Djone Georges Nicolas
44 Jurnal Syntax Transformation, Vol. 2 No. 1, Januari 2021
bukanlah hal baru hari ini dan tetap selalu
akan ada, dan justru bisa direncanakan.
Proses pembelajaran mengalami perubahan
dari tenaga didik yang merupakan kunci dan
komponen yang sentral dalam administrasi
dan perkembangan pendidikan dalam menuju
hasil yang terbaik di dalam dunia pendidikan
Kristen menjadi perhatian khusus.
Kemerosotan nilai moral anak-anak bangsa
yang sangat memprihatinkan menjadi fakta
yang tidak dapat dipungkiri baik di di
kalangan dewasa maupun pelajar sebagai
penerus bangsa (Saihu, 2019).
Dapat dikatakan dengan jujur bahwa
terdapat masalah dalam dunia pendidikan
yang memerlukan solusi dan jawaban,
terlebih dalam masa pembaruan yang disebut
New normal, dimana berbagai tuntutan
inovasi dan kreativitas menjadi keperluan,
khususnya administrasi pendidikan Kristen
dalam kontribusinya menghadirkan terang
bagi generasi dan bangsa. Sebab, pendidikan
merupakan suatu usaha yang melibatkan
banyak pihak, diselenggarakan secara sadar,
terencana dan sistematis melalui proses
pembentukan dan pengembangan potensi
peserta didik & hal itu sejalan dengan UU No
20 Th 2003 (Mahmud & Iqbal, 2015)
Menurut (Engkoswara, 2010), pendidikan
merupakan kedewasaan individu dalam
aspek-aspek individualistic, sosialitas,
moralitas dan personalitas dalam
(Engkoswara, 2010).
Presiden Republik Indonesia Joko
Widodo pada Sabtu 4 April 2020 di berita
CNN Indonesia Nasional menyampaikan
bahwa beban dalam administrasi para guru
menjadi suatu persoalan, sebab mereka lebih
fokus pada hal administratif ketimbang pada
kegiatan dan proses belajar dan mengajar.
Merujuk kepada data hasil terilis tentang
daftar dari 100 SMA terbaik berpatokan pada
hasil Ujian Nasional (UN) tahun 2019 di
Negara Kesatuan Republik Indonesia,
terdapat beberapa instansi sekolah pendidikan
Kristen di sepuluh besar : yaitu, SMA Santa
Ursula BSD Sekolah Katolik yang berada di
Provinsi Banten di urutan kedua dengan
angka rata-rata 91,09, diikuti di urutan ketiga
oleh SMA Kristen 1 Penabur Jakarta di
Provinsi DKI Jakarta dengan Nilai Ebtanas
Murni 90,98 rata-rata, lalu di urutan kelima
SMA Santa Ursula di Provinsi DKI Jakarta
dengan NEM rata-rata 89,78, di urutan
ketujuh SMA Yusuf di Provinsi DKI Jakarta
dengan NEM 88,33; di urutan kedelapan
dengan NEM 88,00 rata-rata SMA Kanisius
di DKI Jakarta, di urutan kesembilan dan
sepuluh terdapat SMA Labschool Kebayoran
dan SMA Kristen 3 BPK Penabur di daerah
DKI Jakarta masing-masing dengan NEM
87,95 dan 87,66 rata-rata (m.liputan6.com, 20
Juni 2019).
Data di atas dengan jelas berbicara
sendiri menunjukkan dampak dan kualitas
dari pendidikan di kalangan Kekristenan
dalam memberi kontribusinya bagi negara.
Terlihat dari sepuluh besar saja, terdapat tujuh
lembaga pendidikan berbasis Kristiani, dan
juga dari jumlah empat puluh yang masuk
dari daftar seratus SMA terbaik yang sudah
dirilis. Tentunya itu tidak lepas dari peran
administrasi pendidikan yang terdapat di
dalam sekolah-sekolah tersebut. Sebagai
contoh, SMA Santa Ursula dengan motto
memberi pendidikan kepada anak-anak didik
mereka dengan tujuan menjadikan mereka
manusia yang seutuhnya, yang mempunyai
kecerdasan yang memampukan pribadinya
untuk melayani, yang terbukti kualitas
administrasinya dengan mendapatkan
penilaian akreditasi “A” pada tahun 2018 dan
masih “A” di tahun 2020
(dapo.dikdasmen.kemendikbud.go.id).
Akreditasi dalam dunia pendidikan
menjadi salah satu tolak ukur kualitas dan
tertib administrasi suatu lembaga pendidikan.
Dengan kata lain, dengan nilai akreditasi A,
tentunya membuktikan kualitas yang tinggi
yang dimiliki SMA Santa Ursula BSD.
Administrasi pendidikan Kristen adalah
bagian dari pelayanan, oleh karena itu