How to cite:
Bunyamin (2022). Manajemen Keuangan Keluarga Di Era Pandemi Covid 19, Jurnal Syntax
Transformation, 3(3).
https://doi.org/10.46799/jst.v3i3.528
E-ISSN:
2721-2769
Published by:
Ridwan Institute
Jurnal Syntax Transformation
Vol. 3 No. 3, Maret 2022
p-ISSN : 2721-3854 e-ISSN : 2721-2769
Sosial Sains
MANAJEMEN KEUANGAN KELUARGA DI ERA PANDEMI COVID 19
Bunyamin
STIE-Yayasan Pendidikan Ujung Pandang, Sulawesi Selatan, Indonesia
INFO ARTIKEL
ABSTRAK
Diterima
12 Oktober 2021
Direvisi
19 Oktober 2021
Disetujui
28 November 2021
Keluarga sebagai unit organisasi terkecil pun tak luput dari dampak pandemi
COVID-19. Bukan hanya masalah kesehatan yang terpengaruh tetapi juga
masalah keuangan. Oleh karena itu, penting kelola dan rancang keuangan
dengan cermat dan tepat agar ketahanan ekonomi keluarga tetap terjaga bangun.
Manajemen pada dasarnya adalah proses pemanfaatan sejumlah sumber daya
organisasi untuk mencapai tujuan tertentu melalui proses perencanaan,
pengorganisasian, pengarahan dan kontrol. Keuangan dalam sebuah keluarga
adalah salah satu fondasi utama untuk membangun rumah tangga yang tenang
dan bahagia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membahas bagaimana
menerapkan manajemen keuangan di Keluarga di masa pandemi COVID-19.
Metode penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Kemudian
untuk menganalisis data dengan menggunakan data yang telah diperoleh berupa
penelitian sebelumnya kemudian data dianalisis dalam kategori sasi dan
diinterpretasikan menggunakan perspektif menggunakan analisis dokumenter.
Hasil dari penelitian ini adalah bahwa pengelolaan keuangan keluarga sangat
penting untuk kesejahteraan setiap individu dan keluarga dalam kehidupan
sehari-hari. Manajemen keuangan Islam adalah manajemen dari dengan
menentukan skala prioritas dan anggaran rumah tangga.
ABSTRACT
The family as the smallest organizational unit has not been spared the impact of
the COVID-19 pandemic. Not only health problems are affected but also
financial problems. Therefore, it is important to manage and plan finances
carefully and precisely so that the family's economic resilience is maintained.
Management is basically the process of utilizing a number of organizational
resources to achieve certain goals through the process of planning, organizing,
directing and controlling. Finance in a family is one of the main foundations for
building a calm and happy household. The purpose of this study is to discuss
how to implement financial management in the family during the COVID-19
pandemic. This research method is a qualitative descriptive research. Then to
analyze the data using the data that has been obtained in the form of previous
research, then the data is analyzed in the sasi category and interpreted using
the perspective of using documentary analysis. The result of this study is that
family financial management is very important for the welfare of each
individual and family in everyday life. Islamic financial management is the
management of by determining priorities and household budgets.
Kata Kunci:
Manajemen,
Keuangan,
Pandemi
Keyword:
Management,
Finance, Pandemic
Manajemen Keuangan Keluarga Di Era Pandemi Covid 19
Jurnal Syntax Transformation, Vol. 3 No. 3, Maret 2022 369
Pendahuluan
Pengelolaan keuangan keluarga berarti
perencanaan, pengelolaan, penyimpanan, dan
pengendalian dana dan harta kekayaan yang
dimiliki oleh suatu keluarga. Pengelolaan
Keuangan keluarga harus direncanakan dengan
matang agar tidak timbul masalah di kemudian
hari (Rohaniah & Rahmaini, 2021).
Pada bulan Desember 2019, dunia
dihebohkan dengan kejadian yang diduga
sebagai kasus pneumonia yang tidak diketahui
etiologinya, kasus tersebut berasal dari Kota
Wuhan, China. Virus Strain baru selanjutnya
dikenal sebagai (SARS-CoV-2) dan penyakit ini
disebut sebagai Corona Disease 2019 (Covid-19)
meningkatan kasus positif dari hari ini sehari-
hari menimbulkan banyak kerugian di berbagai
sektor di Indonesia, membuat para pengambil
keputusan kebijakan di masing-masing negara
mengambil langkah cepat untuk mengurangi
jumlah warga negara yang semakin meningkat
terinfeksi wabah ini. Salah satu cara untuk
memutus mata rantai penularan adalah melalui
penerapan social distancing yang bertujuan
untuk mencegah orang yang sakit kontak dalam
jarak 2 meter dengan orang yang sakit sehat
untuk mencegah infeksi (Ekonomi et al., 2022).
Kebijakan tersebut mengharuskan
masyarakat untuk melakukan segala aktivitasnya
dari rumah, menyebabkan gangguan pada rantai
pasokan input, operasi produksi, rantai distribusi,
dan pemasaran output sehingga berdampak
negatif terhadap kinerja pertumbuhan ekonomi.
(Hanifah & Kholifah, 2020)
Badan Pusat Statistik (BPS) dikutip Modjo
menyebutkan Angka pertumbuhan Produk
Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada triwulan-
1 2020 tercatat hanya sebesar 2,97 (year-on-year)
yang merupakan angka pertumbuhan terendah
sejak 2001. Pada triwulan-2 2020 angka realisasi
pertumbuhan ekonomi jauh lebih buruk dari
perkiraan pemerintah, yang memprediksi
pertumbuhan ekonomi pada kuartal II akan
berada di level minus 3,1% dan realisasinya ada
di angka minus 5,32 %. Adapun pada kuartal III
pertumbuhan Indonesia menurun hingga minus
3,49 %. Kondisi di kuartal III lebih baik dari
kontraksi terdalam kuartal sedangkan triwulan-4
menunjukkan arah pemulihan. (Garini et al.,
2022).
Penurunan PDB Indonesia disebabkan
oleh penurunan sektor ekonomi dalam negeri
tangga dari sisi konsumsi cukup tajam. BPS
mencatat konsumsi rumah tangga mengalami
kontraksi minus 3,61% pada triwulan IV 2020.
Secara kumulatif 2020, konsumsi rumah tangga
mengalami kontraksi minus 2,63%. Penurunan
tajam dalam pengeluaran rumah tangga
konsumen disebabkan oleh dua hal:
meningkatnya jumlah pengangguran dan
ketidakpastian akibat Pandemi Covid-19
menyebabkan terjadinya pengalihan konsumsi ke
tabungan (precautionary saving) oleh rumah
tangga yang pendapatannya belum terlalu
terpengaruh oleh krisis akibat pandemi ini.
(Maiti & Bidinger, 2020)
Berdasarkan survei Lembaga Ilmu
Pengetahuan Indonesia (LIPI) terhadap 1.54
responden di 32 provinsi mengungkapkan 64,8%
rumah tangga pekerja dan 87,3% rumah tangga
bisnis mengalami kesulitan keuangan akibat
pandemi COVID-19, baik pekerja rumah tangga
maupun bisnis. Tingginya biaya pembiayaan
pengeluaran rumah tangga selama masa pandemi
merupakan akibat tidak bijak dalam mengelola
keuangan dan mengambil keputusan keuangan,
seperti: terjadinya pemborosan yang merugikan
keuangan keluarga dan tidak melakukan
perencanaan keuangan yang bagus (Ainiyah et
al., 2021).
Salah satu faktor yang mempengaruhi
ketahanan keuangan rumah tangga adalah
keuanganliterasi. Tingkat literasi keuangan
seseorang akan mempengaruhi cara seseorang
menabung, berhutang, berinvestasi, dan
mengelola keuangannya. Faktor selanjutnya
adalah yang dinilai mempengaruhi ketahanan
keuangan adalah perilaku keuangan. Perilaku
keuangan di rumah tangga, yaitu tindakan untuk
merencanakan, melaksanakan, memantau,
mengevaluasi, dan mengendalikan perolehan dan
penggunaan sumber-sumber ekonomi keluarga,
Bunyamin
370 Jurnal Syntax Transformation, Vol. 3 No. 3, Maret 2022
terutama keuangan sehingga terpenuhinya
tingkat pemenuhan kebutuhan seluruh anggota
keluarga secara optimal. Mengenai ini maka
perilaku finansial menjadi pilihan yang harus
dimiliki seseorang untuk bertahan hidup
menghadapi situasi saat ini. (Norman et al.,
2022)
Dari penelitian sebelumnya, dapat
disimpulkan bahwa manajemen keuangan dalam
rumah tangga merupakan hal yang penting untuk
dilakukan agar tercipta keharmonisan dalam
rumah tangga dalam keluarga. Dan penelitian ini
mengacu pada pengelolaan keuangan keluarga
yang baik dapat membantu masyarakat untuk
tidak panik dalam menghadapi pandemi dan
membantu dalam menjaga ketahanan ekonomi
keluarga dalam perspektif ekonomi. Adapun
tujuan dari Kajian ini membahas tentang
bagaimana menerapkan manajemen keuangan
secara efektif kepada keluarga selama pandemi
COVID-19. (Halpiah et al., 2021)
Metode Penelitian
Pendekatan penelitian yang digunakan
dalam penelitian ini adalah pendekatan
deskriptif. Pendekatan deskriptif adalah
pendekatan dengan menggambarkan suatu
peristiwa atau fenomena untuk memperoleh hasil
yang akurat dan dapat diandalkan menafsirkan
dengan kata-kata tertulis. Dengan menggunakan
perpustakaan penelitian atau studi kepustakaan
yaitu mencari sumber referensi teoritis yang
sesuai dengan kasus atau studi suatu masalah
yang diangkat.
Penelitian ini juga menggunakan
penelitian kualitatif deskriptif. Alasan lain
Penggunaan metode penelitian kualitatif
deskriptif dalam penelitian ini adalah penelitian
ini tidak bertujuan untuk menguji hipotesis
menggunakan metode statistik atau ekonometrik.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
membahas bagaimana menerapkan Manajemen
keuangan bagi keluarga di masa pandemi
COVID-19. (Anggita et al., 2020)
Hasil dan Pembahasan
1. Manajemen Keuangan
Manajemen menurut George Terry
adalah pencapaian tujuan yang ditentukan
sebelumnya dengan mengarahkan dan
menggunakan orang lain. Sedangkan
Menurut Siagian dalam bukunya Hames S.
F. Stoner, manajemen adalah tujuan yang
ingin dicapai dengan mengarahkan orang
lain yaitu dengan membimbing dan
mengawasinya agar bersedia melaksanakan
kegiatan yang telah ditetapkan. (Kasdi &
Saifudin, 2020)
Pengertian manajemen keuangan
menurut Keown adalah “manajemen
keuangan adalah” berkaitan dengan
pemeliharaan dan penciptaan nilai ekonomi
atau kekayaan”. Sedangkan Pengertian
manajemen menurut Sutrisno adalah
“pengelolaan keuangan adalah segala
kegiatan”. perusahaan yang terkait dengan
usaha untuk memperoleh dana perusahaan
dengan cara biaya rendah, dan untuk
mengalokasikan dana ini secara efisien.
(Febrian, 2021)
Pengelolaan keuangan berkaitan
dengan tugas manajer keuangan di
perusahaan manajer keuangan aktif
mengelola urusan berbagai jenis keuangan
usaha, dan tidak keuangan pribadi dan
publik, besar dan kecil, mencari keuntungan
atau tidak mencari keuntungan laba. Mereka
melakukan berbagai perencanaan keuangan,
seperti dalam skala Bentuk organisasi
terkecil dalam masyarakat yaitu keluarga,
peran pengelola keuangan sepenuhnya
dimiliki oleh seorang istri. dalam
manajemen Keuangan bukan hanya transfer
informasi tentang ekonomi dari sebuah
rumah tangga, tetapi harus menjadi proses
pembentukan karakter kepribadian. (Jayanti,
2022)
2. Manajemen Keuangan Keluarga
Pengelolaan keuangan adalah
tindakan administratif yang berkaitan
dengan perencanaan anggaran,
penyimpanan, penggunaan, pencatatan dan
Manajemen Keuangan Keluarga Di Era Pandemi Covid 19
Jurnal Syntax Transformation, Vol. 3 No. 3, Maret 2022 371
pemantauan kegiatan masuknya
uang/organisasi pendanaan. Manajemen
keuangan, bisa dilakukan oleh siapa saja
mulai dari tingkat terkecil berupa individu,
kelompok, hingga keluarga. (Sina, 2020) .
Keluarga berfungsi dalam semua
aspek kehidupan, termasuk fungsi biologis,
fungsi pemeliharaan, fungsi ekonomi, fungsi
keagamaan, fungsi sosial, dan sebagainya.
Di dalam Perjalanan sebuah keluarga
tentunya sangat dipengaruhi oleh masalah
keuangan. Dengan Pengelolaan keuangan
yang baik akan menciptakan pemenuhan
kebutuhan hidup keluarga yang bagus juga.
Dan mengelola keuangan sebenarnya tidak
hanya mengatur uang masuk dan keluar
hanya keluar apa yang harus diperhatikan
dalam memenuhi kebutuhan dasar manusia,
tetapi juga harus pikirkan dana mana yang
akan memenuhi kebutuhan saat memasuki
usia tidak produktif untuk masa depan.
(Sucianah & Yuhertiana, 2021)
Jadi dapat disimpulkan bahwa
pengelolaan keuangan keluarga merupakan
seni dalam mengelola keuangan keluarga
melalui orang lain untuk mencapai tujuan
yang bermanfaat, sehingga keluarga tersebut
menjadi keluarga yang sejahtera.
Manajemen keuangan keluarga merupakan
kebutuhan yang tidak bisa ditawar lagi,
karena pengelolaan keuangan keluarga
memiliki implikasi yang lebih luas karena
tidak hanya melibatkan diri sendiri, tetapi
juga istri/suami, anak bahkan orang tua dan
mertua. (Pasaribu et al., 2021)
Pengelolaan keuangan keluarga
sangat penting untuk kesejahteraan setiap
individu dan keluarga dalam kehidupan
sehari-hari. Manajemen keuangan Islam
adalah manajemen dengan menentukan
prioritas dan anggaran rumah tangga. Dalam
ajaran Islam seseorang didorong untuk
mengelola keuangan sesuai dengan ajaran
Allah untuk memastikan bahwa sukses
dalam hidup. Keluarga muslim dalam
mengelola pembelajaran di Pada dasarnya
harus didasarkan pada pola konsumsi Islami
yang berorientasi pada kebutuhan
(kebutuhan) dan mengutamakan manfaat
(utilitas) dan berusaha mengurangi yang
diinginkan berlebihan.(Argadinata &
Supriyanto, 2020).
Untuk mencapai komunikasi
keuangan yang baik, menurut Dr. Setiawan
Budi Utomo, mengatakan, bahwa semua
anggota keluarga harus memiliki
pemahaman yang sama tentang tiga prinsip
dasar pengelolaan keuangan rumah tangga
yaitu: (1) Berusaha mencari nafkah yang
halal dan thayyib. Suami, istri dan anak
harus saling mengingatkan dan mengontrol
apa yang mereka dapatkan dalam rumah
tangga. (2) Salah satu langkah hebat bagi
orang tua dalam mendidik anak-anaknya
adalah menabung dan tidak konsumtif.
Disini harus ada proses komunikasi,
komitmen bersama dan contoh nyata dari
orang tua ke anak. (3) Biasakan menabung .
Setiap anggota keluarga harus setuju untuk
selalu menabung dan berdonasi. (Zatira et
al., 2021)
Manajemen keuangan keluarga sangat
penting tidak hanya di masa pandemic
Covid-19 seperti sekarang, bahkan dalam
kondisi normal manajemen keluarga sangat
penting untuk mengetahui kondisi keuangan
dalam keluarga dan kita terapkan dalam
kehidupan kita sehari-hari. Menurut ajaran
Islam, secara fitrah kewajiban memberi
nafkah/ kebutuhan menjadi tanggung jawab
suami. Namun dalam prakteknya harus
dilakukan keterbukaan antara pasangan
keluarga tentang di mana dan berapa banyak
pendapatan yang mereka peroleh diperoleh
suami, sehingga ibu rumah tangga akan
tergerak untuk berusaha mengurus
penghasilan suami dengan sebaik-baiknya
dalam memenuhi segala kebutuhan
keluarga. Komitmen juga merupakan hal
yang sangat penting untuk dilakukan antara
suami dan istri dalam pengelolaan keuangan
agar tidak terjadi miskomunikasi yang dapat
Bunyamin
372 Jurnal Syntax Transformation, Vol. 3 No. 3, Maret 2022
menimbulkan pertengkaran dalam rumah
tangga. (Murtini, 2008)
Jika dalam rumah tangga jika tidak
bisa mengatur keuangan dengan baik, akan
terpengaruh bukan diri kita sendiri tetapi
seluruh keluarga. Sebagai ibu rumah tangga
yang biasanya dinafkahi suaminya dengan
nafkah yang cukup, ternyata tiba-tiba
pencari nafkah pergi, apa yang harus kita
lakukan sebagai seorang istri padahal misal
pencari nafkah banyak meninggalkan harta
atau rezeki tapi jika kita tidak bisa
mengaturnya akan cepat habis, jadi
Manajemen keuangan keluarga sangat
penting untuk kita ketahui dan terapkan
dalam keseharian kita di rumah tangga
(Mardianah & Rr, 2021)
Menurut (Handayani, 2013) beberapa
kunci untuk mengelola keuangan secara
efektif adalah: sederhana: (1) Pahami
portofolio keuangan keluarga. Jangan
sampai Anda tidak mengetahui isi dari
tabungan tersebut, jumlah tagihan listrik,
telepon, service mobil, belanja, biaya
pemeriksaan dokter dan lain-lain. Harus
mengetahui jumlah utang kartu kredit,
pinjaman bank atau cicilan rumah dan
mobil. (2) Atur rencana keuangan atau
anggaran. Rencana keuangan yang realistis
membantu menjadi objektif tentang
pengeluaran yang berlebihan. Anda tidak
perlu terlalu ideal, sehingga Anda
melupakan kebutuhan Anda sendiri. Tak ada
salahnya memasuki kebutuhan untuk pergi
ke salon dan lain-lain. Yang penting,
menganggarkan jumlah yang realistis dan
harus menaatinya. (3) Pikirkan lebih banyak
dengan hati-hati pemahaman antara
"kebutuhan" dan "keinginan". Tidak jarang
kita menghabiskan uang untuk hal-hal tidak
penting atau didorong oleh keinginan, bukan
kebutuhan. (4) Hindari hutang. Godaan
untuk hidup konsumtif semakin besar.
Kembangkan kebiasaan keuangan yang
sehat mulai dari yang sederhana, seperti
tidak memiliki hutang konsumtif. (5)
Minimalkan pengeluaran konsumtif.
Bertemu teman lama untuk bertukar pikiran
di kafe terkadang diperlukan, tapi tidak
berarti Anda harus melakukannya setiap
malam dalam seminggu. Gunakan biaya ini
untuk menabung atau memenuhi kebutuhan
lainnya. 6) Tetapkan tujuan atau sasaran
keuangan. Mengatur target keuangan yang
ingin Anda capai secara rutin, bersama
pasangan. Tetapkan tujuan tertentu, realistis,
terukur dan dalam waktu tertentu. (7)
Menabung, menabung, menabung.
Mengubah kebiasaan dan pola pikir. Segera
setelah menerima gaji, sisihkan untuk
tabungan sebesar yang telah direncanakan
sesuai dengan tujuan atau tujuan keuangan
keluarga. (8) Berinvestasi. Tentu Anda tidak
akan puas hanya dengan menunggu
tabungan bertambah. Meskipun aspirasi
untuk keluarga yang "luar biasa". Ini adalah
saat yang tepat untuk juga berpikir tentang
investasi. Sekarang bentuknya Aneka
ragam. Takut risiko investasi?! Tidak perlu
khawatir, hanya perlu belajar ahli.
Konsultasikan keuangan dengan ahli yang
dapat diandalkan. (9) Ucapkan selamat
tinggal pada akun terpisah. Ketika Anda
menikah, uang bukan milik Anda atau milik
saya, itu milik Anda berdua. Buat rekening
giro atau tabungan untuk tujuan keuangan
bersama. (10) Perbarui penerima manfaat.
Mengubah semua penerima manfaat pada
polis asuransi, rencana pensiun, reksa dana,
dan surat berharga lainnya atas nama
pasangan. Itu sebenarnya tidak mutlak
dilakukan, terutama jika Anda tidak
memiliki anak. Tapi terkadang itu perlu
terutama ketika Anda tidak memiliki orang
lain untuk dipercaya. (11) Buat kesepakatan
tentang pengeluaran keluarga. Anda dapat
mencoba berdiskusi dengan pasangan Anda
tentang pendekatannya dan kebiasaan
menangani uang. Buat aturan untuk
menangani perbedaan, mungkin tetapkan
batas pengeluaran bulanan untuk setiap
orang atau berjanji untuk menabung dalam
Manajemen Keuangan Keluarga Di Era Pandemi Covid 19
Jurnal Syntax Transformation, Vol. 3 No. 3, Maret 2022 373
jumlah tertentu setiap bulan untuk mencapai
tujuan bersama. (12) Konsolidasi kartu
kredit. Hindari memiliki kartu kredit lebih
dari yang dibutuhkan. Itu juga memudahkan
untuk melacak pengeluaran rumah tangga.
(13) Belilah asuransi jiwa. Jika pendapatan
digunakan untuk membayar pengeluaran
bulanan dan sebagian besar pasangan
memastikan untuk memiliki asuransi jiwa
yang cukup untuk saling melindungi. Hal ini
mutlak dilakukan jika Anda sudah memiliki
tanggungan, seperti anak atau orang tua.
(Faramitha et al., 2021).
Berikut ini adalah langkah-langkah
mengelola keuangan keluarga. Menurut (BI)
Bank Indonesia dalam (Hidayah et al.,
2019) terdapat langkah-langkah dalam
pengelolaan keuangan keluarga sebagai
berikut: (1) Pencatatan Harta/Harta Milik.
Setiap orang pasti punya aset/harta yang
dicatat sebagai aset produktif atau
konsumtif. Aset produktif adalah asset yang
memberikan pendapatan atau keuntungan
reguler ketika properti itu dijual kembali.
(2) Pencatatan Semua Masuk dan Keluar.
Setelah mencatat semua aset/harta,
memperoleh informasi tentang posisi
keuangan saat ini. Ini berguna dalam
lakukan langkah selanjutnya, yaitu mencatat
semua pemasukan dan pengeluaran.
Aktivitas Pencatatan semua pemasukan dan
pengeluaran akan memberikan informasi
tentang jumlah uang masuk dan uang
keluar. Hal ini menjadi pertimbangan untuk
seseorang untuk mengontrol pengeluaran
yang tidak perlu. Pencatatan pendapatan dan
pengeluaran juga membantu untuk
mengetahui frekuensi pemasukan dan
pengeluaran untuk pos tertentu, sehingga
dapat membedakan pengeluaran mana yang
termasuk dalam kebutuhan dan mana yang
diinginkan. (3) Identifikasi Rutin, Bulanan,
dan Tahunan. Setiap orang atau keluarga
biasanya memiliki pola pengeluaran yang
sama dari bulan ke bulan, termasuk dari
tahun ke tahun. Setelah Anda memiliki
catatan pengeluaran, cobalah
mengidentifikasi apa itu pengeluaran rutin
dan seberapa sering itu terjadi. (4)
Menyusun Rencana Pengeluaran
(budgeting). Pada tahap ini, manajer
keuangan diminta untuk dapat melakukan
perencanaan terkait pengeluaran keuangan
yang akan diadakan. Ini juga termasuk
menetapkan prioritas. Dalam ajaran Islam
Pengeluaran terdiri dari 50% kebutuhan
pokok sehari-hari; Zakat/Infaq/Sedekah 2%
(jika zakat, jika infaq, sedekah dengan
ikhlas); 20% kredit; investasi 20%; ER
(uang gawat darurat) 7%. (5) Menabung
secara berkala. Penghematan harus
dilakukan dalam secara berkala ada solusi
yang ditawarkan berupa peningkatan
pengetahuan masyarakat mengenai
pengelolaan keuangan keluarga, diharapkan
dapat menurunkan tingkat konsumerisme
masyarakat dan membiasakan masyarakat
untuk mulai menabung. (Megawati et al.,
2020).
Berikut ini akan kami coba uraikan
langkah-langkah dalam pengelolaan
keuangan keluarga, yaitu: (1) Mencatat
semua pengeluaran yang harus dikeluarkan
per bulan. (2) Catat semua pengeluaran
yang bisa ya atau tidak per bulan. (3)
merekam semua pasif penghasilan. (4) Catat
semua pendapatan aktif. (5) Menyimpulkan
biaya wajib percakapan dan pengeluaran
tidak boleh per bulan. (6) Menambahkan
pendapatan pasif dan pendapatan aktif. (7)
Menghitung perbedaan antara hasil
pengeluaran bisnis wajib dan pengeluaran
mungkin tidak diperlukan bulan dan
pendapatan pasif dan pendapatan aktif. (8)
Alokasikan dana, untuk hari tua 10 persen
(uang aman, atau sebagian orang
menyebutnya, uang mati yang tidak akan
kita gunakan jika tidak antara hidup dan
mati), 20 persen cadangan untuk
pertumbuhan, dan 70 persen untuk
pengeluaran sehari-hari atau model kedua
adalah 10% usia tua, 10% untuk amal, 10%
Bunyamin
374 Jurnal Syntax Transformation, Vol. 3 No. 3, Maret 2022
untuk pendidikan, 10% untuk cadangan
tumbuh, dan 60% dari pengeluaran harian
dihabiskan (Norman et al., 2022)
Kesimpulzan
Berdasarkan pembahasan dan analisis
yang dikemukakan di atas, setelah melakukan
penelitian tentang pengelolaan keuangan
keluarga di era covid 19, dapat disimpulkan
bahwa pengelolaan keuangan keluarga sangat
penting karena kita tidak hidup sendiri melainkan
kita adalah bagian dari keluarga. Secara umum,
pengelolaan keuangan keluarga dapat dilakukan
sesuai dengan proses manajemen yaitu adanya
perencanaan yang matang, implementasi yang
ketat, dan evaluasi yang terukur. Manajemen
keuangan keluarga yang sangat baik penting bagi
kesejahteraan setiap individu dan keluarga dalam
kehidupan sehari-hari.
Pengelolaan keuangan adalah pengelolaan
dengan menentukan skala prioritas dan anggaran
rumah tangga. Langkah-langkah yang kami
ambil dalam mengelola keuangan keluarga
adalah sebagai berikut: (1) mencatat harta/harta
yang dimiliki, (2) mencatat semua pendapatan
dan pengeluaran, (3) identifikasi pengeluaran
rutin, bulanan, dan tahunan, (4) menyusun
rencana pengeluaran, (5) menabung secara
berkala. Kunci sukses dalam mengelola
keuangan keluarga dalam keadaan sehat, yaitu:
Pada dasarnya mengukur kesehatan keuangan
rumah tangga adalah bagaimana kami
berkomitmen untuk melakukan apa yang sudah
direncanakan di atas, karena jika kita tidak bisa
berkomitmen dengan keuangan rumah, rumah
tangga, maka keuangan rumah tangga sakit, jika
kita bisa melaksanakan perencanaan keuangan
seperti yang kita rencanakan.
BIBLIOGRAFI
Ainiyah, F., Sukaris, S., Ernawati, E., & Rahim,
A. R. (2021). Mengelola Keuangan Rumah
Tangga Di Era Pencegahan Covid-19 Di
Desa Ngemboh Ujungpagkah Gresik.
DedikasiMU: Journal of Community
Service, 3(4), 11841189. Google Scholar
Anggita, W., Julia, J., Suhaidar, S., & Rudianto,
N. A. R. (2020). Peningkatan Pemahaman
Literasi Keuangan Di Era Pandemi Corona
Sebagai Upaya Penguatan Ketahanan
Ekonomi Keluarga. Jurnal Pengabdian
Kepada Masyarakat Universitas Bangka
Belitung, 7(2), 711. Google Scholar
Argadinata, H., & Supriyanto, A. (2020). The
Problematics of Financing and Funding
Efficiency on Economic Basis in Schools in
the Era of Pandemic Covid-19. Nusantara
Journal of Social Sciences and Humanities,
1(1), 1122. Google Scholar
Faramitha, A., Wahyudi, W., & Desmintari, D.
(2021). Analisis perilaku manajemen
keuangan pada generasi milenial. INOVASI,
17(1), 1929. Google Scholar
Febrian, R. A. (2021). Peran Ibu Rumah Tangga
Dalam Manajemen Keuangan Keluarga
Selama Masa Pandemi Covid-19. Journal
of Entrepreneurship, Management and
Industry (JEMI), 4(3), 113122. Google
Scholar
Garini, M. P., Fasa, M. I., & Suharto, S. (2022).
Pemanfaatan E-Commerce Dalam
Pengembangan Bisnis Menurut Perspektif
Ekonomi Islam Di Era Covid 19. Jurnal
Bina Bangsa Ekonomika, 15(1), 99110.
Google Scholar
Halpiah, H., Putra, H. A., & Ulfah, B. R. M.
(2021). Pengelolaan Keuangan Keluarga di
Masa Pandemi Covid-19. Journal of
Community Development, 2(1), 4348.
Google Scholar
Hanifah, L., & Kholifah, S. K. (2020).
Pemberdayaan Perempuan Dalam
Menghadapi Dampak Pandemi Covid-19
Melalui Pelatihan Pengelolaan Keuangan
Keluarga Di Desa Langkap Kecamatan
Burneh Kabupaten Bangkalan. Jurnal
Abdidas, 1(6), 777783. Google Scholar
Jayanti, L. (2022). Socialization Of Financial
Literacy During The Covid-19 Pandemic In
South Tanggerang MSME Gallery. Jurnal
PKM Manajemen Bisnis, 2(1), 3443.
Manajemen Keuangan Keluarga Di Era Pandemi Covid 19
Jurnal Syntax Transformation, Vol. 3 No. 3, Maret 2022 375
Google Scholar
Kasdi, A., & Saifudin, S. (2020). Resilience of
muslim families in the pandemic era:
Indonesian millennial muslim communitys
response against Covid-19. Jurnal
Penelitian, 8194. Google Scholar
Mardianah, A., & Rr, I. (2021). Model
Hubungan Literasi, Pengalaman dan
Perilaku Pengelolaan Keuangan Keluarga:
Peran Niat Berperilaku Sebagai Mediasi.
Jurnal Manajemen Dan Keuangan, 10(2),
129143. Google Scholar
Megawati, S., Maruf, M. F., Fanida, E. H.,
Niswah, F., & Oktariyanda, T. A. (2020).
Strengthening Family Resilience through
Financial Management Education in Facing
the Covid-19 Pandemic. Journal La
Bisecoman, 1(5), 814. Google Scholar
Murtini, U. (2008). Pengaruh Kebijakan
Manajemen Keuangan Terhadap Nilai
Perusahaan. Jurnal Riset Akuntansi Dan
Keuangan, 4(1), 3247. Google Scholar
Norman, E., Pahlawati, E., & Supriyatna, R. K.
(2022). Manajemen Keuangan Keluarga di
Era Pandemi Covid-19. Al-Kharaj: Jurnal
Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah,
4(1), 5264. Google Scholar
Pasaribu, V. L. D., Yuniati, H. L., Pranata, R.,
Sembayu, R., Purba, S. M., & Nurbayani,
T. T. A. (2021). Manajemen Keuangan
Untuk Menghadapi Dan Bertahan Di Era
Covid 19. Jurnal Abdimas Tri Dharma
Manajemen, 2(2), 1218. Google Scholar
Rohaniah, Y., & Rahmaini, R. (2021). Sosialisasi
Manajemen Keuangan Keluarga pada Masa
Pandemi Covid-19. ABDI MOESTOPO:
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat,
4(01), 4549. Google Scholar
Sina, P. G. (2020). Ekonomi rumah tangga di era
pandemi covid-19. Journal of
Management: Small and Medium
Enterprises (SMEs), 12(2), 239254.
Google Scholar
Sucianah, A., & Yuhertiana, I. (2021). Gender
Memoderasi Financial Literacy Dan
Financial Behavior Terhadap Ketahanan
Keuangan Rumah Tangga Milenial Selama
Pandemi Covid-19. Jurnal Proaksi, 8(2),
428438. Google Scholar
Zatira, D., Fitriana, A. I., Mulyati, L., Febrianto,
H. G., & Megaster, T. (2021). Seminar on
the Role of Financial Management and
Stress Management for Families during the
Covid-19 Pandemic in Sindangsari
Tangerang Village. MOVE: Journal of
Community Service and Engagement, 1(1),
14. Google Scholar
Copyright holder :
Nama penulis, nama penulis (2022).
First publication right :
Jurnal Syntax Transformation
This article is licensed under: