Peningkatan Motivasi Belajar Pengelolaan Haji Melalui Model Make A Match
Jurnal Syntax Transformation, Vol. 2 No. 1, Januari 2021 131
Mencermati permasalahan yang ada,
peneliti merasa perlu melakukan upaya baru
dalam kegiatan proses pembelajaran yang
lebih kreatif, kompetitif, menarik,
menyenangkan, dan melibatkan semua siswa
untuk aktif serta memotivasi belajar siswa.
Untuk itu peneliti merasa perlu umtuk
menerapkan model pembelajaran make a
match, dengan alasan bahwa model
pembelajaran make a match mempunyai
karakteristik melibatkan semua siswa untuk
aktif dalam proses pembelajaran, model ini
juga bersifat menyenangkan karena ada unsur
permainan. Harapannya dengan
menggunakan model pembelajaran ini, dapat
meningkatkan motvasi belajar siswa dalam
pembelajaran Pendidikan Agama dan Budi
Pekerti.
Pada dasarnya tidak ada model
pembelajaran yang terbaik. Suatu model
pembelajaran cocok untuk materi dan tujuan
tertentu, tetapi belum tentu cocok untuk
materi dan tujuan lainnya. Pada penelitian ini,
penerapan model pembelajaran make a match
diharapkan dapat meningkatkan motivasi
siswa yang akhirnya dapat meningkatkan
prestasi hasil belajar dalam materi
pengelolaan haji pada siswa kaelas X RPL2
semester genap SMKN 2 Purwakarta, tahun
pelajaran 2018 – 2019.
Model make a match adalah model
pembelajaran aktif untuk mendalami atau
melatih materi yang telah dipelajari. Menurut
Djumiati (2010: 35) merupakan model
pembelajaran yang menuntut siswa aktif
dalam pembelajaran. Model make a match
dikenal sebagai model mencari pasangan
lewat kartu, siswa menerima kartu yang berisi
pertanyaan atau jawaban, kemudian mereka
mencari pasangan yang cocok sesuai kartu
yang dipegangnya. Model pembelajaran make
a match pertama kali dikembangkan oleh
Lorna Curran pada 1994 (Huda, 2013).
(Suyatno & Nurgiyantoro, 2009)
mengungkapkan bahwa model a match adalah
model pembelajaran di mana guru
menyiapkan kartu yang berisi soal atau
permasalahan dan menyiapkan kartu jawaban
kemudian siswa mencari pasangan kartunya.
Model pembelajaran make a match
merupakan bagian dari pembelajaran
kooperatif. Model make a match melatih
siswa untuk memiliki sikap sosial yang baik
dan melatih kemampuan siswa dalam bekerja
sama di samping melatih kecepatan berfikir
siswa. Model pembelajaran make and match
adalah salah satu model pembelajaran yang
berorientasi pada permainan.
Menurut (Rusman, 2011), model make
a match atau mencari pasangan merupakan
salah satu alternatif yang dapat diterapkan
kepada siswa. Penerapan metode ini dimulai
dari teknik yaitu siswa disuruh mencari
pasangan kartu yang merupakan jawaban/soal
sebelum batas waktunya, siswa yang dapat
mencocokkan kartunya diberi poin. Teknik
metode pembelajaran make a match atau
mencari pasangan dikembangkan oleh Lorna
Curran. Salah satu keunggulan tehnik ini
adalah siswa mencari pasangan sambil belajar
mengenai suatu konsep atau topik dalam
suasana yang menyenangkan.
Selain menggunakan model
pembelajaran yang menarik diperlukan juga
media pembelajaran yang juga menjadi faktor
pendukung keberhasilan dalam menerapkan
model pembelajaran sehingga mampu
meningkatkan gairah belajar dan
meningkatkan kemampuan visual peserta
didik jika media yang digunakan menarik
atau variatif. Sehingga dalam penelitian ini
penulis menggunakan bantuan media kartu
bergambar. Kartu bergambar dalam penelitian
ini adalah alat bantu berbentuk persegi
panjang, terbuat dari kertas berwarna, kartu
tersebut berisi gambar dan konsep-konsep
yang sesuai dengan materi yang akan
diimplementasikan dalam model
pembelajaran make a match (Aliputri, 2018).
Langkah-langkah penerapan metode
make a match adalah sebagai berikut
(Mariani, 2017):