Main Article Content

Muhammad Arifin
Arif Rahman Hakim

Wayang telah diakui UNESCO sebagai Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity. Namun secara nyata ditemui fakta di kalangan generasi muda bangsa Indonesia yang masih rendah atas pemahaman budaya wayang, khususnya pada kisah mahabharata. Secara spesifik, seringkali dijumpai masih awamnya generasi muda di lingkungan pendidikan formal yang memahami karakter tokoh pandawa dalam kisah mahabharata. Pada sisi yang lain juga generasi muda Indonesia sedang didorong untuk memiliki karakter yang sesuai dengan program pendidikan karakter bangsa Indonesia. Artikel yang disusun berupa kajian pustaka ini bertujuan untuk mengkaji karakter tokoh Pandawa dalam kisah Mahabharata untuk kemudian diselaraskan dengan pendidikan karakter bangsa Indonesia di dalam lingkungan pendidikan formal. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan psikologis. Metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan psikologi pendidikan merupakan sebuah penelitian yang memberikan gambaran secara menyeluruh terhadap objek yang diteliti secara sistematis dengan mendeskripsikan tokoh Pandawa dalam kisah Mahabharata. Melalui pemahaman tokoh Pandawa dalam kisah Mahabharata ini, maka penulis mengharap akan terciptanya sebuah upaya optimalisasi pendidikan karakter dalam setiap jenjang lembaga pendidikan baik formal maupun non formal yang ada di Indonesia. Dan pada akhirnya kita dapat menghasilkan generasi masa depan bangsa yang unggul sebagai sumber daya manusia yang memiliki keunggulan kompetensi sekaligus berkarakter holistik sebagai perwujudan membangun peradaban kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia.

Keywords: kisah mahabharata karakter tokoh pandawa pendidikan karakter bangsa indonesia