Verren fitri Qomariah dan Oriza aditya/Jurnal Syntax Transformastion, Vol 1, No 1 Maret 2020

 

 

 

 

 
IMPLEMENTASI NILAI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMBENTUK KARAKTER SIKAP KEPEDULIAN SOSIAL SISWA DI SMPN 2 GUNUNG JATI KABUPATEN CIREBON

 

Verren Fitri Qomariah dan Oriza Aditya

Institut Agama Islam Bunga Bangsa Cirebon (IAI BBC)

Email: [email protected] dan o[email protected]

 

info artikel �����������������������abstrak

 

Diterima 2 Februari 2020

Diterima dalam bentuk revisi 15 Februari 2020

Diterima dalam bentuk revisi 20 Februari 2020

 

 

Kata kunci:

Implementasi, sikap Peduli, Pendidikan Agama.

 

Allah swt. telah banyak memberikan begitu banyak rizki kepada umat manusia, berupa, harta, kesehatan, panjang umur. Harta yang Allah swt. berikan bukan hanya dengan kekayaan maupun harta berlimpah, dalam hal ini anak juga termasuk harta yang sangat berharga bagi orang tua yang diberikan kepercayaan oleh Allah swt. dengan diberikannya seorang anak. Tujuan penelitian: 1. Untuk memperoleh data mengenai karakter sikap peduli sosial siswa di SMP Negeri 2 Gunung Jati Kabupaten Cirebon, 2. Untuk menganalisa data mengenai implementasi nilai pendidikan agama Islam dalam membentuk karakter sikap peduli sosial siswa di SMP Negeri 2 Gunung Jati Kabupaten Cirebon, 3. Untuk mendeskripsikan data mengenai faktor pendukung dan penghambat dalam implementasi nilai pendidikan agama Islam dalam membentuk karakter sikap peduli sosial siswa di SMP Negeri 2 Gunung Jati Kabupaten Cirebon. penulis menggunakan metode penelitian kualitatif karena letak permasalahannya belum jelas, sehinga perlu adanya penelitian yang secara mendalam juga dapat menjadi peranan penting, karena metode menjadi arahan yang tepat untuk peneliti. Penelitian kualitatif tertuju pada field research (penelitian lapangan) serta buku referensi yang relevan. Karakter sikap peduli sosial siswa di SMP Negeri 2 Gunung Jati itu tinggi, jika ada sedikit paksaan dan arahan dari para guru dan orang tua, dan dilakukan melalui pembiasaan yang rutin dilakukan oleh siswa, dimana program yang telah ditetapkan itu berjalan sesuai dengan tujuan untuk menanamkan sikap peduli dari siswa.



 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pendahuluan

Allah swt. telah banyak memberikan begitu banyak rizki kepada umat manusia, berupa, harta, kesehatan, panjang umur. Harta yang Allah swt. berikan bukan hanya dengan kekayaan maupun harta berlimpah, dalam hal ini anak juga termasuk harta yang sangat berharga bagi orang tua yang diberikan kepercayaan oleh Allah swt. dengan diberikannya seorang anak.

Dengan begini Allah Swt. mewajibkan kedua orangtua untuk menjaga, merawat dan mendidik anak sesuai dengan kehendak atau perintah si pemberi amanah, supaya potensi baik yang telah dianugrahkan Allah SWT dapat dikembangkan seoptimal mungkin.

Semua anak terlahir dalam keadaan fitrah (suci), di sinilah peran orang tua dan lingkungan sekitar sangatlah penting dalam membimbing dan memberikan pengarahan pada anak.

Anak-anak menjalani proses tumbuh dan berkembang dalam suatu lingkungan dan hubungan. Pengalaman mereka sepanjang waktu bersama orang-orang yang mengenal mereka dengan baik, serta berbagai karakteristik dan kecenderunganyang mulai mereka pahami merupakan hal-hal pokok yang mempengaruhi perkembangan konsep dan kepribadian sosial mereka (Sri Lestari, 2012).

Selain mendapatkan bimbingan dan pengarahan, anak juga perlu adanya pendidikan baik itu pendidikan formal dan non formal. Pendidikan merupakan hak bagi setiap anak dalam mengembangkan nalar berpikirnya, menanamkan sikap dan perilaku yang mulia, memiliki keterampilan untuk kehidupannya dan menjadikannya sebagai manusia yang memiliki kepribadian baik.

Dalam UU No.20 tahun 2003 tentang Sisdiknas Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Pendidikan yang sangat utama yakni pendidikan yang diberikan oleh keluarga dimana penanaman agama dan membentuk akhlak karimah yang dimiliki anak. Beberapa point yang diajarkan oleh orang tua tersebut masuk ke dalam pendidikan agama Islam.

Definisi Pendidikan menurut Hermino (2015) adalah kata kunci dalam setiap usaha meningkatkan kualitas kehidupan manusia, dimana di dalamnya memiliki peranan dan objektif untukmemanusiakan manusia(Saepudin, 2018).

Tujuan pendidikan agama Islam harus dikaitkan pula dengan tujuan pendidikan nasional negara tempat pendidikan islam itu dilaksanakan dan harus dikaitkan pula dengan tujuan institusional lembaga yang menyelenggarakan pendidikan itu. Tujuan umum itu tidak dicapai kecuali setelah melalui proses pengajaran, pengalaman, pembiasaan, penghayatan dan keyakinan akan kebenarannya. Tahapan-tahapan dalam mencapai tujuan itu pada pendidikan formal (sekolah, madrasah), dirumuskan dalam bentuk tujuan kurikuler yang selanjutnya dikembangkan dalam tujuan instruksional (Zakiah Daradjat, 2010).

Pendidikan juga berperan untuk mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki anak. Pendidikan agama bukan hanya diberikan oleh keluarga, tetapi pemerintah juga memiliki tanggung jawab dalam mendidik agama anak. Pendidikan agama Islam tidak lagi menjadi mata pelajaran tambahan melainkan menjadikannya bidang studi wajib yang harus diajarkan disetiap jenjang pendidikan.

Pendidikan Agama merupakan hak bagi setiap peserta didik hal ini tertuang dalam UndangUndang No. 20 Tahun 2003 pasal 12 yang menyatakan bahwa setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapat pendidikan agama sesuai dengan agama yang dianutnya dan diajarkan oleh pendidik yang seagama. Dalam melaksanakan pendidikan diharapkan siswa akan mendapatkan hasil dari proses pembelajaran yang akan mempengaruhi karakter dan kepedulian terhadap lingkungan anak yang akan ditunjang oleh potensi pada setiap masing individu siswa.

Pendidikan karakter sudah banyak diselenggarakan pada setiap akademisi pendidikan yang ditetapkan kepada peserta didik tetapi belum mampu memecahkan persoalan-persoalan pendidikan yang sekarang semakin pelik, dengan kucuran dana yang begitu besar untuk pendidikan, harusnya mampu menangani permasalahan yang dialami dalam dunia akademisi.

Seiring berbicara pendidikan karakter adanya signifikan dengan pendidikan agama Islam, dimana di dalam pendidikan Islam juga mengajarakan seseorang agar memiliki akhlak yang baik dan memiliki kepedulian sosial dalam kehidupannya. Ketakwaan yang dimiliki oleh seseorang dilihat dari tingkah laku dan karakter yang dimiliki.

 

Metode Penelitian

Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian kualitatif karena letak permasalahannya belum jelas, sehinga perlu adanya penelitian yang secara mendalam juga dapat menjadi peranan penting, karena metode menjadi arahan yang tepat untuk peneliti. Penelitian kualitatif tertuju pada field research (penelitian lapangan) serta buku referensi yang relevan.

Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, (sebagai lawannya adalah eksperimen) dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, pengambilan sempel sumber data dilakukan secara purposive dan snowbaal, teknik pengumpulan dengan trianggulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif/ kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi (Sugiyono, 2017).

 

Hasil dan Pembahasan

Sebagaimana telah kita lihat pada bab sebelumnya, telah ditemukan data dari hasil observasi, wawancara maupun dokumentasi tentang Implementasi nilai pendidikan agama Islam dalam membentuk karakter sikap kepedulian sosial di SMP Negeri 2 Gunung Jati, Pada bab ini akan peneliti sajikan uraian bahasansesuaidenganrumusanmasalah dantujuan penelitian.

Karakter sikap peduli sosial siswa di SMP Negeri 2 Gunung Jati itu tinggi, jika ada sedikit paksaan dan arahan dari para guru dan orang tua, dan dilakukan melalui pembiasaan yang rutin dilakukan oleh siswa, dimana program yang telah ditetapkan itu berjalan sesuai dengan tujuan untuk menanamkan sikap peduli dari siswa. Sikap peduli sosial para siswa yang ditanmkan oleh pihak sekolah, antara lain:

1.  ��Siswa peduli dengan adanya zakat fitrah dan bakti sosial

Dengan kegiatan ini diharapkan siswa dapat memiliki karakter peduli terhadap orang yang kurang mampu,

2.  ��Siswa peduli dengan adanya kegiatan jum�at bersih

Peduli dengan adanya jum�at bersih ini dimaksudkan agar siswa dapat terbiasa dengan lingkungan yang bersih dan sehat, sehingga tidak dapat menimbulkan penyakit oleh keadaan lingkungan yang kurang bersih, dengan begini sampah tidak akan berserakan lagi. Dan berapa bulan sekali sekolah mengadakan lomba kebersihan, ini juga sebuah dororngan bagi siswa untuk selalu menjaga lingkungan yang bersih.

3.  ��Siswa peduli dengan adanya siswa yang sakit atau meninggal

Siswa di SMP Negeri 2 Gunung Jati ini antara satu dengan yang lain bukan hanya seorang teman, tetapi mereka ditanamkan bahwa satu dengan yang lain itu bersaudara, jadi dimana ada salah satu siswa yang sakit atau meninggal, mereka merasakan hal itu semua. Jadi persaudaraan mereka sangat kuat.

4.  ��Siswa peduli dengan adanya kegiatan kurbanKurban dilaksanakan pada saat hari raya idul adha, semua siswa pataungan untuk membeli kambing dan banyak juga guru yang ikut menyumbang, dimaksudkan program begini agar anak mengetahui caranya berbagi, mengetahui tata cara penyembelihan yang benar sesuai dengan syariat Islam.

Implementasi nilai pendidikan agama Islam dalam pembentukan karakter sikap peduli sosial siswa di SMP Negeri 2 Gunung jati dimulai dari program yang telah disusun oleh pihak guru serta tambahan dari setiap mata pelajaran yang dipelajari itu ada karakter yang di munculkan, dengan begini karakter sikap peduli sosial itu akan terbentuk untuk peserta didik. Bukan hanya pada saat kegiatan belajara mengajar sikap itu ditanamkan, tetapi selama anak itu bertemu dengan seorang guru, guru menanamkan sikap peduli tersebut, entah itu di luar lingkungan sekolah maupun pada saat di lingkungan sekolah.

Faktor-faktor yang mendukung implementasi nilai pendidikan agama Islam dalam membentuk karakter sikap kepedulian sosial di SMP Negeri 2 Gunung Jati seperti musholah yang selalu dilengkapi dengan fasilitas untuk beribadah, mewadahi hobi para siswa dengan berbagai kegiatan ektrakulikuler maupun intrakulikuler, perpustakaan yang berguna untuk menambah pengetahuan umum, serta semangat dari berbagai pihak guru dan tenaga pendidik yang selalau mengayomi siswa agar memiliki karakter yang baik.

Faktor-faktor yang menghambat implementasi nilai pendidikan agama Islam dalam membentuk karakter sikap kepedulian sosial di SMP Negeri 2 Gunung Jati seperti pengawasan siswa di luar sekolah setelah pulang dari sekolah, latar belakang orang tua yang beragam apalagi anak yang kurang perhatian dan kasih sayang dari orang tuanya karena orang tua yang berangkat ke luar negeri menjadi TKW (tenaga kerja wanita),faktor lingkungan yang kurang mendukung, antara tetangganya ada yang tidak baik pergaulannya jika anak ini tidak kuat maka akan terpengaruh oleh keadaan yang tidak baik tersebut, dan faktor IT juga menjadi penghambat anak dalam bersikap peduli sosial kepada orang yang ada di sekitarnya.

 

Kesimpulan

����� ����Berdasarkan hasil penelitian dan analisis yang dilakukan mengenai implementasi nilai pendidikan agama Islam dalam membentuk karakter sikap kepedulian sosial di SMP Negeri 2 Gunung Jati kabupaten Cirebon, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

a.         Karakter Sikap Peduli Sosial Siswa di SMP Negeri 2 Gunung Jati.

b.         Pelaksanaan implementasi nilai pendidikan agama Islam dalam membentuk karakter sikap kepedulian sosial di SMP Negeri 2 Gunung Jati kabupaten Cirebon.

c.         Evaluasi implementasi nilai pendidikan agama Islam dalam membentuk karakter sikap kepedulian sosial di SMP Negeri 2 Gunung Jati kabupaten Cirebon

 

Bibliografi

Saepudin, A. (2018). Konsep Pendidikan Karakter dalam Perspektif Psikologi dan Islam. Syntax Literate; Jurnal Ilmiah Indonesia, 3(1), 11�20.

Sri Lestari. (2012). Psikologi Keluarga. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Zakiah Daradjat,dkk. (2010). Ilmu Pendidikan Islam. Bumi Aksara.


 

 

Copyright holder :

Verren Fitri Qomariah dan Oriza Aditya (2020).

 

First publication right :

Jurnal Syntax Transformation

 

This article is licensed under: