Jurnal Syntax Transformation

Vol. 1 No. 6, Agustus 2020

p-ISSN : 2721-3854 e-ISSN : 2721-2769

Sosial Sains

 

PENERAPAN MODEL NUMBERED HEAD TOGETHER DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN STRATEGI DAKWAH DAN PERKEMBANGAN ISLAM

 

Basari

SMK Negeri 1 Jamblang Cirebon, Indonesia

Email: [email protected]

 

INFO ARTIKEL

ABSTRAK

Diterima 2 Agustus 2020

Diterima dalam bentuk revisi

15 Agustus 2020

Diterima dalam bentuk revisi

20 Agustus 2020

Berdasarkan hasil observasi, nilai evaluasi pada tahun 2018/2019 hanya 27,5% (11 siswa) dari 40 siswa yang dinilai sudah memahami tentang Strategi Dakwah dan Perkembangan Islam di Indonesia. Untuk menjawab persoalan-persoalan tersebut perlu diterapkan suatu cara alternatif mempelajari PAI yang kondusif dengan suasana yang cenderung rekreatif sehingga memotivasi siswa untuk mengembangkan potensi kreativitasnya. Salah satu alternatif yang bisa digunakan adalah dengan penerapan Model Numbered Head Together (NHT). Dengan penggunaan teknik ini diharapkan agar materi pelajaran PAI dapat mudah dipahami dan dapat meningkatkan motivasi serta prestasi belajar siswa terhadap mata pelajaran PAI. Langkah-langkah penting dalam penelitian yang meliputi perencanaan (planning), tindakan (action), pengamatan (observation), dan refleksi (reflection) mesti dipahami dengan benar. Keyakinan seorang penelitian tentang babak sisklus yang mesti dilewati sehingga masalah di kelas dapat dipecahkan. Dalam penelitian ini prosedur tindakan mengadopsi prosedur Kemmis dan Mc Taggart dimana tindakan dan observasi dijadikan satu kesatuan. Dari hasil penelitian dan pembahasan, bahwa penerapan Model Numbered Head Together (NHT) dalam pembelajaran PAI pada materi Memahami Strategi Dakwah dan Perkembangan Islam di Indonesia di Kelas XII TKJ 1 SMK Negeri 1 Jamblang Kabupaten Cirebon dapat disimpulkan aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada materi Memahami Strategi Dakwah dan Perkembangan Islam di Indonesiadi kelas XII TKJ 1 SMK Negeri 1 Jamblang Kabupaten Cirebon pada tiap siklusnya mengalami peningkatan, pada siklus I aktivitas belajar siswa menunjukkan kategori cukup (48 %); pada siklus II aktivitas belajar siswa menunjukkan kategori baik (80%). Kinerja guru dalam kegiatan pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada materi Memahami Strategi Dakwah dan Perkembangan Islam di Indonesia,menunjukkan peningkatan, pada siklus I menunjukkan rata-rata 46 % (cukup), pada siklus II naik, dan menunjukkan rata -rata 92 % (baik sekali).

Kata kunci:

Model Numbered Head Together: Perkembangan Islam dan Strategi Dakwah

 



Pendahuluan

��������� Menurut Agus menyatakan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe group investigation ialah salah satu dari tipe model pembelajaran kooperatif yang berupa kegiatan belajar yang memfasilitasi siswa untuk dapat belajar dalam kelompok kecil yang heterogen, dimana siswa yang berkemampuan tinggi bergabung dengan siswa yang berkemampuan rendah agar dapat belajar bersama dan menyelesaikan suatu masalah yang di tugaskan oleh guru kepada siswa (Suprijono, 2015).

��������� Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT, Pembelajaran kooperatif merupakan strategi pembelajaran yang mengutamakan adanya kerjasama antar siswa dalam kelompok untuk mencapai tujuan pembelajaran. Para siswa dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil dan diarahkan untuk mempelajari materi pelajaran yang telah ditentukan. Tujuan dibentuknya kelompok kooperatif adalah untuk memberikan kesempatan kepada siswa agar dapat terlibat secara aktif dalam proses berpikir dan dalam kegiatan-kegiatan belajar. Dalam hal ini sebagian besar aktifitas pembelajaran berpusat pada siswa, yakni mempelajari materi pelajaran serta berdiskusi untuk memecahkan masalah.

Berdasarkan hasil observasi, nilai evaluasi pada tahun 2018/2019 hanya 27,5% (11 siswa) dari 40 siswa yang dinilai sudah memahami tentang Strategi Dakwah dan Perkembangan Islam di Indonesia. Untuk menjawab persoalan-persoalan tersebut perlu diterapkan suatu cara alternatif mempelajari PAI yang kondusif dengan suasana yang cenderung rekreatif sehingga memotivasi siswa untuk mengembangkan potensi kreativitasnya. Salah satu alternatif yang bisa digunakan adalah dengan penerapan Model Numbered Head Together (NHT). Dengan penggunaan teknik ini diharapkan agar materi pelajaran PAI dapat mudah dipahami dan dapat meningkatkan motivasi serta prestasi belajar siswa terhadap mata pelajaran PAI.

Dari pokok permasalahan yang terjadi dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Kelas XII TKJ 1 SMK Negeri 1 Jamblang, peneliti ingin memperbaiki proses pembelajaran tersebut dengan meancoba menerapkan Model Numbered Head Together (NHT).

Belajar adalah suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri seseorang. Perubahan ini sebagai hasil dari proses belajar yang dapat ditunjukkan dalam berbagai bentuk seperti : berubahnya pengetahuan, pemahaman sikap dan tingkah laku, keterampilan, kecakapan dan kemampuan serta perubahan aspek-aspek lain yang ada pada individu yang belajar (Mufarokah, 2013). Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik, dengan bahan pelajaran, metode penyampaian, strategi pembelajaran, dan sumber belajar dalam suatu lingkungan belajar (Pane & Dasopang, 2017).

Model Pembelajaran adalah suatu perencanaan atau suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran dikelas atau pembelajaran dalam tutorial dan untuk menentukan perangkat-perangkat pembelajaran termasuk didalamnya buku-buku, film, computer, kurikulum dan sebagainya (Trianto, 2010). Model pembelajaran dikembangkan atas dasar tori belajar dan pembelajaran yang melandasinya. Masing-masing teori belajar dengan masing-masing prinsipnya akan berimplikasi terhadap proses pembelajaran yang akan dilakukan oleh guru dan peserta didik. Model pembelajaran yang efektif memiliki keterkaitan dengan tingkat pemahaman guru terhadap kondisi/karakteristik materi, latar belakang peserta didiknya, lingkungan belajar, fasilitas dan sarana dan prasarana yang tersedia, dan beberapa faktor dan aspek yang terkait dengan proses pembelajaran (Mufarokah, 2013).

Model pembelajaran yang efektif salah satunya adalah model pembelajaran kooperatif (cooperative learning). Pembelajaran kooperatif adalah suatu model pembelajaran dimana sistem belajar dan bekerja dalam kelompok-kelompok kecil yang berjumlah 4-6 orang secara kolaboratif, sehingga dapat merangsang peserta didik lebih bergairah dalam belajar (Isjoni, 2011).

Model pembelajaran kooperatif terdapat beberapa macam salah satunya adalah Numbered Heads Together (NHT).Numbered Heads Together (NHT) adalah model pembelajaran dimana setiap peserta didik diberi nomor kemudian secara acak guru memanggil nomor dari peserta didik. Teknik ini memberi kesempatan kepada peserta didik untuk saling membagikan ide-ide dan pertimbangan jawaban yang paling tepat. Numbered Heads Together (NHT) merupakan salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang menekankan pada struktur khusus yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa dan memiliki tujuan untuk meningkatkan penguasaan akademik. Numbered Heads Together (NHT) adalah suatu pendekatan yang dikembangkan oleh Spancer Kagan untuk melibatkan lebih banyak peserta didik dalam menelaah materi yang tercakup dalam suatu pembelajaran, dan mengecek pemahaman mereka terhadap isi pelajaran tersebut. Model NHT adalah bagian dari model pembelajaran kooperatif struktural, yang menekankan pada struktur-struktur khusus yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa (Trianto, 2010). Setiap metode pembelajaran memiliki kelebihan dan kekurangannya. Menurut (Hamdani, 2011) kelebihan model Numbered Heads Together (NHT) dalam proses pembelajaran yaitu :

1)   Setiap siswa menjadi siap semua

2)   Siswa dapat melakukan diskusidengan sungguh-sungguh

3)   Siswa yang pandai dapat mengajari siswa yag kurang pandai

Selain kelebihan model Numbered Heads Together (NHT), ada juga kelemahan model Numbered Heads Together (NHT) dalam proses pembelajaran (Hamdani, 2011) yaitu :

1)    Kemungkinan nomor yang dipanggil, akan dipanggil lagi oleh guru

2)    Tidak semua kelompok dipanggil oleh guru

Prestasi belajar siswa dalam pembelajaran PAI adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajar yang berupa nilai yang mencakup ranah kognitif, afektif, psikomotor. Hasil belajar didapat baik dari hasil tes (formatif, subsumatif, dan sumatif), bentuk kerja (performance), penugasan (proyek), hasil kerja (produk), portofolio, sikap serta penilaian diri.

Prestasi belajar dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik faktor dari dalam (internal) maupun faktor dari luar (eksternal). Menurut (Suryabrata, 1982) yang termasuk faktor internal adalah faktor fisiologis dan psikologis (misalnya kecerdasan, motivasi berprestasi dan kemampuan kognitif), sedangkan yang termasuk faktor eksternal adalah faktor lingkungan dan instrumental (misalnya guru, kurikulum, dan model pembelajaran). Menurut (Bloom, 1982) mengemukakan tiga faktor utama yang mempengaruhi hasil belajar, yaitu kemampuan kognitif, motivasi berprestasi, dan kualitas pembelajaran. Kualitas pembelajaran adalah kualitas kegiatan pembelajaran yang dilakukan dan ini menyangkut model pembelajaran yang digunakan.

Untuk meningkatkan Prestasi belajar PAI dalam pembelajarannya harus menarik sehingga siswa termotivasi untuk belajar. Diperlukan model pembelajaran atau strategi pembelajaran yang inovatif dan variatif dari guru mata pelajaran PAI mengarahkan siswa dapat menumbuhkan semangat belajar siswa. Adapun pembelajaran yang tepat untuk melibatkan siswa secara totalitas adalah pembelajaran dengan menggunakan Model Numbered Head Together (NHT) adalah gabungan dari penerapan SAL (Searching and Active Learning), kontektual, mind map serta jigsaw dengan komposisi yang berbeda. kaidah pembelajarannya menggabungkan isi kandungan pelajaran dengan pengalaman harian individu, masyarakat dan alam pekerjaan serta membandingkannya dengan literature yang ada di perpustakaan.

 

Metode Penelitian

Penelitian dilaksanakan di Kelas XII TKJ 1 SMK Negeri 1 Jamblang Kabupaten Cirebon. Mulai pada jam pelajaran Pendidikan Agama Islam yaitu pada hari Selasa, 05 Februari 2019 untuk Siklus I dan 12 Februari 2019 untuk siklus II. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa Kelas XII TKJ 1 SMK Negeri 1 Jamblang Kabupaten Cirebontahun ajaran 2018-2019 berjumlah 40 siswa. Pertimbangan penulis mengambil subyek penelitian tersebut karena terindetifikasi suatu masalah, yaitu pemahaman dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam masih dibawah standar KKM yaitu 80. maka perlu adanya pendekatan pembelajaran yang paling efektif sehingga prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam tercapai sesuai apa yang diharapkan.

Langkah-langkah penting dalam penelitian yang meliputi perencanaan (planning), tindakan (action), pengamatan (observation), dan refleksi (reflection) mesti dipahami dengan benar. Keyakinan seorang penelitian tentang babak sisklus yang mesti dilewati sehingga masalah di kelas dapat dipecahkan. Dalam penelitian ini prosedur tindakan mengadopsi prosedur Kemmis dan Mc Taggart dimana tindakan dan observasi dijadikan satu kesatuan (Kasda et al., 2019)

 

Hasil dan Pembahasan

Sebelum diadakan penelitian tindakan kelas, peneliti mengadakan observasi dan pengumpulan data dari kondisi awal kelas yang akan diberi tindakan, yaitu kelas XII TKJ 1 SMK Negeri 1 Jamblang Kabupaten Cirebon tahun pelajaran 2018-2019.

Pengetahuan awal ini perlu diketahui agar kiranya penelitian ini sesuai dengan apa yang diharapkan oleh peneliti, apakah benar kiranya kelas ini perlu diberi tindakan yang sesuai dengan apa yang akan diteliti oleh peneliti yaitu dengan menerapkan strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan efektifitas pembelajaran dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam.

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti diperoleh bahwa, pengajaran yang dilakukan guru masih menggunakan cara yang tradisional yaitu guru sebagai pusat pembelajaran dalam menyampaikan materi pembelajaran dengan menggunakan metode ceramah. Pada saat pembelajaran berlangsung terlihat siswa asyik dengan kegiatannya sendiri yang tidak ada kaitannya dengan apa yang disampaikan guru. Justru masih terlihat anak-anak yang bermain-main dengan temannya tanpa memperdulikan apa yang disampaikan oleh peneliti. Sehingga berdampak pada hasil belajar Pendidikan Agama Islam yang diperoleh siswa masih kurang memuaskan. Hasil koreksi tes awal dari siswa kelas XII TKJ 1 yang mendapatkan nilai standar KKM yaitu 80 hanya 27,5% (11 siswa) dari 40 siswa, artinya sebagian kecil siswa tersebut sudah mencapai nilai pada batas KKM yaitu 80.

Siklus pertama dilakukan: a) identifikasi permasalahan menyangkut bahan pelajaran yang digunakan, strategi pembelajaran yang biasa digunakan. Pada siklus ini menggunakan pendekatan konvensional, b). menyajikan materi pembelajaran Memahami Strategi Dakwah dan Perkembangan Islam di Indonesia, c). melakukan pengamatan dengan menggunakan observasi dan pemotretan, d). mengukur dampak pendekatan konvensional digunakan daftar aktivitas siswa. Hasil siklus I disajikan sebagai berikut:

 

 

 

Tabel 1

Hasil Observasi Kinerja Siswa dalam Proses Pembelajaran Siklus I

 

No

 

Aspek yang diamati

Analisis Hasil dicapai

Ket.

1

2

3

4

5

1

Mengajukan pertanyaan

 

 

 

 

 

2

Menjawab pertanyaan

 

 

 

 

 

3

Menyampaikan pendapat

 

 

 

 

 

4

Memperhatikan secara aktif

 

 

 

 

 

5

Bekerja dan belajar secara aktif

 

 

 

 

J u m l a h

12

12:25x100% = 48 %

Rata-rata

12 : 5 =2,4 = cukup

 

Dari hasil table diatas dapat disimpulkan bahwa kinerja siswa dalam Kegiatan proses pembelajaran dinilai observer adalah Cukup. Adapun kinerja guru pada siklus I sebagai berikut:

 

Tabel 2

Hasil Observasi Kinerja Guru dalam Proses Pembelajaran Siklus I

 

No

 

Aspek yang Dinilai

Ya

Tidak

Penilaian

 

1

2

3

4

5

A.

Pengamatan Kegiatan Belajar Mengajar

 

 

 

 

 

 

 

1.Kegiatan Awal

 

 

 

 

 

 

 

a.Mengaitkan pelajaran sekarang dengan yang lalu

 

 

 

 

 

b.Menyampaikan tujuan pembelajaran

 

 

 

 

 

c.Memotivasi siswa

 

 

 

 

 

1.   Kegiatan Inti

 

 

 

 

 

 

 

a.Mempresentasikan informasi

 

 

 

 

 

b.Mengorganisasikan siswa

 

 

 

 

 

c.Membimbing siswa

 

 

 

 

 

1) Diskusi kelompok

 

 

 

 

 

2)Mengajukanpertanyaan

 

 

 

 

 

3)Menjawab/menanggapi pertanyaan

 

 

 

 

 

4) Menyampaikan ide / pendapat

 

 

 

 

 

5) Memperhatikan secara aktif

 

 

 

 

 

6) Bekerja dan belajar bersama

 

 

 

 

 

d. Memberikan test/ evaluasi

 

 

 

 

 

e. Memberikan pengakuan/penghargaan

 

 

 

 

 

f.Menggunakan alat peraga

 

 

 

 

 

2. Kegiatan Akhir

 

 

 

 

 

 

 

a.Membimbing siswa untuk merangkum

 

 

 

 

 

b.Memberikan PR sebagai pengayaan

 

 

 

 

 

B.

Suasana Kelas

 

 

 

 

 

 

 

 

1. Siswa antusias

 

 

 

 

 

2. Guru antusias

 

 

 

 

 

3. Waktu sesuai dengan alokasi

 

 

 

 

 

4. KBM sesuai dengan RPP

 

 

 

 

J u m l a h

 

46 : 100 x 100 %= 46%

 

Rata-rata

 

46:20 = 2,30 = cukup

 

 

Berdasarkan hasil pengamatan dari observer, bahwa bahwa kegiatan pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada materi Memahami Strategi Dakwah dan Perkembangan Islam di Indonesia di Kelas XII TKJ 1 SMK Negeri 1 Jamblang Kabupaten Cirebon dengan menerapkan Model Numbered Head Together (NHT) dapat dikategorikan Cukup.

Penelitian pada siklus II dilakukan dengan: a) indentifikasi permasalahan menyangkut bahan pelajaran yang digunakan, setrategi pembelajaran yang biasa digunakan, b). menyajikan materi Memahami Strategi Dakwah dan Perkembangan Islam di Indonesia, c). melakukan pengamatan dengan menggunakan observasi dan pemotretan sebagai evaluasi pembelajaran.Hasil observasi siklus II disajikan sebagai berikut:

Tabel 3

Hasil Observasi Kinerja Siswa dalam Pembelajaran PAISiklus II

 

No

 

Aspek yang diamati

Analisis Hasil dicapai

Ket.

 

1

2

3

4

5

 

1

Mengajukan pertanyaan/masalah

 

 

 

 

 

2

Menjawab pertanyaan

 

 

 

 

 

3

Menyampaikan pendapat

 

 

 

 

 

4

Memperhatikan secara aktif

 

 

 

 

 

5

Bekerja dan belajar secara aktif

 

 

 

 

 

J u m l a h

20

20:25x100% =80 %

 

Rata-rata

20 : 5 = 4= Baik Sekali

 

 

Dari hasil table diatas dapat disimpulkan bahwa kinerja siswa dalam Kegiatan proses pembelajaran dinilai observer adalah Baik. Adapun kinerja guru sebagai berikut:

Tabel 4

Hasil Observasi Kinerja Guru dalam Proses Pembelajaran PAI Siklus II

 

 

No

 

Aspek yang Dinilai

Ya

Tidak

Penilaian

A.

Pengamatan Kegiatan Belajar Mengajar

 

 

 

 

 

 

 

 

1.  Kegiatan Awal

 

 

 

 

 

 

 

 

a. Mengaitkan materi sekarang dengan yang lalu

-

 

 

 

 

b.Menyampaikan tujuan pembelajaran

-

 

 

 

 

c. Memotivasi siswa

-

 

 

 

 

2.  Kegiatan Inti

 

 

 

 

 

 

 

a.Mempresentasikan informasi

-

 

 

 

 

b.Mengorganisasikan siswa

-

 

 

 

 

c. Membimbing siswa

-

 

 

 

 

1) Diskusi kelompok

-

 

 

 

 

2) Mengajukan pertanyaan

-

 

 

 

 

3) Menjawab / menanggapi pertanyaan

-

 

 

 

 

4)Menyampaikan ide / pendapat

-

 

 

 

 

5)Memperhatikan secara aktif

-

 

 

 

 

6) Bekerja dan belajar bersama

-

 

 

 

 

d. Memberikan test/ evaluasi

-

 

 

 

 

e. Memberikan pengakuan/penghargaan

-

 

 

 

 

f. Menggunakan alat peraga

-

 

 

 

 

3.  Kegiatan Akhir

 

 

 

 

 

 

 

a. Membimbing siswa untuk merangkum

-

 

 

 

 

b. Memberikan PR sebagai pengayaan

-

 

 

 

 

B.

Suasana Kelas

 

 

 

 

 

 

 

 

1. Siswa antusias

-

 

 

 

 

 

2. Guru antusias

-

 

 

 

 

3. Waktu sesuai dengan alokasi

-

 

 

 

 

4. KBM sesuai dengan RPP

-

 

 

 

 

J u m l a h

 

92 : 100 x 100 %= 92 %

Rata-rata

 

92 : 20 = 4,6 = baik sekali

 

Dari hasil table di atas dapat disimpulkan bahwa kinerja guru dalam kegiatan belajar mengajar dinilai baiksekali oleh observer. Dari kegiatan pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada materi Memahami Strategi Dakwah dan Perkembangan Islam di Indonesiadengan menerapkan Model Numbered Head Together (NHT) di kelas XII TKJ 1 SMK Negeri 1 Jamblang Kabupaten Cirebon diperoleh hasil belajar siswa pada tiap siklusnya mengalami peningkatan. Tingkat pencapaian penguasaan materi pembelajran Pendidikan Agama Islam tentang Memahami Strategi Dakwah dan Perkembangan Islam di Indonesia mengalami peningkatan pada awal sebelum adanya tindakan kelas rata-rata 56,75, pada siklus I setelah adanya penelitian tindakan kelas mencapai rata-rata 72,50, dan pada siklus II mengalami peningkatan yang cukup signifikan mencapai rata-rata 84,38.

Tingkat pencapaian penguasaan materi pembelajran Pendidikan Agama Islam tentangMemahami Strategi Dakwah dan Perkembangan Islam di Indonesia mengalami peningkatan pada awal sebelum adanya tindakan kelas rata-rata 56,75,pada siklus I setelah adanya penelitian tindakan kelas mencapai rata-rata 72,50, dan pada siklus II mengalami peningkatan yang cukup signifikan mencapai rata-rata 84,38. Dengan demikian, meningkatnya nilai dari hasil evaluasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada materi Memahami Strategi Dakwah dan Perkembangan Islam di Indonesia pada tiap siklusnya, berarti pemahaman siswa Kelas XII TKJ 1 SMK Negeri 1 Jamblang Kabupaten Cirebon terhadap materi tersebut menunjukkan adanya peningkatan yang cukup signifikan.

 

Kesimpulan

Dari hasil penelitian dan pembahasan, bahwa penerapan Model Numbered Head Together (NHT) dalam pembelajaran PAI pada materi Memahami Strategi Dakwah dan Perkembangan Islam di Indonesia di Kelas XII TKJ 1 SMK Negeri 1 Jamblang Kabupaten Cirebon dapat disimpulkan aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada materi Memahami Strategi Dakwah dan Perkembangan Islam di Indonesiadi kelas XII TKJ 1 SMK Negeri 1 Jamblang Kabupaten Cirebon pada tiap siklusnya mengalami peningkatan, pada siklus I aktivitas belajar siswa menunjukkan kategori cukup (48 %); pada siklus II aktivitas belajar siswa menunjukkan kategori baik (80%). Kinerja guru dalam kegiatan pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada materi Memahami Strategi Dakwah dan Perkembangan Islam di Indonesia, menunjukkan peningkatan, pada siklus I menunjukkan rata-rata 46 % (cukup), pada siklus II naik, dan menunjukkan rata -rata 92 % (baik sekali). Hasil belajar siswa pada setiap siklusnya mengalami peningkatan, hasil awal menunjukkan skor rata-rata:56,75 sedangkan hasil pada siklus I naik menjadi skor rata-rata: 72,50. Pada siklus II naik menjadi skor rata-rata: 84,38.��

Bibliografi

Bloom, H. (1982). Agon: Towards a theory of revisionism.

 

Hamdani. (2011). Strategi Belajar Mengajar. CV Pustaka Setia.

 

Isjoni. (2011). Cooperative Learning. Alfabeta.

 

Kasda, N., Sinring, B., & Imaduddin, I. (2019). Pengaruh Motivasi Kerja dan Kompetensi Terhadap Kinerja Guru SMP Negeri di Kecamatan Baranti Kabupaten Sidenreng Rappang. PARADOKS: Jurnal Ilmu Ekonomi, 2(4), 162�168.

 

Mufarokah, A. (2013). Strategi dan Model-Model Pembelajaran. Tulungagung: STAIN Tulungagung Pers.

 

Pane, A., & Dasopang, M. D. (2017). Belajar dan pembelajaran. Fitrah: Jurnal Kajian Ilmu-Ilmu Keislaman, 3(2), 333�352.

 

Suryabrata, S. (1982). Perkembangan individu. Rajawali, Jakarta.

 

Trianto, M. P. (2010). Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif: Konsep, Landasan dan Implementasinya pada kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Jakarta: Kencana.