simbol dari rendahnya
produksi nasional yang dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi.
Rendahnya produksi nasional mengakibatkan kenaikan harga, kenaikan harga akan menyulitkan masyarakat terutama mereka yang berpenghasilan rendah dan yang berpenghasilan tetap. Jumlah uang
yang sama diperoleh jumlah barang yang lebih sedikit dibandingkan
sebelumnya.
Tingkat persaingan dalam dunia bisnis menuntut setiap pemasar untuk mampu
melaksanakan kegiatan pemasarannya dengan lebih efektif dan efisien. pemasaran tersebut membutuhkan sebuah konsep pemasaran
yang mendasar sesuai dengan kepentingan pemasar dan kebutuhan serta keinginan pelanggan (Hardiyanto, 2020).
Pemikir ekonomi
Islam, Al-Maqrizi mengklasifikasikan
inflasi menjadi dua faktor penyebab
yaitu natural inflation (inflasi
alamiah) dan human error inflation (inflasi disebabkan kesalahan manusia). Inflasi dapat memicu
krisis ekonomi, Menurut Al-Maqrizi, krisis ekonomi ini terjadi disebabkan
oleh tiga alasan: yaitu, korupsi politik, meningkatnya harga tanah, sirkulasi
jumlah uang beredar.
Adapun natural inflasi sulit
untuk dihindarkan oleh manusia. Menurut Al-Maqrizi, saat suatu
bencana alam atau wabah penyakit
terjadi, berbagai bahan makanan dan hasil bumi lainnya
mengalami gagal panen, sehingga persediaan barang- barang tersebut mengalami penurunan yang sangat drastis dan terjadi kelangkaan. Sedangkan faktor determinan inflasi karena kesalahan manusia (human error), yaitu korupsi dan administrasi yang buruk, pajak yang berlebihan, dan peningkatan sirkulasi mata uang fulus. Maka
dari itu, inflasi dapat diminimalisir
melalui pembenahan faktor human error seperti korupsi, dan sirkulasi mata uang (JUB).
Metode Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif yaitu dengan menggambarkan
data yang diperoleh secara langsung. Data yang digunakan
oleh penulis adalah data sekunder yang diperoleh melalui pendekatan studi literatur, yang relevan yang tersedia dalam buku, jurnal,
sumber internet, dan sebagainya
yang berkaitan dengan inflasi dalam perspektif
islam dan dampak pandemic
covid-19 pada ekonomi di Indonesia.
�
Hasil dan Pembahasan
Penyebab inflasi terjadi
pada masa pandemic ini adalah,
pertama natural inflation, yakni
inflasi yang diakibatkan
oleh sebab-sebab alamiah dimana manusia tidak mempunyai kendali atasnya (dalam hal mencegah),
inflasi ini adalah inflasi yang di akibatkan oleh turunnya Penawaran Agregatif (AS) atau naiknya Permintaan
Agregatif (AD). Diakibatkan
turunnya tingkat produksi (Agregate Supply [AS]) karena terjadinya paceklik, perang, embargo atau boikot.
Hal ini
pernah terjadi pada masa pemerintahan khalifah Umar bin
Khattab yaitu pada saat terjadi paceklik yang mengakibatkan kelangkaan gandum, dapat digambarkan
pada grafik kurva AS bergeser ke kiri,
yang kemudian mengakibatkan
naiknya tingkat harga-harga. Yang dilakukan Khalifah Umar bin Khattab r.a. terhadap adalah melakukan impor gandum dari Fustat�Mesir sehingga penawaran Agregatif (AS) barang di pasar kembali naik yang
kemudian berakibat pada turunnya tingkat harga-harga.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksikan sebesar 5,04 persen pada tahun 2020, keterlambatan ini diakibatkan wabah virus corona
yang menyebabkan pelemahan perekonomian ditiongkok mengalami kontraksi yang kemudian disusul� dengan
kebijakan pemerintahan
Indonesia tentang upaya pembatasan ekspor-impor ketiongkok.� Pertumbuhan ekonomi di Indonesia terkoreksi sebesar 0,19 persen hingga 0,29 persen. Pertumbuhan akan berada diangka
4,84 persen untuk kasus moderat dan hanya mencapat 4,74 persen jika kepanikan
terus meluas, namun angkat tersebut
baru dampak pada putaran pertama saja.
Sector pariwisata
menjadi pertama kali yang terdampak dengan mencapai potensi kerugian pendapatan devisa mencapai angka 2M USD. Diakibatkan larangan pemerintah untuk melakukan perjalanan keluar negeri dan penutupan beberapa sector pariwisata sehingga berkurangnya wisatawan mancanegara.
Sector perdagangan
Indonesia juga diprediksi mengalami
sejumlah kontraksi, sekitar 495 jenis komoditas dengan tujuan ekspor dan impor dan sekitar 499 jenis komoditas diperkirakan menyusut atau menghilang dari pasar Indonesia. Produk yang
merupakan barang konsumsi strategis akan memiliki implikasi
serius terhadap inflasi di Indonesia. Langkah strategis
yang harus digunakan untuk mereduksi dampak negative pelemahan ekonomi adalah memberikan kelonggaran kepada UMKM yang hal ini dikarenakan produksi menurun, barang langka dan harga barang teru
meningkat sehingga menimbulkan inflasi. Kenaikan harga barang disertai dengan pendapatan yang menurun juga mempengaruhi daya beli masyarakat
berdampak.
Selain itu, kepanikan
dimasyarakat melalui tersebarnya melalui teknologi membuat pola perilaku juga berubah, yang membuat ketimpangan antara permintaan dan penawaran.
Masalah kemiskinan merupakan masalah yang kompleks dan bersifat multidimensional yang berkaitan
dengan aspek sosial, budaya, ekonomi dan lain sebagainya (Sopah et al.,
2020). �
Ekonomi global juga mengalami krisis akibat pandemic sehingga penurunnya indeks bursa saham, hingga nilai tukar
rupiah terhadap dolar AS
pun melemah diakibatkan banyaknya investor asing meninggalkan pasar keuangan
Indonesia sehingga mempengaruhi
perekonomian dalam negeri. Penguatan dolar AS terjadi karena kepanikan dipasar global serta bergejolaknya pasar minyak, kemungkinan nilai tukar rupiah akan terus melemah.
Resiko terhadap kesehatan
semakin tinggi dan secara ekonomi akan mempengaruhi tingkat produktifitas biaya perawatan yang tinggi bagi pekerja
yang terdampak. Selain itu upaya lock down juga membuat laju perekonomian
semakin berat. Tingkat konsumsi melemah, pasokan pangan dan kebutuhan menurun menimbulkan kelangkaan barang.
Upaya agar pertumbuhan ekonomi agar tetap lancar, pemerintah Indonesia telah mengeluarkan 3 stimulus yakni, stimulus fiscal, non-fiskal
dan sector ekonomi. Ketiga
stimulus tersebut berkaitan
dengan kebutuhan masyarakat dalam bidang usaha, pajak,
dan sebagainya
1.
Stimulus fiskal untuk
mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Seperti:
a.
Pembebasan sementara pajak
penghasilan atau PPh� pasal 21 selama 6 bulan untuk industri pengolahan. Hal ini dapat mempertahankan daya beli pekerja
yang bekerja disektor industri. Peraturan ini mulai berlaku
bulan April hingga
September 2020.
b.
Penundaan pembayaran penghasilan
impor atau PPh pasal 22 selama
6 bulan. Peraturan Ini mulai berlaku
bulan April hingga
September 2020.
c.
Pengurangan pajak PPh
pasal 25 sebesar 60 % selama 6 bulan. Peraturan ini mulai
berlaku bulan April hingga September 2020. Hal ini diharapkan dapat memberikan ruang cash flow bagi industri dengan
penundaan pajak, berlaku mulai bulan
April hingga September 2020
d.
Pembebasan pajak restoran
dan hotel selama 6 bulan. Kebijakan tersebut diberlakukan untuk 10 destinasi wisata dan 33 kota dan kabupaten. Peraturan ini mulai
berlaku bulan April hingga September 2020.
e.
Percepatan penyaluran untuk
bantuan sosial, subsidi untuk perumahan
rakyat serta implementasi kartu pekerja.
f.
Diskon tiket penerbangan
hingga 50 % untuk setiap 25 kursi bagi pesawat dan dari dan menuju 10 tempat wisata utama.
g.
Asuransi dan santunan bagi
para tenaga medis yang menangani pasien-pasien yang terjangkit wabah virus corona.
h.
Relaksasi restitusi untuk
pajak pertambahan nilai atau PPN dipercepat selama 6 bulan. Hal ini diharapkan dapat membantu likuiditas perusahaan dampak dari pandemi Covid-19.
2.
Stimulus Non Fiskal yang berkaitan dengan ekspor dan impor, seperti:
a.
Percepatan proses ekspor dan impor bagi para pelaku usaha yang memiliki reputasi baik.
b.
Proses percepatan ekspor impor dengan
national logistic system.
c.
Penyederhanaan atau pengurangan
larangan terbatas untuk kegiatan ekspor sehingga dapat membuat kegiatan
ekspor berjalan lancar dan meningkatkan daya saing ekspor.
d.
Penyederhanaan atau pengurangan
larangan terbatas impor bagi perusahaan
yang berstatus sebagai produk pangan yang strategis, produsen dan komoditi holtikultura, obat, bahan obat
dan makanan.
3.
Stimulus Untuk Sektor
Keuangan, ��seperti:
a.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan relaksasi atau kelonggaran bagi emiten untuk
melakukan buy-back saham tanpa melalui mekanisme
rapat umum pemegang saham.
b.
Relaksasi atau kelonggaran
restrukturisasi kredit
c.
Relaksasi pembayaran untuk
iuran program jaminan sosial pada tenaga kerja yang bekerja disektor yang terkena dampak Covid-19
d.
Ketentuan BI untuk underlying transaksi bagi para investor asing diperluas, sehingga mampu memberikan alternatif untuk melindungi nilai kurs rupiah.
e.
Penurunan pada suku bunga
acuan Indonesia 50 BPS dan giro
wajib minimum Rupiah maupun
valuta asing.
Kesimpulan
Hal ini terjadi karena inflasi mengakibatkan 3 hal, yaitu (1) lemahnya efisiensi dan produktifitas produksi (2) kenaikan biaya modal (3)ketidakjelasan ongkos dan pendapatan di masa
yang akan datang. Al-Maqrizi mengklasifikasikan inflasi menjadi dua faktor penyebab
yaitu natural inflation (inflasi
alamiah) dan human error inflation (inflasi disebabkan kesalahan manusia). Menurut Al-Maqrizi, natural inflasi sangat sulit untuk dihindarkan
manusia, menurutnya natural
inflasi terjadi saat suatu bencana
alam atau wabah penyakit terjadi, berbagai bahan makanan dan hasil bumi lainnya
mengalami gagal panen, sehingga persediaan barang- barang tersebut mengalami penurunan yang sangat drastis dan terjadi kelangkaan.
Hal ini pernah terjadi pada masa pemerintahan khalifah Umar bin Khattab yaitu
pada saat terjadi paceklik yang mengakibatkan kelangkaan gandum, dapat digambarkan pada grafik kurva AS bergeser ke kiri,
yang kemudian mengakibatkan
naiknya tingkat harga-harga. Yang dilakukan Khalifah Umar bin Khattab r.a. terhadap adalah melakukan impor gandum dari Fustat�Mesir sehingga penawaran Agregatif (AS) barang di pasar kembali naik yang
kemudian berakibat pada turunnya tingkat harga-harga.
Salah satu
cara mengendalikan inflasi dalam perspektif
islam yaitu dengan kebijakan moneter, kebijakan moneter adalah tindakan makro pemerintah melalui bank sentral dengan cara mempengarui penciptaan uang dengan mempengaruhi proses penciptaan uang, pemerintah bisa mempengaruhi jumlah uang beredar, yang selanjutnya pemerintah bisa mempengaruhi pengeluaran investasi, kemudian mempengaruhi permintaan agregeat dan akhirnya tingkat harga sehingga tercipta kondisi ekonomi sebagaimana yang dikehendaki.
Prinsip-prinsip kebijakan moneter
dalam ekonomi Islam sebagai berikut: pertama, kekuasaan tertinggi adalah milik Allah dan Allah lah pemilik yang absolut, kedua,� manusia hanya pemimpin
(khalifah) di bumi, bukan pemilik yang sebenarnya, ketiga, semua yang dimiliki dan didapatkan oleh manusia adalah karena seizin Allah, dan saudaranya yang kurang beruntung memiliki hak atas sebagian
kekayaan yang dimiliki saudaranya yang lebih beruntung, keempat, kekayaan tidak boleh ditimbun, kelima, kekayaan harus diputar, keenam, menghilangkan jurang perbedaaan antara individu dalam perekonomian, dapat menghapus konflik antar golongan,
ketujuh, menetapkan kewajiban yang sifatnya wajib dan sukarela bagi semua individu,
termasuk bagi anggota masyarakat yang miskin.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksikan sebesar 5,04 persen pada tahun 2020, keterlambatan ini diakibatkan wabah virus corona
yang menyebabkan pelemahan perekonomian ditiongkok mengalami kontraksi yang kemudian disusul� dengan kebijakan pemerintahan Indonesia tentang upaya pembatasan
ekspor-impor ketiongkok.� Pertumbuhan ekonomi di Indonesia terkoreksi sebesar 0,19 persen hingga 0,29 persen. Pertumbuhan akan berada diangka 4,84 persen untuk kasus
moderat dan hanya mencapat 4,74 persen jika kepanikan terus meluas, namun
angkat tersebut baru dampak
pada putaran
pertama saja.
Sector pariwisata menjadi pertama kali yang terdampak dengan mencapai potensi kerugian pendapatan devisa mencapai angka 2M USD. Diakibatkan larangan pemerintah untuk melakukan perjalanan keluar negeri dan penutupan beberapa sector pariwisata sehingga berkurangnya wisatawan mancanegara.
Sector perdagangan Indonesia juga diprediksi
mengalami sejumlah kontraksi, sekitar 495 jenis komoditas dengan tujuan ekspor
dan impor dan sekitar 499 jenis komoditas diperkirakan menyusut atau menghilang dari pasar Indonesia. Produk yang
merupakan barang konsumsi strategis akan memiliki implikasi
serius terhadap inflasi di Indonesia.
Upaya agar pertumbuhan ekonomi
agar tetap lancar, pemerintah Indonesia telah mengeluarkan 3 stimulus yakni,
stimulus fiscal, non-fiskal dan sector ekonomi. Ketiga stimulus tersebut berkaitan dengan kebutuhan masyarakat dalam bidang usaha, pajak,
dan sebagainya.
Bibliografi
Hardiyanto,
F. (2020). Analisis Marketing Syariah Dalam Menghadapi Covid 19 (Studi Kasus
Arpi Hijab Kuningan). Jurnal of Admiration, 1(1), 23�32.
Irma
Suwaning Dyastuti dan Sarsono. (2020). Pengembangan Karir Dan Intensi Turnover
Karyawan Millenial Di Pt Tey Yogyakarta. Jurnal Syntax Idea, 2.
Rusmadi,
R. (2017). Pengaruh Harga Cabai Terhadap Tingkat Inflasi Di Indonesia Tahun
2016. Syntax Literate; Jurnal Ilmiah Indonesia, 2(2), 124�132.
Santi
Puspa Ariyani dan Santosa. (2020). Analisis Pengaruh Social Distancing Dalam
Pencegahan Penyebaran Virus Corona Dengan Pelaksanaan Sholat Fardhu Berjamaah
Di Masjid Al Ikhlas Desa Sukoharjo Kecamatan Margorejo Kabupaten Pati Jawa
Tengah. Jurnal Syntax Idea, 2.
Saridawati,
S. (2020). Peranan Pelatihan Dalam Upaya Peningkatan Produktivitas Kerja
Karyawan Di Lingkungan Departemen Pekerjaan Umum. Syntax Literate; Jurnal
Ilmiah Indonesia, 5(5), 159�172.
Sopah,
F., Kusumawati, W., & Wahyudi, K. E. (2020). Implementasi Kebijakan
Pengentasan Kemiskinan Melalui Pemberdayaan Umkm Di Kabupaten Sidoarjo. Syntax,
2(6), 27.
Yuyun
Nailufa. (2020). Formulasi Dan Evaluasi Gel Hand Sanitizer Dengan Moisturizer
Alga Hijau (Spirulina Platensis) Dan Vitamin E. Jurnal Syntax Idea, 2.