41
Jurnal Syntax Transformation
Vol 2 No 1 Januari 2021
p-ISSN : 2721-3854 e-ISSN : 2721-2769
Sosial Sains
DISKURSUS PROBLEM DAN SOLUSI DALAM PENANGANAN ADMINISTRASI
PENDIDIKAN KRISTEN DI KEHIDUPAN NEW NORMAL
Djone Georges Nicolas
Sekolah Tinggi Theologi (STT) IKAT Jakarta, Indonesia
Email: djonealexandrenathanae[email protected]
INFO ARTIKEL
ABSTRACT
Diterima 2 Desember 2020
Diterima dalam bentuk revisi
15 Desember 2020
Diterima dalam bentuk revisi
20 Desember 2020
Talking Education is generally known as the spearhead of a
nation in organizing a glorious future to achieve its dream
goals. Because, the purpose of education is not only to build
students, but also to build the nation through students who are
being prepared through education. How can the
administration of Christian education provide a way out of the
problems that hinder the new normal life, especially in terms
of leadership roles? This study uses descriptive methods of
analysis with the aim of knowing the problems in handling
christian education administration in the habits of New
Normal life that are constantly rolling, and knowing what kind
of solutions are needed in handling the administration.
Christian education including religious minorities in
Indonesia experienced various problems and barriers
including in terms of administration especially during the
Covid 19 Pandemic which had forced drastic and dramatic
changes, so that concrete and effective solutions were needed
in handling educational administration in this new era called
the "New Normal". In conclusion, Christian educational
institutions in terms of administration must adapt and adapt to
the technology that is the demand in New Normal life, so as
not to be left behind and still respond to the needs that are
guaranteed by the government for the education of students.
Therefore, educational administration needs leaders who are
capable and able to innovate and be creative more than ever
in the New Normal era, so that educational institutions can
continue to exist in carrying out their responsibilities as
heroes for generations and the nation. Christian Education
Institutions must view the Covid 19 Pandemic not as a
disaster in its entirety, but on the contrary as an opportunity
to work in dedication, by improving the quality of its
administration, so that it can be an answer and a light for this
nation in the life of this New Normal.
ABSTRAK
Berbicara Pendidikan pada umumnya diketahui sebagai ujung
tombak suatu bangsa dalam menata masa depan yang
gemilang untuk mencapai tujuan yang diimpikannya. Sebab,
tujuan pendidikan bukan sekedar untuk membangun anak-
anak didik, tetapi juga membangun bangsa melalui anak-anak
Keywords:
christian education
administration; problem;
solution; new normal life
Djone Georges Nicolas
42 Jurnal Syntax Transformation, Vol. 2 No. 1, Januari 2021
Kata kunci:
Administrasi Pendidikan
Kristen; Problem; Solusi;
Kehidupan New Normal
didik yang sedang dipersiapan melalui pendidikan. Bagaimana
penanganan administrasi pendidikan Kristen dapat memberi
jalan keluar atas masalah-masalah yang merintangi di masa
kehidupan New Normal ini khususnya dalam hal peran
kepemimpinan? Peneltian ini menggunakan metode deskriptif
analisis dengan tujuan mengetahui problem dalam penanganan
administrasi pendidikan Kristen di dalam kebiasaan
kehidupan New Normal yang terus menerus bergulir, dan
mengetahui solusi yang seperti apa yang diperlukan dalam
menangani administrasinya. Pendidikan Kristen yang
termasuk Agama minoritas di Indonesia mengalami berbagai
problem dan penghalang termasuk dalam hal administrasi,
terlebih pada masa Pandemi Covid 19 yang telah memaksakan
perubahan yang drastis dan dramatis, sehingga diperlukan
solusi yang konkret dan efektif dalam penanganan
administrasi pendidikan di era yang baru yang disebut dengan
istilah “New Normal” ini. Kesimpulannya, lembaga
pendidikan Kristen dalam hal admistrasinya harus
mengadaptasikan dan menyesuaikan diri dengan teknologi
yang menjadi tuntutan di kehidupan New Normal ini, agar
tidak ketinggalan dan tetap menjawab kebutuhan-kebutuhan
yang menjadi hak yang dijamin oleh pemerintah bagi
pendidikan peserta didik. Oleh karena itu, administrasi
pendidikan memerlukan pemimpin yang cakap dan yang
mampu berinovasi dan berkreativitas lebih dari sebelumnya di
masa New Normal ini, agar lembaga pendidikan dapat tetap
eksis dalam melaksanakan tanggung jawabnya sebagai
pahlawan bagi generasi dan bangsa. Lembaga Pendidikan
Kristen harus memandang Pandemi Covid 19 bukan sebagai
bencana pada keseluruhannya, tetapi sebaliknya sebagai
peluang untuk berkarya dalam pengabdian, dengan
meningkatkan mutu administrasinya, sehingga dapat menjadi
jawaban dan terang bagi bangsa ini di kehidupan New Normal
ini.
Pendahuluan
Seperti salah satu Motto atau kata bijak
Filsuf Yunani Aristoteles di Jagokata.com
yang berbunyi: “Mendidik pikiran tanpa
mendidik hati, bukan pendidikan sama
sekali”, yang dengan kata lain dapat dimaknai
seperti sia-sia menjadikan peserta didik pintar
secara ontologis tanpa terjadi perubahan yang
signifikan dalam karakter dan sikap mereka.
Demikianlah, pendidikan berperan menghasil
kan perubahan dengan mencerdaskan anak
bangsa. Administrasi pendidikan tidak
terlepas dari problem atau masalah-masalah
yang sangat beragam, termasuk masalah
politis. Pendidikan sebagai komoditas politik
bisa terlihat dari perubahan pendidikan yang
bukan sebagai solusi, melainkan sebagai
“proyek”. Sebagai contoh, istilah ganti
Menteri adalah identik dengan ganti
kebijakan.
Analisis masalah-masalah tersebut dan
perubahan-perubahan yang terjadi terus
menerus, terlebih pada masa Pandemi Covid-
19 yang masih terus berlangsung, harus
menjadi pijakan lembaga pendidikan untuk
mengantisipasi dan mempersiapkan diri
sebagai solusi menghadapi berbagai dampak
perubahan yang terjadi. Sebab perubahan
Djone Georges Nicolas
44 Jurnal Syntax Transformation, Vol. 2 No. 1, Januari 2021
bukanlah hal baru hari ini dan tetap selalu
akan ada, dan justru bisa direncanakan.
Proses pembelajaran mengalami perubahan
dari tenaga didik yang merupakan kunci dan
komponen yang sentral dalam administrasi
dan perkembangan pendidikan dalam menuju
hasil yang terbaik di dalam dunia pendidikan
Kristen menjadi perhatian khusus.
Kemerosotan nilai moral anak-anak bangsa
yang sangat memprihatinkan menjadi fakta
yang tidak dapat dipungkiri baik di di
kalangan dewasa maupun pelajar sebagai
penerus bangsa (Saihu, 2019).
Dapat dikatakan dengan jujur bahwa
terdapat masalah dalam dunia pendidikan
yang memerlukan solusi dan jawaban,
terlebih dalam masa pembaruan yang disebut
New normal, dimana berbagai tuntutan
inovasi dan kreativitas menjadi keperluan,
khususnya administrasi pendidikan Kristen
dalam kontribusinya menghadirkan terang
bagi generasi dan bangsa. Sebab, pendidikan
merupakan suatu usaha yang melibatkan
banyak pihak, diselenggarakan secara sadar,
terencana dan sistematis melalui proses
pembentukan dan pengembangan potensi
peserta didik & hal itu sejalan dengan UU No
20 Th 2003 (Mahmud & Iqbal, 2015)
Menurut (Engkoswara, 2010), pendidikan
merupakan kedewasaan individu dalam
aspek-aspek individualistic, sosialitas,
moralitas dan personalitas dalam
(Engkoswara, 2010).
Presiden Republik Indonesia Joko
Widodo pada Sabtu 4 April 2020 di berita
CNN Indonesia Nasional menyampaikan
bahwa beban dalam administrasi para guru
menjadi suatu persoalan, sebab mereka lebih
fokus pada hal administratif ketimbang pada
kegiatan dan proses belajar dan mengajar.
Merujuk kepada data hasil terilis tentang
daftar dari 100 SMA terbaik berpatokan pada
hasil Ujian Nasional (UN) tahun 2019 di
Negara Kesatuan Republik Indonesia,
terdapat beberapa instansi sekolah pendidikan
Kristen di sepuluh besar : yaitu, SMA Santa
Ursula BSD Sekolah Katolik yang berada di
Provinsi Banten di urutan kedua dengan
angka rata-rata 91,09, diikuti di urutan ketiga
oleh SMA Kristen 1 Penabur Jakarta di
Provinsi DKI Jakarta dengan Nilai Ebtanas
Murni 90,98 rata-rata, lalu di urutan kelima
SMA Santa Ursula di Provinsi DKI Jakarta
dengan NEM rata-rata 89,78, di urutan
ketujuh SMA Yusuf di Provinsi DKI Jakarta
dengan NEM 88,33; di urutan kedelapan
dengan NEM 88,00 rata-rata SMA Kanisius
di DKI Jakarta, di urutan kesembilan dan
sepuluh terdapat SMA Labschool Kebayoran
dan SMA Kristen 3 BPK Penabur di daerah
DKI Jakarta masing-masing dengan NEM
87,95 dan 87,66 rata-rata (m.liputan6.com, 20
Juni 2019).
Data di atas dengan jelas berbicara
sendiri menunjukkan dampak dan kualitas
dari pendidikan di kalangan Kekristenan
dalam memberi kontribusinya bagi negara.
Terlihat dari sepuluh besar saja, terdapat tujuh
lembaga pendidikan berbasis Kristiani, dan
juga dari jumlah empat puluh yang masuk
dari daftar seratus SMA terbaik yang sudah
dirilis. Tentunya itu tidak lepas dari peran
administrasi pendidikan yang terdapat di
dalam sekolah-sekolah tersebut. Sebagai
contoh, SMA Santa Ursula dengan motto
memberi pendidikan kepada anak-anak didik
mereka dengan tujuan menjadikan mereka
manusia yang seutuhnya, yang mempunyai
kecerdasan yang memampukan pribadinya
untuk melayani, yang terbukti kualitas
administrasinya dengan mendapatkan
penilaian akreditasi “A” pada tahun 2018 dan
masih “A” di tahun 2020
(dapo.dikdasmen.kemendikbud.go.id).
Akreditasi dalam dunia pendidikan
menjadi salah satu tolak ukur kualitas dan
tertib administrasi suatu lembaga pendidikan.
Dengan kata lain, dengan nilai akreditasi A,
tentunya membuktikan kualitas yang tinggi
yang dimiliki SMA Santa Ursula BSD.
Administrasi pendidikan Kristen adalah
bagian dari pelayanan, oleh karena itu
Diskursus Problem dan Solusi dalam Penanganan Administrasi Pendidikan Kristen Di
Kehidupan New Normal
Jurnal Syntax Transformation, Vol. 2 No. 1, Januari 2021 45
administrasi pendidikan Kristen bukan
sekedar dipelajari tetapi harus dikerjakan,
bukan sekedar dikerjakan, tetapi tentunya
dikerjakan dengan nilai kebenaran dan tolak
ukur yang ditetapkan oleh firman Tuhan yang
menjadi parameter dan petunjuk, agar
tercapai kehendak Allah melalui pendidikan
yang dilaksanakan.
Metode Penelitian
Ini merupakan kajian dengan
menggunakan pendekatan kualitatif terhadap
sebuah persoalan yang hangat, faktual dan
relevan, terkait perubahan-perubahan yang
terus terjadi terutama di masa Normal Baru
atau New Normal yang menuntut suatu
tanggapan dan respon yang dapat dilihat dari
lembaga pendidikan Kristen dalam rangka
menanggapi problem dan solusi administrasi
pendidikan di kehidupan New Normal ini,
agar melalui kepemimpinan yang baik
lembaga pendidikan tersebut tetap relevan
dengan era modern yang terus berkembang.
Penelitian kualitatif menurut Bodgan dan
Biklen (Hamzah & Shamsudin, 2020) adalah
suatu prosedur penelitian yang menghasilkan
data deskriptif yang berupa ucapan maupun
tulisan, serta perilaku orang yang diamati di
dalam suatu konteks dan kajian dari sudut
pandang yang lengkap dan komprehensif,
maupun menyeluruh atau holistik. Metode
yang digunakan dalam penelitian ini adalah
metode deskriptif literatur, supaya dapat
memberi suatu gambaran yang lebih, secara
deskriptif melalui berbagai informasi literatur
yang disediakan, baik melalui media online
dalam bentuk elektronik maupun berupa
informasi-informasi di internet.
Hasil dan Pembahasan
A. Administrasi Pendidikan
Administrasi diartikan sebagai
seluruh proses pengerahan serta integrasi
segala hal secara personal, material
maupun secara spiritual yang
berhubungan dengan capaian tujuan dalam
pendidikan (Ngalim M, 2018).
Administrasi pendidikan merupakan
tindakan atau aksi mengkoordinir perilaku
manusia di lingkungan pendidikan dengan
tujuan sumber daya yang dimiliki ditata
dengan cara yang terbaik, demi
pencapaian produktivitas sebagai tujuan
(Savitri & Pramono, 2020). Administrasi
disebut baik kalau lengkap, akurat dan
dapat dipercaya, mutakhir dan disimpan
sehingga memberi kemudahan dalam
penelusuran dalam rangka dapat
digunakan sebagai tolak ukur untuk
mengambil keputusan ketika diperlukan
(Hidayati et al., 2018).
Dari berbagai definisi para ahli,
dapat simpulkan bahwa perbedaannya
hanya pada penekanan tetapi prinsipnya
tetap sama-sama fokus pada manusia,
sumber daya dan waktu. Penggunaan
administrasi pasti berbeda-beda di dalam
setiap organisasi, karena setiap organisasi
tersebut memiliki visi, misi, tujuan &
karakteristik yang berbeda-beda satu
dengan yang lain. Misalnya: organisasi
keagamaan, pendidikan, pemerintah,
bisnis, dll. Oleh karena itu, kualitas
menjadi suatu standar yang perlu dipenuhi,
karena menjadi kebutuhan semua orang,
dan pasti menjadi pertimbangan termasuk
di bidang pendidikan. Tetapi, kualitas dan
hasil yang diimpikan tidak terjadi karena
suatu kebetulan, namun karena suatu
proses dengan perencanaan dan persiapan
yang baik. Sebab hasil ditentukan oleh
proses, dan administrasi yang dikerjakan
secara rutin akan meringankan langkah-
langkah yang harus dihadapi. Maka,
administrasi pendidikan perlu dan harus
diberi perhatian secara khusus, atau
dijadikan utama, termasuk tenaga
administrasi itu sendiri sebagai komponen
yang tidak terpisahkan dalamnya.
Menurut G.R. Terry, terdapat empat
fungsi administrasi pendidikan sebagai
berikut: Perencanaan, pengorgansasian,
Djone Georges Nicolas
46 Jurnal Syntax Transformation, Vol. 2 No. 1, Januari 2021
pengerahan/pelaksanaan, pengawasan.
Bagi L. Gullick ada tujuh fungsi, yaitu
Perencanaan, pengorgansasian, penentuan
staf, pengarahan, pelaporan, pengkoordina
sian, penganggaran. Henry Fayol
menyebut lima fungsi Perencanaan,
pengorgansasian, Pengaturan, pengkoordin
asian, pengawasan (Mahmud & Iqbal,
2015). Bagi M. Ngalim Purwanto, selain
yang sudah disebut di atas sebagai fungsi
administrasi pendidikan, ditambahkan
komunikasi, supervisi, pembiayaan dan
penilaian.
B. Administrasi Pendidikan Kristen
1.
Problem Administrasi Pendidikan
Kristen di Kehidupan New Normal
Problem itu diartikan oleh
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)
sebagai masalah atau persoalan
(kbbi.web.id). Dengan kata lain,
problem pasti merupakan sesuatu yang
berbeda dari apa yang diharapkan,
sesuatu yang tidak mengenakan dalam
hal atau bidang apapun, termasuk di
dalam hal yang berkaitan dengan
bidang administrasi pendidikan khusus
dalam Kekristenan. (Sugiono, 2009)
mengartikan problem sebagai hal yang
menyimpang antara apa yang
seharusnya dan apa yang terjadi secara
nyata, gap antar teori dan praktek,
aturan dan pelaksanaan, dan antara apa
yang direncakan dan apa yang
dilaksanakan (2009: 52).
Sejak ditetapkan Covid 19
sebagai Pandemi dan Peraturan
Gubernur dalam rangka mencegah dan
mengendalikan situasi krisis yang ada,
sebagai contoh di Jakarta Pergub
88/2020 yang di Pasal 8 (1.a) tentang
tanggung jawab sekolah dan institusi
pendidikan apapun yang lain dalam
memberi kepastian dalam
keberlangsungan proses mengajar dan
belajar sebagai hak peserta didik dalam
memperoleh pendidikan, namun
sebisanya selama masa PSBB tetap
beraktivitas dari rumah
(news.detik.com:13 Sep. 2020),
administrasi pendidikan mendapat
rintangan yang tidak sedikit. Proses
pembelajaran mengalami perubahan
dari kebiasaannya. Pembelajaran harus
dilakukan dengan cara daring atau
online (via Whatsapp, Zoom, Google
meet, Google Classroom dan
sebagainya), dilakukan dalam ruang
gerak yang terbatas, terjadi pembatasan
interaksi secara fisik, di waktu yang
sama penyebaran virus corona
merajalela sehingga mengakibatkan
kepanikan orang tua yang tinggi
sehingga tidak terjadi persekutuan
bersama di sekolah.
Melalui wawancara dengan
bapak Widy Susanto, M. Pd guru SD
Anugerah Kudus Tangerang:
“Terdapat peserta didik yang tidak
serius mengikuti kelas karena malas
dan merasa sulit menangkap materi
dengan cara online, ada yang ngantuk
dan tidur selama materi disampaikan,
ada yang bermasalah dengan jaringan
atau signal, dan ada pula anak yang
tidak bisa mengikuti kelas dikarenakan
orangtuanya bermasalah secara
ekonomi, sehingga kurang memadai
untuk membeli kuota pulsa atau
internet.” Menurut ibu Tirza
Manaroinsong sebagai orang tua murid:
Materi pembelajaran ternyata tidak
menyenangkan dan tidak menarik bagi,
dikarenakan tidak ada hal yang baru,
tidak ada kejutan dan materi tidak
menantang.”
Berkaitan dengan masalah
pendidikan sumber berita CNN
Indonesia Nasional Sabtu 4 April 2020,
Presiden Negara Republik Indonesia
yang terhormat bapak Ir. Hj. Joko
Widodo menyatakan bahwa menurut
survey Program for International
Diskursus Problem dan Solusi dalam Penanganan Administrasi Pendidikan Kristen Di
Kehidupan New Normal
Jurnal Syntax Transformation, Vol. 2 No. 1, Januari 2021 47
Student Assesment (PISA) atau
Program Penilaian Pelajar
Internasional, dari hasil survei tahun
2018, terdapat tiga permasalahan
pendidikan yang harus segera di atasi
di Indonesia. Di antaranya:
- Pertama, besarnya persentase siswa
berprestasi rendah.
- Kedua, persentase siswa yang
mengulang kelas yang masih tinggi
mencapai 16 persen.
- Ketiga, tingginya ketidakhadiran
siswa di kelas, sehingga perlu
langkah-langkah perbaikan
menyeluruh baik dari aspek
peraturan, regulasi, anggaran
infrastruktur, manajemen sekolah,
kualitas guru, hingga beban
administratif guru.
Keterbatasan ruang gerak yang
memaksa semua bentuk pembelajaran
dilaksanakan dari rumah demi
meminimalisir penyebaran virus
Corona tersebut, membuat teknologi
informasi dalam bentuk digital menjadi
sebuah pilihan diprioritaskan. Global
Innovation Index (GII) dalam laporan
tahunan yang bertujuan untuk
menangkap aspek multidimensi dari
inovasi dengan memahami dengan
lebih rinci aspek manusia di balik
inovasi untuk di bidang Knowledge
creation menyampaikan bahwa
Indonesia stagnan di kisaran angka tiga
selama lima tahun dan bahkan
mengalami penurunan terbesar, yaitu
dari skor 26,80 pada tahun 2011
menjadi 21,25 pada 2018 ada di urutan
ke-85 dengan skor 29,8 dan tempat
nomor 2 terbawa di ASEAN di atas
Kamboja (26,7). Dalam hal potensi
baca, Indonesia diposisikan 72 dari
antara 77 negara, dalam hal
Matematika di posisi 72 dari antara 78
negara, dan di ilmu Sains di di posisi
70 dari 78 negara menurut
edukasi.kompak.com bertanggal 5 april
2020.
Dari sisi lain, dalam makalah
Andre Andrian di www.academia.edu
dengan judul “Makalah Permasalahan
Pendidikan” disebut kurang meratanya
pelayanan pendidikan, kurang
serasinya kegiatan belajar dengan
tujuan pembelajaran, belum efisien dan
ekonomisnya pendidikan, belum
efisiennya penyajian, sistem informasi
kebijakan yang masih kurang
sempurna, penghargaan terhadap unsur
budaya nasional yang masih kurang,
kesadaran yang belum kokoh, serta
identitas dan kebanggaan nasional,
masyarakat yang belum memiliki
kesukaan belajar, belum paket
pendidikan yang masih agak mahal,
kesempatan kerja yang masih terbatas.
Namun, di momen krisis seperti inilah,
terdapat juga banyak kendala dalam
pendidikan, terutama dalam hal dana
dan manajemen. Karena bagaimana
pun dengan Pandemi yang melanda,
baik orang-orang tua maupun sekolah
pasti kena dampak secara finansial,
sehingga terdapat orang tua yang tidak
setuju apabila Sumbangan Pembinaan
Pendidikan (SPP) tetap dibayar secara
penuh seperti biasanya, oleh karena
pelajaran tidak dilakukan dengan tatap
muka. Di sisi yang lain, sekolah
membutuhkan biaya untuk
operasionalnya, sehingga
mengakibatkan terjadi perbedaan
pendapat dan bahkan perdebatan yang
cukup tajam.
2.
Solusi Administrasi Pendidikan
Kristen di Kehidupan New Normal
Apa langkah lembaga
pendidikan Kristen dalam usaha
memberi jawaban atau solusi?
Dimanakah kreativitas dan inovasi
Lembaga-lembaga tersebut di masa ini
yang semakin krisis? Bukankah terang,
Djone Georges Nicolas
48 Jurnal Syntax Transformation, Vol. 2 No. 1, Januari 2021
pengharapan dan masa depan ada di
dalam pendidikan berbasis Kristiani
dengan nilai-nilai kebenarannya?
Solusi merupakan penyelesaian,
pemecahan, jalan keluar menurut
Kamus Besar Bahasa Indonesia
(KBBI). Dapat juga didefinisikan
sebagai jalan keluar maupun jawaban
atas masalah (Chatib, 2011). Masalah
administrasi pendidikan perlu
penanganan dan solusi yang konkret,
terlebih sekarang di masa New Normal
ini. New Normal atau tatanan baru
adalah kebiasaan dan perilaku yang
baru berbasis pada adaptasi untuk
membudayakan perilaku hidup bersih
dan sehat menurut juru bicara
Pemerintah Indonesia bapak Achmad
Yurianto di Tirto.id pada 29 Mei 2020.
Kata “New” juga dapat diartikan
modern yang oleh Kamus Besar
Bahasa Indonesia (KBBI) diartikan
sebagai “terbaru, mutakhir, sikap dan
cara berpikir serta cara bertindak sesuai
dengan tuntutan zaman. Oleh karena
itu, Kehidupan New Normal dapat
didefinisikan sebagai kehidupan di
masa atau era terbaru, dimana tuntutan
sikap dan pikiran harus diselaraskan
atau disesuaikan dengan perkembangan
yang terjadi. Dengan kata lain, setiap
tatanan baru menunjukkan wajahnya
tersendiri sehingga mengharuskan
setiap orang, instansi organisasi,
termasuk lembaga pendidikan untuk
ikut memperbaharui diri, cara dan
strategi dalam usahanya untuk bertahan
dan tidak mengalami ketertinggalan.
Mengingat bahwa perubahan
yang dialami peserta didik dan
pengaruhnya terhadap kemajuan
bangsa yang menjadi target dari
pendidikan, tentunya pertumbuhan
secara fisik akan terus mengalami
perubahan-perubahan secara alamiah,
pertumbuhannya secara emosional bisa
terjadi secara positif dan negatif, dan
secara iman, mau tidak mau dan suka
tidak suka, perlu lembaga pendidikan
dan para tenaga didik mengadaptasikan
diri dan sistem pendidikan dengan
teknologi yang menjadi tuntutan dan
sarana yang paling relevan pasa masa
Kehidupan New Normal ini. Oleh
karena itu, dalam menggunakan
teknologi, akan diperlukan manajemen
yang baik untuk dapat menyesuaikan
dari kebiasaan lama kepada kebiasaan
baru. Sebab manajemen bisa dikatakan
merupakan inti dari administrasi
pendidikan, oleh karena aktivitas dalam
bidang manajemen bisa dikatakan juga
kegiatan administratif, dan manajemen
adalah satu-kesatuan dengan
administrasi karena sekarang semua
serba menggunakan IT maka
pelaksanaan administrasi dilakukan
secara online. Contohnya, seperti kita
gunakan google classroom, sebenarnya
masuk ke era baru.
Menggunakan perangkat, yang
memang harus dibeli dengan model
SIAKAD (Sistem Informasi
Akademik) harus bisa menjadi
alternatif. Demikianlah hasil dari GC
bisa dihubungkan atau akses ke Prodi,
dikelola dan kemudian ke staff PDPT.
Data keseluruhan sudah ada disitu dan
baru kemudian diatur untuk dikirim ke
SAPTO BAN PT (Sistem Akreditasi
Perguruan Tinggi Online) setelah
dilengkapi. Semua itu dapat
memudahkan proses administrasi
pendidikan ke depan terlebih pada
masa pandemi sekarang ini. Sebagai
contoh dalam menerima peserta didik
pada tahun 2020, SMA Santa Ursula
telah membuat inovasi baru dengan
mengadakan pendaftaran secara online,
pembayaran registrasi pendaftaran
secara drive thru dan tes masuk secara
online pula (sanurbsd-tng.sch.id).
Diskursus Problem dan Solusi dalam Penanganan Administrasi Pendidikan Kristen Di
Kehidupan New Normal
Jurnal Syntax Transformation, Vol. 2 No. 1, Januari 2021 49
Diperlukan kreativitas dan inovasi yang
tinggi dari lembaga pendidikan Kristen
dalam menghadapi Covid 19 dan tetap
eksis dalam melayani melalui
pendidikan. Dalam hal ini manajemen
sangat diperlukan.
Menurut Kamus Besar Bahasa
Indonesia (KBBI), Manajemen
didefinisikan sebagai pengunaan
sumber daya dengan cara efektif dalam
rangka mencapai sasaran;
kepemimpinan yang bertanggung
jawab atas berjalannya perusahan atau
organisasi. Namun, yang diperlukan
haruslah manajemen yang bermutu,
yang artinya yang memenuhi standar
yang telah ditetapkan, yakni
menghasilkan perubahan, dan untuk itu
diperlukan manusia yang bermutu pula.
Sebab hasil yang diharapkan akan baik
apabila manusia yang terlibat dalam
manajemen dan mengerjakannya
mempunyai kualitas yang tinggi. Oleh
karenanya, diperlukan peningkatan
jumlah dan juga mutu para tenaga didik
dengan mengangat dan menempatkan
mereka berdasarkan hasil seleksi dan
kualifikasi, dan dibuat penyesuaian
dengan kebutuhan sekolah sesuai hasil
supervisi dari laporan kepala sekolah
(Ngalim M, 2018).
C. Kepemimpinan dalam Pendidikan
Kristen
Paulus mengingatkan sebagai
pemimpin bahwa, apapun yang telah dia
lakukan, tujuan adalah untuk memberi
contoh dan teladan bagi orang lain
dengan cara giat bekerja semua orang
harus membantu orang-orang yang
lemah dan harus selalu ingat perkataan
Tuhan Yesus bahwa lebih berbahagia
tindakan memberi dari pada tindakan
menerima (Kis. 20:35 LAI, 2014: 169).
Seorang pemimpin pada hakekatnya
merupakan seorang pekerja yang
dinamis, memberi teladan dan berkorban
bagi orang-orang yang dipimpinnya.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia
(KBBI), kepemimpinan diartikan sebagai
perihal memimpin, cara memimpin.
Perlu diingat bahwa mendidik
merupakan tindakan memberi nilai-nilai
yang tinggi dalam kehidupan pribadi-
pribadi yang dididik, termasuk dengan
memberi teladan. Yesus Kristus Tuhan
sendiri merupakan buah dari pendidikan
Yahudi sehingga dalam tugasnya sebagai
seorang Guru (Rabbi) dalam Agama
Yahudi di masa hidupnya di bumi
sebagai manusia dan pemimpin, Ia
mengajar sering kali melalui ceramah
maupun bimbingan , penghafalan,
dialog, studi-studi kasus dan simbol-
simbol tertentu. Ingat juga bahwa, yang
dikagumi dari Yesus bukan sekedar
mujizat-mujizat yang dilakukan-Nya,
tetapi kecerdasan yang dimilikiNya
maupun teladan yang ditunjukkannya
yang tidak terlepas dari pendidikan
keluarga (dalam hal ini orang tua).
Kepemimpinan yang selalu Yesus
gambarkan melalui pesan-pesan dan juga
melalui contoh tindakan nyata yang Ia
lakukan selalu adalah dengan bersikap
sebagai leader, sebagai pemimpin yang
mau melayani orang lain.
Bagi Donald G Krause
kepemimpinan merupakan kehendak
mengendalikan apa yang terjadi,
pemahaman merencanakan tindakan, dan
kekuasaan untuk meminta penyelesaian
tugas, dengan menggunakan kepandaian
dan kemampuan orang lain secara
kooperatif (1998:3). Bagi Robert Dubin,
Kepemimpinan merupakan pengunaan
kekuasaan dan pembuatan keputusan
(Mahmud & Iqbal, 2015). Sesuai dengan
peraturan Menteri Pendidikan Nasional
Republik Indonesia Nomor: 13 Tahun
2017 tentang standar kepala
sekolah/Madrasah. Kepala sekolah
sebagai pemimpin harus kompeten
Djone Georges Nicolas
50 Jurnal Syntax Transformation, Vol. 2 No. 1, Januari 2021
dalam kepribadiannya, dalam sisi
manajerial, dalam wirausaha, juga
dalam hal supervisi maupun dui sisi
sosial.
Kepemimpinan pendidikan Kristen
dalam hal ini kepala sekolah maupun guru
atau dosen, sangat mempengaruhi dan
menentukan keberhasilan proses
pendidikan dalam hal administrasi maupun
dalam kegiatan-kegiatan pembelajaran.
Sebab, lebih dari pada tuntutan menguasai
teori-teori dan tugas kepemimpinan, lebih
lagi dituntut mengimplementasikan
semuanya dengan maximal di dalam
prakteknya. Memperhatikan dan
memastikan kualitas guru-guru, sebab
administrasi pendidikan dimulai dari
kepala sekolah, lalu guru-guru. Disiplin
dan tertib administrasi pendidikan
sangatlah menolong dan dibutuhkan di
dalam dunia pendidikan, terutama dari
kepemimpinan kepala sekolah yang
memberi teladan dan menggerakan semua
orang yang dibawah-nya.
Dia haruslah seseorang
administrator yang andal dan menguasai
bidang administrasi dengan sebaik-
baiknya agar dapat melaksanakan
tanggung jawabnya dengan maksimal.
Maka, profesionalisme seorang tenaga
didik merupakan satu poin yang tidak
kalah penting, dan dengan otomatis
memerlukan peningkatan, terlebih saat ini,
dimana kualitas tenaga pendidik menjadi
daya tarik dan nilai jual yang kuat bagi
orang tua anak dalam menentukan pilihan
sekolah bagi anak-anak mereka.
3.
Pemimpin yang Merencanakan
Pembelajaran
Mazmur 20:5 menyatakan bahwa
hasil yang terbaik akan diberikan kepada
orang yang bukan sekedar
menghendakinya, tetapi juga
merancangkan langkah-langkahnya. Itu
memberi gambaran yang jelas mengenai
pentingnya perencanaan dalam rangka
mencapai suatu keberhasilan dalam hal
apapun yang diinginkan, termasuk dalam
pembelajaran yang kualitasnya
menentukan banyak hal dalam hasil akhir
yang akan dicapai. Perencanaan
merupakan permulaan dari suatu proses
rasional dalam menetapkan apa yang
menjadi sasaran sebagai pedoman kinerja
organisasi dari mulainya hingga pada masa
mendatang, kemudian menetapkan tugas
dan juga pembagian maupun manfaat dari
sumber daya yang dibutuhkan dalam suatu
organisasi.
Pembelajaran memiliki keunikan
tersendiri. Pembelajaran bisa berlangsung
dimana saja (di ruang yang dikelelingi
sekatan tembok maupun di alam terbuka),
sehingga keberhasilannya tidak ditentukan
oleh tempat, tetapi bagaimana seorang
pendidik mampu merencanakan dan
memanfaatkan lingkungan tersebut
sehingga turut mempengaruhi
pembelajaran. Keberhasilannya di sisi lain
adalah bagaimana peserta didik belajar.
Suksesnya peserta didik dalam belajar
sangat bergantung pada bagaimana
pendidik merekayasa kegiatan
pembelajaran melalui “Perencanaan
Pembelajaran”, sebab dengan perencanaan
yang baik, pelaksanaan pembelajaran pasti
berjalan dengan baik. Pemimpin
memerlukan pemahaman tentang berbagai
dokumen normatif (Peraturan-peraturan
Mendiknas), alternatif (Buku teks,…), dan
realitas kontekstual (siswa dan
kebutuhannya) sehingga membantu
pendidik dalam mewujudkan dokumen
aplikatif (SILABUS dan RPP) menjadi
pedoman pelaksanaan pembelajaran di
kelas.
Kemampuan dalam merencanakan,
mengorganisasikan, menentukan tenaga
pegawai, mengarahkan, mengkoordinir,
mengawasi, membuat laporan dan
menganggarkan, mengevaluasi serta
melakukan perbaikan sangat diperlukan
Diskursus Problem dan Solusi dalam Penanganan Administrasi Pendidikan Kristen Di
Kehidupan New Normal
Jurnal Syntax Transformation, Vol. 2 No. 1, Januari 2021 51
oleh pemimpim-pemimpin Kristen
lembaga organisasi pendidikan hari-hari
ini. Maka, pembelajaran harus
direncanakan dan dibuat menjadi efektif
(atur waktunya) dengan cara mengatur
langkah langkah pelajaran yang rinci, dan
usaha memberi tugas yang menyenangkan
dan bukan membebani bagi peserta didik
dengan menentukan metode pelajaran
yang tepat. Sebagai contoh, dapat
memanfaatkan fasilitas yang terdapat di
rumah dengan baik seperti halnya: dibuat
konten dengan memanfaatkan barang-
barang yang ada di sekitar rumah maupun
mengerjakan seluruh kegiatan belajar
melalui sistem online.
4.
Pemimpin yang mengorganisasi
Dalam pengorganisasian, pemimpin
menetapkan dan mengelompokkan tugas
alokasi semua sumber daya yang tersedia
ke dalam bebagai divisi. Langkah-langkah
prosedur pengorganisasian menurut
(Komariah, 2010) Memperinci pekerjaan
dengan menentukan tugas-tugas apa yang
harus dilakukan untuk mencapai tugas
organisasi, pembagian beban pekerjaan
terhadap orang-orang yang memiliki
kualifikasi yang tepat dan beban pekerjaan
yang rasional supaya tetap efektif dan
efisien, pengadaan dan pengembangan
mekanisme untuk mengkoordinasikan
pekerjaan. Seperti di dalam Tawarikh
dimana tugasnya sangat rinci ditetapkan
demi pencapaian tujuan bersama, dimana
ada orang yang menjadi pemimpin kuli-
kuli dan yang mengiringi tukang-tukang
dalam pelaksanaan segala macam
pekerjaan, dan di sisi yang lain ada
pembagian tugas sebagai panitera bagi
sebagian orang Lewi, pengatur dan
penunggu pintu gerbang bagi sebagian
yang lain (Meliono, 2011).
Sekolah apapun tanpa terkecuali
harus menyediakan sarana dan prasarana
dengan tujuan memenuhi kebutuhan dan
keperluan pendidikan. Mengenai
ketentuan ini, telah di atur dalam UU No
20 Th 2003 Bab 10 Pasal 45. Peraturan
pemerintah RI, No 19 Th 2005 Bab 7
Pasal 42, 43, 44, 45. Tentang
pemeliharaan sarana dan prasarana
pendidikan telah diatur juga dalam Pasal
47 PP RI No 19 Th 2005. Maka,
administrasi pendidikan sangatlah penting
dan dibutuhkan di dalam suatu lembaga
pendidikan Kristiani, sebab maju atau
mundurnya sekolah atau perguruan tinggi
juga bisa di nilai dari administrasinya.
5.
Pemimpin inovatif dan responsive
Pemimpin Kristen di pendidikan
juga perlu mempunyai jiwa wirausaha dan
inovatif dengan menangkap setiap
peluang, agar dapat mencapai tujuan yang
ditetapkan dalam memberi manfaat bagi
pelajar maupun orang tua mereka, dan
juga bagi masyarakat yang ada di sekitar
lingkungan sekolah. Sebab, baik sekolah
yang di dalamnya terdapat tenaga didik
dan peserta didik maupun orang tua dan
masyarakat, sama-sama merupakan satu
kesatuan dalam upaya membangun baik
anak-anak didik maupun bangsa. Oleh
karena itu, kepemimpinan sekolah perlu
membangun komunikasi yang baik dan
meresponi dengan penuh perhatian setiap
keluhan yang didengar dengan tujuan
memberi penyelesaian dan mengatasi
masalah apapun yang terjadi, sehingga
harus terjalin kerjasama yang baik antar
ketiganya seperti diatur Pemerintah dalam
UU RI No 20 Th 2003. Bab 1 Pasal 1 Ayat
23 & 27 dan hal menggendalikan hal
mutu pelayanan pendidikan dalam Bab 3
Pasal 4 Ayat 6, juga dalam pemberian
berbagai dukungan sumber daya dalam
Bab 4 bagian III Pasal 8,9, serta hak dan
kewajiban untuk dapat dukungan
pendidikan yang berkualitas dalam segala
bidang yang dibutuhkan di Bab 15 Pasal
54 (Mahmud & Iqbal, 2015).
Mengenai keuangan yang menjadi
kebutuhan krusial dan sangat penting
Djone Georges Nicolas
52 Jurnal Syntax Transformation, Vol. 2 No. 1, Januari 2021
dalam administrasi pendidikan perlu
menjadi perhatikan, mengingat bahwa
dalam administrasi pendidikan Kristiani,
keuntungan finansial (profit) tidak pernah
menjadi tekanan. Administrasi dalam hal
keuangan merupakan keseluruhan..proses
aktivitas-aktivitas yang dengan sengaja
telah direncanakan maupun diterapkan
dengan sebaik-baiknya, yang
bimbingannya terjadi tanpa henti terhadap
keuangan lembaga pendidikan, agar
kegiatan..pendidikan dapat mensupport
tujuan yang ingin dicapai oleh sekolah
(Hendrowati, 2015).
Mengingat kesulitan yang dialami
baik orang tua maupun pihak sekolah di
masa New Normal ini, diperlukan
komunikasi yang intens dan musyawarah
antar orang tua yang mengalami kesulitan
dengan wali kelas yang dapat menjadi
jembatan kepada kepala sekolah yang juga
dapat jadi jembatan kepada yayasan,
sehingga dapat dicari dan ditemukan solusi
yang memadai untuk kedua bela pihak.
Sebab, oleh karena berbeda dengan
paradigma masa lalu dimana guru
diistilahkan sebagai pahlawan yang tanpa
tanda jasa, hari ini guru menjadi profesi
dan salah satu dari enam permasalahan
profesi guru berkaitan dengan persoalan
tentang masa depan (Syaiful, 2012),
sehingga operasional sekolah sangat
membutuhkan inovasi dan kreativitas yang
sangat tinggi dalam mencari sumber dana
demi keberlangsungkan kegiatan
pendidikan sekolah di masa new normal
ini.
Dalam mengurus administrasi
keuangan yang berfungsi menerima dan
memakai uang yang telah diterima
seefisien mungkin, baik yang diterima dari
lembaga pendidikan atau pun dari pihak
pemerintah, orangtua dan masyarakat,
diperlukan berbagai hal yang harus
menolong dan dijadikan dokumentasi
seperti: Arsip buku pengeluaran, lembar
cek, buku kas, bukti pembayaran gaji
maupun tunjangan, laporan keuangan dan
banyak hal lain (Mahmud & Iqbal, 2015).
Pengelolaannya harus transparan dan
dikelola oleh orang yang tepat di
bidangnya untuk dapat melaksanakan
manajemennya dengan baik, dengan
akuntabilitas yang dituntut jelas, dan juga
tepat sasaran sehingga setelah proses
penilaian dan evaluasi, hasil laporan yang
diperoleh memuaskan karena sesuai tujuan
dan penetapan awal.
Berbicara pemimpin tentang
administrasi pendidikan adalah berbicara
tentang mengerjakan apa yang dicatat dan
mencatat apa yang dikerjakan. Oleh
karena itu segala sesuatu perlu
didokumentasikan dengan sangat rapih
demi kemajuan dan pencapaian target
yang lebih besar ke depan.
6.
Pemimpin sebagai Supervisor
Pengertian Supervisi Pendidikan
secara umum adalah Proses Pemberian
bantuan untuk meningkatkan Mutu
Pendidikan. Misi utama Supervisi
Pendidikan adalah memberi bantuan dan
menfasilitasi guru dalam mengembangkan
kinerjanya guna meningkatkan Mutu
Pendidikan. Pemimpin Kristen sebagai
Supervisor harus berkualitas dan
berintegrasi tinggi, mempunyai
pendekatan personal yang baik dan sopan,
rendah hati dan harus mempunyai
kualifikasi, menguasai administrasi
pendidikan dan kooperatif dalam usahanya
untuk mencapai tujuan. Pemimpin bukan
sekedar menjadi seorang administrator
yang andal, tetap juga seorang supervisor
yang profesional dan penuh dedikasi agar
tidak didapati penyimpangan dalam
berfungsinya instansi yang dipimpinnya.
Di dalam tugas memsupervisi, dia
harus bisa dapat membimbing dan
memberi motivasi dan semangat demi
mencapai target yang ditetapkan oleh
Lembaga Pendidikan itu sendiri. Sebab
Diskursus Problem dan Solusi dalam Penanganan Administrasi Pendidikan Kristen Di
Kehidupan New Normal
Jurnal Syntax Transformation, Vol. 2 No. 1, Januari 2021 53
tanpa diadakan supervisi, evaluasi dan
perbaikan pun menjadi sesuatu yang
mustahil dan kontraproduktif. Namun,
orang-orang yang disupervisi harus dibuat
merasa nyaman dan terdorong untuk lebih
giat dalam melaksanakan kegiatan mereka
oleh pemimpin sebagai supervisor dan
bukan sebaliknya menjadi seperti ancaman
bagi mereka. Itupun termasuk kualifikasi
kreativitas yang harus dimiliki seorang
supervisor, karena bagaimanapun, pada
umumnya yang namanya diawasi tidaklah
nyaman.
Administrasi pendidikan dapat
dijelaskan sebagai proses mengintegrasi
berbagai usaha kerjasama dalam rangka
memperdayakan bermacam-macam
sumber personel dan material dalam kerja
keras mengusahakan peningkatkan
pengembangan mutu sumber daya
manusia secara efektif dan efisien. Efektif
secara hasil pencapaian seirama dengan
tujuan yang telah ditentukan. Kalau secara
efisien, berhubungan dengan penggunaan
berbagai sumber yang di antaranya dapat
disebut sumber dana, sumber daya, dan
waktu. Sumber itu sendiri merupakan
apapun yang dapat menolong, mendukung
dan mendorong agar tercapai tujuan yang
telah ditetapkan, seperti tenaga, hal
keuangan, hal materi maupun waktu.
Pada prinsipnya, berbicara tentang
administrasi pendidikan adalah mempriorit
askan atau mendahulukan pengelolaan
tugas di bidang administrasi secara
maximal agar menjalin suatu hubungan
kerja yang bukan individual, tetapi
kolektif dengan orang-orang..yang
menjadi bagian di dalam kegiatan dan
aktivitas pendidikan dalam rangka tercapai
tujuan pendidikan. Dan tujuannya tidak
lain adalah agar seluruh kegiatan itu
mendukung tercapainya tujuan pendidikan
itu sendiri.
Kesimpulan
Diperlukan keseriusan, pengorbanan
dan kerja keras yang lebih di masa New
Normal ini. Oleh karenanya, tenaga pendidik
terutama pemimpin yang merupakan ujung
tombak pendidikan perlu terus menerus
meningkatan kualitas kompetensinya agar
perencanaan pembelajaran, pelaksanaannya
maupun hasilnya menjadi maximal.
Diperlukan pemimpin pendidikan Kristen
yang cermat, kreatif dan inovatif, yang dapat
memandang Pandemi Covid 19 sebagai
peluang untuk berkarya dalam pengabdian,
dengan meningkatkan mutu administrasinya,
sehingga dapat menjadi solusi bagi persoalan
dalam administrasi pendidikan di kehidupan
New Normal ini.
Dana dan manajemen merupakan dua
kendala besar yang perlu diperhatikan dan
dicari jalan keluarnya di dalam menghadapi
krisis yang terjadi di kehidupan New Normal
ini dalam administrasi pendidikan Kristiani,
namun harus tetap bersandar pada nilai-nilai
Alkitab sebagai pedoman, sehingga terlihat
jelas perbedaan dengan instansi pendidikan
lain pada umumnya.
Bibliografi
Agung, I. M. (2020). Memahami Pandemi
Covid-19 Dalam Perspektif Psikologi
Sosial. Psikobuletin: Buletin Ilmiah
Psikologi, 1(2), 6884.
Baskara, B. (2020). Rangkaian peristiwa
pertama COVID-19. Retrieved from
KOMPAS: https://bebas. kompas.
id/baca/riset/2020/04/18 ….
Chatib, M. (2011). Gurunya manusia.
Bandung: Kaifa.
Engkoswara, A. K. (2010). Differentiation of
ruminant transmissible spongiform
encephalopathy isolate types, including
bovine spongiform encephalopathy and
CH1641 scrapie. Journal of General
Virology, 92(1), 222232.
Hamzah, A. A., & Shamsudin, M. F. (2020).
Djone Georges Nicolas
54 Jurnal Syntax Transformation, Vol. 2 No. 1, Januari 2021
Why Customer Satisfaction Is Important
To Business? Journal of Undergraduate
Social Science and Technology, 1(1).
Hendrowati, T. Y. (2015). Pembentukan
Pengetahuan Lingkaran Melalui
Pembelajaran Asimilasi dan Akomodasi
Teori Konstruktivisme Piaget. JURNAL
E-DuMath, 1(1).
Hidayati, D., Herlambang, R., Jadid, N.,
Sa’Adah, N. N., Maulidina, N., &
Nurhayati, A. P. D. (2018). Potential of
yellowfin tuna catch in East Java-Indian
Ocean based on length frequency and
age distribution. J. Phys. Conf. Ser,
1040(1).
Huang, L., Xu, F. M., & Liu, H. R. (2020).
Emotional responses and coping
strategies of nurses and nursing college
students during COVID-19 outbreak.
MedRxiv, 2020.03.05.20031898.
https://doi.org/10.1101/2020.03.05.2003
1898
Komariah, A. (2010). Administrasi
pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Mahmud, H., & Iqbal, I. (2015).
Pembelajaran Berbasis Edmodo dan
Motivasi Belajar Peserta Didik di
SMKN 2 Palopo. KELOLA: Journal of
Islamic Education Management, 4(1),
4960.
Meliono, I. (2011). Understanding the
Nusantara thought and local wisdom as
an aspect of the Indonesian education.
TAWARIKH, 2(2).
Ngalim M, P. (2018). Administrasi dan
Supervisi Pendidikan. Ta’allum: Jurnal
Pendidikan Islam, 6(1), 3156.
Saihu, M. (2019). Merawat Pluralisme
Merawat Indonesia (Potret Pendidikan
Pluralisme Agama Di Jembrana-Bali).
Deepublish.
Savitri, E., & Pramono, I. B. (2020). Land
Degradation Identification to
Rehabilitate Upper Citarum Sub
Watershed for Increasing Water Supply.
IOP Conference Series: Earth and
Environmental Science, 477(1), 12010.
Sugiono, A. (2009). Metode penelitian
pendidikan pendekatan kuantitatif.
Kualitatif Dan R&D.
Syaiful, S. (2012). Kemampuan profesional
guru dan tenaga kependidikan:
pemberdayaan guru, tenaga
kependidikan, dan masyarakat dalam
manajemen sekolah. Alfabeta.
Wenham, C., Smith, J., & Morgan, R. (2020).
COVID-19: the gendered impacts of the
outbreak. The Lancet, 395(10227), 846
848.
Wheaton, M. G., Abramowitz, J. S., Berman,
N. C., Fabricant, L. E., & Olatunji, B. O.
(2012). Psychological predictors of
anxiety in response to the H1N1 (swine
flu) pandemic. Cognitive Therapy and
Research, 36(3), 210218.
https://doi.org/10.1007/s10608-011-
9353-3