Khairul Hidayati dan Audrey Tangkudung
106 Jurnal Syntax Transformation, Vol. 2 No. 1, Januari 2021
Pendahuluan
Dewasa ini pengembangan sektor
pariwisata memiliki arti yang sangat penting
dan strategis, karena sektor ini merupakan
salah satu sektor yang diharapkan mampu
mendukung pembangunan daerah melalui
penciptaan kontribusi ekonomi multisektor
dan pemberdayaan masyarakat yang
mensejahterakan. Pariwisata merupakan
industri terbesar abad ini. Pariwisata telah
menjadi sektor andalan di dalam
pembangunan ekonomi berbagai negara.
Berdasarkan berbagai indikator
perkembangan dunia, di tahun-tahun
mendatang peranan pariwisata diprediksi
akan semakin meningkat. Sebagai sektor yang
multisektoral, pariwisata berada dalam suatu
sistem yang besar, yang komponennya saling
terkait antara yang satu dengan yang lain.
Sejak beberapa dasawarsa terakhir, pariwisata
bahkan sudah menjadi salah satu prime-
mover di dalam perubahan sosial-budaya,
terutama di daerah-daerah tujuan wisata.
Buku ini membahas: - Sosiologi Pariwisata,
Kajian Sosiologis terhadap Kepariwisataan -
Aspek Sosiologis Wisatawan - Interaksi
antara Wisatawan dengan Masyarakat Lokal -
Struktur dan Fungsi Sistem Kepariwisataan -
Dampak Sosial Budaya Pariwisata (Pitana,
2005).Pariwisata sebagai Wahana Pelestarian,
Sektor pariwisata sendiri sudah selayaknya
didorong sebagai lokomotif baru
pertumbuhan ekonomi indonesia secara luas,
karena pariwisata indonesia telah
mendapatkan pengakuan dunia sebagai salah
satu destinasi terindah di dunia. Indonesia
juga mencatatkan diri sebagai negara dengan
pertumbuhan pariwisata tercepat peringkat 9
di dunia, peringkat 3 di asia, dan peringkat 1
di asia tenggara (Turner & Freiermuth, 2017).
Berbagai capaian tersebut, sudah
sepastinya harus direalisasikan kedalam
gerakan ekonomi baru yang berpusat pada
pertumbuhan pariwisata. Karena memang
pada kenyataannya sektor pariwisata
merupakan penyumbang devisa ke-3 terbesar
bagi indonesia (2017). Sehingga tidak salah
jika pemerintah daerah harus menaruh
perhatian yang teramat besar bagi
pengembangan sektor pariwisata di
wilayahnya dalam rangka penciptaan kutub
tumbuh ekonomi yang berkelanjutan.
Kabupaten kayong utara di provinsi
kalimantan barat adalah sebuah wilayah
administratif kabupaten yang dikaruniai oleh
kawasan pesisir indah yang kaya akan pesona
bahari pulau-pulau kecil di selat karimata,
daya tarik budaya, kekayaan ragam
biodiversitas di suaka alam laut pulau
karimata serta taman nasional gunung palung
dan keunggulan geostrategis sebagai dampak
posisinya di selat karimata. Nilai-nilai
keunggulan pariwisata kayong utara ini begitu
berharga sehingga pada tahun 2016,
pemerintah pusat menjatuhkan kabupaten
kayong utara sebagai lokasi perhelatan sail
karimata yang mendatangkan ribuan
wisatawan dan juga perhatian yang teramat
besar terhadap potensi kayong utara.
Berikutnya (Van Beek et al., 2003),
mengungkapkan bahwa perkembangan
pariwisata pada dua komunitas
masyarakat (Kapsiki di Kamerun Utara,
dan Dogon di Mali) telah berimbas
kepada hadirnya kebanggaan
masyarakat setempat terhadap identitas dan
kebudayaan asli mereka. Dijelaskan bahwa
pariwisata tampaknya menekankan
sistem nilai sentral dalam budaya lokal,
merangsang reaksi yang meningkatkan dan
memperkuat jenis konstruksi identitas
yang dominan .Dengan potensi tersebut,
sepatutnya pengembangan wisata bahari
kayong utara sepatutnya telah berada dalam
jalur yang cukup cepat, namun status suaka
alam laut dan juga taman nasional gunung
palung sebagai kawasan konservasi di laut
dan di darat, menjadi suatu aturan yang juga
membatasi optimalisasi sektor pariwisata
dalam koridor perlindungan alam. Sehingga
pengembangan wisata bahari kayong utara
kembali dihadapkan kepada masalah klasik