Main Article Content

Goldy Septa Prawira
Syahidin Syahidin
Elan Sumarna

Bicara pendidikan, tentu tidak luput dari pembicaraan tentang manusia. Manusia sebagai pelaku dalam pendidikan memegang peranan yang urgen dalam menentukan arah sebuah sistem maupun model pendidikan, termasuk pendidikan Islam. Pendidikan dapat dirumuskan sebagai upaya terprogram mengantisipasi perubahan sosial oleh pendidik dan membantu subyek didik dan satuan sosial berkembang ke tingkat yang lebih baik dengan cara/jalan yang juga baik. Antropologi berasal dari bahasa Inggris “anthropology”, berarti “ilmu tentang manusia”. Pada awalnya istilah ini dipergunakan dalam arti yang lain, yaitu “ilmu tentang ciri-ciri tubuh manusia” atau disebut sebagai “ilmu anatomi”). Dalam pendidikan Islam, konsep tentang manusia sering diistilahkan dengan al-insān, al-nās, al-basyār, serta bani adam yang masing-masing memiliki makna yang berbeda-beda satu sama lain. Kesemuanya merupakan istilah-istilah yang diambil dari al-Qur‟an. Kata insan digunakan al-Qur‟an untuk menunjuk kepada manusia dengan segala totalitasnya, jiwa, dan raga. Selain kata al-insan, al-Quran juga menyebut istilah al-nas yang memiliki makna berkaitan dengan interaksi kehidupan manusia yang bersifat kolektif, seperti kepemimpinan, perubahan sosial, dan perubahan alam, al-basyar yang menunjukkan pada gambaran manusia secara materi yang dapat dilihat seperti makan, minum, berjalan, dan berusaha untuk memenuhi kebutuhannya. sedangkan bani adam yang menunjukkan manusia dari sudut keturunannya, yaitu manusia keturunan dari Nabi Adam a.s. Berkaitan dengan pendidik dan peserta didik, tentu tidak bisa dilepaskan dari pembicaran tentang manusia, lebih khusus lagi tentang fitrah manusia. Pendidik dan peserta didik merupakan dua unsur dalam pendidikan yang diperankan oleh manusia. Dalam hal ini keduanya merupakan unsur yang paling sering mengadakan interaksi baik secara langsung maupun tidak langsung. Pendidik dan peserta didik dalam hal ini selalu terlibat dalam aktivitas kebudayaan khususnya budaya pendidikan. Dalam pendidikan Islam, pendidik adalah orang yang bertanggung jawab terhadap perkembangan peserta didik dengan upaya mengembangkan seluruh potensi peserta didik, baik potensi afekti (rasa), kognitif (cipta), maupun psikomotorik (karsa).