|
Jurnal
Syntax Transformation |
Vol. 2
No. 3, Maret �2021 |
|
p-ISSN :
2721-3854 e-ISSN : 2721-2769 |
Sosial
Sains |
PENGARUH PROFITABILITAS LIKUIDITAS DAN UKURAN
PERUSAHAAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN
Femelia Yovita
Bita, Sri Hermuningsih dan Alfiatul Maulida
Universitas
Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta, Indonesia���
Email: [email protected] , [email protected]
|
INFO ARTIKEL |
ABSTRACT |
|
Diterima 21 Februari 2021 Direvisi 2 Maret 2021 Disetujui 15 Maret 2021 |
This study
aims to analyze the effect of profitability, liquidity, and firm size on firm
value. This research includes descriptive statistical research, the object of
this research is property and real estate companies listed on the Indonesia
Stock Exchange (BEI) 2015-2019. This study used a purposive sampling method
with several specified criteria, and the number of sample
as many as 15 companies, and obtained for five years from the annual
financial reports, so that the total sample of companies is 75 companies. The
type of data used in this study is secondary data, where data obtained from
ready-made forms have been collected and processed by other parties in the
form of samples of the company's annual financial statements. To determine
the effect of the independent variable on the dependent variable, the
analytical method used is the descriptive statistical test, t test, f test, and
analysis of the coefficient of determination using the SPSS program. The
results of this study indicate that profitability has a positive and
significant effect on firm value, liquidity has a positive and significant
effect on firm value and firm size has a positive and significant effect on
firm value. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh profitabilitas, likuiditas, dan ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan. Penelitian ini termasuk penelitian statistik deskriptif, objek penelitian ini adalah perusahaan
properti dan real estate yang terdaftar
di Bursa Efek Indonesia (BEI) 2015-2019. Penelitian ini menggunakan metode purposive
sampling dengan beberapa kriteria yang ditentukan, dan jumlah sampel sebanyak 15 perusahaan, dan diperoleh selama lima tahun dari laporan
keuangan tahunan, sehingga total sampel perusahaan sebanyak 75 perusahaan. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data sekunder, dimana data yang diperoleh dari formulir yang sudah jadi telah
dikumpulkan dan telah diolah oleh pihak lain dalam bentuk sampel laporan keuangan tahunan perusahaan. Untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen, metode analisis yang digunakan adalah uji statistik deskriptif, uji t, uji f, dan analisis
koefisien determinasi dengan menggunakan program
SPSS. Hasil penelitian ini
menunjukan bahwa profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan, likuiditas berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan dan ukuran perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. |
|
Keywords: profitability; liquidity; company size; firm value Kata Kunci: profitabilitas; likuiditas; ukuran perusahaan; nilai perusahaan |
|
|
Coresponden Author Email: [email protected] Artikel dengan akses terbuka dibawah lisensi
{ |
|
Pendahuluan
Tujuan
utama dari berdirinya suatu perusahaan yaitu untuk meningkatkan nilai pemegang saham. Nilai pemegang saham akan meningkat
apabila nilai perusahaan meningkat yang ditandai dengan tingkat pengembalian investasi yang tinggi kepada para pemegang saham (Pratiwi, 2018).
Setiap perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
(BEI) menginginkan harga saham yang dijual memiliki kapasitas harga tinggi dan menarik minat para investor untuk membelinya. Hal ini dikarenakan, semakin tinggi harga saham, maka
akan semakin tinggi nilai perusahaan
tersebut. Nilai perusahaan
yang diukur dengan price to value book �(PBV)
yang tinggi menjadi keinginan para pemilik perusahaan, akan menjadi tujuan perusahaan bisnis pada saat ini, sebab
akan meningkatkan kemakmuran para pemegang saham.
Nilai perusahaan
yaitu pandangan investor terhadap suatu perusahaan yang berkaitan dengan harga saham.
Suatu perusahaan dikatakan mempunyai nilai yang baik jika kinerja perusahaan
tersebut baik. Jika harga saham perusahaan
semakin tinggi, maka semakin tinggi
pula nilai perusahaan.
Nilai perusahaan yang tinggi
tentu saja menjadi keinginan semua pemilik perusahaan,
sebab dengan nilai perusahaan yang tinggi menunjukan kemampuan pemegang saham juga ikut tinggi. Para investor tentu saja cenderung lebih tertarik menanamkan sahamnya pada perusahaan yang memiliki kinerja yang baik dalam
menentukan nilai perusahaan.Penelitian ini nilai perusahaan di ukur dengan menggunakan
Price Book Value (PBV) (Dewi dan Sujana, 2019).
Nilai perusahaan
sangat penting karena dengan adanya
nilai perusahaan yang tinggi dan diikuti oleh tingginya kemakmuran pemegang saham. Persepsi investor pada tingkat keberhasilan perusahaan dicerminkan melalui nilai perusahaan. Investor yang berinvestasi dana mereka dipasar modal tidak hanya memiliki tujuan jangka pendek,
tetapi juga memperoleh pendapatan jangka panjang (Sudiani dan Darmayanti, 2016).
Nilai perusahaan yang meningkat
akan mempengaruhi nilai pemegang saham apabila peningkatan
ditandai dengan tingkat pengembalian investasi yang tinggi kepada pemegang saham apabila peningkatan
ditandai dengan tingkat pengembalian investasi yang tinggi kepada pemegang saham (Thaib dan Dewantoro, 2017).
Selain
itu nilai perusahaan juga merupakan ukuran keberhasilan manajemen perusahaan dalam operasi masa lalu dan harapan� dimasa yang akan datang untuk
meyakinkan pemegang saham (Thaib dan Dewantoro,2017). Nilai perusahaan
merupakan nilai pasar dari suatu ekuitas
perusahaan ditambah dengan nilai pasar utang. Dengan demikian penambahan dari jumlah ekuitas perusahaan dengan hutang perusahaan dapat mencerminkan nilai perusahaan (Dewi dan Wirajaya, 2013).
Nilai perusahaan dipengaruhi
oleh beberapa faktor antara lain profitabilitas, likuiditasn dan ukuran perusahaan.
Faktor� pertama yang mempengaruhi
nilai perusahaan ialah profitabilitas. Profitabilitas menggambarkan kemampuan badan usaha untuk menghasilkan laba
dengan menggunakan seluruh modal yang dimiliki. Meningkatkan laba dan memaksimumkan nilai perusahaan tersebut saling berkaitan dengan meningkatkan kesejahteraan para pemegang sahamnya, sehingga tujuan tersebut merupakan suatu yang penting dalam menjaga
kelangsungan hidup perusahaan (Yanti dan Darmayanti, 2019).
Variabel profitabilitas merupakan salah satu rasio yang mempengaruhi nilai perusahaan.�
Rasio
profitabilitas adalah kemampuan perusahaan memperoleh laba dalam hubungannya dengan penjualan total aset maupun modal sendiri yang terdapat pada perusahaan. Profitabilitas memiliki peran yang sangat penting dalam semua sisi
aspek bisnis yang ada di perusahaan karena profitabilitas menunjukan bagaimana perusahaan melakukan kegiatannya secara efektif dan efisien serta mencerminkan kinerja perusahaan. Keberhasilan usaha pada hakikatnya adalah keberhasilan bisnis mencapai tujuan. Suatu bisnis dikatakan
berhasil bila mendapat laba karena
laba adalah bagian dari tujuan
utama. Tujuan investor dalam menginvestasikan modalnya keperusahaan yakni untuk mendapatkan
return, dimana
semakin tinggi perusahaan menghasilkan keuntungan atau laba maka semakin
tinggi pula return
yang akan diperoleh
investor sehingga akan berdampak kepada meningkatnya nilai perusahaan dan memakmurkan para pemegang saham perusahaan atau pemilik perusahaan (Nugraha dan Alfarisi, 2019).
Profitabilitas
merupakan salah satu faktor yang secara abstrak menentukan nilai suatu perusahaan.
Perusahaan yang mampu menentukan
laba besar dan stabil akan menarik
para investor. Kemampuan perusahaan
yang besar untuk menghasilkan
laba juga menunjukan manajemen perusahaan yang baik. Sehingga menunjukan kepercayaan pada
investor. Kepercayaan investor pada akhirnya dapat menjadi instrument yang paling efektif
untuk mengangkat harga saham perusahaan,
peningkatan harga saham sama artinya
meningkatkan nilai perusahaan. Sehingga lebih lanjut dapat
menjamin kemakmuran pemegang saham. Lain halnya jika perusahaan
tidak memiliki kemampuan yang baik dalam menghasilkan laba. Maka para investor akan ragu atau
tidak percaya untuk menanamkan sahamnya. Ketidakpercayaan ini menjadi pemicu
yang serius penurunan harga saham perusahaan
sehingga nilai perusahaan juga akan jatuh (Lubis et al., 2017).
Pemilihan
rasio profitabilitas didasarkan pada alasan bahwa rasio profitabilitas
menunjukan efektifitas atau kinerja perusahaan
dalam menghasilkan tingkat keuntungan menggunakan aset yang dimilikinya. Rasio ini mencerminkan seberapa efektif perusahaan dikelola dan mencerminkan hasil bersih dari serangkaian
kebijakan pengelolaan aset perusahaan. Profitabilitas merupakan daya Tarik utama bagi pemilik perusahaan
karena profotabilitas adalah hasil hasil
yang diproleh melalui usaha manajemen atas dana yang diinvestasikan
para pemegang saham dan
juga mencerminkan pembagian
laba yang menjadi haknya yaitu seberapa
banyak yang diinvestasikan
para pemegang saham dan
juga mencerminkan pembagian
laba yang menjadi haknya yaitu seberapa
banyak yang diinvestasikan kembali dan seberapa banyak yang dibayarkan sebagai dividen tunai atau dividen
saham kepada mereka (Jusriani, 2013).
Suatu
perusahaan untuk dapat melangsungkan aktivitas operasinya, haruslah berada dalam keadaan yang menguntungkan. Tanpa adanya keuntungan akan sulit bagi
perusahaan untuk menarik modal dari luar. Perusahaan yang memiliki tingkat orofitabilitas yang tinggi akan diminati
sahamnya oleh investor. Sehingga
dengan demikian profitabilitas dapat mempengaruhi nilai perusahaan (Mardiyati et al., 2012).
Rasio profitabilitas yang dipakai dalam penelitian
ini adalah ROA (Return On Assets).
Selain profitabilitas
faktor kedua yang mempengaruhi nilai perusahaan yaitu likuiditas, pererusahaan yang memiliki likuiditas yang baik maka dapat
dikatakan memiliki kinerja yang baik oleh investor.
Hal ini dapat menarik investor dalam menanamkan modalnya pada perusahaan (Yanti dan Darmayanti, 2019).
Semakin tinggi likuiditas maka maka nilai perusahaan
tinggi dan semakin rendah likuiditas maka nilai perusahaan
rendah. Kemampuan kas yang tinggi akan berdampak
terhadap kemampuan kewajiban jangka pendek perusahaan dan berdampak positif terhadap nilai perusahaan (Dj et al., 2019).
Faktor ketiga
yang mempengaruhi nilai perusahaan adalah ukuran perusahaan. Ukuran perusahaan yang besar menunjukan perusahaan mengalami peningkatan sehingga investor akan merespon positif
dan nilai perusahaan akan meningkat. Ukuran perusahaan menggambarkan besar kecilnya suatu perusahaan yang dapat dilihat dari tingkat
penjualan, jumlah ekuitas atau jumlah
aset yang dimiliki perusahaan tersebut. Perusahaan
yang berukuran besar memiliki dasar pemegang kepentingan yang lebih luas, sehingga
berbagai kebijakan perusahaan besar akan berpengaruh lebih besar terhadap
kepentingan publik dibandingkan dengan perusahaan kecil (Yanti dan Darmayanti, 2019).
Penelitian
ini mengacu pada penelitian (Dewi dan Sujana, 2019)
yang meneliti tentang �Pengaruh Likuiditas, Pertumbuhan penjualan dan Risiko bisnis terhadap
Nilai perusahaan�. Perbedaan
penelitian ini dengan penelitian terdahulu terletak pada variabel penelitian. Hasil yang dilakukan oleh (Mardiyati et al., 2012)
menyatakan bahwa Profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan sedangkan penelitian yang dilakukan oleh (Thaib dan Dewantoro, 2017)
menyatakan bahwa profitabilitas
berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. Penelitian yang dilakukan oleh ( Dewi & lSujana, 2019)
menyatakan bahwa likuiditas berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan namun hal ini
berbeda dengan penelitian yang dilakuka Penelitian yang di lakukan oleh (Nugraha dan Alfarisi, 2019)
yang menyatakan bahwa likuiditas berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap nilai perusahaan� (purwohandoko, 2017)
menyatakan bahwa ukuran perusahaan� berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan namun hal ini berbeda
dengan penelitian yang dilakukan oleh ( Dewi dan Wirajaya, 2013)
yang meyatakan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan tidak dapat diterima.
Alasan
peneliti memilih perusahaan properti dan real
estate karena berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh (Pratiwi, 2018)
meyatakan bahwa perusahaan ini memiliki harapan yang cerah di masa depan dengan melihat kapasitas
jumlah penduduk yang terus bertambah. Ini terbukti dengan
melihat fenomena yang ada saat ini
menggambarkan sektor properti dan real estate dengan adanya krisis yang terjadi di belahan dunia Eropa dan Amerika yang berpengaruh
pada pasar global secara umum,
namun dari segi bisnis properti
dan real estate, Indonesia dan beberapa Negara Asia lainnya seperti China, India, dan
Singapura tidak terlalu terkena imbas.
Namun
di Indonesia pada saat pandemi
bisnis property terkena imbas volume penjualan serta harga property mengalami penurunan. Namun sejak pelonggaran
pembatasan sosial diberlakukan, sektor rumah mulai kembali
dicari konsumen ( lokadata.id).
��
Semakin
banyaknya pembangunan disektor perumahan dan memiliki rasio kepemilikan rumah yang cukup rendah sehingga
banyak perusahaan yang mengalami kenaikan hutang sebagai salah satu bentuk pengembangan
usaha sehingga membutuhkan tambahan dana dari luar yaitu
hutang.
�Perbedaan penelitian ini pada peneliti terdahulu adalah terletak pada variabel penelitian, tahun penelitian dan sampel perusahaan. Berdasarkan uraian latar belakang diatas maka, penulis
memberi penelitian ini dengan judul �Pengaruh Profitabilitas, Likuiditas, dan Ukuran Perusahaan
Terhadap Nilai Perusahaan ( Pada
Perusahaan Property dan Real Estate yang Terdaftar di Bursa Efek
Indonesia Tahun 2015-2019 )�.
Tujuan
Penelitian
1. Menganalisis� pengaruh profitabilitas
terhadap nilai��� perusahaan yang terdaftar di Busa Efek Indonesia
2.
Menganalisis pengaruh
likuiditas terhadap nilai perusahaan�� yang terdaftar di
Bursa Efek Indonesia
3.
Menganalisis pengaruh
ukuran perusahaan� terhadap
nilai�� perusahaan yang terdaftar di
Bursa Efek Indonesia
Manfaat
Penelitian
a.
Bagi Perusahaan
Bagi perusahaan, dengan
adanya penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan
dalam pengambilan keputusan untuk berinvestasi
b.
Bagi Investor
Hasil
penelitian ini dapat memberikan informasi mengenai kondisi perusahaan yang sebenarnya, sehingga dijadikan pertimbangan dalam pengambilan keputusan untuk berinvestasi.
c.
Bagi Akademi
Hasil
penelitian ini diharapkan untuk memberikan kontribusi dalam pengembangan teori serta dapat
memberikan tambahan wawasan dan dapat menjadi referensi untuk peneliti selanjutnya yang tertarik melakukan penelitian yang sama tentang profitabilitas,
likuiditas, dan ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan.
d.
Bagi Peneliti
Penelitian ini diharapkan dapat menambah referensi informasi serta wawasan khususnya pengaruh� profitabilitas, likuiditas, dan ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian
kuantitatif yang berwujud angka-angka dan bersifat statistik (Sugiyono, 2015). Obyek penelitian ini adalah perusahaan
properti dan real estate yang terdaftar
di BEI periode 2015-2019. Data pada penelitian ini data sekunder berupa laporan keuangan dari perusahaan properti dan real estate yang terdaftar
di BEI periode 2015-2019.
Hasil dan Pembahasan
1.
Gambaran Perusahaan
Objek
yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan property dan
real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan properti
dan real estate merupakan perusahaan
yang bergerak dibidang penyediaan, pengadaan, serta pematangan lahan bagi keperluan
usaha industri yang disertai dengan hukum sewa dan kepemilikan. Produk yang dihasilkan diantaranya adalah perumahan, apartmen, ruko, pusat belanja dan sebagainya.
Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa laporan keuangan perusahaan tahun 2015-2019. Data ini diperoleh dari situs resmi Bursa Efek Indonesia (BEI) yaitu www.idx.co.id. Dengan menggunakan
metode purposive
sampling peneliti memperoleh
kriteria sampel yang diinginkan sebanyak 15 perusahaan. Tabel berikut merupakan sampel daftar perusahaan properti dan real estate yang terdaftar
di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Tabel 1
Daftar
Perusahaan
|
No |
Kode |
Nama Perusahaan |
|
1 |
ASRI |
PT Alam Sutera Realty Tbk |
|
2 |
FMII |
PT Fortune Mate Indonesia Tbk |
|
3 |
EMDE |
PT Megapolitan Developments Tbk |
|
4 |
DMAS |
PT Puradelta Lestari Tbk |
|
5 |
CTRA |
PT Ciputra Development Tbk |
|
6 |
ACST |
PT Acset Indonusa Tbk |
|
7 |
SMRA |
PT Summarecon Agung Tbk |
|
8 |
JKON |
PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk |
|
9 |
NRCA |
PT Nusa Raya Citra Tbk |
|
10 |
LPCK |
PT Lippo Cikarang TBK |
|
11 |
ADHI |
PT Adhi Karya ( Persero ) Tbk |
|
12 |
LPKR |
PT Lippo Karawaci Tbk |
|
13 |
SSIA |
PT Surya Semesta Internusa Tbk |
|
14 |
PWON |
PT Pakuwon Jati Tbk |
|
15 |
MTLA |
PT Metropolitan Land Tbk |
2. Data Penelitian
Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh
profitabilitas, likuiditas, dan ukuran
perusahaan terhadap nilai perusahaan. Penelitian ini menggunakan sampel perusahaan properti dan real
estate yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia (BEI) periode 2015-2019. Penelitian ini dilakukan dengan
metode purposive
sampling. Pertimbangan dalam
penelitian sampel ini sesuai dengan
tujuan dan masalah penelitian yaitu:
1. Perusahaan
properti dan real estate yang terdaftar
di Bursa Efek Indonesia tahun
2015-2019
2. Perusahaan
yang secara konsisten mempublikasikan laporan tahunan 2015-2019
3. Laporan tahunan perusahaan properti dan real estate yang mengungkapkan
informasi secara lengkap mengenai
Dibawa
ini menyajikan proses seleksi sampel berdasarkan kritera yang telah ditentukan.
Tabel 2
Hasil Penentuan Sampel
|
No |
Keterangan |
Jumlah |
|
1 |
Perusahaan properti dan real estate yang terdaftar di BEI 2015-2019 |
22 |
|
2 |
Perusahaan yang tidak konsisten mempublikasikan laporan keuangannya |
5 |
|
3 |
Perusahaan yang tidak lengkap mengungkapkan informasi secara lengkap
sesuai variabel yang dibutuhkan |
2 |
|
4 |
Jumlah perusahaan yang menjadi sampel |
15 |
|
5 |
Jumlah observasi 15 x 5 |
75 |
Berdasarkan
tabel 2 menunjukan bahwa perusahaan sampel properti dan real estate
yang pada tahun 2015 sampai
tahun 2019 yang diperoleh dari BEI sebanyak 22 perusahaan. Perusahaan yang tidak
konsisten mempublikasikan laporan keuangannya adalah sebanyak 5 perusahaan, perusahaan yang tidak menggungkapkan informasi secara lengkap sesuai dengan variabel yang dibutuhkan adalah sebanyak 2 perusahaan. Dengan demikian data sampel perusahaan properti dan real estate yang diperoleh
sesuai dengan kriteria yang sudah ditentukan yaitu sebanyak 15 perusahaan selama 5 tahun, sehingga terdapat 75 laporan tahunan perusahaan.
3. Analisis Data
Dalam
penelitian ini variabel-variabel dijelaskan dengan statistik deskriptif berguna untuk menjelaskan variabel-variabel dalam penelitian ini. statistik menyajikan ukuran-ukuran berupa nilai minimum, maksimum,mean,
dan standar deviasi
masing-masing variabel. Berdasarkan
hasil pengolahan statitik deskriptif diperoleh sebanyak 75 data observasi untuk perusahaan properti dan real
estate yang berasal dari perkalian antar 5 tahun dengan jumlah
perusahaan sampel 15 perusahaan. Hasil uji data dengan
menggunakan statistik deskriptif dapat dilihat sebagai berikut.
Tabel �3
Statistik Deskriptif
|
Descriptive Statistics |
||||||
|
|
N |
Minimum |
Maximum |
Mean |
Std. �Deviation |
|
|
Profitabilitas |
75 |
.24 |
7375.30 |
336.3289 |
1233.49422 |
|
|
Likuiditas |
75 |
12.79 |
1145.19 |
173.8629 |
184.43557 |
|
|
Ukuran Perusahaan |
75 |
2164.08 |
3163.98 |
2777.6287 |
308.95905 |
|
|
Nilai
Perusahaan |
75 |
.06 |
9.10 |
1.5429 |
1.43119 |
|
|
Valid
N (listwise) |
75 |
|
|
|
|
|
Sumber Data: Data Sekunder diolah tahun 2021
Berdasarkan
hasil uji statistic deskriptif
pada tabel dapat dilihat tingkat validitas dari 75 sampel selama pengamatan,
variabel dependen nilai perusahaan yang PBV mempunya nilai rata-rata (mean) sebesar
1.5429 deviasi standar sebesar 1.43119, nilai minimum sebesar 0,06 dan nilai maksimum sebesar 9.10. Variabel independen profitabilitas yang di ukur dengan ROA mempunyai nilai minimum sebesar 0,24, nilai maksimum sebesar 7375.30, nilai rata-rata (mean) sebesar
336.3289 dan standar deviasi
1233.49422. variabel independen
likuiditas diukur dengan CR�
mempunyai nilai
minimum sebesar 12.79, nilai
maksimum sebesar 1145.19 nilai rata-rata (mean)
sebesar 173.8629 dan standar
deviasi 184.43557.
Variabel independen ukuran perusahaan diukur dengan (size) mempunyai
nilai minimum sebesar
2164.08, nilai maksimum sebesar 3163.98, nilai rata-rata ( mean ) sebesar 2777.6287 dan standar deviasi sebesar 308.95905.
4. Uji Asumsi
Klasik
Sebelum
melakukan uji regresi
linear berganda, metode�� mensyaratkan untuk melakukan uji asumsi klasik guna
mendapatkan hasil yang terbaik (Ghozali, 2018). Uji asumsi klasik digunakan
untuk menguji apakah data yang digunakan dalam penelitian merupakan data linier bersifat BLUE
(Best Liner Unbiased Estimator ). Model regresi yang baik harus bebas dari
penyimpangan asumsi klasik. Menurut (Pamungkas et al., 2018) model penyimpangan
asumsi klasik untuk data sekunder terdiri dari uji normalitas, multikonearitas, autokorelasi,
dan hetoraskedastisitas.
a. Uji
Normalitas
Uji
normalitas bertujuan untuk menguji apakah
dalam regresi, variabel pengganggu atau residual mempunyai distribusi normal. Pengujian normalitas dalam penelitian ini, penulis memilih pengujian ini dengan
menggunakan uji statistik Kolmogorov-Smirnov.
Tabel 4
Uji Normalitas
|
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test |
||
|
|
Unstandardized Residual |
|
|
N |
75 |
|
|
Normal
Parametersa,b |
Mean |
.0000000 |
|
Std.
Deviation |
.97904363 |
|
|
Most
Extreme Differences |
Absolute |
.108 |
|
Positive |
.108 |
|
|
Negative |
-.095 |
|
|
Kolmogorov-Smirnov
Z |
.935 |
|
|
Asymp. Sig.
(2-tailed) |
.346 |
|
|
a.
Test distribution is Normal. |
||
|
a.
Calculated from data. |
||
Sumber : Data sekunder diolah 2021
Berdasarkan
tabel 4 menunjukan bahwa residual berdistribusi
normal hal tersebut ditunjukan oleh nilai signifikan > 0,05 yaitu sebesar 0,346 dan nilai Kolmogorov-smirnov
0,935.
b. Uji
Multikolineritas
multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel independen.� adanya multikolinieritas adalah nilai tolerance >0,01 atau dengan nilai VIF < 10.
Tabel �5
Uji Multikolineritas
|
Coefficientsa |
||||||||
|
Model |
Unstandardized Coefficients |
Standardized Coefficients |
T |
Sig. |
Collinearity Statistics |
|||
|
B |
Std. Error |
Beta |
Tolerance |
VIF |
||||
|
1 |
(Constant) |
-1.470 |
1.074 |
|
-1.369 |
.175 |
|
|
|
Profitabilitas |
.001 |
.000 |
.489 |
5.149 |
.000 |
.732 |
1.366 |
|
|
Likuiditas |
.002 |
.001 |
.253 |
2.665 |
.010 |
.729 |
1.371 |
|
|
Ukuran Perusahaan |
.001 |
.000 |
.193 |
2.286 |
.025 |
.926 |
1.080 |
|
|
a.
Dependent Variable: Nilai Perusahaan |
||||||||
Sumber
: Data sekunder diolah 2021
Berdasarkan
tabel 5 dapat dilihat bahwa semua
variabel independen dari model regresi penelitian ini menunjukan bahwa nilai tolerance >0,01
dan VIF< 10 maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi multikolilinearitas
antar variabel pada model regresi pada penelitian ini.
c. Uji
Heterokedastisitas
������ uji heteroskedastistas bertujuan untuk menguji apakah
model dalam regeresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual pengamatan ke pengamatan
yang lain. Jika varians dari residual satu pengamat kepengamat
lain tetap, maka dikatakan homoskedastisitas dan apabila varian tidak sama, disebut
heteroskedastisitas. Dalam penelitian ini untuk mendekteksi ada atau tidaknya
heteroskedastisitas dilakukan
menggunakan uji glaser.
Kesimpulan
Berdasarkan
hasil penelitian dan pembahasan diatas maka dapat diambil kesimpulan sebagai
berikut : 1) Profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai
perusahaan. Apabila profitabilitas meningkat maka nilai perusahaan juga akan
ikut meningkat. Hal ini membuktikan investor akan lebih tertarik pada
perusahaan yang memiliki profitabilitas yang baik. 2) Likuiditas berpengaruh
positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Apabila likuiditas meningkat maka
nilai perusahaan juga akan meningkat. Hal ini membuktikan investor akan
tertarik pada perusahaan yang memiliki tingkat likuiditas yang baik. 3) Ukuran
perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan.
Apabila ukuran perusahaan meningkat maka nilai perusahaan tersebut akan ikut
meningkat. Semakin besar ukuran perusahaan, maka ada kecenderungan lebih banyak
investor yang menaruh perhatian pada perusahaan tersebut, hal ini deisebabkan
karena perusahaan yang besar cenderung memiliki kondisi keuangan yang lebih
stabil. Kestabilan tersebut menarik investor untuk memiliki saham perusahaan
tersebut. Kondisi tersebut menjadi penyebab atas naiknya harga saham perusahaan
dipasar modal.
BIBLIOGRAFI
Dewi,
A. S. M., & Wirajaya, A. (2013). Pengaruh Struktur Modal, Profitabilitas
Dan Ukuran Perusahaan Pada Nilai Perusahaan. E-Jurnal Akuntansi, 4(2),
358�372.
Dewi, I. A.
P. T., & Sujana, I. K. (2019). Pengaruh Likuiditas, Pertumbuhan Penjualan,
dan Risiko Bisnis Terhadap Nilai Perusahaan. E-Jurnal Akuntansi, 26,
85.
Dj, A. M.,
Artini, L. G. S., & Suarjaya, A. . G. (2019). Pengaruh Kinerja Keuangan
Terhadap Nilai Perusahaan Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa
Efek Indonesia. Parameter, 4(1), 130�138.
Ghozali.
(2018). Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program Ibm Spss 25.
Semarang : Bp Undip.
IDX Laporan
Keuangan dan Tahunan, Situs Resmi IDX
Bursa Efek Indonesia www.idx.co.id
Jusriani,
I. F. (2013). Analisis Profitabilitas, Kebijakan Dividen, Kebijakan Utang, Dan
Kebijakan Manajerial Terhadap Nilai Perusahaan. Jurnal Akuntansi Diponegoro,
2(2), 1�10.
Lubis, I.
L., Sinaga, B. M., & Sasongko, H. (2017). Pengaruh Profitabilitas, Sruktur
Modal, Dan Likuiditas Terhadap Nilai Perusahaan. Jurnal Aplikasi Bisnis Dan
Manajemen, 3(3), 458�465. https://doi.org/10.17358/jabm.3.3.458
Mardiyati,
U., Ahmad, G. N., & Putri, R. (2012). Terhadap, Profitabilitas Perusahaan,
Nilai Terdaftar, Yang Bursa, D I Indonesia, Efek Periode, B E I. Jurnal
Riset Manajemen Sains Indonesia (JRMSI), 3(1), 1�17.
Nugraha, R.
A., & Alfarisi, M. F. (2019). Jurnal Mirai Management Jurnal Mirai
Management. Jurnal Mirai Managemnt, 4(2), 122�136. https://journal.stieamkop.ac.id/index.php/mirai
Pratiwi, P.
(2018). Pengaruh struktur kepemilikan terhadap nilai perusahaan dengan
kebijakan hutang sebagai variabel intervening Perusahaan Property dan Real
Estate di BEI. E-Jurnal, 127. http://repositori.uin-alauddin.ac.id/8609/1/Putri
Pratiwi.pdf
purwohandoko.
(2017). The Influence of Firm�s Size, Growth, and Profitability on Firm Value
with Capital Structure as the Mediator: A Study on the Agricultural Firms
Listed in the Indonesian Stock Exchange. International Journal of Economics
and Finance, 9(8), 103.
Sudiani, N.
K. A., & Darmayanti, N. P. A. (2016). Pengaruh Profitabilitas, Likuiditas,
Pertumbuhan, Dan Investment Opportunity Set Terhadap Nilai Perusahaan. None,
5(7), 245861.
Sugiyono.
(2015). Metode Penelitian. Metode Penelitian.
Thaib, I.,
& Dewantoro, A. (2017). Pengaruh Profitabilitas dan Likuiditas terhadap
Nilai Perusahaan dengan Struktur Modal sebagai Variabel Intervening (Studi pada
Perusahaan Transportasi Laut Di Bursa Efek Indonesia). Jurnal Riset
Perbankan Manajemen Dan Akuntansi, 1(1), 25�44.
http://www.jrpma.sps-perbanas.ac.id/index.php/jrpma/article/view/6
Yanti, I.
G. A. D. N., & Darmayanti, N. P. A. (2019). Pengaruh Profitabilitas, Ukuran
Perusahaan, Struktur Modal, Dan Likuiditas Terhadap Nilai Perusahaan Makanan
Dan Minuman. E-Jurnal Manajemen Universitas Udayana, 8(4), 2297.
