Sistem Pendukung Keputusan Kelayakan Penerima Bantuan Dana Hibah dengan Metode SAW
(Simple Additive Weighting)
Jurnal Syntax Transformation, Vol. 2 No. 1, Januari 2021 33
keputusan dalam suatu organisasi maupun
perusahaan (Asfi & Sari, 2015). Sistem
Pendukung Keputusan (SPK) dapat membantu
user dalam menyelesaikan masalah
berdasarkan kriteri-kriteria yang ada.
Diperlukan informasi- informasi yang
menyeluruh dan akurat dengan metode
penyelesaian yang tepat. Salah satu informasi
yang dapat memanfaatkan SPK sebagai
solusinya adalah informasi mengenai
kelayakan penerimaan bantuan dana hibah.
Terdapat beberapa metode yang digunakan
dalam pengambilan keputusan. Pada jurnal
(Sari et al., n.d.) mengenai Sistem Pendukung
Keputusan yang digunakan untuk memberikan
besiswa, dibutuhkan kriteria-kriteria
pendukung dalam menentukan siapa yang
akan mendapat beasiswa. Metode yang
digunakan untuk implementasi adalah Simple
Additive Weighting. Dan pada jurnal yang
dilakukan oleh Athakon Kengpol pada tahun
2013 mengenai Sistem pendukung keputusan
untuk memilih lokasi pembangkit listrik
tenaga surya. Metode dilakukan menggunakan
TOPSIS untuk menghitung tempat alternatif
dan menunjukkan hasil evaluasi rangking
akhir dari tempat alternatif untuk pembangkit
listrik tenaga surya. Hasil dari penelitian ini
adalah evaluasi pada lokasi yang dipilih. Pada
jurnal Arie Setya,dkk menjelaskan bahwa
Sistem ini dapat menampilkan hasil
perangkingan guru berprestasi berdasarkan
hasil peritungan metode SAW. Penelitian
lainnya yang dilakukan oleh (Windarto, 2017)
yang menghasilkan keputusan mengenai
penilaian prestasi karyawan dengan kriteria
sikap kerja karyawan, hasil karya karyawan
dan hari mangkir karyawan,dengan
menggunakan 5 sampel sehingga dapat
menyeleaikan masalah penyeleksian dalam
pengambilan keputusan mutiproses. Penelitian
juga dilakukan oleh (Elistri et al., 2014) hail
yang diperoleh adalah bahwa SPK dapat
dimanfaatkan sebagai salah satu pertimbangan
dalam pengambilan keputusan oleh pihak
sekolah dalam mengambil keputusan jurusan
siswa, penelitian ini menggunakan microsoft
visual basic 6.0 .
Dari pendapat para ahli, penulis dapat
menyimpulkan bahwa SPK adalah sistem
informasi berbasis komputer dan pengetahuan
yang dapat digunakan untuk menyelesaikan
masalah dan memberi solusi alternatif
sehingga memudahkan pengambilan
keputusan suatu masalah semi terstruktur
(Iswandy, 2015).
Konsep dasar metode SAW adalah mencari
penjumlahan terbobot dari rating kinerja pada
setiap alternatif dari semua atribut, metode
SAW membutuhkan proses normalisasi
matrik keputusan (X) ke suatu skala yang
dapat diperbandingkan dengan semua rating
alternatif yang ada.
Data Flow Diagram (DFD) adalah alat
yang menunjukkan alur data pada sistem
dalam grafik. Elemen penting dari DFD
adalah alur data, proses, penyimpanan data
dan sumber data. Sistem analisis membuat
DFD berdasarkan level. DFD level tinggi
hanya mengidentifikasi proses besar
(Irwansyah & Moniaga, 2014). Sedangkan
menurut (Rosa, 2016) dan (Salahudin et al.,
2013) menjelaskan data flow diagram adalah
representasi grafik yang menggambarkan
aliran informasi dan transformasi yang
diaplikasikan sebagai data yang mengalir dari
masukan dan keluaran.
Dari definisi yang telah dijabarkan
dapat disimpulkan bahwa DFD merupakan
alat yang digunakan untuk menggambarkan
suatu sistem, selain itu DFD merupakan
dokumentasi dari sistem yang baik karena
menggambarkan arus data secara jelas. DFD
merupakan alat perancangan sistem yang
berorientasi pada alur data dengan konsep
dekomposisi dapat digunakan untuk
menggambarkan analisa maupun pemakai
maupun pembuat program.
a. Tujuan Penelitian
1. Tujuan penelitian ini adalah membuat
sistem pendukung keputusan yang
dapat membantu manajer dalam