How to cite:
Cahya, H, M., (2022). Pengaruh Social Media Influencer terhadap Minat Beli
Konsumen Di Media Sosial, Jurnal Syntax Transformation, 3(4). https://doi.org/10.46799/jst.v3i4.550
E-ISSN:
2721-2769
Published by:
Ridwan Institute
Jurnal Syntax Transformation
Vol. 3, No. 4, April 2022
p-ISSN : 2721-3854 e-ISSN : 2721-2769
Sosial Sains
PENGARUH SOCIAL MEDIA INFLUENCER TERHADAP MINAT BELI
KONSUMEN DI MEDIA SOSIAL
Hersa Muhammad Cahya
Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, Daerah Khusus Yogyakarta, Indonesia
INFO ARTIKEL
ABSTRAK
Diterima
23 Maret 2022
Direvisi
17 April 2022
Disetujui
23 April 2022
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh
Advertising disclosure terhadap trustworthiness di media sosial,
mengetahui dan menganalisis pengaruh Advertising disclosure
terhadap Expertise sumber di media sosial, mengetahui dan
menganalisis pengaruh Advertising disclosure terhadap minat beli
konsumen di media sosial, mengetahui dan menganalisis pengaruh
trustworthiness terhadap minat beli konsumen di media sosial, dan
mengetahui dan menganalisis pengaruh Expertise sumber terhadap
minat beli konsumen di media sosial. Sampel yang diambil adalah
sebagian pengguna aktif media sosial. Jumlah sampel dalam penelitian
ini yaitu minimal 170 pengguna aktif media sosial. Metode pengujian
dan analisis data menggunakan SEM-AMOS. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa advertising disclosure berpengaruh positif
signifikan pada trustworthiness, advertising disclosure berpengaruh
positif signifikan pada expertise, advertising disclosure berpengaruh
positif signifikan pada purchase intention, trustworthiness berpengaruh
positif signifikan pada purchase intention, dan expertise berpengaruh
positif signifikan pada purchase intention.
ABSTRACT
This study aims to determine and analyze the effect of advertising
disclosure on source trust in social media, identify and analyze the
effect of advertising disclosure on source expertise on social media,
identify and analyze the effect of advertising disclosure on consumer
buying intentions on social media, identify and analyze the influence of
source trust. on consumer purchase intentions on social media, and
knowing and analyzing the influence of source expertise on consumers'
purchase intentions on social media. The sample taken is some of the
active users of social media. The number of samples in this study is a
minimum of 170 active users of social media. Test method and data
analysis using SEM-AMOS. The results of this study indicate that
advertising disclosure has a significant positive effect on
trustworthiness, advertising disclosure has a significant positive effect
on expertise, advertising disclosure has a significant positive effect on
purchase intention, trustworthiness has a significant positive effect on
purchase intention, and expertise has a significant positive effect on
purchase intention.
Kata Kunci:
niat pembelian;
media sosial;
pengaruh
pengungkapan
iklan;
kepercayaan
keahlian;
Keywords:
Purchase Intention;
social media;
influence;
Advertising
disclosure;
trustworthiness;
expertise;
Pengaruh Social Media Influencer terhadap Minat Beli Konsumen Di Media Sosial
Jurnal Syntax Transformation, Vol. 3, No.4, April 2022 589
Pendahuluan
Pada zaman saat ini suatu bisnis
semakin dihadapkan oleh kemajuan teknologi
dan sistem informasi. Era globalisasi telah
menuntut segala informasi dapat diakses
secara cepat dan praktis salah satunya melalui
media social (Muslicha & Irwansyah, 2019).
Media sosial adalah platform yang
menghubungkan orang-orang terutama antara
organisasi bisnis dan pelanggan. Hal itu
menjadi strategi pemasaran untuk mengelola
penyusutan pasar di berbagai industri (Ali &
Wahyuni, 2017). Khususnya, di masa
pandemi, semua institusi baik yang profit
maupun non profit terkena dampak virus
Covid-19. Hal ini membuka peluang bagi
berbagai kalangan industri bisnis untuk fokus
pada media sosial sebagai platform
pemasaran. Berbagai merek atau brand di
seluruh dunia sangat menyadari penyerapan
orang-orang yang aktivitas media sosial dan
semakin memanfaatkan penggunaannya dari
situs jejaring sosial, seperti Facebook, Twitter
dan Instagram (Trulline, 2021). Pendapatan di
segmen iklan media sosial di seluruh dunia
berjumlah 68 miliar dolar AS pada 2018 dan
diperkirakan akan mencapai 185 miliar dolar
AS pada 2022.
Secara khusus, pemasaran influencer
telah menjadi alat komunikasi pemasaran
yang penting karena menawarkan keterlibatan
dengan sejumlah besar pembeli potensial
dalam waktu singkat dengan biaya lebih
rendah daripada iklan tradisional (Ardha,
2014). Meningkatnya penggunaan pemasaran
influencer di situs jejaring sosial dan
kekhawatiran publik tentang perlindungan
konsumen telah menyebabkan meningkatnya
kewajiban bagi merek untuk mengungkapkan
iklan, yang harus menonjol, ditempatkan
dengan baik, dan jelas artinya (FTC, 2015).
Namun, Advertising Standards Authority
mencatat kenaikan 193% keluhan tentang
iklan yang diposting di media sosial dari
tahun 2012 hingga 2016 (Marsh, 2017).
Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan teknik
analisis data structural equation modeling
(SEM). Sedangkan teknik analisis data SEM
(diolah dengan program AMOS). SEM
merupakan gabungan dari dua metode
statistik yang terpisah yaitu analisis faktor
yang dikembangkan di ilmu psikologi dan
psikometri serta model persamaan simultan
(simultaneous equation modeling) yang
dikembangkan di ekonometrika (Andriyanto
et al., 2020). Analisis yang digunakan untuk
melakukan pembuktian hipotesis adalah
perhitungan SEM dengan software AMOS
23.
Hasil dan Pembahasan
1. Input Matriks dan Evaluasi Struktural
Input matriks yang digunakan
adalah kovarian dan korelasi. Estimasi
model yang digunakan adalah estimasi
maksimum likelihood (ML) estimasi ML
telah dipenuhi dengan asumsi sebagai
berikut:
a. Ukuran Sampel
1) Jumlah sampel data sudah
memenuhi asumsi SEM, yaitu 170
data dan sesuai dari jumlah data
yang direkomendasikan, 100 200
data.
2) Normalitas data, Dalam output
AMOS, uji normalitas dilakukan
dengan membandingkan nilai C.R
(critical ratio) pada assessment of
normality dengan kritis ± 2,58 pada
level 0,01. Tabel 1
Normalitas data
Variable
max
skew
c.r.
kurtosis
PI3
5.000
-.664
-
3.537
.103
PI2
5.000
-.637
-
3.390
-.079
PI1
5.000
-.638
-
3.395
.381
EX5
5.000
-.444
-
2.362
-.491
Hersa Muhammad Cahya
590 Jurnal Syntax Transformation, Vol. 3, No.4, April 2022
Variable
min
max
skew
c.r.
kurtosis
c.r.
EX4
1.000
5.000
-.685
-
3.649
.338
.900
EX3
2.000
5.000
-.448
-
2.383
-.552
-
1.468
EX2
1.000
5.000
-.664
-
3.536
.091
.241
EX1
1.000
5.000
-.464
-
2.467
.147
.390
TR5
1.000
5.000
-.554
-
2.950
-.118
-.315
TR4
1.000
5.000
-.596
-
3.172
-.071
-.189
TR3
2.000
5.000
-.408
-
2.171
-.674
-
1.793
TR2
1.000
5.000
-.551
-
2.933
.041
.110
TR1
2.000
5.000
-.365
-
1.942
-.537
-
1.430
AD4
2.000
5.000
-.510
-
2.717
-.359
-.954
AD3
1.000
5.000
-.552
-
2.937
.127
.338
AD2
1.000
5.000
-.644
-
3.430
.029
.077
AD1
2.000
5.000
-.455
-
2.422
-.429
-
1.142
Multivariate
-6.632
-
1.701
Berdasarkan tabel uji normalitas
menunjukkan bahwa uji normalitas secara
univariate mayoritas berdistribusi normal
karena nilai critical ratio (C.R) untuk
kurtosis (keruncingan) maupun skewness
(kemencengan), berada dalam rentang ±
2,58. Sedangkan secara multivariate data
memenuhi asumsi normal karena nilai -
1,701 berada di dalam rentang ± 2,58.
1. Outliers
Evaluasi terhadap multivariate outliers
dapat dilihat melalui output AMOS
Mahalanobis Distance. Kriteria yang
digunakan pada tingkat p <0.001. Jarak
tersebut dievaluasi dengan
menggunakan X2 pada derajat bebas
sebesar jumlah variabel terukur yang
digunakan dalam penelitian. Dalam
kasus ini variabelnya adalah 30,
kemudian melalui program excel pada
sub-menu Insert Function CHIINV
masukkan probabilitas dan jumlah
variabel terukur sebagai hasilnya adalah
59,703. Artinya semua data/kasus yang
lebih besar dari 40,790 merupakan
outliers multivariate.
Pada tabel hasil uji outlier menunjukan
nilai dari Mahalonobis Distance, dari
data yang di olah tidak terdeteksi
adanya nilai yang lebih besar dari nilai
40,790. Sehingga dapat disimpulkan
bahwa data tidak ada yang outliers.
2. Identifikasi Model Struktural
Beberapa cara untuk melihat ada
tidaknya identifikasi masalah adalah
dengan melihat hasil estimasi. Analisis
SEM hanya dapat dilakukan apabila
hasil identifikasi model menunjukan
bahwa model termasuk dalam kategori
over-identified. Identifikasi ini
dilakukan dengan melihat nilai df dari
model yang dibuat.
Tabel 2
Computation of Degrees Freedom (Default
model)
Number of distinct sample
moments:
153
Number of distinct
parameters to be estimated:
39
Degrees of freedom (153 -
39):
114
Sumber: Hasil olah data primer, 2022
Hasil menunjukan nilai df model
sebesar 114. Hal ini mengindikasikan
bahwa model termasuk kategori over
identified karena memiliki nilai df
positif. Oleh karena itu, analisa data bisa
dilanjutkan ke tahap selanjutnya.
2. Menilai Kriteria Goodness of Fit
Menilai goodness of fit menjadi
tujuan utama dalam SEM untuk
mengetahui sampai seberapa jauh model
yang dihipotesiskan “Fit” atau cocok
dengan sampel data (Hidayat et al., 2015).
Pengaruh Social Media Influencer terhadap Minat Beli Konsumen Di Media Sosial
Jurnal Syntax Transformation, Vol. 3, No.4, April 2022 591
Hasil goodness of fit ditampilkan pada
data berikut ini.
Tabel 2
Hasil Uji Goodness of Fit Indeks
Goodnes
s of fit
index
Cut-off
value
Model
Peneliti
an
Model
Chi-
Square
Diharap
kan kecil
155,962
Margi
nal Fit
Probabili
tas
> 0.05
0,006
Margi
nal Fit
CMIN/D
F
≤ 2.00
1,368
Good
Fit
GFI
≥ 0.90
0,907
Good
Fit
RMSEA
≤ 0.08
0,047
Good
Fit
AGFI
≥ 0.90
0,876
Margi
nal Fit
TLI
≥ 0.90
0,978
Good
Fit
NFI
≥ 0.90
0,934
Good
Fit
Sumber: Hasil olah data primer, 2022
Berdasarkan hasil pada tabel 2 diatas,
dapat dilihat bahwa model penelitian
mendekati sebagai model good fit.
CMIN/DF merupakan indeks
kesesuaian parsiomonious yang mengukur
model goodness of fit dengan jumlah
koefisien-koefisien estimasi yang diharapkan
untuk mencapai kesesuaian. Hasil CMIN/DF
pada penelitian ini adalah 1,368 menunjukan
bahwa model penelitian fit.
Goodnes of Fit Indeks (GFI)
menunjukan tingkat kesesuaian model secara
keseluruhan yang dihitung dari residual
kuadrat pada model yang diprediksi yang
dibandingkan pada data sebenarnya (Sari &
Hariyana, 2019). Nilai GFI pada model ini
adalah 0,907. Nilai mendekati dengan tingkat
yang direkomendasikan 0,90 menunjukkan
model penelitian fit.
RMSEA adalah indeks yang digunakan
untuk mengkompensasi nilai chi-square
dalam sampel yang besar. Nilai RMSEA
penelitian ini adalah 0,047 dengan nilai yang
direkomendasikan yaitu 0,08. Hal
inimenunjukkan bahwa model penelitian fit.
AGFI (Adjusted Goodness of Fit
Index) masuk dalam ukuran goodness of fit
dalam incremental fit measures yang berasal
dari pengembangan penilaian GFI yang
disesuaikan dengan nilai rasio degree of
freedom. Nilai AGFI penelitian ini adalah
0,876 dengan nilai yang direkomendasikan
yaitu 0,90. Hal inimenunjukkan bahwa
model penelitian marginal fit.
TLI (Tucker-Lewis Indeks) adalah
penggabungan dari ukuran parsimony ke
dalam indek komparasi antara proposed
model dan null model. Rentang nilai TLI
antara 0 (no fit at all) sampai dengan 1.0
(perfect fit). Nilai TLI pada penelitian ini
adalah 0,978 dengan nilai yang
direkomendasikan yaitu 0,90 hal ini
menunjukkan bahwa model penelitian fit.
NFI menunjukkan ukuran proporsi dari
proposed model dan null model. Rentang nilai
NFI antara 0 (no fit at all) sampai dengan 1.0
(perfect fit). Nilai NFI pada penelitian ini
adalah 0,934 dengan nilai yang
direkomendasikan yaitu 0,90 hal ini
menunjukkan bahwa model penelitian fit.
Berdasarkan keseluruhan pengukuran
goodness of fit diatas, terdapat satu indeks
yang menunjukkan model penelitian narginal
fit. Meskipun demikian, model yang diajukan
dalam penelitian ini masih dapat diterima
karena nilai dan CMIN/DF, GFI, RMSEA,
TLI dan NFI telah memenuhi kriteria fit.
Interpretasi dan memodifikasi Model Apabila
model tidak fit dengan data, tindakan
tindakan berikut bisa dilakukan:
1. Memodifikasi model dengan
menambahkan garis hubung
2. Menambah variable jika data tersedia
3. Mengurangi variable
Modifikasi model yang dilakukan
dalam penelitian ini didasari oleh teori yang
dijelaskan oleh Arbukle yang membahas
mengenai bagaimana melakukan modifikasi
Hersa Muhammad Cahya
592 Jurnal Syntax Transformation, Vol. 3, No.4, April 2022
model dengan melihat Modification Indices
yang dihasilkan AMOS 22 (Suryani & Batu,
2021). Hasil penelitian sudah menunjukkan
bahwa model telah fit, dengan demikian tidak
diperlukan modifikasi model.
Pengujian Hipotesis Proses pengujian
statistik ini dapat dilihat pada tabel di bawah
ini. Dari pengolahan data dapat diketahui
adanya hubungan positif antar variabel jika
C.R menunjukkan nilai di atas 1,96 dan di
bawah 0,05 untuk nilai p (Silfi, 2016), dengan
demikian dapat dikatakan bahwa:
Tabel 3
Hasil Uji Hipotesis
No
Hipotesis
Estimate
C.R.
P
Batas
Keterangan
1
Advertising
disclosure
berpengaruh
positif terhadap
trustworthiness
0,721
8,098
0,000
0,05
Didukung
2
Advertising
disclosure
berpengaruh
positif terhadap
expertise
0,802
9,187
0,000
0,05
Didukung
3
Advertising
disclosure
berpengaruh
positif terhadap
purchase
intention
0,198
2,317
0,020
0,05
Didukung
4
Trustworthiness
berpengaruh
positif terhadap
purchase
intention
0,375
6,029
0,000
0,05
Didukung
5
Expertise
berpengaruh
positif terhadap
purchase
intention
0,370
4,433
0,000
0,05
Didukung
Sumber: Hasil olah data primer, 2022
Berdasarkan Tabel 3 di atas dapat
dilihat hasil uji regression weight yang dapat
menjelaskan koefisien pengaruh antar
variabel terkait. Hasil dari analisis regression
weight tersebut menunjukkan bahwa:
1. Pengaruh Advertising Disclosure
terhadap Trustworthiness
Parameter estimasi nilai koefisien
regression weight diperoleh sebesar
0,721 hal ini menunjukan bahwa
hubungan Advertising Disclosure dengan
Trustworthiness positif. Artinya semakin
baik Advertising Disclosure maka akan
meningkatkan Trustworthiness.
Pengujian hubungan kedua variabel
tersebut menunjukkan nilai C.R sebesar
8,098 > 1,96 dan nilai probabilitas 0,000
(p<0,05), sehingga hipotesis 1 yang
menyatakan “Advertising disclosure
berpengaruh positif terhadap
trustworthiness” didukung oleh data.
2. Pengaruh Advertising Disclosure
terhadap Expertise. Parameter estimasi
nilai koefisien regression weight
diperoleh sebesar 0,802 hal ini
menunjukan bahwa hubungan
Advertising Disclosure dengan Expertise
positif. Artinya semakin baik
Advertising Disclosure maka akan
meningkatkan Expertise. Pengujian
hubungan kedua variabel tersebut
menunjukkan nilai C.R sebesar 9,187 >
1,96 dan nilai probabilitas 0,000
(p<0,05), sehingga hipotesis 2 yang
menyatakan “Advertising disclosure
berpengaruh positif terhadap expertise”
didukung oleh data.
3. Pengaruh Advertising Disclosure
terhadap Purchae Intention. Parameter
estimasi nilai koefisien regression weight
diperoleh sebesar 0,198 hal ini
menunjukan bahwa hubungan
Advertising Disclosure dengan Purchae
Intention positif. Artinya semakin baik
Advertising Disclosure maka akan
meningkatkan Purchae Intention.
Pengujian hubungan kedua variabel
tersebut menunjukkan nilai C.R sebesar
2,317 > 1,96 dan nilai probabilitas 0,020
(p<0,05), sehingga hipotesis 3 yang
menyatakan “Advertising disclosure
Pengaruh Social Media Influencer terhadap Minat Beli Konsumen Di Media Sosial
Jurnal Syntax Transformation, Vol. 3, No.4, April 2022 593
berpengaruh positif terhadap purchae
intention” didukung oleh data.
4. Pengaruh Trustworthiness terhadap
Purchae Intention. Parameter estimasi
nilai koefisien regression weight
diperoleh sebesar 0,375 hal ini
menunjukan bahwa hubungan
Trustworthiness dengan Purchae
Intention positif. Artinya semakin baik
Trustworthiness maka akan
meningkatkan Purchae Intention.
Pengujian hubungan kedua variabel
tersebut menunjukkan nilai C.R sebesar
6,029 > 1,96 dan nilai probabilitas 0,000
(p<0,05), sehingga hipotesis 4 yang
menyatakan “Trustworthiness
berpengaruh positif terhadap purchae
intention” didukung oleh data.
5. Pengaruh Expertise terhadap Purchae
Intention. Parameter estimasi nilai
koefisien regression weight diperoleh
sebesar 0,370 hal ini menunjukan bahwa
hubungan Expertise dengan Purchae
Intention positif. Artinya semakin baik
Expertise maka akan meningkatkan
Purchae Intention. Pengujian hubungan
kedua variabel tersebut menunjukkan
nilai C.R sebesar 4,433 > 1,96 dan nilai
probabilitas 0,000 (p<0,05), sehingga
hipotesis 5 yang menyatakan “Expertise
berpengaruh positif terhadap purchae
intention” didukung oleh data.
3. Pembahasan dan Implikasi
Hasil perhitungan SEM yang telah
dilakukan pada penelitian ini
menunjukkan bahwa advertising
disclosure memiliki pengaruh positif dan
signifikan terhadap trustworthiness di
media social (Christea & Nisa, 2022). Hal
ini berarti bahwa semakin kuat pengaruh
yang ditimbulkan oleh pengungkapan
iklan maka akan semakin meningkatkan
kepercayaan sumber informasi pada media
social (Pratiwi & Hidayat, 2020).
Pengungkapan iklan melalui pernyataan
dan tagar dapat memengaruhi sikap
konsumen terhadap influencer untuk
percaya pada informasi yang disampaikan.
Jenis pengungkapan iklan yang digunakan
mempengaruhi kepercayaan sumber
karena transparansi yang berbeda.
Menurut Carl (2008) menyampaikan
bahwa transparansi secara umum dapat
dianggap sebagai memperjelas motif pesan
promosi (Christea & Nisa, 2022).
Pernyataan pengungkapan menunjukkan
transparansi, karena dengan jelas memberi
tahu konsumen bahwa sebuah postingan
adalah hasil kemitraan berbayar antara
influencer dan merek . Hal ini sejalan
dengan penelitian sebelumnya yang
dilakukan oleh Weismueller, et. al (2020)
yang menunjukkan bahwa terdapat
pengaruh advertising disclosure terhadap
trustworthiness. Semakin baik
pengungkapan iklan dengan penggunaan
pernyataan dan tagar pada iklan melalui
sosial media maka akan mampu
meningkatkan kepercayaan (Christea &
Nisa, 2022).
Advertising disclosure memiliki
pengaruh positif dan signifikan terhadap
trustworthiness di media sosial. Hal ini
berarti bahwa semakin kuat pengaruh yang
ditimbulkan oleh pengungkapan iklan
maka akan semakin meningkatkan
keahlian endorser/influencer dalam
menyampaikan infomrasi melalui media
sosial. Endorse yang persuasif, akan
mampu memberikan deskripsi tentang
produk yang diiklankannya dengan baik
dan akan menghasilkan informasi yang
dapat dipercaya oleh audiens (Ramadhan
et al., 2020). Hal ini dikarenakan audiens
dapat secara langsung melihat bahwa
endorser tersebut menggunakan dan
memaparkan keunggulan produk yang
dimiliki melalui platform media social
(Dewi & Avicenna, 2020). Sejalan dengan
penelitian sebelumnya yang dilakukan
oleh Weismueller, et. al (2020) yang
Hersa Muhammad Cahya
594 Jurnal Syntax Transformation, Vol. 3, No.4, April 2022
menunjukkan bahwa terdapat pengaruh
advertising disclosure terhadap expertise.
Semakin baik pengungkapan iklan dengan
penggunaan pernyataan dan tagar pada
iklan melalui sosial media maka akan
mampu meningkatkan keahlian sumber
informasi.
Hasil penelitian menunjukkan
bahwa advertising disclosure memiliki
pengaruh positif dan signifikan terhadap
purchase intention. Hal ini berarti bahwa
semakin kuat pengaruh yang ditimbulkan
pengungkapan iklan yang disampaikan
oleh endorser, maka akan semakin
meningkatkan minat pembelian yang
ditimbulkan. Penggunaan medias sosial
sebagai sarana untuk beriklan melalui jasa
endorser/influencer dinilai memiliki
pengaruh terhadap meningkatkan
keinginan yang ditimbulkan audiens untuk
membeli produk tersebut. Audiens
cenderung lebih mempercayai infomrasi
yang disampaikan endorser melalui media
sosial dibandingkan dengan iklan biasa.
Hal ini dikarenakan adanya ajakan dari
endorser untuk menggunakan produk yang
diiklankan. Menurut Zhu et al., (2016)
menyampaikan bahwa salah satu faktor
utama yang dapat mempengaruhi niat beli
konsumen di situs jejaring sosial adalah
electronic word-of-mouth. Penggunaan
media sosial dalam mengiklankan produk
melalui endorser memungkinkan adanya
interaksi antara audiens dengan endorser
atau dengan audiens lain melalui media
sosial dan meningkatkan minat pembelian.
Hal ini sejalan dengan penelitian
sebelumnya oleh Weismueller, et. al
(2020) yang menunjukkan bahwa terdapat
pengaruh advertising disclosure terhadap
purchase intention.
Pada pengaruh trustworthiness
terhadap purchase intention menunjukkan
hasil positif dan signifikan. Hal ini berarti
bahwa semakin kuat pengaruh yang
ditimbulkan kepercayaan pada informasi
yang disampaikan melalui media sosial,
maka akan semakin meningkatkan minat
pembelian yang ditimbulkan. Menurut
Cheung et al., (2008) menyampaikan
bahwa kepercayaan yang dirasakan
influencer dapat berdampak pada niat
pembelian, karena kredibilitas influencer
menentukan nilai yang diharapkan dari
informasi yang diberikan oleh dukungan
produk mereka. Endorser/influencer yang
mampu memberikan informasi kredibel
pada audiens akan menjadikan mereka
percaya pada informasi yang disampaikan,
hal ini akan mampu memberikan dampak
positif pada minat pembelian yang
ditimbulkan. Audiens akan lebih memilih
membeli pada produk yang dinilai baik
berdasarkan informasi yang disampaikan
endorser yang dapat dipercaya,
dibandingkan dengan yang kurang
dipercaya (Widyaningrum, 2017). Hal ini
sejalan dengan penelitian sebelumnya oleh
Weismueller, et. al (2020) yang
menunjukkan bahwa terdapat pengaruh
trustworthiness terhadap purchase
intention.
Pada pengaruh expertise terhadap
purchase intention menunjukkan hasil
positif dan signifikan. Hal ini berarti
bahwa semakin kuat pengaruh yang
ditimbulkan dari kemampuan endorser
dalam mengajak audiens melalui media
sosial, maka akan dapat meningkatkan
minat pembelian. Menurut Cheung et al.,
(2008) keahlian yang dirasakan influencer
mendefinisikan nilai yang diharapkan dari
informasi yang mereka berikan. Selain
memberikan informasi yang kredibel,
endorser juga diharapkan memiliki
kemampuan penyampaian informasi yang
baik pada audiens. Apabila influencer
media sosial dapat menunjukkan keahlian
mereka di suatu bidang melalui profil
mereka atau keahlian mereka tentang suatu
produk yang relevan akan mampu
meningkatkan niat beli (Christea & Nisa,
Pengaruh Social Media Influencer terhadap Minat Beli Konsumen Di Media Sosial
Jurnal Syntax Transformation, Vol. 3, No.4, April 2022 595
2022). Hal ini sejalan dengan penelitian
sebelumnya oleh Weismueller, et. al
(2020) yang menunjukkan bahwa terdapat
pengaruh expertise terhadap purchase
intention.
Berikut hasil analisis dari empat
variabel yang digunakan untuk
mengetahui besarnya pengaruh total,
pengaruh langsung dan pengaruh tidak
langsung seperti yang ditunjukkan sebagai
berikut: Tabel 4
Pengaruh Variabel Bebas
Pengaruh Total
Pengaruh
Langsung
Pengaruh tidak
Langsung
AD
EX
TR
PI
AD
EX
TR
PI
AD
EX
TR
PI
EX
.788
.000
.000
.000
.788
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
TR
.674
.000
.000
.000
.674
.000
.000
.000
.000
.000
.000
.000
PI
.864
.425
.453
.000
.224
.425
.453
.000
.640
.000
.000
.000
Sumber: Hasil olah data primer, 2022
Berdasarkan tabel 4 diketahui
bahwa pengaruh total variabel advertising
disclosure terhadap trustworthiness yaitu
sebesar 0,674 atau 67,4%. Besarnya
pengaruh total sama dengan nilai pengaruh
langsung. Dengan demikian variabel
advertising disclosure secara positif
mempengaruhi variabel trustworthiness
sebesar 67,5% sedangkan sisanya
dipengaruhi oleh variabel lain.
Selanjutnya pada pengaruh total
variabel advertising disclosure terhadap
trustworthiness yaitu sebesar 0,788 atau
78,8%. Besarnya pengaruh total sama
dengan nilai pengaruh langsung. Dengan
demikian variabel advertising disclosure
secara positif mempengaruhi variabel
trustworthiness sebesar 78,8% sedangkan
sisanya dipengaruhi oleh variabel lain.
Kemudian, pada pengaruh total
variabel advertising disclosure terhadap
purchase intention yaitu sebesar 0,864 atau
86,4%. Besarnya pengaruh total ini terdiri
dari pengaruh langsung sebesar 0,224 atau
22,4% dan pengaruh tidak langsung
sebesar 0,640 atau 64,0%. Dengan
demikian variabel advertising disclosure
secara positif mempengaruhi variabel
purchase intention sebesar 86,4%
sedangkan sisanya dipengaruhi oleh
variabel lain.
Selanjutnya pada pengaruh total
variabel trustworthiness terhadap purchase
intention yaitu sebesar 0,453 atau 45,3%.
Besarnya pengaruh total sama dengan nilai
pengaruh langsung. Dengan demikian
variabel trustworthiness secara positif
mempengaruhi variabel purchase intention
sebesar 45,3% sedangkan sisanya
dipengaruhi oleh variabel lain.
Pada pengaruh variabel expertise
terhadap purchase intention yaitu sebesar
0,425 atau 42,5%. Besarnya pengaruh total
sama dengan nilai pengaruh langsung.
Dengan demikian variabel expertise secara
positif mempengaruhi variabel purchase
intention sebesar 42,5% sedangkan sisanya
dipengaruhi oleh variabel lain.
Kesimpulan
Penelitian ini bertujuan untuk menguji
bagaimana Advertising disclosure dan
kredibilitas sumber mempengaruhi minat beli
konsumen di media sosial yang mana
dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu
pengaruh advertising disclosure,
trustworthiness, expertise dan purchase
intention. Berdasarkan dari hasil uji hipotesis
dan pembahasan data pada bab sebelumnya,
maka dapat ditarik kesimpulan sebagai
berikut : (1) Advertising disclosure memiliki
pengaruh positif signifikan terhadap
trustworthiness. Sehingga seorang influencer
dengan meningkatnya pengaruh advertising
disclosure pada konsumen pengguna media
sosial juga meningkatkan trustworthiness. (2)
Advertising disclosure memiliki pengaruh
positif signifikan terhadap expertise.
Sehingga seorang influencer dengan
meningkatnya pengaruh advertising
disclosure pada konsumen pengguna media
sosial juga meningkatkan expertise. (3)
Hersa Muhammad Cahya
596 Jurnal Syntax Transformation, Vol. 3, No.4, April 2022
Advertising disclosure memiliki pengaruh
positif signifikan terhadap purchase intention.
Sehingga seorang influencer dengan
meningkatnya pengaruh advertising
disclosure pada konsumen pengguna media
sosial juga meningkatkan purchase intention.
(4) Trustworthiness memiliki pengaruh positif
signifikan terhadap purchase intention.
Sehingga seorang influencer dengan
meningkatnya pengaruh trustworthiness pada
konsumen pengguna media sosial juga
meningkatkan purchase intention. (5)
Expertise memiliki pengaruh positif
signifikan terhadap purchase intention.
Sehingga seorang influencer dengan
meningkatnya pengaruh expertise pada
konsumen pengguna media sosial juga
meningkatkan purchase intention.
Bibliografi
Ali, D. S. F., & Wahyuni, I. I. (2017). Peran
Travel Blogger dalam Mempromosikan
Pariwisata di Indonesia. Tourism
Scientific Journal, 2(2), 192212.
Google Scholar
Andriyanto, L., Syamsiar, S., & Widowati, I.
(2020). Analisis pengaruh bauran
pemasaran (marketing mix 7-p) terhadap
keputusan pembelian di thiwul ayu
mbok sum. Google Scholar
Ardha, B. (2014). Social Media sebagai
media kampanye partai politik 2014 di
Indonesia. Jurnal Visi Komunikasi,
13(1), 105120. Google Scholar
Christea, K., & Nisa, P. C. (2022). Pengaruh
Advertising Disclosure Language
terhadap Minat Beli Produk Beauty and
Fashion di Instagram dengan Source
Credibility sebagai Variabel
Intervening. Jurnal Manajemen Dan
Organisasi, 13(1), 1222. Google
Scholar
Dewi, W. W. A., & Avicenna, F. (2020).
Social Media Marketing: Consumer
Behavior on The Cruelty Free Concern
of Beauty Brand. Jurnal Ilmu
Komunikasi, 17(1), 95106. Google
Scholar
Hidayat, S., Tanjung, W. N., Marthayodha, C.
A., & Rachmawaty, D. (2015). Model
Rantai Pasok untuk Universitas Al
Azhar Indonesia Bagian I-Bidang
Pendidikan. Jurnal Al-Azhar Indonesia
Seri Sains Dan Teknologi, 2(4), 199
214. Google Scholar
Muslicha, I. S., & Irwansyah, I. (2019).
Instagram Dan Fenomena “Jastip” Di
Indonesia. Journal Communication
Spectrum: Capturing New Perspectives
in Communication, 9(2), 143157.
Google Scholar
Pratiwi, S. A., & Hidayat, D. (2020). Iklan
Layanan Masyarakat COVID-19 Di
Media Sosial dan Perilaku Masyarakat
di Jawa Barat. KOMUNIKOLOGI:
Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi, 17(02).
Google Scholar
Ramadhan, A., Naswandi, C. N., & Herman,
C. M. (2020). Fenomena endorsement di
instagram story pada kalangan
selebgram. KAREBA: Jurnal Ilmu
Komunikasi, 316329. Google Scholar
Sari, R. K., & Hariyana, N. (2019). Pengaruh
Harga, Kualitas Pelayanan Dan Kualitas
Produk Terhadap Minat Pembelian
Ulang Dan Kepuasan Pelanggan Online
Shopping Pada Remaja Di Situbondo.
Jurnal Bisnis Dan Manajemen, 6(2).
Google Scholar
Silfi, A. (2016). Pengaruh pertumbuhan laba,
struktur modal, likuiditas dan komite
audit terhadap kualitas laba. VALUTA,
2(1), 1726. Google Scholar
Suryani, N. I., & Batu, R. L. (2021).
Pengaruh Kualitas Produk, Ekuitas
Merek dan Gaya Hidup Terhadap
Keputusan Pembelian Smartphone
Iphone di Kota Bogor. YUME: Journal
of Management, 4(2). Google Scholar
Trulline, P. (2021). Pemasaran produk
UMKM melalui media sosial dan e-
commerce. Jurnal Manajemen
Komunikasi, 5(2), 259. Google Scholar
Widyaningrum, P. W. (2017). Pengaruh label
halal dan celebrity endorser terhadap
keputusan pembelian (Survei pada
konsumen Wardah di Ponorogo). JESI
Pengaruh Social Media Influencer terhadap Minat Beli Konsumen Di Media Sosial
Jurnal Syntax Transformation, Vol. 3, No.4, April 2022 597
(Jurnal Ekonomi Syariah Indonesia),
6(2), 8398. Google Scholar
Copyright holder :
Hersa Muhammad Cahya (2022)
First publication right :
Jurnal Syntax Transformation
This article is licensed under: