Analisis Faktor Keterlambatan Pelaksanaan Proyek Jembatan di Provinsi Sumatera Utara
DOI:
https://doi.org/10.46799/jst.v4i1.687Keywords:
Keterlambatan, Proyek Konstruksi, JembatanAbstract
Keberhasilan proyek tidak terlepas dari pihak-pihak yang terlibat dalam proses pelaksanaanya seperti owner (pemilik), perencana dan pengawas (konsultan) dan pelaksana pekerjaan (kontraktor). Ketiga sektor tersebut haruslah menjaga kualitas dan kuantitas agar proyek yang telah direncanakan dapat diselesaikan dengan baik. Kontraktor sebagai pelaksana harus memiliki manajemen yang baik dalam mengatur dan mengkoordinir perusahaannya maupun pekerja di lapangan, sehingga dapat meminimalisasi munculnya risiko-risiko yang akan berdampak langsung kepada terjadinya keterlambatan pada saat proses pembangunanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor keterlambatan dalam pelaksanaan proyek konstruksi jembatan dengan menggunakan dana APBN di Provinsi Sumatera Utara. Metode yang digunakan ialah metode kualitatif dengan kuesioner sebagai instrumen penelitian. Responden penelitian adalah pemilik, kontraktor dan konsultan pengawas yang menangani paket pekerjaan jembatan wilayah Provinsi Sumatera Utara. Analisis data dilakukan dengan metode Principal Component Analysis, faktor-faktor keterlambatan terdiri atas manajemen proyek dan kontrak operasional lapangan dan kondisi alam.
Downloads
References
Ervianto, W. I., & MT, I. (2006). Studi Implementasi Teknologi Beton Pracetak Bagi Bangunan Gedung. National Conference on Prospected Technology.
Khoirul, K., Pristianto, H., & Rusmin, M. (2017). Analisis Penyebab Keterlambatan Pekerjaan Konstruksi Jembatan. Jurnal Teknik Sipil: Rancang Bangun, 2(2), 27–36. https://doi.org/10.33506/rb.v2i2.481.
Ladjao, J., Yurianto, E., Limanto, S., & Wicaksono, E. (2016). Analisis Faktor Penyebab Keterlambatan Pada Bangunan Tinggi di Surabaya. Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil, 5(1), 1–8.
Mahapatni, I. A. P. S. (2019). Metode Perencanaan dan Pengendalian Proyek Konstruksi. Unhi Press.
Maulani, F., Suraji, A., & Istijono, B. (2014). Analisis Struktur Rantai Pasok Kontruksi Pada Pekerjaan Jembatan. Jurnal Rekayasa Sipil, 10(2), 1–8. https://doi.org/10.25077/jrs.10.2.1-8.2014.
Mungkasa, O. (2020). Bekerja dari rumah (working from home/WFH): menuju tatanan Baru era pandemi Covid 19. Jurnal Perencanaan Pembangunan: The Indonesian Journal of Development Planning, 4(2), 126–150. https://doi.org/10.36574/jpp.v4i2.119.
Purba, R. (2009). Studi Tentang Klaim Konstruksi dari Kontraktor ke Owner. UAJY.
Sianipar, H. B. (2013). Analisis Faktor-Faktor Penyebab Keterlambatan Penyelesaian Proyek Konstruksi Pengaruhnya Terhadap Biaya. UNS (Sebelas Maret University).
Soeharto, I. (2001). Manajemen Proyek Jilid 2. Semarang: Erlangga.
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Trauner, T. J., Lowe, S., Nagata, M. F., & Manginelli, W. A. (2017). Construction Delays. Elsevier.
Yuliana, C. (2013). Analisis Faktor Penyebab Terjadinya Keterlambatan Pada Pelaksanaan Proyek Pembangunan Jembatan. INFO-TEKNIK, 14(2), 114–125. https://doi.org/10.20527/infotek.v14i2.297.
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC-BY-SA). that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.





