Pengembangan Pariwisata Berbasis Masyarakat Dan Kearifan Lokal Di Desa Junrejo Kecamatan Junrejo Kota Batu
DOI:
https://doi.org/10.46799/jst.v3i6.574Keywords:
pariwisata, masyarakat, kearifanAbstract
Pemerintah Kota Batu berusaha terus memberikan dorongan kepada masyarakat dan pihak ketiga untuk mengembangkan destinasi pariwisata, sehingga diharapkan muncul banyak investor baru yang akan menyelenggarakan kegiatan pariwisata dari mulai pengelolaan destinasi pariwisata, pengelolaan tempat penginapan/hotel, pengelolaan angkutan, usaha rumah makan dan usaha wisata lain yang dapat berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat sekitar objek wisata. Pemerintah daerah juga berkomitmen memberikanlayanan pariwisata yang murah dan bersahabat bagi masyarakat. Pengelolaan pariwisata berbasis masyarakat tersebut diharapkan tidak membebani anggaran Pemerintah daerah dan meningkatkan investasi pada berbagai sektor pendukung wisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangakan pariwisata berbasis masyarakat dan kearifan lokal di Desa Junrejo Kecamatan Junrejo Kota Batu tersebut dilakukan oleh masyarakat yang tergabung dalam kelompok Katadarwis. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Darwsis adalah kelompok tani sadar wisata, merupakan sekelompok masyarakat desa Junrejo, yang sebagian besar bermata pencaharian petani. Dalam perkembangan pariwisata di Kota Batu dengan semua manfaat maupun dampaknya selama ini, memutuskan untuk menawarkan sebuah sajian wisata yang berbeda, berangkat dari potensi alam, sosial dan budaya di sekitar mereka. Katadarwis mengembang pariwisata di sektor pertanian dan kelestarian alam dengan membangun omah wisata, omah wisata tersebut memberikan nuansa alami pegunungan dan pertanian dengan mengusung kearifan lokal budaya setempat yaitu dengan truly Batu, dayoh, tamu dolan, tamu sambang, lungguh, suguh dan gupuh. Fasilitas yang diberikan omah wisata seperti pendopo omah wisata, village trip omah wisata, learnscape omah wisata, homestay omah wisata, social innovation labs omah wisata, nursery omah wisata, dan e-commerce, serta dibantu oleh relawan wisata yang berasal dari masyarakat. Pariwisata tersebut merupakan desa wisata kolaboratif, berbasis pelestarian lingkungan, mitigasi bencana, dan keterlibatan masyarakat serta kearifan lokal. Hal ini didukung oleh pentahelix pariwisata dalam kelangsungan yang berkelnajutannya. Unsur pentahelix pariwisata tersebut adalah pemerintah, dunia usaha, masyarakat, media massa dan akademisi.
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC-BY-SA). that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.





