|
Jurnal
Syntax Transformation |
Vol. 1
No. 6, Agustus 2020 |
|
p-ISSN :
2721-3854 e-ISSN : 2721-2769 |
Sosial
Sains |
ANALISIS PROSES PENGAMBILAN
KEPUTUSAN DI UKM MENGGUNAKAN MODEL PENGAMBILAN KEPUTUSAN STRATEGIS
Universitas Padjadjaran, Indonesia
Email: [email protected]
|
INFO ARTIKEL |
ABSTRAK |
|
Diterima 2 Agustus 2020 Diterima dalam bentuk revisi 15 Agustus 2020 Diterima dalam bentuk revisi 20 Agustus 2020 |
Proses pengambilan keputusan merupakan suatu proses yang sangat krusial bagi sebuah organisasi
dimana hasil dari suatu keputusan
mencerminkan keefektifan,
kinerja dan kesuksesan suatu organisasi. Perusahaan kecil seperti UKM memiliki peran dan dan kontribusi yang sangat penting dalam pengembangan ekonomi modern dunia. Proses pengambilan
keputusan di UKM berbeda dengan proses pengambilan keputusan dalam organisasi besar dimana seluruh keputusan operasional termasuk tingkatan strateginya sehingga proses pengambilan keputusan tersebut menjadi suatu hal yang sangat krusial dan penting bagi kelangsungan organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat proses pengambilan keputusan di UKM berdasarkan
model pengambilan keputusan
strategis dan juga memetakan
proses pengambilan keputusan
tersebut berdasarkan strategi pemasaran yang digunakan. Metodologi yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, dimana membandingkan proses pengambilan keputusan di UKM dengan menggunakan model pengambilan keputusan strategis. Teknik pengumpulan
data melalui wawancara mendalam digunakan untuk mendapatkan data dengan mengikuti alur pengambilan keputusan yang dibagi menjadi 3 fase yaitu identifikasi, pengembangan dan seleksi. Hasil
penelitian ini berupa alur pengambilan
keputusan di UKM serta
model yang digunakan dalam
pengambilan keputusan sesuai dengan model pengambilan keputusan strategis. |
|
Kata kunci: Proses Pengambilan Keputusan; UKM dan Model Pengambilan Keputusan Strategis |
Pendahuluan
Setiap kesuksesan,
peluang, kemalangan, dan hal lain yang terjadi dalam suatu organisasi
baik besar atau kecil merupakan
hasil dari keputusan yang dibuat oleh seseorang baik itu sukses atau
gagal. Proses dalam pengambilan keputusan sangatlah penting mengingat hasil dari keputusan menentukan roda organisasi kedepannya akan seperti apa
dan asumsi dari keputusan yang baik serta efektif mencerminkan
kinerja dan kesuksesan sebuah organisasi (Roger,Blenko, 2006; (Ahi
et al., 2017). Secara
sederhana pengambilan keputusan merupakan proses memilih alternatif terbaik diantara beberapa alternatif pilihan untuk mencapai
hasil yang diinginkan. Saat ini merupakan
periode yang memiliki banyak tantangan baru terutama terhadap
proses pengambilan keputusan
dalam sebuah organisasi baik bisnis kecil maupun
besar.
Perusahaan kecil seperti UKM memiliki peran dan kontribusi yang sangat penting dalam pengembangan ekonomi modern dunia (Lee
et al., 2010), (Jankelov�,
2017), �(Charles
et al., 2015). Perusahaan kecil sama halnya
dengan perusahaan besar dimana membutuhkan
perencanaan bisnis strategis untuk berhasil di pasar (Duhan,2007). Keberhasilan
perusahaan kecil, sebagian besar tergantung pada praktik pengambilan keputusan strategis yang diambil oleh organisasi tersebut (Robinson dan
Pearce, 1983). Studi sebelumnya
mengenai manajemen strategis berfokus pada perusahaan besar dan sangat sedikit sekali penelitian yang dilakukan terkait dengan proses pengambilan keputusan strategis di perusahaan kecil seperti UKM� (Ajiwe
et al., 2015); (Jankelov�,
2017). Banyak sekali penelitian yang mengungkapkan bahwa terdapat perbedaan proses pengambilan keputusan strategis di perusahaan kecil seperti UKM dan perusahaan besar, tidak hanya itu
banyak penelitian yang memberikan bukti empiris terhadap argumen ini termasuk
Papadakis et al (1998), Brouthers et al (1998) dan
Gilmore dan Carson (2000). Busenitz dan Barney (1997)
yang menyatakan bahwa
proses pengambilan keputusan
yang digunakan oleh seorang
pengusaha berbeda dari keputusan yang dibuat oleh seorang manajer perusahaan besar berdasarkan pendekatan mereka. Mereka cenderung menggunakan pendekatan yang lebih heuristik dan bias dalam pengambilan keputusan karena terbatasnya akses ke informasi dan terbatasnya akses ke peluang di pasar (Brouthers, et al, 1998, Haley & Stumpf 1989, Tversky & Kahneman
1974, Hogarth
1987, Bazerman
1990, Businetz & Barney 1997). Proses pengambilan
keputusan strategis di perusahaan kecil tidak mengikuti aturan atau prosedur
yang ditetapkan, melainkan setiap bisnis kecil
mengikuti rencana yang menurut seorang pengusaha cocok untuk bisnisnya (Hill dan Gareth,
2012). Schoemaker (1993) mendefinisikan
pengambilan keputusan strategis sebagai pilihan yang disengaja dari respon terprogram
tentang isu-isu yang secara material mempengaruhi prospek kelangsungan hidup, kesejahteraan dan sifat organisasi. Terdapat tiga alasan
mendasar mengenai perbedaan dalam proses pengambilan keputusan strategis di perusahaan besar dan perusahaan kecil (Gibcus, Vermeulen & de
Jong, 2006) yaitu para pengusaha
dalam bisnis kecil menghadapi lingkungan dengan yang lebih tidak pasti
dibandingkan dengan bisnis besar. Yang kedua adalah kompleksitas
dan dinamika dalam lingkungan lebih besar bagi bisnis
kecil seperti UKM dibandingkan bisnis besar dan alasan terakhir adalah sebagian besar pelaku yang terlibat dalam proses pengambilan keputusan dalam bisnis kecil yaitu
pengusaha atau wirausahawan bukan manajer, sehingga mereka memiliki pendekatan berbeda dalam pengambilan keputusan.
Para peneliti strategik
seperti Eisenhardt & Zbarcki
(1992), Papadakis et al (1998), Gilmore dan Carson (2000) mengemukakan
bahwa dalam proses pengambilan keputusan oleh seorang wirausahawan pada organisasi kecil berbeda dengan proses pengambilan keputusan dalam organisasi besar. Mereka melakukan
proses pengambilan keputusan
stratejik dan seluruh keputusan operasional termasuk tingkatan strategi (bisnis, korporasi dan fungsional), sehingga proses pengambilan keputusan tersebut menjadi suatu hal
yang sangat krusial dan penting bagi kelangsungan
organisasi (Lahindah,
2015). Busenitz
and Barney (1997) menemukan bahwa
setiap wirausahawan dalam sebuah UKM memiliki keunikan dalam karakteristiknya misalnya mereka menggunakan pendekatan deduktif untuk membuat keputusan, juga mereka tidak dilatih
sebagai manajer sehingga keputusan yang diambil biasanya mencerminkan kepercayaan diri yang berlebihan.
Proses pengambilan keputusan
sendiri terus berkembang dari waktu ke waktu
serta tentunya kompleksitas masalah yang mereka hadapi. Dalam mencapai visi perusahaan secara kompleks dan tekanan lingkungan, pastinya terdapat tekanan dalam pengambilan
keputusan, selalu dituntut untuk mengambil keputusan secara cepat, tetapi
tetap akurat dan sesuai tujuan UKM. Pengambilan keputusan juga sangat mempengaruhi organisasi dalam menghadapi lingkungan yang sangat dinamis dan tidak pasti. Pada UKM sendiri proses pengambilan keputusan dilakukan oleh seorang pemilik atau pengelola yang seringkali terdiri dari seorang individu,
keputusan yang dibuat terkadang merupakan pilihan pribadi yang memuaskan pemikirannya sendiri. Untuk itu model dalam pengambilan keputusan sangat berperan dalam proses pengambilan keputusan strategis secara jangka panjang
dan akurat (Negulescu,
2014).
Model-model yang digunakan dalam
proses pengambilan keputusan
stratejik yang telah ada dihasilkan dari hasil penelitian
sebelumnya terhadap organisasi besar (Lahindah,
2015). Proses pengambilan keputusan stratejik pada organisasi besar tampaknya memiliki kompleksitas yang mencakup beberapa aspek seperti pengambil
keputusan yang mayoritas terdiri dari beberapa
individu yang juga seringkali
mewakili berbagai kepentingan kelompok, serta beberapa variabel-variabel lainnya. Lain halnya dengan proses pengambilan keputusan stratejik pada UKM dimana Huang
(2009) menyatakan bahwa
pada UKM di China proses pengambilan keputusan stratejik menjadi sebuah permasalahan yang mendasar.
Proses pengambilan keputusan
diduga menjadi sebuah permasalahan yang sangat krusial bagi organisasi dalam bertahan dan menciptakan kinerja jangka panjang yang stabil (Papadakis et al.,1998). Kegagalan
dalam proses pengambilan keputusan stratejik seringkali menjadi penyebab kegagalan UKM dalam mempertahankan kinerja dan tingkat pengembalian yang diharapkan. Maka dari itu
fungsi dari penelitian ini yaitu peneliti ingin mengetahui proses pengambilan keputusan di UKM dengan menggunakan pendekatan keempat model pengambilan keputusan strategis dikarenakan sebagian besar penelitian mengenai proses pengambilan keputusan dilakukan terhadap organisasi besar dan multinasional.
Metode Penelitian
Jenis metode dalam
penelitian yang digunakan
oleh peneliti adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, dimana
membandingkan proses pengambilan
keputusan di UKM dengan menggunakan model pengambilan keputusan strategis. Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam digunakan untuk mendapatkan data dengan mengikuti alur pengambilan keputusan yang dibagi menjadi 3 fase yaitu identifikasi,
pengembangan dan seleksi.
Model dalam pengambilankeputusan
strategis sendiri yaitu terdiri dari
model umum Mintzberg (Mintzberg,1976), model klasik (Nickols, 2005), model militer
(Nickols, 2005) dan model Multiple Criteria Decion
Analysis atau MCDA (Montibeller & Franco,
2011) dimana desain
penelitian yang digunakan adalah sebagai berikut

Gambar �1 Desain Penelitian
Adapun UKM yang menjadi
subjek penelitian yaitu UKM Pasawahan yang beralamat di Kecamatan Pasawahan,
Kabupaten Purwakarta Jawa Barat yang memproduksi
tahu, UKM Alfiber di Kp. Cijoged Desa.Cikadu Kecamatan
Cijambe Kabupaten Subang Jawa Barat memproduksi limbah daun nanas menjadi serat
serta UKM Dapur Bu Aas yang memproduksi abon dari ikan nila beralamat di Jl. Ks Tubun No.40A Kabupaten
Subang Jawa Barat.
Hasil dan Pembahasan
1.
Pemetaan proses pengambilan keputusan di UKM Pasawahan, Alfiber dan Dapur Bu Aas
Dari hasil wawancara
yang telah dilakukan, secara sederhana proses pengambilan keputusan terkait strategi pemasaran secara aktual yang dilakukan di UKM dan dibagi kedalam 3 fase. Fase pertama
identifikasi menjelaskan latarbelakang proses pengambilan keputusan, fase 2 pengembangan manjelaskan tata cara pengembangan solusi baik memodifikasi
atau melakukan imitasi terhadap solusi dan terakhir fase seleksi menjelaskan
alternative-alternatif yang dipilih
serta mencerminkan keputusan akhir yang dibuat, untuk lebih
jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut.

Gambar 2 Pemetaan Proses Pengambilan Keputusan di UKM Pasawahan

Gambar 3 Pemetaan Proses Pengambilan
Keputusan di UKM Alfiber

Gambar 4 Proses Pengambilan Keputusan di UKM Dapur
Bu Aas
2.
Proses Pengambilan Keputusan menurut Model Pengambilan
Keputusan Strategis di UKM
��������� Adapun dalam
penelitian ini dilakukan penyesuaian dengan model pengambilan keputusan strategis yaitu model Mintzberg, model klasik,
model militer dan model MCDA. Hasilnya
yaitu tidak digunakannya salah satu model pengambilan keputusan strategis di UKM karena dalam proses pengambilan keputusan di UKM sangatlah sederhana, mengandalkan pengalaman, spontanitas dan rasional dari pemilik
UKM. Tidak hanya itu, beberapa faktor
lain yang mempengaruhi adalah
kondisi lingkungan dalam bisnis kecil
seperti UKM tidak menentu atau sering
berubah-ubah, persaingan
dan kondisi UKM sangatlah berpengaruh terhadap prospek UKM selanjutnya sehingga pengambilan keputusan pun haruslah disesuaikan. Faktor lain yaitu latar belakang
dari pemilik UKM sendiri mempengaruhi dalam proses pengambilan keputusan salah satunya pendidikan. Dapat dilihat dari alternatif
dan cara menerapkan alternatif tersebut akan memiliki perbedaan
yang cukup signifikan.
��������� Karena proses pengambilan
keputusan di UKM dilakukan
oleh individu bukan kelompok maka keputusan
akan ditangani sendiri oleh pemilik UKM mengandalkan pengalaman dan memori yang tersimpan untuk menentukan alternatif-alternatif pilihan. Maka dari itu
jika dilihat dari model pengambilan keputusan strategis seperti dibawah ini pada fase 1 identifikasi mirip dengan proses recognition
di model Mintzberg dan mengamati situasi pada model klasik. Pada fase pengembangan keempat model memiliki kemiripan dalam prosesnya hanya model mintzberg saja semua prosesnya sama. Dan terakhir fase seleksi hanya
model klasik dan model militer
saja yang memiliki kemiripan dalam proses pengambilan keputusan di UKM yang
meliputi memilih alternatif terbaik dari berbagai macam
alternatif pilihan serta melaksanakan alternatif tersebut sebagai keputusan akhir dari proses pengambilan keputusan.
��������� Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di beberapa UKM mengenai proses pengambilan keputusan yang dibagi kedalam 3 fase yaitu identifikasi, pengembangan dan seleksi, maka dari itu
secara umum dihasilkan alur proses pengambilan keputusan di UKM yang
telah diteliti yaitu seperti gambar
berikut:

Pada fase identifikasi yang UKM melakukan proses identifikasi latar belakang dalam mengambil keputusan berupa permasalahan yang dihadapi, peluang saat ini
kemudian kondisi lingkungan baik persaingan dengan competitor dan
lain sebagainya. Selanjutnya
tahap kedua yaitu pengembangan termasuk didalamnya proses pencarian alternatif solusi dimana di UKM sendiri mengandalkan pengalaman, pengetahuan pengambil keputusan yaitu pemilik UKM setelah itu dilakukan
desain solusi apakah akan memodifikasi
solusi yang telah dibuat sebelumnya atau membuat solusi
baru menambahkan
alternative-alternatif yang belum
pernah digunakan. Terakhir fase seleksi
terdapat proses memilih alternatif terbaik diantara banyaknya alternatif pilihan dan menentukan alternatif tersebut. Proses pengambilan keputusan di UKM memang sangatlah sederhana, dan pada umumnya secara teori yang dilakukan dalam prosesnya sama. Yang membedakan adalah cara setiap
pemilik UKM menentukan alternatif, mencari alternatif dan menerapkan alternatif tersebut serta kemampuan dan pendidikan seorang entrepreneur menjadikan alternative yang dibuat
terasa berbeda.
Proses-proses
tersebut merupakan proses
yang secara umum dilakukan dalam proses pengambilan keputusan dan jika dilihat dengan
model pengambilan keputusan
strategis hanya beberapa proses setiap fasenya saja yang sama.
Bahkan penelitian
yang dilakukan oleh peneliti
sebelumnya sangat terbukti bahwa proses pengambilan keputusan di UKM sangatlah sederhana, meskipun kadang-kadang dalam prosesnya tidak didefinisikan secara jelas namun
memiliki makna serupa secara tersirat.
Tahapan-tahapan yang dilakukan
cenderung situasional sesuai kondisi dan juga lebih melibatkan aspek sosial budaya
yang mempengaruhi setiap keputusan yang diambil.
Kesimpulan
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan di beberapa UKM yang menjadi subjek penelitian, maka dapat dibuat kesimpulan
sebagai berikut (1.) Proses pengambilan
keputusan yang dalam bisnis kecil atau
UKM sangatlah sederhana, berdasarkan rasionalitas dan pengalaman, tidak hanya itu karena
proses pengambilan keputusan
dilakukan oleh pemilik UKM sendiri dan jarang sekali melibatkan orang lain maka alternative pilihan yang dibuat dan keputusan diambil secara langsung. (2.) Berdasarkan model pengambilan
keputusan strategis, proses
pengambilan keputusan di
UKM tidak menggunakan salah
satu dari� ke
4 model tersebut. Hanya
proses yang secara umum saja yang dilakukan di UKM namun pada model Mintzberg fase identifikasi dan pengembangan digunakan dalam UKM. (3.) Proses pengambilan keputusan di UKM terdiri dari fase 1 identifikasi
latar belakang (masalah, peluang, kondisi lingkungan), fase 2 pengembangan meliputi pencarian alternative solusi dan desain alternative,
dan fase terakhir seleksi terdapat proses memilih alternative terbaik serta menerapkan alternative tersebut. Dari beberapa UKM yang menajadi
subjek penelitian, tidak terdapat perbedaan proses pengambilan keputusan nya. Yang membedakan adalah bagaimana cara pemilik UKM selaku pengambil keputusan menentukan alternative, cara dalam menerapkan alternative tersebut dan faktor latar belakang pemilik.
Bibliografi
Ahi,
A., Baronchelli, G., Kuivalainen, O., & Piantoni, M. (2017). International
market entry: how do small and medium-sized enterprises make decisions? Journal
of International Marketing, 25(1), 1�21.
Ajiwe,
U., Okwuosa, S., Chukwu-Okoronkwo, S., Bature-Uzor, N. A., Adesoye, A. A.,
Ajibua, M. A., Ashraf, T., Hassan, M. U., Ghafoor, S., & Aslam, N. (2015).
Nigerian videofilms as effective tool for social transformation: A critical
appraisal of Fola Toro. American Journal of Social Science Research, 1(2),
57�62.
Charles,
N. A., Ojera, P. B., & David, O. (2015). Factors influencing choice of
strategic management modes of small enterprises. Journal of Innovation and
Entrepreneurship, 4(1), 4.
Jankelov�,
N. (2017). Strategic Decision Making and Its Importance in Small Corporations.
In Corporate Governance and Strategic Decision Making. IntechOpen.
Lahindah,
L. (2015). Proses Pengambilan Keputusan Stratejik pada Usaha Kecil Menengah:
Sebuah Kajian Literatur. Finance and Accounting Jurnal, 4(01).
Lee,
S., Park, G., Yoon, B., & Park, J. (2010). Open innovation in SMEs�An
intermediated network model. Research Policy, 39(2), 290�300.
Montibeller,
G., & Franco, L. A. (2011). Raising the bar: strategic multi-criteria
decision analysis. Journal of the Operational Research Society, 62(5),
855�867.
Negulescu,
O.-H. (2014). Using a decision-making process model in strategic management. Review
of General Management, 19(1), 111�123.