75
Jurnal Syntax Transformation
Vol. 2 No. 1, Januari, 2021
p-ISSN : 2721-3854 e-ISSN : 2721-2769
Sosial Sains
PENTINGNYA PENDIDIKAN JASMANI DALAM MENINGKATKAN LITERASI DAN
KEMAMPUAN KOGNITIF BAGI PESERTA DIDIK SEKOLAH DASAR DI ERA
REVOLUSI INDUSTRI 4.0
Farida Noor Isnaini
Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, Indonesia
Email: 19204080043@student.uin-suka.ac.id
INFO ARTIKEL
ABSTRACT
Diterima 2 Januari 2021
Diterima dalam bentuk revisi
10 Januari 2021
Diterima dalam bentuk revisi
15 Januari 2021
Physical education is one of the subjects in elementary school
that prioritizes physical activities and activities related to
physical, mental, emotional and social development so that it
will affect the development of cognitive abilities for these
learners. This study aims to explain and analyze the
importance of physical education for elementary school
students to improve their literacy and cognitive abilities,
especially in the era of Industrial Revolution 4.0. The role of
physical education in the era of Industrial Revolution 4.0 is no
less important for other subjects so that the role of physical
education will be related in creating quality human resources
in the face of the future. The research method used in this
research uses qualitative research method with descriptive
research type of analytics and analysis content so that
researchers not only explain, but also analyze the problems
that occur. The result of this study is that physical education
has an important role in maintaining physical and mental
health, but more than that physical education can improve its
literacy and cognitive abilities. Learners in physical education
will not only communicate with their groups, but will explore
and understand information in determining strategies, and
will find solutions to problems. Physical education in
Industrial Revolution 4.0 will have a connection, because in
this era of Industrial Revolution 4.0 requires high human
resources in terms of physical and spiritual.
ABSTRAK
Pendidikan jasmani menjadi salah satu mata pelajaran di
sekolah dasar yang mengutamakan aktivitas dan kegiatan fisik
yang berhubungan dengan perkembangan jasmani, mental,
emosional dan sosial sehingga akan berpengaruh terhadap
perkembangan kemampuan kognitif bagi peserta didik
tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan
menganalisis pentingnya pendidikan jasmani bagi peserta
didik sekolah dasar untuk meningkatkan literasi dan
kemampuan kognitifnya khususnya di era Revolusi Industri
4.0. Peran pendidikan jasmani dalam era Revolusi Industri 4.0
ini tidak kalah penting bagi mata pelajaran lainnya sehingga
peran pendidikan jasmani akan berhubungan dalam
Keywords:
Cognitive abilities; Literacy
and Physical Education.
Farida Noor Isnaini
76 Jurnal Syntax Transformation, Vol. 2 No. 1, Januari 2021
Kata kunci:
Kemampuan kognitif; Literasi
dan Pendidikan jasmani.
menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dalam
menghadapi masa depan. Metode penelitian yang digunakan
dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif
dengan jenis penelitian deskriptif analitik dan analysis content
sehingga peneliti tidak hanya menjelaskan, tetapi turut
menganalisis permasalahan yang terjadi. Hasil dari penelitian
ini bahwa pendidikan jasmani memiliki peran yang penting
dalam menjaga kesehatan fisik dan mental, tetapi lebih dari itu
pendidikan jasmani dapat meningkatkan literasi dan
kemampuan kognitifnya. Peserta didik dalam pendidikan
jasmani tidak hanya melakukan komunikasi dengan
kelompoknya, tetapi akan mengeksplorasi dan memahami
informasi dalam menentukan strategi, serta akan mencari jalan
keluar atas permasalahan yang terjadi. Pendidikan jasmani
dalam Revolusi Industri 4.0 ini akan memiliki kaitan, karena
dalam era Revolusi Industri 4.0 ini memerlukan sumber daya
manusia yang tinggi dari segi jasmani dan rohani.
Pendahuluan
Pendidikan menjadi salah satu
instrumen penting bagi setiap individu. Hal
ini berkaitan dengan masa depan bangsa yang
diikuti dengan kemampuan peserta didik yang
didukung oleh kurikulum pembelajaran.
Peserta didik dituntut untuk menjadi individu
yang unggul dan cakap dalam berbagai
aktivitas akademik dan non akademik untuk
mengembangkan potensi yang ada pada
dirinya. Salah satu aspek yang penting dalam
menunjang potensi peserta didik di sekolah
ialah materi pengajaran, pembelajaran serta
fasilitas yang diberikan oleh tenaga pengajar.
Pengajaran dan pembelajaran yang
disampaikan oleh tenaga pengajar kepada
peserta didik memiliki korelasi dengan hasil
yang didapatkan sehingga peran tenaga
pengajar menjadi penting. Mengingat proses
pembelajaran yang dilakukan harus memiliki
interaksi yang aktif, inovatif, dan efektif
sehingga pengajaran yang diberikan dapat
dipahami oleh peserta didik baik ketika
proses pembelajaran berlangsung maupun
sedang berada di luar kelas.
Pendidikan jasmani memiliki tujuan
dalam pengembangan kesehatan dan
kebugaran serta keterampilan dalam berpikir
melalui kegiatan jasmani dan olahraga. Hal
ini menjadikan pendidikan jasmani memiliki
bagian yang tidak bisa terpisah dari
kehidupan manusia dalam melaksanakan
kegiatan dan aktivitasnya. Kegiatan dan
aktivitas ini akan berhubungan dengan
tantangan dalam menjalankan kehidupan
sehari-hari. Pendidikan jasmani merupakan
pendidikan yang pokok dilaksanakan di
sekolah sehingga pendidikan jasmani ini
memiliki peran dan pengaruh dalam
membentuk mental, intelektual, emosional,
dan sosial bagi peserta didik (Syahrin &
Bustaman, 2016). Pendidikan jasmani ini
sama pentingnya dengan mata pelajaran
lainnya sehingga menjadikan pendidikan
jasmani ini menjadi mata pelajaran tersendiri
dan wajib dilaksanakan bagi seluruh sekolah
dasar. Pembelajaran dalam pendidikan
jasmani ini diterapkan sejak sekolah dasar
(SD) bahkan sebelumnya untuk dapat
merangsang pertumbuhan organik, motorik,
intelektual dan perkembangan emosionalnya
sehingga pembelajaran dalam pendidikan
jasmani ini akan meningkatkan kemampuan
peserta didik dalam mengembangkan
psikomotorik dan kemampuan kognitifnya
(Tantra & Ema, 2018). Pada tahap
pembelajaran dalam pendidikan jasmani ini
menjadi proses yang penting dalam
mempersiapkan anak untuk menghadapi
perkembangan selanjutnya. Karena dalam
Farida Noor Isnaini
78 Jurnal Syntax Transformation, Vol. 2 No. 1, Januari 2021
pembelajaran pendidikan jasmani ini
memberikan ilmu pengetahuan yang dapat
diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari
sehingga akan mengajarkan peserta didik
untuk terbiasa berpola hidup yang sehat
dengan melakukan olahraga yang telah
dilakukan sejak dini.
Biasanya peserta didik lebih banyak
menghabiskan waktu di dalam kelas untuk
mendapatkan pembelajaran sehingga hal ini
akan membuat peserta didik merasakan
kejenuhan dan bosan dalam mengikuti proses
pembelajaran sehingga akan mempengaruhi
kemampuan literasi dan kognitif peserta didik
tersebut dalam mendapatkan pembelajaran.
Pada era globalisasi saat ini yang memasuki
era Revolusi Industri 4.0, memiliki dampak
dan hubungan dengan pendidikan jasmani.
Pendidikan jasmani sering dianggap sepele
dan dianggap memiliki peran yang kecil
dalam menghadapi era Revolusi Industri 4.0
saat ini. Pada era globalisasi saat ini
pendidikan jasmani memiliki peran dan turut
adil. Dapat dilihat dari 12 bidang dalam
globalisasi yang memiliki peran spesifik bagi
kehidupan salah satunya yakni pembangunan
sumber daya manusia (Tantra & Ema, 2018).
Dalam membangun sumber daya manusia
yang memumpuni dibutuhkan kesehatan dan
jasmani yang sehat untuk dapat menciptakan
sumber daya manusia yang berkualitas
sehingga mampu bersaing dengan daya saing
yang tinggi. Pendidikan jasmani memiliki
hubungan dan berkaitan dengan globalisasi
sehingga peserta didik akan menjawab
tantangan dalam menghadapi era globalisasi
dengan pendidikan jasmani.
Pendidikan jasmani bagi peserta didik
tidak hanya akan berpengaruh dalam
menjawab tantangan untuk masa depan, tetapi
dapat membentuk karakter sebagai nilai
pembelajaran untuk kehidupan sehari-hari
bagi peserta didik tersebut. Berdasarkan
penelitian yang ditulis oleh (Syahrin et al.,
2017), dijelaskan bahwa pendidikan jasmani
di sekolah menjadi salah satu pembelajaran
yang penting untuk dilakukan, karena selain
memiliki peran terhadap jasmani dan kegiatan
olahraga serta kesehatan didik (Syahrin &
Bustaman). Pendidikan jasmani turut
membentuk karakter peserta didik dengan
melakukan berbagai hal yang menjadi
penunjang masa depan mereka seperti
perilaku dan sikap disiplin, jujur, saling
menghormati dan menghargai sesama
sehingga pendidikan jasmani ini tidak hanya
menjadi suatu pembelajaran dan pendidikan
yang dilakukan saat itu saja, tetapi memiliki
dampak untuk masa depan. Tujuan dalam
penelitian ini untuk menjelaskan pentingnya
pendidikan jasmani dalam meningkatkan
literasi dan kemampuan kognitif bagi peserta
didik di sekolah dasar sehingga peserta didik
akan mampu membangun kemampuan yang
ada di dalam dirinya sehingga akan
menciptakan sumber daya manusia yang
memumpuni. Dengan demikian, dalam
penelitian ini peneliti tidak hanya
menjelaskan pentingnya pendidikan jasmani
bagi peserta didik, tetapi turut menganalisis
peran pendidikan jasmani dalam era Revolusi
Industri 4.0 ini sehingga kita mengetahui
kaitan antara pendidikan jasmani dengan
globalisasi ini.
Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode
penelitian kualitatif dengan teknik
pengumpulan data bersifat sekunder melalui
studi pustaka baik berupa buku, jurnal, dan
artikel untuk mempertegas dan memperkuat
penelitian yang dilakukan (Sugiyono, 2017).
Berdasarkan metode dan teknik pengumpulan
data tersebut, peneliti mengumpulkan
berbagai artikel, dan jurnal sebagai bahan
referensi pendukung dalam penelitian ini
sehingga peneliti dapat melihat berbagai
sudut pandang dan sisi dalam data yang
diperoleh.
Jenis penelitian yang dilakukan yakni
deskriptif analitik, peneliti menjelaskan
secara rinci mengenai pentingnya pendidikan
Pentingnya Pendidikan Jasmani dalam Meningkatkan Literasi dan Kemampuan Kognitif Bagi
Peserta Didik Sekolah Dasar Di Era Revolusi Industri 4.0
Jurnal Syntax Transformation, Vol. 2 No. 1, Januari 2021 79
jasmani dalam meningkatkan literasi dan
kognitif peserta didik sekolah dasar di era
revolusi industri 4.0. Penelitian ini juga
menggunakan analisis isi/ content analysis
dengan mengumpulkan data berupa teks yang
berkaitan dengan penelitian yang dilakukan
sehingga penelitian ini relevan dengan
keadaan yang terjadi (John, 2012). Setelah
peneliti melakukan kajian terhadap artikel dan
jurnal, peneliti turut menganalisis hasil
temuan dan data yang ada sehingga peneliti
tidak hanya menjelaskan peristiwa yang
terjadi tetapi turut menganalisis peristiwa
tersebut.
Hasil dan Pembahasan
A. Pendidikan Jasmani
Pendidikan jasmani menjadi salah
satu pembelajaran yang dilakukan oleh
tenaga pengajar atau guru melalui
kegiatan atau aktivitas yang bertujuan
untuk meningkatkan kebugaran dan
kesehatan dalam diri terutama dalam
mengembangkan keterampilan motorik
dan pengetahuan sekaligus berpengaruh
terhadap psikomotor, kognitif dan afektif
bagi peserta didik dalam melaksanakan
kegiatannya (Samsudin, 2008).
Pendidikan jasmani menjadi salah satu
proses pembelajaran yang memanfaatkan
aktivitas dan kegiatan fisik, hal ini tentu
akan berpengaruh terhadap kemampuan
peserta didik dalam mengontrol emosi,
fisik dan mentalnya (Rahayu, 2013). Hal
ini menjadikan pendidikan jasmani
memiliki peran dalam pendidikan
terutama dalam proses pembelajaran bagi
peserta didik. Pendidikan jasmani yang
tidak hanya mengembangkan
kemampuan emosional tetapi turut
mengembangkan intelektual dan
kognitifnya sehingga hal ini menjadi
bagian penting dalam kehidupan sehari-
hari.
Tujuan dalam pendidikan jasmani
ini tidak terlepas sebagai landasan dalam
membangun pribadi yang kuat dalam
melakukan segala aktivitasnya sehingga
dalam proses pembelajaran ini peserta
didik tidak hanya dituntut untuk dapat
membangun fisik dan moral yang baik
tetapi turut mengembangkan
keterampilan dalam membangun dan
mengembangkan jasmani melalui
aktivitas dan kegiatan yang dilakukan
(Kristiyandaru, 2010). Ruang lingkup
pendidikan jasmani ini memiliki
berbagai macam ruang lingkup dan
aktivitas yang dilakukan seperti
permainan yang melatih keterampilan
lokomotor, non lokomotor, permainan
bola besar dan bola kecil yang
berhubungan dengan ketangkasan, dan
keterampilan gerak (Rahayu, 2013).
Pendidikan jasmani dapat di
simpulkan sebagai proses pembelajaran
yang digunakan maupun dilakukan oleh
guru melalui aktivitas fisik untuk
mencapai tujuan pendidikan yang
berkemajuan.
B. Metode Pembelajaran dalam
Pendidikan Jasmani
Metode merupakan sebuah langkah
yang memiliki fungsi sebagai media
mencapai tujuan, (Siswoyo, 2008).
Sedangkan pembelajaran atau juga bisa
dikatakan Instruction yang memiliki arti
sebuah perangkat dari adanya peristiwa
yang mempengaruhi siswa sehingga
siswa dengan mudah menerima ilmu atau
pengetahuan. Jadi metode adalah media
yang digunakan untuk mencapai tujuan ,
sedangkan pembelajaran adalah sebuah
perilaku untuk menjembatani siswa
dalam menerima pengetahuan.
Metode pembelajaran menurut
Mosston dan Ashworth, adalah cara yang
digunakan oleh pendidik uncuk
mencapai tujuan pendidikan, tujuan yang
diharapkan tercapai oleh siswa dalam
kegiatan belajarnya. (Sudana, 2019)
Farida Noor Isnaini
80 Jurnal Syntax Transformation, Vol. 2 No. 1, Januari 2021
Metode pembelajaran yang sering
digunakan dalam pembelajaran
pendidikan jasmani dan kesehatan antara
lain:
1. Pendekatan Pengetahuan
Dalam pendekatan ini terdapat dua
cara yaitu ceramah dan latihan
2. Pendekatan Sosialis
Pendekatan sosialis ini tidak hanya
menekankan pada pendidikan untuk
keterampilan individu dan berkarya
saja, tapi mengembangkan
keterampilan berinteraksi dan
berhubungan dengan manusia lain.
3. Pendekatan Personaliasi
Dasar dari pendekatan personaliasi
adalah kegiatan dalam pendidikan
jasmani sebagai media
pengembangan potensi diri.
Metodenya dengan Problem Solving.
4. Pendekatan Belajar
Pendekatan ini lebih pada
mempengaruhi kompetensi dan
proses belajat anak dengan metode
Programed Instruction, Computer
Assisted Instruction (CIA), metode
kreativitas dan juga pemecahan
masalah.
5. Pendekatan Motor Learning
Pendekatan ini lebih fokus pada
kegiatan jasmani berdasarkan
keterampilan dan teori informasi yang
di tangkap. Metode yang digunakan
modeling (pemberian contoh).
6. Pendekatan Permainan
Pendekatan ini menggunakan sebuah
permainan, tujuannya agar siswa bisa
mengetahui teknik permainan tertentu
dengan mengenalkan terlebih dahulu
situasi permainan. Maka dari
pendekatan ini menjadikan siswa
memiliki daya saing dan bisa
brkompetensi dengan baik sesuai
kemampuannya.
7. Spektrum Gaya Mengajar.
Landasan dari spektrum pembelajaran
dapat dikembangakan sesuai dengan
pemikiran bahwa pembelajjaran
sebagai interaksi guru dan siswa
beserta tanggung jawab tugasnya
(Siswoyo, 2008).
Maka dari adanya hal tersebut dapat
di ketahui bahwa dalam pembelajaran
pendidikan jasmani yang baik harus
menggunakan metode yang sesuai.
Metode yang biasa digunakan dalam
pendidikan penjas ialah teknik bermain
dengn metodenya problem solving
C. Literasi dalam Pendidikan Jasmani
Literasi menjadi salah satu bagian
penting yang harus dilakukan bagi
peserta didik. Hal ini berhubungan
dengan kegiatan dan aktivitas yang
dilakukan sehari-hari. Literasi
merupakan kemampuan yang tumbuh
dan berkembang berdasarkan bahasa
lisan dalam berkomunikasi yang
dibentuk berdasarkan lingkungan
sekitarnya (Fatmasari, 2016). Literasi
menjadi instrumen yang penting bagi
peserta didik, hal ini tidak hanya
berhubungan dengan kemampuan
berbicara, menulis, dan membaca saja.
Tetapi literasi ini akan berhubungan
dengan kemampuan analisis dalam
mempersepsikan informasi,
menggambarkan informasi berdasarkan
pemahaman yang diambil (Fatmasari,
2016).
Literasi dalam pendidikan jasmani
ini tentu memiliki peran penting terhadap
kegiatannya. Hal ini menyangkut
keterampilan dalam memanfaatkan
komunikasi sehingga dalam
terealisasikan dengan baik. Literasi ini
memiliki pemanfaatan dalam pendidikan
jasmani seperti melakukan pemahaman
berdasarkan strategi olahraga, dan
penghitungan berbagai permainan dan
kegiatan yang bersifat kelompok
sehingga literasi dalam pendidikan
Pentingnya Pendidikan Jasmani dalam Meningkatkan Literasi dan Kemampuan Kognitif Bagi
Peserta Didik Sekolah Dasar Di Era Revolusi Industri 4.0
Jurnal Syntax Transformation, Vol. 2 No. 1, Januari 2021 81
jasmani itu penting dan memiliki
keterkaitan dengan kehidupan sehari-
hari. Dengan demikian, literasi dalam
pendidikan jasmani bagi peserta didik
memiliki pengaruh dan peran yang besar.
Tidak hanya dalam segi kemampuan
berbicara, menulis, dan membaca saja,
tetapi peserta didik mampu untuk
mempersepsikan informasi,
menggambarkan informasi tersebut
sehingga dalam kegiatan olahraga yang
dilakukan dapat mencapai hasil yang
maksimal.
Dari hasil temuan tentang teori dari
pendidikaan jasmani dalam
penerapannya dan pelaksanaanya
pendidikan jasmani memiliki berbagai
macam pengembangan kompetensi dan
kemampuan salah satunya disini
dikemukakan berkembangnya literasi.
D. Kemampuan Kognitif dalam
Pendidikan Jasmani
Kemampuan kognitif menjadi
salah satu kemampuan yang dimiliki
oleh setiap individu. Kemampuan
kognitif akan berhubungan dengan
perkembangan dalam mengeksplorasi,
mengembangkan, menemukan
permasalahan serta mencari solusi atas
permasalahan yang terjadi. Dalam
pendidikan jasmani, kemampuan
kognitif memiliki peran yang besar. Hal
ini akan berhubungan dengan
kemampuan literasi dalam menentukan
permainan, mengetahui jalan permainan
yang dilakukan, strategi yang dilakukan
bahkan dalam mengembangkan
kemampuan atau potensi dalam diri
(Kristiyandaru, 2010). Pendidikan
jasmani akan memiliki kaitan dengan
kemampuan kognitif untuk dapat
mencapai hasil yang maksimal. Dalam
permainan bola besar atau bola kecil,
permainan yang dilakukan secara
individu atau bahkan kelompok akan
berhubungan dengan kemampuan
kognitif setiap individunya sehingga
dalam melakukan pendidikan jasmani
dalam proses pembelajarannya akan
berhubungan dengan kemampuan dalam
mengeksplorasi dan memahami sesuatu
yang sedang dilakukan sehingga dalam
melakukan permainan dan aktivitas
olahraga tersebut akan melakukan
aktivitas gerak.
Dari hasil temuan tentang teori dari
pendidikaan jasmani dalam
penerapannya dan pelaksanaanya
pendidikan jasmani memiliki berbagai
macam pengembangan kompetensi dan
kemampuan selain berkembangnya
literasi juga berkembang kemampuan
kognitif.
E. Peran Pendidikan Jasmani Bagi Peserta
Didik
Pendidikan jasmani merupakan
mata pelajaran yang sama pentingnya
dengan mata pelajaran yang lainnya.
Pendidikan jasmani tidak akan terlepas
dengan kehidupan sehari-hari sehingga
akan selalu berhubungan dengan
aktivitas dan kegiatan manusia. Hal ini
dapat dilihat dari peran pendidikan
jasmani antara lain dengan adanya
keterlibatan kemampuan afektif,
kognitif, dan psikomotor yang menjadi
bagian penting individu dalam
melaksanakan aktivitasnya (Hanief,
2017). Kemampuan tersebut akan terus
dilakukan oleh setiap individu sehingga
dalam mencapai tujuannya individu akan
selalu melibatkan aspek tersebut. Peran
dalam pendidikan jasmani saat ini akan
sangat relevan dengan situasi dan kondisi
yang terjadi. Dalam mencapai tujuan
dalam pendidikan jasmani ini, proses
pembelajaran dan pengajaran memiliki
perbedaan dengan mata pelajaran
lainnya. Bagi peserta didik sekolah
dasar/ SD, peran pendidikan jasmani
memiliki peran yang penting karena
Farida Noor Isnaini
82 Jurnal Syntax Transformation, Vol. 2 No. 1, Januari 2021
menyangkut tumbuh dan kembang
peserta didik tersebut.
Peserta didik dalam sekolah dasar
pada umumnya memiliki karakteristik
yang ingin melakukan pembelajaran di
ruangan terbuka dan cenderung masih
suka bermain di luar ruangan sehingga
dalam proses pembelajaran ini peran
tenaga pengajar memiliki peran dalam
menentukan proses pembelajaran sesuai
dengan kebutuhan peserta didik tersebut
(Arifin, 2017). Biasanya peserta didik
dalam sekolah dasar pada usia ini
memasuki masa pertumbuhan dan proses
perkembangan dalam dirinya sehingga
peran pendidikan jasmani yang
mengontrol dan merefleksikan diri
memiliki peran penting dalam
pertumbuhannya. Peran pendidikan
jasmani bagi peserta didik sekolah dasar
memiliki peran dan potensi yang sangat
besar dalam mengoptimalkan dan
memaksimalkan pertumbuhannya. Hal
ini menjadikan peran pendidikan jasmani
saat ini akan menentukan proses
pertumbuhan peserta didik tersebut
sehingga peran tenaga pengajar turut
berperan dalam membimbing dan
membina peserta didik untuk dapat
mengajarkan gerakan-gerakan yang
dapat merangsang pertumbuhannya
(Fadilah, 2012).
Selain peran pendidikan jasmani
yang memiliki peran penting dalam masa
pertumbuhan dan perkembangan bagi
peserta didik. Peran tenaga pengajar
dalam menentukan proses pembelajaran
dalam olahraga tersebut menentukan
keberhasilan dalam mencapai tujuan dari
pendidikan jasmani ini (Suherman,
2016). Hal ini menjadi salah satu peran
yang tidak terlepas dari keterkaitan
antara satu dengan yang lainnya
sehingga membuat satu kesatuan yang
utuh dan saling berhubungan. Tenaga
pengajar dalam menentukan proses
pembelajaran bagi peserta didik turut
melihat karakteristik peserta didik
tersebut. Menurut (Pangestutik et al.,
2018) pada usia 6 12 tahun merupakan
masa anak bermain sehingga proses
pembelajaran bermain menjadi salah satu
cara yang paling efektif untuk
melaksanakan proses belajar dan
mengajar. Pada usia ini kemampuan
literasi dan kognitif peserta didik
menjadi salah satu hal yang harus
ditingkatkan dan diasah sehingga dalam
peran pendidikan jasmani ini tidak hanya
sebatas masa pertumbuhan dan
perkembangan peserta didik.
Dengan demikian, dalam
menentukan proses pembelajaran peran
pendidikan jasmani dan peran tenaga
pengajar menjadi salah satu keberhasilan
dalam menentukan proses pembelajaran
bagi peserta didik. Dengan melakukan
permainan dalam kegiatan proses belajar
mengajar peserta didik akan lebih suka
dan lebih senang, mengingat pada usia
sekolah dasar peserta didik lebih senang
untuk belajar di luar ruangan dan
melakukan aktivitas di luar ruangan.
Peran pendidikan jasmani juga turut
berperan dalam pertumbuhan dan
perkembangan peserta didik tersebut
sehingga peran pendidikan jasmani
sangat penting bagi peserta didik.
Selayaknya sebuah pembelajaran
yang tercantumkan dalam kurikulum
yang ada pasti memiliki sebuah peran
yang sangat menunjang dari adanya
pendidikan. Begitupun pada pendidikan
jasmani dalam pembelajarannya
memiliki peran yang baik bagi peserta
didik, yaitu untuk mengembangkan
kemampuan-kemampuan yang ada
seperti kognitif, literasi, psikomotorik,
dan juga afektif.
Pentingnya Pendidikan Jasmani dalam Meningkatkan Literasi dan Kemampuan Kognitif Bagi
Peserta Didik Sekolah Dasar Di Era Revolusi Industri 4.0
Jurnal Syntax Transformation, Vol. 2 No. 1, Januari 2021 83
F. Pentingnya Pendidikan Jasmani bagi
Peserta Didik Sekolah Dasar
Pendidikan jasmani tidak hanya
menjadi pendidikan yang
mengembangkan keterampilan dalam
melakukan pengembangan diri. Tetapi
pendidikan jasmani menjadi pendidikan
yang memiliki landasan dalam
kehidupan. Hal ini sesuai dengan
(Aryani, 2015) bahwa dalam pendidikan
jasmani tidak hanya mengarahkan
kepada keterampilan dalam kesehatan
saja, tetapi sebagai landasan afektif yang
bertujuan untuk menitikberatkan ke
dalam perasaan dan emosi, sikap, minat,
dan penyesuaian sehingga dalam
pendidikan jasmani akan membangun
landasan kepribadian yang tangguh dan
kuat dalam meningkatkan kemampuan
tersebut. Kemudian hal ini diperkuat
oleh pernyataan (A. Alim, 2017)bahwa
pendidikan jasmani tidak hanya sebagai
pengembangan secara fisik saja, tetapi
menjadi pendidikan yang mendorong
peserta didik untuk memiliki hidup dan
gaya hidup yang aktif. Pentingnya
pendidikan jasmani bagi peserta didik
menjadi salah satu peran untuk dapat
membangun motivasi dalam diri peserta
didik untuk hidup dan memiliki gaya
hidup sehat dan aktif sehingga peserta
didik dapat menjalankan segala
aktivitasnya dengan baik.
Sebagaimana telah diuraiakan
tentang akad ijarah di atas bahwa pada
dasarnya dalam transaksi ini tidak ada
pemindahan kepemilikan barang dan
yang terjadi hanyalah pemindahan hak
guna barang. Sehingga sekilas akad
ijarah ini mirip dengan akad jual beli.
Jika dalam akad jual beli objek
transaksinya adalah barang, namun
pada akad ijarah objek transaksinya
adalah barang maupun jasa (Karim,
2004).
Pendidikan jasmani di
sekolah dasar ini sangat penting, karena
dalam masa ini dapat melatih fisik dan
mental peserta didik sejak dini.
Pentingnya pendidikan jasmani di
sekolah dasar cukup menentukan
kualitas sumber daya manusia yang
berkualitas bagi peserta didik tersebut.
Hal ini didukung dengan kualitas
pembelajaran yang diberikan oleh
tenaga pengajar di sekolah sehingga
memungkinkan bahwa peserta didik
dapat menikmati proses pembelajaran
tersebut. Hal ini dikatakan oleh (M. L.
Alim, 2015) bahwa pendidikan jasmani
memiliki peran yang penting sehingga
dapat menciptakan dan meningkatkan
sumber daya manusia yang kompetitif,
kreatif, dan inovatif dalam menghadapi
masa depannya. Dengan demikian,
pendidikan jasmani menjadi salah satu
pendidikan yang penting dalam
menciptakan dan meningkatkan sumber
daya manusia yang baik khususnya
bagi peserta didik di sekolah dasar.
Dengan adanya pendidikan jasmani,
peserta didik di sekolah tidak hanya di
tuntut untuk dapat melatih fisik dan
mentalnya tetapi turut membangun
landasan kepribadian yang tangguh
dalam mensikapi permasalahan yang
terjadi. Hal ini sesuai dengan peran
pendidikan jasmani dalam
meningkatkan literasi dan kemampuan
kognitif peserta didik bahwa
pendidikan jasmani dapat menjadi
salah satu bagian dalam menentukan
komunikasi strategi dalam mencari
jalan keluar dan menemukan
permasalahan yang terjadi sehingga
pendidikan jasmani ini dapat
berkontribusi tidak hanya dalam
kelompok tetapi dalam diri sendiri.
Pendidikan jasmani memiliki
tujauan penting dalam
pembelajarannya, selain itu pentingnya
Farida Noor Isnaini
84 Jurnal Syntax Transformation, Vol. 2 No. 1, Januari 2021
pendidikan jasmani bagi peserta didik
di sekolah pada usia dasar memiliki
peran positif dan peran yang
mendukung dari terciptanya dan
berkembangnya kemampuan-
kemampuan yang ada pada peserta
didik yang dijadikan sebagai ciri khas
individunya dan untuk mengetahui
potensi yang ada pada dirinya.
G. Pendidikan Jasmani dalam Era
Revolusi Industri 4.0
Pada era Revolusi Industri 4.0
kegiatan dan aktivitas pembelajaran
telah dilakukan dengan memanfaatkan
kemajuan teknologi. Proses
pembelajaran yang dilakukan saat ini
tidak lagi menggunakan metode
tradisional seperti belajar di dalam
ruangan dengan keterlibatan antara
peserta didik dan tenaga pengajar saja.
Pembelajaran jasmani saat ini dianggap
tidak relevan dalam era Revolusi
Industri 4.0 karena dengan penggunaan
teknologi yang sudah semakin canggih
sehingga kegiatan dan aktivitas di luar
ruangan sudah jarang di temukan
dalam proses pembelajaran. Peserta
didik dan tenaga pengajar cenderung
lebih memanfaatkan teknologi yang
sudah ada dengan mempertimbangkan
berbagai faktor yang ada. Maka dari
itu, hal ini menjadi salah satu dorongan
bagi tenaga pengajar dan lembaga
dalam menentukan dan menggunakan
metode pembelajaran yang sesuai
dengan perkembangan zaman terutama
dalam era Revolusi Industri 4.0 saat ini.
Pendidikan jasmani dalam era
Revolusi Industri 4.0 saat ini justru
menjadi alternatif dalam menentukan
sumber daya manusia yang kompatibel
dan relevan untuk dapat memiliki daya
saing yang tinggi. Agar terciptanya
sumber daya manusia yang berkualitas
tinggi, harus diikuti dengan kesehatan
dan kebugaran fisik yang baik sehingga
dapat melaksanakan dan
menyelesaikan pekerjaan dengan baik.
Hal ini akan berhubungan dengan
kemampuan kognitif bagi masa depan
peserta didik tersebut, karena dalam era
Revolusi Industri 4.0 ini akan
berhubungan dengan mengembangkan
kemampuan kognitif seperti dapat
melakukan olahraga dan aktivitas yang
bersifat ritmik dengan melakukan gerak
bebas atau aktivitas lainnya dalam
melakukan pengembangan dalam diri
(Junaedi & Wisnu, 2015). Pendidikan
jasmani dalam era Revolusi Industri 4.0
ini masih tetap dibutuhkan dan masih
relevan sehingga dalam melaksanakan
aktivitasnya masih berhubungan
dengan gerakan olahraga yang bebas,
mengingat olahraga saat ini tidak lagi
bersifat klasik seperti dilakukan di
ruangan terbuka, memakai baju senam,
dan lain sebagainya.
Dari berbagai macam temuan
teori pendidikan jasmani, peneliti
menganalisis tentang pendidikan
jasmani dalam era revolusi industri 4.0
sangat penting untuk menyongsong
sebuah pendidikan yang berkemajuan
khususnya pada pendidikan yang
berbasis dengan teknologi dan
informasi.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil pemaparan di atas,
bahwa pendidikan jasmani memiliki peran
penting bagi peserta didik. Pendidikan
jasmani tidak hanya meningkatkan kekuatan
fisik dan mental bagi peserta didik, tetapi
turut dapat meningkatkan literasi dan
kemampuan kognitif peserta didik tersebut.
Hal ini mengingat proses pembelajaran dalam
pendidikan jasmani tidak hanya dilakukan
secara individual tetapi dilakukan secara
kelompok sehingga pendidikan jasmani akan
meningkatkan literasi berupa pemahaman
informasi dan penerimaan informasi yang
Pentingnya Pendidikan Jasmani dalam Meningkatkan Literasi dan Kemampuan Kognitif Bagi
Peserta Didik Sekolah Dasar Di Era Revolusi Industri 4.0
Jurnal Syntax Transformation, Vol. 2 No. 1, Januari 2021 85
didapatkan dari kegiatan olahraga yang
dilakukannya. Kemudian hal ini secara
langsung akan berhubungan dengan
kemampuan kognitif peserta didik untuk
berperan aktif dalam mengeksplorasi kegiatan
olahraga tersebut.
Pendidikan jasmani dalam proses
pembelajarannya menggunakan beberapa
metode yang baik dan relevan untuk
menyongsong revolusi industri 4.0 salah
satunya yaitu dengan adanya pendekatan
teknik bermain dengan metode yang
digunakan problem solving sebagai pencari
solusi dari masalah yang akan dihadapi masa
depan. Pendidikan jasmani dalam era
Revolusi Industri 4.0 ini sebenarnya tidak
menjadi suatu persoalan yang besar, akan
tetapi posisi pendidikan jasmani ini bila tidak
terkelola dengan baik maka akan menjadi
suatu hal yang tertinggal mengingat pada era
Revolusi Industri 4.0 ini pada umumnya
menggunakan kemajuan dan kemudahan
teknologi. Tetapi saat ini pendidikan jasmani
di era Revolusi Industri 4.0 akan berkaitan
dan berhubungan dengan sumber daya
manusia yang berdaya saing tinggi. Saran
dalam penelitian ini tertuju kepada peran
tenaga pengajar bahwa dengan adanya
Revolusi Industri 4.0 sebenarnya bukan suatu
ancaman bagi pendidikan jasmani. Peran
tenaga pengajar menjadi salah satu bagian
penting dalam menciptakan inovasi baru
dalam pendidikan jasmani sehingga akan
sejalan dalam pemanfaatan teknologi yang
ada.
Bibliografi
Alim, A. (2017). Kontribusi Pola Asuh Orang
Tua Terhadap Prestasi Belajar Siswa
Pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak
Kelas VIII MTS Miftahul Ulum
Cirebon. Syntax Literate; Jurnal Ilmiah
Indonesia, 2(7), 1525.
Alim, M. L. (2015). Upaya Meningkatkan
Kemampuan Fisik Motorik Kasar Anak
Melalui Kegiatan Melambungkan Dan
Menangkap Dengan Berbagai Media
Anak Usia Dini Di TK Al-Fajar
Pekanbaru. Jurnal Obsesi: Jurnal
Pendidikan Anak Usia Dini, 1(2), 83
93.
Arifin, S. (2017). Internalisasi nilai sportivitas
melalui pembelajaran pendidikan
jasmani di sekolah dasar. Sosio Religi:
Jurnal Kajian Pendidikan Umum, 15(2).
Aryani, N. (2015). Konsep pendidikan anak
usia dini dalam perspektif pendidikan
islam. POTENSIA: Jurnal Kependidikan
Islam, 1(2), 213227.
Fadilah, M. d. (2012). Pendidikan Karakter
Anak Usia Dini. Jogjakarta: Ar-
Ruzzmedia.
Fatmasari, F. (2016). A Study of Reading
Interest to English Literature in ESP
Classroom. International Journal of
English Language Teaching and
Linguistics, 1(1), 5162.
Hanief, Y. N. (2017). Membentuk gerak dasar
pada siswa sekolah dasar melalui
permainan tradisional. JOURNAL OF
SPORTIF, 1(1), 6073.
John, C. W. (2012). Research Design
(Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif &
Mixed Methods). Yogyakarta: Pustaka
Pelajar.
Karim, A. (2004). Bank Islam, Analisis Fiqih
dan Keuangan, Edisi dua, PT.
RajaGrafindo Persada, Jakarta.
Kristiyandaru, A. (2010). Manajemen
pendidikan jasmani dan olahraga.
Surabaya: Unesa University Press.
Pangestutik, S., Musyarofah, H., &
Rahmawati, R. A. (2018). Efektifitas
Pemberian Waktu Bebas Bermain Untuk
Meningkatkan Mood Positive Sebelum
Kegiatan Belajar Mengajar Bagi Siswa
Sekolah Dasar. PSIKODIMENSIA,
16(2), 107113.
Rahayu, E. T. (2013). Strategi pembelajaran
Farida Noor Isnaini
86 Jurnal Syntax Transformation, Vol. 2 No. 1, Januari 2021
pendidikan jasmani. Bandung: Alfabeta.
Samsudin, K. (2008). Pembelajaran
pendidikan jasmani, olahraga, dan
kesehatan. Jakarta: Prenada Media
Group.
Siswoyo, D. (2008). Ilmu Pendidikan.
Yogyakarta. UNY Press.
Sudana, I. M. (2019). Penggunaan Model
Pembelajaran Snowball Throwing
Sebagai Upaya Meningkatkan Prestasi
Belajar Agama Hindu. Jurnal Ilmiah
Pendidikan Profesi Guru, 2(1), 3240.
Sugiyono. (2017). 2017 Metode Peneletian
Kualitatif. (S. Y. Suryandari, Penyunt.)
Bandung, jawa Barat: Alfabeta.
Syahrin, A., Amiruddin, A., & Bustamam, B.
(2017). Peran Guru Pendidikan Jasmani
Dalam Membentuk Karakter Siswa Pada
Mts Se-Banda Aceh Tahun Pelajaran
2016/2017. Jurnal Ilmiah Mahasiswa
Pendidikan Jasmani, Kesehatan Dan
Rekreasi, 3(2).
o i j n j m k m n j k n j h b g t y u i p m a q w e d r t f d s a w e r m l o i j n j m k m n j i m k n j h b g t y g a q w e d r t f d s a w e r m l o i j n j m k m n j i m l m k n j h b g t i p m a q w e d r t f d s