|
Jurnal
Syntax Transformation |
Vol. 1
No. 6, Agustus 2020 |
|
p-ISSN :
2721-3854 e-ISSN : 2721-2769 |
Sosial
Sains |
PENERAPAN MODEL NUMBERED HEAD TOGETHER �DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN STRATEGI DAKWAH DAN PERKEMBANGAN ISLAM
Basari
SMK Negeri 1 Jamblang Cirebon, Indonesia
Email:
[email protected]
|
INFO ARTIKEL |
ABSTRAK |
|
Diterima 2 Agustus 2020 Diterima dalam bentuk revisi 15 Agustus 2020 Diterima dalam bentuk revisi 20 Agustus 2020 |
Berdasarkan hasil observasi, nilai evaluasi pada tahun 2018/2019 hanya 27,5% (11 siswa) dari 40 siswa yang dinilai sudah memahami tentang Strategi Dakwah dan Perkembangan Islam di Indonesia. Untuk
menjawab persoalan-persoalan
tersebut perlu diterapkan suatu cara alternatif mempelajari PAI yang kondusif dengan suasana yang cenderung rekreatif sehingga memotivasi siswa untuk mengembangkan
potensi kreativitasnya.
Salah satu alternatif
yang bisa digunakan adalah dengan penerapan Model Numbered Head Together (NHT). Dengan penggunaan teknik ini diharapkan
agar materi pelajaran PAI
dapat mudah dipahami dan dapat meningkatkan motivasi serta prestasi belajar siswa terhadap mata pelajaran PAI. Langkah-langkah penting dalam penelitian yang meliputi perencanaan (planning), tindakan
(action), pengamatan
(observation), dan refleksi (reflection)
mesti dipahami dengan benar. Keyakinan seorang penelitian tentang babak sisklus yang mesti dilewati sehingga masalah di kelas dapat dipecahkan. Dalam penelitian ini
prosedur tindakan mengadopsi prosedur Kemmis dan Mc Taggart dimana tindakan
dan observasi dijadikan satu kesatuan. Dari hasil penelitian dan pembahasan, bahwa penerapan Model Numbered
Head Together (NHT) dalam pembelajaran
PAI pada materi �Memahami
Strategi Dakwah dan Perkembangan Islam di Indonesia� di Kelas XII TKJ
1 SMK Negeri 1 Jamblang Kabupaten
Cirebon dapat disimpulkan
aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran Pendidikan
Agama Islam pada materi �Memahami Strategi Dakwah dan Perkembangan Islam di Indonesia� di kelas XII TKJ 1 SMK Negeri 1 Jamblang Kabupaten Cirebon pada tiap siklusnya mengalami peningkatan, pada siklus I aktivitas
belajar siswa menunjukkan kategori cukup (48 %); pada siklus II aktivitas belajar siswa menunjukkan kategori baik (80%). Kinerja guru dalam kegiatan pembelajaran Pendidikan Agama
Islam pada materi �Memahami Strategi Dakwah dan Perkembangan Islam di Indonesia�,�
menunjukkan peningkatan, pada siklus I menunjukkan
rata-rata 46 % �(cukup), pada siklus II naik, dan menunjukkan
rata -rata 92 % (baik sekali). |
|
Kata kunci: Model Numbered Head
Together: Perkembangan Islam dan Strategi Dakwah |
Pendahuluan
��������� Menurut Agus menyatakan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe group investigation ialah
salah satu dari tipe model pembelajaran kooperatif yang berupa kegiatan belajar yang memfasilitasi siswa untuk dapat belajar
dalam kelompok kecil yang heterogen, dimana siswa yang berkemampuan tinggi bergabung dengan siswa yang berkemampuan rendah agar dapat belajar bersama dan menyelesaikan suatu masalah yang di tugaskan oleh
guru kepada siswa (Suprijono, 2015).
��������� Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT, Pembelajaran kooperatif merupakan strategi pembelajaran yang mengutamakan adanya kerjasama antar siswa dalam
kelompok untuk mencapai tujuan pembelajaran. Para siswa dibagi ke dalam
kelompok-kelompok kecil dan
diarahkan untuk mempelajari materi pelajaran yang telah ditentukan. Tujuan dibentuknya kelompok kooperatif adalah untuk memberikan kesempatan kepada siswa agar dapat terlibat secara aktif dalam proses berpikir dan dalam kegiatan-kegiatan belajar. Dalam hal ini
sebagian besar aktifitas pembelajaran berpusat pada siswa, yakni mempelajari materi pelajaran serta berdiskusi untuk memecahkan masalah.
Berdasarkan hasil observasi,
nilai evaluasi pada tahun 2018/2019 hanya 27,5% (11 siswa) dari 40 siswa yang dinilai sudah memahami tentang Strategi Dakwah dan Perkembangan Islam di
Indonesia. Untuk menjawab persoalan-persoalan tersebut perlu diterapkan suatu cara alternatif
mempelajari PAI yang kondusif
dengan suasana yang cenderung rekreatif sehingga memotivasi siswa untuk mengembangkan
potensi kreativitasnya.
Salah satu alternatif yang bisa digunakan adalah dengan penerapan
Model Numbered Head Together (NHT). Dengan penggunaan teknik ini diharapkan agar materi pelajaran PAI dapat mudah dipahami
dan dapat meningkatkan motivasi serta prestasi belajar siswa terhadap mata pelajaran PAI.
Dari pokok permasalahan yang terjadi dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Kelas XII TKJ 1 SMK
Negeri 1 Jamblang, peneliti
ingin memperbaiki proses pembelajaran tersebut dengan meancoba menerapkan Model Numbered Head Together (NHT).
Belajar adalah suatu proses
yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri seseorang. Perubahan ini sebagai
hasil dari proses belajar yang dapat ditunjukkan dalam berbagai bentuk seperti : berubahnya pengetahuan, pemahaman sikap dan tingkah laku, keterampilan, kecakapan dan kemampuan serta perubahan aspek-aspek lain yang ada pada individu yang belajar (Mufarokah,
2013). �Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan
pendidik, dengan bahan pelajaran, metode penyampaian, strategi pembelajaran, dan sumber belajar dalam suatu lingkungan
belajar (Pane & Dasopang, 2017).
Model Pembelajaran adalah suatu perencanaan atau suatu pola yang digunakan
sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran dikelas atau pembelajaran dalam
tutorial dan untuk menentukan perangkat-perangkat pembelajaran termasuk
didalamnya buku-buku, film, computer, kurikulum dan sebagainya (Trianto, 2010). �Model pembelajaran dikembangkan atas dasar tori belajar dan pembelajaran yang melandasinya. Masing-masing teori belajar dengan masing-masing prinsipnya akan berimplikasi terhadap proses pembelajaran yang
akan dilakukan oleh guru
dan peserta didik. Model pembelajaran yang efektif memiliki keterkaitan dengan tingkat pemahaman guru terhadap kondisi/karakteristik materi, latar belakang
peserta didiknya, lingkungan belajar, fasilitas dan sarana dan prasarana yang tersedia, dan beberapa faktor
dan aspek yang terkait dengan proses pembelajaran (Mufarokah,
2013).
Model pembelajaran yang efektif salah satunya adalah model pembelajaran kooperatif (cooperative learning). Pembelajaran kooperatif adalah suatu model pembelajaran dimana sistem belajar dan bekerja dalam kelompok-kelompok
kecil yang berjumlah 4-6
orang secara kolaboratif, sehingga dapat merangsang peserta didik lebih bergairah
dalam belajar (Isjoni,
2011).
Model pembelajaran kooperatif terdapat beberapa macam salah satunya adalah Numbered Heads
Together (NHT).� Numbered Heads Together (NHT) adalah
model pembelajaran dimana setiap peserta didik diberi nomor
kemudian secara acak guru memanggil nomor dari peserta
didik. Teknik ini memberi kesempatan kepada peserta didik untuk saling
membagikan ide-ide dan pertimbangan
jawaban yang paling tepat. Numbered Heads Together (NHT) merupakan salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang menekankan pada struktur khusus yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa dan memiliki tujuan untuk meningkatkan penguasaan akademik. Numbered Heads Together (NHT) adalah suatu pendekatan
yang dikembangkan oleh Spancer
Kagan untuk melibatkan lebih banyak peserta
didik dalam menelaah materi yang tercakup dalam suatu pembelajaran, dan mengecek pemahaman mereka terhadap isi pelajaran tersebut.
Model NHT adalah bagian dari model pembelajaran kooperatif struktural, yang menekankan pada struktur-struktur
khusus yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa (Trianto,
2010). Setiap
metode pembelajaran memiliki kelebihan dan kekurangannya. Menurut (Hamdani,
2011) kelebihan
model Numbered Heads Together (NHT) dalam proses pembelajaran yaitu :
1)
Setiap siswa menjadi siap semua
2)
Siswa dapat melakukan diskusi� dengan
sungguh-sungguh
3)
Siswa yang pandai
dapat mengajari siswa yag kurang
pandai
Selain kelebihan model Numbered Heads Together (NHT), ada juga kelemahan model Numbered
Heads Together (NHT) dalam proses pembelajaran (Hamdani,
2011) yaitu
:
1)
Kemungkinan nomor
yang dipanggil, akan dipanggil lagi oleh guru
2)
Tidak semua kelompok dipanggil oleh guru
Prestasi belajar siswa dalam pembelajaran PAI adalah kemampuan-kemampuan
yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajar yang berupa nilai yang
mencakup ranah kognitif, afektif, psikomotor. Hasil belajar didapat baik dari
hasil tes (formatif, subsumatif, dan sumatif), bentuk kerja (performance),
penugasan (proyek), hasil kerja (produk), portofolio, sikap serta penilaian
diri.
Prestasi belajar dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik faktor dari dalam
(internal) maupun faktor dari luar (eksternal). Menurut (Suryabrata, 1982) yang termasuk
faktor internal adalah faktor fisiologis dan psikologis (misalnya kecerdasan,
motivasi berprestasi dan kemampuan kognitif), sedangkan yang termasuk faktor
eksternal adalah faktor lingkungan dan instrumental (misalnya guru, kurikulum,
dan model pembelajaran). Menurut (Bloom, 1982) mengemukakan
tiga faktor utama yang mempengaruhi hasil belajar, yaitu kemampuan kognitif,
motivasi berprestasi, dan kualitas pembelajaran. Kualitas pembelajaran adalah
kualitas kegiatan pembelajaran yang dilakukan dan ini menyangkut model
pembelajaran yang digunakan.
Untuk meningkatkan Prestasi belajar PAI dalam
pembelajarannya harus menarik sehingga siswa termotivasi untuk belajar. Diperlukan
model pembelajaran atau strategi pembelajaran yang inovatif dan variatif dari
guru mata pelajaran PAI mengarahkan siswa dapat menumbuhkan semangat belajar
siswa. Adapun pembelajaran yang tepat untuk melibatkan siswa secara totalitas
adalah pembelajaran dengan menggunakan Model Numbered Head Together
(NHT) adalah gabungan dari penerapan SAL (Searching and Active Learning), kontektual, mind map serta jigsaw
dengan komposisi yang berbeda. kaidah pembelajarannya menggabungkan isi kandungan pelajaran
dengan pengalaman harian individu, masyarakat dan alam pekerjaan serta membandingkannya dengan
literature yang ada di perpustakaan.
Metode Penelitian
Penelitian dilaksanakan di Kelas XII
TKJ 1 SMK Negeri 1 Jamblang Kabupaten Cirebon. Mulai pada jam pelajaran Pendidikan Agama Islam yaitu pada hari Selasa, 05 Februari 2019 untuk Siklus I dan 12 Februari 2019 untuk siklus II. Subyek dalam penelitian ini adalah
siswa Kelas XII TKJ 1 SMK
Negeri 1 Jamblang Kabupaten Cirebon�
tahun ajaran 2018-2019 berjumlah 40 siswa.
Pertimbangan penulis mengambil subyek penelitian tersebut karena
terindetifikasi suatu masalah, yaitu pemahaman dan prestasi belajar siswa pada
mata pelajaran Pendidikan Agama Islam masih dibawah standar KKM yaitu 80. maka
perlu adanya pendekatan pembelajaran
yang paling efektif sehingga prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran
Pendidikan Agama Islam tercapai sesuai apa yang diharapkan.
Langkah-langkah
penting dalam penelitian yang meliputi perencanaan (planning),
tindakan (action),
pengamatan (observation),
dan refleksi (reflection)
mesti dipahami dengan benar. Keyakinan
seorang penelitian tentang babak sisklus
yang mesti dilewati sehingga masalah di kelas dapat dipecahkan. Dalam penelitian ini prosedur tindakan
mengadopsi prosedur Kemmis dan Mc Taggart dimana tindakan dan observasi
dijadikan satu kesatuan (Kasda et
al., 2019)
Hasil dan Pembahasan
Sebelum diadakan penelitian tindakan kelas, peneliti mengadakan observasi dan pengumpulan data dari kondisi awal
kelas yang akan diberi tindakan, yaitu kelas XII TKJ 1 SMK Negeri
1 Jamblang Kabupaten
Cirebon tahun
pelajaran 2018-2019.�
Pengetahuan awal ini
perlu diketahui agar kiranya penelitian ini sesuai dengan
apa yang diharapkan oleh peneliti, apakah benar kiranya kelas
ini perlu diberi tindakan yang sesuai dengan apa
yang akan diteliti oleh peneliti yaitu dengan menerapkan strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan
efektifitas pembelajaran dalam pembelajaran Pendidikan
Agama Islam.
Berdasarkan hasil observasi
yang dilakukan peneliti diperoleh bahwa, pengajaran yang dilakukan guru masih menggunakan cara yang tradisional yaitu guru sebagai pusat pembelajaran dalam menyampaikan materi pembelajaran dengan menggunakan metode ceramah. Pada saat pembelajaran berlangsung terlihat siswa asyik dengan
kegiatannya sendiri yang tidak ada kaitannya
dengan apa yang disampaikan guru. Justru masih terlihat anak-anak yang bermain-main dengan temannya tanpa memperdulikan apa yang disampaikan oleh peneliti. Sehingga berdampak pada hasil belajar Pendidikan Agama Islam yang diperoleh
siswa masih kurang memuaskan. Hasil koreksi tes awal
dari siswa kelas XII TKJ 1 yang mendapatkan
nilai standar KKM yaitu 80 hanya 27,5% (11 siswa) dari 40 siswa, artinya sebagian kecil
siswa tersebut sudah mencapai
nilai pada batas KKM yaitu 80.
Siklus pertama dilakukan:
a) identifikasi permasalahan
menyangkut bahan pelajaran yang digunakan, strategi pembelajaran yang biasa digunakan. Pada siklus ini menggunakan
pendekatan konvensional,
b). menyajikan materi pembelajaran �Memahami Strategi Dakwah dan Perkembangan Islam di Indonesia�, c). melakukan pengamatan dengan menggunakan observasi dan pemotretan, d). mengukur dampak pendekatan konvensional digunakan daftar aktivitas siswa. Hasil siklus I disajikan sebagai
berikut:
Tabel 1
Hasil Observasi
Kinerja Siswa dalam Proses Pembelajaran Siklus I
|
No |
Aspek
yang diamati |
Analisis Hasil dicapai |
Ket. |
||||
|
1 |
2 |
3 |
4 |
5 |
|||
|
1 |
Mengajukan pertanyaan |
|
|
� |
|
|
|
|
2 |
Menjawab pertanyaan |
|
� |
|
|
|
|
|
3 |
Menyampaikan pendapat |
|
� |
|
|
|
|
|
4 |
Memperhatikan secara aktif |
|
|
� |
|
|
|
|
5 |
Bekerja
dan belajar secara aktif |
|
� |
� |
|
|
|
|
J
u m l a h |
12 |
12:25x100% = 48 % |
|||||
|
� Rata-rata |
12 : 5 =� 2,4 = cukup |
||||||
Dari hasil table diatas dapat disimpulkan
bahwa kinerja siswa dalam Kegiatan
proses pembelajaran dinilai
observer adalah Cukup. Adapun kinerja guru pada siklus I sebagai berikut:
Tabel 2
Hasil Observasi
Kinerja Guru dalam Proses Pembelajaran
Siklus I
|
No |
Aspek
yang Dinilai |
Ya |
Tidak |
Penilaian |
|
||||
|
1 |
2 |
3 |
4 |
5 |
|||||
|
A. |
Pengamatan Kegiatan Belajar Mengajar |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
� |
1.Kegiatan
Awal |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
a.Mengaitkan pelajaran sekarang dengan yang lalu |
� |
|
|
|
� |
|
|
||
|
b.Menyampaikan tujuan pembelajaran |
� |
|
|
� |
|
|
|
||
|
c.Memotivasi siswa |
� |
|
|
� |
|
|
|
||
|
1.
Kegiatan Inti |
|
|
|
|
|
|
|
||
|
a.Mempresentasikan informasi |
� |
|
|
� |
|
|
|
||
|
b.Mengorganisasikan siswa |
� |
|
|
� |
|
|
|
||
|
c.Membimbing siswa |
� |
|
|
� |
|
|
|
||
|
1) Diskusi kelompok |
� |
|
|
� |
|
|
|
||
|
2)Mengajukanpertanyaan |
� |
|
|
� |
|
|
|
||
|
3)Menjawab/menanggapi pertanyaan |
� |
|
|
� |
|
|
|
||
|
4) Menyampaikan ide / pendapat |
� |
|
|
� |
|
|
|
||
|
5) Memperhatikan secara aktif |
� |
|
|
� |
|
|
|
||
|
6) Bekerja dan belajar bersama |
� |
|
|
� |
|
|
|
||
|
d. Memberikan test/ evaluasi |
� |
|
|
� |
|
|
|
||
|
e. Memberikan pengakuan/penghargaan |
� |
|
|
� |
|
|
|
||
|
f.Menggunakan alat peraga |
� |
|
|
� |
|
|
|
||
|
2. Kegiatan Akhir |
|
|
|
|
|
|
|
||
|
a.Membimbing siswa untuk merangkum |
� |
|
|
� |
|
|
|
||
|
b.Memberikan PR sebagai pengayaan |
� |
|
|
� |
|
|
|
||
|
B. |
Suasana
Kelas |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
1. Siswa antusias |
� |
|
|
|
� |
|
|
|
|
2. Guru antusias |
� |
|
|
|
|
|
� |
||
|
3. Waktu sesuai dengan alokasi |
� |
|
|
|
|
� |
|
||
|
4. KBM sesuai dengan RPP |
� |
� |
|
|
|
� |
|
||
|
J u m l a h |
|
46
: 100 x 100 %� = 46% |
|
||||||
|
Rata-rata |
|
46:20 = 2,30 = cukup |
|
||||||
Berdasarkan hasil pengamatan dari observer, bahwa bahwa kegiatan
pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada materi �Memahami Strategi Dakwah dan Perkembangan Islam di Indonesia� di Kelas XII TKJ 1 SMK Negeri 1 Jamblang Kabupaten
Cirebon dengan menerapkan
Model Numbered Head Together (NHT) dapat dikategorikan Cukup.
Penelitian pada siklus II
dilakukan dengan: a) indentifikasi permasalahan menyangkut bahan pelajaran yang
digunakan, setrategi pembelajaran yang biasa digunakan, b). menyajikan materi �Memahami Strategi Dakwah dan Perkembangan Islam di Indonesia�, c). melakukan
pengamatan dengan menggunakan observasi dan pemotretan sebagai evaluasi
pembelajaran.Hasil observasi siklus II disajikan sebagai berikut:
Tabel 3
Hasil Observasi
Kinerja Siswa dalam Pembelajaran PAI� Siklus II
|
No |
Aspek yang diamati |
Analisis Hasil dicapai |
Ket. |
|
|||||
|
1 |
2 |
3 |
4 |
5 |
|
||||
|
1 |
Mengajukan pertanyaan/masalah |
|
|
� |
|
|
|
||
|
2 |
Menjawab pertanyaan |
|
|
|
� |
|
|
||
|
3 |
Menyampaikan pendapat |
|
|
|
� |
|
|
||
|
4 |
Memperhatikan secara aktif |
|
|
|
� |
|
|
||
|
5 |
Bekerja dan belajar secara aktif |
|
|
|
|
� |
|
||
|
J u m l a h |
20 |
20:25x100% =� 80 % |
|
||||||
|
Rata-rata |
20 : 5 = 4= Baik Sekali |
|
|||||||
Dari hasil table diatas dapat disimpulkan
bahwa kinerja siswa dalam Kegiatan
proses pembelajaran dinilai
observer adalah Baik. Adapun kinerja guru sebagai berikut:
Tabel
4
Hasil Observasi
Kinerja Guru dalam Proses Pembelajaran
PAI Siklus II
|
No |
Aspek
yang Dinilai |
Ya |
Tidak |
Penilaian |
|||||
|
A. |
Pengamatan Kegiatan Belajar Mengajar |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
1. Kegiatan Awal |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
a. Mengaitkan materi sekarang dengan yang lalu |
� |
- |
|
|
|
|
� |
|
|
b.Menyampaikan tujuan pembelajaran |
� |
- |
|
|
|
� |
|
||
|
c. Memotivasi siswa |
� |
- |
|
|
|
� |
|
||
|
2. Kegiatan Inti |
|
|
|
|
|
|
|
||
|
a.Mempresentasikan informasi |
� |
- |
|
|
|
� |
|
||
|
b.Mengorganisasikan siswa |
� |
- |
|
|
|
� |
|
||
|
c. Membimbing siswa |
� |
- |
|
|
|
� |
|
||
|
1) Diskusi kelompok |
� |
- |
|
|
|
� |
|
||
|
2) Mengajukan pertanyaan |
� |
- |
|
|
|
� |
|
||
|
3) Menjawab / menanggapi pertanyaan |
� |
- |
|
|
|
� |
|
||
|
4)Menyampaikan ide / pendapat |
� |
- |
|
|
|
� |
|
||
|
5)Memperhatikan secara aktif |
� |
- |
|
� |
|
|
|
||
|
6) Bekerja dan belajar bersama |
� |
- |
|
|
|
|
� |
||
|
d. Memberikan test/ evaluasi |
� |
- |
|
|
|
|
� |
||
|
e. Memberikan pengakuan/penghargaan |
� |
- |
|
|
|
|
� |
||
|
f. Menggunakan alat peraga |
� |
- |
|
|
|
|
� |
||
|
3. Kegiatan Akhir |
|
|
|
|
|
|
|
||
|
a. Membimbing siswa untuk merangkum |
� |
- |
|
|
|
|
� |
||
|
b. Memberikan PR sebagai
pengayaan |
� |
- |
|
|
|
|
� |
||
|
B. |
Suasana
Kelas |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
1. Siswa antusias |
� |
- |
|
|
|
|
� |
|
|
|
2. Guru antusias |
� |
- |
|
|
|
� |
|
|
|
3. Waktu sesuai dengan alokasi |
� |
- |
|
|
|
� |
|
||
|
4. KBM sesuai dengan RPP |
� |
- |
|
|
|
� |
|
||
|
J u m l a h |
|
92
: 100 x 100 %� = 92 % |
|||||||
|
Rata-rata |
|
92
: 20 = 4,6 = baik sekali |
|||||||
Dari hasil table
di atas dapat disimpulkan bahwa kinerja guru dalam kegiatan belajar mengajar dinilai baik� sekali oleh observer. Dari kegiatan pembelajaran Pendidikan
Agama Islam pada materi ��Memahami
Strategi Dakwah dan Perkembangan Islam di Indonesia� dengan
menerapkan Model Numbered Head Together (NHT)
di kelas XII TKJ 1 SMK Negeri 1 Jamblang Kabupaten
Cirebon diperoleh hasil belajar siswa pada tiap siklusnya mengalami peningkatan. Tingkat pencapaian
penguasaan materi pembelajran Pendidikan Agama Islam tentang
�Memahami Strategi
Dakwah dan Perkembangan
Islam di Indonesia� mengalami peningkatan pada awal sebelum adanya tindakan kelas rata-rata 56,75, pada siklus I setelah adanya penelitian tindakan kelas mencapai rata-rata 72,50, dan pada siklus II mengalami peningkatan yang cukup signifikan mencapai rata-rata 84,38. �
Tingkat pencapaian
penguasaan materi pembelajran Pendidikan Agama Islam tentang� �Memahami
Strategi Dakwah dan Perkembangan Islam di Indonesia� mengalami
peningkatan pada awal sebelum adanya tindakan kelas rata-rata 56,75,� pada siklus I setelah adanya penelitian tindakan kelas mencapai rata-rata 72,50,
dan pada siklus II mengalami
peningkatan yang cukup
signifikan mencapai
rata-rata 84,38. �Dengan demikian, meningkatnya nilai dari hasil
evaluasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada materi �Memahami Strategi Dakwah dan Perkembangan Islam di
Indonesia� pada tiap siklusnya,
berarti pemahaman siswa Kelas XII TKJ 1 SMK Negeri 1 Jamblang Kabupaten
Cirebon terhadap materi tersebut menunjukkan adanya peningkatan yang cukup signifikan.
Kesimpulan
Dari hasil penelitian dan pembahasan, bahwa penerapan Model Numbered
Head Together (NHT) dalam pembelajaran
PAI pada materi �Memahami
Strategi Dakwah dan Perkembangan Islam di Indonesia� di Kelas XII TKJ 1
SMK Negeri 1 Jamblang Kabupaten
Cirebon dapat disimpulkan aktivitas siswa dalam
mengikuti pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada
materi �Memahami Strategi Dakwah dan Perkembangan Islam di Indonesia� di kelas XII TKJ 1 SMK Negeri 1 Jamblang Kabupaten Cirebon pada tiap siklusnya mengalami peningkatan, pada siklus I aktivitas
belajar siswa menunjukkan kategori cukup (48 %); pada siklus II aktivitas belajar siswa menunjukkan kategori baik (80%). Kinerja guru dalam
kegiatan pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada materi �Memahami Strategi Dakwah dan Perkembangan Islam di Indonesia�, menunjukkan
peningkatan,
pada siklus I menunjukkan
rata-rata 46 % (cukup),
pada siklus II naik, dan menunjukkan
rata -rata 92 % (baik sekali). Hasil belajar siswa pada setiap siklusnya mengalami peningkatan, hasil awal menunjukkan skor rata-rata:� 56,75 sedangkan hasil pada siklus I
naik menjadi skor
rata-rata: 72,50. Pada siklus II naik menjadi skor rata-rata: 84,38.��
�
Bibliografi
Bloom,
H. (1982). Agon: Towards a theory of revisionism.
Hamdani.
(2011). Strategi Belajar Mengajar. CV Pustaka Setia.
Isjoni.
(2011). Cooperative Learning. Alfabeta.
Kasda,
N., Sinring, B., & Imaduddin, I. (2019). Pengaruh Motivasi Kerja dan
Kompetensi Terhadap Kinerja Guru SMP Negeri di Kecamatan Baranti Kabupaten
Sidenreng Rappang. PARADOKS: Jurnal Ilmu Ekonomi, 2(4), 162�168.
Mufarokah,
A. (2013). Strategi dan Model-Model Pembelajaran. Tulungagung: STAIN
Tulungagung Pers.
Pane,
A., & Dasopang, M. D. (2017). Belajar dan pembelajaran. Fitrah: Jurnal
Kajian Ilmu-Ilmu Keislaman, 3(2), 333�352.
Suryabrata,
S. (1982). Perkembangan individu. Rajawali, Jakarta.
Trianto,
M. P. (2010). Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif: Konsep, Landasan
dan Implementasinya pada kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Jakarta:
Kencana.