Main Article Content

Muhammad Irfan Ilmy
Syahidin Syahidin
Wawan Hermawan

Guru dituntut tampil ideal dalam segala hal baik di depan siswa maupun saat bersinggungan dengan komunitas di sekitar lingkungan persekolahan. Era disrupsi yang kini sedang dihadapi memaksa guru untuk menyesuaikan diri secara gesit. Sebab, perubahan yang terjadi di dalamnya sangat cepat sehingga pola-pola lama dalam sistem kehidupan dengan segera tergantikan dengan pola-pola baru. Memang yang paling terdampak pertama kali adalah bidang bisnis. Akan tetapi, institusi pendidikan pun dengan segera akan juga terkena imbas dari perubahan yang sangat cepat dari era disrupsi ini. Artikel ini berusaha mengkaji tentang bagaimana seharusnya guru menampilkan dirinya dengan beragam kompetensi sehingga benar-benar dapat bertransformasi menjadi sosok guru teladan yang dapat menggerakkan orang-orang di sekitarnya ke arah kebaikan. Terlebih pada kondisi sekarang yang segalanya perlu penyesuaian sesegera mungkin agar tidak lantas tergantikan perannya oleh keberadaan produk-produk teknologi seperti artificial intellegence, dan semacamnya. Dalam penelitian ini pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan berbasis pada studi kepustakaan (library research). Temuan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru PAI di era disrupsi harus meningkatkan berbagai kompetensinya (kepribadian, profesional, pedagogik, sosial) agar bisa terus eksis di tengah tantangan kehidupan karena gencarnya penggunaan teknologi yang ternyata di samping bisa meningkatkan produktivitas karena bisa mempermudah kerja manusia juga memiliki peluang untuk dimanfaakan dalam hal-hal negatif