Upaya Pemerintahan Tsai Ing-Wen Melawan Tekanan One-China Principle Pada Era Xi Jinping
DOI:
https://doi.org/10.46799/jst.v2i4.252Keywords:
Sovereignty; One-China Principle; small states diplomacy; diplomatic recognition.Abstract
Sejatinya Tiongkok dulu hanya terfokus di pulau utama dengan satu identitas yaitu Republic of China yang dipelopori oleh Dr. Sun Yat-sen dan Jenderal Chiang Kai-shek, tetapi semua mulai berubah ketika partai komunis pada saat itu mulai melakukan revolusi. Mao Zedong sebagai pemimpin gerakan tersebut kemudian sukses dalam mengambil alih Tiongkok (pulau utama) dari Kuomintang dan mengusir mereka ke pulau Taiwan. Akibat hal tersebut lah hingga saat ini terdapat identitas ganda antara Tiongkok dengan Taiwan. Kebijakan One-China Principle menjadi upaya Tiongkok untuk mengikat Taiwan, karena Tiongkok menganggap Taiwan juga termasuk wilayah kedaulatan Tiongkok. Namun, Taiwan menganggap bahwa mereka merupakan negara yang berdaulat sejak dulu hingga sekarang di masa pemerintahan Tsai Ing-wen. Maka di sini peneliti akan berusaha untuk menjelaskan bagaimana upaya yang dilakukan oleh Taiwan dengan berfokus pada pemerintahan Tsai Ing-wen terhadap kebijakan One-China Principle di era Xi Jinping. Peneliti juga akan menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menjelaskan lebih dalam mengenai upaya-upaya yang dilakukan oleh Tsai Ing-wen, melalui konsep diplomasi negara kecil dan pengakuan diplomatik. Berdasarkan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa upaya yang dilakukan oleh Tsai Ing-wen sudah cukup untuk mempertahankan kedaulatan mereka secara de facto, akan tetapi Taiwan tetap membutuhkan dukungan dari negara-negara besar untuk mempertahankan kedaulatan mereka dari tekanan-tekanan yang dilakukan oleh Tiongkok.
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC-BY-SA). that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.





