How to cite:
Pratama, Aziz Yulianto, Widyasmoro, Anna Nur Nazilah, keshawa udiatma (2022). Analisis
Performansi Jaringan Indoor 4g Lte Di Gedung Admisi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Jurnal
Syntax Transformation, 3 (6).
https://doi.org/10.46799/jst.v3i3.522
E-ISSN:
2721-2769
Published by:
Ridwan Institute
Jurnal Syntax Transformation
Vol. 3, No. 6, Juni 2022
p-ISSN : 2721-3854 e-ISSN : 2721-2769
Sosial Sains
ANALISIS PERFORMANSI JARINGAN INDOOR 4G LTE DI GEDUNG ADMISI
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
Aziz Yulianto Pratama, Widyasmoro, Anna Nur Nazilah,
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Yogyakarta, Indonesia
Email : pratamaaziz08@gmail.com, widyasm[email protected], annanurnazila[email protected]
INFO ARTIKEL
ABSTRAK
Diterima
5 Juni 2022
Direvisi
17 Juni 2022
Disetujui
23 Juni 2022
Analisis performansi jaringan Indoor 4G LTE diperlukan pada gedung
penerimaan mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
yang merupakan gedung atau gedung baru di UMY. Penelitian ini
dilakukan dengan cara test drive menggunakan aplikasi G-net track pro
yang dibeli di google play store. Metode drive test pada aplikasi G-net
track pro untuk mengetahui kualitas sinyal berdasarkan standar KPI
yang menunjukkan nilai RSRP, RSRQ dan SNR dengan mengetahui
dari hasil tampilan warna pada aplikasi G-net track pro. Pada hasil
penelitian menunjukkan bahwa admisi gedung masih membutuhkan
perbaikan sinyal yang kuat serta kualitas jaringan/sinyal karena
kekuatan sinyal di gedung tersebut kurang maksimal. Dari hasil
penelitian membuktikan bahwa lantai dasar, Lantai 1 dan Lantai 2 nilai
RSRP, RSRQ dan SNR nya setiap semakin tinggi nilai RSRP semakin
baik tetapi nilai RSRQ dan SNR semakin buruk. Nilai rata-rata nilai
RSRP berwarna hijau dengan nilai -80 dBm s/d kualitas -90 dBm pada
kondisi normal, nilai RSRQ berwarna orange-nilai -10 dB s/d -14 dB
dimana didapatkan kualitas dalam kondisi buruk, dan nilai SNR
berwarna jingga pada nilai -5 dB s/d 0 dB dimana ditemukan kualitas
dalam kondisi buruk. Dari hasil data tersebut dapat diketahui bahwa
admisi gedung masih membutuhkan peningkatan kualitas sinyal atau
jaringan dengan melakukan perancangan dan pemasangan antena
indoor.
ABSTRACT
Analysis performance of Indoor network 4G LTE is required at the
admissions building of Muhammadiyah University of Yogyakarta
which is a new building or building at UMY. This research is done by
way of test drive using G-net track pro application that bought in
google play store. Drive test method in G-net track pro application to
know signal quality based on KPI standard that shows RSRP, RSRQ
and SNR values by knowing from the result of color display on G-net
track pro application. In the research results show that the building
admisi is still need a strong signal improvement as well as the quality
of the network / signal because the signal strength in the building is
less than the maximum. From the research results prove that the
ground floor, 1st Floor and 2nd Floor is the value of RSRP, RSRQ and
SNR its value every higher the value of the RSRP its better but the
RSRQ and SNR value is getting worse. The average value of RSRP
value is green in value is -80 dBm s / d -90 dBm quality under normal
Kata Kunci:
RSRP, RSRQ,
SNR, Test Drive,
LTE
Aziz Yulianto Pratama, Widyasmoro, Anna Nur Nazilah, keshawa udiatma
862 Jurnal Syntax Transformation, Vol. 3, No. 6, Juni 2022
Keywords:
RSRP, RSRQ, SNR,
Test Drive, LTE
conditions, RSRQ value is orange-the value is -10 dB s / d -14 dB
where it is found that the quality is in bad condition, and SNR value is
orange in the value of -5 dB s / d 0 dB where it is found that the quality
is in bad condition. From the results of these data can be seen that the
building admisi still need improvement of signal or network quality by
doing a design and installation of indoor antenna..
Pendahuluan
Pada era globalisasi ini jaringan
telekomunikasi terutama pada jaringan
telekomunikasi seluler, kualitas jaringan yang
baik ssangat penting bagi para penggunanya.
Salah satu kualitas jaringan yang banyak
mendapat minat dari para costumor adalah
kualitas jaringan di dalam ruangan atau indoor
(Budiarta & Sudiarta, 2016). Hal yang biasa
terjadi adalah kualitas jaringan di dalam
ruangan tidak sebaik ketika di luar ruangan.
Dimana penyebabnya adalah adanya coverage
dari jaringan outdoor tidak dapat mencangkup
seluruh ruangan di dalam gedung yang
memiliki banyak ruangan di dalamnya (Parikh
& Basu, 2016).
Sistem komunikasi untuk
mengumpulkan suatu informasi yang realtime
tentang Jaringan internet pada saat ini telah
menjadi salah satu hal yang paling di
butuhkan pada era
teknologiinformasisepertisaat ini. Tidak bisa
dibayangkan jika pada era teknologi informasi
seperti saat ini tanpa menggunakan
teknologijaringan
Namun di era sekarang internet
bukanlah hal yang sulit. Kehadiran internet di
lingkungan perusahaan, kampus, sekolah,
maupun instansi lain sudah sangat di butuhkan
mengingat bahwa teknologi informasi ini
telah memberikan kemudahan dalam
mendukung proses komunikasi dan sarana
prasarana yang akan dilakukan. Dengan
adanya kualitas internet yang bagus maka hal
ini dapat membantu dan menunjang sarana
prasarana dalam mengolah data dan bertukar
informasi. Internet untuk menunjang
berlangsungnya proses kegiatan akademik.
Karena pada saat ini jaringan internet sangat
di perlukan oleh mahasiswa, dosen.
Diera revolusi industri 4.0, kebutuhan
akan teknologi komunikasi dan informasi
semakin tinggi. Hal ini berpengaruh pada
bidang telekomunikasi khususnya pada
komunikasi dengan media berupa kabel
maupun nirkabel. Kebutuhan akan teknologi
yang semakin meningkat ini berdampak pada
keterbatasan sumber daya yang ada, salah
satunya yaitu keterbatasan spektrum frekuensi
yang digunakan dalam pengiriman data
nirkabel pada system telekomunikasi
Sistem telekomunikasi yang
berkembang pesat saat ini membawa
masyarakat untuk bisa menikmati berbagai
macam teknologi komunikasi dan informasi.
Sarana telekomunikasi yang berupa telepon
kabel (fixed line), telepon seluler (mobile
phone), dan internet telah menjadi topik yang
sangat menarik. Sistem 4G LTE (Long Term
Evolution) (Yulianto & Haryanti, 2021).
Jaringan 4G LTE menyediakan layanan
berkualitas yang lebih baik dibandingkan
dengan teknologi sebelumnya (3G) dan
juga kecepatan transfer data yang tinggi
(Rahmaddian & Huda, 2020).
Salah satu penerapannya pada gedung
bertingkat yang memiliki banyak ruangan,
dimana pada gedung tersebut terjadi
pelemahan jaringan sinyal yang disebabkan
oleh berbagai faktor yang salah satunya
adalah akibat redaman bangunan (losses
building) (Kusumo et al., 2015). Jaringan
telekomunikasi seluler saat ini telah mencapai
generasi keempat, yang biasa kita sebut
dengan 4G LTE (Fourth Generation
Technology Long Term Evolution). Dengan
jaringan LTE kecepatan transfer data yang
diperoleh bisa mencapai 1Gbps (Giga byte per
second) ketika berada pada kondisi diam di
dalam sebuah ruangan atau tempat terbuka
Analisis Performansi Jaringan Indoor 4g Lte Di Gedung Admisi Universitas
Muhammadiyah Yogyakarta
Jurnal Syntax Transformation, Vol. 3, No. 6, Juni 2022 863
dan mencapai 100Mbps ketika berada pada
kondisi tidak diam atau berjalan (Zenga et al.,
2017). Permasalahan yang terjadi karena
adanya kendala mengkases jaringan 4G LTE
ketika kita berada di suatu gedung atau
ruangan yang jauh dari menara atau tower
LTE tersebut (Dahlman, 2011) (Yusuf et al.,
2020).
Hal itu terjadi di gedung admisi UMY.
Dimana jarak antara gedung tersebut dengan
menara atau tower LTE cukup jauh, sehingga
kekuatan jaringan sinyal yang diperoleh
ketika berada di dalam gedung cukup buruk.
Padahal di gedung tersebut terdapat banyak
mahasiswa dan karyawan yang membutuhkan
jaringan komunikasi yang baik untuk
menunjang proses pendaftaran mahasiswa
baru. Oleh karena itu, di gedung admisi UMY
sangat membutuhkan adanya perbaikan
jaringan komunikasi dengan melakukan drive
test untuk menunjang segala kebutuhan dari
pengguna gedung tersebut.
Tujuan pelaksanaan proyek penelitian
ini yakni mengetahui performansi jaringan
Indoor 4G LTE di gedung Admisi
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
dengan Software G-net Track Pro serta
Mengetahui kualitas jaringan Indoor 4G LTE
di gedung Admisi Universitas
Muhammadiyah Yogyakarta dengan Software
G-net Track Pro.
Metode Penelitian
Pelaksanaan penelitian ini bertempat
pada gedung ADMISI Universitas
Muhammadiyah Yogyakarta yang
beralamatan dijalan brawijaya, kasihan ,
Bantul, DIY. Gedung admisi merupakan
Gedung yang memiliki luas 30,3 m x 30 m
yang baru dibangun dan belum diresmikan.
Gedung admisi dibangun dengan konsep
green building. Gedung tersebut memiliki 2
lantai, dimana lantai 1 nantinya akan
dipergunakan untuk aktivitas akademik yang
cukup padat seperti ruang informasi,
administrasi pendaftaran mahasiswa baru serta
ujian mahasiswa baru, layanan service dan
pembayaran.
Gambar 1. Diagram Alir Flowchart
Aziz Yulianto Pratama, Widyasmoro, Anna Nur Nazilah, keshawa udiatma
864 Jurnal Syntax Transformation, Vol. 3, No. 6, Juni 2022
Standar yang digunakan dalam performansi
jaringan antara lain (Fitriawan & Wahyudin,
2013):
1. Nilai RSRP
Nilai parameter RSRP sebagai berikut:
Gambar 2 Nilai RSRP
2. Nilai RSRQ
Nilai parameter RSRQ sebagai berikut:
Gambar 3. Nilai RSRQ
3. Nilai SNR
Nilai parameter SNR sebagai berikut:
Gambar 4 Nilai SNR
Analisis Performansi Jaringan Indoor 4g Lte Di Gedung Admisi Universitas
Muhammadiyah Yogyakarta
Jurnal Syntax Transformation, Vol. 3, No. 6, Juni 2022 865
Hasil dan Pembahasan
Pada hasil Pengukuran jaringan indoor
4G LTE di gedung ADMISI UMY dengan
frekuensi 1835 Mhz sampai 1850 Mhz
memakai provider Telkomsel yang dilakukan
dengan metode drive test indoor (jaringan
terbuka) di gedung admisi Universitas
Muhammadiyah Yogyakarta, pengukuran
dengan parameter indikator nilai RSRP
(sebagai kuat sinyal), RSRQ( Sebagai kualitas
sinyal) dan SNR (sebagai perbandingan kuat
sinyal dengan kuat sinyal derau)
mempelihatkan bahwa setiap lantai baik lantai
dasar hingga lantai 2 dari gedung tersebut
memiliki tipe dan karakteristik yang berbeda
masing-masing. Dimana setiap lantai dari
gedung tersebut memiliki banyak sekat
dinding, ataupun kaca sebagai penghalang
yang bisa menyebabkan sinyal yang terpancar
dari BTS terhalangi. Selain itu jarak BTS/ site
yang cukup jauh juga menjadi penyebab
sinyal yang diterima buruk. Selain itu
mobilitas pengunjung yang mana dekat
dengan parkiran sehingga menyebabkan
sinyal buruk.
Pada Gedung ADMISI Sebenarnya ada
BTS yang melayani areal UMY tepatnya BTS
areal Tamantirto (Indomaret Tamantirto) dan
BTS di atas gedung D UMY. BTS tersebut
yang mana tinggi Menara nya kurang dari 45
meter, akan tetapi dikarenakan terdapat cukup
banyak penghalang yang berada di areal
gedung Admisi UMY baik penghalang
dinding, sekat dan kaca pada gedung maka
dapat menyebakan sinyal yang didapat ketika
berada didalam gedung dapat berubah-ubah
kondisinya baik parameter KPI nilai RSRP,
RSRQ dan SNR ada kondisi yang sangat baik,
kondisi normal, kondisi buruk ataupun kondisi
sangat buruk sesuai dengan warna yang tertera
dalam aplikasi G-Net Track Pro
Gambar 5 Denah Lantai Dasar Admisi UMY
Aziz Yulianto Pratama, Widyasmoro, Anna Nur Nazilah, keshawa udiatma
866 Jurnal Syntax Transformation, Vol. 3, No. 6, Juni 2022
Gambar 6 Pengukuran RSRP Lantai Dasar (Basement) Bagian Tepi
1. Pengukuran RSRP Lantai Dasar Bagian
Tepi
Gambar 7 Pengukuran RSRP
Dari hasil data pengukuran pada
gambar 5 pada pengukuran drive test bagian
Tepi dapat dilihat bahwa pada lantai dasar
kualitas nilai RSRP pada saat memakai
aplikasi G-net track Pro di dapat adalah
kualitaas good (baik), kualitas normal sampai
kualitas poor (buruk). Nilai RSRP yang
didapat dari hasil pengukuran menghasilkan
warna kuning, hijau, dan biru tua. Warna
Hijau yang artinya bahwa nilai RSRP nya
besarnya adalah -80 dBm s/d -90 dBm
kualitas dalam kondisi normal, Warna kuning
Analisis Performansi Jaringan Indoor 4g Lte Di Gedung Admisi Universitas
Muhammadiyah Yogyakarta
Jurnal Syntax Transformation, Vol. 3, No. 6, Juni 2022 867
yang artinya bahwa nilai RSRP nya besarnya
adalah -70 dBm s/d -80 dBm dimana didapat
bahwa kualitas dalam kondisi baik, selain itu
didapat warna biru tua yang artinya bahwa
nilai RSRP nya besarnya adalah -101 dBm s/d
-110 dBm dimana didapat bahwa kualitas
dalam kondisi buruk.
Pada hasil pengukuran di gedung
admisi UMY lantai dasar didapat hasil pada
gambar 4.3 pengukuran Nilai RSRP pada
posisi jalur tengah didapat hasil warna orange
sebesar 2,105%, kuning sebesar 28,421% ,
hijau sebesar 49,473% dan biru tua sebesar
20%. Dari hasil tersebut di dapat dominan
berwarna hijau, Namun, Dilain sisi didapat
warna biru tua sebesar 20% yang mana secara
KPI nilai RSRP nya besarnya -101 dBm s/d -
110 dBm artinya bahwa kualitas dalam
kondisi buruk.
1. Pengukuran Nilai RSRP
Gambar 8. Perhitungan RSRP Lantai 1 bagian Tepi
Pada pengukuran drive test bagian
Tepi dapat dilihat bahwa pada lantai dasar
kualitas nilai RSRP pada saat memakai
aplikasi G-net track Pro di dapat adalah
kualitaas good (baik), kualitas normal
sampai kualitas poor (buruk) (Wulandari et
al., 2017). Nilai RSRP yang didapat dari
hasil pengukuran menghasilkan warna
kuning, hijau, dan biru tua (Wulandari et
al., 2017). Warna Hijau yang artinya
bahwa nilai RSRP nya besarnya adalah-80
dBm s/d -90 dBm kualitas dalam kondisi
normal, Warna kuning yang artinya bahwa
nilai RSRP nya besarnya adalah -70 dBm
s/d -80 dBm dimana didapat bahwa
kualitas dalam kondisi baik, selain itu
didapat warna biru tua yang artinya bahwa
nilai RSRP nya besarnya adalah - 101 dBm
s/d -110 dBm dimana didapat bahwa
kualitas dalam kondisi buruk (Astuti,
2012).
Dari hasil data pengukuran pada
gambar 4.2 pada pengukuran drive test
bagian Tepi dapat dilihat bahwa pada
Aziz Yulianto Pratama, Widyasmoro, Anna Nur Nazilah, keshawa udiatma
868 Jurnal Syntax Transformation, Vol. 3, No. 6, Juni 2022
lantai dasar kualitas nilai RSRP pada saat
memakai aplikasi G-net track Pro di dapat
adalah kualitaas good (baik), kualitas
normal sampai kualitas poor (buruk). Nilai
RSRP yang didapat dari hasil pengukuran
menghasilkan warna kuning, hijau, dan
biru tua. Warna Hijau yang artinya bahwa
nilai RSRP nya besarnya adalah -80 dBm
s/d -90 dBm kualitas dalam kondisi
normal, Warna kuning yang artinya bahwa
nilai RSRP nya besarnya adalah -70 dBm
s/d -80 dBm dimana didapat bahwa
kualitas dalam kondisi baik, selain itu
didapat warna biru tua yang artinya bahwa
nilai RSRP nya besarnya adalah -101 dBm
s/d -110 dBm dimana didapat bahwa
kualitas dalam kondisi buruk.
Berbeda pada saat pengukuran
RSRP pada saat posisi tengah bukan Tepi
seperti pada gambar 4.3 di dapat hasil
pengujian berwarna hijau ,kuning, biru tua
dan orange. Warna hijau yang artinya
bahwa nilai RSRP nya besarnya adalah -80
dBm s/d -90 dBm kualitas dalam kondisi
normal, Warna kuning yang artinya bahwa
nilai RSRP nya besarnya adalah -70 dBm
s/d -80 dBm dimana didapat bahwa
kualitas dalam kondisi baik. warna biru tua
yang artinya bahwa nilai RSRP nya
besarnya adalah -101 dBm s/d -110 dBm
dimana didapat bahwa kualitas dalam
kondisi buruk.
Pada hasil pengukuran di gedung
admisi UMY lantai dasar didapat hasil
pada gambar 4.2 pengukuran Nilai RSRP
pada saat posisi Tepi didapat warna
kuning sebesar 17,567%, warna hijau
sebesar 68,918% dan biru tua sebesar
13,513%. Dari hasil tersebut di dapat
bahwa mayoritas dominan berwarna hijau
artinya kualitas dalam kondisi normal lebih
dominan namun dilain sisi didapat bahwa
ada warna biru tua sebesar 13,513%, yang
mana secara KPI nilai RSRP nya besarnya
-101 dBm s/d -110 dBm artinya bahwa
kualitas jaringan dalam kondisi buruk.
Pada hasil pengukuran di gedung
admisi UMY lantai dasar didapat hasil
pada gambar 4.3 pengukuran Nilai RSRP
pada posisi jalur tengah didapat hasil
warna orange sebesar 2,105%, kuning
sebesar 28,421% , hijau sebesar 49,473%
dan biru tua sebesar 20%. Dari hasil
tersebut di dapat dominan berwarna hijau,
Namun, Dilain sisi didapat warna biru tua
sebesar 20% yang mana secara KPI nilai
RSRP nya besarnya -101 dBm s/d -110
dBm artinya bahwa kualitas dalam kondisi
buruk
2. Pengukuran Nilai RSRP
Analisis Performansi Jaringan Indoor 4g Lte Di Gedung Admisi Universitas
Muhammadiyah Yogyakarta
Jurnal Syntax Transformation, Vol. 3, No. 6, Juni 2022 869
Gambar 9. Perhitungan RSRP Lantai Dasar Bagian Tepi
Gambar 10. Perhitungan RSRP Lantai Dasar Bagian Tengah
Pada pengukuran drive test bagian
Tepi dapat dilihat bahwa pada lantai dasar
kualitas nilai RSRP pada saat memakai
aplikasi G-net track Pro di dapat adalah
kualitaas good (baik), kualitas normal
sampai kualitas poor (buruk) (ANANDA,
2019). Nilai RSRP yang didapat dari hasil
pengukuran menghasilkan warna kuning,
hijau, dan biru tua. Warna Hijau yang
artinya bahwa nilai RSRP nya besarnya
adalah -80 dBm s/d -90 dBm kualitas
dalam kondisi normal, Warna kuning yang
artinya bahwa nilai RSRP nya besarnya
adalah -70 dBm s/d -80 dBm dimana
Aziz Yulianto Pratama, Widyasmoro, Anna Nur Nazilah, keshawa udiatma
870 Jurnal Syntax Transformation, Vol. 3, No. 6, Juni 2022
didapat bahwa kualitas dalam kondisi baik,
selain itu didapat warna biru tua yang
artinya bahwa nilai RSRP nya besarnya
adalah - 101 dBm s/d -110 dBm dimana
didapat bahwa kualitas dalam kondisi
buruk.
Dari hasil Perbandingan RSRP
Lantai Dasar pengukuran dengan
Perhitungan Bagian Tepi nilai didapat
pengukurannya adalah -85, -105, -75 dan -
85 dalam satuan dBm sedangkan
Perhitungannya adalah -84,79. -106,99, -
74,99 dan -85,1 dalam satuan dBm. Dari
hasil tersebut terbukti bahwa hasil
pengukuran dan perhitungan tidak terdapat
perbedaan yang signifikan.
Perbandingan RSRP Lantai Dasar
pengukuran dengan Perhitungan Bagian
Tepi nilai didapat pengukurannya adalah -
105, -85, dan -75 dalam satuan dBm
sedangkan Perhitungannya adalah -107,6. -
84,2, dan -74,99 dalam satuan dBm. Dari
hasil tersebut terbukti bahwa hasil
pengukuran dan perhitungan tidak terdapat
perbedaan yang signifikan.
Pada hasil pengukuran di gedung
admisi UMY lantai dasar pengukuran Nilai
RSRP pada saat posisi Tepi didapat
warna biru tua sebesar 13,513% artinya
dalam kondisi buruk dan pada gambar 4.3
pengukuran Nilai RSRP pada posisi jalur
tengah didapat hasil warna biru tua sebesar
20% artinya dalam kondisi buruk.
Kondisi buruk pada RSRP tersebut
disebabkan oleh berbagai faktor antara
lain, secara fakta dapat dilihat bahwa
banyaknya gangguan karena penghalang
seperti dinding atau sekat dan gedung AR
A dan Gedung E2 dan E3, yang mana
sebagai penghalang dari BTS ke arah lantai
dasar menyebabkan kualitas RSRP
mendapatkan hasil yang buruk. Selain itu
daya pemancar yang kurang karena
banyaknya mobilitas pengujung di area
dekat Admisi khusunya parkiran, adanya
jarak yang jauh antara BTS telkomsel
sekitar UMY dan BTS telkomsel sekitar
indomaret dengan Gedung Admisi. Oleh
karena itu, agar mendapatkan hasil yang
maksimal RSRP pada lantai dasar tersebut
dibutuhkan BTS baru/site terdekat agar
jaringan pada lantai dasar agar mendapat
daya sinyal yang baik.
3. Pengukuran nilai RSRQ Lantai Dasar
Bagian Tepi
Analisis Performansi Jaringan Indoor 4g Lte Di Gedung Admisi Universitas
Muhammadiyah Yogyakarta
Jurnal Syntax Transformation, Vol. 3, No. 6, Juni 2022 875
Gambar 11 Pengukuran RSRQ
4. Pengukuran Nilai RSRQ
Dari hasil data pengukuran pada
gambar 6 pada saat pengukuran bagian
Tepi dapat dilihat bahwa pada lantai dasar
kualitas nilai RSRQ pada saat memakai
aplikasi G-net track Pro di dapat adalah
kualitas normal, kualitas buruk sampai
kualitas sangat (buruk). Nilai RSRQ yang
didapat dari hasil pengukuran
menghasilkan warna hijau, kuning, orange
dan merah (Laksana & Restu, 2020).
Warna Hijau yang artinya bahwa nilai
RSRQ nya besarnya adalah -1 dB s/d -7 dB
kualitas dalam kondisi normal, Warna
kuning yang artinya bahwa nilai RSRQ
nya besarnya adalah -7 dB s/d -10 dB
dimana didapat bahwa kualitas dalam
kondisi normal, Warna Orange yang
artinya bahwa nilai RSRQ nya besarnya
adalah -10 dB s/d -14 dB dimana didapat
bahwa kualitas dalam kondisi buruk selain
itu didapat warna merah yang artinya
bahwa nilai RSRQ nya besarnya adalah -
14 dB s/d -20 dB dimana didapat bahwa
kualitas dalam kondisi sangat buruk.
Berbeda pada saat pengukuran
RSRQ pada saat pada bagian tengah bukan
Tepi didapat hasil pengukuran berwarna
kuning, hijau, orange dan merah. Warna
Kuning yang artinya bahwa nilai RSRQ
nya besarnya adalah -7 dB s/d -10 dB
kualitas dalam kondisi normal, Warna
Hijau yang artinya bahwa nilai RSRQ nya
besarnya adalah -1 dB s/d -7 dB kualitas
dalam kondisi normal, Warna Orange yang
artinya bahwa nilai RSRQ nya besarnya
adalah -10 dB s/d -14 dB dimana didapat
bahwa kualitas dalam kondisi buruk dan
Warna merah yang artinya bahwa nilai
RSRQ nya besarnya adalah -14 dB s/d -20
dB dimana didapat bahwa kualitas dalam
kondisi sangat buruk.
Pada hasil pengukuran di gedung
admisi UMY lantai dasar didapat hasil
pada gambar 4.8 pengukuran RSRQ pada
saat bagian tepi didapat warna hijau
sebesar 1,351% , kuning sebesar 20,270% ,
orange sebesar 54,054% dan merah sebesar
24,324%. Dari hasil tersebut di dapat
bahwa mayoritas dominan berwarna
orange artinya kualitas dalam kondisi
buruk lebih dominan namun dilain sisi
didapat warna merah, kuning dan hijau.
Warna orange 54,054% dan merah
Aziz Yulianto Pratama, Widyasmoro, Anna Nur Nazilah, keshawa udiatma
872 Jurnal Syntax Transformation, Vol. 3, No. 6, Juni 2022
24,324% membuktikan bahwa kualitas
RSRQ pada lantai dasar kualitas buruk dan
sangat buruk. Walaupun secara hasil uji
cobannya bahwa sebagian besar nilai
RSRP kondisi baik akan tetapi nilai RSRQ
sebagian besar kondisi buruk. Jika secara
rumus bahwa semakin besar nilai RSRP
semakin besar pula nilai RSRQ maka
berbanding lurus, Namun apabila
berlawanan bisa terjadi saat RSRQ kondisi
buruk akan tetapi RSRP bagus dikarenakan
adanya interferensi artinya bawa nilai
RSSI nya jauh lebih besar dari RSRP.
5. Pengukuran Nilai SNR Lantai Dasar
Bagian Tepi
Gambar 12 Pengukuran SNR
6. Pengukuran Nilai SNR
Dari hasil data pengukuran pada
gambar 7 pada pengukuran bagian tepi
dapat dilihat bahwa pada lantai dasar
kualitas nilai SNR pada saat memakai
aplikasi G-net track Pro di dapat adalah
kualitas sangat baik, kualitas baik, buruk
sampai kualitas sangat (buruk) (Subagio,
2017). Nilai SNR yang didapat dari hasil
pengujian menghasilkan warna biru muda,
hijau, kuning , orange, merah dan hitam.
Warna Biru muda yang artinya bahwa nilai
SNR nya besarnya adalah 10 dB s/d 15 dB
dimana didapat bahwa kualitas dalam
kondisi baik , warna hijau yang artinya
bahwa nilai SNR nya besarnya adalah 5 dB
s/d 10 dB dimana didapat bahwa kualitas
dalam kondisi normal, warna kuning yang
artinya bahwa nilai SNR nya besarnya
adalah 0 dB s/d 5 dB dimana didapat
bahwa kualitas dalam kondisi normal,
warna orange yang artinya bahwa nilai
SNR nya besarnya adalah -5 dB s/d 0 dB
dimana didapat bahwa kualitas dalam
kondisi buruk, warna merah yang artinya
bahwa nilai SNR nya besarnya adalah -10
dB s/d -5 dB dimana didapat bahwa
kualitas dalam kondisi sangat buruk dan
warna hitam yang artinya bahwa nilai SNR
nya besarnya adalah lebih dari -10 dB
dimana didapat bahwa kualitas dalam
kondisi sangat buruk.
Pada hasil pengukuran di gedung
admisi UMY lantai dasar didapat hasil
pada gambar 4.9 pengukuran Nilai RSRQ
pada saat kondisi lewat jalur tengah
Analisis Performansi Jaringan Indoor 4g Lte Di Gedung Admisi Universitas
Muhammadiyah Yogyakarta
Jurnal Syntax Transformation, Vol. 3, No. 6, Juni 2022 873
didapat warna Orange 64,210% , hijau
7,3684%, kuning 26,315% dan merah
2,105%. Dari hasil tersebut di dapat bahwa
lebih di dominasi mayoritas warna orange
sebesar 64,210% membuktikan bahwa
kualitas RSRQ pada lantai dasar kualitas
buruk, Walaupun secara hasil uji cobanya
bahwa sebagian besar nilai RSRP kondisi
baik akan tetapi nilai RSRQ sebagian besar
kondisi buruk. Jika secara rumus bahwa
semakin besar nilai RSRP semakin besar
pula nilai RSRQ hal ini berbanding lurus.
Namun apabila terjadi sebaliknya, hal ini
bisa terjadi saat RSRQ (qual) kondisi
buruk akan tetapi RSRP (level) kondisi
baik dikarenakan adanya interferensi
artinya bawa nilai RSSI nya jauh lebih
besar dari RSRP.
7. Penyebab Nilai RSRP, RSRQ dan SNR
Buruk.
Kondisi buruk pada RSRP, RSRQ
dan SNR selain itu disebabkan oleh
berbagai faktor antara lain (Imansyah,
2020), secara fakta dapat dilihat bahwa
banyaknya gangguan karena penghalang
seperti dinding atau sekat dan gedung AR
A dan Gedung E2 dan E3, yang mana
sebagai penghalang dari BTS ke arah lantai
dasar menyebabkan kualitas RSRQ
mendapatkan hasil yang buruk. Selain itu
daya pemancar yang kurang karena
banyaknya mobilitas pengujung di area
dekat Admisi khusunya parkiran, adanya
jarak yang jauh antara BTS telkomsel
sekitar UMY dan BTS telkomsel sekitar
indomaret dengan Gedung Admisi
(Efriyendro & Rahayu, 2017). Oleh karena
itu, agar mendapatkan hasil yang maksimal
RSRQ pada lantai dasar tersebut
dibutuhkan adanya perbaikan yaitu
mengubah frekuensi yang menginterferensi
atau cell yang menginterferensi dan
mengubah arah antenna yang
menginterferensi agar jaringan pada lantai
dasar agar mendapat kualitas jaringan yang
baik.
Perbandingan RSRP Lantai Dasar
pengukuran dengan Perhitungan Bagian
Tepi nilai didapat pengukurannya adalah -
65, -, -75 dan -85 dalam satuan dBm
sedangkan Perhitungannya adalah -64,871.
-73,28, dan -85,5 dalam satuan dBm. Dari
hasil tersebut terbukti bahwa hasil
pengukuran dan perhitungan tidak terdapat
perbedaan yang signifikan.
Perbandingan RSRP Lantai Dasar
pengukuran dengan Perhitungan Bagian
Tengah nilai didapat pengukurannya
adalah -105, dan -85 dalam satuan dBm
sedangkan Perhitungannya adalah -
106,281. dan -84,581 dalam satuan dBm.
Dari hasil tersebut terbukti bahwa hasil
pengukuran dan perhitungan tidak terdapat
perbedaan yang signifikan.
Pengukuran Nilai RSRP pada saat
posisi Tepi didapat warna biru tua sebesar
8,1081% artinya dalam kondisi buruk dan
pada gambar 4.20 pengukuran Nilai RSRP
pada posisi jalur tengah didapat hasil
warna biru tua sebesar 1,3793% artinya
dalam kondisi buruk.
Kondisi buruk pada RSRP tersebut
disebabkan oleh berbagai faktor antara
lain, secara fakta dapat dilihat bahwa
banyaknya gangguan karena penghalang
seperti dinding atau sekat dan gedung AR
A dan Gedung E2 dan E3, yang mana
sebagai penghalang dari BTS ke arah lantai
I menyebabkan kualitas RSRP
mendapatkan hasil yang buruk. Selain itu
daya pemancar yang kurang karena
banyaknya mobilitas pengujung di area
dekat Admisi khusunya parkiran, adanya
jarak yang jauh antara BTS telkomsel
sekitar UMY dan BTS telkomsel sekitar
indomaret dengan Gedung Admisi. Oleh
karena itu, agar mendapatkan hasil yang
maksimal RSRP pada lantai I tersebut
dibutuhkan adanya perbaikan mengubah
arah antenna, mengubah tinggi antenna dan
membuat BTS baru/site terdekat agar
Aziz Yulianto Pratama, Widyasmoro, Anna Nur Nazilah, keshawa udiatma
874 Jurnal Syntax Transformation, Vol. 3, No. 6, Juni 2022
jaringan pada lantai dasar agar mendapat
level daya sinyal yang baik.
Dari hasil Perbandingan SNR Lantai
II pengukuran dengan Perhitungan Bagian
Tepi nilai didapat pengukurannya adalah -
11, 7, dan 12 dalam satuan dBm sedangkan
Perhitungannya adalah -11,25, 6,98, dan
11,995 dalam satuan dBm. Dari hasil
tersebut terbukti bahwa hasil pengukuran
dan perhitungan tidak jauh berbeda.
Dari hasil Perbandingan SNR Lantai
II pengukuran dengan Perhitungan Bagian
Tengah (a) nilai didapat pengukurannya
adalah 2, dan -2 dalam satuan dBm
sedangkan Perhitungannya adalah 1,998,
dan -1,998 dalam satuan dBm. Dari hasil
tersebut terbukti bahwa hasil pengukuran
dan perhitungan tidak terdapat perbedaan
secara signifikan.
Dari hasil Perbandingan SNR Lantai
II pengukuran dengan Perhitungan Bagian
Tengah (b) nilai didapat pengukurannya
adalah 7, dan 2 dalam satuan dBm
sedangkan Perhitungannya adalah 6,998,
dan 1,998 dalam satuan dBm. Dari hasil
tersebut terbukti bahwa hasil pengukuran
dan perhitungan tidak terdapat perbedaan
secara signifikan.
Pada hasil pengukuran di gedung
admisi UMY lantai II didapat hasil pada
gambar 4.51 pengukuran Nilai SNR pada
saat posisi Tepi didapat orange 23,513%,
dan hitam 4,054% membuktikan bahwa
kualitas SNR pada lantai II kualitas buruk
dan sangat buruk serta pada gambar 4.52
pengukuran pada bagian tengah (a)
didapat orange 44,615% dan merah
9,230% yang membuktikan bahwa kualitas
SNR pada lantai II kualitas buruk dan
sangat buruk dan pada gambar 4.53
pengukuran pada bagian tengah (b)
didapat , orange 9,25% yang membuktikan
bahwa kualitas SNR pada lantai II kualitas
buruk.
Kondisi SNR buruk tersebut
disebabkan oleh berbagai faktor antara
lain, secara fakta dapat dilihat bahwa
banyaknya gangguan karena penghalang
seperti dinding atau sekat dan gedung AR
A dan Gedung E2 dan E3, yang mana
sebagai penghalang dari BTS ke arah lantai
II menyebabkan kualitas SNR
mendapatkan hasil yang buruk. Selain itu
daya pemancar yang kurang karena
banyaknya mobilitas pengujung di area
dekat Admisi khusunya parkiran, adanya
jarak yang jauh antara BTS telkomsel
sekitar UMY dan BTS telkomsel sekitar
indomaret dengan Gedung Admisi. Oleh
karena itu, agar mendapatkan hasil yang
maksimal SNR pada lantai II tersebut
dibutuhkan adanya perbaikan yaitu
melakukan elektrikal Tilt pada antenna
sectoral enodeB bertujuan meningkatkan
SINR yang awalnya tidak optimal ataupun
mengubah posisi antenna yang terlalu
rendah menyebabkan coverage area dari
suatu enodeB terlalu sempit yang
berdampak pada perbedan uplink dan
downlink serta adanya penambahan new
site untuk menambah cakupan coverage
pada suatu jaringan agar mendapat kualitas
jaringan yang baik. enodeB terlalu sempit
yang berdampak pada perbedan uplink dan
downlink serta adanya penambahan new
site untuk menambah cakupan coverage
pada suatu jaringan agar mendapat kualitas
jaringan yang baik.
Kesimpulan
Dari Hasil Penelitian Diatas Dapat
Ditarik Beberapa Kesimpulan Antara lain
Penelitian analisis performasi jaringan
indoor LTE memakai Aplikasi G-Net Track
Pro dengan paket data telkomsel dimana
penelitiannya di gedung Admisi UMY yang
merupakan sebagai parameter untuk
menentukan nilai RSRP, RSRQ dan SNR.
Pada setiap lantai didapat bahwa nilai RSRP
dan SNR makin tingginya lantai makin baik
nilainya sedangkan nilai RSRQ makin tinggi
lantai makin buruk.
Analisis Performansi Jaringan Indoor 4g Lte Di Gedung Admisi Universitas
Muhammadiyah Yogyakarta
Jurnal Syntax Transformation, Vol. 3, No. 6, Juni 2022 875
Kondisi RSRP,RSRQ dan SNR buruk
tersebut disebabkan oleh berbagai faktor
antara lain, secara fakta dapat dilihat bahwa
banyaknya gangguan karena penghalang
seperti dinding atau sekat dan gedung AR A
dan Gedung E2 dan E3, yang mana sebagai
penghalang dari BTS ke arah lantai dasar
menyebabkan kualitas RSRP, RSRQ dan SNR
mendapatkan hasil yang buruk. Selain itu
daya pemancar yang kurang karena
banyaknya mobilitas pengujung di area dekat
Admisi khusunya parkiran, adanya jarak yang
jauh antara BTS telkomsel sekitar UMY dan
BTS telkomsel sekitar indomaret dengan
Gedung Admisi. Oleh karena itu, agar
mendapatkan hasil yang maksimal RSRP,
RSRQ serta SNR tersebut dibutuhkan adanya
perbaikan yaitu melakukan elektrikal Tilt
pada antenna sectoral enodeB bertujuan
meningkatkan kualitas jaringan yang awalnya
tidak optimal ataupun mengubah posisi
antenna yang terlalu rendah menyebabkan
coverage area dari suatu enodeB terlalu
sempit yang berdampak pada perbedan uplink
dan downlink serta adanya penambahan new
site untuk menambah cakupan coverage pada
suatu jaringan agar mendapat kualitas jaringan
yang baik.
BIBLIOGRAFI
Ananda, M. D. (2019). Analisis Kualitas
Video Call Pada Jaringan Long Term
Evolution (Lte) Di Area Kota Semarang
Menggunakan G Net Track Pro.
Universitas Islam Sultan Agung. Google
Scholar
Astuti, F. (2012). Pengaruh Pengaturan
Physical Tunning Antenna Sectoral
Dalam Memaksimalkan Layanan
Jaringan 4G. Jurnal Teknik Elektro
Universitas Tanjungpura, 1(1). Google
Scholar
Budiarta, I. B. A., & Sudiarta, P. K. (2016).
Analisis Kuat Sinyal Dan Kualitas
Panggilan Jaringan Gsm Indoor Dengan
Tems Investigation Dan G-Nettrack Pro.
Jurnal SPEKTRUM, 3(1), 3339.
Google Scholar
Dahlman, E. (2011). 4G LTE/LTE- advanced
for Mobile Broadband, 1st edition, UK.
Elsevier. Google Scholar
Efriyendro, R., & Rahayu, Y. (2017). Analisa
Perbandingan Kuat Sinyal 4G LTE
Antara Operator Telkomsel dan XL
AXIATA Berdasarkan Paramater Drive
Test Menggunakan Software G-
NetTrack Pro Di Area Jalan Protokol
Panam. Riau University. Google Scholar
Fitriawan, H., & Wahyudin, A. (2013).
Simulasi kinerja jaringan nirkabel IEEE-
802.11 a dan IEEE-802.11 g
menggunakan NS-2. Jurnal Rekayasa
Elektrika, 10(4), 161165. Google
Scholar
Imansyah, F. (2020). Analisis Performansi
Jaringan Dan Kualitas Sinyal 4g Lte
Telkomsel Di Area Fakultas Teknik
Untan Pontianak. Jurnal Teknik Elektro
Universitas Tanjungpura, 2(1). Google
Scholar
Kusumo, V. S., Sudiarta, P. K., & Ardana, I.
P. (2015). Analisis Performansi Dan
Optimalisasi Coverage Layanan Lte
Telkomsel di Denpasar Bali. J. Ilm.
SPEKTRUM, 2(3), 1218. Google
Scholar
Laksana, E. P., & Restu, E. J. A. (2020).
Optimasi Jaringan LTE Menggunakan
Metode Electrical Tilt Di Karet
Kuningan. Techno. Com, 19(4), 397
410. Google Scholar
Parikh, J., & Basu, A. (2016). Effect of
mobility on SINR in long term evolution
systems. ICTACT Journal on
Communication Technology, 7(1),
12391244. Google Scholar
Rahmaddian, Y., & Huda, Y. (2020). Analisis
Performansi Jaringan 4G LTE di
Gedung ITL FT Unp Kampus Air Tawar
Barat. Voteteknika (Vocational Teknik
Aziz Yulianto Pratama, Widyasmoro, Anna Nur Nazilah, keshawa udiatma
876 Jurnal Syntax Transformation, Vol. 3, No. 6, Juni 2022
Elektronika Dan Informatika), 7(4), 40
48. Google Scholar
Subagio, I. (2017). Atenuasi Bising
Lingkungan dan Bukaan Pada Ruang
Kelas Sekolah Dasar Berventilasi Alami
di Tepi Jalan Raya. Media Matrasain,
14(2), 113. Google Scholar
Wulandari, P., Soim, S., & Rose, M. (2017).
Monitoring dan Analisis QoS (Quality of
Service) Jaringan Internet pada Gedung
KPA Politeknik Negeri Sriwijaya
dengan Metode Drive Test. Prosiding
SNATIF, 341347. Google Scholar
Yulianto, H., & Haryanti, M. (2021).
Perbaikan Dan Peningkatan Coverage
Jaringan 4G LTE. Jurnal Teknologi
Industri, 10(1). Google Scholar
Yusuf, M. F. F., Usman, U. K., & Hanuranto,
A. T. (2020). Perancangan Mobile
Aplikasi Berbasis Android Untuk
Pengukuran Kuat Sinyal (drive Test)
Menggunakan Unmanned Aerial Vehicle
(UAV) Pada Jaringan 4G LTE.
EProceedings of Engineering, 7(2).
Google Scholar
Zenga, J., Suko, J., Kallogjeri, D., Pipkorn, P.,
Nussenbaum, B., & Jackson, R. S.
(2017). Postoperative hemorrhage and
hospital revisit after transoral robotic
surgery. The Laryngoscope, 127(10),
22872292. Google Scholar
Copyright holder :
Aziz Yulianto Pratama, Widyasmoro, Anna Nur Nazilah, keshawa udiatma (2022)
First publication right :
Jurnal Syntax Transformation
This article is licensed under: