Upaya Pemerintahan Tsai Ing-Wen Melawan Tekanan One-China Principle Pada Era Xi Jinping

  • W. K Faizin Ahzani Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur
Keywords: Sovereignty; One-China Principle; small states diplomacy; diplomatic recognition.

Abstract

Sejatinya Tiongkok dulu hanya terfokus di pulau utama dengan satu identitas yaitu Republic of China yang dipelopori oleh Dr. Sun Yat-sen dan Jenderal Chiang Kai-shek, tetapi semua mulai berubah ketika partai komunis pada saat itu mulai melakukan revolusi. Mao Zedong sebagai pemimpin gerakan tersebut kemudian sukses dalam mengambil alih Tiongkok (pulau utama) dari Kuomintang dan mengusir mereka ke pulau Taiwan. Akibat hal tersebut lah hingga saat ini terdapat identitas ganda antara Tiongkok dengan Taiwan. Kebijakan One-China Principle menjadi upaya Tiongkok untuk mengikat Taiwan, karena Tiongkok menganggap Taiwan juga termasuk wilayah kedaulatan Tiongkok. Namun, Taiwan menganggap bahwa mereka merupakan negara yang berdaulat sejak dulu hingga sekarang di masa pemerintahan Tsai Ing-wen. Maka di sini peneliti akan berusaha untuk menjelaskan bagaimana upaya yang dilakukan oleh Taiwan dengan berfokus pada pemerintahan Tsai Ing-wen terhadap kebijakan One-China Principle di era Xi Jinping. Peneliti juga akan menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menjelaskan lebih dalam mengenai upaya-upaya yang dilakukan oleh Tsai Ing-wen, melalui konsep diplomasi negara kecil dan pengakuan diplomatik. Berdasarkan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa upaya yang dilakukan oleh Tsai Ing-wen sudah cukup untuk mempertahankan kedaulatan mereka secara de facto, akan tetapi Taiwan tetap membutuhkan dukungan dari negara-negara besar untuk mempertahankan kedaulatan mereka dari tekanan-tekanan yang dilakukan oleh Tiongkok.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2021-04-23